Loading...

Asesmen Psikologi Jarak Jauh: Kapan Tepat, Kapan Perlu Dihindari?

23 Februari 2026
Author : admin
Bagikan

Perkembangan teknologi memungkinkan asesmen psikologi dilakukan tanpa tatap muka langsung. Asesmen jarak jauh menjadi solusi praktis ketika hambatan geografis, kondisi kesehatan, atau keterbatasan waktu membuat asesmen konvensional sulit dilakukan. Namun, kemudahan ini sering disalahartikan seolah asesmen jarak jauh selalu setara dengan asesmen luring dalam semua kondisi.

Dalam praktiknya, tidak semua tujuan asesmen cocok dilakukan secara daring. Asesmen yang berfokus pada skrining awal, pemetaan umum, atau monitoring berkala relatif lebih aman dilakukan jarak jauh dibandingkan asesmen diagnostik mendalam yang menuntut observasi perilaku secara langsung dan kontrol lingkungan yang ketat. Tanpa pemilahan ini, risiko kesalahan interpretasi akan meningkat.

Secara ilmiah, asesmen jarak jauh menuntut perhatian khusus pada kontrol situasi tes. Faktor seperti distraksi lingkungan, bantuan pihak lain, hingga keterbatasan observasi nonverbal dapat mempengaruhi kualitas data. Standar profesional menekankan bahwa keputusan menggunakan asesmen jarak jauh harus mempertimbangkan karakteristik individu, tujuan asesmen, serta kesiapan alat ukur yang digunakan.

Implikasi praktisnya cukup serius. Hasil asesmen psikologi sering menjadi dasar pengambilan keputusan penting mulai dari pendidikan, rekrutmen, hingga intervensi klinis. Ketika asesmen jarak jauh digunakan tanpa pertimbangan matang, keputusan yang diambil berpotensi tidak akurat dan merugikan individu yang dinilai.

Dalam konteks ini, peran psikolog bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi penentu kelayakan metode asesmen. Asesmen jarak jauh bukan soal bisa atau tidak bisa, melainkan soal tepat atau tidak tepat. Penggunaan yang selektif dan berbasis pertimbangan profesional menjadi kunci agar digitalisasi tetap menjaga kualitas dan etika asesmen psikologi.

 

Percayakan asesmen karyawan Anda pada biro psikologi resmi Assessment Indonesia, pusat asesmen psikologi dengan layanan terbaik.

 

 

Referensi:

American Psychological Association. (2013). Guidelines for the practice of telepsychology.

International Test Commission. (2022). Guidelines on the use of tests delivered via the internet.

Wright, J. H., et al. (2017). Telepsychology: Overview of technology and clinical practice. American Journal of Psychiatry.

AERA, APA, & NCME. (2014). Standards for educational and psychological testing.

Bagikan
Edukasi Psikologi Tes Psikologi

Temukan Solusi Psikologis Anda Hari Ini

Lihat layanan psikologi kami atau Anda dapat menghubungi kami