Anak dan remaja merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media digital. Interaksi daring menjadi bagian dari kehidupan sosial mereka sehari hari. Kondisi ini memengaruhi cara empati berkembang dan diekspresikan oleh anak dan remaja.
Dalam psikologi perkembangan, empati berkembang melalui pengalaman sosial dan pembelajaran emosional. Interaksi daring dapat menjadi sarana untuk melatih empati, tetapi juga dapat menghambatnya jika tidak disertai dengan bimbingan yang tepat. Kurangnya kontak langsung dapat membuat anak dan remaja kurang peka terhadap emosi orang lain.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital yang seimbang dan reflektif dapat mendukung perkembangan empati. Sebaliknya, penggunaan yang berlebihan tanpa kontrol dapat meningkatkan resiko perilaku tidak empati.
Oleh karena itu, pendampingan dari orang dewasa sangat penting dalam membantu anak dan remaja mengembangkan empati yang sehat dalam interaksi daring.
Percayakan asesmen karyawan Anda pada biro psikologi resmi Assessment Indonesia, pusat asesmen psikologi dengan layanan terbaik.
Referensi:
Eisenberg, N., et al. (2010). Empathy related responding. Annual Review of Psychology.
George, M. J., & Odgers, C. L. (2015). Seven fears and the science of how mobile technologies may be influencing adolescents. Perspectives on Psychological Science.
Coyne, S. M., et al. (2018). Media time and empathy. Journal of Youth and Adolescence.