Memahami Faktor yang Memicu Beban Ganda, Generasi Sandwich!
  • JUN 12, 2024

Memahami Faktor yang Memicu Beban Ganda, Generasi Sandwich!

Dalam dinamika kehidupan modern, semakin banyak orang menemukan diri mereka menjadi bagian dari apa yang dikenal sebagai "generasi sandwich." Istilah ini merujuk pada individu yang harus menghadapi tanggung jawab merawat kedua orang tua mereka yang menua dan anak-anak mereka yang masih membutuhkan dukungan. Fenomena ini menimbulkan beban emosional, finansial, dan waktu yang signifikan bagi generasi yang terjebak di tengah-tengah ini. Untuk memahami lebih dalam tentang apa yang menyebabkan fenomena ini, mari kita eksplorasi beberapa faktor utama. Faktor-Faktor yang Memicu Generasi Sandwich Berikut ini beberapa faktor pemicu generasi sandwich : 1. Peningkatan Usia Harapan Hidup Salah satu faktor utama adalah peningkatan usia harapan hidup. Meskipun ini adalah prestasi luar biasa dalam bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan, konsekuensinya adalah adanya lebih banyak orang tua yang hidup lebih lama dan memerlukan perawatan jangka panjang. 2. Perubahan Dinamika Keluarga Perubahan dalam dinamika keluarga juga memainkan peran penting. Semakin banyak keluarga yang terlibat dalam gaya hidup dua penghasil, meningkatkan tekanan pada generasi yang berada di tengah-tengah untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. 3. Perubahan Struktural Masyarakat Perubahan struktural masyarakat, termasuk urbanisasi dan mobilitas pekerjaan, dapat memisahkan generasi dari keluarga inti mereka. Ketika anggota keluarga terpisah secara geografis, generasi yang berada di tengah-tengah sering kali menjadi tulang punggung untuk memastikan semua orang mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. 4. Krisis Keuangan Krisis keuangan, terutama di era ekonomi yang tidak stabil, dapat mengakibatkan generasi yang lebih muda mengalami kesulitan finansial. Sebaliknya, generasi yang lebih tua mungkin membutuhkan bantuan finansial. Ini menciptakan tekanan ganda pada generasi yang berada di tengah-tengah. 5. Perubahan Peran Gender Perubahan peran gender juga turut berkontribusi. Wanita yang semakin aktif di dunia pekerjaan seringkali tetap memegang peran tradisional sebagai pengasuh keluarga, menghasilkan tekanan tambahan pada generasi yang berada di tengah-tengah. Dalam menghadapi tantangan generasi sandwich, penting bagi individu untuk menyadari peran dan tanggung jawab mereka dengan memberikan perhatian pada aspek-aspek yang telah disebutkan. Membangun jaringan dukungan, memahami kebutuhan psikologis, dan menggunakan sumber daya eksternal seperti layanan psikologi dan tes psikologi dapat membantu mengelola stres yang muncul. Bagi informasi lebih lanjut tentang penilaian psikologi di Indonesia, biro psikologi, dan layanan psikologi, serta tes psikologi yang dapat membantu memahami lebih dalam tentang diri dan keluarga, kunjungi website assessment Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memicu generasi sandwich, kita dapat membangun strategi dan dukungan yang lebih efektif untuk mengatasi tantangan ini. Referensi : Ramin, J. Cathryn. 2008. Sandwiched: A Memoir of Holding On and Letting Go.

Selengkapnya
Memahami Dampak Pemeliharaan Orang Tua dan Anak di Era Modern!
  • JUN 12, 2024

Memahami Dampak Pemeliharaan Orang Tua dan Anak di Era Modern!

Pernahkah kamu merasa seperti berada di tengah, antara dua beban besar yang saling bertentangan? Sebenarnya itulah yang dirasakan oleh kebanyakan orang sekarang ini dan yan kerap disebut dengan "Generasi Sandwich." Sebuah fenomena dimana seseorang menanggung tanggung jawab merawat orang tua yang membutuhkan perhatian ekstra, sementara pada saat yang sama harus memenuhi kebutuhan dan tuntutan anak-anaknya. Bagaimana dampak dari situasi ini, dan bagaimana individu dalam Generasi Sandwich menghadapinya? Yuk kita telaah lebih dalam! Generasi Sandwich merupakan serangkaian kelompok orang yang berada di tengah-tengah tanggung jawab merawat kedua generasi yang ada di sekitar mereka. Dengan satu sisi, kamu mungkin harus mengurus orang tua yang memasuki usia lanjut dan memerlukan perhatian khusus. Di sisi lain, tugas sebagai orang tua untuk anak-anak yang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan menciptakan tekanan emosional dan finansial yang signifikan. Dampak Emosional Sebagaimana posisi dari generasi sandwich ini, keadaan emosionalnya pasti terpengaruh. Lalu apa sajakah dampak emosional yang sering terjadi dan harus kamu ketahui: Merasa Stres dan Tertekan Tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi bagian dari Generasi Sandwich dapat menimbulkan dampak emosional yang cukup besar. Stres dari memenuhi kebutuhan fisik dan emosional kedua kelompok tersebut dapat menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan. Kamu mungkin merasa terjebak di antara tuntutan keluarga yang saling bertentangan, yang dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Dinamika Keluarga Dalam mencoba menyeimbangkan peran sebagai penjaga orang tua dan orang tua bagi anak-anak, kamu harus memiliki keterampilan manajemen waktu dan empati yang tinggi. Dinamika keluarga menjadi penting, dan komunikasi terbuka menjadi kunci untuk menghindari konflik dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Perlunya Dukungan Menghadapi tekanan dari Generasi Sandwich, banyak individu mencari dukungan psikologis untuk membantu mereka mengelola beban ini. Biro psikologi dan layanan psikologi menjadi sumber penting untuk mendapatkan bimbingan, strategi koping, dan dukungan emosional. Mengakui bahwa merawat diri sendiri juga penting, banyak yang menemui bantuan dari profesional psikologi untuk membimbing mereka melalui perjalanan ini. Dalam rangka mengelola tantangan Generasi Sandwich, tes psikologi dapat menjadi alat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan emosional dan kesejahteraan mental individu. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan psikologis, kamu dapat mengembangkan strategi pengelolaan yang lebih efektif dan membangun ketahanan terhadap tekanan. Mengelola peran ganda sebagai penjaga orang tua dan orang tua bagi anak-anak bukanlah tugas yang mudah. Namun, dengan memahami dampak emosional, dinamika keluarga, dan mendapatkan dukungan melalui layanan psikologi, individu dalam Generasi Sandwich dapat mencari keseimbangan yang lebih baik. Pengelolaan kesejahteraan mental dan emosional menjadi kunci untuk melangkah maju dengan harmoni dan memastikan keberlanjutan kesehatan mental dan fisik. Sebagai sumber informasi lebih lanjut tentang aspek psikologi, tes psikologi, dan layanan psikologi di Indonesia, kunjungi Website Assessment Indonesia.Temukan wawasan menarik dan bimbingan profesional untuk mendukung perjalanan psikologis kamu. Referensi : Butler, Sandra & Pratt, F. Nan. 2006. The Sandwich Generation: Caught Between Growing Children and Aging Parents.

Selengkapnya
Menelusuri Kerumitan Generasi Sandwich: Tanggung Jawab Ganda di Tengah Dinamika Keluarga
  • JUN 7, 2024

Menelusuri Kerumitan Generasi Sandwich: Tanggung Jawab Ganda di Tengah Dinamika Keluarga

Dalam jalinan rumit struktur keluarga modern, muncul tren yang mencolok—Generasi Sandwich. Istilah ini mengacu pada generasi yang mengalami beban dan tanggung jawab ganda dalam merawat orang tua lanjut usia dan anak-anak mereka sendiri. Disini, kita akan menyelami lebih dalam mengenai berbagai subtipe dari generasi ini, mengungkapkan kerumitan peran kita dan dampak psikologis yang menyertainya. Definisi dan Profil Generasi Sandwich Anggota Generasi Sandwich umumnya berusia antara 30 hingga 50 tahun, jongkok di antara tuntutan keluarga inti kita dan tanggung jawab merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Keseimbangan rumit ini melibatkan interaksi kompleks antara pekerjaan, keluarga, dan kewajiban merawat. Jenis-Jenis Generasi Sandwich Generasi Klasik: Menanggung tanggung jawab merawat anak-anak kita sendiri sambil memberikan perhatian kepada orang tua yang sudah lanjut usia. Generasi Boomerang: Menavigasi tantangan merawat anak-anak dewasa yang kembali tinggal di rumah sambil merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Generasi Antara: Memberikan perawatan kepada orang tua yang sudah lanjut usia sambil sesekali merawat cucu. Dampak Psikologis Ini dia beberapa dampak psikologisnya: Stres dan Kecemasan: Menanggung tanggung jawab ganda dapat menyebabkan tingkat stres yang tinggi dan kecemasan terkait keseimbangan peran yang kompleks. Perasaan Bersalah: Munculnya perasaan bersalah karena merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan semua pihak secara optimal. Penyimpangan Peran: Identitas individu dapat terlupakan karena fokus utama beralih ke peran sebagai penyedia dan pengasuh. Strategi Penanggulangan Komunikasi Terbuka: Membangun komunikasi terbuka dalam keluarga untuk lebih memahami dan mendukung satu sama lain. Bantuan Luar: Menerima bantuan dari luar, baik itu dari anggota keluarga lain atau layanan profesional seperti biro psikologi. Memahami sifat beragam Generasi Sandwich adalah kunci dalam mengatasi tantangan unik yang muncul. Mengakui keberagaman dalam generasi ini memungkinkan pendekatan yang disesuaikan terhadap perawatan, pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan psikologis. Mengelola peran dalam Generasi Sandwich bukanlah tugas yang mudah. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai subtipe dan dampak psikologis yang menyertainya. Komunikasi terbuka dan pemanfaatan layanan psikologi dapat menjadi kunci untuk mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan hidup. Bagi yang ingin mengeksplorasi lebih jauh mengenai dinamika psikologis dan strategi mengatasi tantangan Generasi Sandwich, kunjungi situs web terpercaya di Indonesia yang khusus menyediakan asesmen, biro psikologi, atau layanan psikologi. Temukan tes psikologi dan informasi menarik lainnya untuk mendukung perjalanan kesehatan mental kamu dan keluarga. Referensi : Gibson ,E. Diane. 2007. The Sandwich Generation: Adult Children Caring for Aging Parents.

Selengkapnya
Hadapi Tantangan dan Tuntutan Sebagai Generasi Sandwich
  • JUN 7, 2024

Hadapi Tantangan dan Tuntutan Sebagai Generasi Sandwich

Pernah gak kamu ngerasa berada di tengah-tengah tuntutan yang datang dari berbagai arah? Buat kamu yang termasuk generasi sandwich, pengalaman kayak gini mungkin nggak asing. Generasi sandwich, yang artinya kamu harus merawat orang tua sambil juga memenuhi tanggung jawab terhadap anak-anak, pasti merasa di persimpangan peran yang kompleks dan menantang. Nah, di artikel ini, kita akan coba jelasin tantangan-tantangan unik yang kamu hadapi sebagai generasi sandwich, plus strategi-strategi buat ngelola hidup di antara tuntutan ini. Tantangan Sebagai Generasi Sandwich Kamu, sebagai generasi sandwich, atau biasa juga disebut generasi selai roti, pasti ngerasa tantangan-tantangan ini ngabisin energi dan emosi banget. Salah satu tantangan paling gede adalah harus ngatur keseimbangan antara peran sebagai anak dan orang tua. Di satu sisi, kamu harus memberi dukungan dan perhatian buat orang tua yang mungkin lagi butuh bantuan sehari-hari. Di sisi lain, kamu juga harus ngurusin kebutuhan anak-anak kamu yang mungkin masih perlu bimbingan dan perhatian. Bukan cuma itu, generasi sandwich juga seringkali harus nanggung beban finansial yang naik, terutama kalo kamu juga bertanggung jawab buat bantu biayain pendidikan anak-anak kamu, sambil mikirin persiapan keuangan buat masa depan orang tua. Ini bisa bikin tekanan ekonomi tambahan yang bisa ngaruh ke kesejahteraan mental dan emosional kamu. Strategi Menghadapi Tantangan 1. Komunikasi Terbuka Penting banget buat membangun komunikasi terbuka sama semua pihak yang terlibat. Ngobrol sama orang tua dan anak-anak tentang harapan, batasan, dan kebutuhan bisa membantu ngurangin konflik yang nggak perlu. 2. Membangun Jaringan Dukungan Kamu nggak boleh ngerasa sendirian, loh. Membangun jaringan dukungan, kayak gabung di kelompok pendukung atau komunitas online, bisa jadi tempat buat sharing pengalaman, dapet saran, dan ngerasa didengerin. 3. Manajemen Waktu yang Efektif Ngatur waktu dengan bijak itu skill utama. Bikin jadwal yang realistis dan utamain tugas-tugas penting bisa bantu hindarin kelelahan dan stres berlebihan. 4. Perawatan Diri Generasi sandwich sering lupa sama diri sendiri dalam perjalanan merawat orang lain. Ingat, self-care itu penting. Tidur yang cukup, olahraga, dan ngelakuin aktivitas yang kamu suka, semuanya penting buat jaga keseimbangan hidup. Dalam menghadapi tantangan dan tuntutan sebagai generasi sandwich, kunci utamanya adalah mencari keseimbangan dan dapetin dukungan yang kamu butuhkan. Ngelola peran ganda sebagai anak dan orang tua memang nggak gampang, tapi dengan strategi yang bener, kamu bisa ciptain kehidupan yang lebih seimbang dan memuaskan. Buat informasi lebih lanjut tentang kesehatan mental dan dukungan psikologis, kamu bisa cek website Assessment Indonesia, sumber terpercaya buat tes psikologi dan layanan psikologi. Biro psikologi dan layanan psikologi profesional juga bisa jadi tempat yang berguna buat bantuin kamu mengatasi tantangan ini. Jangan ragu buat minta bantuan kalo kamu atau orang yang kamu sayang butuh. Dengan pengertian dan dukungan yang tepat, generasi sandwich bisa ubah tantangan ini jadi peluang buat tumbuh dan berkembang, ciptain keseimbangan hidup yang lebih baik buat kamu dan keluarga kamu. Referensi : Pacinella, E.Diane. 2006. The Sandwich Generation: Adult Children Caring for Aging Parents.

Selengkapnya
Perspektif Budaya Menjadi Tantangan Baru Bagi Generasi Sandwich!
  • MAY 21, 2024

Perspektif Budaya Menjadi Tantangan Baru Bagi Generasi Sandwich!

Dalam era globalisasi ini, masyarakat seringkali dihadapkan pada tantangan baru yang tidak hanya melibatkan aspek ekonomi, tetapi juga nilai-nilai budaya yang berkembang. Salah satu fenomena menarik yang muncul adalah generasi sandwich, di mana seseorang merangkap tanggung jawab merawat orang tua dan anak-anaknya secara bersamaan. Fenomena ini bukan hanya menguji keterampilan manajemen waktu, tetapi juga memberikan ruang bagi perspektif budaya untuk berkembang. Generasi Sandwich dalam Konteks Budaya Generasi sandwich menjadi tantangan yang kompleks ketika ditempatkan dalam konteks budaya. Budaya memiliki peran yang signifikan dalam menentukan nilai-nilai keluarga dan norma yang harus diikuti. Misalnya, dalam budaya dimana mengurus orang tua dianggap sebagai kewajiban moral, generasi sandwich mungkin menghadapi tekanan lebih besar daripada di budaya yang lebih individualistik. Sebagai contoh, di beberapa masyarakat Asia, penghargaan terhadap orang tua diutamakan, sehingga generasi sandwich mungkin merasa terikat oleh norma-norma budaya yang kuat. Perlu dipahami bahwa generasi sandwich melibatkan dinamika antar-generasi yang unik. Tidak hanya ada tekanan dari generasi sebelumnya (orang tua), tetapi juga tanggung jawab terhadap generasi berikutnya (anak-anak). Ini menciptakan ketegangan emosional dan psikologis yang bisa mempengaruhi kesejahteraan mental. Bagaimana setiap generasi mengartikan dan menanggapi peran mereka dalam lingkungan budaya tertentu menjadi aspek penting dalam mengevaluasi dampak generasi sandwich. Keseimbangan dan Resilience Penting untuk menciptakan keseimbangan di antara tuntutan yang berbeda dari generasi sandwich. Dalam banyak budaya, nilai-nilai seperti keharmonisan keluarga dan saling peduli menjadi landasan bagi kesejahteraan. Keseimbangan ini juga mencakup aspek psikologis, di mana kemampuan untuk mengatasi stres dan tekanan menjadi kunci keberhasilan. Resilience, atau ketahanan mental, adalah kemampuan untuk pulih dari tantangan dan teguran, yang merupakan sumber daya berharga bagi generasi sandwich. Dalam melihat generasi sandwich dari perspektif budaya, kita menyadari kompleksitasnya. Penyesuaian terhadap norma-norma budaya, pengelolaan dinamika antar-generasi, dan pengembangan resilience menjadi kunci untuk menjalani peran ini dengan sukses. Masyarakat dan individu dapat meraih manfaat dari layanan psikologi dan tes psikologi yang ditawarkan oleh berbagai biro psikologi. Dengan memahami peran psikologi, individu dapat mengembangkan strategi coping yang sehat dan membangun kesejahteraan psikologis mereka. Jangan ragu untuk menjelajahi lebih lanjut tentang aspek psikologi ini di situs web Assessment Indonesia, yang menyediakan informasi mendalam tentang layanan psikologi, tes psikologi, dan berbagai topik menarik lainnya seputar psikologi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang aspek psikologis generasi sandwich, kita dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih bijaksana dan meningkatkan kualitas hidup bagi semua anggota keluarga. Referensi : Ramin, J. Cathryn. 2008. Sandwiched: A Memoir of Holding On and Letting Go.

Selengkapnya
Peran Keluarga dalam Mengatasi Tantangan Generasi Sandwich!
  • MAY 21, 2024

Peran Keluarga dalam Mengatasi Tantangan Generasi Sandwich!

Dalam dinamika kehidupan modern, semakin banyak keluarga yang menghadapi tantangan generasi sandwich, di mana kamu harus mengurus anggota keluarga yang lebih tua dan lebih muda sekaligus. Hal ini menuntut peran keluarga yang kuat dan solid untuk mengatasi berbagai tekanan yang muncul. Bagaimana sebenarnya peran keluarga dalam mengelola dinamika rumah tangga yang kompleks ini? Generasi sandwich, istilah yang merujuk pada keluarga yang merawat anak-anak mereka sendiri dan juga orang tua mereka, memunculkan serangkaian tugas yang kompleks dan seringkali menantang. Peran keluarga dalam mengatasi dinamika ini sangatlah penting. Pertama-tama, komunikasi terbuka menjadi kunci. Kamu perlu saling berbagi perasaan, kekhawatiran, dan harapan untuk menciptakan pemahaman bersama. Dalam konteks ini, peran orang tua sebagai penyokong utama dan pemberi dukungan emosional sangat diperlukan. Mereka dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi yang lebih muda, sementara sekaligus menerima perhatian dan bantuan dari mereka. Penerimaan dan pengertian antar anggota keluarga juga memainkan peran penting. Setiap generasi membawa tantangan uniknya sendiri, dan pengakuan terhadap perbedaan tersebut membuka jalan menuju solusi yang harmonis. Tak kalah pentingnya adalah pembagian tanggung jawab secara adil. Kamu dapat membentuk sistem dukungan dan tanggung jawab yang jelas untuk memastikan bahwa setiap anggota keluarga merasa terlibat dan dihargai. Hal ini dapat menciptakan lingkungan di mana semua anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang bersama, Tak peduli tua maupun muda. Selain itu, kamu juga dapat mencari bantuan dari luar, seperti biro psikologi atau layanan psikologi. Konseling keluarga dapat menjadi sarana efektif untuk membahas masalah-masalah yang muncul dan mencari solusi bersama. Tes psikologi dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan individu dan keluarga, membimbing ke arah solusi yang lebih tepat. Dalam menghadapi tantangan generasi sandwich, peran keluarga bukanlah sekadar tanggung jawab, tetapi juga sebuah kesempatan untuk membangun kedekatan dan solidaritas. Dengan komunikasi terbuka, dukungan emosional, pembagian tanggung jawab yang adil, dan bantuan eksternal seperti layanan psikologi, keluarga dapat mengatasi dinamika ini dengan penuh kebijaksanaan. Semoga upaya kolektif keluarga dalam mengelola generasi sandwich dapat membentuk fondasi yang kokoh untuk kehidupan yang seimbang dan bahagia. Jika kamu tertarik untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang psikologi dan layanan yang dapat mendukung keluarga, kunjungi Website Assessment Indonesia untuk informasi lebih lanjut. Temukan beragam layanan psikologi dan tes psikologi yang dapat memberikan panduan bagi perjalanan keluarga kamu. Referensi : Gibson ,E. Diane. 2007. The Sandwich Generation: Adult Children Caring for Aging Parents.

Selengkapnya
Mengelola Keuangan dengan Bijak: Tips Kaya sebagai Generasi Sandwich!
  • MAY 17, 2024

Mengelola Keuangan dengan Bijak: Tips Kaya sebagai Generasi Sandwich!

Pada era modern ini, generasi sandwich menghadapi tantangan yang memerlukan keseimbangan sempurna antara tanggung jawab sebagai orang tua dan dukungan kepada orang tua. Pencapaian akan kesuksesan dalam situasi ini, diperlukan strategi keuangan dan kesehatan mental yang cermat. Disini, kita akan membahas secara rinci beberapa langkah praktis untuk mengelola peran ini dengan bijak. Pengelolaan Keuangan yang Bijak Merencanakan keuangan dengan bijak merupakan kunci untuk mencapai kesejahteraan finansial. Langkah pertama adalah membuat anggaran yang mencakup kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, dan perawatan orang tua. Selain itu, pemahaman mendalam tentang investasi jangka panjang membantu memastikan kestabilan finansial di masa depan. Pemahaman Asuransi dan Perlindungan Keuangan Asuransi memainkan peran penting dalam melindungi keluarga dan aset. Generasi sandwich harus memahami jenis asuransi yang dibutuhkan, termasuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi perawatan jangka panjang. Perlindungan ini memberikan keamanan finansial dan mencegah beban tambahan dalam menghadapi situasi tak terduga. Keseimbangan Hidup dan Bekerja Manajemen waktu yang efektif adalah kunci untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan diri sendiri. Generasi sandwich perlu merencanakan waktu dengan cermat, termasuk waktu untuk istirahat dan rekreasi. Ini membantu mencegah kelelahan yang berlebihan dan mengurangi stres sehari-hari. Komunikasi Efektif Komunikasi terbuka dan jujur merupakan pondasi hubungan yang sehat di dalam keluarga. Generasi sandwich perlu aktif dalam berkomunikasi dengan anak-anak dan orang tua tentang harapan, kebutuhan, dan perubahan dalam tanggung jawab. Hal ini membantu menghindari konflik dan membangun dukungan timbal balik. Mencari Dukungan Psikologis Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Biro psikologi dan layanan psikologi dapat memberikan bantuan dalam mengatasi stres, kecemasan, dan perubahan emosional lainnya yang mungkin dialami generasi sandwich. Menyadari adanya sumber daya ini dan bersedia mencari bantuan adalah langkah penting menuju kesehatan mental yang optimal. Dengan menggabungkan pengelolaan keuangan yang bijak, perlindungan finansial yang cermat, keseimbangan hidup yang baik, komunikasi efektif, dan dukungan psikologis, generasi sandwich dapat mencapai kesejahteraan finansial dan emosional. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penilaian terkait psikologi, tes psikologi, dan layanan psikologi, serta aspek-aspek psikologis lainnya, kamu dapat mengunjungi website Assessment Indonesia. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kita dapat mengelola peran ganda sebagai generasi sandwich dengan lebih baik, mengoptimalkan kualitas hidup bagi diri kita dan keluarga. Referensi : Ramin, J. Cathryn. 2008. Sandwiched: A Memoir of Holding On and Letting Go.

Selengkapnya
Ini Dia Strategi untuk Generasi Sandwich dalam Menghadapi Tantangan Hidup!
  • MAY 17, 2024

Ini Dia Strategi untuk Generasi Sandwich dalam Menghadapi Tantangan Hidup!

Generasi sandwich, fenomena di mana kamu berada di antara tanggung jawab merawat anak-anakmu sendiri sambil memberikan perhatian kepada orang tua yang lanjut usia, merupakan kenyataan yang semakin umum di tengah masyarakat modern. Dinamika ini menciptakan situasi unik yang menuntut strategi adaptasi dan manajemen yang cerdas. Disini, kita akan menjelajahi berbagai strategi yang dapat membantu kamu menghadapi tantangan hidup yang kompleks ini. Pentingnya Pemahaman Diri Dalam menghadapi beban ganda, kamu perlu merenung tentang dirimu sendiri. Pemahaman yang dalam tentang nilai-nilai, kebutuhan, dan batasan pribadimu akan membantu membentuk landasan strategi yang efektif. Ini bisa mencakup identifikasi tingkat stres yang dapat kamu tangani dan pengakuan bahwa meminta bantuan adalah bentuk kebijaksanaan, bukan kelemahan. Manajemen Waktu yang Efektif Manajemen waktu adalah kunci bagi generasi sandwich. Pada keseharian yang terbatas, kamu harus menetapkan prioritas yang jelas. Penjadwalan harian yang baik, penggunaan teknologi untuk mengelola tugas, dan kemampuan untuk mengidentifikasi kegiatan yang dapat kamu delegasikan akan membantu mengoptimalkan penggunaan waktu. Komunikasi yang Terbuka Komunikasi yang efektif adalah pondasi yang kuat untuk keluarga yang sehat. Kamu harus menciptakan ruang untuk berbicara terbuka tentang tantangan dan kebutuhanmu. Ini menciptakan pemahaman bersama, membantu mencegah konflik, dan memastikan dukungan keluarga yang kohesif. Memanfaatkan Sumber Daya Eksternal Terkadang, beban generasi sandwich melebihi kapasitasmu. Ini adalah momen ketika memanfaatkan sumber daya eksternal menjadi krusial. Konsultasi dengan biro psikologi dapat memberikan wawasan profesional, sedangkan layanan psikologi dapat membantu mengatasi beban emosional. Merawat Diri Sendiri Kamu cenderung melupakan dirimu sendiri dalam proses memberikan perhatian kepada orang lain. Merawat diri sendiri tidak hanya tentang beristirahat, tetapi juga memahami kebutuhan mental dan emosional. Olahraga, meditasi, atau kegiatan kreatif dapat menjadi cara untuk melepaskan stres dan menjaga keseimbangan hidup. Investasi dalam Hubungan Hubungan yang kuat dengan pasangan, anak-anak, dan orangtua adalah modal utama bagi generasi sandwich. Membangun kepercayaan, saling mendukung, dan menciptakan ikatan keluarga yang kuat dapat menghadirkan kestabilan dan dukungan emosional yang sangat dibutuhkan. Menghadapi tantangan sebagai generasi sandwich membutuhkan kombinasi strategi yang cerdas dan kesadaran diri yang mendalam. Pengintegrasian manajemen waktu yang efektif, komunikasi yang terbuka, pemanfaatan sumber daya eksternal, perhatian terhadap kesejahteraan pribadi, dan investasi dalam hubungan, kamu dapat melangkah maju dengan keyakinan. Informasi lebih lanjut tentang asesmen psikologi di Indonesia, biro psikologi, layanan psikologi, tes psikologi, serta berbagai info menarik lainnya tentang psikologi, kamu dapat mengunjungi website Assessment Indonesia. Di sana, kamu akan menemukan sumber daya yang berguna untuk memahami dan mengelola kondisi psikologis dengan bijaksana, serta mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan profesional yang tersedia. Referensi : Ramin, J. Cathryn. 2008. Sandwiched: A Memoir of Holding On and Letting Go

Selengkapnya
Mengatasi Manipulasi dengan Strategi Psikologis Mempertahankan Diri!
  • MAY 16, 2024

Mengatasi Manipulasi dengan Strategi Psikologis Mempertahankan Diri!

Manipulasi merupakan taktik yang sering digunakan oleh orang-orang untuk mencapai tujuan mereka, akan tetapi, bagaimana cara kita mengatasi manipulasi dari segi psikologi? Menyadari dan memahami taktik yang digunakan oleh orang yang manipulatif adalah langkah pertama menuju perlindungan diri yang efektif. Pahami Taktik Manipulatif Gaslighting dan pemerasan emosional adalah dua taktik umum yang sering digunakan. Gaslighting melibatkan upaya meragukan kewarasan atau kepercayaan kamu, sementara pemerasan emosional mencoba memanipulasi melalui perasaan bersalah atau tanggung jawab berlebihan. Tetapkan Batasan Jangan takut untuk menetapkan batasan yang jelas. Kekurangan batasan memungkinkan manipulator memanfaatkan ketidakjelasan atau keraguan kamu. Melalui mengkomunikasikan batasan dengan tegas pada mereka, kamu memberikan perlindungan pada diri sendiri. Bentuk Dukungan Sosial Membangun jaringan dukungan sosial sangat penting. Berbicara dengan teman atau keluarga yang dapat memberikan pandangan objektif dan dukungan emosional dapat membantu kamu menghadapi manipulasi dengan lebih baik. Pertahankan Keseimbangan Emosional Keterampilan regulasi emosi membantu menjaga keseimbangan mental, memungkinkan kamu tetap tenang dan rasional dalam menghadapi situasi yang memicu manipulasi. Berbicara dengan Jujur Berbicara secara terbuka tentang perasaan kamu dapat mengubah dinamika. Orang yang manipulatif cenderung tidak suka ketika korban mampu mengungkapkan diri dengan jujur dan tegas. Kembangkan Keterampilan Asertivitas Keterampilan asertivitas memungkinkan kamu mengkomunikasikan kebutuhan dan pendapat tanpa bersikap agresif atau pasif. Perhatikan Pola Perilaku Mencatat pola perilaku manipulatif membantu kamu lebih memahami motif dan mempersiapkan diri untuk menghadapi taktik tertentu. Tetap Fokus pada Fakta Tetap fokus pada fakta dan logika membantu kamu menghindari terjebak dalam drama atau emosi berlebihan. Pelajari Cara Menolak dengan Tegas Belajar menolak tawaran atau permintaan dengan tegas dan tegas adalah kunci ketika merasa ditekan atau dimanipulasi. Jika situasinya kompleks atau merugikan kesejahteraan mental, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional seperti psikolog atau konselor. Mengatasi manipulasi membutuhkan kombinasi pemahaman taktik, penentuan batasan, dan pengembangan keterampilan psikologis. Memprioritaskan kesejahteraan dan mendapatkan dukungan yang tepat, kita dapat melindungi diri dari manipulasi yang merugikan. Ingatlah, keberanian untuk berdiri teguh adalah langkah pertama menuju kebebasan dari pengaruh manipulatif. Proses menghadapi sebuah manipulasi, memahami taktiknya, menetapkan batasan, dan mengembangkan keterampilan psikologis menjadi kunci untuk mempertahankan diri. Keseimbangan emosional, dukungan sosial, dan kejujuran dalam berkomunikasi membentuk pondasi perlindungan diri yang kuat, akan tetapi perjalanan ini tidak harus diambil sendirian. Untuk mendapatkan panduan lebih lanjut dan mendukung perjalanan kesejahteraan psikologis kamu, saya mengundang kamu untuk mengunjungi Assessment Indonesia. Sebagai biro psikologi yang terpercaya, mereka menyediakan berbagai layanan psikologi yang mungkin kamu butuhkan. Temukan solusi dan dukungan di Assessment Indonesia untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat secara psikologis. Jangan ragu untuk mencari bantuan saat kamu menghadapi tantangan, karena kekuatan sejati terletak dalam langkah kita untuk mencari pertolongan. Referensi : Hall, L. Julie. 2020. The Narcissist in Your Life: Recognizing the Patterns and Learning to Break Free.

Selengkapnya
Dark Empath, Taktik Manipulasi yang Semakin Populer
  • MAY 16, 2024

Dark Empath, Taktik Manipulasi yang Semakin Populer

Pada dunia psikologi, istilah "empath" umumnya merujuk pada individu yang memiliki kemampuan luar biasa untuk merasakan emosi orang lain, seakan-akan emosi tersebut menjadi milik mereka sendiri. Namun, sebuah konsep yang semakin dikenal belakangan ini adalah "dark empath", yang merujuk pada individu yang memanfaatkan kemampuan empati mereka untuk tujuan manipulasi. Taktik Manipulasi Dark Empath Dark empath menggunakan berbagai taktik manipulasi, di antaranya: 1. Love Bombing Memberikan perhatian dan kasih sayang berlebihan untuk membuat kamu merasa dicintai, memudahkan manipulasi lebih lanjut. 2. Gaslighting Membuat kamu merasa bingung dan tidak percaya diri dengan memanipulasi persepsi kamu tentang diri sendiri dan dunia sekitar. 3. Playing the Victim Menampilkan diri sebagai korban untuk mendapatkan simpati dan empati dari kamu, menciptakan ketergantungan emosional. 4. Playing the Expert Membuat diri terlihat lebih tahu atau berpengalaman untuk membuat kamu merasa inferior dan mudah dimanipulasi. 5. Playing the Charmer Menggunakan karisma dan daya tarik untuk memikat kamu, menciptakan lingkungan di mana manipulasi lebih mudah dilakukan. Popularitas Dark Empath Beberapa tahun terakhir, dark empath menjadi semakin populer sebagai trik manipulasi. Ini dapat dijelaskan oleh beberapa faktor, seperti peningkatan kesadaran tentang psikologi, akses yang lebih besar ke informasi, dan peran media sosial sebagai alat efektif bagi dark empath untuk menemukan dan memikat target. Langkah-langkah untuk Melindungi Diri dari Dark Empath Jika kamu curiga menjadi korban dark empath, langkah-langkah berikut dapat membantu: 1. Jauhi Pelaku: Hindari kontak langsung dan potong semua akses komunikasi dengan seseorang yang memiliki dark empath. 2. Dapatkan Dukungan: Bicaralah dengan orang yang kamu percayai, seperti teman, keluarga, atau terapis, untuk mendapatkan dukungan. 3. Belajar tentang dark empath: Pahami tanda-tanda dan taktik manipulasi yang digunakan oleh dark empath agar kamu dapat mengenali dan menghindarinya. Perjalanan dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman dark empath. Mengetahui taktik manipulasi yang digunakan oleh mereka adalah langkah awal untuk melindungi diri dari kemungkinan pengaruh negatif. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang psikologi, termasuk taktik manipulasi dark empath, serta menemukan berbagai layanan psikologi yang dapat membantu kamu, kunjungi website Assessment Indonesia. Biro yang menyediakan berbagai pelayanan psikologi profesional untuk membantu kamu memahami dan mengatasi tantangan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Temukan wawasan menarik dan bermanfaat lainnya tentang psikologi di situs kami. Jangan biarkan manipulasi merugikan kamu; hadapi tantangan dengan kecerdasan dan pemahaman yang lebih baik tentang dunia psikologi. Referensi : Stout, Martha. 2007. The Dark Empath: Unmasking the Shallow Killer.

Selengkapnya
Bukan hanya Film, Dark Psychology Nyata terjadi di Kehidupan Kita!
  • MAY 14, 2024

Bukan hanya Film, Dark Psychology Nyata terjadi di Kehidupan Kita!

Pada era modern ini, fenomena dark psychology telah menjadi subjek yang semakin menarik perhatian. Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan media sosial, dan dinamika sosial yang terus berubah, keberadaan dark psychology merasuk dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Pada konteks ini, penting bagi kita untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam bagaimana dark psychology manifes dalam berbagai situasi, mulai dari interaksi sosial hingga pengaruhnya dalam ranah politik dan industri. Dark psychology merujuk pada kumpulan teknik dan strategi yang digunakan untuk memanipulasi, mengendalikan, atau mempengaruhi orang lain tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. Istilah ini mencakup berbagai taktik psikologis yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang mungkin tidak etis atau bahkan jahat. Beberapa aspek dari dark psychology termasuk manipulasi, pengendalian pikiran, dan penggunaan taktik keji untuk mencapai kepentingan pribadi. Berikut adalah beberapa konsep yang terkait dengan dark psychology: Manipulasi Emosional Dark psychology sering melibatkan pemanfaatan emosi seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Ini dapat mencakup penciptaan situasi yang memicu reaksi emosional yang diinginkan, seperti rasa takut, kesedihan, atau kemarahan. Gaslighting Gaslighting adalah taktik yang digunakan untuk meragukan kewarasan atau persepsi seseorang terhadap kenyataan. Orang yang menggunakan gaslighting dapat dengan sengaja memanipulasi informasi atau menyajikan fakta palsu untuk membuat orang lain meragukan ingatan atau keyakinan mereka sendiri. Pengendalian Pikiran Ini melibatkan upaya untuk mengendalikan pikiran seseorang melalui teknik-teknik seperti hipnotis, sugesti, atau pengaruh subliminal. Tujuannya adalah untuk membuat orang tersebut melakukan atau percaya sesuatu yang mungkin tidak akan mereka lakukan atau yakini dalam keadaan normal. Isolasi Sosial Mengisolasi seseorang dari dukungan sosial atau keluarga dapat menjadi strategi untuk membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh dan kontrol. Hal ini dapat mencakup memisahkan seseorang dari orang-orang yang peduli atau memiliki pengaruh positif dalam hidup mereka. Narcissism Dark psychology sering melibatkan elemen-elemen naratif, di mana individu yang menggunakan taktik ini mungkin memiliki ciri-ciri kepribadian yang narsistik. Mereka mungkin memiliki keinginan untuk dominasi, kurangnya empati, dan kecenderungan untuk memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi mereka. Penting untuk diingat bahwa prinsip-prinsip dark psychology tidak selalu digunakan dengan niat jahat, dan banyak aspek ini dapat ditemukan dalam konteks ilmu psikologi yang lebih luas. Namun, ketika diterapkan dengan niat yang buruk, dark psychology dapat memiliki dampak yang merugikan pada kesejahteraan mental dan emosional orang lain. Penting untuk mengembangkan keterampilan kritis dan kepekaan sosial untuk melindungi diri dari potensi manipulasi yang dapat timbul dari praktik-praktik ini. Dark psychology, sebagai fenomena kontroversial, masih memikat perhatian banyak orang dalam konteks saat ini. Kehadirannya mencuat dalam berbagai aspek, terutama seiring dengan perkembangan media sosial, teknologi informasi, dan perubahan dinamika sosial. Media sosial menjadi wadah yang subur bagi praktik dark psychology, terlihat dalam penyebaran berita palsu, manipulasi opini publik melalui kampanye berbasis emosi, dan pembentukan opini yang terjebak dalam filter bubble. Teknologi informasi memberikan peluang baru untuk menerapkan strategi dark psychology, mulai dari teknik phishing hingga penggunaan algoritma untuk memprediksi dan memanipulasi perilaku pengguna. Pada konteks psikologi konsumen, prinsip-prinsip dark psychology muncul dalam industri periklanan, memanfaatkan teknik pemasaran yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Pada ranah politik, dark psychology digunakan untuk memanipulasi opini publik dan memengaruhi hasil pemilihan melalui praktik seperti penyebaran berita palsu dan kampanye hitam. Selain itu, dark psychology juga meresap dalam interaksi sosial sehari-hari, baik dalam hubungan pribadi, lingkungan kerja, maupun lingkungan sosial lainnya. Keberadaan dark psychology menghadirkan tantangan etika dan sosial, menuntut peningkatan kesadaran masyarakat agar dapat mengenali upaya manipulasi dan melindungi diri dari dampak negatifnya. Kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang cara dark psychology beroperasi dapat membantu individu dan masyarakat mengembangkan ketahanan terhadap potensi manipulasi yang mungkin mereka hadapi. Sebagai kesimpulan, dark psychology merupakan fenomena yang terus berkembang dalam konteks modern, terutama dengan peran teknologi dan dinamika sosial yang semakin kompleks. Pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip dark psychology menjadi kunci dalam melindungi diri dan masyarakat dari potensi manipulasi yang dapat merugikan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjelajahi aspek-aspek dark psychology dan mengembangkan ketahanan terhadap taktik-taktik yang mungkin digunakan. Informasi lebih lanjut seputar psikologi, tes psikologi, dan berbagai topik menarik terkait kehidupan psikologis, kunjungi situs Assessment Indonesia. Sebagai biro psikologi terkemuka, kami menyediakan sumber daya dan layanan yang mendukung pemahaman mendalam tentang psikologi, membantu individu dan organisasi dalam pengembangan potensi mereka. Temukan wawasan, uji kemampuan, dan informasi menarik seputar dunia psikologi di situs kami. Referensi : Daynes, Kerry. 2019. The Dark Side of the Mind: True Stories from My Life as a Forensic Psychologist.

Selengkapnya
Gaslighting: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengatasinya?
  • MAY 14, 2024

Gaslighting: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengatasinya?

Gaslighting adalah fenomena yang kompleks dan merugikan dalam hubungan interpersonal. Pada konteks ini, gaslighting merujuk pada upaya seseorang untuk meragukan realitas dan kepercayaan dirimu secara sistematis. Pembahasan kali ini, kita akan membahas secara rinci pengertian gaslighting, penyebab munculnya perilaku ini, dan bagaimana gaslighting dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Perlu dipahami bahwa gaslighting bukan sekadar konsep teoritis, melainkan suatu bentuk manipulasi psikologis yang dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan mental dan emosional individu yang terlibat. Pada tingkat yang lebih luas, gaslighting dapat merusak dinamika hubungan dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Mari kita menjelajahi lebih dalam tentang bagaimana gaslighting terjadi, mulai dari berbohong dan manipulasi informasi hingga penghinaan dan isolasi sosial. Pemahaman akan tanda-tanda gaslighting dan faktor penyebabnya, kamu dapat lebih berdaya untuk mengidentifikasi dan mengatasi perilaku ini, baik sebagai individu yang mungkin menjadi korban maupun sebagai pendukung orang yang mengalami gaslighting. Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang melibatkan upaya sadar untuk meragukan atau menggoyahkan kepercayaan dan persepsi dirimu terhadap realitas sendiri. Ini menciptakan situasi di mana kamu merasa bingung, tidak yakin, dan meragukan kewarasanmu. Gaslighting dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk hubungan personal, keluarga, persahabatan, atau lingkungan kerja. Penyebab Gaslighting 1. Kendali dan Kekuasaan Pelaku gaslighting seringkali memiliki motivasi untuk mengendalikan dan mendominasi diri kamu. Mereka mungkin ingin menjaga kendali atas situasi atau hubungan, dan gaslighting adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut. 2. Ketidakamanan Pribadi Orang yang terlibat dalam gaslighting mungkin merasa tidak aman secara pribadi atau mengalami perasaan inferioritas. Merendahkanmu melalui gaslighting dapat menjadi cara bagi mereka untuk merasa lebih kuat atau lebih baik tentang diri mereka sendiri. 3. Ketakutan Kehilangan Kontrol Pelaku gaslighting kadang-kadang takut kehilangan kontrol atasmu atau situasi. Gaslighting dapat digunakan sebagai alat untuk menjaga dominasi mereka. 4. Narsisme atau Kepribadian Manipulatif Beberapa individu dengan sifat narsistik atau manipulatif cenderung menggunakan gaslighting untuk memperkuat perasaan superioritas mereka atau untuk mengamankan kepatuhanmu. 5. Masalah Kesehatan Mental Beberapa orang yang terlibat dalam gaslighting mungkin memiliki masalah kesehatan mental seperti gangguan kepribadian atau kecenderungan psikopat. Bagaimana Gaslighting Terjadi dalam Kehidupan Sehari-hari? 1. Berbohong atau Menyangkal Gaslighting sering dimulai dengan serangkaian kebohongan atau penyangkalan yang bertujuan meragukan kebenaran dan realitas kalian. Pelaku gaslighting mungkin dengan sengaja memberikan informasi yang berbeda atau merubah peristiwa agar sesuai dengan narasi mereka. Ini bisa menjadi taktik yang sangat merusak, karena kamu dapat mulai meragukan ingatan dan persepsi dirimu sendiri, yang pada gilirannya dapat merugikan kepercayaan dirimu. 2. Manipulasi Informasi Manipulasi informasi merupakan elemen kunci dari gaslighting. Pelaku akan secara selektif memberikan informasi atau merubah konteks peristiwa untuk mengubah persepsi dirimu. Ini menciptakan ketidakpastian dan kebingungan, karena kamu mungkin merasa sulit untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Perlahan-lahan, ini dapat mengubah pandanganmu terhadap realitas. 3. Penghinaan dan Kritik Terus-Menerus Pelaku gaslighting sering menggunakan teknik penghinaan dan kritik yang terus-menerus untuk merendahkanmu. Kritik ini mungkin tampak subtil pada awalnya, tetapi seiring waktu dapat mengakibatkan keraguan diri yang mendalam. Efeknya bisa membuatmu merasa tidak berharga dan meragukan kemampuan serta nilai dirimu. 4. Pemindahan Tanggung Jawab Pada taktik ini, pelaku gaslighting mencoba memindahkan tanggung jawab atas tindakan atau kejadian yang tidak menyenangkan kepada kamu. Mereka mungkin menyalahkanmu atas masalah yang terjadi, bahkan jika kamu tidak bertanggung jawab. Hal ini dapat menciptakan rasa bersalah yang tidak pantas dan membuatmu meragukan kemampuanmu untuk membuat keputusan yang baik. 5. Isolasi Sosial Isolasi sosial adalah salah satu strategi gaslighting untuk meningkatkan kontrol atasmu. Pelaku mungkin secara aktif berusaha memisahkan kamu dari teman, keluarga, atau dukungan sosial lainnya. Pengurangan akan akses kalian kepada sumber dukungan eksternal, pelaku dapat menciptakan lingkungan di mana kamu lebih rentan terhadap manipulasi dan pengaruh mereka. Gaslighting tidak hanya merupakan bentuk penindasan emosional, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesejahteraan mental dan emosional. Mendeteksi tanda-tanda gaslighting dan mencari bantuan dari profesional kesehatan mental atau dukungan sosial adalah langkah-langkah penting untuk mengatasi dampaknya. Penting untuk diingat bahwa gaslighting adalah perilaku yang tidak sehat dan tidak dapat diterima. Jika kamu merasa menjadi korban gaslighting atau mengetahui seseorang yang mengalami hal ini, mencari dukungan profesional atau berbicara dengan orang-orang terpercaya dapat membantu mengatasi dampaknya. Gaslighting, sebagai bentuk manipulasi psikologis, merupakan tantangan serius dalam hubungan interpersonal. Pada pembahasan ini, kita telah memahami bahwa gaslighting melibatkan berbagai taktik seperti berbohong, manipulasi informasi, penghinaan, pemindahan tanggung jawab, dan isolasi sosial. Penyebabnya dapat berasal dari dorongan untuk kontrol dan kekuasaan, ketidakamanan pribadi, narsisme, atau masalah kesehatan mental. Pentingnya mengenali tanda-tanda gaslighting dan memahami faktor penyebabnya memberikan dasar bagi kita untuk lebih berdaya dalam menghadapi perilaku ini, baik sebagai individu yang mungkin menjadi korban maupun sebagai pendukung yang peduli. Dukungan profesional dan pembicaraan terbuka tentang pengalaman gaslighting adalah langkah-langkah krusial dalam membangun kekuatan mental dan emosional. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami kesulitan dalam menghadapi gaslighting atau ingin melakukan self-assessment terkait aspek-aspek psikologis, dapatkan bantuan profesional di website Assessment Indonesia. Website ini menyediakan tes psikologi yang dapat membantu mengevaluasi dan memahami kondisi psikologis seseorang. Jangan ragu untuk menjelajahi informasi menarik seputar psikologi yang dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Ingatlah, bahwa mendapatkan bantuan adalah langkah pertama yang penting dalam perjalanan menuju kehidupan yang lebih sehat dan lebih bermakna. Referensi : Sarkis, M. Stephanie. 2018. Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People — and Break Free.

Selengkapnya
Jangan Biarkan 'Halo Effect' menjadi Juri! Tips Memahami Orang di Awal Pertemuan
  • MAY 3, 2024

Jangan Biarkan 'Halo Effect' menjadi Juri! Tips Memahami Orang di Awal Pertemuan

Pada saat pertama kali bertemu dengan seseorang atau menghadapi suatu situasi baru, kita sering kali membentuk impresi awal yang dapat mempengaruhi persepsi kita terhadap orang atau kejadian tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai "halo effect". Meskipun manusia memiliki kecenderungan untuk membuat penilaian berdasarkan pengalaman awal, penting untuk memahami bahwa halo effect yang dapat memengaruhi first impression secara tidak objektif. Pada konteks ini, mari, kita eksplorasi bagaimana halo effect dapat berdampak buruk pada first impression seseorang, mempengaruhi hubungan sosial dan profesional dalam kehidupan sehari-hari kamu. "Halo effect" adalah fenomena psikologis di mana kesan positif atau negatif seseorang terhadap satu aspek seseorang atau sesuatu mempengaruhi penilaian mereka terhadap aspek lainnya. Fenomena ini dapat mempengaruhi bagaimana kamu menilai keseluruhan karakter atau kualitas seseorang berdasarkan kesan awal yang kamu miliki. Contoh sederhana dari halo effect bisa kamu temukan dalam situasi sehari-hari, misalnya jika seseorang memiliki tampilan fisik yang menarik, kamu mungkin cenderung mengasumsi bahwa mereka juga memiliki sifat positif seperti kecerdasan atau kebaikan. Sebaliknya, jika seseorang membuat kesan buruk di awal, kamu cenderung melihatnya secara keseluruhan dengan pandangan negatif. Halo effect sering kali terjadi tanpa disadari dan dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk interaksi sosial, wawancara kerja, dan penilaian umum terhadap orang lain. Penting untuk kamu menyadari keberadaan halo effect agar dapat membuat penilaian yang lebih objektif terhadap orang atau situasi. Sebagai penutup, penting untuk kamu ingat bahwa kesadaran terhadap halo effect dapat membantu kamu mengatasi penilaian awal yang mungkin tidak objektif. First impression yang terdistorsi oleh fenomena ini dapat berdampak negatif pada hubungan sosial dan profesional. Oleh karena itu, dalam berbagai konteks, seperti wawancara kerja atau interaksi sosial, usaha untuk kamu memahami orang secara lebih mendalam dan memberikan kesempatan untuk melihat lebih dari sekadar kesan awal menjadi kunci untuk membuat penilaian yang lebih akurat. Bagi kamu yang tertarik mendalami lebih lanjut mengenai penilaian psikologis, khususnya dalam konteks assessment di Indonesia, layanan psikolog, psikotes, dan tes psikologi lainnya dapat menjadi alat yang berguna untuk kamu memahami karakteristik dan kualitas seseorang. Melalui informasi lebih lanjut tentang aspek psikologis ini, kamu dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri dan orang lain, membuka pintu untuk pertumbuhan dan pengembangan pribadi. Untuk mendapatkan informasi tentang assessment di Indonesia, layanan psikolog, atau tes psikologi, kamu dapat menjelajahi situs-situs web yang menyediakan sumber daya dan informasi terkini mengenai dunia psikologi. Dengan begitu, kita dapat terus memperkaya pengetahuan kita tentang aspek-aspek psikologis yang memengaruhi interaksi sehari-hari dan memberikan kontribusi positif pada perkembangan pribadi dan profesional kamu. Referensi : Kahneman, Daniel. 2011. Thinking, Fast and Slow.

Selengkapnya
Manipulasi Emosional dalam Hubungan Interpersonal, Menggali tentang Guilt Tripping
  • MAY 3, 2024

Manipulasi Emosional dalam Hubungan Interpersonal, Menggali tentang Guilt Tripping

Kompleksitas hubungan interpersonal, komunikasi dan pengaruh antar individu menjadi aspek penting. Sayangnya, terkadang taktik yang kurang sehat seperti guilt tripping atau memanfaatkan perasaan bersalah dapat muncul sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui artikel ini, kita akan membahas secara mendalam apa yang dimaksud dengan guilt tripping, bagaimana taktik ini diterapkan, serta mengapa pemahaman terhadap dampaknya menjadi krusial dalam membangun hubungan yang sehat. Pada kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada berbagai bentuk komunikasi dan pengaruh antar individu. Salah satu aspek yang perlu diwaspadai adalah guilt tripping, sebuah bentuk manipulasi emosional yang bertujuan untuk mempengaruhi orang lain dengan sengaja memicu perasaan bersalah pada mereka. Melalui pemahaman mendalam, mari kita telusuri lebih lanjut mengenai konsep ini. Apa itu Guilt Tripping dan Bagaimana Taktiknya Digunakan? Guilt tripping atau memanfaatkan perasaan bersalah, adalah tindakan yang melibatkan manipulasi sengaja untuk menciptakan tekanan emosional pada orang lain. Strategi yang umum digunakan melibatkan menyalahkan, membuat orang merasa tanggung jawab, atau menekankan perasaan bersalah mereka. Contohnya mungkin terdengar familiar, seperti "Saya sudah begitu bekerja keras untukmu, dan sekarang kamu tidak mau membantu saya?" atau "Jika kamu benar-benar peduli, kamu akan melakukan apa yang saya minta". Dampak Penggunaan Guilt Tripping dalam Hubungan Meskipun guilt tripping bisa berhasil mencapai tujuan sementara, penggunaannya dapat merusak hubungan dan menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan. Hubungan yang sehat dibangun atas dasar komunikasi terbuka dan saling pengertian, bukan melalui manipulasi perasaan bersalah. Oleh karena itu, pemahaman akan dampak negatifnya menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan interpersonal. Siapa saja yang cenderung menggunakan guilt tripping? Profil ini dapat berasal dari berbagai latar belakang dan kepribadian. Beberapa karakteristik termasuk sifat manipulatif, ketidakmampuan mengatasi konflik, kurangnya keterampilan komunikasi, rasa rendah diri, atau keinginan untuk menjaga ketidakseimbangan kekuasaan. Penting untuk diingat bahwa penggunaan guilt tripping tidak selalu bermaksud jahat, dan beberapa mungkin melakukannya tanpa menyadari dampak negatifnya, akan tetapi kesadaran pada taktik ini memungkinkan kita untuk lebih bijak dalam berinteraksi, membangun komunikasi yang sehat, dan menjaga kualitas hubungan interpersonal kita. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan di mana kejujuran dan saling pengertian menjadi landasan utama dalam setiap interaksi. Dalam menjalin hubungan interpersonal, pemahaman akan dinamika psikologis sangat penting. Taktik manipulatif yang dikenal sebagai guilt tripping atau memanfaatkan perasaan bersalah ini jelas dapat memengaruhi hubungan secara negatif. Penting untuk menyadari bahwa hubungan yang sehat dibangun melalui komunikasi terbuka dan saling pengertian, bukan dengan memanipulasi emosi orang lain. Profil orang yang cenderung menggunakan guilt tripping mencakup individu dengan sifat manipulatif, ketidakmampuan mengatasi konflik, kurangnya keterampilan komunikasi, rasa rendah diri, atau keinginan untuk menjaga ketidakseimbangan kekuasaan. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua penggunaan guilt tripping bersifat jahat, dan beberapa mungkin melakukannya tanpa menyadari dampak negatifnya. Menghadapi tantangan hubungan interpersonal, assessment psikologis dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat. Psikolog yang berpengalaman dapat menggunakan berbagai tes dan teknik untuk membantu individu memahami diri mereka sendiri, mengelola konflik, dan membangun hubungan yang lebih sehat. Informasi lebih lanjut seputar assessment psikolog, tes-tes yang relevan, dan sumber daya psikologi dapat diakses melalui website Assessment Indonesia yang menyediakan panduan dan informasi mendalam. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang psikologi dan melalui assessment yang tepat, kamu dapat meningkatkan kualitas hubunganmu, menghindari taktik manipulatif, dan membangun fondasi yang kokoh untuk interaksi interpersonal yang positif dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai konsultasi dengan psikolog, kunjungi website Assessment Indonesia untuk mendapatkan panduan dan sumber daya yang bermanfaat dalam pengembangan pribadi dan hubungan interpersonal. Referensi : Paterson, J. Randy. 2000. The Assertiveness Workbook: How to Express Your Ideas and Stand Up for Yourself at Work and in Relationships.

Selengkapnya
Be Aware! Inilah Bahaya Tersembunyi di Balik Kepemimpinan Bossy di tempat kerja
  • APR 24, 2024

Be Aware! Inilah Bahaya Tersembunyi di Balik Kepemimpinan Bossy di tempat kerja

Dinamika dunia kerja yang terus berkembang, peran seorang pemimpin memiliki dampak signifikan terhadap keberhasilan tim dan kesejahteraan karyawan. Salah satu tipe kepemimpinan yang dapat mempengaruhi atmosfer kerja adalah "leader bossy" atau pemimpin otoriter. Di sini kita akan membahas mengapa lingkungan kerja yang dipimpin oleh sosok bossy dapat berpotensi menyebabkan burnout pada karyawan. Berkaca dari karakteristik dan dampak dari kepemimpinan ini, kita dapat memahami betapa pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, inklusif, dan memperhatikan kesejahteraan mental dan emosional karyawan. Setiap orang pasti pernah mengalami momen di mana bosnya terasa lebih seperti seorang "bossy" daripada seorang pemimpin yang menginspirasi. Pemimpin bossy, dengan gaya kepemimpinan yang otoriter dan kurangnya perhatian terhadap pandangan anggota tim, dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya menuntut, tetapi juga memiliki potensi untuk merusak kesejahteraan mental serta emosional karyawan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai mengapa bossy bukanlah pilihan terbaik dalam memimpin tim dan bagaimana perilaku ini dapat menjadi pemicu burnout di tempat kerja. Istilah "leader bossy" biasanya merujuk pada seorang pemimpin yang cenderung bersikap otoriter, dominan, dan mungkin kurang memperhatikan pendapat atau kontribusi anggota tim. Secara umum, leader bossy sering kali menggunakan kekuasaan dan kontrol untuk memimpin, tanpa memperhatikan atau menghargai pandangan, ide, atau perasaan orang lain dalam tim. Ciri-ciri leader bossy mungkin termasuk: 1. Kurangnya pendengaran Mereka mungkin tidak mau mendengarkan atau mempertimbangkan masukan dari anggota tim. Keputusan mereka seringkali bersifat otoriter dan didasarkan pada pandangan pribadi. 2. Kontrol berlebihan Pemimpin bossy cenderung mengendalikan setiap aspek tugas atau proyek tanpa memberikan ruang bagi kreativitas atau inisiatif dari anggota tim. 3. Kurangnya dorongan dan dukungan Mereka mungkin tidak memberikan dukungan atau dorongan kepada anggota tim. Sebaliknya, mereka fokus pada hasil dan seringkali tidak memperhatikan kebutuhan atau kesejahteraan individu dalam tim. 4. Ketidakadilan Keputusan mereka dapat dianggap tidak adil, karena seringkali didasarkan pada preferensi pribadi atau hubungan pribadi, bukan pada kinerja atau kontribusi sebenarnya. 5. Ketidakmampuan bekerja sama Leader bossy cenderung kurang mampu bekerja sama secara efektif dengan anggota tim. Mereka mungkin lebih suka memberikan perintah daripada berkolaborasi. Penting untuk diingat bahwa model kepemimpinan ini tidak selalu efektif dalam lingkungan kerja modern yang sering menuntut kolaborasi, kreativitas, dan partisipasi aktif dari seluruh tim. Alternatifnya, pendekatan kepemimpinan yang lebih inklusif dan mendukung seringkali lebih efektif untuk mencapai tujuan bersama dan memelihara keharmonisan dalam tim. Lingkungan kerja yang dipimpin oleh sosok bossy dapat meningkatkan risiko burnout pada karyawan. Beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi melibatkan dinamika antara kepemimpinan yang otoriter dan dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan emosional karyawan: Tekanan Berlebihan: Pemimpin bossy seringkali menuntut hasil yang tinggi tanpa memberikan dukungan atau perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. Hal ini dapat menciptakan tekanan kerja yang tidak seimbang dan memicu burnout. Kurangnya Kontrol: Karyawan yang merasa tidak memiliki kendali atas pekerjaan mereka atau merasa bahwa keputusan mereka tidak dihargai cenderung merasa frustasi. Kepemimpinan bossy yang mengontrol secara berlebihan dapat membuat karyawan merasa terbatas dan tidak dihargai. Kurangnya Dukungan dan Pengakuan: Pemimpin bossy mungkin kurang cenderung memberikan dukungan emosional atau memberikan pengakuan atas pencapaian karyawan. Hal ini dapat membuat karyawan merasa tidak dihargai dan kurang termotivasi. Komunikasi yang Buruk: Pemimpin bossy seringkali tidak efektif dalam berkomunikasi. Mereka mungkin tidak mendengarkan pendapat karyawan, tidak memberikan arahan yang jelas, atau tidak membuka ruang untuk diskusi dan kolaborasi. Komunikasi yang buruk dapat menciptakan kebingungan dan frustasi di antara karyawan. Ketidakpastian dan Keputusan yang Tidak Konsisten: Pemimpin bossy yang tidak konsisten dalam pengambilan keputusan atau sering berubah pikiran dapat menciptakan ketidakpastian di antara karyawan. Ini dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan, yang berpotensi menyebabkan burnout. Penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara tuntutan kerja dan kesejahteraan karyawan. Pendekatan kepemimpinan yang lebih inklusif, komunikatif, dan mendukung dapat membantu mencegah burnout dan meningkatkan produktivitas serta kebahagiaan karyawan. Menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang, peran seorang pemimpin memiliki dampak krusial terhadap kesejahteraan dan keberhasilan tim. Pemimpin bossy, dengan gaya kepemimpinan otoriternya, dapat menciptakan lingkungan yang merugikan bagi karyawan, meningkatkan risiko burnout, dan menghambat kolaborasi yang produktif. Oleh karena itu, penting bagi setiap organisasi untuk memahami betapa vitalnya menciptakan lingkungan kerja inklusif, mendukung, dan memperhatikan aspek kesejahteraan mental dan emosional karyawan. Pengetahuan akan ciri-ciri leader bossy, kita dapat lebih memahami mengapa model kepemimpinan ini tidak selaras dengan dinamika tim modern. Sebaliknya, pendekatan kepemimpinan yang mempromosikan pendengaran, kolaborasi, dan dukungan dapat membantu mencegah burnout dan menciptakan atmosfer kerja yang lebih sehat. Untuk mengoptimalkan potensi karyawan dan memastikan keseimbangan yang baik antara tuntutan pekerjaan dan kesejahteraan mental, organisasi dapat mempertimbangkan penggunaan asesmen di lingkungan kerja. Asesmen psikologi dan tes psikologi dapat menjadi alat yang efektif untuk memahami kebutuhan individu dalam tim, menciptakan strategi kepemimpinan yang sesuai, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Pada Assessment Indonesia, menyediakan informasi menarik seputar psikologi di tempat kerja dan berbagai alat asesmen yang dapat membantu perusahaan dan individu mencapai potensi maksimal. Jangan lewatkan berbagai artikel, panduan, dan sumber daya kami yang informatif untuk mendukung pengembangan kamu di dunia kerja yang dinamis. Referensi : Scott, Kim. 2017. Radical Candor: Be a Kick-Ass Boss Without Losing Your Humanity.

Selengkapnya
Apakah Pasangan Kamu Lakukan 'Love Bombing'? Temukan Tanda-tandanya!
  • APR 24, 2024

Apakah Pasangan Kamu Lakukan 'Love Bombing'? Temukan Tanda-tandanya!

Pada perjalanan kompleks hubungan manusia, terkadang kita menemui pola perilaku yang menggoda dan membingungkan. Salah satunya adalah fenomena yang dikenal sebagai "love bombing". Meskipun mungkin terdengar seperti pengalaman romantis yang mendalam, sebenarnya love bombing adalah taktik manipulatif yang dapat merusak hubungan dan memanipulasi perasaan seseorang. Pada artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang apa itu love bombing, bagaimana taktik ini bekerja, dan langkah-langkah untuk mengidentifikasinya. Love bombing adalah strategi manipulatif di mana kamu memberikan perhatian dan kasih sayang secara berlebihan, terutama di awal hubungan. Pada fase awal ini, kamu akan bersikap sangat perhatian, memberikan pujian yang berlebihan, dan bahkan mungkin memberikan hadiah-hadiah berkesan. Semua ini dirancang untuk menciptakan ikatan yang kuat dan membuat pasangan merasa dihargai secara luar biasa. Pada tahap awal hubungan, love bombing dapat menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Rasa dihargai dan dicintai membuat banyak orang terpikat, akan tetapi di balik tirai kebahagiaan ini, tujuan sebenarnya dari love bombing mulai terungkap. **Tujuan dan Tanda-tanda Love Bombing** Setelah mendapatkan perhatian dan keterikatan dari pasangan, kamu seringkali mulai mengubah perilakumu. Kamu mungkin menjadi lebih manipulatif, menarik diri secara emosional, atau bahkan menggunakan kontrol sebagai cara untuk memanipulasi pasanganmu. Tanda-tanda love bombing melibatkan perubahan mendadak dalam perilaku pasangan, dari intensitas kasih sayang yang berlebihan menjadi sikap yang lebih dingin dan manipulatif. Penerima love bombing mungkin merasa terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, sulit mengidentifikasi manipulasi yang terjadi. **Tips Melindungi Diri dari Love Bombing** Penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap tanda-tanda love bombing dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri. Mendengarkan instingmu, merinci perubahan perilaku yang mencurigakan, dan mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional adalah langkah-langkah yang penting. Penjelajahan realitas love bombing, kita dapat memahami bahwa hubungan seharusnya dibangun di atas kejujuran, rasa hormat, dan komunikasi yang sehat. Oleh karena itu, mengetahui dan mengenali love bombing adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan hubungan dan melibatkan diri dalam interaksi yang bermakna dan saling mendukung. Dalam merentang jalinan hubungan, pengetahuan tentang love bombing menjadi suatu kunci penting untuk menjaga kestabilan dan kesehatan emosional. Sebagaimana kita telah jelajahi, love bombing bukanlah sekadar romantisme, tetapi dapat menjadi alat manipulatif yang merusak hubungan. Meningkatkan kesadaran terhadap tanda-tanda love bombing adalah langkah krusial untuk melindungi diri dan membangun hubungan yang kokoh. Tantangan dalam hubungan bukan hanya terbatas pada dinamika asmara. Pada dunia yang semakin kompleks ini, penting untuk melibatkan diri dalam berbagai aspek evaluasi diri. Website Assessment Indonesia menawarkan sumber daya berharga untuk memahami diri lebih dalam, dari kecerdasan emosional hingga potensi karier. Seiring dengan itu, tes psikologi lainnya juga menjadi alat yang efektif untuk mengukur berbagai aspek kognitif dan perilaku manusia. Dengan semakin berkembangnya bidang assessment, kita dapat mengeksplorasi tes-tes psikologi yang memberikan wawasan mendalam tentang kepribadian, minat, dan bakat, baik dari tes kepribadian hingga tes kecerdasan, kita memiliki alat untuk membuka pintu menuju pemahaman diri yang lebih mendalam. Sementara itu, ketertarikan terhadap dunia psikologi tidak hanya terletak pada aspek pribadi, akan tetapi juga mencakup pemahaman tentang perilaku manusia secara menyeluruh. Informasi menarik seputar tren psikologi, riset terbaru, dan temuan ilmiah memberikan pandangan baru tentang cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita. Dengan demikian, menjaga kesehatan hubungan dan pengembangan diri bukanlah upaya terpisah. Melibatkan diri dalam assessment, tes-tes psikologi, dan informasi menarik seputar psikologi adalah investasi dalam diri sendiri yang membawa dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan. Maka dari itu, mari terus menjelajahi keunikan diri kita dan merangkai hubungan yang sehat dan bermakna. **Referensi :** Ronson, Jon. 2011. The Psychopath Test: A Journey Through the Madness Industry.

Selengkapnya
Ini Dia Pengertian dan Pemahaman Soal Moving the Goalposts!
  • APR 19, 2024

Ini Dia Pengertian dan Pemahaman Soal Moving the Goalposts!

Mengenali dan memahami fenomena "moving the goalposts" dalam pencapaian tujuan adalah langkah awal yang krusial dalam mengelola hubungan dan situasi yang melibatkan harapan dan ekspektasi. Dalam konteks psikologi, perubahan kriteria atau standar sukses setelah mencapai atau mendekati tujuan dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan. Disini, kita akan menjelajahi berbagai aspek dan konsep psikologis terkait dengan "moving the goalposts", dari frustasi dan kekecewaan hingga dinamika kekuasaan dalam hubungan. Meski fenomena ini sering dikaitkan dengan perilaku manipulatif atau tidak adil, kita juga akan mengeksplorasi potensi positif dari perubahan tujuan, bagaimana hal itu dapat menjadi strategi pembangunan pribadi, dan peran pentingnya komunikasi yang terbuka dalam mengelola perubahan tersebut. Mari kita telusuri lebih lanjut bagaimana "moving the goalposts" tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk pertumbuhan dan perkembangan individu. "Moving the goalposts" adalah suatu fenomena di mana seseorang atau kelompok mengubah kriteria atau standar sukses atau pencapaian setelah seseorang mencapai atau mendekati tujuan tersebut. Dalam konteks psikologi, fenomena ini dapat terkait dengan perilaku manipulatif atau tidak adil, terutama dalam hubungan interpersonal atau situasi di mana ada ekspektasi atau persyaratan yang harus dipenuhi. Berikut adalah beberapa aspek dan konsep psikologis yang terkait dengan "moving the goalposts": **1. Frustasi dan Kekecewaan** Ketika seseorang berusaha mencapai tujuan atau memenuhi persyaratan tertentu, dan kemudian kriteria atau standar tersebut berubah, hal ini dapat menyebabkan frustasi dan kekecewaan. Orang mungkin merasa bahwa usaha dan pencapaian mereka tidak diakui atau dihargai. **2. Permainan Kekuasaan** Bergeraknya tiang gawang juga dapat terkait dengan dinamika kekuasaan dalam suatu hubungan. Seseorang mungkin dengan sengaja mengubah aturan atau standar untuk mempertahankan kendali atau untuk menekan orang lain. **3. Ketidakpastian dan Kecemasan** Perubahan kriteria dapat menciptakan ketidakpastian dan kecemasan dalam hubungan. Orang yang terus-menerus dihadapkan pada perubahan aturan atau harapan mungkin merasa sulit untuk memahami apa yang sebenarnya diinginkan dari mereka. **4. Keterpercayaan dan Kepercayaan Diri** Moving goalposts dapat merusak keterpercayaan dan kepercayaan diri seseorang. Orang mungkin menjadi skeptis terhadap ekspektasi baru dan mungkin merasa sulit untuk percaya bahwa mereka dapat mencapai atau memenuhi standar baru yang ditetapkan. **5. Komunikasi yang Buruk** Fenomena ini juga bisa muncul karena kurangnya komunikasi yang jelas. Jika aturan atau harapan tidak dijelaskan dengan baik sejak awal, kemungkinan adanya perubahan kriteria menjadi lebih tinggi. **6. Pola Perilaku yang Merugikan** Bergeraknya tiang gawang dapat menjadi pola perilaku yang merugikan dalam hubungan. Ini dapat menciptakan lingkaran setan di mana seseorang terus-menerus berjuang untuk memenuhi harapan yang terus berubah. Dalam pengelolaan hubungan atau situasi yang melibatkan tujuan dan harapan, penting untuk memiliki komunikasi yang terbuka dan jelas. Keterbukaan ini dapat membantu mencegah moving goalposts dan memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang setara tentang ekspektasi dan standar yang diterapkan. Mengubah kriteria atau standar dalam mencapai tujuan dapat menjadi suatu strategi yang positif untuk membangun dan mengembangkan seseorang. Proses ini dapat mendorong perkembangan pribadi dengan memperkenalkan sasaran baru yang lebih menantang setelah mencapai target sebelumnya. Dengan cara ini, seseorang terus tumbuh dan mengasah keterampilan serta potensi mereka. Lebih dari sekadar mengejar pencapaian, perubahan tujuan juga dapat merangsang inovasi dan kreativitas. Dengan memperkenalkan tantangan baru atau mengubah fokus, individu mungkin harus berpikir secara kreatif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pentingnya mengatasi kegagalan juga dapat dimanfaatkan melalui pendekatan ini. Jika seseorang mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan awal, perubahan target dapat dianggap sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Inilah momen untuk membangun ketahanan (resilience) dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah kegagalan. Fleksibilitas dan adaptabilitas juga merupakan aspek positif yang dapat dikembangkan melalui menghadapi perubahan kriteria. Seseorang belajar menjadi lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan dalam kehidupan, sebuah keterampilan yang sangat berharga. Memotivasi dengan tantangan yang berkelanjutan juga dapat diwujudkan melalui strategi ini. Dengan menyusun serangkaian tujuan yang berubah-ubah tetapi terkait, seseorang dapat merasa termotivasi untuk terus meningkatkan kinerja mereka. Proses ini juga dapat membantu dalam pengembangan keterampilan manajemen waktu yang lebih baik, karena individu belajar untuk merencanakan dan mengatur prioritas mereka dalam menghadapi tuntutan yang terus berkembang. Namun, penting untuk melibatkan individu dalam perubahan ini dengan menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut dan memberikan dukungan yang cukup selama proses pengembangan. Dengan demikian, penggunaan strategi "moving the goalposts" dapat menjadi sarana yang positif untuk membantu membangun potensi dan keterampilan individu. Dalam mengelola pencapaian tujuan, pemahaman terhadap fenomena "moving the goalposts" sangat penting, terutama dalam konteks hubungan dan situasi yang melibatkan harapan dan ekspektasi. Meskipun sering dianggap sebagai perilaku manipulatif, perubahan kriteria atau standar sukses dapat menjadi peluang positif untuk pertumbuhan pribadi. Dalam konteks psikologi, aspek seperti frustasi, permainan kekuasaan, dan pola perilaku merugikan menjadi bagian dari dinamika kompleks yang perlu kamu kelola dengan bijak. Menghadapi perubahan kriteria dapat melibatkan ketidakpastian dan kecemasan, dan oleh karena itu, penting untuk memastikan komunikasi yang terbuka dan jelas. Dalam pengelolaan hubungan atau situasi yang melibatkan tujuan dan harapan, keterbukaan ini adalah kunci untuk mencegah "moving the goalposts" yang tidak diinginkan. Selain itu, dalam konteks psikologi, perubahan tujuan juga dapat menjadi strategi pembangunan pribadi yang positif. Menyusun serangkaian tujuan yang berubah-ubah tetapi terkait dapat merangsang inovasi, kreativitas, dan motivasi yang berkelanjutan. Proses ini juga dapat membantu pengembangan keterampilan manajemen waktu yang lebih baik, suatu hal yang krusial dalam menghadapi tuntutan yang terus berkembang. Untuk informasi lebih lanjut seputar psikologi, tes psikologi, dan keperluan psikologi lainnya di Indonesia, kamu dapat menjelajahi situs kami. Kami menyajikan berbagai informasi menarik dan relevan untuk memahami lebih dalam tentang aspek-aspek psikologi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari. Mari bersama-sama menjelajahi dunia psikologi untuk pertumbuhan dan kesejahteraan yang lebih baik. **Referensi :** Ariely, Dan. 2008. Predictably Irrational: The Hidden Forces That Shape Our Decisions.

Selengkapnya
Paradoks Pinocchio, Salah Satu Trik Manipulatif yang Berbahaya!
  • APR 19, 2024

Paradoks Pinocchio, Salah Satu Trik Manipulatif yang Berbahaya!

Dalam dunia dongeng, kisah Pinokio tidak hanya menarik bagi anak-anak, tetapi juga menyelipkan sebuah paradoks menarik yang dapat dihubungkan dengan realitas kehidupan kita. Paradoks Pinocchio, yang terkenal dengan hidung yang memanjang ketika berbohong, dapat diaplikasikan ke dalam konteks psikologi manusia dan bahkan ke trik manipulatif yang mungkin kamu temui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam dunia psikologi, paradoks Pinocchio mencerminkan situasi di mana kejujuran dan kebohongan membentuk jaringan kompleks dengan konsekuensi yang tak terduga. Hal ini dapat diterapkan dalam konteks interpersonal, di mana kamu mungkin menggunakan kebohongan untuk mencapai tujuanmu, tanpa memperhitungkan dampak emosional atau psikologis pada orang lain. Sebagai contoh, kamu yang terus-menerus berpura-pura bahagia mungkin mengalami konflik internal saat mencapai kebahagiaan sejati. Ini menggambarkan bagaimana kebohongan, seperti dalam paradoks Pinocchio, dapat menghasilkan konsekuensi yang bertentangan dengan tujuan awalmu. **Aplikasi Paradoks Pinocchio dalam Kehidupan Nyata** **1. Politik dan Janji-Janji yang Tak Tercapai** Paradoks Pinocchio dapat diterapkan pada situasi politik, di mana kamu sebagai pemimpin mungkin menggunakan kebohongan atau janji palsu untuk memenangkan dukungan. Namun, ketika janji-janji tersebut tidak terpenuhi, konsekuensinya dapat menciptakan kekecewaan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat. **2. Ketidakjujuran dalam Hubungan Interpersonal** Dalam hubungan pribadi, kamu yang terlibat dalam perilaku manipulatif mungkin menghadapi paradoks Pinocchio ketika kebohonganmu terbongkar. Konsekuensi dari kebohongan tersebut dapat merusak hubungan dan memunculkan masalah kepercayaan. **3. Ketidakjujuran Diri** Kamu yang berusaha untuk memanipulasi persepsi orang lain terhadap dirimu sendiri dapat merasakan paradoks Pinocchio ketika kamu mencapai tujuan tersebut. Kamu mungkin merasa terjebak dalam citra palsu yang telah kamu ciptakan, menyebabkan konflik internal dan kebingungan. **Menghindari Jatuh ke Dalam Jaring Manipulatif** Untuk menghindari menjadi korban paradoks Pinocchio, penting untuk mengembangkan keterampilan kritis dalam mengidentifikasi kebohongan dan perilaku manipulatif. Beberapa tips yang dapat membantu: **Analisis Pernyataan dengan Hati-Hati** Pertimbangkan dengan cermat pernyataan yang kamu buat atau yang dibuat oleh orang lain. Jika sesuatu terasa terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan itu adalah kebohongan. **Mencari Bukti dan Konsistensi** Selalu cari bukti yang mendukung pernyataanmu atau pernyataan orang lain. Jika tidak ada bukti atau konsistensi, mungkin ada yang tidak beres. **Mengandalkan Intuisi** Percayalah pada intuisi kamu. Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan seseorang atau pernyataan mereka, kemungkinan besar kamu benar. Paradoks Pinocchio mengajarkan kita untuk bijak dalam memahami psikologi manipulatif. Dengan menjaga kewaspadaan dan menggunakan akal sehat, kita dapat menghindari jatuh ke dalam perangkap kebohongan dan manipulasi. Kunjungi Assessment Indonesia untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai berbagai pelayanan psikologi, serta temukan wawasan menarik lainnya seputar dunia psikologi. **Referensi :** Cialdini, B. Robert. 2016. The Pinocchio Paradox: The Dangers of Being Too Honest in a Dishonest World.

Selengkapnya
Drama atau Kebenaran? Mengungkap Rahasia Perilaku 'Play Victim'
  • APR 18, 2024

Drama atau Kebenaran? Mengungkap Rahasia Perilaku 'Play Victim'

Pernahkah kamu merasa berada di sekitar seseorang yang selalu terlihat sebagai korban dalam setiap situasi? Fenomena ini sering disebut sebagai "play victim." Istilah ini merujuk pada perilaku di mana seseorang dengan sengaja berpura-pura menjadi korban dalam konflik atau situasi tertentu, dengan harapan mendapatkan simpati, perhatian, atau bahkan keuntungan tertentu. Dalam pembahasan kali ini, kita akan menjelajahi ciri-ciri khas dari perilaku "play victim" dan bagaimana perilaku ini dapat memengaruhi dinamika interpersonal, baik itu dalam konteks hubungan pribadi, lingkungan kerja, atau situasi sosial lainnya. Mari kita memahami lebih lanjut mengapa beberapa individu cenderung mengambil peran ini dan bagaimana kita dapat mengenali serta menghadapi perilaku "play victim" dengan bijaksana. Istilah "play victim" mengacu pada perilaku seseorang yang berpura-pura menjadi korban dalam suatu situasi atau konflik, dengan tujuan untuk mendapatkan simpati, perhatian, atau keuntungan tertentu. Orang yang bermain korban cenderung menggambarkan diri mereka sebagai orang yang tidak bersalah atau tidak berdaya, sementara mereka mungkin sebenarnya memiliki peran atau tanggung jawab dalam situasi tersebut. Beberapa ciri perilaku "play victim" melibatkan: 1. Menyalahkan Orang Lain Orang yang bermain korban cenderung menyalahkan orang lain atau faktor eksternal untuk masalah atau kesulitan yang mereka hadapi, tanpa mengakui kontribusi atau tanggung jawab pribadi mereka. 2. Mengabaikan Tanggung Jawab Mereka mungkin menghindari mengambil tanggung jawab atas tindakan atau keputusan mereka sendiri, bahkan jika mereka memiliki peran dalam situasi tersebut. 3. Mencari Perhatian Tujuan utama dari bermain korban adalah mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain. Mereka mungkin berusaha untuk memperoleh dukungan emosional atau bantuan material dengan merayu perasaan kasihan orang lain. 4. Menggunakan Drama Emosional Orang yang bermain korban seringkali menggunakan drama emosional, seperti menangis atau menunjukkan tanda-tanda kesedihan yang berlebihan, untuk menguatkan peran mereka sebagai korban. 5. Manipulasi Terkadang, perilaku "play victim" dapat digunakan sebagai bentuk manipulasi untuk mencapai tujuan tertentu, seperti mendapatkan keuntungan atau menghindari konsekuensi. Perilaku ini dapat muncul dalam berbagai konteks, baik dalam hubungan pribadi, lingkungan kerja, atau dalam situasi sosial lainnya. Penting untuk mengenali tanda-tanda perilaku "play victim" agar dapat menghadapinya dengan bijaksana dan memahami dinamika yang mendasarinya. Perilaku "play victim" muncul dari berbagai alasan dan faktor yang melibatkan keinginan untuk menghindari tanggung jawab, merasa tidak aman, atau bahkan menggunakan manipulasi emosional. Beberapa individu mungkin menolak mengakui kesalahan atau mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka, sehingga mereka memilih untuk berpura-pura menjadi korban agar dapat mengalihkan perhatian dari peran negatif mereka dalam suatu situasi. Orang yang merasa tidak aman atau rendah diri mungkin menggunakan perilaku ini sebagai upaya untuk mendapatkan perhatian positif atau merasa dihargai oleh orang lain. Sebaliknya, beberapa orang mungkin mengadopsi "play victim" sebagai bentuk manipulasi, menggunakan drama emosional untuk mempengaruhi orang lain agar memberikan dukungan atau bantuan. Keterbatasan keterampilan komunikasi yang sehat, keinginan untuk mendapatkan perhatian atau simpati, dan pola perilaku yang dipelajari juga dapat menjadi pemicu perilaku ini. Meskipun seseorang yang terlibat dalam "play victim" mungkin menghadapi masalah atau kesulitan nyata, cara mereka mengatasi situasi tersebut mungkin tidak sehat atau konstruktif. Memahami faktor-faktor di balik perilaku "play victim" dapat membantu dalam menanggapi dengan bijaksana dan mencari solusi yang sehat untuk semua pihak yang terlibat. Cara Menjauhi Sikap Manipulatif Play Victim Untuk menjauhi atau menghindari trik manipulatif perilaku "play victim," penting untuk mengembangkan pemahaman yang kuat tentang kesehatan hubungan dan komunikasi yang efektif. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu: 1. Pentingnya Batas Pribadi: Tetapkan batas-batas pribadi yang jelas dan komunikasikan dengan tegas. Jika seseorang terus-menerus bermain korban, tetaplah teguh pada batas-batas tersebut. 2. Berpikir Kritis: Selalu pertimbangkan semua sisi cerita dan hindari terjebak dalam narasi satu pihak. Pertimbangkan fakta objektif dan pertanyaan kritis terhadap klaim atau tuduhan. 3. Dorong Tanggung Jawab: Ajak individu tersebut untuk bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka. Dorong diskusi yang konstruktif dan bantu mereka melihat peran mereka dalam suatu situasi. 4. Komunikasi Terbuka: Fasilitasi dialog terbuka dan jujur untuk menciptakan ruang di mana semua pihak dapat menyampaikan pandangan dan perasaan mereka. 5. Mengenali Pola Perilaku: Pahami pola perilaku "play victim" dan jangan terpancing oleh manipulasi emosional. Tetaplah objektif dan fokus pada solusi daripada terjebak dalam drama. Dengan mempraktekkan langkah-langkah ini, kamu dapat meminimalkan dampak perilaku "play victim" dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu atau orang terdekat membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam mengatasi konflik interpersonal atau tantangan psikologis, mencari bantuan dari ahli psikologi atau konsultan dapat menjadi langkah positif. Untuk informasi lebih lanjut seputar kesehatan mental, konsultasi psikolog, atau tes-tes psikologis, kunjungi situs Assessment Indonesia untuk sumber daya dan informasi yang berguna seputar psikologi. Teruslah mencari pemahaman yang lebih dalam tentang kesehatan mental dan cara meningkatkan kualitas hidup melalui pengetahuan psikologis yang mendalam. Referensi : Brown, L. Sandra. 2007. The Victim's Dilemma: Providing Safety and Support in the Face of Intimate Partner Violence.

Selengkapnya
Cara Cerdas Menggunakan Reverse Psychology dalam Kehidupan Sehari-hari!
  • APR 18, 2024

Cara Cerdas Menggunakan Reverse Psychology dalam Kehidupan Sehari-hari!

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada berbagai situasi yang memerlukan pengaruh atau persuasi terhadap orang lain. Salah satu strategi psikologis yang cukup menarik untuk mencapai tujuan tersebut adalah yang dikenal sebagai "reverse psychology." Konsep ini melibatkan penggunaan pesan atau saran yang sebenarnya bertentangan dengan yang diinginkan, dengan harapan menciptakan respons atau tindakan yang diinginkan dari orang lain. Dalam pembahasan ini, kita akan mengeksplorasi lebih jauh mengenai apa itu reverse psychology, bagaimana cara kerjanya, dan dampaknya pada individu dan hubungan interpersonal. Mari kita telaah lebih lanjut strategi psikologis yang menarik ini. Reverse psychology adalah suatu strategi atau teknik psikologis di mana seseorang mencoba untuk mempengaruhi pikiran atau perilaku orang lain dengan menyampaikan pesan atau saran yang bertentangan dengan apa yang sebenarnya diinginkannya. Tujuan utama dari reverse psychology adalah untuk memicu reaksi atau tindakan yang diinginkan, dengan membuat orang lain merasa memiliki kebebasan atau kontrol atas pilihan mereka sendiri. Contohnya, jika seseorang ingin membuat orang lain melakukan sesuatu, mereka mungkin akan menggunakan reverse psychology dengan memberi tahu orang tersebut untuk tidak melakukan hal tersebut. Dengan memberikan instruksi yang bertentangan dengan keinginan sebenarnya, diharapkan orang tersebut akan merasa tertantang atau merasa memiliki kebebasan untuk membuat keputusan mereka sendiri. Sebagai hasilnya, mereka mungkin cenderung melakukan hal yang sebenarnya diinginkan oleh orang yang menggunakan reverse psychology. Reverse psychology seringkali digunakan dalam situasi di mana memberikan instruksi langsung atau meminta sesuatu secara terbuka dapat memicu resistensi atau penolakan. Namun, seperti halnya dengan banyak strategi psikologis, efektivitas reverse psychology dapat bervariasi tergantung pada konteks, individu yang terlibat, dan situasi spesifiknya. Terlalu sering atau terlalu jelas menggunakan reverse psychology juga dapat membuatnya kehilangan efektivitasnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada berbagai situasi yang memerlukan pengaruh atau persuasi terhadap orang lain. Salah satu strategi psikologis yang cukup menarik untuk mencapai tujuan tersebut adalah yang dikenal sebagai "reverse psychology." Konsep ini melibatkan penggunaan pesan atau saran yang sebenarnya bertentangan dengan yang diinginkan, dengan harapan menciptakan respons atau tindakan yang diinginkan dari orang lain. Dalam pembahasan ini, kita akan mengeksplorasi lebih jauh mengenai apa itu reverse psychology, bagaimana cara kerjanya, dan dampaknya pada individu dan hubungan interpersonal. Mari kita telaah lebih lanjut strategi psikologis yang menarik ini. Reverse psychology adalah suatu strategi atau teknik psikologis di mana seseorang mencoba untuk mempengaruhi pikiran atau perilaku orang lain dengan menyampaikan pesan atau saran yang bertentangan dengan apa yang sebenarnya diinginkannya. Tujuan utama dari reverse psychology adalah untuk memicu reaksi atau tindakan yang diinginkan, dengan membuat orang lain merasa memiliki kebebasan atau kontrol atas pilihan mereka sendiri. Contohnya, jika seseorang ingin membuat orang lain melakukan sesuatu, mereka mungkin akan menggunakan reverse psychology dengan memberi tahu orang tersebut untuk tidak melakukan hal tersebut. Dengan memberikan instruksi yang bertentangan dengan keinginan sebenarnya, diharapkan orang tersebut akan merasa tertantang atau merasa memiliki kebebasan untuk membuat keputusan mereka sendiri. Sebagai hasilnya, mereka mungkin cenderung melakukan hal yang sebenarnya diinginkan oleh orang yang menggunakan reverse psychology. Reverse psychology seringkali digunakan dalam situasi di mana memberikan instruksi langsung atau meminta sesuatu secara terbuka dapat memicu resistensi atau penolakan. Namun, seperti halnya dengan banyak strategi psikologis, efektivitas reverse psychology dapat bervariasi tergantung pada konteks, individu yang terlibat, dan situasi spesifiknya. Terlalu sering atau terlalu jelas menggunakan reverse psychology juga dapat membuatnya kehilangan efektivitasnya. **Referensi :** Berger, Jonah. 2016. Invisible Influence: The Hidden Forces that Shape Behavior.

Selengkapnya
Ini Dia Tanda-Tanda Seorang yang Manipulatif!
  • APR 17, 2024

Ini Dia Tanda-Tanda Seorang yang Manipulatif!

Dalam hubungan interpersonal, penting bagi kamu untuk memahami karakteristik yang dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda perilaku manipulatif seseorang. Manipulasi dalam hubungan dapat merugikan dinamika dan kesejahteraan psikologis individu. Oleh karena itu, pemahaman akan tanda-tanda ini menjadi kunci untuk menghindari konsekuensi negatif dan menjaga kesehatan hubungan. Disini, kita akan mengeksplorasi beberapa tanda yang umumnya terkait dengan perilaku manipulatif. **Kemampuan Berbicara dan Manipulasi Emosi** Seorang yang bersifat manipulatif seringkali memiliki keahlian berbicara yang tinggi dan dapat dengan mudah memanipulasi emosi orang lain. Mereka mungkin menggunakan kata-kata beremosi, memainkan ekspresi wajah, atau mengubah nada suara untuk mencapai tujuan mereka. Misalnya, upaya membuat kamu merasa bersalah atau mengandalkan simpati untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. **Pemikiran yang Terlalu Tinggi** Individu manipulatif cenderung memiliki pandangan diri yang sangat tinggi dan merasa berhak mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Mereka mungkin merendahkan kamu untuk meningkatkan rasa superioritas diri dan menciptakan suasana di mana keinginan mereka diutamakan. **Memanfaatkan Orang Lain** Manipulator melihat orang lain sebagai alat untuk mencapai tujuan mereka. Mereka bisa memanfaatkan kerjasama tanpa memperhatikan perasaan atau kebutuhan orang lain. Awalnya, motif mereka mungkin tersembunyi di balik pujian atau sikap ramah. **Pura-pura dan Manipulasi Fakta** Seseorang yang manipulatif cenderung pandai memanipulasi fakta atau situasi agar sesuai dengan keinginan mereka. Mereka bisa mengubah kenyataan atau berbohong tanpa rasa bersalah, sulit bagi orang lain untuk membedakan kebenaran dan manipulasi. **Kritik dan Penghinaan Tersembunyi** Manipulator sering menggunakan kritik tersirat atau penghinaan tersembunyi untuk merendahkan kepercayaan diri orang lain. Kritik bisa terbungkus dalam pujian palsu atau komentar yang tampaknya tidak berbahaya, bertujuan mengurangi harga diri orang lain. **Berpindah-pindah dan Tidak Konsisten** Seseorang yang manipulatif mungkin memiliki kepribadian yang berubah-ubah, menyesuaikan diri dengan situasi atau orang di sekitarnya. Mereka bisa menampilkan kepribadian yang berbeda untuk mencocokkan harapan atau mendapatkan dukungan. Penting diingat bahwa satu tanda tidak cukup untuk menggambarkan seseorang sebagai manipulatif, namun kombinasi tanda ini memberikan indikasi kuat. Melibatkan diri dalam hubungan sehat dan memahami dinamika interpersonal menjadi kunci menghadapi tantangan ini. Menghadapi individu manipulatif, pemahaman akan tanda-tandanya penting untuk menjaga kesehatan hubungan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang karakteristik seperti kemampuan berbicara tinggi, pandangan diri berlebihan, dan kecenderungan memanipulasi emosi membantu kamu mengidentifikasi perilaku manipulatif. Membentuk hubungan yang sehat dan memahami dinamika interpersonal menjadi kunci menghadapi tantangan semacam ini. Untuk mendukung kesehatan mental dan interpersonal, website assessment Indonesia menyediakan informasi dan layanan seputar psikologi. Dari konsultasi dengan psikolog profesional hingga tes psikologi yang informatif, website ini menjadi sumber pengetahuan berharga. Temukan berbagai informasi menarik seputar psikologi dan tingkatkan pemahaman kamu tentang kesehatan mental di sini. **Referensi :** Hall, L. Julie. 2020. The Narcissist in Your Life: Recognizing the Patterns and Learning to Break Free.

Selengkapnya
Misteri Triangulasi Psikologis, Rahasia Manipulasi Dalam Hubungan!
  • APR 17, 2024

Misteri Triangulasi Psikologis, Rahasia Manipulasi Dalam Hubungan!

Dalam kompleksitas hubungan interpersonal, seringkali kita menemui dinamika yang mencakup strategi manipulatif, salah satunya adalah triangulasi dalam konteks psikologi. Triangulasi merupakan suatu taktik yang melibatkan pihak ketiga atau unsur tambahan untuk menciptakan ketidakpastian, konflik, atau kebingungan. Dalam rangkaian ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai strategi ini dan bagaimana penggunaannya dapat merintangi hubungan atau situasi tertentu. Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai penciptaan ketidakpastian, konflik, pengalihan perhatian, manipulasi emosi, dan penguatan kekuasaan melalui konteks triangulasi dalam manipulasi psikologis. Penting untuk diingat bahwa pemahaman akan dinamika ini dapat menjadi kunci untuk mengidentifikasi dan mengatasi upaya-upaya manipulatif dalam interaksi sosial kamu. Triangulasi dalam konteks manipulasi psikologi dapat merujuk pada sebuah strategi atau teknik yang digunakan untuk menciptakan ketidakpastian, konflik, atau kebingungan dalam suatu hubungan atau situasi. Triangulasi biasanya melibatkan pihak ketiga atau unsur tambahan yang dimasukkan ke dalam dinamika interpersonal untuk mencapai tujuan manipulatif tertentu. Berikut beberapa penjelasan lebih lanjut: **1. Menciptakan Ketidakpastian** Triangulasi dapat digunakan untuk menciptakan ketidakpastian dalam hubungan. Misalnya, kamu mungkin sengaja membicarakan atau menyebarkan informasi kepada satu pihak tentang pihak ketiga, menciptakan rasa tidak pasti atau kecurigaan. **2. Penciptaan Konflik** Dengan memasukkan unsur ketiga ke dalam suatu hubungan, kamu dapat menciptakan konflik antara dua pihak yang sebelumnya memiliki hubungan yang harmonis. Ini bisa dilakukan dengan menyebarkan gosip, memanipulasi informasi, atau mengajak salah satu pihak untuk berpikir negatif terhadap yang lain. **3. Mengalihkan Perhatian** Triangulasi dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian dari isu utama atau masalah yang mendasari. Dengan menciptakan konflik atau drama yang melibatkan pihak ketiga, pelaku manipulasi dapat mengalihkan perhatian dari permasalahan sebenarnya. **4. Memanipulasi Emosi** Pihak yang melakukan triangulasi mungkin sengaja memanipulasi emosi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, dengan menciptakan situasi di mana seseorang merasa dikhianati atau diabaikan, kamu dapat memanfaatkan emosi tersebut untuk mencapai kepentingan pribadi. **5. Penguatan Kekuasaan** Triangulasi dapat digunakan untuk memperkuat posisi atau kekuasaan kamu dalam suatu hubungan. Dengan memanipulasi dinamika interpersonal, kamu dapat menciptakan ketergantungan atau kebutuhan pada dirimu sendiri. Penting untuk diingat bahwa manipulasi psikologis, termasuk triangulasi, dapat merugikan dan tidak sehat dalam hubungan. Pemahaman akan teknik-teknik manipulasi ini dapat membantu kamu untuk lebih waspada dan tanggap terhadap upaya-upaya manipulatif dalam interaksi sosial kamu. Triangulasi, sebagai strategi manipulatif, seringkali ditemukan dalam hubungan asmara. Dalam konteks romantisme, kamu yang terlibat mungkin menggunakan triangulasi untuk mencapai berbagai tujuan, seperti menciptakan ketidakpastian dengan memperkenalkan unsur ketiga atau menciptakan situasi yang memunculkan rasa tidak aman. Konflik juga bisa muncul dengan memicu cemburu atau memanipulasi informasi sehingga salah satu pasangan merasa dikhianati. Selain itu, triangulasi dapat berfungsi untuk mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya yang mungkin dihadapi oleh pasangan, dan kamu yang terlibat bisa saja memanfaatkan emosi pasangan untuk tujuan pribadi, seperti mendapatkan perhatian lebih atau memperkuat posisi kekuasaan dalam hubungan. Dengan merusak dasar-dasar hubungan sehat seperti kepercayaan dan komunikasi terbuka, triangulasi dapat mengakibatkan keretakan dalam hubungan asmara. Jika terlibat dalam situasi semacam ini, penting untuk memahami dinamika tersebut dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk memperbaiki atau bahkan mengakhiri hubungan jika diperlukan. Sebagai penutup, kita dapat menyimpulkan bahwa triangulasi dalam manipulasi psikologi dan hubungan asmara merupakan suatu taktik kompleks yang dapat menciptakan ketidakpastian, konflik, dan kebingungan. Dalam konteks psikologi, pemahaman akan teknik-teknik manipulasi, seperti menciptakan ketidakpastian, pengalihan perhatian, dan penguatan kekuasaan, sangat penting untuk membantu individu menjadi lebih waspada terhadap upaya-upaya manipulatif dalam interaksi sosial kamu. Dalam hubungan asmara, triangulasi dapat merusak dasar-dasar kepercayaan dan komunikasi terbuka, mengakibatkan keretakan dalam hubungan yang seharusnya sehat dan mendukung. Penting bagi individu yang terlibat untuk mengenali dinamika ini dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk memperbaiki atau bahkan mengakhiri hubungan jika diperlukan. Dalam dunia psikologi dan tes-tes asesmen, penilaian terhadap kesehatan hubungan dan kecerdasan emosional dapat menjadi alat yang efektif. Di Indonesia, tes-tes assessment yang dilakukan oleh profesional psikologi dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah dalam hubungan atau memahami lebih baik aspek-aspek psikologis individu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai psikologi, tes-tes asesmen, dan layanan dari psikolog profesional, Indonesia menawarkan sumber daya yang beragam. Melibatkan diri dalam proses asesmen psikologis dapat membantu individu dalam pengembangan pribadi dan peningkatan kesehatan hubungan. Dengan adanya informasi dan kesadaran yang lebih baik seputar dunia psikologi, diharapkan masyarakat dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan mengembangkan pemahaman yang lebih dalam terhadap diri kamu sendiri dan orang lain. **Referensi :** Stern, Robin. 2007. The Gaslight Effect: How to Spot and Survive the Hidden Manipulation Others Use to Control Your Life.

Selengkapnya
Misteri Bawah Sadar Fenomena Psikologis yang Mewarnai Kehidupan Sehari-hari
  • APR 12, 2024

Misteri Bawah Sadar Fenomena Psikologis yang Mewarnai Kehidupan Sehari-hari

Kehidupan sehari-hari kita sering kali dipenuhi dengan berbagai fenomena psikologis yang terjadi tanpa kita sadari. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa aspek menarik dari kehidupan bawah sadar kita yang dapat mempengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak. **1. Efek Priming** Efek priming adalah kecenderungan kita untuk memberikan respons yang dipengaruhi oleh informasi yang kita terima sebelumnya. Contohnya, bagaimana gambar bunga dapat mempengaruhi respons kita terhadap kata-kata yang berhubungan dengan keindahan. Tanpa kita sadari, pikiran kita sudah terprogram oleh stimulus sebelumnya. **2. Efek Halo** Efek halo terungkap ketika kita cenderung menilai seseorang berdasarkan kesan awal kita terhadap mereka. Keputusan awal kita dapat mempengaruhi persepsi terhadap aspek-aspek lain dari kepribadian mereka. Tanpa disadari, kita terjebak dalam penilaian yang terlalu dipengaruhi oleh kesan pertama. **3. Efek Pengaruh Sosial** Pengaruh sosial seringkali beroperasi tanpa kita menyadarinya. Norma sosial, tekanan kelompok, dan kebutuhan untuk diterima dalam suatu komunitas dapat membentuk tindakan dan keputusan kita. Meskipun sering kali tidak terlihat, pengaruh sosial ini dapat mengarahkan kita pada arah yang mungkin tidak kita sadari. **4. Efek Kelemahan Konfirmasi** Kita memiliki kecenderungan untuk mencari informasi yang mengkonfirmasi pandangan atau keyakinan kita, dan secara tidak sadar mengabaikan yang bertentangan. Fenomena ini memperkuat pemikiran bias tanpa kita sadari. Bagaimana kita dapat mengenali dan mengatasi efek kelemahan konfirmasi ini? **5. Efek Primacy dan Recency** Ingatan kita cenderung lebih kuat pada informasi yang diterima pada awal atau akhir suatu peristiwa. Bagaimana ini mempengaruhi persepsi kita terhadap suatu pengalaman atau informasi tertentu? **6. Efek Dunning-Kruger** Efek Dunning-Kruger muncul ketika orang dengan pengetahuan atau keterampilan rendah merasa terlalu yakin dan mampu, sedangkan mereka yang ahli meremehkan kemampuan mereka sendiri. Bagaimana kita dapat lebih objektif dalam menilai diri sendiri? **7. Fenomena Lupa Selektif** Kita cenderung lebih mudah mengingat informasi yang konsisten dengan pandangan atau keyakinan kita, dan melupakan yang bertentangan. Bagaimana kita dapat mengatasi ketidakseimbangan ini dalam pemrosesan informasi? **8. Efek Terlalu Percaya Diri** Percaya diri dalam penilaian dan keputusan sering kali tidak sesuai dengan kualitas sebenarnya. Bagaimana kita bisa mengembangkan kepercayaan diri yang lebih realistis? **9. Efek Anchoring** Kita seringkali terlalu bergantung pada informasi pertama yang kita terima, bahkan jika informasi tersebut tidak relevan. Bagaimana kita dapat menjadi lebih fleksibel dalam pengambilan keputusan? **10. Efek Ekspresi Emosional** Ekspresi wajah dan tubuh dapat mempengaruhi perasaan kita, dan seringkali kita tidak menyadarinya. Bagaimana kita dapat lebih sadar terhadap ekspresi emosional kita sendiri dan orang lain? Dalam menggali misteri kehidupan bawah sadar kita, kita dapat lebih memahami mengapa kita merespons dunia dengan cara tertentu. Dengan kesadaran yang lebih besar terhadap fenomena psikologis ini, kita dapat memperkaya kehidupan sehari-hari kita dan lebih baik memahami diri sendiri serta orang lain. Dalam merenungi misteri-misteri kehidupan bawah sadar yang telah kita bahas, penting bagi kita untuk menyadari pengaruh besar yang psikologi miliki dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena-fenomena psikologis seperti efek priming, efek halo, dan lainnya secara tanpa sadar membentuk cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak. Sebagai individu yang terlibat dalam dinamika sosial dan keputusan pribadi, pemahaman akan fenomena-fenomena ini menjadi kunci untuk mengembangkan kesadaran diri yang lebih dalam. Dengan memahami efek-efek tersebut, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, berkomunikasi secara lebih efektif, dan menjalin hubungan yang lebih sehat. Dalam upaya menangani aspek-aspek kompleks dari kehidupan psikologis, kehadiran biro psikologi menjadi sangat relevan. Biro psikologi bukan hanya sebagai tempat untuk mencari jawaban bagi masalah-masalah pribadi, tetapi juga sebagai sumber daya yang menyediakan solusi dan dukungan yang profesional. Dengan melakukan assessment di bawah bimbingan ahli psikologi, seseorang dapat lebih baik memahami diri sendiri, mengidentifikasi area perbaikan, dan mengembangkan strategi untuk mencapai kesejahteraan mental. Sebagai tambahan, untuk menjaga ketertarikan terhadap bidang psikologi, selalu ada informasi menarik yang dapat diakses. Dari penelitian terbaru hingga tren dalam terapi dan pemahaman lebih mendalam tentang perkembangan manusia, kekayaan informasi psikologis yang terus berkembang menawarkan peluang untuk pertumbuhan pribadi dan pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas diri manusia. Jadi, melalui pemahaman dan penerapan konsep-konsep psikologi ini, kita dapat memandu perjalanan kita dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih bijak dan menyeluruh, sambil tetap terbuka terhadap sumber daya yang ada di biro psikologi. Dengan begitu, kita dapat membangun kesejahteraan mental yang kuat dan meraih potensi penuh dalam hidup ini. **Referensi :** Harari, N. Yuval. 2014. Sapiens: A Brief History of Humankind.

Selengkapnya
10 Hal Psikologi dalam Kehidupan Sehari-Hari!
  • APR 12, 2024

10 Hal Psikologi dalam Kehidupan Sehari-Hari!

Psikologi, sebagai ilmu yang mempelajari pikiran dan perilaku manusia, memainkan peran yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari kita. Lebih dari sekedar sebuah disiplin ilmu, psikologi meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan, membentuk pemahaman diri, hubungan interpersonal, kesehatan mental, dan banyak lagi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai peran psikologi dalam konteks kehidupan sehari-hari. **Pemahaman Diri** Psikologi memberikan kunci untuk membuka pintu pemahaman diri. Dengan menggali lebih dalam ke dalam kompleksitas emosi, motivasi, dan perilaku kita, kita dapat mengenali kekuatan dan kelemahan yang membentuk identitas kita. Memahami diri sendiri bukan hanya tentang introspeksi, tetapi juga tentang penggunaan konsep psikologis untuk mengelola stres, mengatasi tantangan, dan meraih keseimbangan emosional. **Hubungan Interpersonal** Pentingnya psikologi dalam hubungan interpersonal tidak bisa diabaikan. Dari konsep dasar seperti empati hingga pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika hubungan, psikologi membantu kita menjembatani kesenjangan komunikasi. Keterampilan komunikasi yang diperoleh dari psikologi memungkinkan kita untuk memahami perspektif orang lain, memperkuat hubungan, dan menciptakan lingkungan sosial yang sehat. **Manajemen Stres** Kehidupan modern sering kali dibanjiri oleh stres. Psikologi menyediakan alat dan teknik untuk mengelola tekanan sehari-hari. Dengan memahami respons stres dan mekanisme koping, kita dapat mengembangkan strategi untuk mengatasi kecemasan, menjaga keseimbangan mental, dan meningkatkan kualitas hidup. **Pendidikan dan Pengembangan Pribadi** Dalam konteks pendidikan dan pengembangan pribadi, psikologi memberikan pandangan yang dalam tentang proses pembelajaran. Individu dapat mengoptimalkan metode belajar mereka, mengidentifikasi kekuatan, mengatasi kelemahan, dan mengembangkan keterampilan baru untuk menghadapi dunia yang terus berubah. **Pemilihan Karier** Psikologi turut membimbing individu dalam pemilihan karir. Melalui tes psikologi dan konseling karir, seseorang dapat memahami minat, bakat, dan nilai-nilai mereka. Ini membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik mengenai jalur karier yang sejalan dengan kepribadian dan tujuan hidup. **Kesehatan Mental** Dalam upaya menjaga kesehatan mental, psikologi memiliki peran krusial. Terapi psikologis tidak hanya menyediakan wadah untuk berekspresi, tetapi juga menawarkan solusi untuk mengatasi masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, dan gangguan makan. **Pengembangan Organisasi** Dalam dunia kerja, psikologi diterapkan untuk memahami dinamika kelompok, kepemimpinan, dan motivasi karyawan. Ini membantu organisasi meningkatkan produktivitas, menciptakan lingkungan kerja yang positif, dan merangsang efektivitas organisasional. **Pengambilan Keputusan** Psikologi memberikan wawasan tentang cara kita membuat keputusan. Dengan pemahaman ini, individu dan organisasi dapat membuat keputusan yang lebih baik, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan, dan mengelola risiko dengan bijak. **Perubahan Perilaku** Psikologi membantu individu mengubah perilaku yang tidak diinginkan. Dengan memahami prinsip-prinsip psikologi, seseorang dapat mengembangkan kebiasaan positif dan meninggalkan kebiasaan yang merugikan, membentuk perubahan menuju versi terbaik dari diri mereka. **Penanganan Konflik** Dalam konteks penanganan konflik, psikologi memberikan alat untuk mengelola konflik dengan cara yang konstruktif. Dengan memahami sumber konflik, keterampilan komunikasi, dan teknik penyelesaian masalah, kita dapat menciptakan solusi yang memperkuat hubungan daripada merasakannya. Sebagai penutup, psikologi bukan hanya suatu ilmu pengetahuan, tetapi juga panduan yang berharga untuk memahami dan meningkatkan kehidupan kita. Dengan menerapkan prinsip-prinsip psikologi, kita dapat membentuk diri kita sendiri, membangun hubungan yang sehat, dan meraih kesejahteraan holistik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kesimpulan, tidak bisa dipungkiri bahwa psikologi memainkan peran krusial dalam membentuk kualitas hidup dan hubungan kita. Melalui pemahaman diri, manajemen stres, hingga pengembangan karir, psikologi menjadi panduan yang tak ternilai dalam perjalanan hidup kita. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar psikologi, tes psikologis, dan layanan konseling, sangat direkomendasikan bagi kamu untuk mengunjungi website Assessment Indonesia. Di sana, kamu akan menemukan sumber daya berharga, informasi mendalam, dan pelayanan psikologi yang mungkin kamu butuhkan untuk mencapai kesejahteraan mental dan emosional. Jangan ragu untuk menjelajahi dunia psikologi melalui website mereka dan temukan potensi diri kamu yang sejati. **Referensi :** Duckworth, Angela. 2016. Grit: The Power of Passion and Perseverance.

Selengkapnya
Pentingnya Manajemen Emosi dan Pengembangan Diri!
  • APR 9, 2024

Pentingnya Manajemen Emosi dan Pengembangan Diri!

Memahami ilmu psikologi dapat memberikan manfaat yang besar dalam mengelola emosi sehari-hari, termasuk kemarahan. Psikologi menawarkan pemahaman mendalam tentang aspek kognitif, emosional, dan perilaku manusia, memberikan alat yang berharga untuk mengatasi tantangan emosional. Salah satu manfaat utama dari mempelajari psikologi adalah kemampuan untuk mengembangkan kepekaan terhadap emosi dan mengelola kemarahan dengan lebih baik. Pertama, pemahaman emosi menjadi kunci untuk mengatasi kemarahan. Belajar tentang psikologi membantu kamu menyadari bahwa emosi, termasuk kemarahan, adalah respons alami terhadap stimulus tertentu. Ini membantu mengubah pandangan terhadap kemarahan, menjauhkannya dari konsep yang negatif atau tidak terkendali. Selanjutnya, studi psikologi dapat membantu kamu mengenali faktor-faktor yang memicu kemarahan pada dirimu sendiri. Dengan melakukan introspeksi dan memahami diri lebih dalam, kamu dapat belajar mengenali tanda-tanda awal kemarahan dan mengambil langkah-langkah preventif sebelum mencapai tingkat yang merugikan. Keterampilan komunikasi interpersonal, yang juga menjadi fokus dalam psikologi, turut berperan penting. Belajar bagaimana berkomunikasi secara efektif memungkinkan kamu menyampaikan perasaan dan kebutuhan tanpa harus mengungkapkan kemarahan secara destruktif. Hal ini membantu meminimalkan konflik dan meningkatkan pemahaman antar individu. Psikologi juga menawarkan berbagai strategi pengelolaan stres, yang dapat membantu mencegah penumpukan emosi negatif, termasuk kemarahan. Mengerti cara mengatasi stres dapat membantu kamu merespons situasi dengan lebih tenang dan terkontrol. Empati dan pemahaman terhadap orang lain, aspek dari psikologi sosial, dapat menjadi kunci untuk meredakan kemarahan. Menempatkan diri dalam posisi orang lain membantu kamu melihat situasi dari perspektif yang berbeda, membuka ruang untuk pengertian dan penyelesaian yang lebih baik. Penerapan teknik relaksasi dan meditasi, yang dipelajari dalam konteks psikologi, dapat menjadi sarana yang efektif dalam mengendalikan tingkat stres dan emosi negatif, termasuk kemarahan. Bergeser ke konsep kontrol diri, yang dipelajari dalam ilmu psikologi, membantu kamu mengendalikan impuls dan menahan diri dari tindakan-tindakan merugikan. Ini memungkinkan pengelolaan kemarahan dengan lebih efektif. Tak lupa, peran profesional psikologi juga penting. Konsultasi dengan seorang ahli psikologi dapat memberikan pandangan dan keterampilan tambahan dalam mengelola emosi, termasuk membantu kamu mengatasi kemarahan dengan pendekatan yang lebih terarah. Dengan mengaplikasikan konsep-konsep psikologi dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat meningkatkan keterampilan emosional, mengelola konflik dengan lebih baik, dan merespons tantangan hidup dengan sikap yang lebih positif. Kesadaran, latihan, dan konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip ini dapat membawa perubahan positif yang signifikan dalam pengelolaan emosi, khususnya kemarahan, dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami dan mengaplikasikan konsep-konsep psikologi, individu dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola emosi, khususnya kemarahan, dalam kehidupan sehari-hari. Psikologi memberikan fondasi untuk pemahaman emosi, pemahaman diri, keterampilan komunikasi, pengelolaan stres, empati terhadap orang lain, teknik relaksasi, kontrol diri, dan pemanfaatan sumber daya profesional psikologi. Indonesia, sebagai wadah psikologi, menyajikan potensi besar sebagai sumber informasi dan dukungan psikologis. Dalam konteks ini, Assessment Indonesia menjadi salah satu platform yang siap memberikan berbagai informasi menarik seputar ilmu psikologi. Melalui platform ini, individu dapat menjelajahi wawasan mendalam tentang berbagai aspek kehidupan mental dan emosional. Tidak hanya sebagai sumber informasi, Assessment Indonesia juga dapat menjadi jembatan akses untuk layanan psikologi yang lebih mendalam. Konsultasi dengan profesional psikologi, penawaran program pelatihan emosional, atau bahkan pengembangan diri melalui pendekatan psikologis dapat menjadi pilihan yang tersedia. Dengan demikian, Assessment Indonesia bukan hanya menyediakan pengetahuan, tetapi juga menjadi portal untuk mendapatkan dukungan dan layanan yang dibutuhkan dalam perjalanan pengembangan diri dan kesejahteraan psikologis. Dengan terus menggali potensi sumber daya psikologi yang tersedia, diharapkan individu dapat memperkuat keterampilan mereka dalam menghadapi tantangan emosional dan meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Sebagai wadah yang dinamis, Assessment Indonesia bersiap untuk terus menyediakan informasi dan layanan psikologi yang relevan, mendukung perjalanan menuju keseimbangan emosional dan perkembangan pribadi yang berkelanjutan. **Referensi :** Duckworth, Angela. 2016. Grit: The Power of Passion and Perseverance.

Selengkapnya
Peran Vital Ilmu Psikologi dalam Menyongsong Masa Depan Gen Z
  • APR 9, 2024

Peran Vital Ilmu Psikologi dalam Menyongsong Masa Depan Gen Z

Dalam era modern yang dipenuhi dengan tekanan dari berbagai sumber, generasi Z (Gen Z) dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Untuk menjalani kehidupan yang bermakna dan sukses, peran ilmu psikologi menjadi sangat penting bagi Gen Z. Berikut adalah beberapa wawasan yang dapat membantu mereka menavigasi kehidupan dengan bijak dan meningkatkan kesejahteraan mereka. **1. Pemahaman Diri dan Identitas** Ilmu psikologi membantu Gen Z dalam perjalanan menuju pemahaman diri dan identitas yang kuat. Dalam era digital ini, di mana pengaruh luar begitu kuat, pemahaman nilai-nilai, minat, dan identitas pribadi adalah kunci untuk menjaga integritas diri dan menghadapi tekanan ekspektasi luar. **2. Manajemen Stres dan Kesejahteraan Emosional** Gen Z sering kali menghadapi tekanan tinggi dari berbagai arah. Ilmu psikologi memberikan keterampilan koping yang diperlukan untuk mengelola stres dan menjaga kesejahteraan emosional. Melalui pemahaman tentang stres, relaksasi, dan praktik mindfulness, mereka dapat menghadapi tekanan dengan lebih tenang. **3. Hubungan Interpersonal** Psikologi sosial menjadi kunci dalam membentuk hubungan interpersonal yang sehat. Dengan pemahaman tentang dinamika hubungan dan keterampilan sosial, Gen Z dapat membangun konektivitas yang kuat, baik di dunia nyata maupun virtual. **4. Adaptasi Terhadap Perubahan** Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, Gen Z perlu mengembangkan ketangguhan mental. Ilmu psikologi membantu mereka beradaptasi dengan perubahan, memberikan keberanian untuk menghadapi tantangan baru, dan membuka peluang masa depan yang cerah. **5. Pengelolaan Teknologi dan Media Sosial** Psikologi memberikan wawasan tentang cara menggunakan teknologi dan media sosial dengan bijak. Gen Z dapat belajar mengelola waktu layar, membangun keseimbangan antara kehidupan online dan offline, dan menggunakan teknologi sebagai alat bermanfaat tanpa merugikan kesejahteraan mereka. **6. Pemahaman Kesehatan Mental** Ilmu psikologi memiliki peran kunci dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental. Gen Z perlu memahami bahwa merasa cemas atau tertekan adalah hal yang wajar. Dengan membuka pembicaraan tentang kesehatan mental, mereka dapat menciptakan lingkungan di mana dukungan dan pertolongan tersedia. Melalui pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip psikologi ini, Gen Z dapat menjelajahi kehidupan dengan bijak, membangun fondasi kesejahteraan mental, dan menghadapi masa depan dengan keberanian dan kesiapan. Dengan demikian, ilmu psikologi bukan hanya menjadi alat, tetapi kunci yang membuka pintu menuju kehidupan yang bermakna dan memuaskan. Dalam menghadapi tantangan hidup yang kompleks, Generasi Z dapat mengambil manfaat besar dari pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip psikologi. Ilmu psikologi membantu kamu membangun kesejahteraan emosional, memahami diri sendiri, dan mengelola tekanan dengan bijak. Untuk memperdalam pengetahuan dan mendapatkan pelayanan psikologi yang beragam, Assessment Indonesia menyediakan berbagai informasi yang dapat memenuhi kebutuhan pengetahuan kamu. Jika kamu mencari dukungan atau ingin menjalani proses asesmen psikologi, kamu dapat mengunjungi website Assessment Indonesia. Di sana, kamu dapat menemukan berbagai informasi yang relevan dengan kehidupan psikologis, serta beragam layanan psikologi yang mungkin memenuhi kebutuhan kamu. Daftarkan diri kamu hari ini dan mulailah perjalanan menuju kesejahteraan mental dan pemahaman diri yang lebih mendalam. Kami berkomitmen untuk mendukung kamu dalam menghadapi perubahan dan meraih potensi penuh kamu dalam menjalani kehidupan. **Referensi :** Twenge, M. Jean. 2017. iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood

Selengkapnya
Menghadapi Tantangan Generasi Z yang Miliki Kecenderungan Pelupa
  • APR 8, 2024

Menghadapi Tantangan Generasi Z yang Miliki Kecenderungan Pelupa

Generasi Z, atau anak muda era sekarang, hidup dalam lingkungan yang penuh dengan tekanan dan distraksi. Mari kita ambil contoh seorang remaja yang mewakili banyak dari generasinya. Sebutlah remaja ini sebagai "A." A adalah siswa SMA yang aktif di dunia digital, terhubung dengan teman-temannya melalui berbagai platform media sosial. Dengan tuntutan tugas sekolah, ekspektasi untuk selalu terhubung, dan godaan untuk terlibat dalam dunia maya, A mulai merasakan kecenderungan untuk sering lupa. Salah satu pemicu utama kecenderungan lupa A adalah konstan terlibatnya dalam media sosial. Sibuk dengan notifikasi, konten yang terus-menerus berkembang, dan interaksi online, A menemukan dirinya sulit untuk fokus pada pekerjaan sekolah atau bahkan hal-hal sehari-hari. Informasi yang terus mengalir dari berbagai platform membuatnya kesulitan memproses dan menyimpannya dalam ingatannya. Tetap terhubung dengan teman-teman dan tren terkini juga membuat A sering mengorbankan waktu tidur. Begadang untuk menjaga koneksi digitalnya dapat mengganggu pola tidur, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan kognitif dan daya ingatnya. A sering lupa mengenai jadwal tugas atau pertemuan karena terlalu terfokus pada layar ponsel. Namun, A tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Sadar akan dampaknya, A mulai menetapkan batasan waktu untuk penggunaan media sosial, memberikan prioritas pada tidur yang cukup, dan bahkan mencoba teknik-teknik relaksasi untuk mengelola stres. Kisah A mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak anak muda saat ini. Tekanan untuk tetap terhubung secara digital, mempertahankan identitas online, dan menjalani kehidupan sosial melalui layar dapat berdampak pada fungsi kognitif dan kesejahteraan mental. Oleh karena itu, penting untuk mendukung generasi ini dalam mengembangkan keahlian manajemen waktu dan membantu mereka mengatasi distraksi digital agar bisa menghadapi kehidupan dengan lebih seimbang dan bugar secara mental. Dalam menjalani kehidupan yang penuh tekanan dan distraksi, generasi Z menghadapi tantangan khusus yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan kemampuan kognitif mereka. Kisah seorang remaja, yang bisa mewakili banyak dari generasinya, menyoroti dampak negatif dari tekanan digital, kurang tidur, dan konstannya berada dalam dunia maya. Melalui kesadaran akan masalah tersebut, remaja ini berhasil mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kecenderungan lupa dan meningkatkan keseimbangan hidupnya. Strategi seperti menetapkan batasan waktu untuk media sosial, memberikan prioritas pada tidur yang cukup, dan mengelola stres dapat menjadi panduan berharga bagi banyak orang muda. Dalam menghadapi tantangan ini, penting untuk diingat bahwa bantuan profesional dapat memainkan peran penting. Assessment psikologis, termasuk konsultasi dan tes-tes yang relevan, dapat menjadi alat yang efektif dalam membantu individu memahami dan mengelola aspek-aspek psikologis dari kehidupan mereka. Dengan mendukung pilihan seperti asesmen psikologis dalam bahasa Indonesia, individu dapat memperoleh pelayanan konsultasi dan tes yang sesuai dengan kebutuhan mereka untuk membangun fondasi kesejahteraan mental yang kokoh dan berkelanjutan. Dalam menjalani perjalanan ke arah kesejahteraan mental dan keseimbangan hidup, kita dapat bersama-sama mengeksplorasi pilihan-pilihan yang tersedia dan memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan memperhitungkan kebutuhan individual. Assessment psikologis dalam bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu pilihan berharga bagi mereka yang mencari bimbingan profesional untuk mengatasi tantangan dan meraih keseimbangan dalam kehidupan mereka. **Referensi :** Twenge, M. Jean. 2017. iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood.

Selengkapnya
Mengatasi Tantangan Mental, Antara Curhat ke Teman vs Konsultasi dengan Psikolog!
  • APR 8, 2024

Mengatasi Tantangan Mental, Antara Curhat ke Teman vs Konsultasi dengan Psikolog!

Kesehatan mental menjadi semakin diperhatikan dalam masyarakat modern, namun masih ada stigma dan keengganan di kalangan beberapa individu untuk mencari bantuan profesional. Beberapa orang cenderung memilih jalur yang lebih informal, seperti berkisah kepada teman, sementara yang lain lebih memilih memendam cerita mereka. Disini, kita akan menjelajahi alasan di balik keputusan ini dan mengapa ada orang yang cenderung tidak menyukai curhat atau berkonsultasi dengan seorang psikolog. **Stigma dan Kesehatan Mental** Salah satu alasan utama mengapa beberapa orang enggan mencari bantuan profesional adalah adanya stigma terhadap kesehatan mental. Mereka mungkin merasa malu atau takut dijauhi jika orang tahu bahwa mereka sedang menghadapi masalah psikologis. Seiring dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental, perlu terus diingatkan bahwa mencari bantuan adalah tindakan berani, bukan kelemahan. **Kurangnya Pemahaman tentang Peran Psikolog** Kurangnya pemahaman tentang peran dan manfaat dari berkonsultasi dengan seorang psikolog juga menjadi kendala. Beberapa orang mungkin merasa bahwa masalah mereka tidak cukup besar untuk dibicarakan dengan seorang profesional. Namun, perlu disadari bahwa psikolog memiliki pelatihan dan pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek psikologis yang dapat membantu individu mengatasi berbagai masalah. **Keterbatasan Kepercayaan dan Evaluasi Diri** Ketidaknyamanan atau ketakutan terhadap evaluasi juga dapat menjadi hambatan. Individu mungkin ragu untuk membuka diri karena khawatir psikolog akan membuat penilaian negatif. Sementara itu, kepercayaan diri yang sudah terbangun dengan teman-teman mereka dapat membuat mereka merasa lebih nyaman untuk membagikan cerita mereka tanpa takut dievaluasi. **Keterbatasan Keuangan dan Aksesibilitas** Keterbatasan finansial atau kesulitan mengakses layanan kesehatan mental juga menjadi pertimbangan. Berkonsultasi dengan seorang psikolog mungkin memerlukan biaya tambahan atau tidak selalu mudah diakses, terutama di daerah di mana layanan kesehatan mental tidak begitu mudah ditemukan. Inilah salah satu alasan mengapa beberapa orang memilih untuk bergantung pada dukungan teman-teman mereka. **Memahami Kelebihan Berkisah kepada Teman** Meskipun ada banyak alasan untuk mencari bantuan profesional, curhat kepada teman memiliki kelebihannya sendiri. Dukungan sosial yang diberikan oleh teman bisa menjadi landasan yang kuat dalam menghadapi tantangan. Terkadang, merasa dipahami oleh seseorang yang dekat dapat memberikan kenyamanan emosional yang sulit ditemukan di tempat lain. Pilihan antara curhat ke teman atau konsultasi dengan psikolog adalah keputusan pribadi yang kompleks. Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu ukuran yang sesuai untuk semua. Sementara beberapa orang mungkin merasa nyaman dengan dukungan informal, yang lain mungkin menemukan manfaat dalam bantuan profesional yang terarah. Dalam mengatasi tantangan mental, penting untuk membuka pikiran terhadap berbagai pilihan yang ada. Menggabungkan dukungan teman dengan bimbingan seorang psikolog dapat menciptakan pendekatan holistik yang efektif. Pada akhirnya, yang terpenting adalah melangkah maju menuju kesejahteraan mental dengan cara yang sesuai dan nyaman untuk setiap individu. Dalam perjalanan melalui dinamika kehidupan, terkadang kita menemui rintangan yang sulit diatasi sendiri. Meskipun curhat kepada teman bisa menjadi pelarian yang baik, tak dapat diabaikan bahwa keberanian untuk meminta bantuan profesional dapat membuka pintu menuju pemulihan yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Bagi mereka yang mungkin masih awam dengan dunia psikologi, memahami pentingnya berkonsultasi dengan seorang psikolog adalah langkah pertama yang berharga. Psikolog dapat memberikan pandangan yang mendalam, solusi terarah, dan dukungan profesional yang dapat membantu seseorang menjalani perjalanan kesehatan mental mereka dengan lebih efektif. Dalam konteks ini, Assessment Indonesia adalah salah satu biro psikologi yang dapat diandalkan. Dengan tim profesional yang berkomitmen, Assessment Indonesia menyediakan beragam layanan psikologi, mulai dari konseling hingga asesmen psikologis yang mendalam. Dengan mengedepankan etika dan profesionalisme, Assessment Indonesia siap memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Mengambil langkah untuk mencari bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan tindakan proaktif untuk meraih kesejahteraan mental. Jangan ragu untuk mengeksplorasi solusi yang ada, memahami diri dengan lebih baik, dan melibatkan bantuan profesional saat diperlukan. Setiap langkah kecil adalah langkah menuju kesehatan mental yang lebih baik. **Referensi :** Gottlieb, Lori. 2019. Maybe You Should Talk to Someone: A Therapist, HER Therapist, and Our Lives Revealed.

Selengkapnya
Mendapatkan Dukungan Psikologis, Ini lah Kunci Pemulihan dari Kehilangan Makna Hidup!
  • APR 5, 2024

Mendapatkan Dukungan Psikologis, Ini lah Kunci Pemulihan dari Kehilangan Makna Hidup!

Kehilangan makna hidup adalah perjalanan emosional yang rumit dan penuh tantangan. Saat kamu mengalami kehilangan yang mendalam, entah itu kehilangan orang yang dicintai, kegagalan dalam mencapai tujuan, atau perasaan kesepian yang mendalam, dampaknya dapat merusak kesejahteraan mental. Di tengah-tengah gejolak emosional ini, mencari dukungan menjadi langkah krusial dalam mengatasi kehampaan dan mencari kembali makna hidup. **Mengapa Kehilangan Makna Hidup Menjadi Tantangan?** Ketika kamu kehilangan makna hidup, gejolak emosional yang muncul dapat melibatkan perasaan kehilangan diri, kebingungan, dan bahkan depresi. Pemahaman diri yang terganggu dan perasaan kekosongan ini dapat menjadi beban yang berat, mempengaruhi setiap aspek kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk menggali lebih dalam dan mencari solusi yang tepat. **Mengapa Dukungan Psikologis Penting?** **1. Profesionalisme dan Keahlian** Psikolog membawa keahlian profesional mereka ke dalam setiap sesi. Mereka telah dilatih untuk memahami dinamika psikologis individu dan dapat menyediakan pandangan ilmiah terhadap permasalahan yang dihadapi. **2. Pemahaman Tanpa Henti** Psikolog menciptakan ruang yang aman dan bebas dari penilaian. Ini memungkinkan kamu untuk berbicara terbuka tentang perasaanmu, membantu dalam proses pemahaman diri yang mendalam. **3. Teknik Terapi yang Terbukti** Terapis menggunakan berbagai teknik terapi yang terbukti efektif. Mulai dari terapi kognitif perilaku hingga terapi berbicara, setiap pendekatan dirancang untuk membantu kamu mengatasi tantangan emosionalmu. **4. Dukungan dan Empati** Psikolog memberikan dukungan emosional yang diperlukan, menghadirkan empati dan pengertian. Keberadaan mereka sebagai mitra yang mendengarkan tanpa prasangka dapat menjadi landasan penting dalam proses pemulihan. **5. Pandangan Objektif** Memiliki seseorang dari luar yang dapat memberikan pandangan objektif tentang situasi dan perasaanmu sangat berharga. Psikolog dapat membantu melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda, membuka pintu untuk solusi dan strategi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Mendapatkan dukungan dari seorang psikolog bukanlah tanda kelemahan, tetapi langkah bijak menuju pemulihan. Proses ini bukan sekadar mencari pemahaman diri, tetapi juga menemukan kembali makna hidup yang mungkin terasa hilang. Psikolog, dengan pendekatan profesional mereka, dapat membimbing kamu melalui proses ini dengan hati-hati dan bijaksana. **Pentingnya Mengenali Tanda-tanda dan Bertindak** Mengenali tanda-tanda kehilangan makna hidup adalah langkah awal penting. Perubahan mood, penurunan energi, dan isolasi sosial dapat menjadi indikator bahwa bantuan psikologis diperlukan. Merespon tanda-tanda ini dengan mencari dukungan segera dapat membantu mencegah masalah kesejahteraan mental yang lebih serius. Dalam perjalanan hidup yang penuh dengan liku-liku, kehilangan makna hidup adalah tantangan yang dapat dihadapi oleh siapa pun. Dalam upaya untuk menutup pintu pada kehampaan dan mencari kembali makna hidup, mendapatkan dukungan psikologis adalah kunci. Dengan pendekatan yang terarah dan didukung oleh keahlian profesional, kamu dapat menemukan cahaya di tengah-tengah kegelapan, membimbingmu menuju pemulihan dan kesejahteraan mental yang lebih baik. Di era ini, keberadaan biro psikologi dan para staff psikolog telah menjadi landasan kokoh bagi individu yang menghadapi tantangan kehilangan makna hidup. Salah satu contohnya adalah Assessment Indonesia, yang tidak hanya memiliki sejumlah staff psikolog yang berkompeten, tetapi juga menawarkan beragam pelayanan untuk memenuhi kebutuhanmu. Jangan ragu untuk menjelajahi situs web ini dan mendaftarkan diri sekarang juga. Dengan langkah ini, kamu tidak hanya memilih pemulihan, tetapi juga membuka pintu menuju kesejahteraan mental yang lebih baik. **Referensi :** Bessel. 2014. The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma.

Selengkapnya
Menggali Dualitas Keberadaan Psikolog di Era Modern
  • APR 5, 2024

Menggali Dualitas Keberadaan Psikolog di Era Modern

Dalam era informasi dan kecepatan seperti sekarang, kebutuhan akan bantuan kesehatan mental semakin terasa mendesak. Psikolog, sebagai para ahli dalam memahami dan mengatasi masalah psikis, berperan sentral dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, seperti halnya profesi lain, keberadaan mereka juga tidak luput dari sorotan pro dan kontra. Sebagai manusia, psikolog pun rentan terhadap tantangan hidup. Dengan perbedaan karakter dan latar belakang pribadi, ada yang mampu mengatasi permasalahan pribadi mereka, namun ada pula yang dapat terdampak secara langsung oleh beban profesional yang mereka tanggung. Meskipun demikian, fakta bahwa psikolog juga manusia sekaligus menegaskan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk merasakan dan memahami secara mendalam kondisi klien mereka. Dalam membantu proses penyembuhan korban masalah mental, psikolog hadir sebagai garda terdepan. Keahlian mereka yang telah teruji melalui pendidikan dan pelatihan khusus membuat mereka mampu memberikan bantuan yang efektif. Dengan berbagai pendekatan terapeutik, psikolog memberikan dukungan emosional, wawasan mendalam, dan strategi koping yang dapat membantu individu mengatasi tantangan mereka. Namun, terdapat pro dan kontra terkait keberadaan psikolog di masyarakat. Sebagian melihat peran mereka sebagai krusial dalam mengurangi stigma terhadap kesehatan mental dan memberikan solusi bagi individu yang memerlukan bantuan. Namun, di sisi lain, ada skeptisisme terkait biaya layanan psikolog dan efektivitas terapinya. Beberapa orang mungkin merasa bahwa mencari dukungan dari teman atau keluarga sudah cukup, sementara yang lain mungkin merasa ragu terhadap metode psikologis yang belum mereka pahami sepenuhnya. Meskipun perdebatan mengelilingi profesi ini, keberadaan psikolog di era modern tetap relevan dan penting. Dalam membentuk sebuah masyarakat yang peduli pada kesehatan mental, peran mereka sebagai pemandu dan penyokong emosional tak tergantikan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mendukung dan memahami peran krusial psikolog dalam membentuk masyarakat yang lebih sehat secara mental dan emosional. Dalam melihat keberadaan psikolog di era modern, tidak dapat dipungkiri bahwa mereka memiliki dampak positif yang signifikan dalam membantu individu mengatasi masalah mental. Sebagai manusia, psikolog pun memiliki tantangan pribadi, namun keahlian dan dedikasi mereka terhadap kesehatan mental membuat mereka menjadi garda terdepan dalam memandu dan menyokong individu yang memerlukan bantuan. Sebagai respons terhadap kebutuhan ini, Assessment Indonesia hadir sebagai biro psikologi yang siap membantu menangani masalah mental. Dengan beragam pelayanan psikologi yang tersedia, kami menawarkan solusi dan dukungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan unikmu. Menyadari bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, kami mengajakmu untuk merangkul kesehatan mental dengan membuka diri terhadap bimbingan profesional. Dengan demikian, mari bersama-sama berkomitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Assessment Indonesia berdiri sebagai mitra yang siap membantu setiap langkah perjalanan penyembuhanmu. Jadikan perawatan kesehatan mental sebagai investasi dalam kesejahteraan dirimu sendiri. Tersedianya berbagai pelayanan psikologi yang diperlukan dapat menjadi kunci menuju kehidupan yang lebih sehat dan berarti. **Referensi :** Bessel. 2014. The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma.

Selengkapnya
Psikologi Klinis Membantu Mengatasi Tantangan Hidup di Era Toxic!
  • APR 5, 2024

Psikologi Klinis Membantu Mengatasi Tantangan Hidup di Era Toxic!

Dalam lautan kompleksitas kehidupan modern yang sering kali dipenuhi oleh stres dan toksisitas, psikologi klinis muncul sebagai pahlawan tanpa jubah, siap membantu individu menavigasi gangguan mental dan perilaku. Ini bukan sekadar cabang dari ilmu psikologi; ini adalah penjaga kesehatan mental yang berdedikasi, bertujuan untuk membawa cahaya ke dalam kegelapan yang melingkupi pikiran dan emosi kita. **Eksplorasi Mendalam** Psikolog klinis, dengan semangat penyelidikan, memasuki lapisan terdalam individu untuk memahami sumber masalah dan gejala yang mungkin tersembunyi. Dengan wawancara, observasi, dan alat tes psikologis yang canggih, mereka membentangkan peta untuk membimbing kita melalui labirin gangguan mental dan perilaku. Diagnosis yang teliti menjadi kunci untuk merinci langkah-langkah selanjutnya dalam perjalanan menuju kesejahteraan. Sebagai panduan pelaut di lautan pikiran, psikolog klinis menggunakan berbagai terapi sebagai kompas untuk membantu individu mengatasi masalah mereka. Terapi kognitif perilaku, terapi interpersonal, dan terapi keluarga adalah instrumen-instrumen kebijaksanaan yang membantu merakit pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri. Ini adalah peta jalan menuju perubahan pola pikir dan perilaku yang lebih sehat. Psikolog klinis bukan hanya pemberi terapi formal; mereka adalah teman sejati dalam perjalanan menghadapi stres sehari-hari, mengelola konflik, dan membangun strategi adaptif untuk menghadapi tantangan hidup. Konseling dan dukungan psikologis adalah tempat perlindungan di mana individu dapat mengungkapkan ketidakpastian dan kelemahan mereka tanpa takut dicela. **Pencegahan dan Pendidikan** Dalam dunia yang mungkin penuh dengan kecenderungan toksik, psikolog klinis tidak hanya berfokus pada pengobatan tetapi juga pada pencegahan. Mereka membantu membangun tembok perlindungan melalui pendidikan psikologis kepada individu dan kelompok. Ini bukan hanya tentang mengobati, tetapi juga tentang membangun kekuatan untuk menghadapi gangguan mental sejak dini. Psikolog klinis tidak bekerja sendirian. Mereka adalah bagian dari tim kesehatan mental yang melibatkan kolaborasi dengan psikiater, pekerja sosial, dan perawat jiwa. Kolaborasi ini menciptakan sinergi untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan memberikan dukungan holistik kepada individu yang membutuhkannya. **Penelitian dan Pengembangan** Dengan semangat penelitian, banyak psikolog klinis turut berkontribusi dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang penyebab dan pengobatan gangguan mental. Penelitian ini adalah jendela ke masa depan, membawa harapan untuk metode pengobatan yang lebih canggih dan intervensi yang lebih efektif. **Etika sebagai Fondasi** Sebagai penjaga kesehatan mental, psikolog klinis berdiri kokoh di atas fondasi etika profesional yang ketat. Mereka menjaga kerahasiaan informasi klien, menghormati hak dan kepentingan klien, dan memastikan bahwa setiap intervensi dilakukan dengan keamanan dan efektivitas yang maksimal. Dengan kombinasi pendekatan yang holistik dan komprehensif ini, psikologi klinis bukan hanya sebuah disiplin ilmu. Ia adalah sekutu dalam perjalanan individu untuk mencapai kesejahteraan mental, memahami diri mereka sendiri, dan mengembangkan strategi yang kokoh untuk mengatasi tantangan kehidupan di era yang kadang-kadang dipenuhi dengan toksisitas. Dalam menjelajahi labirin kehidupan yang seringkali dipenuhi dengan tantangan mental, psikologi klinis hadir sebagai panduan yang tidak tergantikan. Melalui evaluasi mendalam, terapi yang beragam, dan dukungan psikologis, individu dapat menemukan cahaya di tengah kegelapan. Psikologi klinis bukan hanya sekedar ilmu, tetapi sahabat sejati dalam perjalanan menuju kesejahteraan mental. Untuk menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhanmu, kunjungilah website Assessment Indonesia. Sebagai biro psikologi terkemuka, mereka menyediakan berbagai layanan psikologi yang dirancang untuk membantu individu mencapai kesejahteraan mental dan optimalisasi diri. Jadilah navigator dalam perjalanan hidupmu, dan temukan dukungan yang tepat di Assessment Indonesia. **Referensi :** Bessel. 2014. The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma.

Selengkapnya
Kesejahteraan Emosional Ada di Tanganmu! Pelajari Psikologi Kepribadian Sekarang!
  • APR 3, 2024

Kesejahteraan Emosional Ada di Tanganmu! Pelajari Psikologi Kepribadian Sekarang!

Dalam perjalanan kehidupan, setiap individu dihadapkan pada tantangan dan kompleksitas yang unik, mencakup dimensi emosional dan kognitif. Psikologi kepribadian, sebagai alat kunci pemahaman, membuka jendela ke dalam lapisan-lapisan yang membentuk keunikan manusia. Peran seorang psikolog menjadi sangat penting dalam meresapi sisi emosional dan kognitif individu serta membantu mengatasi permasalahan mental. Pada sisi emosional, psikolog mengeksplorasi cara individu menangani emosi dasar seperti kebahagiaan, kecemasan, kemarahan, dan sedih, apakah mereka menekan emosi atau mengungkapkannya secara sehat. Begitu juga, stabilitas emosional menjadi fokus untuk merancang intervensi yang sesuai. Di sisi kognitif, penilaian terhadap diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar menjadi perhatian psikolog. Mereka menilai apakah pola pemikiran individu bersifat positif atau negatif, serta kemampuan penyesuaian kognitif dalam menghadapi stres dan tantangan kognitif. Bantuan psikolog dibutuhkan ketika individu menghadapi gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, atau gangguan kepribadian. Psikolog juga memberikan dukungan untuk mengelola dampak psikologis dari trauma atau krisis emosional, serta membantu dalam menyelesaikan konflik interpersonal dalam berbagai konteks, termasuk keluarga, persahabatan, atau pekerjaan. Intervensi psikologis mencakup berbagai pendekatan, termasuk psikoterapi yang melibatkan percakapan terapeutik untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah psikologis. Selain itu, edukasi kesehatan mental memberikan pemahaman tentang kesehatan mental dan strategi untuk meningkatkan kesejahteraan emosional. Psikolog juga membantu mengembangkan keterampilan adaptif dan coping melalui pelatihan keterampilan. Mengapa bantuan psikolog diperlukan? Psikolog membawa pemahaman profesional tentang prinsip-prinsip psikologi dan kesehatan mental, memberikan perspektif objektif dan netral dalam membantu individu melihat masalah mereka dari sudut pandang yang berbeda. Konseling psikolog terjadi dalam lingkungan yang aman dan rahasia, menciptakan kepercayaan yang diperlukan untuk proses penyembuhan. Teknik intervensi dan perawatan disesuaikan dengan kebutuhan individu, termasuk penanganan masalah bersifat khusus, dari depresi hingga gangguan kepribadian. Psikolog juga memberikan dukungan untuk pencegahan masalah psikologis dan pemberdayaan individu dalam mengelola stres dan tekanan hidup. Dengan membantu individu merancang dan menjalani perubahan positif dalam hidup mereka, psikolog menjadi pendamping yang sangat berharga dalam proses perubahan. Melalui interaksi dengan seorang psikolog, individu dapat mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan memperoleh keterampilan adaptif untuk menghadapi tantangan hidup. Psikologi kepribadian adalah jendela ke dalam kompleksitas manusia, dan bantuan psikolog adalah kunci untuk membuka pintu menuju pemahaman dan penyembuhan yang lebih dalam. Pentingnya psikologi kepribadian dalam memahami sisi emosional dan kognitif individu serta peran vital seorang psikolog dalam membantu mengatasi permasalahan mental. Dari analisis emosi dasar hingga penanganan gangguan kesehatan mental, psikologi kepribadian memberikan pandangan mendalam terhadap keunikan manusia. Dalam menghadapi tantangan hidup, bantuan seorang psikolog menjadi kunci. Kamu membawa pemahaman profesional, objektivitas, dan keamanan dalam memberikan dukungan untuk mengatasi berbagai masalah psikologis. Intervensi psikologis, seperti psikoterapi dan edukasi kesehatan mental, membantu individu mengembangkan keterampilan adaptif dan coping untuk meningkatkan kesejahteraan emosional. Sebagai individu yang mencari bantuan psikologis, kamu tidak sendirian. Assessment Indonesia, sebagai biro psikologi terpercaya, menyediakan berbagai layanan psikologi yang dapat memenuhi kebutuhan kamu. Dengan tim profesional yang berpengalaman, Assessment Indonesia memberikan dukungan dan panduan untuk membantu kamu mengatasi permasalahan mental dan mencapai kesejahteraan psikologis. Dalam setiap langkah perjalananmu, Assessment Indonesia berkomitmen untuk menjadi mitra tepercaya dalam upaya kamu menuju pemahaman diri yang lebih dalam dan kehidupan yang lebih seimbang. **Referensi :** Gottlieb, Lori. 2019. Maybe You Should Talk to Someone: A Therapist, HER Therapist, and Our Lives Revealed.

Selengkapnya
Mengurai Toxic Melalui Pemahaman Psikologi Sosial untuk Membangun Hubungan yang Sehat
  • MAR 28, 2024

Mengurai Toxic Melalui Pemahaman Psikologi Sosial untuk Membangun Hubungan yang Sehat

Kondisi mental banyak orang saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor toxic dalam berbagai aspek kehidupan, seperti di lingkungan kerja, dalam hubungan asmara, dan di dunia sosial. Tekanan kerja yang tinggi dan burnout dapat muncul akibat beban kerja yang berlebihan atau situasi kerja yang tidak mendukung. Hubungan asmara yang toxic, dengan konflik yang berlebihan, kurangnya dukungan emosional, atau bahkan adanya kekerasan, dapat merugikan kesejahteraan mental seseorang. Pengaruh media sosial juga menjadi faktor, dengan standar kecantikan yang tidak realistis dan perbandingan sosial yang dapat memicu perasaan tidak aman. Isolasi sosial, perubahan lingkungan hidup yang signifikan, toxic positivitas, dan dampak pandemi COVID-19 juga berkontribusi pada masalah kesejahteraan mental. Penting untuk mengatasi kondisi ini dengan pendekatan holistik, termasuk dukungan psikologis, perubahan dalam lingkungan, pengelolaan stres, dan pemahaman lebih baik tentang kesehatan mental, sambil mencari bantuan profesional jika diperlukan. Psikologi sosial adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari interaksi antara individu dengan individu lainnya, serta cara individu memahami dan merespons lingkungan sosialnya. Dalam konteks membangun hubungan yang sehat, psikologi sosial dapat memberikan wawasan yang berharga tentang dinamika interpersonal, komunikasi, dan faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi hubungan antarindividu. Berikut adalah beberapa konsep dan prinsip psikologi sosial yang relevan dalam membangun hubungan yang sehat: **1. Empati** Kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat. Dengan memiliki empati, kamu dapat lebih baik memahami perspektif dan kebutuhan orang lain, sehingga dapat merespons dengan lebih baik. **2. Komunikasi Efektif** Psikologi sosial membahas cara-cara komunikasi yang efektif, termasuk pilihan kata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Mempelajari keterampilan komunikasi yang baik dapat membantu meminimalkan kesalahpahaman dan konflik dalam hubungan. **3. Konformitas dan Otonomi** Psikologi sosial memahami bagaimana individu dapat memengaruhi satu sama lain untuk mengikuti norma sosial tertentu (konformitas) atau menjaga otonomi dan independensi mereka. Pemahaman ini dapat membantu dalam membangun hubungan yang seimbang antara kemandirian dan kebutuhan untuk berintegrasi dalam kelompok. **4. Teori Pertukaran Sosial** Teori ini mengemukakan bahwa individu cenderung menjalin hubungan sosial berdasarkan prinsip pertukaran yang adil. Dalam konteks ini, memahami kebutuhan dan harapan saling partner dapat membantu dalam membangun hubungan yang saling memuaskan. **5. Teori Ikatan Sosial** Psikologi sosial juga memperhatikan bagaimana ikatan sosial dan kekuatan interpersonal dapat mempengaruhi hubungan. Ini mencakup faktor-faktor seperti kepercayaan, keterikatan emosional, dan dukungan sosial. **6. Prejudice dan Diskriminasi** Memahami konsep-konsep ini membantu individu mengatasi stereotip dan prasangka yang dapat merusak hubungan sosial. Kesadaran akan perbedaan dan penolakan terhadap stereotip dapat membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghormati. **7. Konflik dan Resolusi** Psikologi sosial membantu dalam memahami sumber konflik dalam hubungan dan memberikan wawasan tentang strategi resolusi yang efektif. Kemampuan untuk mengelola konflik dengan cara yang konstruktif adalah keterampilan penting dalam membangun hubungan yang sehat. Penerapan konsep-konsep psikologi sosial ini dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu individu untuk lebih baik berinteraksi dengan orang lain, memahami perasaan dan kebutuhan mereka, serta membangun hubungan yang saling menguntungkan. Kondisi mental yang dipengaruhi oleh toksisitas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti di lingkungan kerja, hubungan asmara, dan dunia sosial, menjadi sorotan dalam pandangan psikologi sosial. Melalui artikel ini, yang mengupas konsep-konsep kunci, seperti empati, komunikasi efektif, dan teori pertukaran sosial, sebagai panduan untuk membangun hubungan yang sehat. Meskipun menghadapi tantangan toxisitas, pemahaman psikologi sosial dapat memberikan solusi konstruktif. Mari para pembaca untuk menggali lebih lanjut manfaat layanan psikologi di Assessment Indonesia, tempat yang siap membantu mewujudkan kesejahteraan mental dan hubungan yang berkualitas. Jangan ragu untuk kunjungi website kami dan rasakan perubahan positif dalam hidup kamu! **Referensi :** Myers, David. 2023. Psychology: The Science of Mind and Behaviour.

Selengkapnya
Sulit Belajar? Psikolog Pendidikan dan Guru Bimbingan dan Konseling Ada untuk Membantu!
  • MAR 28, 2024

Sulit Belajar? Psikolog Pendidikan dan Guru Bimbingan dan Konseling Ada untuk Membantu!

Psikologi pendidikan, sebagai cabang ilmu psikologi, berfokus pada penerapan prinsip-prinsip psikologi dalam konteks pendidikan, dengan salah satu fokus utamanya adalah membantu anak-anak yang mengalami gangguan belajar seperti disleksia, disgrafia, discalculia, dan masalah lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar mereka. Penting bagi psikolog pendidikan untuk memiliki pemahaman mendalam tentang berbagai jenis gangguan belajar yang mungkin dialami anak-anak, termasuk gejala dan dampaknya terhadap kemampuan belajar. Evaluasi individual juga menjadi kunci, di mana setiap anak dinilai secara unik untuk mengumpulkan data terkait prestasi akademis, keterampilan sosial, dan aspek-aspek lain yang relevan. Dalam upaya membimbing anak-anak dengan gangguan belajar, kerjasama antara psikolog pendidikan dan guru sangat penting. Penyesuaian pengajaran menjadi strategi utama, dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individual anak. Intervensi awal oleh psikolog pendidikan membantu mendeteksi gangguan belajar sejak dini, memberikan manfaat besar dalam mengatasi kesulitan belajar sebelum semakin memburuk. Kerjasama dengan orang tua juga memiliki peran sentral. Melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anak dengan gangguan belajar tidak hanya membangun komunikasi yang baik tetapi juga memberikan saran untuk mendukung anak di rumah. Selain itu, dukungan emosional menjadi kunci penting. Anak-anak dengan gangguan belajar mungkin mengalami frustrasi dan kecemasan terkait kesulitan belajar mereka. Psikolog pendidikan dapat memberikan dukungan emosional dan membantu mereka mengembangkan strategi untuk mengatasi stres. Pengembangan keterampilan sosial juga menjadi fokus. Selain aspek akademis, membantu anak-anak dengan gangguan belajar untuk mengembangkan keterampilan sosial dapat membantu mereka berinteraksi lebih baik dengan teman sekelas dan membangun rasa percaya diri. Terakhir, edukasi masyarakat oleh psikolog pendidikan berperan dalam meningkatkan pemahaman tentang gangguan belajar dan mengurangi stigma yang mungkin terkait. Dengan pendekatan holistik dan kerjasama antara psikolog pendidikan, guru, orang tua, dan pihak terkait lainnya, anak-anak dengan gangguan belajar dapat mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk mencapai potensi penuh mereka di bidang pendidikan. Kerjasama dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi langkah selanjutnya, dimana evaluasi, penyusunan program konseling, pengembangan rencana pendukung, konsultasi, dan kolaborasi menjadi aspek penting dalam memberikan dukungan maksimal kepada siswa. Pelatihan dan pendidikan, pendekatan holistik, penanganan konflik dan krisis, serta pengembangan lingkungan pendukung menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang responsif, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik siswa. Kesimpulannya, psikologi pendidikan memiliki peran krusial dalam mendukung anak-anak dengan gangguan belajar melalui pemahaman mendalam, evaluasi individual, penyesuaian pengajaran, dan dukungan emosional. Kerjasama yang erat antara psikolog pendidikan, guru, dan orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan holistik siswa. Tak hanya itu, edukasi masyarakat oleh psikolog pendidikan juga penting untuk mengurangi stigma seputar gangguan belajar. Dalam konteks ini, kerjasama dengan guru Bimbingan dan Konseling menjadi langkah selanjutnya yang mengarah pada evaluasi, penyusunan program konseling, dan kolaborasi untuk memberikan dukungan maksimal kepada siswa. Sebagai langkah lebih lanjut, Indonesia siap menjadi biro dengan pelayanan psikologi lengkap sebagai solusi untuk menangani berbagai masalah. Dengan pendekatan holistik, penanganan konflik dan krisis, serta pengembangan lingkungan pendukung, Indonesia dapat menjadi pusat pelayanan psikologi yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Dengan demikian, kita dapat mencapai visi pendidikan yang inklusif, responsif, dan memberikan dukungan maksimal bagi perkembangan potensi penuh setiap individu. **Referensi :** Myers, David. 2023. Psychology: The Science of Mind and Behaviour.

Selengkapnya
Mengenali Tanda-Tanda Membutuhkan Dukungan Psikologis
  • MAR 27, 2024

Mengenali Tanda-Tanda Membutuhkan Dukungan Psikologis

Kesehatan mental adalah aspek penting dalam kesejahteraan kita sehari-hari. Bagaimanapun, tidak jarang seseorang mengalami tantangan emosional atau mental yang dapat memerlukan bantuan profesional. Mengenali tanda-tanda bahwa kamu membutuhkan dukungan psikologis adalah langkah pertama menuju pemulihan dan kesehatan mental yang lebih baik. **1. Perubahan Mood yang Signifikan** Perubahan drastis dalam suasana hati dapat menjadi indikator utama bahwa kamu membutuhkan bantuan psikologis. Kamu yang terus-menerus merasa sedih, cemas, marah, atau tidak berdaya mungkin menghadapi kesulitan emosional yang memerlukan perhatian lebih. **2. Perubahan dalam Kebiasaan Makan atau Tidur** Ketidakseimbangan dalam pola makan atau tidur juga dapat menjadi tanda-tanda kesulitan emosional. Perubahan seperti makan berlebihan atau kehilangan nafsu makan, serta kesulitan tidur atau tidur berlebihan, bisa mencerminkan masalah kesehatan mental. **3. Isolasi Sosial** Kamu yang mulai menarik diri dari hubungan sosial, keluarga, atau kegiatan yang biasanya dinikmati, mungkin mengalami kesulitan emosional yang perlu diatasi. Isolasi sosial dapat memperburuk kondisi mentalmu. **4. Kesulitan dalam Menyelesaikan Tugas** Jika kamu mengalami kesulitan berkonsentrasi, membuat keputusan, atau kinerja kerja atau akademis yang menurun secara tiba-tiba, ini bisa menjadi tanda bahwa ada masalah yang perlu ditangani. **5. Peningkatan Penggunaan Zat Berbahaya** Peningkatan penggunaan alkohol, obat-obatan, atau zat-zat lain sebagai bentuk koping dapat menjadi tanda adanya kesulitan emosional. Penggunaan zat ini seringkali hanya memberikan solusi sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan. **6. Perubahan Fisik yang Tidak Biasa** Beberapa tanda fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, atau gangguan pencernaan yang tidak memiliki penyebab medis yang jelas dapat berkaitan dengan stres atau masalah emosional. **7. Pikiran Obsesif atau Khawatir** Munculnya pikiran berulang atau kekhawatiran yang sulit dikendalikan bisa menjadi gejala gangguan kecemasan atau masalah mental lainnya. Ketakutan yang tidak rasional atau khayalan yang merugikan juga perlu mendapatkan perhatian. **8. Mengalami Trauma atau Kehilangan** Kamu yang baru mengalami peristiwa traumatis atau kehilangan yang signifikan mungkin membutuhkan dukungan khusus untuk mengatasi dampak psikologisnya. **9. Perubahan Perilaku Drastis** Perubahan drastis dalam perilaku, seperti menjadi sangat agresif, impulsif, atau apatis, dapat menjadi tanda-tanda bahwa kamu mengalami kesulitan yang memerlukan bantuan psikologis. **10. Pengalaman Kelelahan Emosional yang Berkelanjutan** Merasa kelelahan emosional secara berkelanjutan tanpa perbaikan dapat menjadi indikator bahwa kamu membutuhkan bantuan profesional untuk mengelola dan mengatasi stres. Dalam menghadapi tanda-tanda ini, penting untuk diingat bahwa mencari bantuan tidaklah tanda kelemahan, tetapi merupakan langkah berani menuju pemulihan. Psikolog atau terapis dapat membantu kamu mengidentifikasi dan mengatasi masalahmu, memberikan dukungan emosional, dan membantu dalam pengembangan strategi koping yang sehat. Kesadaran akan kesehatan mental dan kemauan untuk mencari bantuan adalah langkah pertama menuju kehidupan yang lebih sehat dan bahagia. Mengenali tanda-tanda bahwa kamu membutuhkan dukungan psikologis adalah langkah penting dalam memahami dan mengatasi tantangan kesehatan mental. Dalam perjalanan menuju kesehatan mental yang lebih baik, penting bagi kita untuk mengakui bahwa mencari bantuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan tindakan berani yang dapat membawa perubahan positif dalam hidup. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami beberapa tanda tersebut, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Psikolog atau terapis dapat memberikan dukungan dan panduan yang dibutuhkan untuk mengatasi kesulitan emosional atau mental. Untuk memulai perjalananmu menuju kesehatan mental yang lebih baik, kamu dapat mengunjungi website Assessment Indonesia. Mereka menyediakan berbagai layanan, termasuk konseling psikologis, untuk membantu kamu menjalani hidup dengan lebih baik. Kunjungi assessment indonesia untuk informasi lebih lanjut dan untuk membuat janji konsultasi. Membuka pintu menuju kesehatan mental yang optimal adalah langkah penting untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan yang berkelanjutan. **Referensi :** Arifin, H.M. 2022. Konseling dan Psikoterapi. PT Raja Grafindo Persada.

Selengkapnya
Apa yang Tidak Dikatakan Orang Ketika Mencari Bantuan Mental?
  • MAR 27, 2024

Apa yang Tidak Dikatakan Orang Ketika Mencari Bantuan Mental?

Seiring dengan peningkatan kesadaran akan kesehatan mental, kamu mungkin sudah menyadari bahwa semakin banyak orang mencari bantuan psikolog untuk mengatasi masalah mental mereka. Meskipun pembicaraan seputar terapi psikolog semakin terbuka, masih ada aspek-aspek yang seringkali tidak dibahas secara terbuka. Dalam rangkaian artikel ini, kita akan membongkar apa yang seringkali tidak diucapkan oleh orang-orang saat mereka memutuskan untuk mencari bantuan mental. Ini adalah pandangan mendalam ke dalam sisi gelap perjalanan pemulihan mental, menggali ketakutan, ketidaknyamanan, dan tantangan yang mungkin tidak diungkapkan secara terbuka. Mencari bantuan dari seorang psikolog seringkali dimulai dengan keputusan berani. Tetapi, di balik keberanian itu, terdapat cerita-cerita yang seringkali tidak terucapkan, perasaan-perasaan yang tersimpan dalam kerangka batin, dan ketakutan-ketakutan yang mungkin menjadi halangan dalam perjalanan pemulihan. Mari kita telusuri bersama apa yang tidak dikatakan orang-orang ketika mereka melangkah ke dalam dunia terapi psikolog, menggali lapisan-lapisan yang seringkali tersembunyi di balik senyuman yang mencoba menyembunyikan pertarungan batin yang sebenarnya. **Menghadapi Sisi Gelap Terapi Psikolog** **1. Rasa Takut atau Ketidaknyamanan Awal** Membuka diri tentang masalah pribadi dapat menjadi langkah yang sulit dan menakutkan bagi mereka yang telah lama berjuang dengan masalah mental. Kadang-kadang, kamu mungkin merasa seolah harus membuka luka lama yang terpendam. **2. Ketidakpastian dan Kekhawatiran** Ketidakpastian tentang efektivitas terapi dan kekhawatiran terkait komunikasi dengan psikolog dapat menghambat langkah pertama menuju pemulihan. Namun, penting untuk diingat bahwa proses ini adalah perjalanan, dan tidak selalu memiliki jawaban yang jelas sejak awal. **3. Rasa Malu atau Stigma** Stigma terhadap pencarian bantuan psikolog masih bisa membuat kamu enggan membahas masalah secara terbuka. Ingatlah bahwa meminta bantuan adalah tanda keberanian, bukan kelemahan. **4. Ketakutan Akan Penghakiman** Kamu mungkin merasa takut akan dihakimi oleh psikolog, yang dapat menghambat keterbukaan dan kerja sama dalam proses terapi. Namun, seorang psikolog yang baik akan selalu mendekati sesi dengan penuh pengertian dan tanpa hukuman. **5. Rasa Putus Asa** Harapan tidak realistis atau keputusasaan jika perubahan tidak terjadi cepat dapat menjadi kendala dalam proses pemulihan yang memerlukan waktu. Perlu diingat bahwa perubahan seringkali adalah perjalanan bertahap. **6. Penolakan terhadap Perubahan** Meskipun mencari bantuan, kamu mungkin enggan mengubah pola pikir atau perilaku yang telah menjadi kebiasaan. Perubahan memang sulit, tetapi kadang-kadang perubahan inilah yang diperlukan untuk mencapai kesehatan mental yang lebih baik. **7. Kecemasan Menjelang Pertemuan** Kecemasan sebelum pertemuan dengan psikolog bisa menciptakan hambatan untuk mengungkapkan masalah secara jujur. Ingatlah bahwa kecemasan ini wajar dan dapat dibahas bersama dengan psikolog. Penting bagi psikolog untuk memahami dan merespons ketakutan serta kekhawatiranmu dengan empati dan dukungan. Proses terapi memerlukan kerja sama dan kepercayaan, dan psikolog biasanya terlatih untuk membantu mengatasi rintangan-rintangan ini demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi klien mereka. Mencari bantuan psikolog adalah langkah berani menuju pemulihan mental. Meskipun sisi gelap terkadang dapat menghampiri, perjalanan ini memberikan kesempatan untuk pertumbuhan dan penyembuhan. Jangan ragu untuk mencari dukungan dan bimbingan saat kamu melangkah ke dunia terapi psikolog. Jangan ragu untuk mengunjungi Assessment Indonesia yang menyediakan berbagai macam layanan psikologi yang kamu butuhkan. Dengan berbagai ahli dan pelayanan yang tersedia, kamu tidak perlu merasa sendirian dalam perjalananmu menuju kesehatan mental yang lebih baik. **Referensi :** Arifin, H.M. 2022. Konseling dan Psikoterapi. PT Raja Grafindo Persada.

Selengkapnya
Memahami Psikologi Sebagai Wujud Profesionalitas
  • MAR 26, 2024

Memahami Psikologi Sebagai Wujud Profesionalitas

Dalam merangkai perjalanan menjadi seorang psikolog, terdapat tantangan yang kompleks ketika kamu harus memberikan bantuan psikologis kepada orang lain sementara dirimu sendiri sedang menghadapi masalah. Disini, kita akan menjelajahi beberapa aspek kritis yang memperumit peran seorang psikolog dalam konteks ini. **1. Memisahkan Masalah Pribadi dan Klien** Kamu tidak hanya dituntut untuk memahami masalah klien, tetapi juga untuk memisahkan emosional pribadimu dari pekerjaan. Apalagi, ketika kamu mengalami kesulitan emosional atau stres, tugas untuk menjaga kualitas bantuan yang kamu berikan kepada klien menjadi lebih sulit. **2. Tuntutan Menjadi Profesional ** Meskipun kamu memiliki masalah pribadi, diharapkan kamu tetap memberikan dukungan profesional kepada klien. Menjaga batas antara kehidupan pribadi dan profesional menjadi kunci untuk menjaga integritas dan efektivitas terapi. **3. Keterbatasan Energi dan Perhatian** Menangani masalah klien membutuhkan energi dan perhatian yang signifikan. Saat kamu merasa kelelahan atau terlalu terfokus pada masalah pribadimu, kapasitasmu untuk memberikan perhatian optimal kepada klien dapat terpengaruh. **4. Mengatasi Risiko "Transferensi" dan "Kontratransferensi"** Dalam hubungan terapeutik, fenomena transferensi dan kontratransferensi menjadi tantangan besar. Risiko terbesar muncul ketika transferensi tidak diakui atau ditangani dengan tepat karena keterlibatan emosionalmu dengan masalah pribadimu. **5. Cenderung Diragukan** Klien mungkin memiliki persepsi berbeda terhadap keaslianmu yang juga mengalami masalah pribadi. Hal ini dapat memengaruhi hubungan terapeutik dan efektivitas terapi secara keseluruhan. **6. Membutuhkan Dukungan Orang Lain juga** Seperti individu lainnya, kamu memiliki kebutuhan untuk mendapatkan dukungan dan pemahaman terhadap masalah pribadimu. Mencari dukungan dari rekan psikolog atau supervisor menjadi langkah penting untuk mengatasi tantangan ini. Melalui kesadaran diri yang mendalam dan dukungan dari rekan sejawat, kamu dapat menjaga kesehatan mental dan emosional pribadimu. Banyak psikolog mengakses supervisi reguler dan mendapatkan dukungan dari rekan sejawat untuk tetap memberikan pelayanan yang efektif kepada klien. Dalam menyusun perjalanan ini, menjadi seorang psikolog tidak hanya memerlukan keahlian profesional tetapi juga keterlibatan emosional yang bijaksana dan komitmen untuk terus belajar dan tumbuh, bahkan ketika menghadapi tantangan pribadi. Dalam menjalani perjalanan sebagai seorang psikolog, tantangan membantu orang lain sementara menghadapi masalah pribadi menjadi kompleks dan menuntut. Pemisahan emosional, menjaga profesionalisme, dan mengelola keterbatasan energi menjadi kunci untuk memberikan bantuan psikologis yang efektif. Risiko transferensi dan kontratransferensi, serta persepsi terhadap keaslian, menjadi hal-hal yang harus dihadapi dengan kebijaksanaan dan keterampilan. Assessment Indonesia, dengan berbagai metode evaluasi psikologis yang canggih, dapat membantu merinci pemahaman terhadap keadaan mental dan emosionalmu. Dalam menanggapi masalah pribadimu sebagai seorang psikolog, Assessment Indonesia memberikan alat yang diperlukan untuk menjelajahi aspek-aspek yang mungkin memengaruhi kesejahteraan mental, membantu merumuskan solusi yang tepat, dan mendukung perjalanan pemulihan. Tak hanya itu, berbagai pelayanan psikologi lainnya juga tersedia melalui Assessment Indonesia. Mulai dari terapi kognitif perilaku, konseling, hingga dukungan kelompok, semua dirancang untuk memberikan bantuan yang holistik. Dalam rangkaian ini, kamu dapat memanfaatkan sumber daya dan dukungan untuk menjaga keseimbangan antara membantu orang lain dan menjaga kesehatan mental pribadimu. Dengan pendekatan yang terintegrasi antara Assessment Indonesia dan berbagai pelayanan psikologi, diharapkan bahwa kamu dapat melibatkan diri secara lebih efektif dalam memberikan dukungan kepada klien, sambil tetap menjaga kesehatan dan keseimbangan emosional pribadimu. Melalui perpaduan ini, kita dapat meretas jalan menuju pemulihan bersama, mengukir narasi keberhasilan dari tantangan yang dihadapi. **Referensi :** Sukardi, T. 2023. Psikologi Konseling: Teori dan Praktik. PT Raja Grafindo Persada.

Selengkapnya
Mengapa Wawancara Bukan Hanya Formalitas? Pahami Alasannya di Sini!
  • MAR 26, 2024

Mengapa Wawancara Bukan Hanya Formalitas? Pahami Alasannya di Sini!

Dalam dunia rekrutmen, proses wawancara sering kali dianggap sebagai tonggak penting yang membuka pintu ke pemahaman mendalam tentang calon karyawan. Bukan hanya sebagai ritual formalitas, wawancara memiliki peran krusial dalam memberikan gambaran holistik tentang keterampilan, kepribadian, dan kecocokan budaya yang tak ternilai. Disini kita akan menjelajahi mengapa proses wawancara dianggap sebagai pilar terpenting dalam perjalanan seleksi karyawan, memperinci sejumlah alasan mengapa interaksi tatap muka ini menjadi penentu utama dalam membangun tim yang sukses. Interview atau wawancara adalah suatu proses komunikasi di mana satu pihak, yang biasanya disebut pihak pewawancara, bertemu dengan pihak lain, yang disebut pihak yang diwawancarai, untuk tujuan mendapatkan informasi, menilai keterampilan atau kualifikasi, atau mengevaluasi potensi kerja atau kinerja seseorang. Wawancara dapat dilakukan dalam berbagai konteks, termasuk seleksi karyawan, penelitian, jurnalistik, atau bahkan untuk keperluan penilaian kesehatan mental. Dalam konteks seleksi karyawan, wawancara adalah salah satu tahap penting dalam proses rekrutmen di banyak perusahaan. Tujuannya adalah untuk lebih memahami calon karyawan, mengukur kesesuaian mereka dengan pekerjaan yang ditawarkan, dan mendapatkan gambaran lebih lanjut tentang kualifikasi dan pengalaman mereka. Pewawancara biasanya akan menanyakan pertanyaan terkait keterampilan, pengalaman kerja, motivasi, dan kepribadian calon karyawan. Proses wawancara dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, termasuk wawancara langsung (tatap muka), wawancara telepon, atau wawancara melalui video. Beberapa wawancara dapat bersifat terstruktur, dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya, sementara yang lain mungkin lebih bersifat terbuka dan fleksibel. Wawancara juga dapat melibatkan lebih dari satu pewawancara, terutama dalam situasi di mana perusahaan ingin mendapatkan perspektif yang berbeda. Selain pertanyaan tentang keterampilan dan pengalaman, wawancara juga dapat mencakup pertanyaan situasional atau perilaku untuk mengevaluasi bagaimana calon karyawan dapat menanggapi tantangan atau situasi tertentu. Bagi calon karyawan, persiapan yang baik sebelum wawancara sangat penting, termasuk memahami perusahaan, mengetahui pekerjaan yang ditawarkan, dan dapat memberikan jawaban yang meyakinkan dan relevan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan. Proses wawancara dianggap sebagai proses terpenting dalam rekrutmen karena memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang calon karyawan dan menilai apakah mereka sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Beberapa alasan mengapa proses wawancara dianggap krusial dalam rekrutmen meliputi: **1.Penilaian Keterampilan dan Kualifikasi** Wawancara memungkinkan pewawancara untuk menilai secara langsung keterampilan teknis dan kualifikasi calon karyawan. Pewawancara dapat mendapatkan informasi lebih rinci tentang pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki oleh calon. **2. Evaluasi Kepribadian dan Budaya Perusahaan** Wawancara membantu dalam mengevaluasi apakah kepribadian dan nilai-nilai calon karyawan sesuai dengan budaya perusahaan. Pada banyak perusahaan, kecocokan budaya menjadi faktor kunci dalam keputusan penerimaan, karena hal ini dapat memengaruhi integrasi dan kinerja jangka panjang. **3. Interaksi Langsung** Melalui wawancara, perusahaan dapat mengamati bagaimana calon berkomunikasi, berpikir secara spontan, dan menanggapi pertanyaan atau tantangan. Ini memberikan gambaran yang sulit dicapai melalui dokumen tertulis atau uji keterampilan. **4. Menilai Motivasi dan Komitmen** Wawancara membantu pewawancara untuk memahami motivasi calon dan tingkat komitmen terhadap posisi yang ditawarkan. Ini dapat membantu mengidentifikasi apakah calon memiliki minat dan antusiasme yang cukup terhadap pekerjaan. **5. Pengklarifikasian Informasi** Wawancara memberikan kesempatan bagi pewawancara untuk mengklarifikasi informasi yang mungkin tidak jelas atau ambigu dari CV atau aplikasi. Hal ini membantu menghindari kesalahpahaman dan memastikan bahwa pemahaman tentang kualifikasi calon adalah akurat. **6. Keputusan Berdasarkan Kombinasi Faktor** Meskipun perusahaan juga menggunakan informasi dari CV, tes, dan referensi, wawancara membantu dalam menggabungkan berbagai faktor untuk membuat keputusan rekrutmen yang lebih komprehensif. Dengan menggabungkan semua elemen ini, wawancara menjadi tahap kunci dalam memilih karyawan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang sesuai tetapi juga dapat berkontribusi secara positif terhadap budaya dan tujuan perusahaan. Akhir dari pembahasan diatas, proses wawancara bukan sekadar langkah rutin dalam rekrutmen, melainkan jendela ke dalam potensi dan kepribadian calon karyawan. Keterampilan teknis, kepribadian, dan kecocokan budaya menjadi fokus utama dalam menentukan keberhasilan rekrutmen. Untuk lebih mendalami pendekatan ini, kamu dapat menjelajahi berbagai pelayanan psikologi yang disediakan oleh Assessment Indonesia. Sebagai biro psikologi terkemuka, Assessment Indonesia siap memberikan solusi atas berbagai tantangan psikologismu. Kunjungi website Assessment Indonesia untuk memahami lebih lanjut bagaimana mereka dapat menjadi mitra dalam mengoptimalkan potensi individu dan perusahaan kamu. **Referensi :** Dufu, Tiffany. 2023. The Interview Book: The Ultimate Guide to Nailing Your Next Job Interview.

Selengkapnya
Ketahui Strategi Ampuh! Assessment dan Interview, Kunci Seleksi Karyawan Sukses
  • MAR 25, 2024

Ketahui Strategi Ampuh! Assessment dan Interview, Kunci Seleksi Karyawan Sukses

Dalam membangun tim yang unggul, proses seleksi karyawan menjadi langkah krusial bagi setiap organisasi. Dalam upaya ini, assessment dan interview berperan sebagai dua elemen tak terpisahkan yang saling melengkapi. Melalui assessment, perusahaan dapat mengukur keterampilan teknis dan lunak calon karyawan secara objektif. Namun, interview menjadi jendela ke dimensi manusiawi, memungkinkan pemahaman lebih mendalam tentang kepribadian dan nilai-nilai yang dimiliki oleh calon. Dengan menyatukan kekuatan assessment dan interview, perusahaan dapat membuat keputusan rekrutmen yang holistik dan efektif, memastikan bahwa calon yang dipilih tidak hanya memiliki keterampilan yang dibutuhkan, tetapi juga mampu berintegrasi dengan budaya perusahaan secara optimal. Proses seleksi karyawan merupakan tahapan penting bagi setiap organisasi dalam membangun tim yang efektif dan produktif. Dua elemen kunci dalam proses ini adalah assessment dan interview, yang memiliki keterkaitan erat untuk memberikan gambaran holistik tentang kemampuan dan potensi calon karyawan. Pertama-tama, tahap assessment memberikan landasan objektif untuk mengevaluasi keterampilan teknis dan pengetahuan calon. Tes tertulis, latihan praktis, dan ujian pengetahuan adalah beberapa metode yang digunakan untuk mengukur kemampuan calon secara lebih terukur. Namun, assessment tidak hanya tentang keterampilan teknis. Beberapa aspek keterampilan lunak, seperti kemampuan berkomunikasi dan kerjasama tim, juga dapat diukur melalui latihan atau simulasi tertentu selama tahap ini. Kemudian, interview menjadi tahap yang melengkapi assessment dengan dimensi manusiawi. Wawancara memberikan kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kepribadian, sikap, dan nilai-nilai calon karyawan. Pewawancara dapat mendalami pemahaman tentang bagaimana calon akan beradaptasi dengan budaya perusahaan. Selain itu, wawancara juga menjadi platform untuk mengevaluasi keterampilan lunak secara langsung, seperti kemampuan berbicara, berinteraksi, dan menanggapi situasi tertentu. Pentingnya keterkaitan antara assessment dan interview terletak pada pengambilan keputusan yang lebih holistik. Hasil penilaian memberikan gambaran tentang kemampuan teknis dan keterampilan yang terukur, sementara wawancara menambahkan dimensi manusiawi dalam pemilihan karyawan. Dengan mengintegrasikan kedua elemen ini, perusahaan dapat membuat keputusan rekrutmen yang lebih informasional dan menyeluruh. Wawancara juga berperan dalam verifikasi informasi hasil assessment, memungkinkan pewawancara untuk mengeksplorasi lebih lanjut atau mengonfirmasi hasil tertentu. Dengan demikian, integritas dan keseluruhan proses seleksi dapat ditingkatkan, membantu organisasi mendapatkan karyawan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang sesuai tetapi juga dapat beradaptasi dengan baik dalam dinamika budaya dan tim perusahaan. Dengan menggabungkan assessment dan interview sebagai tandem yang efektif dalam proses seleksi, perusahaan dapat memastikan keberlanjutan dan keberagaman tim mereka. Assessment memberikan landasan objektif, sementara interview menambahkan dimensi personal. Oleh karena itu, kesatuan keduanya menghasilkan keputusan rekrutmen yang lebih holistik. Sebagai perusahaan atau individu yang menginginkan solusi terbaik dalam proses seleksi, Assessment Indonesia hadir sebagai jawaban. Melalui layanannya yang komprehensif, Assessment Indonesia menyediakan berbagai alat dan teknik penilaian yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk pribadi, instansi, maupun perusahaan. Jadikan Assessment Indonesia sebagai mitra terpercaya untuk memastikan bahwa setiap proses seleksi menjadi langkah maju dalam membangun tim yang kuat dan sukses. **Referensi :** Dufu, Tiffany. 2023. The Interview Book: The Ultimate Guide to Nailing Your Next Job Interview.

Selengkapnya
Merekrut Karyawan Berkualitas? Cek Metode Penilaian Ini!
  • MAR 25, 2024

Merekrut Karyawan Berkualitas? Cek Metode Penilaian Ini!

Dalam proses rekrutmen, pemilihan karyawan yang tepat menjadi kunci kesuksesan bagi setiap organisasi. Untuk mencapai hal ini, berbagai metode penilaian atau assessment digunakan guna mengidentifikasi kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam pembahasan ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis assessment yang umum digunakan dalam proses rekrutmen. Mulai dari wawancara, tes kemampuan, hingga asesmen kepribadian, setiap metode penilaian memiliki peran khusus dalam memberikan gambaran komprehensif tentang kemampuan, keterampilan, dan kepribadian calon karyawan. Mari kita telaah lebih lanjut untuk memahami bagaimana kombinasi berbagai jenis assessment dapat membantu menciptakan tim yang produktif dan berkinerja tinggi. **Wawancara** Wawancara merupakan salah satu metode penilaian yang umum digunakan dalam proses rekrutmen. Ada dua jenis wawancara yang biasa dilakukan, yaitu wawancara struktural dan tidak struktural. Wawancara struktural melibatkan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk memastikan konsistensi antara kandidat. Sementara itu, wawancara tidak struktural memberikan fleksibilitas kepada pewawancara untuk mengeksplorasi topik secara lebih bebas. **Tes Kemampuan** Tes kemampuan melibatkan penilaian terhadap kognitif dan logika calon karyawan. Tes kognitif mengukur kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah, sedangkan tes keterampilan menilai keterampilan khusus yang relevan dengan pekerjaan tertentu, seperti keterampilan teknis atau bahasa. **Asesmen Kepribadian** Asesmen kepribadian digunakan untuk menganalisis sifat kepribadian calon karyawan. Ini dapat melibatkan tes kepribadian yang mengukur faktor-faktor seperti tingkat ekstroversi, keterbukaan, dan kestabilan emosional. Selain itu, asesmen 360 derajat melibatkan umpan balik dari berbagai sumber, seperti atasan, rekan kerja, dan bawahan, untuk memberikan gambaran holistik tentang kepribadian seseorang. **Latihan Penilaian (Assessment Center)** Latihan penilaian, atau assessment center, mencakup simulasi situasional dan pengamatan perilaku peserta dalam berbagai situasi. Simulasi ini dapat menciptakan lingkungan yang menyerupai tugas dan tanggung jawab sehari-hari dalam pekerjaan. **Tes Keterampilan Teknis** Tes keterampilan teknis terdiri dari ujian pengetahuan dan proyek atau studi kasus. Ujian pengetahuan mengukur pemahaman kandidat tentang topik tertentu yang relevan dengan pekerjaan, sedangkan proyek atau studi kasus memberikan tugas nyata untuk diselesaikan oleh kandidat. **Tes Simulasi** Tes simulasi melibatkan membawa kandidat ke situasi yang menyerupai tugas pekerjaan dan melihat bagaimana mereka menanggapi tantangan yang diberikan. **Tes Psikometrik** Tes psikometrik mencakup tes IQ (Intelligence Quotient) dan tes EQ (Emotional Quotient). Tes IQ mengukur kecerdasan intelektual seseorang, sementara tes EQ menilai kecerdasan emosional dan kemampuan berinteraksi sosial. **Penilaian Referensi** Penilaian referensi melibatkan wawancara dengan referensi yang diberikan oleh kandidat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kinerja dan kepribadian mereka. **Tes Narkoba dan Kesehatan Fisik** Tes narkoba dan pemeriksaan kesehatan fisik digunakan untuk memastikan bahwa calon karyawan bebas dari penggunaan narkoba terlarang dan memiliki kondisi fisik yang memadai untuk menyelesaikan tugas pekerjaan. Dalam menjalani proses rekrutmen, pemilihan karyawan yang tepat memegang peranan krusial bagi kesuksesan sebuah organisasi. Berbagai metode penilaian atau assessment yang telah kita bahas, seperti wawancara, tes kemampuan, dan asesmen kepribadian, memberikan gambaran yang komprehensif tentang kemampuan, keterampilan, dan kepribadian calon karyawan. Kombinasi berbagai jenis assessment ini membantu menciptakan tim yang produktif dan berkinerja tinggi. Untuk memperoleh layanan psikologi terbaik dalam proses rekrutmen, kamu dapat mengunjungi website Assessment Indonesia. Sebagai biro psikologi terkemuka, Assessment Indonesia menawarkan beragam layanan psikologi yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan kamu. Dengan komitmen untuk menyediakan solusi penilaian yang akurat dan berdaya guna, Assessment Indonesia siap mendukung kesuksesan perusahaan kamu. Segera kunjungi website mereka untuk informasi lebih lanjut dan temukan bagaimana layanan mereka dapat menjadi mitra terpercaya dalam membangun tim yang unggul. **Referensi :** Dufu, Tiffany. 2023. The Interview Book: The Ultimate Guide to Nailing Your Next Job Interview.

Selengkapnya
Mengoptimalkan Kinerja dan Kepuasan Karyawan Melalui Proses Assessment yang Efektif
  • MAR 25, 2024

Mengoptimalkan Kinerja dan Kepuasan Karyawan Melalui Proses Assessment yang Efektif

Pengelolaan kinerja karyawan merupakan bagian integral dari strategi manajemen sumber daya manusia yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kepuasan di lingkungan kerja. Salah satu alat yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan ini adalah proses assessment atau penilaian karyawan. Proses ini bukan hanya sekadar evaluasi, melainkan juga sebuah kesempatan untuk mengidentifikasi kekuatan, area pengembangan, dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada karyawan. **Dampak Positif Assessment pada Kinerja Karyawan** **1. Peningkatan Kinerja** Assessment yang dilakukan dengan baik dapat menjadi pendorong utama peningkatan kinerja karyawan. Umpan balik yang diberikan secara konstruktif memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan dan kontribusi mereka. **2. Pengembangan Karyawan** Proses assessment membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan karyawan. Dengan menetapkan rencana pengembangan yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan karyawan, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja keseluruhan tim. **3. Kepuasan Karyawan** Suasana assessment yang adil dan transparan berkontribusi pada kepuasan karyawan. Ketika karyawan merasa dihargai dan melihat bahwa penilaian mencerminkan kontribusi mereka, tingkat kepuasan mereka terhadap pekerjaan dan perusahaan secara keseluruhan meningkat. **4. Pemotivasian dan Keterlibatan** Assessment membantu karyawan memahami peran dan tanggung jawab mereka secara lebih jelas. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. **5. Identifikasi Karyawan Berkinerja Tinggi** Assessment membantu manajemen mengidentifikasi karyawan berkinerja tinggi. Pengakuan dan insentif khusus bagi mereka menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa dihargai dan termotivasi untuk tetap memberikan kontribusi terbaik. **6. Peningkatan Komunikasi** Proses assessment melibatkan dialog antara karyawan dan atasan, meningkatkan komunikasi di antara mereka. Ini menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa nyaman memberikan umpan balik dan berdiskusi tentang harapan serta tujuan perusahaan. **7. Retensi Karyawan** Karyawan yang merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang lebih cenderung tetap setia terhadap perusahaan. Proses assessment yang positif dapat menjadi faktor penentu dalam meningkatkan tingkat retensi karyawan. **Langkah-langkah Penting dalam Proses Assessment yang Efektif** **Tujuan yang Jelas:** Menetapkan tujuan yang jelas untuk proses assessment membantu karyawan memahami pentingnya evaluasi tersebut dalam konteks pengembangan dan pencapaian tujuan perusahaan. **Komunikasi yang Efektif:** Komunikasikan secara transparan tentang tujuan, proses, dan harapan dari assessment. Pastikan karyawan memahami dampak positif yang dapat mereka harapkan dari partisipasi mereka. **Pemahaman Karyawan:** Berikan panduan dan pelatihan kepada karyawan untuk memastikan pemahaman mereka tentang kriteria penilaian. Kesempatan untuk bertanya akan membantu menghilangkan ketidakjelasan. **Partisipasi Karyawan:** Memberikan ruang kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam proses assessment menciptakan pengalaman yang lebih bermakna dan memberikan rasa kepemilikan terhadap pengembangan pribadi mereka. **Umpan Balik Berkelanjutan:** Proses assessment bukanlah peristiwa sekali-kali. Memberikan umpan balik secara teratur memungkinkan karyawan memahami perkembangannya sepanjang waktu, memungkinkan penyesuaian yang diperlukan. **Keseimbangan Antara Kuantitas dan Kualitas:** Fokus pada kualitas daripada jumlah metrik kinerja. Terlalu banyak data dapat mengaburkan fokus dan membuat proses terasa membebani. **Keterlibatan Pemimpin dan Manajemen:** Keterlibatan aktif dari pemimpin dan manajemen dalam proses assessment memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh karyawan dan memperkuat hubungan antara atasan dan bawahan. **Umpan Balik Karyawan:** Menciptakan mekanisme untuk umpan balik karyawan memberikan peluang untuk perbaikan berkelanjutan. Inisiatif ini menciptakan siklus umpan balik positif antara perusahaan dan karyawan. **Fleksibilitas dalam Penilaian:** Memberikan fleksibilitas dalam penilaian, termasuk memberi karyawan ruang untuk menciptakan tujuan pengembangan mereka sendiri, dapat meningkatkan rasa kepemilikan dan motivasi. **Dukungan Setelah Proses:** Memberikan dukungan setelah proses assessment membantu implementasi rencana pengembangan. Ketersediaan sumber daya dan bimbingan memastikan bahwa karyawan merasa didukung dalam mencapai tujuan mereka. Sebuah proses assessment yang efektif bukan hanya tentang penilaian kinerja, tetapi juga tentang memberikan nilai tambah kepada karyawan. Dengan perencanaan dan implementasi yang cermat, perusahaan dapat mencapai tujuan peningkatan kinerja dan kepuasan karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berdaya saing. **Referensi :** Dufu, Tiffany. 2023. The Interview Book: The Ultimate Guide to Nailing Your Next Job Interview.

Selengkapnya
Kecanduan dan Pengendalian Diri, Ada Apa Dengan Keduanya?
  • JAN 31, 2024

Kecanduan dan Pengendalian Diri, Ada Apa Dengan Keduanya?

Siapa yang tak pernah merasakan hambatan dalam mengendalikan diri? Terkadang, kecanduan muncul sebagai godaan yang sulit dihindari. **Kecanduan dan Pengendalian Diri: Apa Bedanya?** Sebelum kita membahas lebih lanjut, mari kita pahami apa yang dimaksud dengan kecanduan dan pengendalian diri. Kecanduan adalah sebuah kondisi di mana seseorang kehilangan kendali atas perilaku tertentu, seringkali terkait dengan konsumsi zat atau aktivitas tertentu seperti alkohol, narkoba, atau media sosial. Pengendalian diri, di sisi lain, adalah kemampuan untuk mengatur perilaku dan emosi kita sendiri, termasuk dalam menghadapi godaan dan dorongan negatif. Ilmu psikologi memainkan peran kunci dalam pemahaman kecanduan. Teori-teori psikologi membantu kita melihat bagaimana pola-pola perilaku terbentuk, mengapa seseorang menjadi kecanduan, dan bagaimana cara mengatasinya. Misalnya, teori penguatan positif menunjukkan bahwa kecanduan sering terkait dengan perasaan senang yang diberikan oleh suatu aktivitas atau zat. Psikologi membantu kamu memahami bagaimana otak kamu merespons penguatan ini dan mengapa kamu cenderung terus menerus melakukan perilaku yang membuat kamu merasa nyaman. Sekarang, mari kita bahas pentingnya ilmu psikologi dalam pengendalian diri. Pengendalian diri adalah kunci dalam mencapai banyak tujuan dalam hidup, baik itu berkaitan dengan kesehatan, hubungan, atau karier. Ilmu psikologi memberikan wawasan berharga tentang bagaimana kamu dapat mengembangkan dan mempertahankan pengendalian diri. **1. Kesadaran Diri** Kesadaran diri adalah langkah pertama dalam pengendalian diri. Ilmu psikologi membantu kamu mengenali pola perilaku kamu, emosi, dan reaksi terhadap godaan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang diri kamu sendiri, kamu dapat mulai mengidentifikasi area di mana kamu perlu meningkatkan pengendalian diri. **2. Teknik Pengendalian Diri** Ilmu psikologi memberikan beragam teknik dan strategi untuk mengendalikan diri. Misalnya, teknik meditasi dan relaksasi dapat membantu mengatasi stres dan emosi negatif. Kognitif-behavioral therapy (CBT) adalah pendekatan psikoterapi yang terbukti efektif dalam membantu individu mengubah perilaku mereka. Dengan bantuan ilmu psikologi, kamu dapat belajar teknik-teknik ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. **3. Motivasi dan Tujuan** Psikologi juga membantu kamu memahami apa yang memotivasi kamu. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang motivasi pribadi, kamu dapat mengatur tujuan yang realistis dan memotivasi diri kamu sendiri untuk mencapainya. Ini penting dalam menghindari kecanduan dan menjaga pengendalian diri. Mari kita lihat sebuah studi kasus tentang kecanduan media sosial dan bagaimana ilmu psikologi dapat membantu. Kecanduan media sosial dapat memengaruhi kesehatan mental dan hubungan pribadi. Dengan pemahaman psikologi, seseorang dapat mengidentifikasi tanda-tanda kecanduan, seperti penggunaan yang berlebihan dan dampak negatifnya. Menggunakan prinsip-prinsip pengendalian diri, individu dapat mulai mengurangi penggunaan media sosial, menetapkan batasan waktu, dan mencari alternatif positif untuk mengatasi kebutuhan sosial mereka. Ini adalah contoh bagaimana ilmu psikologi dapat membantu seseorang mengatasi kecanduan dan memulihkan kendali diri. Kecanduan dan pengendalian diri adalah dua aspek penting dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu psikologi memberikan alat dan pemahaman yang sangat berharga dalam menghadapi tantangan ini. Dengan kesadaran diri yang baik, teknik pengendalian diri yang tepat, dan motivasi yang kuat, kita dapat mencapai kendali diri yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan kita. Jadi, jangan ragu untuk menjadikan ilmu psikologi sebagai sahabat kamu dalam perjalanan menuju kendali diri yang lebih baik. **Referensi :** Baumeister, F. Roy, Tierney, John & Tice, Dianne. 2021. The Science of Self-Control: How We Control Our Thoughts, Emotions, and Behaviors.

Selengkapnya
Jangan Abaikan Ini! Cara Mudah Tingkatkan Kesehatan Mental dan Hidup Bahagia
  • JAN 31, 2024

Jangan Abaikan Ini! Cara Mudah Tingkatkan Kesehatan Mental dan Hidup Bahagia

Kesehatan mental adalah aspek yang sering terlupakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita sering fokus pada kesehatan fisik, diet, dan kebugaran, tetapi seringkali mengabaikan pentingnya kesehatan mental. Padahal, kesehatan mental memainkan peran penting dalam keberhasilan kita dalam berbagai aspek kehidupan. Kesehatan mental bukanlah sekadar "tidak gila" atau "tidak stres." Ini adalah kondisi di mana kita merasa seimbang, mampu mengatasi stres, berinteraksi sosial dengan baik, dan memiliki perasaan positif tentang diri kita sendiri. Kesehatan mental yang baik merupakan dasar dari kesejahteraan kita, dan tanpanya, sulit untuk meraih keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari. Dan untuk ilmu psikologi adalah kunci dalam memahami dan menjaga kesehatan mental kamu. Ini adalah ilmu yang mempelajari perilaku, emosi, pikiran, dan interaksi manusia. Bagaimana ilmu ini dapat membantu kamu? **1. Pemahaman Diri** Ilmu psikologi membantu kamu memahami diri sendiri lebih baik. Dengan menggali akar penyebab perasaan dan perilaku kamu, kamu dapat mengenali masalah kesehatan mental lebih cepat. Contohnya, jika kamu tahu bahwa kamu cenderung mengalami kecemasan sosial, kamu dapat mencari bantuan lebih awal dan mengatasi masalah tersebut sebelum semakin parah. **2. Manajemen Stres** Psikologi memberikan alat untuk mengatasi stres. Dengan teknik-teknik seperti relaksasi, meditasi, dan pemecahan masalah, kamu dapat mengurangi dampak stres dalam hidup kamu. Pengetahuan ini membantu kamu tetap tenang dan fokus dalam menghadapi tantangan sehari-hari. **3. Hubungan Sosial** Ilmu psikologi juga membantu kamu memahami bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Ini penting karena hubungan sosial yang baik memiliki dampak besar pada kesehatan mental. Belajar tentang komunikasi efektif, empati, dan konflik dapat membantu kamu membangun hubungan yang sehat dan mendukung. **4. Peningkatan Kualitas Hidup** Melalui psikologi, kamu dapat mengembangkan keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidup. Ini termasuk meningkatkan motivasi, mengatur tujuan, dan mengembangkan rasa pencapaian. Dengan pemahaman ini, kamu dapat mencapai kebahagiaan dan keberhasilan dalam berbagai aspek hidup. **Cara Mengintegrasikan Ilmu Psikologi dalam Hidup Sehari-hari** Meditasi dan Mindfulness: Praktik meditasi dan mindfulness membantu kamu mengatasi stres dan meningkatkan kesadaran diri. Cobalah alokasi waktu sehari-hari untuk meditasi singkat atau saat-saat keheningan untuk merenung. Pembelajaran Konstan: Teruslah belajar tentang psikologi. Baca buku, ikuti kursus, atau konsultasikan dengan seorang profesional jika diperlukan. Pengetahuan baru akan memberi kamu alat lebih banyak untuk menjaga kesehatan mental. Komunikasi Terbuka: Jangan takut untuk berbicara tentang perasaan kamu. Komunikasi terbuka dengan teman, keluarga, atau seorang terapis dapat membantu kamu mengatasi masalah kesehatan mental dan merasa didengar. Berikan Waktu untuk Diri Sendiri: Ingatlah untuk merawat diri kamu sendiri. Berikan diri kamu waktu untuk bersantai, mengejar hobi, dan menikmati hal-hal yang membuat kamu bahagia. Berpartisipasi dalam Aktivitas Sosial: Interaksi sosial yang positif merupakan bagian penting dari kesehatan mental. Luangkan waktu untuk bertemu teman, bergabung dalam kegiatan sosial, dan menjalin hubungan yang kuat. Kesehatan mental adalah aset berharga yang memengaruhi kehidupan sehari-hari kita. Ilmu psikologi memberikan kita alat untuk menjaga dan meningkatkannya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri, kemampuan mengatasi stres, dan hubungan sosial yang sehat, kita dapat mencapai keberhasilan dalam pekerjaan, hubungan, dan kebahagiaan pribadi. Jadi, jangan abaikan kesehatan mental kamu, karena itu adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan sukses. **Referensi :** Kolk, V. D. Bessel. 2023. The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma.

Selengkapnya
Identitas Diri Berkaitankah Dengan Identitas Kulit? Bukan Rasis Tapi...
  • JAN 29, 2024

Identitas Diri Berkaitankah Dengan Identitas Kulit? Bukan Rasis Tapi...

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, "Siapa diri saya sebenarnya?" Pertanyaan ini menandai perjalanan pribadi yang abadi dalam pencarian identitas. Namun, saat kita membahas identitas, kita juga perlu menjelajahi hubungannya dengan psikologi identitas kulit. Identitas adalah sebagian besar tentang menjawab pertanyaan, "Siapa saya?" Ini adalah konsep yang kompleks dan multilapis, yang mencakup aspek-aspek seperti jenis kelamin, suku, agama, nilai-nilai, peran sosial, dan banyak lagi. Identitas adalah apa yang membuat kita merasa unik dan menghubungkan kita dengan dunia di sekitar kita. Dalam psikologi, identitas adalah inti dari eksplorasi diri. Psikolog mengkaji bagaimana kamu merasa tentang diri sendiri, bagaimana kamu membentuk pandangan diri, dan bagaimana identitas ini berkembang seiring waktu. Identitas juga melibatkan persepsi kamu tentang bagaimana orang lain melihat kamu dan bagaimana kamu ingin dilihat oleh orang lain. Psikologi identitas kulit adalah subdomain dalam psikologi yang memeriksa bagaimana warna kulit seseorang memengaruhi persepsi diri dan pengalaman hidup. Terutama di masyarakat yang multikultural, seperti yang kita miliki saat ini, identitas kulit dapat menjadi faktor yang sangat penting dalam perasaan diri kamu. Perasaan identitas kulit ini muncul dari berbagai pengalaman, termasuk diskriminasi rasial, stereotip, dan perasaan terhubung dengan kelompok etnis atau ras tertentu. Identitas kulit bisa menjadi aspek yang sangat kuat dalam membentuk identitas individu, terutama jika kamu merasa terpinggirkan atau diperlakukan berbeda karena warna kulit kamu. **Mengapa Identitas dan Psikologi Identitas Kulit Penting?** Saat kita memahami kaitan antara identitas dan psikologi identitas kulit, kita membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman hidup beragam individu. Ini juga membantu kita menyadari dampak diskriminasi dan stereotip pada kesejahteraan psikologis individu. Identitas dan identitas kulit adalah aspek yang kompleks dan terkadang bertentangan dalam diri kita. Saat seseorang mengalami konflik internal terkait identitasnya, ini dapat menghasilkan tekanan emosional dan psikologis yang signifikan. Oleh karena itu, memahami kaitan antara keduanya dapat membantu kita memahami perasaan dan pengalaman orang lain, serta membantu mereka merasa diterima. Perjalanan kita untuk memahami diri sendiri dan orang lain adalah perjalanan seumur hidup. Namun, pengetahuan tentang kaitan antara identitas dan psikologi identitas kulit membantu kita menjadi lebih terbuka terhadap perspektif orang lain dan lebih peduli terhadap pengalaman yang berbeda. Jika kita ingin hidup dalam masyarakat yang inklusif dan empati, maka kita harus berkomitmen untuk belajar, mendengarkan, dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan penemuan diri. Ini adalah cara kita bisa membantu setiap orang merasa diterima tanpa memandang warna kulit mereka. Identitas adalah inti dari siapa kita sebenarnya, dan psikologi identitas kulit adalah salah satu aspek penting dalam perjalanan ini. Dengan memahami peran identitas dan identitas kulit dalam psikologi, kita bisa menjadi lebih empati dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan penemuan diri. Terutama di dunia yang semakin terhubung, pengertian ini menjadi semakin penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan penuh kasih. Jadi, mari terus berusaha untuk lebih memahami satu sama lain dan bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik untuk semua. **Referensi :** Erik, Erikson. 2023. Identity Crisis: A Developmental Approach.

Selengkapnya
Konflik Orang Tua Bisa Mempengaruhi Masa Depanmu, Bagaimana Bisa?
  • JAN 29, 2024

Konflik Orang Tua Bisa Mempengaruhi Masa Depanmu, Bagaimana Bisa?

Perjalanan menuju dewasa sering kali disertai dengan apa yang disebut sebagai "krisis identitas." Ini adalah masa di mana individu mencari pemahaman mendalam tentang siapa kamu sebenarnya dan apa yang kamu inginkan dalam hidup. Konflik orangtua-anak menjadi unsur yang tak terelakkan dalam perjalanan ini. **Krisis Identitas: Petualangan Menuju Dewasa** Bagi sebagian besar individu, masa remaja dan awal dewasa adalah saat-saat yang penuh tantangan. Ini adalah masa ketika kita mulai bertanya pada diri kita, "Siapakah aku?" dan "Apa yang ingin aku capai dalam hidup?" Proses ini dikenal sebagai "krisis identitas," yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Erik Erikson. Krisis identitas adalah tahap pembentukan identitas yang merupakan bagian penting dalam perkembangan manusia. Dalam perjalanan mencari identitas, konflik dengan orangtua seringkali menjadi bagian integral dari proses tersebut. Ini terjadi karena kamu mulai mempertanyakan nilai-nilai, keyakinan, dan norma yang diajarkan kepada kamu saat masih kecil. Konflik muncul ketika kamu mencoba membangun identitas yang lebih independen, yang mungkin bertentangan dengan apa yang diharapkan oleh orangtua. **Peran Konflik Orangtua-Anak dalam Perkembangan Identitas** **1. Menghadirkan Kesempatan Refleksi** Konflik dengan orangtua dapat memaksa kamu untuk merenungkan apa yang benar-benar kamu yakini. Ini adalah langkah penting dalam mengenali nilai-nilai dan keyakinan yang menjadi bagian dari identitasmu. **2. Pengembangan Kemandirian** Konflik orangtua-anak juga dapat membantu memperkuat kemandirianmu. Dalam upaya untuk mengikuti impian dan tujuan pribadi, kamu belajar untuk mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas konsekuensinya. **3. Menghadapi Ambiguitas** Konflik juga mengajarkan kamu untuk menghadapi ketidakpastian dan ambiguitas dalam hidup. Kamu belajar bagaimana mengatasi konflik, memahami bahwa dunia tidak selalu hitam-putih, dan mengembangkan kemampuan untuk mengelola perasaan dan situasi yang sulit. **4. Pembentukan Identitas yang Lebih Kuat** Akhirnya, konflik orangtua-anak membantu kamu membentuk identitas yang lebih kuat. Kamu belajar mengambil yang baik dari nilai-nilai orangtua, mengintegrasikannya dengan nilai-nilai pribadimu sendiri, dan membangun identitas yang unik. Psikologi memberikan wawasan berharga tentang dinamika konflik orangtua-anak dalam krisis identitas. Teori perkembangan seperti teori Erikson dan teori kognitif seperti teori perkembangan kognitif Piaget membantu kamu memahami mengapa konflik ini terjadi dan mengapa mereka penting. Teori Erikson menyoroti tahap perkembangan remaja sebagai periode di mana konflik identitas versus peran peran diri muncul. Konflik ini adalah kendaraan penting untuk pertumbuhan dan pembentukan identitas. Teori Piaget menunjukkan bahwa konflik dapat membantu remaja mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, yang diperlukan untuk memahami nilai-nilai dan keyakinan yang berbeda. Perjalanan menuju dewasa adalah saat-saat yang penuh dengan tantangan dan pertanyaan yang dalam tentang identitas diri. Konflik dengan orangtua adalah bagian alami dari proses ini, dan perlu dipahami sebagai kesempatan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Dalam konflik orangtua-anak, kita belajar tentang diri kita sendiri, nilai-nilai kita, dan apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup. Dalam perjalanan ini, psikologi memberikan perspektif berharga yang membantu kamu memahami peran konflik dalam membentuk identitasmu. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran penting ini, kita dapat menghargai proses yang mungkin sulit ini sebagai langkah menuju perjalanan pribadi yang lebih baik. **Referensi :** Marcia, James. 2022. The Identity Crisis: A Guide to Understanding and Overcoming Identity Confusion.

Selengkapnya
Apakah Media Sosial Merusak Identitasmu? Temukan Jawabannya di Sini!
  • JAN 10, 2024

Apakah Media Sosial Merusak Identitasmu? Temukan Jawabannya di Sini!

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dalam beberapa tahun terakhir, platform seperti Instagram, Twitter, Tiktok dan banyak lagi telah merubah cara kita berinteraksi satu sama lain dan diri kita sendiri. Namun, apakah kita pernah memikirkan pengaruh media sosial terhadap identitas pribadi kita? **Identitas Sebagai Fondasi Psikologis Kamu** Sebelum kita masuk ke dalam pengaruh media sosial, mari kita memahami apa yang dimaksud dengan identitas. Identitas adalah kompleks dan unik untuk setiap individu. Hal ini mencakup seluruh aspek diri kita, seperti nilai-nilai, keyakinan, budaya, serta pengalaman hidup yang membentuk kita. Identitas kita juga merupakan fondasi dari perilaku, pemikiran, dan perasaan kita. Media sosial memberi kamu wadah untuk membagikan sebagian besar aspek identitas kamu kepada dunia. Setiap unggahan, like, komentar, dan foto adalah potongan puzzle dari diri kamu yang lebih besar. Media sosial memungkinkan kamu untuk mengekspresikan diri, mengenali minat dan nilai-nilai kamu, dan menjalin hubungan dengan orang lain yang memiliki minat yang sama. Tetapi bagaimana media sosial memengaruhi identitas kamu dalam hal psikologi? **1. Konstruksi Identitas Digital** Media sosial memungkinkan kamu untuk membangun identitas digital yang kadang-kadang berbeda dari identitas fisik kamu. Ini bisa menghasilkan ketegangan antara identitas dalam kehidupan nyata dan identitas dalam dunia maya. Misalnya, seseorang mungkin merasa lebih percaya diri di media sosial daripada dalam kehidupan nyata, menciptakan perasaan disonansi. **2. Pengaruh Konstan Orang Lain** Media sosial adalah tempat di mana kamu terus-menerus menerima masukan dari orang lain. Like, komentar, atau bahkan reaksi emoji dari teman-teman kamu bisa memengaruhi perasaan diri kamu. Jika kamu mendapatkan banyak pujian dan perhatian, ini bisa meningkatkan rasa percaya diri. Sebaliknya, kritik dan komentar negatif dapat merusak identitas dan harga diri seseorang. **3. Perbandingan Sosial** Media sosial juga membawa risiko perbandingan sosial yang tidak sehat. Melihat kehidupan "sempurna" orang lain di platform ini dapat membuat kamu merasa tidak memadai, meragukan diri, dan bahkan mencoba mengubah diri untuk lebih mirip dengan yang kamu lihat. Ini dapat merusak identitas asli kamu. **4. Filter dan Pengeditan** Pengguna media sosial sering menggunakan filter dan alat pengeditan untuk memperindah foto dan mengubah penampilan mereka. Hal ini dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis tentang bagaimana seharusnya kamu terlihat, yang dapat memengaruhi identitas dan persepsi diri. **5. Pengaruh Grup dan Norma** Bergabung dengan kelompok dan komunitas di media sosial dapat memengaruhi nilai-nilai dan keyakinan kamu. Ini bisa baik atau buruk, tergantung pada kecocokan nilai-nilai tersebut dengan identitas kamu yang sebenarnya. **Cara Menjaga Identitas yang Sehat di Era Media Sosial** Meskipun media sosial membawa sejumlah risiko terkait identitas, itu juga dapat menjadi alat yang kuat untuk eksplorasi diri dan pengembangan pribadi. Untuk menjaga identitas yang sehat di era media sosial, kamu dapat melakukan beberapa langkah: Berdiskusi dengan diri sendiri: Luangkan waktu untuk merenung dan memahami nilai-nilai dan keyakinan pribadi kamu. Ini akan membantu kamu lebih tahan terhadap pengaruh luar. Batasi Perbandingan Sosial: Ingatlah bahwa apa yang orang lain tampilkan di media sosial seringkali adalah highlight reel mereka, bukan kenyataan sehari-hari. Bersikap Kritis: Pertimbangkan dengan bijak apa yang kamu bagikan dan konsumsi di media sosial. Tinjau kembali mengapa kamu melakukannya dan apa dampaknya pada identitas kamu. Bangun Hubungan yang Sehat: Gunakan media sosial untuk memperkuat hubungan dan komunitas yang mendukung nilai-nilai kamu. Terima Diri Sendiri: Ingat bahwa identitas kamu adalah unik, dan tidak ada yang seperti kamu. Terima diri kamu apa adanya. Media sosial adalah alat yang kuat dalam menjalani hidup modern, tetapi memahami pengaruhnya pada identitas kita adalah kunci untuk menjaga keseimbangan dan kebahagiaan dalam kehidupan kita. Jangan biarkan media sosial mendefinisikan kamu; biarkan diri kamu yang sejati yang menentukan jalan kamu dalam dunia digital yang serba cepat ini. **Referensi :** Larson, A. James & Impett, S. Emily . 2021. The Crisis of Identity: Young People in a Changing World.

Selengkapnya
Ingin Tahu Siapa Kamu Sebenarnya? Ini Rahasianya!
  • JAN 10, 2024

Ingin Tahu Siapa Kamu Sebenarnya? Ini Rahasianya!

Remaja, fase kehidupan yang penuh perubahan, adalah waktu di mana banyak di antara kita merasakan gelombang emosi yang kuat, kebingungan, dan tekanan. Krisis identitas adalah salah satu tantangan paling umum yang dihadapi remaja dalam perjalanan menuju kedewasaan. Pertama-tama, mari kita definisikan apa yang dimaksud dengan "krisis identitas." Dalam psikologi, krisis identitas adalah konsep yang pertama kali diusulkan oleh psikolog Erik Erikson, yang menyatakan bahwa remaja menghadapi tugas untuk mencari dan memahami siapa kamu sebenarnya, apa yang kamu inginkan, dan bagaimana kamu ingin menjadi. Hal ini terjadi selama masa remaja, yang biasanya dimulai sekitar usia 12 hingga 18 tahun, dan dapat berlanjut hingga usia awal 20-an. Krisis identitas pada remaja menciptakan dilema batin di mana kamu merasa terjebak di antara berbagai peran, nilai-nilai, dan ekspektasi yang mungkin bertentangan. Ini adalah saat di mana kamu mencoba mencari tahu siapa kamu dalam lingkungan sosial, budaya, dan pribadi kamu. Pada titik ini, kamu dapat merasa bingung dan bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup. **Peran Keluarga dan Lingkungan Sosial** Keluarga dan lingkungan sosial memainkan peran kunci dalam perkembangan identitas kamu. Konflik sering terjadi ketika nilai-nilai yang diajarkan di rumah bertentangan dengan nilai-nilai yang kamu adopsi dari teman sebaya dan budaya pop. Inilah saat ketika kamu mulai mencari pemahaman tentang siapa diri kamu sebenarnya dan di mana kamu seharusnya berada dalam masyarakat. Dalam proses ini, kamu dapat mengalami kebingungan, depresi, atau bahkan perasaan kesepian. Namun, ini adalah proses alami yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang berdewasa. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan dukungan dan kesempatan bagi kamu untuk menjelajahi dan memahami diri kamu sendiri. **Peran Sekolah dan Teman Sebaya** Sekolah dan teman sebaya juga memainkan peran penting dalam krisis identitas kamu. Teman sebaya bisa menjadi sumber pengaruh kuat, dan seringkali kamu mencoba beradaptasi dengan norma-norma yang ada di lingkungan kamu. Kamu mencari kelompok sosial yang memahami dan menerima kamu. Sekolah, di sisi lain, memberikan tekanan untuk mencapai prestasi akademis dan sosial. Kamu harus menavigasi tekanan ini sambil mencoba memahami minat dan bakat kamu. Pilihan pendidikan dan karier yang kamu buat selama masa ini dapat memiliki dampak jangka panjang pada identitas kamu. **Bagaimana Mengatasi Krisis Identitas?** Mengatasi krisis identitas pada remaja memerlukan pemahaman dan dukungan dari berbagai pihak. Orang tua perlu mendengarkan dengan empati dan memahami bahwa perjalanan mencari identitas adalah proses yang rumit. Mendorong komunikasi terbuka dan memberikan kebebasan kepada kamu untuk menjelajahi minat dan nilai-nilai kamu adalah langkah penting. Mentor dan guru di sekolah juga dapat membantu kamu dalam mengeksplorasi pilihan pendidikan dan karier. Mereka dapat membantu kamu mengidentifikasi kekuatan dan bakat kamu serta membimbing kamu dalam mengambil keputusan yang tepat. Krisis identitas pada remaja adalah tahap alamiah dalam perkembangan yang memungkinkan kamu untuk menjelajahi siapa kamu sebenarnya. Meskipun seringkali penuh dengan konflik dan kebingungan, proses ini penting untuk pertumbuhan emosional dan pribadi kamu. Dari perspektif psikologi, krisis identitas adalah jendela menuju pemahaman diri yang lebih dalam dan membantu kamu membangun fondasi identitas yang kuat untuk masa dewasa. Dalam menghadapi krisis identitas, dukungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan pendidikan sangat penting untuk membantu kamu menjalani perjalanan ini dengan sukses. **Referensi :** Erik, Erikson. 2023. Identity Crisis: A Developmental Approach.

Selengkapnya
Kamu Dewasa Muda, Kini Alami Krisis Identitas?
  • JAN 10, 2024

Kamu Dewasa Muda, Kini Alami Krisis Identitas?

Siapa yang kamu sebenarnya? Apakah kamu mengikuti impianmu atau hanya mencoba memenuhi ekspektasi orang lain? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini adalah hal yang biasa dialami oleh banyak orang dewasa muda. Krisis identitas pada tahap ini adalah perjalanan eksplorasi yang bisa jadi menarik, namun juga penuh dengan tantangan. **Mengenal Krisis Identitas pada Orang Dewasa Muda** Krisis identitas pada orang dewasa muda adalah sebuah fase perkembangan psikologis yang dijelaskan oleh psikolog Erik Erikson sebagai "intimasi vs isolasi." Ini adalah saat di mana seseorang mencari jawaban tentang siapa kamu sebenarnya, apa yang kamu inginkan dalam hidup, dan bagaimana kamu ingin berkontribusi pada dunia. **Mengapa Krisis Identitas Ini Dapat Terjadi?** Krisis identitas bisa dipicu oleh banyak faktor, termasuk tekanan sosial, perubahan besar dalam hidup, dan pengaruh dari lingkungan sekitar. Seringkali, orang dewasa muda merasa tertekan oleh ekspektasi dari keluarga, teman, atau masyarakat. Dalam hal ini, psikologi menjelaskan bahwa krisis identitas bisa muncul ketika kamu merasa konflik antara mencari identitasmu sendiri dan mencoba memenuhi harapan orang lain. **Eksplorasi Identitas** Untuk melewati krisis identitas, penting untuk melakukan eksplorasi diri yang mendalam. Psikolog Carl Rogers menjelaskan pentingnya "konsep diri positif" yang berarti bahwa individu harus merasa puas dengan siapa mereka sebenarnya. Eksplorasi diri melibatkan refleksi, pertanyaan-pertanyaan mendalam, dan eksperimen yang akan membantu kamu memahami minat, nilai, dan tujuanmu. Proses krisis identitas mungkin terasa sulit dan membuat stres. Di sinilah dukungan sosial dan kemampuan untuk menerima perubahan menjadi penting. Sebagai orang dewasa muda, penting untuk tahu bahwa kita boleh merasa bingung dan tidak selalu harus memiliki jawaban. Bagian penting dari pertumbuhan adalah mengakui bahwa perubahan adalah alami dan memahami bahwa perkembangan identitas adalah proses yang berkelanjutan. Dalam psikologi positif, kita diajarkan untuk melihat krisis identitas sebagai peluang untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi. Seiring berjalannya waktu, banyak orang dewasa muda menemukan kebahagiaan dalam menggali identitas mereka sendiri dan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai yang mereka yakini. Krisis identitas pada orang dewasa muda adalah sebuah perjalanan yang penuh perubahan, eksplorasi, dan pertumbuhan. Meskipun bisa menjadi masa yang menantang, dengan pandangan psikologi yang tepat, kamu dapat menjalani fase ini dengan lebih tenang dan penuh pengertian. Ingatlah bahwa kamu tidak sendirian dalam proses ini, dan bahwa pertumbuhan identitas adalah bagian alami dari perjalanan kehidupan. Selamat menjelajahi diri sendiri dan menemukan identitas yang penuh makna! **Referensi :** Erik, Erikson. 2023. Identity Crisis: A Developmental Approach.

Selengkapnya
Apa Kaitannya Krisis Identitas dengan Identitas Agama?
  • JAN 10, 2024

Apa Kaitannya Krisis Identitas dengan Identitas Agama?

Ketika kita membicarakan identitas agama, kita membuka pintu menuju alam bawah sadar yang penuh warna dan rumit. Identitas agama adalah salah satu aspek yang paling mendalam dan paling pribadi dalam kehidupan manusia. Identitas agama adalah sebuah konsep yang merentang dari kepercayaan individu terhadap nilai-nilai, norma, dan keyakinan yang diturunkan dari agama mereka. Identitas ini memainkan peran besar dalam membentuk siapa kamu, bagaimana kamu melihat dunia, dan bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain. Namun, dalam era modern yang gejolak, konsep ini telah menjadi subjek yang kompleks, bahkan membingungkan bagi banyak orang. **The Quest for Identity** Krisis identitas agama adalah fenomena yang muncul ketika seseorang mulai meragukan, merenungkan, atau bahkan merasa kebingungan tentang keyakinan agama mereka. Tidak perlu menganggapnya sebagai tanda lemah atau keragu-raguan, sebaliknya, ini adalah langkah penting dalam perjalanan pribadi menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri. Dalam perspektif psikologi, krisis identitas agama sering kali terkait dengan perkembangan identitas yang selalu berubah sepanjang kehidupan kita. Salah satu teori yang terkenal dalam psikologi identitas adalah teori identitas Erickson, yang menggambarkan delapan tahapan perkembangan identitas sepanjang hidup. Salah satu tahap kunci dalam teori ini adalah "integritas vs. putus asa", di mana seseorang merenungkan makna dalam hidup mereka, termasuk dimensi spiritual dan agama. **Mengapa Krisis Identitas Agama Muncul?** **1. Pengaruh Lingkungan** Perubahan lingkungan sosial dan kultural dapat memicu krisis identitas agama. Ketika individu terpapar pada pandangan dan nilai-nilai yang berbeda, mereka mungkin merasa perlu untuk merenungkan keyakinan agama mereka. **2. Tantangan Filsafat** Pertanyaan-pertanyaan filosofis yang dalam, seperti mengapa ada penderitaan di dunia, atau apakah Tuhan itu ada, dapat menyulut konflik internal yang mendalam. **3. Perubahan dalam Kehidupan** Peristiwa besar dalam kehidupan, seperti kematian, perceraian, atau perubahan signifikan lainnya, dapat memicu krisis identitas agama karena individu mencari makna dalam pengalaman mereka. **4. Perkembangan Pribadi** Seiring berjalannya waktu, individu tumbuh dan berkembang. Dalam proses ini, mereka mungkin merenungkan bagaimana keyakinan agama mereka sesuai dengan perubahan dalam diri mereka. **Mengatasi Krisis Identitas Agama** Menghadapi krisis identitas agama adalah sebuah proses yang menuntut. Namun, psikologi memberikan panduan berharga untuk membantu kamu menjalani perjalanan ini. Refleksi Diri: Merenungkan secara dalam tentang keyakinan agama dan nilai-nilai pribadi adalah langkah pertama. Ini memungkinkan kamu untuk lebih memahami apa yang sebenarnya penting bagi kamu. Dukungan Psikologis: Bekerjasama dengan seorang profesional psikologi atau konselor dapat memberikan wadah yang aman untuk mengeksplorasi krisis identitas agama. Belajar dari Beragam Perspektif: Berbicara dengan orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang berbeda dapat membantu membuka cakrawala dan memperdalam pemahaman tentang beragam pandangan agama. Mencari Makna yang Lebih Dalam: Krisis identitas agama sering kali menjadi pintu gerbang menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang keyakinan pribadi. Hal ini bisa menghasilkan pertumbuhan spiritual yang signifikan. Krisis identitas agama adalah bagian alami dari perjalanan hidup seorang individu. Melalui lensa psikologi, kita dapat memahami bahwa perubahan dan keraguan adalah bagian yang tak terhindarkan dalam perkembangan identitas. Menghadapi krisis identitas agama memungkinkan kita untuk berkembang, belajar lebih dalam tentang diri sendiri, dan memahami bagaimana kita berhubungan dengan dunia di sekitar kita. Sebagai manusia yang terus berkembang, mari kita selalu siap untuk menjelajahi makna dalam hidup kita dan merangkul perubahan yang menghantui kita dengan terbuka dan penuh kasih. **Referensi :** Erikson, E. H. 1968. Identity: Youth and crisis. WW Norton & Company. Larson, A. James & Impett, S. Emily . 2021. The Crisis of Identity: Young People in a Changing World.

Selengkapnya
Jangan Sampai Alami Krisis Identitas Rasial! Berikut Cara Mencegahnya!
  • JAN 8, 2024

Jangan Sampai Alami Krisis Identitas Rasial! Berikut Cara Mencegahnya!

Identitas rasial adalah salah satu aspek utama dari identitas individu. Dalam dunia yang semakin terhubung, topik ini semakin penting, dan seringkali mengarah pada apa yang disebut sebagai "krisis identitas." Identitas rasial sendiri mencakup cara individu mengidentifikasi diri mereka dalam konteks kelompok rasial atau etnis tertentu. Ini dapat mencakup aspek fisik, budaya, sejarah, dan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan ras atau etnis tertentu. Psikologi memandang identitas rasial sebagai konstruksi yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Psikolog seperti Erik Erikson dan James Marcia telah mengembangkan teori identitas yang mendasari pemahaman identitas rasial. Teori-teori ini mencakup tahapan perkembangan identitas yang terkait dengan pencarian dan pemahaman diri dalam konteks budaya tertentu. Proses ini dapat mengalami perubahan sepanjang hidup individu. **Stigma dan Diskriminasi** Penting untuk mengakui bahwa identitas rasial seringkali terkait dengan pengalaman stigma dan diskriminasi. Psikologi mendokumentasikan dampak emosional yang signifikan dari pengalaman-pengalaman ini, seperti stres kronis, kecemasan, dan depresi. Identitas rasial dapat menjadi faktor risiko dalam mengembangkan masalah kesehatan mental. **Bangga dan Identifikasi Positif** Namun, identitas rasial juga dapat menjadi sumber dukungan emosional dan rasa kebanggaan. Psikologi positif menyoroti pentingnya merayakan dan mempromosikan identitas rasial yang positif, termasuk mengidentifikasi nilai-nilai dan pencapaian yang unik dalam budaya dan ras tertentu. **Apa Itu Krisis Identitas Rasial?** Krisis identitas rasial terjadi ketika kamu menghadapi ketidakpastian atau perasaan kebingungan tentang identitas rasial kamu. Hal ini dapat disebabkan oleh tekanan eksternal, seperti stereotip dan diskriminasi, atau internal, seperti perasaan ketidakcocokan antara identitas rasial dan identitas diri. **Dampak Krisis Identitas** Krisis identitas rasial dapat berdampak serius pada kesejahteraan psikologis kamu. Ini dapat mengarah pada kebingungan, konflik internal, penolakan diri sendiri, dan bahkan depresi. Untuk mengatasi krisis identitas, kamu sering membutuhkan dukungan psikologis, terutama dari profesional kesehatan mental. **Cara Mengatasi Krisis Identitas Rasial** **1. Menerima dan Memahami Diri Sendiri** Langkah pertama untuk mengatasi krisis identitas rasial adalah menerima dan memahami diri sendiri dengan semua kompleksitas identitas rasial kamu. Ini melibatkan refleksi mendalam, pengakuan perasaan, dan pencarian dukungan. **2. Terapi Identitas Rasial** Terapi identitas rasial adalah pendekatan klinis yang dapat membantu kamu mengatasi krisis identitas. Terapis berpengalaman dalam bidang ini dapat membantu kamu menjelajahi dan memahami identitas rasial kamu, serta memberikan alat untuk menghadapi stigma dan diskriminasi. Identitas rasial adalah salah satu aspek terpenting dalam psikologi individu. Dalam dunia yang semakin kompleks, pemahaman dan pengelolaan identitas rasial menjadi semakin penting. Krisis identitas rasial adalah tantangan psikologis yang serius, tetapi dengan dukungan yang tepat, kamu dapat tumbuh dan berkembang, mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang diri kamu sendiri, dan mengatasi hambatan yang mungkin ada. Dalam perjalanan ini, kita dapat semua berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan memahami identitas rasial. **Referensi :** Marcia, James. 2022. The Identity Crisis: A Guide to Understanding and Overcoming Identity Confusion.

Selengkapnya
Mengejutkan! Identitas Ganda Bisa Menyebabkan Krisis Identitas? Ini Buktinya!
  • JAN 8, 2024

Mengejutkan! Identitas Ganda Bisa Menyebabkan Krisis Identitas? Ini Buktinya!

Apakah kamu pernah merasa bingung mengenai siapa sebenarnya kamu? Apakah pernah terbayangkan oleh kamu bahwa ada dua "kamu" yang berbeda? Jika pernah, kamu mungkin telah merasakan efek identitas ganda dalam krisis identitas. Identitas ganda adalah fenomena psikologis di mana seseorang merasa memiliki dua atau lebih identitas yang berbeda, yang mungkin bertentangan atau saling bertentangan satu sama lain. Ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, termasuk agama, etnisitas, jenis kelamin, orientasi seksual, dan bahkan peran sosial. Identitas ganda bisa muncul karena berbagai alasan, seperti tekanan sosial, perubahan dalam kehidupan, atau pengalaman trauma. Krisis identitas adalah saat ketika seseorang merasa bingung, tidak yakin, atau bahkan konflik terhadap identitasnya. Ini adalah momen yang kompleks di mana seseorang mulai meragukan nilai, keyakinan, dan peran yang mereka miliki dalam kehidupan. Bagaimana identitas ganda berperan dalam krisis identitas? Bayangkan seseorang yang dibesarkan dalam dua budaya yang berbeda. Mereka mungkin merasa tertarik dan terhubung dengan keduanya, tetapi pada saat yang sama, mereka juga merasa bingung. Ini adalah contoh nyata dari identitas ganda yang memicu krisis identitas. Mereka mungkin bertanya-tanya, "Saya seharusnya mengikuti budaya mana?" atau "Apakah saya benar-benar termasuk dalam salah satu budaya ini?" Identitas Ganda dalam Perspektif Psikologi Psikologi adalah kunci untuk memahami perjuangan dalam mengatasi identitas ganda dan krisis identitas. Teori perkembangan seperti teori identitas Erikson menggambarkan perjalanan individu dalam menemukan "siapa saya." Ini melibatkan tahap-tahap pencarian identitas dan peran yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi. Identitas ganda bisa mempengaruhi proses ini, menghasilkan ketidakseimbangan dan perasaan konflik. Dalam psikologi klinis, terapi kognitif perilaku dan terapi identitas dapat membantu individu mengatasi krisis identitas. Terapis membantu klien menjelajahi identitas mereka dengan mendalam, memahami perasaan dan konflik internal, serta mengembangkan strategi untuk merapatkan kesenjangan antara identitas yang berbeda. Strategi Mengatasi Identitas Ganda dan Krisis Identitas **1. Self-Reflection** Ambillah waktu untuk merenung tentang siapa kamu sebenarnya. Tulis jurnal, diskusikan dengan teman, atau berbicara dengan seorang profesional. **2. Terapi** Jangan ragu untuk mencari bantuan dari seorang terapis yang berpengalaman dalam masalah identitas. Mereka dapat membantu kamu menjelajahi perasaan dan konflik yang kamu hadapi. **3. Menggabungkan Identitas** Cobalah untuk menemukan cara untuk mengintegrasikan identitas kamu. Kamu mungkin menemukan bahwa kedua identitas kamu dapat saling melengkapi dan memperkaya kamu. Identitas ganda dalam krisis identitas adalah tantangan pribadi yang kompleks, tetapi juga merupakan peluang untuk pertumbuhan dan pemahaman diri yang lebih dalam. Melalui pendekatan psikologis, kita dapat memahami lebih baik bagaimana menghadapinya dan tumbuh dari pengalaman ini. Ingatlah bahwa proses menemukan diri sendiri adalah perjalanan yang panjang dan penuh dengan hambatan, tetapi itu adalah perjalanan yang bernilai untuk ditempuh. **Referensi :** Erikson, Erik. 2023. Identity Crisis: A Developmental Approach.

Selengkapnya
Inilah Fakta Mengejutkan Tentang Identitas Gender yang Harus Kamu Tahu!
  • JAN 3, 2024

Inilah Fakta Mengejutkan Tentang Identitas Gender yang Harus Kamu Tahu!

Percayakah kamu bahwa setiap individu memiliki cerita unik tentang identitas gender mereka? Identitas gender merupakan salah satu aspek paling pribadi dan mendalam dalam kehidupan seseorang. Identitas gender adalah bagian fundamental dari siapa kamu, seperti halnya identitas etnis, agama, dan nilai-nilai yang kamu anut. Ini mencakup cara kamu merasa, mengidentifikasi diri kamu, dan bagaimana kamu ingin dilihat oleh orang lain. Identitas gender tidak selalu berkorelasi dengan jenis kelamin biologis. Seseorang yang lahir sebagai laki-laki mungkin merasa sebagai perempuan, dan sebaliknya. Menurut psikologi, identitas gender adalah konsep yang kompleks yang berkembang seiring waktu. Ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lingkungan keluarga, pengalaman sosial, budaya, dan perasaan batin individu. Beberapa orang merasa bahwa identitas gender mereka sesuai dengan jenis kelamin yang mereka lahirkan, sementara yang lain mengalami perjalanan yang lebih rumit untuk menemukan identitas gender mereka yang sesuai. **Mengapa Identitas Gender Itu Penting?** Identitas gender adalah bagian integral dari kesejahteraan psikologis kamu. Saat kamu merasa diterima dan dihormati dalam identitas gender kamu, ini dapat menghasilkan kebahagiaan, kepuasan diri, dan perkembangan pribadi yang positif. Di sisi lain, ketidakpahaman atau diskriminasi terhadap identitas gender kamu dapat menyebabkan konflik internal dan masalah kesejahteraan mental. Dalam psikologi, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa dukungan dan pengakuan terhadap identitas gender yang otentik berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai masyarakat untuk mendukung kamu dalam perjalanan kamu untuk memahami dan merayakan identitas gender kamu. **Peran Psikologi dalam Memahami Identitas Gender** Psikologi memainkan peran penting dalam memahami identitas gender kamu. Para psikolog mempelajari berbagai aspek termasuk perkembangan identitas gender pada anak-anak, pengaruh lingkungan keluarga, dampak stres minoritas terkait gender, dan cara terbaik untuk memberikan dukungan kepada individu dengan identitas gender yang beragam. Salah satu konsep psikologis yang penting dalam pemahaman identitas gender adalah "_dysphoria gender_." Ini mengacu pada ketidakcocokan yang dirasakan oleh individu antara identitas gender mereka dan jenis kelamin biologis. Psikolog dapat membantu individu yang mengalami dysphoria gender dalam menavigasi perasaan ini dan mencari perawatan yang sesuai, seperti terapi hormon atau operasi penggantian jenis kelamin. Sebagai masyarakat yang semakin inklusif, kita memiliki tanggung jawab untuk menghormati keanekaragaman identitas gender. Ini bukan hanya masalah hak asasi manusia, tetapi juga masalah kesejahteraan mental dan emosional. Ketika kita merayakan identitas gender yang beragam, kita menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi semua individu. Penting untuk mendengarkan dan belajar dari pengalaman individu dengan identitas gender yang beragam. Ini melibatkan peningkatan kesadaran kita tentang bahasa yang digunakan, penggunaan kata ganti yang tepat, dan mendukung kebijakan yang melindungi hak-hak individu dengan identitas gender yang beragam. Identitas gender adalah perjalanan pribadi yang kompleks dan unik bagi setiap individu. Dalam psikologi, kita belajar bahwa mendukung identitas gender yang otentik berkontribusi pada kesejahteraan mental yang lebih baik. Dengan memahami dan menghormati keanekaragaman identitas gender, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan ramah bagi semua orang. Saat kita terbuka untuk belajar dan menghormati identitas gender yang beragam, kita memperkaya kehidupan kita dengan pandangan yang lebih luas dan pengalaman yang lebih kaya. Ini adalah langkah kecil yang dapat kita ambil untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua individu, tanpa pandang jenis kelamin atau identitas gender mereka. **Referensi :** Erikson, Erik. 2023. Identity Crisis: A Developmental Approach.

Selengkapnya
Mengapa Krisis Identitas di Era Digital Bukan Sekadar Masalah Klise?
  • JAN 3, 2024

Mengapa Krisis Identitas di Era Digital Bukan Sekadar Masalah Klise?

Dunia telah berubah secara dramatis dalam beberapa dekade terakhir, terutama di ranah digital. Internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Seiring dengan perubahan ini, identitas kamu juga telah mengalami perjalanan yang unik dalam konteks online dan dunia maya. Identitas adalah inti dari siapa kamu sebagai individu. Ini adalah gambaran tentang dirimu, termasuk nilai-nilai, kepercayaan, minat, dan peran yang kamu anggap penting dalam kehidupanmu. Dalam dunia fisik, identitas sering kali terbentuk melalui interaksi dengan keluarga, teman, pekerjaan, dan pengalaman sehari-hari. **Identitas dalam Dunia Maya** Dalam era digital, identitas juga berkembang secara signifikan. Media sosial, blog, forum, dan platform online lainnya telah memungkinkan kita untuk membentuk dan mengungkapkan identitas secara lebih bebas. Beberapa aspek yang patut dicermati: **1. Pilihan Identitas** Di dunia maya, kamu memiliki kontrol lebih besar atas bagaimana kamu ingin dilihat. Kamu dapat memilih berbagai identitas atau peran online. Seorang mahasiswa mungkin menjadi seorang penulis blog mode pada sore hari dan seorang pemrogram komputer pada malam hari. Ini memberi kita ruang untuk eksplorasi dan self-expression yang lebih luas. **2. Identitas Selektif** Dalam dunia digital, kamu dapat dengan mudah menampilkan bagian terbaik dari dirimu. Kamu memilih foto profil terbaik, menghindari memposting momen-momen kurang menguntungkan, dan kadang-kadang menciptakan narasi yang ideal tentang hidupmu. Hal ini membawa kita ke konsep identitas selektif, di mana kamu hanya menampilkan aspek tertentu dari dirimu. **3. Perbandingan Sosial yang Intens** Media sosial membawa potensi perbandingan sosial yang intens. Kamu sering melihat kehidupan "sempurna" orang lain dan merasa tertekan oleh perasaan bahwa kamu harus mencapai hal yang sama. Ini dapat memicu krisis identitas, di mana kamu meragukan nilai dan tujuan hidupmu, dan mencari cara untuk mendefinisikan ulang dirimu. **Krisis Identitas dalam Dunia Maya** Krisis identitas adalah ketidaksetujuan dalam pembentukan identitasmu. Dalam konteks online, krisis ini dapat menjadi lebih kompleks. Sebagai contoh, beberapa faktor yang memengaruhi krisis identitas dalam dunia maya meliputi: **a. Cyberbullying dan Komentar Negatif** Komentar negatif dan cyberbullying di dunia maya dapat merusak kepercayaan diri seseorang dan menggoyahkan identitas online mereka. Ini bisa membuat individu meragukan nilai dan jati diri mereka. **b. Kebutuhan untuk Validasi Online** Kita sering mencari validasi melalui like, komentar, dan pengikut di media sosial. Jika ini menjadi fokus utama identitas online, kita mungkin mengalami krisis ketika interaksi positif menurun. **c. Perubahan dalam Interaksi Sosial** Pandemi COVID-19 telah mengubah cara kita berinteraksi, lebih banyak yang dilakukan melalui layar. Ini juga bisa memengaruhi pembentukan identitas, terutama bagi generasi muda yang mungkin memiliki lebih sedikit interaksi sosial langsung. **Menghadapi Krisis Identitas di Dunia Maya** Untuk mengatasi krisis identitas dalam konteks online, ada beberapa langkah yang dapat diambil: - _Self-reflection_: Luangkan waktu untuk merenung tentang nilai-nilai, minat, dan tujuan sejati kamu. Ini membantu kamu mendefinisikan kembali identitasmu. - _Berbicara dengan seorang profesional_: Jika kamu merasa terjebak dalam krisis identitas yang parah, berkonsultasilah dengan seorang psikolog atau terapis yang dapat membantu kamu memahami perasaanmu dan mengatasi konflik internal. - _Kendalikan eksposur sosial_: Sesekali beri diri kamu istirahat dari media sosial dan tekanan untuk selalu tampil sempurna online. - _Ciptakan komunitas online yang positif_: Temukan kelompok atau komunitas online yang mendukung dan positif. Ini bisa membantu memperkuat identitas positifmu. Identitas dalam dunia maya adalah realitas kompleks yang terus berkembang, tetapi dengan pemahaman yang baik tentang pengaruhnya, kita dapat mengelolanya dengan bijak. Ingatlah, kamu adalah lebih dari apa yang terlihat di layar. Identitas adalah cerminan dari pengalaman, refleksi, dan perjalanan ke dalam dirimu sendiri. Mari jadikan dunia maya sebagai alat untuk memperkuat identitas yang positif dan membangun hubungan yang bermakna di era digital ini. **Referensi :** Larson, A. James & Impett, S. Emily . 2021. The Crisis of Identity: Young People in a Changing World.

Selengkapnya
Saat Teknologi Bertemu Emosi, Terjadilah Perubahan dalam Komunikasi Verbal dan Non-Verbal
  • JAN 2, 2024

Saat Teknologi Bertemu Emosi, Terjadilah Perubahan dalam Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Ketika kita berbicara tentang teknologi dan komunikasi verbal, ada satu kata kunci yang muncul sebagai 'jarak', yakni Teknologi. Teknologi telah menghapuskan jarak fisik antara individu, memungkinkan kita untuk berbicara dengan siapapun, kapanpun, dan di mana pun. Ini memungkinkan kita untuk merawat hubungan jarak jauh dengan lebih mudah daripada sebelumnya. Namun, apakah ini berarti kita semakin baik dalam berkomunikasi secara verbal? Nah, tidak selalu. Kemudahan dalam berkomunikasi seringkali membuat kita lebih cenderung menyampaikan pesan secara singkat dan tanpa pertimbangan. Ini bisa membuat hubungan pribadi menjadi lebih dangkal daripada sebelumnya. **Permainan Non-Verbal yang Berubah** Kita tahu bahwa dalam komunikasi, lebih dari setengahnya adalah non-verbal. Expressi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi suara semuanya berperan dalam menyampaikan pesan dengan benar. Tapi, bagaimana teknologi memengaruhi aspek ini? Dalam dunia virtual, banyak dari kita menggantikan tatapan mata dengan emotikon. Kita menghilangkan bahasa tubuh yang esensial dalam pertukaran informasi. Apakah ini mengubah cara kita membaca perasaan satu sama lain? Tentu saja. Kita menjadi lebih rentan terhadap salah tafsir karena kehilangan aspek non-verbal ini. **Teknologi dan Psikologi: Apa yang Dikatakan Ahli?** Untuk memahami dampak teknologi pada komunikasi pribadi secara lebih mendalam, mari lihat perspektif psikologis. Dr. Sarah, seorang psikolog terkemuka, berbagi pandangannya. Dia mengatakan, "Teknologi memberi kita kecepatan dan kenyamanan, tetapi kita perlu ingat bahwa kualitas komunikasi adalah kunci dalam hubungan yang kuat. Kita harus belajar mengkompensasi hilangnya aspek non-verbal dengan pertimbangan lebih dalam terhadap kata-kata yang kita pilih." Jadi, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kualitas komunikasi dalam hubungan pribadi di era teknologi ini? Pertama, kita harus menyadari kekurangan teknologi dalam menyampaikan nuansa emosi. Kedua, kita perlu mengambil waktu untuk berbicara secara lebih mendalam, baik secara verbal maupun melalui pesan teks. Terakhir, kita harus senantiasa mendengarkan aktif dan mencoba memahami perasaan yang tidak selalu terungkap dengan kata-kata. Inilah titik kunci: Teknologi adalah alat yang luar biasa, tetapi kekayaan hubungan pribadi kita tetap bergantung pada kemampuan kita untuk berkomunikasi secara efektif, baik secara verbal maupun non-verbal. Teknologi telah memberikan kita kesempatan luar biasa untuk terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia, tetapi juga membawa tantangan baru dalam komunikasi pribadi. Bagaimanapun, dengan kesadaran dan usaha, kita dapat mempertahankan hubungan yang berkualitas tinggi. Jadi, mari kita gunakan teknologi dengan bijak, sambil tetap menjaga esensi komunikasi verbal dan non-verbal dalam hubungan pribadi kita. **Referensi : ** A.B, Ronald, Aronson, B.A, & Ronda, E. Jonathan. 2023. Communication: An Introduction to Human Communication.

Selengkapnya
Mendekripsi Isyarat, Macam-Macam Sinyal Kecurangan!
  • JAN 2, 2024

Mendekripsi Isyarat, Macam-Macam Sinyal Kecurangan!

Saat berbicara tentang komunikasi, kita seringkali terpaku pada kata-kata yang keluar dari mulut kita. Namun, ada aspek penting lainnya yang kerap terlupakan: komunikasi non-verbal. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan intonasi suara dapat mengungkapkan lebih banyak daripada yang bisa kita pikirkan. Bahkan, sinyal-sinyal non-verbal ini juga bisa digunakan untuk kecurangan! **1. Ekspresi Wajah yang Tidak Konsisten** Ketika seseorang berbicara atau berinteraksi dengan kamu, ekspresi wajah mereka seharusnya mencerminkan apa yang mereka katakan. Namun, sinyal kecurangan bisa muncul saat ekspresi wajah tidak sesuai dengan isi pembicaraan. Misalnya, jika seseorang tersenyum saat berbicara tentang suatu masalah serius, ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka berusaha untuk menyembunyikan sesuatu. Psikolog mengatakan bahwa ekspresi wajah adalah refleksi alami perasaan seseorang. Oleh karena itu, ketika ekspresi wajah tidak konsisten dengan kata-kata, kita sebaiknya berhati-hati. **2. Bahasa Tubuh yang Terlalu Kaku** Komunikasi non-verbal juga melibatkan bahasa tubuh. Ketika seseorang berbohong atau berusaha menyembunyikan sesuatu, seringkali mereka akan menunjukkan tanda-tanda kekakuan dalam gerakan tubuh mereka. Misalnya, mereka mungkin mengepal tangan mereka, mengepalkan otot-otot wajah, atau menjauhkan diri dari kamu secara fisik. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa bahasa tubuh yang terlalu kaku adalah tanda kecemasan atau ketidakjujuran. Jadi, jika kamu melihat seseorang dengan gerakan tubuh yang tidak alami, mungkin ada yang perlu dicari. **3. Intonasi Suara yang Berubah** Suara juga bisa menjadi sumber sinyal kecurangan dalam komunikasi non-verbal. Ketika seseorang berbicara dengan intonasi suara yang berubah-ubah atau terdengar tidak konsisten, ini bisa menjadi petunjuk bahwa mereka mungkin tidak jujur. Orang seringkali tidak menyadari bahwa suara mereka dapat memberikan banyak informasi tambahan. Psikolog telah meneliti hubungan antara intonasi suara dan emosi. Ketika seseorang berbohong, suara mereka bisa menjadi cemas atau gemetar. Jadi, jika kamu mencurigai perubahan intonasi suara saat berbicara dengan seseorang, perhatikan hal itu. **4. Mengamati Gestur "Mikro"** Kecurangan dalam komunikasi non-verbal juga dapat terjadi melalui apa yang disebut "gestur mikro" atau gerakan tangan dan jari yang sangat kecil. Orang seringkali tidak sadar melakukan gestur ini saat berbohong. Misalnya, mereka mungkin menggaruk hidung atau menggelitik jari tangan. Para psikolog telah menemukan bahwa gestur mikro ini bisa menjadi tanda kecemasan atau ketidakjujuran. Jadi, jika kamu melihat seseorang melakukan gerakan tangan yang tidak biasa, mungkin ada yang perlu kamu perhatikan. Komunikasi non-verbal dapat memberikan banyak wawasan tentang perasaan dan niat seseorang. Dalam konteks kecurangan, sinyal-sinyal ini dapat membantu kamu mengidentifikasi apakah seseorang berusaha untuk menyembunyikan sesuatu. Namun, perlu diingat bahwa sinyal-sinyal ini tidak selalu mutlak benar, dan terkadang ada penjelasan yang lebih mendalam. Dengan memahami sinyal-sinyal kecurangan dalam komunikasi non-verbal, kamu dapat menjadi lebih peka terhadap interaksi sehari-hari kamu dan lebih baik dalam membaca orang. Ini adalah keterampilan yang bermanfaat dalam banyak aspek kehidupan, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Jadi, mari kita terus belajar dan berkomunikasi dengan lebih baik! **Referensi :** Sulistyowati, dkk. 2022. Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Perspektif Psikologi.

Selengkapnya
Gunakan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal untuk Dapatkan Keputusan yang Tepat!
  • DEC 29, 2023

Gunakan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal untuk Dapatkan Keputusan yang Tepat!

Dalam setiap langkah hidup kita, kita sering dihadapkan pada keputusan-keputusan yang penting. Apakah itu di tempat kerja, dalam hubungan pribadi, atau dalam situasi sehari-hari lainnya, kita harus memilih tindakan yang tepat. Namun, pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana komunikasi verbal dan non-verbal memainkan peran kunci dalam proses pengambilan keputusan etis? Komunikasi verbal adalah cara kita berbicara dan menyampaikan informasi melalui kata-kata. Ini mencakup semua yang kita katakan, baik secara lisan maupun tertulis. Dalam pengambilan keputusan etis, komunikasi verbal memainkan peran penting dalam beberapa cara yang berbeda. Pertama, kata-kata kita digunakan untuk menggambarkan situasi dan masalah. Sebuah deskripsi yang jelas dan akurat adalah langkah awal dalam memahami situasi dengan benar. Misalnya, ketika kamu berbicara tentang situasi di tempat kerja yang melibatkan masalah etis, cara kamu menggambarkannya dapat mempengaruhi cara orang lain memandangnya. Selain itu, komunikasi verbal juga digunakan untuk menyampaikan argumen, pendapat, dan ide. Saat kamu harus mempertimbangkan berbagai pilihan, kemampuan untuk mengungkapkan pemikiranmu dengan jelas dan persuasif akan memengaruhi apakah keputusan yang diambil akan etis atau tidak. Sedangkan dalam komunikasi non-verbal, yang mencakup bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan bahkan intonasi suara. Komunikasi non-verbal adalah komponen yang sering diabaikan dalam pengambilan keputusan etis, tetapi memiliki dampak besar. Ekspresi wajah, misalnya, dapat mengungkapkan emosi dan niat yang mendasari kata-kata kita. Sebagai contoh, senyuman tulus saat berbicara tentang tindakan etis dapat memberikan keyakinan kepada orang lain bahwa kamu sungguh-sungguh berkomitmen pada nilai-nilai tersebut. Selain itu, bahasa tubuh kita dapat mengungkapkan tanda-tanda ketidakjujuran atau ketidakpastian. Gerakan gelisah atau mata yang menghindari kontak mata mungkin mengindikasikan bahwa seseorang merasa tidak nyaman dengan keputusan yang diambil atau mungkin merasa tidak sepenuhnya etis. Untuk mengambil keputusan etis yang benar, penting untuk memadukan komunikasi verbal dan non-verbal dengan harmoni. Kata-kata kamu harus sejalan dengan bahasa tubuhmu, ekspresi wajah, dan nada suara kamu. Ini akan membantu kamu membangun kepercayaan dengan orang lain dan memastikan bahwa pesanmu dipahami dengan benar. Selain itu, mendengarkan dengan aktif juga merupakan bagian penting dari komunikasi. Ini melibatkan memperhatikan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara orang lain, bukan hanya kata-kata yang mereka katakan. Dengan mendengarkan dengan cermat, kamu dapat mendeteksi ketidakjujuran atau kebingungan dalam komunikasi mereka. Dalam kesimpulan, peran komunikasi verbal dan non-verbal dalam pengambilan keputusan etis tidak boleh diabaikan. Kedua elemen ini saling melengkapi dan membantu kita memahami, menyampaikan, dan menganalisis situasi dengan lebih baik. Dengan komunikasi yang efektif, kita dapat memastikan bahwa keputusan yang kita ambil adalah yang paling etis dan bermanfaat bagi semua pihak. Mari kita terus meningkatkan keterampilan komunikasi kita untuk menciptakan dunia yang lebih baik. **Referensi :** Knapp, Mark & Hall, Judith. 2022. The Psychology of Nonverbal Communication.

Selengkapnya
Psikologi Komunikasi Jelaskan Rahasia di Balik Interaksi Manusia!
  • DEC 29, 2023

Psikologi Komunikasi Jelaskan Rahasia di Balik Interaksi Manusia!

Pernahkah kamu berpikir mengapa beberapa percakapan berjalan lancar, sementara yang lainnya terasa kaku dan sulit dipahami? Atau mungkin kamu ingin tahu bagaimana pesan kamu dapat sampai ke hati orang lain dengan lebih efektif? Semua pertanyaan ini terkait dengan Psikologi Komunikasi. Pertama-tama, ketahui apa itu psikologi komunikasi agar dapat memahami secara keseluruhan bahasan ini! Psikologi Komunikasi adalah cabang dari psikologi yang mempelajari bagaimana orang berinteraksi satu sama lain melalui pesan verbal dan non-verbal. Ini mencakup segala hal mulai dari bahasa tubuh, ekspresi wajah, intonasi suara, hingga teknologi komunikasi modern seperti pesan teks dan media sosial. Tujuan utamanya adalah memahami bagaimana komunikasi memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku individu. **_Mengapa Psikologi Komunikasi Penting?_** **1. Meningkatkan Hubungan Interpersonal** Psikologi Komunikasi membantu kita memahami cara terbaik berkomunikasi dengan orang lain. Ini dapat meningkatkan hubungan pribadi, profesional, dan sosial kita. **2. Kepemimpinan yang Efektif** Bagi mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan, pemahaman Psikologi Komunikasi membantu dalam menginspirasi, memotivasi, dan memandu tim dengan lebih baik. **3. Menghindari Konflik** Dengan memahami psikologi komunikasi, kita dapat menghindari kesalahpahaman yang seringkali menjadi akar konflik. **4. Pengaruh dan Persuasi** Dalam konteks bisnis atau politik, pengetahuan tentang Psikologi Komunikasi dapat membantu kamu menjadi lebih persuasif dan efektif dalam mempengaruhi orang lain. **Prinsip-Prinsip Psikologi Komunikasi** - Empati: Usahakan untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Ini membantu kamu merespons dengan lebih bijak dan menghindari kesalahpahaman. - Ketepatan Pesan: Pastikan pesan kamu jelas dan mudah dipahami. Hindari penggunaan jargon atau bahasa yang rumit jika tidak diperlukan. - Bahasa Tubuh: Tubuh kamu berbicara juga. Penting untuk memperhatikan bahasa tubuh kamu agar sesuai dengan kata-kata yang kamu ucapkan. - Aktif Mendengarkan: Lebih dari sekedar mendengar, aktif mendengarkan melibatkan memahami dan merespons apa yang dikatakan orang lain. - Penggunaan Teknologi dengan Bijak: Dalam era digital, mengerti kapan dan bagaimana menggunakan teknologi komunikasi adalah kunci untuk menjaga hubungan yang sehat. Psikologi Komunikasi adalah alat yang kuat untuk memahami dan meningkatkan interaksi manusia. Dengan menggali lebih dalam tentang bagaimana komunikasi bekerja, kita dapat memperkuat hubungan kita, menjadi pemimpin yang lebih baik, menghindari konflik, dan menjadi lebih persuasif dalam berbagai aspek kehidupan kita. Jadi, selanjutnya, saat kamu berkomunikasi, ingatlah bahwa ada ilmu di baliknya, dan kamu dapat menguasainya untuk meraih kesuksesan yang lebih besar dalam hidup kamu **Referensi : ** A.B, Ronald, Aronson, B.A, & Ronda, E. Jonathan. 2023. Communication: An Introduction to Human Communication.

Selengkapnya
Pemilihan Hewan Peliharaan Jadi Cerminan Kepribadian Kamu?
  • DEC 28, 2023

Pemilihan Hewan Peliharaan Jadi Cerminan Kepribadian Kamu?

Hewan peliharaan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman kuno. Tidak hanya memberikan kebahagiaan dan kecintaan, tetapi pemilihan hewan peliharaan juga bisa menjadi cermin yang memperlihatkan kepribadian kita yang unik. Mari kita bahas bagaimana pemilihan hewan peliharaan dapat menjadi penentu kepribadian seseorang, dengan bantuan psikologi yang menarik. **Koneksi Antara Pemilihan Hewan Peliharaan dan Kepribadian** Dalam psikologi, ada suatu teori yang dikenal dengan istilah "teori pemilihan objek." Teori ini berpendapat bahwa apa yang kamu pilih atau miliki, termasuk hewan peliharaan kamu, mencerminkan sebagian dari kepribadian kamu. Dengan kata lain, hewan peliharaan kamu tidak hanya menjadi teman yang setia, tetapi juga bisa mengungkapkan berbagai aspek kepribadian kamu. **1. Anjing: _Kesetiaan dan Keberanian_** Jika kamu adalah tipe orang yang memilih anjing sebagai hewan peliharaan, ini mungkin menunjukkan bahwa kamu adalah seseorang yang penuh dengan kesetiaan dan keberanian. Anjing adalah teman yang setia dan selalu siap melindungi pemiliknya. Orang yang memilih anjing mungkin memiliki kepribadian yang kuat dan selalu siap melindungi dan mendukung orang-orang yang mereka cintai. **2. Kucing: _Kemandirian dan Ketidakpedulian_** Di sisi lain, pemilik kucing sering dikaitkan dengan sifat kemandirian dan ketidakpedulian yang positif. Kucing adalah hewan yang mandiri, cenderung menjalani hidup mereka sendiri. Orang yang memilih kucing mungkin memiliki kepribadian yang independen, suka dengan ruang pribadi, dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan sikap yang tenang. **3. Burung: _Kreativitas dan Kecenderungan Sosial_** Bagi mereka yang memilih burung sebagai hewan peliharaan, ini bisa mencerminkan sifat kreatif dan kecenderungan sosial. Merawat burung membutuhkan perhatian ekstra terhadap detail, dan orang-orang dengan kepribadian ini sering memiliki imajinasi yang kaya dan senang berinteraksi dengan orang lain. **4. Reptil: _Kepribadian yang Misterius dan Intelek_** Pemilik reptil mungkin memiliki kepribadian yang lebih misterius dan intelek. Reptil adalah hewan yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan mereka, dan pemilik reptil sering memiliki minat dalam ilmu pengetahuan dan penelitian. Mereka mungkin cenderung bersikap analitis dan tekun dalam mencari pengetahuan. **5. Hewan Kecil: _Kepribadian yang Lembut dan Sabar_** Orang yang memilih hewan kecil seperti hamster atau kelinci mungkin memiliki kepribadian yang lembut dan sabar. Merawat hewan kecil memerlukan ketelatenan dan perhatian terhadap detail, yang mencerminkan karakter yang suka menjaga keseimbangan dalam kehidupan mereka. Pemilihan hewan peliharaan bisa jadi adalah salah satu tanda kecil yang mengungkapkan kepribadian kita yang sebenarnya. Meskipun tidak semua orang akan setuju bahwa pemilihan hewan peliharaan dapat menjadi penentu kepribadian yang akurat, namun ada hubungan antara jenis hewan peliharaan yang kita pilih dengan karakteristik pribadi yang kita miliki. Jadi, sukseskan hubungan kamu dengan hewan peliharaan kamu, dan bersenang-senanglah dalam mengungkapkan diri kamu melalui cinta dan perawatan terhadap mereka! **Referensi : ** Brown, A. Melissa & Axelrod, Julie. 2023. Animal-Assisted Therapy: A Practical Guide for the Mental Health Professional.

Selengkapnya
Ini Dia Rahasia Tersembunyi di Balik Attachment dengan Hewan Peliharaan!
  • DEC 28, 2023

Ini Dia Rahasia Tersembunyi di Balik Attachment dengan Hewan Peliharaan!

Hewan peliharaan adalah mereka yang menjadi teman setia, yang selalu ada untuk kamu, tak peduli apa pun yang terjadi dalam hidup kamu. Ketika kita berbicara tentang attachment dengan hewan peliharaan, ini lebih dari sekadar hubungan antara manusia dan hewan. Ini adalah ikatan kuat yang menciptakan kesejahteraan emosional dan psikologis yang luar biasa bagi kamu. _**Lalu Mengapa Attachment dengan Hewan Peliharaan Sangat Penting?**_ Attachment dengan hewan peliharaan adalah salah satu bentuk hubungan interpersonal yang paling kuat dan berharga yang dapat kita alami. Ini bukan hanya tentang memberi makan dan merawat mereka, tetapi juga tentang saling memahami dan merasakan kehadiran satu sama lain. Berikut adalah beberapa alasan mengapa attachment dengan hewan peliharaan sangat penting: **1. Mengurangi Stres dan Kecemasan** Hewan peliharaan dapat menjadi sumber dukungan emosional yang luar biasa. Kehadiran mereka dan kasih sayang mereka dapat mengurangi stres dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari kamu. **2. Peningkatan Kesejahteraan Emosional** Attachment dengan hewan peliharaan dapat meningkatkan perasaan bahagia dan kesejahteraan emosional kamu. Mereka adalah teman yang selalu ada untuk kamu di saat-saat baik dan buruk. **3. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab** Merawat hewan peliharaan mengajarkan kita tentang tanggung jawab. Ini dapat meningkatkan rasa diri dan harga diri kamu saat kamu melihat dampak positif yang kamu berikan pada makhluk lain. **4. Membantu Mengatasi Kesepian** Hewan peliharaan adalah teman setia yang tidak pernah meninggalkan kamu sendirian. Mereka dapat menjadi penghibur saat kamu merasa kesepian. **5. Membangun Keterikatan yang Kuat** Attachment dengan hewan peliharaan menciptakan ikatan yang kuat antara kamu dan mereka. Ini adalah hubungan tanpa syarat yang memperkaya hidup kamu. Attachment dengan hewan peliharaan juga memiliki banyak kaitan dengan psikologi manusia. Ini mencerminkan banyak prinsip dan teori yang dikenal dalam bidang psikologi, termasuk: _Attachment Theory_: Teori attachment yang dikembangkan oleh John Bowlby dan Mary Ainsworth berbicara tentang pentingnya ikatan emosional pada masa anak-anak. Attachment dengan hewan peliharaan dapat menciptakan perasaan aman dan kepercayaan yang serupa. _Peningkatan Kesejahteraan Mental_: Banyak studi menunjukkan bahwa memiliki hewan peliharaan dapat meningkatkan kesejahteraan mental. Ini termasuk mengurangi risiko depresi, meningkatkan mood, dan mengurangi rasa kesepian. _Terapi dengan Hewan_: Terapi dengan hewan telah digunakan untuk mengatasi berbagai masalah psikologis, termasuk kecemasan, PTSD, dan autism. Hewan peliharaan dapat menciptakan ikatan emosional yang membantu dalam proses penyembuhan. **Menjaga Attachment yang Sehat** Untuk menjaga attachment yang sehat dengan hewan peliharaan kamu, penting untuk memberikan perhatian dan perawatan yang cukup. Bermain bersama, memberikan kasih sayang, dan merawat kesehatan fisik mereka adalah bagian penting dari hubungan ini. Selain itu, penting juga untuk menghormati dan memahami kebutuhan dan batasan mereka. Jadi, jika kamu memiliki hewan peliharaan atau sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi satu, ingatlah bahwa ini adalah investasi emosional yang luar biasa yang akan membawa kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis dalam hidup kamu. Attachment dengan hewan peliharaan adalah kisah cinta tak terlupakan yang penuh dengan kasih sayang, setia, dan kebahagiaan. Terus rawat dan nikmati hubungan istimewa ini, dan kamu akan merasakan manfaatnya dalam kesejahteraan emosional dan psikologis kamu. **Referensi : ** Parker, J. Richar. 2023. The Psychology of Pet Ownership.

Selengkapnya
3 Alasan Mengapa Hewan Peliharaan Meningkatkan Kualitas Hidup!
  • DEC 27, 2023

3 Alasan Mengapa Hewan Peliharaan Meningkatkan Kualitas Hidup!

Apakah pernah terbayangkan oleh kamu bahwa seekor kucing yang menggeliat di pangkuanmu atau seekor anjing yang menggoyangkan ekornya dengan riang bisa menjadi kunci untuk menjalani hidup yang lebih bahagia? Faktanya, psikologi manusia telah lama mengakui bahwa kehadiran hewan peliharaan dapat berdampak positif pada mood dan kualitas hidup kita. Mari kita telusuri bagaimana hubungan antara manusia dan hewan dapat membuka pintu kebahagiaan dalam hidup kita. Tidak ada yang seperti hewan peliharaan ketika datang ke kepribadian. Mereka datang dalam berbagai jenis dan karakter, dari yang lembut dan penyayang hingga yang bersemangat dan penuh kejutan. Interaksi dengan hewan peliharaan membawa keceriaan ke dalam hidup kita dan mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan. Ini membantu meredakan stres dan mengingatkan kita untuk hidup dalam momen. **Menyembuhkan Luka Emosional: Kepercayaan dan Kesetiaan Tanpa Syarat** Ketika kita mengalami kesedihan, stres, atau bahkan depresi, hewan peliharaan kita selalu ada untuk kita. Mereka tidak hanya memberikan kepercayaan diri, tetapi juga kesetiaan tanpa syarat. Mereka adalah pendengar yang sempurna yang tidak akan pernah menghakimi kita. Hanya dengan bersama mereka kita merasa sepenuhnya diterima dan dicintai apa adanya. **Aktivitas Bersama: Mengusir Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental** Saat kamu bermain atau berolahraga dengan hewan peliharaanmu, tubuhmu melepaskan endorfin, yang merupakan zat kimia alami penghilang stres dan peningkat mood. Ini bukan hanya membuat kamu merasa lebih baik, tetapi juga membantu mengurangi tingkat kecemasan dan depresi. Aktivitas bersama hewan peliharaan juga menciptakan ikatan yang lebih dalam antara kamu dan mereka. **Kesempatan untuk Belajar dari Hewan** Hewan peliharaan mengajarkan kita banyak pelajaran berharga. Mereka mengajarkan kita tentang tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap makhluk lain. Ini dapat memperkaya pengalaman hidup kita dan membuat kita lebih bijaksana dalam hubungan sosial dan emosional. Hewan peliharaan adalah hadiah yang tak ternilai bagi kebahagiaan manusia. Mereka memberikan kebahagiaan, cinta, dan ketenangan yang tidak tergantikan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika semakin banyak orang yang memilih untuk membawa hewan peliharaan ke dalam kehidupan mereka. Ini adalah perjalanan menuju kebahagiaan yang penuh warna dan menginspirasi. Jadi, jika kamu belum memiliki hewan peliharaan, pertimbangkan untuk membawa satu ke dalam hidupmu. Kamu akan terkejut dengan bagaimana kehadiran mereka dapat membuka pintu kebahagiaan yang lebih besar, meningkatkan mood, dan memperkaya kualitas hidupmu secara keseluruhan. Mereka adalah teman sejati yang siap menyertai kamu dalam setiap langkah perjalanan hidupmu. **Referensi : ** Johnson, C. Amy. 2023. Therapy Animals: A Practical Guide for Using Animals in Therapy.

Selengkapnya
Melihat Dalam Psikologi Dibalik Pilihan Peliharaan Kamu
  • DEC 27, 2023

Melihat Dalam Psikologi Dibalik Pilihan Peliharaan Kamu

Hewan peliharaan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita manusia. Mereka menghadirkan kebahagiaan, kehangatan, dan kadang-kadang bahkan tantangan. Namun, tahukah kamu bahwa pilihan kita dalam memilih hewan peliharaan ternyata mencerminkan lebih dari sekadar keinginan untuk memiliki teman berbulu atau bersisik? Mari kita telusuri lebih dalam, dan lihat apa yang psikologi katakan tentang hewan peliharaan yang sering kita pilih. Anjing: **Teman Setia dan Kepribadian yang Cocok** Bagi banyak orang, anjing adalah teman paling setia yang dapat diandalkan. Mereka tidak hanya memberikan cinta tak terbatas, tetapi juga membantu kamu merasa aman dan terlindungi. Orang yang memilih anjing sebagai hewan peliharaan sering memiliki kepribadian yang ramah, ekstrovert, dan menyukai kegiatan fisik. Psikologi menjelaskan bahwa anjing dapat mengisi kebutuhan sosial dan aktivitas fisik yang diperlukan oleh pemiliknya, membantu mereka merasa lebih bahagia dan seimbang. Kucing: **Kemandirian yang Elegan** Di sisi lain, kucing sering dipilih oleh orang-orang yang lebih mandiri dan introspektif. Kucing adalah hewan yang mandiri, seringkali tidak memerlukan perhatian konstan, tetapi memberikan cinta secara halus. Mereka cocok bagi individu yang menikmati kesendirian dan ingin memiliki hubungan yang lebih santai dengan hewan peliharaan mereka. Psikologi menunjukkan bahwa kucing dapat membantu kamu belajar menghargai kemandirian dan kelembutan dalam hubungan. Ikan: **Ketenangan dalam Ketenangan** Jangan salah, ikan juga menjadi pilihan hewan peliharaan yang banyak peminatnya lho. Aquarium dengan ikan-ikan yang indah adalah pilihan yang menarik bagi mereka yang mencari ketenangan dalam hidup. Psikologi menyatakan bahwa melihat ikan berenang dengan gerakan yang lembut dapat memberikan efek menenangkan bagi pemiliknya. Ini juga mengajarkan kesabaran, perhatian terhadap detail, dan tanggung jawab dalam merawat ekosistem air. Burung: **Penerbangan Jiwa Bebas** Bagi mereka yang memilih burung sebagai hewan peliharaan, mereka cenderung memiliki jiwa yang bebas dan ingin terhubung dengan alam. Burung memberikan kebebasan dalam penerbangan yang melambangkan keinginan untuk eksplorasi dan kebebasan. Psikologi mengungkapkan bahwa pemilik burung sering memiliki sifat kreatif dan ingin merasa dekat dengan alam. Reptil: **Mempelajari Ketenangan dalam Kesunyian** Reptil, seperti ular dan kura-kura, sering dipilih oleh individu yang ingin belajar tentang kesabaran dan ketenangan. Merawat reptil memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus, yang mengajarkan pemiliknya untuk merasa lebih terhubung dengan dunia alam dan memahami bahwa setiap makhluk hidup memiliki tempatnya sendiri dalam ekosistem. Setiap pilihan hewan peliharaan mencerminkan berbagai aspek dalam kepribadian dan kehidupan kita. Psikologi hewan peliharaan menawarkan pemahaman lebih dalam tentang diri kita sendiri dan memberikan pelajaran berharga tentang tanggung jawab, kesabaran, dan hubungan yang berharga. Tak peduli hewan peliharaan apa yang kamu pilih, yang terpenting adalah koneksi dan cinta yang kamu bagikan dengannya. **Referensi :** Parker, J. Richard. 2023. The Psychology of Pet Ownership.

Selengkapnya
Kekuatan Tersembunyi Dari Hewan Peliharaanmu Yang Tak Kamu Sadari!
  • DEC 26, 2023

Kekuatan Tersembunyi Dari Hewan Peliharaanmu Yang Tak Kamu Sadari!

Hewan peliharaan telah lama menjadi teman setia manusia. Mereka memberikan kebahagiaan, kehangatan, dan cinta tanpa syarat kepada kita. Namun, apa yang mungkin belum banyak orang tahu adalah betapa dampak psikologis positif yang bisa diberikan oleh hewan peliharaan ini. **Kucing** Kita semua tahu bahwa kucing adalah makhluk yang sangat rileks. Mereka sering kali menghabiskan berjam-jam tidur siang dengan tubuh yang santai. Ini memiliki efek menular pada kamu! Melihat kucing kamu bersantai bisa merangsang perasaan rileks dan menenangkan. Dalam kehidupan yang penuh tekanan, momen-momen bersama kucing peliharaan bisa menjadi seperti meditasi alami yang mengusir stres. **Ikan** Akuarium dengan ikan-ikan yang berwarna-warni bisa menjadi pemandangan yang menenangkan. Mengamati gerakan lembut ikan di dalam air dapat memiliki efek meditatif yang meredakan stres dan meningkatkan konsentrasi. Ikan juga dapat memperbaiki suasana hati kamu, menjadikannya pilihan yang bagus untuk mengatasi suasana hati yang sedang kurang baik. **Burung** Burung peliharaan, seperti burung kicauan atau burung kenari, bisa menjadi pengiring jiwa yang menenangkan. Suara mereka yang merdu dapat meredakan ketegangan dan memberikan suasana yang tenang. Observasi mereka yang penuh warna dan hidup juga dapat membantu mengalihkan perhatian dari masalah sehari-hari dan merangsang kreativitas. **Reptil** Reptil, seperti kura-kura atau ular, membutuhkan tingkat kesabaran dan konsentrasi yang tinggi untuk merawatnya dengan baik. Merawat reptil dapat membantu meningkatkan kemampuan fokus dan kesabaran kamu. Selain itu, perawatan yang teratur dapat memberikan perasaan prestasi dan kebanggaan, yang berkontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis kamu. **Anjing** Anjing adalah teman setia yang selalu bersedia mendengarkan, mengerti, dan memberikan dukungan tanpa syarat. Mereka juga mendorong kamu untuk berolahraga dan menjalani gaya hidup yang lebih aktif. Ini dapat mengurangi tingkat kecemasan dan depresi. Selain itu, merawat anjing juga membangun disiplin diri dan tanggung jawab, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas hidup secara keseluruhan. Hewan peliharaan tidak hanya memberikan kebahagiaan melalui kasih sayang mereka, tetapi juga membawa dampak psikologis positif yang luar biasa. Dari kucing yang merilekskan hingga anjing yang setia, burung yang menenangkan, reptil yang mengajarkan kesabaran, dan ikan yang memberikan meditasi alamiah, hewan peliharaan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis kamu. Jadi, jika kamu masih meragukan kekuatan hewan peliharaan dalam menjaga kesehatan mental kamu, cobalah untuk merawat salah satu dari mereka. Mereka mungkin memiliki efek positif yang lebih besar daripada yang pernah kamu bayangkan. Ingatlah, cinta dan perhatian kamu terhadap mereka akan diimbangi dengan manfaat psikologis yang tak ternilai harganya. **Referensi :** Johnson, B. Mary. 2023. Animal-Assisted Therapy for Children and Adolescents.

Selengkapnya
Gak Cuma Teman, Hewan Peliharaan Juga Jadi Solusi Terapi Anak!
  • DEC 26, 2023

Gak Cuma Teman, Hewan Peliharaan Juga Jadi Solusi Terapi Anak!

Anak-anak adalah bintang-bintang kecil yang bersinar dalam kehidupan kita, dan seringkali, mereka harus menghadapi berbagai tantangan perkembangan psikologis. Namun, tahukah kamu bahwa ada sahabat setia yang dapat membantu mereka melewati masa-masa sulit ini? Hewan peliharaan adalah alat terapi yang luar biasa untuk membantu anak-anak dengan masalah perkembangan psikologis. Anak-anak adalah makhluk sosial yang sangat emosional. Mereka cenderung menghadapi stres, kecemasan, dan masalah perkembangan psikologis seperti autisme, gangguan perilaku, atau kesulitan berbicara. Inilah saatnya hewan peliharaan memasuki layar peran mereka sebagai penyelamat yang penuh cinta. **Meningkatkan Empati dan Keterampilan Sosial** Hewan peliharaan seperti anjing atau kucing membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Ketika anak-anak merawat mereka, mereka belajar untuk merasakan dan memahami perasaan makhluk hidup lainnya. Ini membantu meningkatkan empati mereka, mengajarkan keterampilan sosial yang sangat berharga, dan memberi mereka kesempatan untuk berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. **Menurunkan Tingkat Stres dan Kecemasan** Interaksi dengan hewan peliharaan telah terbukti dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan pada anak-anak. Ini karena hewan peliharaan menghasilkan hormon endorfin yangn mengurangi perasaan cemas dan meningkatkan perasaan bahagia. Jadi, saat anak-anak merasa cemas atau marah, mereka dapat mencari kenyamanan dalam pelukan bulu sahabat mereka. **Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Bahasa** Bagi anak-anak yang mengalami kesulitan berbicara atau memiliki spektrum autis, hewan peliharaan bisa menjadi pendengar yang sempurna. Mereka tidak akan menghakimi atau mengkritik. Ini membantu anak-anak merasa lebih percaya diri dalam berbicara dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Namun, perlu diingat bahwa memiliki hewan peliharaan adalah tanggung jawab besar. Ini juga merupakan pelajaran berharga bagi anak-anak tentang tanggung jawab. Merawat hewan peliharaan mengajarkan anak-anak tentang kewajiban, kedisiplinan, dan pentingnya merawat makhluk hidup lainnya. **Bagaimana Memilih Hewan Peliharaan yang Tepat?** Tentu saja, tidak semua hewan peliharaan cocok untuk semua anak. Berikut adalah beberapa panduan sederhana: a. _Perhatikan Alergi_: Pastikan tidak ada alergi yang mungkin timbul jika kamu memiliki kontak dengan jenis hewan tertentu. b. _Pertimbangkan Ukuran_: Pertimbangkan ukuran hewan peliharaan dan apakah itu sesuai dengan lingkungan dan kebutuhanmu. c. _Konsultasikan dengan Ahli_: Jika kamu memiliki kondisi khusus, seperti autisme, konsultasikan dengan ahli atau terapis anak untuk saran tentang jenis hewan peliharaan yang paling sesuai. Hewan peliharaan adalah hadiah yang tak ternilai bagi anak-anak dengan masalah perkembangan psikologis. Mereka adalah sahabat yang selalu setia, guru tentang empati dan tanggung jawab, serta sumber kebahagiaan dan kenyamanan. Jadi, jika kamu mempertimbangkan hewan peliharaan untuk keluargamu, ingatlah bahwa kamu juga memberikan perlindungan dan pelajaran berharga untuk perkembangan psikologis anak-anakmu. Dengan mencintai dan merawat hewan peliharaan, kamu membantu membentuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka, sambil menjadikan rumahmu tempat yang penuh kasih dan kebahagiaan. **Referensi :** Johnson, B. Mary. 2023. Animal-Assisted Therapy for Children and Adolescents.

Selengkapnya
Kamu Tidak Akan Percaya Bagaimana Hewan Peliharaan Bisa Merubah Hidupmu!
  • DEC 22, 2023

Kamu Tidak Akan Percaya Bagaimana Hewan Peliharaan Bisa Merubah Hidupmu!

Hewan peliharaan bukan hanya teman setia yang selalu siap memberikan cinta tanpa syarat, tetapi mereka juga memiliki kekuatan terapeutik yang luar biasa dalam membuat pemiliknya merasa senang. Psikologi telah lama mempelajari hubungan ajaib ini, dan disini, kita akan menjelajahi mengapa hewan peliharaan bisa menjadi sumber kebahagiaan yang tak ternilai bagi kita. **Penurunan Stress yang Luar Biasa** Apakah kamu pernah merasa cemas atau stres setelah hari yang melelahkan? Nah, hewan peliharaan kamu mungkin menjadi solusi terbaik. Studi telah menunjukkan bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan, seperti mengelus atau bermain dengan mereka, dapat mengurangi kadar hormon stress dalam tubuh kita. Ini membuat kita merasa lebih tenang dan santai. **Koneksi Emosional yang Mendalam** Hewan peliharaan bukan hanya makhluk yang hidup di sekitar kita. Mereka adalah anggota keluarga yang tak pernah berbicara. Merawat dan mencintai hewan peliharaan membangun ikatan emosional yang kuat, yang memberikan rasa kebahagiaan yang mendalam. Perasaan dicintai oleh hewan peliharaan kamu sangat mempengaruhi kesejahteraan psikologis kamu. **Tanggung Jawab yang Meningkatkan Kepuasan** Memiliki hewan peliharaan juga membawa tanggung jawab yang besar. Kamu perlu memberikan makan, perawatan medis, dan perhatian kepada mereka. Ini dapat meningkatkan rasa keterlibatan dan tanggung jawab kamu, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat kepuasan dalam hidup kamu. Merawat hewan peliharaan membuat kita merasa bermanfaat dan diperlukan. **Mengurangi Rasa Kesepian** Hewan peliharaan juga merupakan teman yang tak pernah mengecewakan. Mereka selalu ada di samping kamu, siap untuk mendengarkan tanpa menghakimi atau mengkritik. Terutama bagi mereka yang tinggal sendiri, hewan peliharaan bisa menjadi sumber utama untuk mengurangi rasa kesepian. **Peningkatan Aktivitas Fisik** Ketika kamu memiliki hewan peliharaan, kamu tidak bisa hanya berbaring di sofa sepanjang hari. Kamu perlu memberikan mereka aktivitas fisik, seperti berjalan-jalan atau bermain. Hal ini dapat meningkatkan tingkat kebugaran kamu dan merangsang pelepasan endorfin, yang membuat kamu merasa bahagia. **Membantu Mengatasi Kekhawatiran dan Depresi** Studi telah menunjukkan bahwa kehadiran hewan peliharaan dapat membantu mengurangi gejala kekhawatiran dan depresi. Mereka memberikan perasaan tujuan dan berfungsi sebagai pengalih perhatian yang efektif dari pikiran negatif. Hewan peliharaan bukan hanya hewan yang kita pelihara, mereka adalah teman setia dan penyembuh psikologis. Mereka memberikan cinta tanpa syarat, mengurangi stress, dan meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan. Jadi, jika kamu belum memiliki hewan peliharaan, pertimbangkanlah untuk mengadopsi satu. Mereka tidak hanya akan menjadi teman setia, tetapi juga sumber kebahagiaan yang tak ternilai dalam hidup kamu. **Referensi :** Brown, A. Melissa & Axelrod, Julie. 2023 . Animal-Assisted Therapy: A Practical Guide for the Mental Health Professional.

Selengkapnya
Sembuhkan Stress dengan Kasih Sayang Hewan Peliharaan, Apa Benar?
  • DEC 22, 2023

Sembuhkan Stress dengan Kasih Sayang Hewan Peliharaan, Apa Benar?

Stress seolah menjadi sahabat yang tidak diundang dalam hidup kita. Kita semua pernah mengalaminya, mulai dari deadline pekerjaan yang ketat hingga masalah pribadi yang rumit. Meskipun stress adalah bagian alami dari kehidupan, terkadang itu bisa menjadi beban yang terlalu berat untuk kamu tanggung. Nah, tahukah kamu bahwa hewan peliharaan dapat menjadi penyelamat dalam menjalani perjalanan ini? Mari kita eksplorasi mengapa hewan peliharaan digunakan sebagai bentuk terapi dan penyembuhan masalah stress, yang sangat relevan dalam konteks psikologi. **Terhubung dengan Kehidupan Nyata** Ketika dunia terasa kacau dan tak terkendali, hewan peliharaan datang sebagai penawar. Kehadiran mereka yang penuh kasih sayang dan tidak bersyarat memberikan kita perasaan nyaman dan kenyamanan. Terlepas dari apa yang terjadi di luar sana, hewan peliharaan kita selalu ada untuk kamu. Ini membantu kamu merasa terhubung dengan dunia nyata dan meredakan ketegangan dalam diri kamu. **Keseimbangan Emosi** Hewan peliharaan memiliki keajaiban tersendiri dalam meredakan stress. Ketika kamu bermain atau bercengkrama dengan mereka, otak kamu menghasilkan hormon-hormon bahagia seperti serotonin dan dopamin. Ini adalah senyawa-senyawa yang dapat membantu mengurangi tingkat stress dan meningkatkan suasana hati kamu. Jadi, tidak heran jika hewan peliharaan seringkali disebut sebagai 'dokter hati' kamu. **Pengurang Kecemasan Sosial** Stress sosial, seperti kecemasan dalam situasi sosial atau perasaan kesepian, dapat merusak kesejahteraan mental kamu. Tapi, hewan peliharaan dapat menjadi teman yang setia dan penyelamat dalam situasi ini. Mereka tidak memandang penampilan kamu, status sosial, atau latar belakang kamu. Ini membuat kamu merasa diterima dan dicintai apa adanya, yang dapat mengurangi kecemasan sosial dan merangsang rasa percaya diri kamu. **Fokus pada Kehidupan yang Lebih Besar** Seringkali, stress muncul karena kita terlalu fokus pada masalah-masalah kecil yang mendominasi pikiran kita. Ketika kamu merawat hewan peliharaan, kamu dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih besar. Ini membantu kamu melihat gambaran yang lebih besar dalam hidup, mengalihkan perhatian dari perasaan stress ke perasaan tujuan dan makna. **Meningkatkan Kualitas Hidup** Sebuah studi yang dilakukan oleh American Heart Association menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan tingkat stress yang lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan. Kehidupan yang lebih baik secara fisik juga berkontribusi pada kesejahteraan mental kita. Dengan demikian, hewan peliharaan bukan hanya menyembuhkan stress, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup kamu secara keseluruhan. Hewan peliharaan adalah sahabat yang tak ternilai dalam perjalanan hidup kita. Mereka tidak hanya memberikan cinta tak terbatas, tetapi juga berperan sebagai terapis pribadi kita dalam mengatasi masalah stress. Kehadiran mereka membantu kamu merasa terhubung dengan dunia, meredakan emosi negatif, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Jadi, jika kamu mencari cara untuk meredakan stress, pertimbangkan untuk memiliki hewan peliharaan dalam hidup kamu - mereka adalah obat alami yang manis untuk jiwa kita. **Referensi :** Johnson, C. Amy. 2023. Therapy Animals: A Practical Guide for Using Animals in Therapy.

Selengkapnya
Keajaiban Kasih dari Hewan Peliharaan, Manfaat Tak Terduga untuk Kesejahteraan Lansia!
  • DEC 21, 2023

Keajaiban Kasih dari Hewan Peliharaan, Manfaat Tak Terduga untuk Kesejahteraan Lansia!

Siapa yang bisa menolak senyum manis dan gemetar ekor seekor anjing yang setia menemani kita? Hewan peliharaan memang memiliki keajaiban tersendiri, terutama ketika datang ke dalam kehidupan para lansia. Jika kamu ingin tahu bagaimana program kegiatan dengan hewan peliharaan dapat memberikan manfaat luar biasa dalam dunia lansia, mari kita selami bersama disini. **Terapi Kasih dari Hewan Peliharaan** Pernahkah kamu merasa bahwa ciuman basah dari seekor anjing atau gigitan lembut dari seekor kucing dapat memberikan kebahagiaan yang luar biasa? Ternyata, sensasi ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak muda, tetapi juga oleh para lansia. Psikologi mencatat bahwa kontak fisik dengan hewan peliharaan dapat meningkatkan produksi hormon kebahagiaan, seperti serotonin dan oksitosin, yang membantu mengurangi stres dan depresi. Ketika lansia merasa kesepian atau cemas, hewan peliharaan mereka menjadi sahabat setia yang selalu ada di samping mereka. Kehadiran hewan peliharaan bisa memberikan perasaan aman dan nyaman, membuat hati lansia menjadi lebih hangat. **Stimulasi Mental yang Alami** Program kegiatan dengan hewan peliharaan juga memberikan rangsangan mental yang alami bagi para lansia. Merawat dan bermain dengan hewan peliharaan memerlukan perhatian dan keterlibatan aktif. Hal ini dapat memperkuat daya ingat dan kognitif, menjaga pikiran tetap tajam. Selain itu, para lansia yang terlibat dalam kegiatan seperti berjalan-jalan dengan anjing atau bermain dengan kucing, sering merasa lebih bersemangat dan hidup. Aktivitas ini menghilangkan rasa bosan dan monoton yang sering menyelimuti rutinitas sehari-hari mereka. **Membangun Koneksi Emosional yang Mendalam** Salah satu hal terindah dari memiliki hewan peliharaan adalah kemampuan mereka untuk membangun koneksi emosional yang mendalam dengan manusia. Bagi para lansia, ini bisa menjadi pengalaman yang sangat berharga. Hewan peliharaan tidak hanya menjadi teman setia, tetapi juga membantu mereka merasa diterima dan dicintai. Ketika seseorang merasa diterima dan dicintai, perasaan itu bisa mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Hewan peliharaan tidak pernah menghakimi atau menilai, mereka hanya memberikan kasih sayang tanpa syarat. **Meningkatkan Kualitas Hidup** Dalam dunia lansia, kualitas hidup adalah hal yang sangat berharga. Program kegiatan dengan hewan peliharaan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan. Melalui interaksi dengan hewan peliharaan, mereka merasa lebih bahagia, lebih sehat secara mental, dan lebih puas dengan hidup mereka. Tidak hanya itu, memiliki tanggung jawab merawat hewan peliharaan memberikan tujuan dalam hidup mereka. Ini membuat mereka merasa bermanfaat dan memiliki alasan untuk bangun setiap pagi. Program kegiatan dengan hewan peliharaan adalah bukti nyata betapa luar biasanya hewan peliharaan dapat memengaruhi kehidupan para lansia. Mereka bukan hanya hewan peliharaan, tetapi sahabat setia yang memberikan cinta tanpa syarat, stimulasi mental, dan kualitas hidup yang lebih baik. Jadi, jika kamu adalah seorang lansia atau memiliki orang tua yang sudah lanjut usia, pertimbangkan untuk membawa hewan peliharaan ke dalam hidup mereka. Siapa tahu, kehadiran seekor kucing yang manis atau anjing yang setia bisa menjadi penyemangat yang penuh kasih dalam perjalanan indah menuju masa tua. **Referensi :** Smith, J . 2023. The Effect of Animal-Assisted Therapy on Depression and Anxiety in Older Adults.

Selengkapnya
Inilah Cara Mengatasi Kehilangan Hewan Peliharaan yang Merusak Psikologimu!
  • DEC 21, 2023

Inilah Cara Mengatasi Kehilangan Hewan Peliharaan yang Merusak Psikologimu!

Hewan peliharaan sering kali menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga kita. Mereka memberi kamu cinta tanpa syarat, kebahagiaan, dan banyak kenangan indah. Namun, ketika hewan peliharaan kamu pergi, entah karena alasan alami atau penyakit, kamu mengalami kehilangan yang mendalam. Proses ini dapat menciptakan perasaan trauma yang sebagian besar dari kita mungkin tidak menyadari. **1. Kesenjangan yang Mendalam** Kehilangan hewan peliharaan bukan hanya tentang kehilangan teman setia, tetapi juga mengenai kehilangan bagian dari dirimu. Hewan peliharaan kamu telah menjadi bagian dari rutinitas harian kamu, memberikan kenyamanan dan penghiburan di saat-saat sulit. Ketika mereka pergi, kamu sering kali merasa hampa dan kehilangan. **2. Proses Berkabung** Proses berduka saat kehilangan hewan peliharaan memiliki kemiripan dengan berduka atas kematian seseorang. Ada beberapa tahap yang biasanya kamu lewati, yaitu: **a. Penyangkalan** Ini adalah tahap awal di mana kamu cenderung tidak bisa menerima kenyataan bahwa hewan peliharaan kamu benar-benar pergi. Kamu mungkin mencari tanda-tanda atau berharap mereka akan kembali. **b. Marah dan Kesedihan** Kamu merasa marah pada dunia atau merasa sangat sedih. Ini adalah saat-saat ketika emosimu sangat bergejolak. **c. Negosiasi dan Penyesuaian** Di tahap ini, kamu mencoba bernegosiasi dengan kenyataan dan mulai beradaptasi dengan hidup tanpa hewan peliharaan kamu. Ini adalah saat kamu menerima kenyataan bahwa mereka benar-benar pergi. **d. Penerimaan dan Kesembuhan** Tahap akhir adalah penerimaan. Meskipun kamu akan selalu merindukan hewan peliharaan kamu, kamu mulai merasa lebih baik dan siap untuk meneruskan hidup. **3. Dampak Trauma** Kehilangan hewan peliharaan juga dapat meninggalkan dampak psikologis yang signifikan. Orang-orang yang mengalami kehilangan hewan peliharaan mereka mungkin mengalami gejala seperti: **a. Kecemasan dan Depresi** Kehilangan hewan peliharaan dapat memicu perasaan cemas dan depresi. Kamu mungkin merasa kesepian atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu kamu nikmati. **b. Kesulitan Mengatasi Kehilangan** Bagi sebagian orang, kehilangan hewan peliharaan bisa sama traumatisnya dengan kehilangan anggota keluarga. Mereka mungkin mengalami kesulitan untuk mengatasi kehilangan ini. **c. Perubahan Pola Tidur dan Makan** Dampak kehilangan hewan peliharaan bisa mencakup perubahan dalam pola tidur dan makan. Kamu mungkin sulit tidur atau kehilangan nafsu makan. **4. Cara Mengatasi Trauma Kehilangan Hewan Peliharaan** Mengatasi trauma kehilangan hewan peliharaan memerlukan waktu dan dukungan. Beberapa cara yang dapat membantu meliputi: **a. Berbicara dengan Seseorang** Berbicara dengan teman, keluarga, atau seorang profesional tentang perasaan kamu dapat membantu kamu mengatasi trauma ini. **b. Mengenang Kenangan Indah** Mengenang kenangan-kenangan indah dengan hewan peliharaan kamu dapat membantu kamu merayakan hidup mereka daripada hanya berduka. **c. Menyediakan Waktu untuk Dirimu Sendiri** Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Beri dirimu waktu untuk berduka dan pulih. **d. Pertimbangkan Pengadopsian Lagi** Ketika kamu merasa siap, pertimbangkan untuk mengadopsi hewan peliharaan lain. Ini dapat membantu kamu menyembuhkan luka dan memberi rumah kepada hewan yang membutuhkan. Kehilangan hewan peliharaan adalah pengalaman yang sulit, dan proses berduka dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan tahunan. Namun, dengan dukungan yang tepat, kamu dapat mengatasi trauma ini dan mengenang hewan peliharaan kamu dengan cinta dan kebahagiaan. **Referensi :** Parker, J. Richar. 2023. The Psychology of Pet Ownership. Johnson, B. Mary. 2023. Animal-Assisted Therapy for Children and Adolescents.

Selengkapnya
Misteri Pandangan Mata, Apakah Pandangannya Jujur atau Bohong?
  • DEC 20, 2023

Misteri Pandangan Mata, Apakah Pandangannya Jujur atau Bohong?

Ketika kita berbicara tentang berbohong, mata sering menjadi fokus perhatian. Tapi tahukah kamu bahwa cara seseorang melihat saat berbohong dapat berbeda-beda berdasarkan latar belakang sosial dan budaya mereka? Ini adalah salah satu aspek menarik dari psikologi manusia yang akan kita bahas disini. **Bahasa Tubuh Universal vs. Kepribadian Budaya** Kita sering mendengar bahwa mata adalah jendela jiwa. Namun, ini justru bisa lebih rumit daripada yang kita kira. Berdasarkan penelitian psikologi, beberapa ekspresi mata dapat bersifat universal, tetapi banyak lainnya terpengaruh oleh budaya dan latar belakang sosial individu. Misalnya, beberapa tanda kebohongan, seperti mata gelisah atau tatapan terpaku, mungkin dapat dikenali di seluruh dunia. Namun, seiring dengan memahami konteks sosial dan budaya, kita akan menyadari bahwa orang mungkin juga memiliki teknik-teknik untuk menyembunyikan tanda-tanda ini atau bahkan memanipulasinya agar terlihat jujur. **Konteks Sosial: Kehormatan dan Kepercayaan** Budaya memiliki peran penting dalam menentukan cara orang melihat saat berbohong. Dalam beberapa budaya, mata yang turun saat berbicara bisa dianggap sebagai tanda hormat, bukan kebohongan. Sebaliknya, dalam budaya lain, tatapan mata yang kuat dapat dianggap sebagai tanda kepercayaan diri dan jujur. Dalam budaya-budaya yang mementingkan kehormatan, kamu mungkin lebih cenderung untuk menghindari tatapan mata yang terlalu intens saat berbohong, sementara dalam budaya yang menekankan kejujuran, kamu mungkin lebih percaya diri dalam mempertahankan kontak mata. **Bahasa Tubuh dan Stereotip Budaya** Penting untuk diingat bahwa stereotip budaya juga dapat mempengaruhi pandangan mata saat berbohong. Sebagai contoh, dalam beberapa budaya, ekspresi wajah yang lebih emosional dapat dianggap sebagai tanda kejujuran, sementara dalam budaya lain, kontrol emosi dianggap lebih baik. **Pentingnya Konteks dan Pengalaman Pribadi** Selain budaya, pengalaman pribadi juga memainkan peran dalam cara seseorang melihat saat berbohong. Orang yang memiliki pengalaman trauma atau kecurangan sebelumnya mungkin lebih cenderung untuk mengembangkan strategi berbeda dalam menyembunyikan kebohongan mereka. Jadi, apa yang dapat kita pelajari dari semua ini? Pertama, mata memang merupakan jendela jiwa, tetapi jendela ini dapat memiliki tirai budaya yang berbeda-beda. Kedua, tidak ada aturan baku tentang bagaimana pandangan mata dapat mengungkap kebohongan, karena itu sangat tergantung pada konteks sosial dan budaya. Ketika kita berbicara dengan orang dari budaya yang berbeda, penting untuk memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang norma-norma budaya mereka. Ini akan membantu kita untuk tidak salah menilai dan mungkin meresapi misteri di balik pandangan mata mereka. Jadi, selanjutnya ketika kamu berbicara dengan seseorang dan mencoba mengidentifikasi apakah mereka berbohong atau tidak, ingatlah bahwa cara mereka melihat mungkin lebih rumit daripada yang terlihat. Dan ingatlah juga untuk selalu berbicara dengan baik, menghormati, dan menerima perbedaan budaya dalam perjalanan kita untuk memahami orang lain. **Referensi :** Ekman, Paul. 2021. Lying and Deception: Theory and Practice.

Selengkapnya
Ternyata Cara Pandang Mata Seseorang Bisa Mengungkap Semua, Termasuk Emosi!
  • DEC 20, 2023

Ternyata Cara Pandang Mata Seseorang Bisa Mengungkap Semua, Termasuk Emosi!

Pernahkah kamu berpikir seberapa jujur seseorang ketika ia berbicara? Meskipun kita berharap orang-orang di sekitar kita selalu jujur, kenyataannya tidak selalu demikian. Terkadang, kita perlu membaca isyarat non-verbal untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak. Salah satu aspek penting dalam membaca isyarat ini adalah melalui mata seseorang. Sebagai manusia, kita sering menganggap mata sebagai jendela hati. Pandangan mata seseorang dapat memberikan banyak informasi tentang apa yang mereka rasakan atau pikirkan. Psikolog dan peneliti telah lama mempelajari hubungan antara emosi dan ekspresi mata. Jadi, mari kita mulai dengan menjelaskan bagaimana emosi memengaruhi mata seseorang. **Ekspresi Emosi dalam Mata** Emosi dapat sangat memengaruhi cara mata seseorang terlihat. Misalnya, saat seseorang merasa senang, mata mereka cenderung berbinar dan terlihat lebih cerah. Di sisi lain, ketika seseorang merasa sedih, mata mereka bisa terlihat cemberut dan kurang bercahaya. Namun, apa yang terjadi ketika seseorang berbohong? **Mata dan Ketakutan** Ketakutan adalah salah satu emosi yang paling sering muncul saat seseorang berbohong. Orang yang berbohong mungkin merasa ketakutan akan terungkap, dan ini dapat tercermin dalam mata mereka. Ketakutan dapat membuat mata seseorang terlihat gelisah dan tidak dapat menahan pandangan mata dengan mantap. Ini bisa menjadi petunjuk yang berguna bagi yang mencoba mendeteksi kebohongan. **Mata dan Kegelisahan** Kegelisahan juga bisa memengaruhi cara pandang mata saat berbohong. Orang yang merasa cemas mungkin sulit untuk menjaga kontak mata dengan orang lain. Pandangan mereka mungkin bergerak-gerak atau sering mengalihkan perhatian. Ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. **Cara Mendeteksi Kebohongan melalui Mata** Sekarang, kita telah memahami bagaimana emosi, ketakutan, dan kegelisahan dapat memengaruhi mata seseorang saat berbohong, mari kita lihat beberapa tanda khas yang perlu diperhatikan: - _Kontak Mata yang Terputus_: Orang yang berbohong mungkin sulit untuk menjaga kontak mata yang tahan lama. - _Gerakan Mata yang Cepat_: Mereka mungkin terlihat sering menggerakkan mata, seolah-olah mencoba mencari jawaban atau alasan. - _Mata yang Gelisah_: Mata yang gelisah, terlihat tegang, atau bahkan berkedut bisa menjadi tanda kegelisahan dan ketakutan. - _Pandangan Menghindar_: Orang yang berbohong mungkin cenderung menghindari pandangan mata langsung dan lebih suka melihat ke samping atau ke bawah. Mata adalah jendela ke dalam pikiran dan emosi seseorang. Saat seseorang berbohong, emosi seperti ketakutan dan kegelisahan dapat tercermin dalam cara mereka memandang. Meskipun ini bukanlah metode yang mutlak untuk mendeteksi kebohongan, memahami hubungan antara emosi dan mata dapat membantu kita menjadi lebih waspada terhadap tanda-tanda kebohongan. Jadi, jangan lupa, saat berbicara dengan seseorang, mata mereka bisa memberikan petunjuk yang berharga tentang apa yang sebenarnya terjadi di dalam pikiran dan hati mereka. Tetap waspada, tetapi juga ingat untuk memberi mereka ruang untuk berbicara dan jujur. Kita semua bisa memahami bahwa kadang-kadang kebohongan hanya merupakan bentuk perlindungan diri dari emosi yang rumit. **Referensi :** Darley, M. John & Wegner, M. Daniel. 2023. The Psychology of Lies: Debunking the Myths and Understanding the Truth.

Selengkapnya
Bukan Ramalan, Tapi Kamu Bisa Tahu Orang Lain Sedang Berbohong dengan Tatapan Mata!
  • DEC 19, 2023

Bukan Ramalan, Tapi Kamu Bisa Tahu Orang Lain Sedang Berbohong dengan Tatapan Mata!

Pernahkah kamu bertemu seseorang dan merasa bahwa kamu bisa "membaca" mereka hanya melalui pandangan mata mereka? Terkadang, kita merasa bisa menangkap banyak hal hanya dari tatapan orang lain. Meskipun tampak seperti keahlian gaib, sebenarnya ada ilmu psikologi yang dapat membantu kita memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik tatapan tersebut. _**Mengapa Tatapan Mata itu Penting?**_ Tatapan mata adalah jendela jiwa, dan ini bukan sekadar pernyataan klise. Psikologi telah menunjukkan bahwa mata adalah alat komunikasi yang kuat. Ada sejumlah aspek yang dapat kita pelajari dari tatapan seseorang: **1.Ekspresi Emosi** Mata adalah salah satu cara utama untuk mengungkapkan emosi. Saat seseorang senang, marah, sedih, atau takut, mata mereka seringkali akan memberi tahu kita lebih banyak daripada kata-kata yang mereka ucapkan. **2. Kepuasan atau Ketidakpuasan** Ketika seseorang merasa puas atau tidak puas, ini dapat tercermin melalui tatapan mereka. Orang yang puas mungkin memiliki tatapan mata yang bersinar, sementara orang yang tidak puas dapat menunjukkan tatapan yang lesu. **3. Tingkat Ketertarikan** Jika kamu ingin tahu apakah seseorang tertarik pada kamu, perhatikan tatapan mereka. Mata yang tertuju pada kamu dengan kontak mata yang kuat menandakan ketertarikan dan perhatian. **4. Kebiasaan Berbohong** Meskipun tidak ada cara pasti untuk mengetahui seseorang berbohong hanya dari tatapan mata, ada beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk, seperti perubahan tiba-tiba dalam gerakan mata atau kontak mata yang dihindari. **Membaca Tatapan Mata dengan Benar** Meskipun kita dapat memahami banyak hal dari tatapan mata seseorang, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah ilmu pasti. Setiap orang unik, dan reaksi mata seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti latar belakang budaya, emosi saat itu, dan pengalaman hidup mereka. Dalam membaca tatapan mata seseorang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: - _Konteks_: Tatapan mata harus dilihat dalam konteks. Apakah seseorang sedang berbicara tentang kebahagiaan atau kesedihan? Konteks sangat penting dalam menginterpretasikan apa yang kita lihat. - _Pola Umum_: Cobalah untuk melihat pola umum dalam tatapan seseorang. Apakah mereka sering menunjukkan tatapan tertentu dalam situasi tertentu? Ini bisa menjadi petunjuk penting. - _Komunikasi Non-Verbal Lainnya_: Jangan hanya bergantung pada tatapan mata. Perhatikan juga bahasa tubuh secara keseluruhan. Apakah seseorang tegang, rileks, atau gelisah? - _Empati_: Cobalah untuk merasakan apa yang mungkin dirasakan oleh orang tersebut. Empati dapat membantu kamu memahami lebih baik apa yang sedang terjadi dalam pikiran dan hati mereka. Membaca tatapan mata adalah seni yang menarik dan berguna. Ini adalah alat yang berguna dalam memahami orang lain, memperkuat hubungan interpersonal, dan mengembangkan empati. Namun, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah ilmu pasti, dan kesalahan bisa terjadi. Selain itu, selalu penting untuk menghormati privasi orang lain. Jangan mencoba membaca seseorang secara terlalu mendalam jika mereka tidak nyaman atau tidak mengizinkannya. Penggunaan pengetahuan ini sebaiknya digunakan untuk memahami dan mendukung orang lain, bukan untuk mengintervensi atau menilai mereka secara sembrono. Jadi, selanjutnya ketika kamu bertemu dengan seseorang, coba perhatikan tatapan mata mereka. Kamu mungkin akan terkejut dengan seberapa banyak yang bisa kamu pelajari hanya dengan memandang ke dalam jendela jiwa mereka. Tetaplah bijaksana, berempati, dan berhubungan dengan orang lain dengan baik. **Referensi :** Smith, L. David. 2022. The Science of Deception: Why We Lie and How We Can Catch Liars.

Selengkapnya
Terungkap! Cara Deteksi Kebohongan dengan Mata Telanjang!
  • DEC 19, 2023

Terungkap! Cara Deteksi Kebohongan dengan Mata Telanjang!

Apakah kamu pernah merasa bingung atau penasaran ketika berbicara dengan seseorang? Mungkin kamu bertanya-tanya apakah mereka sedang berbohong atau jujur. Nah, jangan khawatir, karena disini, kita akan membahas bagaimana cara mengungkap rahasia di balik psikologi seseorang ketika berbohong. **1. Ekspresi Wajah yang Mengkhianati** Bukannya kita bisa membaca pikiran seseorang, tapi ekspresi wajah bisa memberikan petunjuk. Ketika seseorang berbohong, mereka mungkin tidak bisa mengontrol ekspresi wajah mereka sepenuhnya. Coba perhatikan mata mereka – apakah mereka terlalu sering menghindari kontak mata atau justru terlalu intens? Seseorang yang berbohong juga mungkin menunjukkan ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan kata-kata yang mereka ucapkan. Misalnya, mereka mengatakan bahwa mereka senang, tetapi ekspresi wajah mereka justru menunjukkan kecemasan. Itu adalah tanda bahwa ada yang tidak beres. **2. Perubahan pada Suara dan Cara Berbicara** Suara juga bisa menjadi petunjuk. Ketika seseorang berbohong, suara mereka mungkin terdengar bergetar atau terlalu tinggi. Mereka juga mungkin mengucapkan kata-kata dengan terlalu cepat atau terlalu lambat. Perubahan dalam suara dan cara berbicara bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang berusaha menyembunyikan sesuatu. **3. Bahasa Tubuh yang Berbicara Lebih Banyak** Pernahkah kamu mendengar pepatah "tubuh tidak bisa berbohong"? Itu benar! Bahasa tubuh seseorang bisa memberikan banyak petunjuk tentang apa yang sebenarnya mereka rasakan. Jika seseorang merasa cemas atau tidak nyaman ketika berbohong, mereka mungkin melakukan gerakan kecil seperti menggaruk hidung atau telinga, atau mereka mungkin merentangkan lengan mereka. Ini adalah tanda-tanda yang perlu kamu perhatikan. **4. Ketahui Pola Berbohong Mereka** Seseorang yang sering berbohong mungkin memiliki pola tertentu dalam perilaku berbohong mereka. Mereka mungkin selalu menggunakan alasan yang sama atau menghindari topik tertentu. Jika kamu merasa curiga terhadap seseorang, coba perhatikan apakah ada pola berbohong yang bisa kamu kenali. **5. Dengarkan Instingmu** Terakhir, tapi tidak kalah pentingnya, dengarkan instingmu. Kadang-kadang, perasaan kamu bisa memberikan petunjuk yang kuat. Jika kamu merasa sesuatu tidak benar, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan lebih lanjut atau mencari bukti tambahan. Pada akhirnya, penting untuk diingat bahwa tidak ada metode yang 100% akurat untuk mengetahui apakah seseorang berbohong. Namun, dengan memahami psikologi seseorang dan memperhatikan petunjuk-petunjuk di atas, kamu bisa menjadi lebih cermat dalam membaca orang. Ingatlah bahwa kejujuran dan kepercayaan adalah dasar dari hubungan yang sehat, jadi selalu usahakan untuk menjalin komunikasi yang terbuka dan jujur dengan orang-orang di sekitarmu. **Referensi :** Darley, M. John & Wegner, M. Daniel. 2023. The Psychology of Lies: Debunking the Myths and Understanding the Truth.

Selengkapnya
Inilah yang Terjadi Ketika Kamu Menatap Mata Seseorang dan Mengetahui Mereka Berbohong!
  • DEC 18, 2023

Inilah yang Terjadi Ketika Kamu Menatap Mata Seseorang dan Mengetahui Mereka Berbohong!

Pernahkah kamu merasa curiga ketika seseorang berbicara dengan kamu, tapi ekspresi matanya terasa tidak sesuai dengan kata-katanya? Ekspresi mata adalah salah satu cara paling kuat yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi, dan seringkali dapat mengungkapkan lebih banyak daripada yang kita katakan. Mari kita masuki dunia menarik dari ekspresi mata dalam konteks sosial dan budaya, terutama ketika berbicara tentang berbohong. Ada pepatah yang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa. Mengapa demikian? Karena mata adalah salah satu alat ekspresi emosional terkuat yang dimiliki manusia. Saat seseorang merasa senang, marah, sedih, atau bahkan gelisah, mata mereka dapat mengungkapkan perasaan ini dengan jelas. Namun, apa yang terjadi ketika seseorang berbohong? **Ekspresi Mata dalam Konteks Berbohong** Ketika seseorang berbohong, ekspresi mata mereka sering kali menjadi fokus utama. Psikolog telah lama mempelajari tanda-tanda ekspresi mata yang dapat mengungkapkan ketidakjujuran. Beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan ketika mencoba mengidentifikasi berbohong melalui ekspresi mata adalah: **a. Kontak mata yang berlebihan** Orang yang berbohong cenderung membuat kontak mata yang kurang intens daripada biasanya. Mereka mungkin merasa cemas dan khawatir terpergok. **b. Gerakan mata yang tidak konsisten** Seringkali, orang yang berbohong akan membuat gerakan mata yang tidak konsisten, seperti melirik ke arah lain atau berkedip lebih sering dari biasanya. **c. Menggosok atau menggaruk mata** Ini adalah tanda kegelisahan yang dapat mengindikasikan bahwa seseorang berusaha menyembunyikan kebenaran. **Variasi Budaya dalam Ekspresi Mata** Menariknya, cara orang mengekspresikan diri melalui mata dapat berbeda-beda di berbagai budaya. Sebagai contoh, di beberapa budaya, menghindari kontak mata bisa dianggap sebagai tanda hormat atau sifat pemalu, bukan tanda berbohong. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks budaya ketika mencoba menginterpretasi ekspresi mata seseorang. **Psikologi di Balik Ekspresi Mata Berbohong** Berbohong adalah tindakan yang mempengaruhi pikiran dan emosi seseorang secara mendalam. Saat seseorang berbohong, otak mereka bekerja keras untuk menciptakan cerita palsu. Inilah sebabnya mengapa ekspresi mata juga terlibat. Kecemasan dan perasaan bersalah bisa terpancar melalui mata, bahkan jika seseorang berusaha keras untuk tetap tenang. Mengetahui tanda-tanda ekspresi mata yang terkait dengan berbohong dapat berguna dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di tempat kerja, dalam hubungan, atau bahkan saat berinteraksi dengan orang baru. Namun, ingatlah bahwa interpretasi ini harus dilakukan dengan bijak dan hati-hati, karena setiap mata memiliki cerita uniknya sendiri. Ekspresi mata adalah jendela yang mengungkapkan lebih dari yang kita kira. Di dalamnya tersimpan sebagian dari rahasia manusia, termasuk ketika seseorang berbohong. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ekspresi mata dalam konteks sosial dan budaya, kita dapat lebih mendalam dalam berkomunikasi dan menginterpretasi perasaan orang di sekitar kita. Ingatlah untuk selalu menggunakan pengetahuan ini dengan bijak dan penuh pengertian, karena setiap mata memiliki cerita uniknya sendiri. **Referensi :** Smith, L. David. 2022. The Science of Deception: Why We Lie and How We Can Catch Liars.

Selengkapnya
Inilah Alasan Sebenarnya Kenapa Orang Suka Berbohong!
  • DEC 18, 2023

Inilah Alasan Sebenarnya Kenapa Orang Suka Berbohong!

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa seseorang bisa berbohong dengan begitu mudahnya? Apakah ada cara untuk mengenali tanda-tanda kebohongan? **1. Kebutuhan Akan Penerimaan Sosial** Salah satu alasan paling umum mengapa seseorang berbohong adalah karena mereka ingin diterima oleh orang lain. Seringkali, individu merasa bahwa dengan mengatakan kebenaran, mereka akan dihakimi, dikecam, atau bahkan diasingkan. Oleh karena itu, mereka memilih untuk berbohong demi menjaga citra diri mereka. Ini adalah upaya untuk mempertahankan hubungan sosial yang positif. **2. Takut Menghadapi Konsekuensi** Terkadang, seseorang berbohong karena takut menghadapi konsekuensi dari tindakan atau kata-kata mereka. Mereka mungkin khawatir bahwa kejujuran akan membawa dampak negatif yang signifikan pada hidup mereka. Sebagai contoh, seseorang yang telah membuat kesalahan besar mungkin cenderung berbohong untuk menghindari hukuman atau kritik. **3. Perlindungan Diri** Kebiasaan berbohong juga bisa muncul sebagai mekanisme perlindungan diri. Ini seringkali terjadi ketika seseorang merasa terancam atau merasa bahwa kebenaran akan mengungkapkan kelemahan atau kekurangan mereka. Dalam kasus ini, berbohong adalah cara untuk menjaga privasi dan melindungi diri dari potensi kerusakan. **4. Keterampilan Berbohong yang Terlatih** Beberapa orang memiliki keterampilan berbohong yang sangat baik. Mereka telah berlatih berbohong secara konsisten dalam kehidupan mereka, sehingga sulit untuk mengenali tanda-tanda kebohongan dari bahasa tubuh atau ekspresi wajah mereka. Mereka mungkin memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam berbohong, yang membuatnya tampak sangat meyakinkan. **5. Ketidaknyamanan dengan Konflik** Seseorang mungkin berbohong untuk menghindari konflik atau pertengkaran. Mereka mungkin takut bahwa kejujuran akan menghasilkan konfrontasi yang tidak diinginkan atau bahkan pecahnya hubungan. Oleh karena itu, berbohong dianggap sebagai cara yang lebih mudah untuk menghindari konflik. **Mengenali Tanda-tanda Kebohongan** Meskipun seseorang berbohong mungkin dapat tampak meyakinkan, ada beberapa tanda yang bisa membantu kamu mengenali kebohongan: - _Perubahan Ekspresi Wajah_: Perhatikan apakah ada perubahan ekspresi wajah yang tiba-tiba, seperti mata yang berkedip lebih cepat atau senyum yang terlalu berlebihan. - _Bahasa Tubuh_: Perhatikan gerakan tubuh yang tidak biasa, seperti menggosok hidung atau menggaruk kepala. Ini bisa menjadi tanda kegelisahan. - _Waktu Reaksi_: Jika seseorang merespons pertanyaan dengan jeda yang tidak biasa atau berlebihan dalam memberikan detail, itu bisa menjadi indikasi kebohongan. - _Konsistensi Cerita_: Perhatikan apakah cerita yang mereka ceritakan selalu konsisten. Kebohongan sering kali berubah dari waktu ke waktu. Mengingat alasan-alasan di atas dan tanda-tanda kebohongan ini dapat membantu kamu menjadi lebih waspada terhadap kejujuran orang di sekitar kamu. Namun, penting juga untuk diingat bahwa setiap situasi dan individu unik, dan kadang-kadang kejujuran atau ketidakjujuran bisa lebih kompleks daripada yang terlihat pada permukaan. Menghargai orang lain dan memberikan lingkungan yang aman untuk berbicara tentang kebenaran adalah langkah pertama yang penting dalam membangun hubungan yang sehat dan jujur. Dengan memahami psikologi di balik kebohongan, kita dapat menjadi lebih bijak dalam menangani situasi yang melibatkan kejujuran dan membantu menciptakan komunikasi yang lebih terbuka dalam kehidupan kita. **Referensi :** Smith, L. David. 2022. The Science of Deception: Why We Lie and How We Can Catch Liars.

Selengkapnya
Mata sebagai Indikator Kebohongan, Emangnya Iya?
  • DEC 15, 2023

Mata sebagai Indikator Kebohongan, Emangnya Iya?

Mengapa mata kita sering kali dianggap sebagai jendela jiwa? Apakah mata benar-benar bisa mengungkap rahasia di balik kata-kata seseorang? Mari kita telusuri mitos dan fakta mengenai mata sebagai indikator kebohongan, sambil menjelajahi psikologi yang mendasarinya. **Mitos 1: _Mata yang Tidak Bisa Menatap Langsung adalah Tanda Kebohongan_** Satu mitos yang sering kita dengar adalah bahwa seseorang yang berbohong akan menghindari kontak mata. Ini telah diabadikan dalam berbagai film dan acara televisi sebagai indikator pasti kebohongan. Tapi, apakah benar demikian? _Faktanya_: Meskipun ada beberapa kebenaran dalam pernyataan ini, tidak semua orang yang menghindari kontak mata adalah pembohong. Faktanya, orang bisa menghindari kontak mata karena rasa gugup, canggung, atau kurangnya kepercayaan diri. Beberapa orang yang jujur mungkin merasa takut atau cemas ketika ditempatkan dalam situasi tertentu. **Mitos 2: _Mata yang Berkedip Cepat adalah Tanda Kebohongan_** Lalu, apa dengan kedipan mata yang cepat? Apakah itu selalu mengindikasikan kebohongan? _Faktanya_: Tidak selalu. Kedipan mata yang cepat dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk gugup, kelelahan, atau bahkan kondisi medis tertentu. Ini bukan indikator yang pasti bahwa seseorang sedang berbohong. Sebaiknya, kita harus mempertimbangkan konteks lebih luas sebelum mengambil kesimpulan. **Mitos 3: _Pupil yang Melebar adalah Tanda Kebohongan_** Banyak yang percaya bahwa pupil yang melebar adalah tanda pasti bahwa seseorang berbohong. Namun, apakah hal ini selalu benar? _Faktanya_: Pupil yang melebar memang bisa terjadi saat seseorang mengalami emosi intens, seperti cinta, takut, atau keterkejutan. Namun, itu bukan tanda pasti kebohongan. Pupil juga dapat melebar karena perubahan pencahayaan atau bahkan ketika seseorang sedang fokus pada sesuatu yang menarik perhatian mereka. **Mitos 4: _Gerakan Mata ke Kanan atau Kiri Mengungkap Kebohongan_** Ada mitos lain yang mengatakan bahwa gerakan mata seseorang ke arah tertentu dapat mengindikasikan kebohongan. _Faktanya_: Ini adalah salah satu mitos yang paling sering dibantah oleh penelitian ilmiah. Tidak ada bukti yang kuat yang mendukung klaim bahwa gerakan mata seseorang dapat secara konsisten mengungkap kebohongan. Gerakan mata lebih berkaitan dengan pemrosesan informasi dan memori. Jadi, apakah mata benar-benar bisa mengungkap kebohongan? Jawabannya tidak begitu sederhana. Mata bisa memberikan petunjuk mengenai emosi seseorang, tetapi bukan indikator pasti kebohongan. Untuk memahami seseorang dengan lebih baik, kita perlu melihat lebih dari sekadar mata. Penting untuk memperhatikan ekspresi wajah secara keseluruhan, bahasa tubuh, dan konteks situasi. Dalam psikologi, penting untuk ingat bahwa setiap orang unik, dan tidak ada rumus ajaib yang dapat mengungkap semua kebohongan. Sambil menjaga keraguan yang sehat, mari kita menghargai kerumitan dan kedalaman manusia yang terkadang sulit diukur hanya dari pandangan mata. **Referensi :** Ekman, Paul. 2021. Lying and Deception: Theory and Practice.

Selengkapnya
Mata Jadi Cermin Tersembunyi dari Perasaan Manusia!
  • DEC 15, 2023

Mata Jadi Cermin Tersembunyi dari Perasaan Manusia!

Salah satu hal yang paling menarik tentang manusia adalah bagaimana perasaan dan emosi kita dapat tercermin melalui mata kita. Matamu, begitu indah dan misterius, mampu mengungkapkan lebih banyak daripada yang bisa kamu bayangkan. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia menarik di balik pengaruh emosi pada cara pandang mata dan apa yang dapat kita pelajari tentang diri kita sendiri dari mata kita. Sebagai jendela ke dalam jiwa, mata adalah salah satu fitur paling ekspresif dalam ekspresi wajah kita. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai alat penglihatan, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang kuat. Mata dapat mengungkapkan sukacita, kebahagiaan, kecemasan, kesedihan, dan bahkan kemarahan. Banyak orang menganggap mata sebagai cermin yang dapat membaca perasaan dan emosi seseorang. **Pandangan Mata Saat Bahagia** Ketika seseorang merasa bahagia, mata mereka cenderung terlihat lebih cerah dan hidup. Pupil mata membesar, dan cahaya terlihat memantul di dalamnya. Senyuman yang tulus dan ekspresi wajah yang riang seringkali menyertai mata yang bahagia. Ini adalah contoh bagaimana emosi positif dapat memengaruhi cara pandang mata kita. **Mata Saat Sedih atau Cemas** Sebaliknya, saat seseorang sedih atau cemas, mata mereka cenderung tampak murung dan suram. Pupil bisa menyempit, dan ada kecenderungan untuk menghindari kontak mata. Mata yang berkabut atau tampak bengkak dapat menjadi tanda-tanda fisik dari emosi yang mendalam. Dalam psikologi, ekspresi mata adalah area yang mendalam dan menarik. Para ahli telah mengkaji berbagai aspek tentang bagaimana mata kita mencerminkan emosi dan bahkan mengungkapkan niat kita. Ini juga menjadi dasar dalam beberapa metode penelitian psikologi, seperti analisis ekspresi wajah untuk mengukur tingkat kebahagiaan atau stres. Salah satu hal menarik yang dapat kita lakukan adalah merenungkan tentang apa yang mata kita ungkapkan tentang diri kita sendiri. Apakah kamu pernah memperhatikan cara mata kamu berubah saat kamu sedang bahagia, marah, atau sedih? Hal ini dapat menjadi kesempatan untuk lebih memahami diri sendiri dan mengelola emosi dengan lebih baik. Pengaruh emosi pada cara pandang mata juga dapat meningkatkan kemampuan kita untuk merasakan empati. Saat kita dapat membaca emosi dalam mata orang lain, kita dapat lebih baik dalam memahami perasaan mereka. Ini dapat meningkatkan kualitas hubungan kita dengan orang lain dan kemampuan kita untuk berkomunikasi secara efektif. Jadi, mata bukan hanya alat penglihatan, tetapi juga merupakan cermin jiwa kita. Mereka memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan lebih dalam daripada sekadar kata-kata. Dalam kehidupan sehari-hari, cobalah untuk lebih memperhatikan ekspresi mata, baik milikmu sendiri maupun orang lain. Ini akan membantu kamu memahami lebih baik diri sendiri dan orang-orang di sekitarmu. Ingatlah bahwa mata adalah jendela ke dalam hati manusia, dan dengan memahaminya, kita dapat membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita dan orang lain. **Referensi :** Darley, M. John & Wegner, M. Daniel. 2023. The Psychology of Lies: Debunking the Myths and Understanding the Truth.

Selengkapnya
Benarkah Mata Berbohong Antara Laki-laki dan Perempuan Berbeda?
  • DEC 14, 2023

Benarkah Mata Berbohong Antara Laki-laki dan Perempuan Berbeda?

Pandangan mata adalah salah satu cara manusia berkomunikasi tanpa kata-kata. Mata kita adalah jendela ke dalam perasaan dan pikiran kita, tetapi apakah perbedaan gender memengaruhi cara kita memandang mata saat berbohong? Mari kita gali lebih dalam dan pelajari fenomena ini secara psikologis. Saat berbicara tentang pandangan mata, perbedaan gender muncul dalam berbagai cara. Psikolog telah lama mempelajari bagaimana ekspresi mata dapat mengungkapkan perasaan seseorang. Saat kamu berbohong, mata kamu mungkin berperilaku berbeda tergantung pada jenis kelamin kamu. **Perempuan vs. Laki-laki: Bagaimana Mata Mereka Berbohong?** **1. Ekspresi Mata Perempuan** Perempuan cenderung lebih ekspresif dalam mata mereka saat berbicara atau berbohong. Saat berbohong, mata perempuan mungkin lebih sering berkedip karena perasaan cemas yang meningkat. Ini juga dapat disertai dengan gerakan alis yang lebih aktif dan kontak mata yang lebih sering untuk menciptakan koneksi emosional yang lebih baik. **2. Ekspresi Mata Laki-laki** Laki-laki, di sisi lain, cenderung lebih terkendali dalam ekspresi mata mereka saat berbohong. Mata mereka mungkin tetap stabil dan kurang berkedip, menciptakan kesan yang lebih datar. Ini mungkin karena norma sosial yang mengharapkan laki-laki untuk lebih terkendali dalam mengekspresikan emosi. _**Mengapa Perbedaan Ini Terjadi?**_ Fenomena perbedaan ekspresi mata antara perempuan dan laki-laki saat berbohong dapat dijelaskan dengan faktor-faktor psikologis dan sosial. **Sosialisasi Gender ** Dalam masyarakat, perempuan sering diajari untuk lebih ekspresif dan terbuka dalam mengekspresikan emosi mereka. Ini mungkin mengakibatkan ekspresi mata yang lebih aktif saat berbohong. **Kebutuhan akan Kontrol Emosi** Laki-laki, di sisi lain, sering diajari untuk lebih terkendali dalam mengekspresikan emosi mereka. Ini mungkin membuat mereka lebih cenderung untuk menjaga ekspresi mata yang lebih stabil saat berbohong. Perbedaan gender dalam cara pandang mata saat berbohong menggambarkan kompleksitas interaksi antara psikologi dan norma sosial. Perempuan cenderung lebih ekspresif, sementara laki-laki lebih terkendali. Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah tren umum dan tidak selalu berlaku untuk setiap individu. Pandangan mata adalah salah satu cara yang menarik untuk memahami komunikasi non-verbal manusia. Ketika kamu berbicara atau berbohong, mata kamu bisa memberikan petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam pikiran dan perasaan kamu. Meskipun ada perbedaan gender dalam ekspresi mata saat berbohong, setiap individu adalah unik, dan tanda-tanda berbohong selalu harus dinilai secara kontekstual. Jadi, selanjutnya saat kamu berbicara dengan seseorang dan ingin menggali lebih dalam apa yang mereka pikirkan, jangan lupakan pandangan mata mereka - itulah yang mungkin membawa kamu lebih dekat ke dalam jiwa mereka. **Referensi :** Ekman, Paul. 2021. Lying and Deception: Theory and Practice.

Selengkapnya
Teknologi Canggih Sebut Mata Manusia Mampu Menceritakan Lebih dari 1.000, Benarkah?
  • DEC 14, 2023

Teknologi Canggih Sebut Mata Manusia Mampu Menceritakan Lebih dari 1.000, Benarkah?

Pernahkah kamu mendengar pepatah lama yang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa? Ternyata, pepatah tersebut memiliki dasar yang kuat dalam psikologi manusia dan teknologi modern. Di era yang mana informasi sangat berharga dan seringkali tersembunyi di balik ekspresi wajah seseorang, teknologi dan analisis kebohongan berbasis mata telah menjadi perhatian utama. **Mengapa Mata Menjadi Fokus Perhatian?** Dari pandangan pertama, mata adalah salah satu bagian tubuh yang paling ekspresif dan mampu mengungkapkan banyak tentang perasaan seseorang. Ini adalah komunikasi tanpa kata yang bisa memberi tahu kita apakah seseorang bahagia, marah, sedih, atau mungkin berbohong. Dalam bidang psikologi, penelitian telah menunjukkan bahwa bahasa tubuh, termasuk ekspresi mata, bisa memberikan wawasan mendalam tentang apa yang ada dalam pikiran seseorang. **Teknologi Membantu Mengurai Rahasia Mata** Dalam upaya untuk mengungkap rahasia di balik ekspresi mata, teknologi telah menjadi mitra yang sangat berharga. Beberapa aplikasi dan perangkat lunak terbaru memungkinkan analisis mendalam tentang gerakan mata, pupil, dan ekspresi wajah secara keseluruhan. Teknologi ini menggunakan algoritma canggih untuk menganalisis data visual yang diberikan oleh mata seseorang, dan hasilnya dapat sangat mengesankan. **Mendeteksi Kebohongan: Fakta atau Mitos?** Salah satu aplikasi menarik dari teknologi analisis kebohongan berbasis mata adalah dalam upaya mendeteksi kebohongan. Seiring dengan popularitasnya, masih ada debat apakah kita bisa benar-benar mengandalkan teknologi ini untuk mengidentifikasi kebohongan dengan akurasi 100%. Psikologi manusia adalah bidang yang sangat kompleks, dan ekspresi wajah dapat bervariasi berdasarkan individu dan situasi. Namun demikian, analisis kebohongan berbasis mata masih memiliki potensi besar. Ini dapat digunakan sebagai alat pendukung untuk mengidentifikasi pola perilaku yang mencurigakan atau sebagai sarana untuk melengkapi bukti dalam investigasi kriminal. Penting untuk diingat bahwa analisis kebohongan berbasis mata tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya bukti dalam keputusan penting, tetapi sebagai bagian dari proses yang lebih luas. Di balik teknologi ini, ada fondasi kuat dari psikologi manusia. Psikolog telah menghabiskan dekade-dekade untuk memahami bagaimana ekspresi wajah manusia mencerminkan perasaan dan emosi mereka. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang psikologi sangat penting dalam menginterpretasikan data yang dihasilkan oleh teknologi ini. Teknologi dan analisis kebohongan berbasis mata adalah bagian penting dari era modern yang terus berkembang. Meskipun mereka belum menjadi sarana yang sepenuhnya andal untuk mendeteksi kebohongan, mereka menawarkan wawasan berharga tentang komunikasi non-verbal dan emosi manusia. Dalam kombinasi dengan pemahaman tentang psikologi manusia, kita dapat meraih pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi di balik ekspresi mata seseorang. Jadi, selanjutnya, ketika kamu melihat mata seseorang, kamu mungkin akan melihat lebih dari yang kamu bayangkan! **Referensi :** Smith, L. David. 2022. The Science of Deception: Why We Lie and How We Can Catch Liars.

Selengkapnya
Ini Loh Rahasia Ekspresi Wajah yang Beda-Beda di Setiap Budaya!
  • DEC 12, 2023

Ini Loh Rahasia Ekspresi Wajah yang Beda-Beda di Setiap Budaya!

Ketika kamu berbicara tentang komunikasi, seringkali kita terpaku pada kata-kata yang keluar dari mulut kita atau yang tertulis di atas kertas. Namun, sebenarnya, ada bahasa yang lebih luas dan seringkali lebih kuat yang digunakan oleh semua manusia, terlepas dari kata-kata yang mereka ucapkan. Bahasa ini adalah bahasa tubuh dan gestur tangan. Disini, kita akan menjelajahi bagaimana bahasa tubuh dan gestur tangan digunakan sebagai sarana komunikasi yang kuat dan beragam di berbagai budaya di seluruh dunia. **Ekspresi Wajah: Bahasa yang Universal** Pertama-tama, mari kita fokus pada ekspresi wajah. Apakah kamu sadar bahwa senyum dan frasa yang sama dapat diartikan berbeda di berbagai budaya? Di sebagian besar budaya, senyum adalah simbol kebahagiaan atau kesopanan. Namun, di beberapa budaya Timur, seperti Jepang, senyum dapat digunakan untuk menyembunyikan ketidaknyamanan atau ketidaksetujuan. Ini hanya salah satu contoh bagaimana bahasa tubuh dan gestur wajah memiliki makna yang mendalam di berbagai budaya. **Bahasa Tubuh yang Luar Biasa di Italia** Italia terkenal dengan budaya yang penuh dengan ekspresi tubuh yang dramatis. Jika kamu pernah berbicara dengan orang Italia, kamu mungkin pernah melihat mereka menggunakan gestur tangan yang kaya untuk menambahkan dimensi ekstra pada percakapan mereka. Sebagai contoh, ketika mereka ingin mengatakan "Apa yang kamu bicarakan?", mereka mungkin menggelengkan kepala dengan penuh dramatis sambil mengangkat kedua alis mereka. Ini adalah salah satu cara di mana bahasa tubuh dapat menjadi komplementer yang kuat untuk kata-kata. **Kerendahan Hati dalam Budaya Asia** Di sebagian besar budaya Asia, khususnya dalam budaya Jepang dan Korea, gestur tangan yang sederhana dan rendah hati sering digunakan untuk mengekspresikan rasa hormat dan kesopanan. Sebagai contoh, mereka mungkin memberi salam dengan kedua tangan mereka di depan dada sebagai tanda penghormatan. Ini adalah contoh bagaimana bahasa tubuh dapat digunakan untuk memperkuat pesan dari kata-kata. Ketika Bahasa Tubuh Menjadi Bahasa Rahasia Terkadang, bahasa tubuh juga digunakan untuk komunikasi rahasia atau eksklusif dalam kelompok tertentu. Misalnya, dalam budaya pandai besi Afrika, mereka memiliki sistem komunikasi yang disebut "talking drums." Dengan memainkan drum-drum ini dengan berbagai ritme dan nada, mereka dapat mengirim pesan yang rumit dan terenkripsi melintasi jarak yang jauh. Ini adalah contoh bagaimana bahasa tubuh bisa menjadi bahasa rahasia yang efektif. **Keterkaitan Bahasa Tubuh dengan Psikologi** Mengapa bahasa tubuh dan gestur tangan begitu penting dalam komunikasi manusia? Ini semua terkait dengan psikologi kita. Psikologi manusia menunjukkan bahwa sekitar 55% komunikasi manusia adalah non-verbal, sementara hanya 7% yang berasal dari kata-kata yang sebenarnya. Sisanya, sekitar 38%, adalah melalui intonasi suara. Hal ini berarti bahwa kita, sebagai manusia, sangat terhubung dengan bahasa tubuh dan gestur tangan. Gestur tangan dan ekspresi wajah dapat mengungkapkan emosi, intensitas, dan maksud di balik kata-kata kita. Ini juga berfungsi sebagai alat untuk membangun koneksi emosional dengan orang lain. Ketika kita memahami pentingnya bahasa tubuh dan gestur tangan dalam komunikasi, kita menjadi lebih terbuka untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai budaya dengan lebih baik. Ini memungkinkan kita untuk melampaui batasan kata-kata dan mendorong pemahaman lintas budaya yang lebih dalam. Oleh karena itu, meskipun kata-kata adalah alat yang penting dalam komunikasi kita, kita tidak boleh mengabaikan kekuatan yang dimiliki oleh bahasa tubuh dan gestur tangan. Mereka adalah bahasa universal yang dapat membantu kita terhubung dengan lebih baik dengan sesama manusia, tidak peduli dari mana asal kita. Dengan menghargai dan memahami bahasa tubuh dan gestur tangan, kita dapat memperkaya pengalaman komunikasi kita, memperdalam hubungan kita, dan memahami dunia dengan lebih baik. Bahasa tubuh adalah bahasa tanpa batas yang membawa pesan tanpa kata-kata, dan itulah yang membuatnya begitu menarik dan berharga dalam berbagai budaya di seluruh dunia. **Referensi :** Navarro, Joe. 2023. The Nonverbal Dictionary: An Illustrated Guide to Body Language and Kinesics.

Selengkapnya
7 Tips Jitu: Kunci Sukses Bahasa Tubuh dalam Negosiasi Bisnis Internasional!
  • DEC 12, 2023

7 Tips Jitu: Kunci Sukses Bahasa Tubuh dalam Negosiasi Bisnis Internasional!

Beberapa dari kamu mungkin tidak sadar betapa kuatnya bahasa tubuh dalam berkomunikasi. Psikologi membuktikan bahwa bahasa tubuh dapat mengungkapkan lebih banyak daripada kata-kata yang terucap. Mari kita gali lebih dalam dan temukan rahasia di balik gestur, ekspresi, dan postur tubuh dalam konteks bisnis internasional. **1. Mata adalah Jendela Hati Kamu** Pertama-tama, mari fokus pada mata. Di banyak budaya, mata dianggap sebagai jendela hati seseorang. Jadi, selama negosiasi, pastikan mata kamu mencerminkan ketulusan dan kejujuran. Cobalah untuk menjaga kontak mata yang tegas, tetapi jangan sampai terlalu menakutkan. Melihat ke bawah terlalu sering dapat ditafsirkan sebagai ketidakpercayaan, sementara terlalu lama menatap bisa menjadi intimidasi. Ingatlah, mata adalah saluran ekspresi terkuat dalam bahasa tubuh kamu. **2. Senyuman Adalah Kunci Kekuatan** Senyuman adalah bahasa universal yang akan membuat kamu diterima dengan lebih baik di mana pun kamu berada. Di dunia bisnis internasional, senyuman adalah mata uang kepercayaan. Saat kamu tersenyum, kamu menunjukkan bahwa kamu ramah, terbuka, dan siap bekerja sama. Ini bisa meredakan ketegangan dan menciptakan suasana yang lebih positif selama negosiasi. **3. Jabat Tangan yang Kuat** Saat berbicara tentang bahasa tubuh dalam bisnis internasional, kita tidak bisa melewatkan jabat tangan. Ini adalah momen pertama ketika kamu bertemu dengan mitra bisnis kamu. Pastikan jabat tangan kamu tegas, tetapi jangan sampai terlalu keras. Ini mengirim pesan bahwa kamu adalah orang yang percaya diri dan bisa diandalkan. Sebaliknya, jabat tangan yang lemah mungkin diartikan sebagai ketidakpastian. **4. Posisi Tubuh Bicara Banyak** Postur tubuh kamu bisa menjadi pencerita bisu dalam negosiasi. Cobalah untuk duduk tegak dengan bahu yang rileks. Ini menunjukkan rasa percaya diri. Jangan menyilangkan tangan kamu karena ini dapat diartikan sebagai pertahanan diri atau ketidaktersediaan untuk mendengarkan. Saat kamu ingin menekankan sesuatu, berhenti sejenak dan lihat langsung ke audiens sebelum melanjutkan. **5. Bahasa Tubuh dalam Presentasi** Jika kamu harus melakukan presentasi dalam konteks bisnis internasional, perhatikan bahasa tubuh kamu. Jangan berdiri kaku di tempat, bergeraklah dengan ringan. Gunakan gestur tangan untuk menyoroti poin-poin penting, tetapi hindari gestur yang terlalu berlebihan yang bisa mengalihkan perhatian. Saat kamu ingin menekankan sesuatu, berhenti sejenak dan lihat langsung ke audiens sebelum melanjutkan. **6. Dengarkan dengan Penuh Perhatian** Salah satu aspek paling penting dari bahasa tubuh adalah kemampuan mendengarkan. Selama negosiasi bisnis internasional, tunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan dengan mengangguk kepala sesekali dan memberikan umpan balik non-verbal yang sesuai. Ini akan menciptakan ikatan dan menunjukkan bahwa kamu menghargai perspektif mitra bisnis kamu. **7. Hormati Perbedaan Budaya** Terakhir, tapi tidak kalah pentingnya, saat berkomunikasi dalam konteks internasional, penting untuk memahami perbedaan budaya dalam bahasa tubuh. Gestur yang bisa dianggap sopan di satu negara mungkin bisa diartikan dengan cara yang berbeda di negara lain. Melakukan riset tentang budaya mitra bisnis kamu adalah langkah yang bijak. Dalam dunia bisnis internasional yang semakin terhubung, bahasa tubuh adalah alat penting yang harus dikuasai. Ini bukan hanya tentang kata-kata yang kamu ucapkan, tetapi juga tentang cara kamu mengungkapkannya. Dengan memahami dan menguasai bahasa tubuh, kamu dapat mengambil langkah besar dalam menjalin hubungan bisnis yang sukses di seluruh dunia. Jadi, selamat berkomunikasi dengan bahasa tubuh yang penuh kepercayaan dan persuasi! **Referensi :** Givens, J. David. 2021. Body Language: A Guide for Interpersonal Communication.

Selengkapnya
Budaya vs. Emosi, Bagaimana Cara Kamu Mengekspresikan Perasaanmu?
  • DEC 11, 2023

Budaya vs. Emosi, Bagaimana Cara Kamu Mengekspresikan Perasaanmu?

Emosi adalah bagian alami dari kehidupan kita, dan cara kita mengekspresikannya bisa sangat berbeda tergantung pada latar belakang budaya kita. Di balik kata-kata dan ekspresi wajah, bahasa tubuh kita juga berbicara tentang apa yang kita rasakan. Mari kita menjelajahi dunia yang menarik ini dan melihat bagaimana budaya memainkan peran penting dalam ekspresi emosi kita. **Senyum Lebar vs. Senyum Pelan** Mari mulai dengan salah satu ekspresi paling umum: senyum. Di berbagai budaya, senyum adalah tanda kebahagiaan, tetapi betapa dalam kita tersenyum dapat bervariasi. Orang-orang di beberapa budaya mungkin memiliki senyuman lebar yang menunjukkan kebahagiaan yang tulus, sementara di tempat lain, senyum lebih sopan, menunjukkan hormat atau kesopanan. **Kontak Mata yang Intens vs. Hindari Mata** Kontak mata adalah cara yang kuat untuk berkomunikasi. Namun, dalam budaya yang berbeda, aturan tentang kontak mata dapat sangat bervariasi. Beberapa budaya menganggap kontak mata yang kuat sebagai tanda kejujuran atau ketulusan, sementara budaya lain menghindarinya sebagai tanda rasa hormat atau bahkan kesopanan. - **Gerakan Tubuh: _Ekspresi yang Tersembunyi_** Gerakan tubuh juga bisa menjadi ekspresi emosi yang menarik. Misalnya, dalam budaya tertentu, kita mungkin menemukan orang yang lebih sering menggunakan gerakan tangan dan tubuh secara luas saat berbicara, menunjukkan antusiasme. Di sisi lain, budaya lain mungkin lebih suka ekspresi yang lebih tenang dan terkontrol. - **Pakaian dan Warna: _Bahasa Tubuh yang Berjalan di Catwalk_** Pakaian dan warna juga dapat menjadi bagian dari bahasa tubuh budaya. Misalnya, di beberapa budaya, warna tertentu dapat dikaitkan dengan emosi tertentu. Merah mungkin menggambarkan kemarahan atau cinta, sementara biru bisa berarti ketenangan atau kesedihan. - **Sentuhan: _Dari Pelukan Hangat hingga Jabat Tangan Dingin_** Sentuhan adalah ekspresi emosi yang sangat kuat dalam budaya manapun. Pelukan hangat bisa menjadi cara untuk menunjukkan cinta dan dukungan, sementara jabat tangan dingin mungkin mencerminkan jarak atau respek yang lebih formal. **Perbedaan dalam Ekspresi Marah dan Sedih** Emosi seperti marah dan sedih juga dapat diungkapkan secara berbeda dalam budaya yang berbeda. Beberapa budaya mungkin lebih terbuka tentang mengekspresikan kemarahan, sementara yang lain mungkin lebih cenderung menekan perasaan marah. Sedih juga bisa diungkapkan dengan berbagai cara, dari air mata terbuka hingga ekspresi yang lebih terkontrol. Bagaimana kita bisa memahami ekspresi emosi melalui bahasa tubuh tuk lebih baik? Mengenali perbedaan dalam ekspresi emosi antar budaya adalah langkah pertama menuju pemahaman yang lebih baik. Ini membantu kita untuk tidak menilai orang dari budaya lain berdasarkan standar budaya kita sendiri. Dengan berbicara, bertanya, dan belajar lebih banyak tentang budaya orang lain, kita dapat memperluas pemahaman kita tentang bahasa tubuh emosi. Ini juga bisa membantu kita menjadi lebih sensitif terhadap perbedaan dan menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya. Ekspresi emosi melalui bahasa tubuh adalah bagian penting dari komunikasi manusia. Tetapi budaya memainkan peran besar dalam cara kita mengekspresikan dan memahami emosi. Dengan lebih memahami perbedaan ini, kita dapat membangun jembatan antar budaya dan menciptakan dunia yang lebih inklusif. Jadi, mari kita terus menjelajahi dan belajar satu sama lain, sambil menjaga hati terbuka untuk perbedaan dalam bahasa tubuh emosi. **Referensi :** Knapp, L. Mark & Hall, A. Judith. 2022. The Psychology of Nonverbal Communication.

Selengkapnya
Sekuat Apa Peran Gestur dalam Mempertahankan Identitas Budaya?
  • DEC 11, 2023

Sekuat Apa Peran Gestur dalam Mempertahankan Identitas Budaya?

Identitas budaya adalah salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Identitas ini mencakup berbagai elemen, seperti bahasa, adat istiadat, seni, musik, dan masih banyak lagi. Identitas budaya adalah apa yang membedakan satu kelompok manusia dari yang lain, dan menjaga agar identitas ini tetap hidup dan terus berkembang dari generasi ke generasi merupakan tugas penting. Salah satu cara yang sering diabaikan dalam memelihara dan mewariskan identitas budaya adalah melalui gestur atau bahasa tubuh. **Bahasa Tubuh sebagai Ekspresi Identitas Budaya** Gestur adalah bagian penting dari bahasa tubuh yang digunakan oleh setiap kelompok budaya. Bahasa tubuh ini mencakup gerakan, ekspresi wajah, dan postur tubuh yang digunakan untuk berkomunikasi tanpa kata-kata. Dalam banyak budaya, gestur memiliki makna khusus yang dapat mengungkapkan perasaan, tradisi, dan nilai-nilai yang melekat dalam masyarakat tersebut. Gestur ini sering digunakan dalam konteks upacara adat, tarian tradisional, atau komunikasi sehari-hari. Mengapa gestur penting dalam mempertahankan identitas budaya? **1. Pengungkapan Emosi dan Nilai-nilai** Gestur dapat digunakan untuk mengungkapkan emosi dan nilai-nilai yang penting dalam budaya tertentu. Misalnya, senyum hangat atau jabatan tangan erat dapat menggambarkan sambutan yang ramah dalam banyak budaya. Ini adalah cara yang kuat untuk mempertahankan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. **2. Komunikasi Tanpa Kata-kata** Gestur memungkinkan komunikasi tanpa kata-kata, yang seringkali lebih kuat daripada kata-kata itu sendiri. Dalam banyak budaya, gestur digunakan dalam cerita rakyat, tarian tradisional, atau pertunjukan seni lainnya untuk menyampaikan cerita dan makna budaya yang mendalam. **3. Pengikatan Antar-generasi** Ketika gestur digunakan dalam konteks keluarga atau komunitas, itu dapat memperkuat ikatan antar-generasi. Orang tua dapat mengajarkan gestur-gestur tradisional kepada anak-anak mereka, yang kemudian akan meneruskannya kepada generasi berikutnya. Ini adalah cara yang efektif untuk mewariskan identitas budaya. _**Mengapa Gestur Berperan dalam Mewariskan Identitas Budaya?**_ - _Proses Belajar Gestur_: Proses belajar gestur merupakan pengalaman yang kuat dalam perkembangan seseorang. Anak-anak belajar gestur dari anggota keluarga mereka dan anggota komunitas mereka. Proses ini memungkinkan mereka untuk merasakan keterlibatan dalam budaya mereka sejak dini. - _Menguatkan Identitas Individu dan Kelompok_: Gestur juga dapat membantu mengukuhkan identitas individu dalam konteks budaya mereka. Dengan mengadopsi gestur-gestur yang diterima dalam komunitas mereka, individu merasa lebih terhubung dengan kelompok budaya mereka. - _Mengingatkan akan Akar Budaya_: Gestur dapat berfungsi sebagai pengingat akan akar budaya. Ketika kamu menggunakan gestur-gestur tradisional, itu menghubungkan kamu kembali dengan sejarah dan warisan budayamu. Dalam konteks psikologi, penting untuk memahami bahwa gestur bukan hanya ekspresi fisik semata. Gestur mencerminkan pikiran, perasaan, dan nilai-nilai yang melekat dalam budaya kita. Oleh karena itu, gestur memainkan peran penting dalam memelihara dan mewariskan identitas budaya dari generasi ke generasi. Mempertahankan bahasa tubuh tradisional dan mengajarkannya kepada generasi muda adalah cara yang kuat untuk menjaga budaya kita tetap hidup dan berkembang. Jadi, saat kamu melihat seseorang menggunakan gestur-gestur tradisional, ingatlah bahwa itu adalah cara mereka untuk mengungkapkan siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Gestur adalah bahasa yang indah dan penting dalam perjalanan kita untuk mempertahankan dan mewariskan identitas budaya kita. **Referensi :** Ekman, Paul & Friesen, V. Wallace. 2020. The Language of the Body: A Workbook in Nonverbal Communication.

Selengkapnya
Gestur Tangan Paling Kontroversial? 'V' di Tangan Jepang vs. Amerika!
  • DEC 8, 2023

Gestur Tangan Paling Kontroversial? 'V' di Tangan Jepang vs. Amerika!

Pernahkah kamu melihat seseorang mengangkat dua jari dengan bentuk huruf 'V' sambil tersenyum? Ternyata, gestur tangan sederhana ini memiliki makna yang sangat berbeda di berbagai negara. Disini, kita akan menjelajahi bagaimana tanda 'V' di tangan dapat diinterpretasikan secara psikologis di dua negara yang berbeda, Jepang dan Amerika Serikat. **Jepang: Simbol Ketenangan** Di Jepang, gestur tangan 'V' sering kali dikenal sebagai "tanda kemenangan" atau "tanda perdamaian." Namun, perlu dicatat bahwa makna di balik gestur ini sedikit berbeda dari apa yang mungkin kamu kira. Di Jepang, penggunaan gestur ini lebih berkaitan dengan ketenangan dan kesopanan daripada kemenangan dalam arti sebenarnya. Psikologis, gestur ini mencerminkan pendekatan Jepang terhadap konflik dan komunikasi. Masyarakat Jepang dikenal sangat menghargai harmoni sosial, dan gestur 'V' ini sering digunakan sebagai cara untuk menghindari konfrontasi langsung dan meredakan ketegangan dalam situasi yang tegang. Ini menggambarkan sikap orang Jepang yang cenderung mencari solusi damai dan menekankan pentingnya hidup dalam harmoni dengan orang lain. **Amerika Serikat: Simbol Kemenangan dan Kepercayaan Diri** Di Amerika Serikat, kamu mungkin lebih familiar dengan gestur tangan 'V' sebagai simbol kemenangan atau ekspresi kegembiraan. Gestur ini sering disertai dengan senyuman lebar dan ekspresi wajah positif. Di sinilah perbedaan psikologisnya terletak. Gestur 'V' Amerika mencerminkan sikap yang lebih terbuka, percaya diri, dan kompetitif. Psikologis, gestur ini dapat diinterpretasikan sebagai tanda kepercayaan diri dan optimisme. Orang Amerika sering menggunakan gestur ini untuk merayakan pencapaian pribadi, menunjukkan kegembiraan, atau menghadapi tantangan dengan semangat yang tinggi. **Perbedaan Budaya dan Psikologi** Perbedaan dalam makna psikologis gestur 'V' di tangan antara Jepang dan Amerika Serikat menggambarkan perbedaan dalam budaya dan nilai-nilai masyarakat mereka. Jepang menekankan harmoni sosial dan menghindari konfrontasi, sedangkan Amerika Serikat menekankan kepercayaan diri dan pencapaian pribadi. Ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda, penting untuk memahami perbedaan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kesadaran akan perbedaan psikologis dalam gestur tangan 'V' dapat membantu kita menjalin hubungan yang lebih baik dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Jadi, setiap kali kamu melihat seseorang mengangkat dua jari dalam bentuk 'V', ingatlah bahwa makna di balik gestur tersebut bisa sangat bervariasi, tergantung pada konteks budaya dan psikologis. Gestur tangan yang sederhana ini adalah pengingat yang menarik akan keragaman dunia dan kompleksitas komunikasi antar budaya. **Referensi :** Navarro, Joe. 2023. The Nonverbal Dictionary: An Illustrated Guide to Body Language and Kinesics.

Selengkapnya
5 Kesalahan Ini Bisa Merusak Peluangmu Saat Berinteraksi dengan Orang Asing
  • DEC 8, 2023

5 Kesalahan Ini Bisa Merusak Peluangmu Saat Berinteraksi dengan Orang Asing

Berinteraksi dengan budaya asing adalah pengalaman yang mengagumkan, tetapi juga dapat menjadi tantangan besar jika kamu tidak memahami bahasa tubuh yang tepat. Bahasa tubuh adalah alat komunikasi universal yang seringkali lebih kuat daripada kata-kata. Namun, apa yang dianggap sopan dalam satu budaya bisa jadi dianggap kasar atau tidak sopan dalam budaya lain. **1. Kesalahan: Menyodorkan Tangan Terbuka** Di banyak budaya Barat, jabat tangan adalah cara yang umum untuk menyapa orang. Namun, di beberapa budaya Timur seperti Jepang, jabat tangan bukanlah norma. Sebaliknya, orang Jepang cenderung melakukan salam ringan atau membungkukkan badan. Menyodorkan tangan dengan terbuka kepada seseorang dari budaya ini dapat dianggap sebagai tindakan kurang sopan. _Solusi_: Sebelum berjabat tangan dengan orang asing, coba perhatikan apakah mereka mengulurkan tangan terlebih dahulu. Jika tidak, kamu bisa mencoba menyapa dengan salam ringan atau hanya senyum ramah. **2. Kesalahan: Melihat Orang Langsung dalam Mata** Di banyak budaya, melihat seseorang langsung dalam mata dianggap sebagai tanda kejujuran dan ketulusan. Tetapi, dalam beberapa budaya lain seperti Korea atau Jepang, ini bisa dianggap sebagai sikap kurang sopan atau bahkan mengintimidasi. _Solusi_: Perhatikan apakah orang yang kamu bicarakan cenderung menghindari kontak mata atau tidak. Jika mereka melakukannya, kamu bisa mengikuti pola komunikasi mereka dan menghindari melihat mereka langsung dalam mata. **3. Kesalahan: Menggunakan Gestur Tangan yang Tidak Sopan** Gestur tangan seperti mengacungkan jari tengah atau menggenggam tangan dengan cara tertentu dapat sangat tidak sopan dalam beberapa budaya. Hal ini bisa memicu konflik atau menyinggung perasaan orang-orang dari budaya yang berbeda. _Solusi_: Sebisa mungkin, hindari gestur tangan yang tidak biasa atau mungkin bisa dianggap tidak sopan dalam budaya tujuan kamu. Selalu lebih baik bermain aman. **4. Kesalahan: Mendekat Terlalu Cepat** Di beberapa budaya, menjaga jarak pribadi adalah norma. Namun, dalam budaya lain, orang mungkin merasa lebih nyaman dengan jarak yang lebih dekat saat berbicara. _Solusi_: Perhatikan sejauh mana orang-orang dalam budaya yang kamu kunjungi menjaga jarak saat berbicara. Cobalah untuk mengikuti pola jarak yang mereka tentukan. **5. Kesalahan: Tidak Menghormati Tradisi Lokal** Salah satu kesalahan paling umum adalah ketidakpedulian terhadap tradisi dan adat istiadat lokal. Ini bisa termasuk mengenakan pakaian yang tidak pantas dalam konteks budaya tertentu atau tidak menghormati ritual atau upacara adat. _Solusi_: Sebelum berinteraksi dengan budaya asing, luangkan waktu untuk memahami tradisi, adat istiadat, dan norma sosial mereka. Ini akan membantu kamu menghindari kesalahan yang tidak perlu. Menghindari kesalahan dalam bahasa tubuh saat berinteraksi dengan budaya asing adalah langkah penting dalam menciptakan hubungan yang positif dan menghormati budaya orang lain. Jika kamu bersedia belajar dan bersikap sensitif terhadap perbedaan budaya, kamu akan merasa lebih nyaman dan diterima saat berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. **Referensi :** Givens, J. David. 2021. Body Language: A Guide for Interpersonal Communication.

Selengkapnya
Terkuak! Makna Tersembunyi di Balik Gerakan dalam Ritual
  • DEC 7, 2023

Terkuak! Makna Tersembunyi di Balik Gerakan dalam Ritual

Ritual dan upacara tradisional telah menjadi bagian integral dari beragam budaya di seluruh dunia. Ketika kita memperhatikan perayaan-perayaan ini, seringkali kita hanya terfokus pada kata-kata yang diucapkan atau tata cara yang diikuti. Namun, perlu kita ketahui bahwa bahasa tubuh juga memiliki peran penting dalam setiap detik upacara ini. **Bahasa Tubuh: Lebih dari Sekedar Gerakan** Saat kita berbicara tentang bahasa tubuh, hal pertama yang mungkin terlintas di benak kita adalah ekspresi wajah, gestur tangan, atau postur tubuh. Namun, dalam ritual dan upacara tradisional, bahasa tubuh mencakup lebih dari sekadar itu. Ini mencakup setiap gerakan, nada suara, dan bahkan jeda dalam ritme upacara. Dalam psikologi, bahasa tubuh dianggap sebagai ekspresi non-verbal dari perasaan, pikiran, dan niat seseorang. Hal ini memungkinkan kita untuk mengungkapkan dan memahami makna yang lebih dalam tanpa kata-kata. Dalam konteks ritual dan upacara tradisional, bahasa tubuh dapat menjadi jendela ke dalam kebudayaan dan spiritualitas masyarakat. **Gestur dan Simbolisme** Salah satu keunikan bahasa tubuh dalam upacara tradisional adalah penggunaan gestur dan simbolisme yang sangat kaya. Gestur tangan yang lembut atau gerakan tubuh yang terkoordinasi dapat membawa makna mendalam. Contohnya, di beberapa budaya, mengangkat tangan ke atas dapat melambangkan permohonan kepada entitas spiritual yang lebih tinggi, sementara menundukkan kepala mungkin mengindikasikan penghormatan. Simbolisme juga sering kali terkandung dalam gerakan-gerakan tersebut. Misalnya, penggunaan bunga, api, atau air dalam ritual memiliki makna yang mendalam sesuai dengan kepercayaan budaya tertentu. Bahasa tubuh ini adalah cara visual untuk berkomunikasi dengan roh, dewa, atau kekuatan alam yang diyakini oleh masyarakat tersebut. **Nada Suara dan Ritme** Selain gestur dan gerakan fisik, nada suara dan ritme juga memiliki peran besar dalam bahasa tubuh dalam konteks upacara. Suara-suara seperti nyanyian, seruan, atau bahkan hening total memiliki dampak emosional yang kuat pada peserta upacara. Mereka dapat memicu perasaan sakral, khusyuk, atau terhubung dengan alam. Ritme juga memiliki kekuatan psikologis yang signifikan. Ketukan drum yang berirama atau nyanyian yang teratur dapat membawa peserta dalam suasana spiritual yang mendalam. Ini adalah cara untuk menyelaraskan energi dan perasaan seluruh komunitas yang hadir dalam upacara. **Jeda dan Ruang Hening** Dalam kebanyakan upacara tradisional, terdapat momen-momen jeda atau ruang hening yang disengaja. Ini adalah saat-saat ketika semua kegiatan fisik atau vokal berhenti sejenak. Psikologis, ini adalah momen-momen refleksi yang memungkinkan peserta untuk merenungkan makna dari apa yang telah terjadi selama upacara. Jeda dan ruang hening juga dapat menciptakan perasaan kekhusyukan dan kehadiran yang mendalam. Mereka adalah saat ketika peserta dapat merasakan koneksi spiritual atau emosional yang lebih dalam. Bahasa tubuh dalam ritual dan upacara tradisional adalah bahasa yang sangat kaya dan kompleks. Ini tidak hanya mencakup gerakan fisik, tetapi juga gestur, simbolisme, nada suara, ritme, dan momen-momen hening yang semuanya membentuk narasi emosional yang kuat. Dalam konteks psikologi, pemahaman tentang bahasa tubuh ini membantu kita menggali makna lebih dalam dari upacara tradisional dan juga memberikan wawasan tentang cara kita mengungkapkan diri secara non-verbal dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita menyelami keunikan bahasa tubuh dalam ritual dan upacara tradisional, kita memperoleh wawasan yang mendalam tentang bagaimana budaya dan spiritualitas manusia dapat terwujud dalam gerakan dan suara. Ini adalah pengalaman yang memperkaya dan memberikan perspektif baru tentang kaya dan beragamnya dunia yang kita tinggali. **Referensi :** Williams, L. Michael. 2023. The Psychology of Symbolism.

Selengkapnya
Jangan Percaya Semua yang Kamu Lihat! Konflik Budaya Tersembunyi dalam Bahasa Tubuh
  • DEC 7, 2023

Jangan Percaya Semua yang Kamu Lihat! Konflik Budaya Tersembunyi dalam Bahasa Tubuh

Ketika kita berbicara tentang komunikasi, apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran kamu? Apakah kata-kata yang kita ucapkan, ataukah bahasa tubuh yang tanpa sadar kita gunakan? Bahasa tubuh adalah bagian penting dari interaksi manusia, tetapi seringkali kita tidak menyadari sejauh mana pengaruhnya dalam budaya kita. Disini, kita akan menjelajahi kontroversi dan konflik budaya terkait dengan bahasa tubuh dalam konteks psikologi. **Apa itu Bahasa Tubuh?** Sebelum kita memasuki kerumitan konflik budaya, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bahasa tubuh. Bahasa tubuh adalah ekspresi non-verbal yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi. Ini mencakup gestur, ekspresi wajah, postur tubuh, dan bahkan kontak mata. Seiring dengan kata-kata yang kita ucapkan, bahasa tubuh juga memberikan informasi penting tentang perasaan, niat, dan pikiran seseorang. **Kontroversi Pertama: Kontak Mata** Kontak mata adalah salah satu elemen utama dalam bahasa tubuh yang paling sering memicu kontroversi lintas budaya. Dalam beberapa budaya, seperti di Amerika Serikat, kontak mata dianggap sebagai tanda kejujuran, percaya diri, dan kepedulian. Namun, di beberapa budaya Asia, terutama yang lebih berorientasi kolektif, kontak mata berlebihan dianggap tidak sopan dan bahkan merendahkan. Jika seorang individu dari budaya yang menekankan kontak mata tinggi berinteraksi dengan seseorang dari budaya yang menghindari kontak mata, ini dapat memicu konflik budaya yang tak terucapkan. Kamu mungkin berpikir bahwa yang lain tidak jujur atau tidak peduli, sementara yang lain mungkin merasa tidak nyaman dengan tekanan tersebut. **Kontroversi Kedua: Ekspresi Wajah** Ekspresi wajah adalah alat penting untuk menyampaikan emosi. Namun, bagaimana ekspresi wajah ini diinterpretasikan berbeda-beda di berbagai budaya. Sebagai contoh, senyum adalah ekspresi universal yang sering dianggap sebagai tanda kebahagiaan. Namun, di beberapa budaya Timur, senyum juga bisa digunakan sebagai respons terhadap ketidaknyamanan atau kecanggungan. Ini bisa menjadi sumber konflik budaya jika seseorang dari budaya yang berpikiran terbuka berhadapan dengan seseorang dari budaya yang lebih konservatif. Mereka mungkin salah menginterpretasikan ekspresi wajah satu sama lain dan menimbulkan kesalahpahaman. **Kontroversi Ketiga: Postur Tubuh dan Gestur** Postur tubuh dan gestur adalah bahasa tubuh lain yang dapat memicu konflik budaya. Sebagai contoh, dalam budaya barat, duduk dengan kaki di atas meja adalah tindakan kurang sopan. Namun, di beberapa budaya lain, duduk seperti ini dianggap sebagai tanda relaksasi dan kepercayaan diri. Gestur juga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Jari telunjuk yang diangkat di Amerika adalah tanda "satu" atau "benar," tetapi di beberapa budaya lain, gestur ini bisa dianggap menghina atau merendahkan. **Menangani Konflik Budaya Bahasa Tubuh** Jadi, bagaimana kita dapat menghindari konflik budaya yang disebabkan oleh bahasa tubuh? Pertama, penting untuk meningkatkan kesadaran kita akan perbedaan budaya ini. Belajar tentang budaya-budaya lain dan bagaimana mereka memahami bahasa tubuh dapat membantu kita menjadi lebih toleran. Kedua, komunikasi terbuka dan pengertian adalah kunci. Jika kamu merasa ada kesalahpahaman atau konflik budaya muncul, bicarakan dengan orang tersebut. Jangan asumsikan bahwa mereka dengan sengaja berusaha menyinggung kamu. Dalam akhirnya, bahasa tubuh adalah bahasa universal yang kita semua bicarakan, tetapi cara kita menggunakannya dapat sangat bervariasi. Dengan lebih memahami perbedaan budaya ini, kita dapat membangun hubungan yang lebih baik dan menghindari konflik yang tidak perlu. Jadi, mari kita terus belajar satu sama lain dan berbicara dengan bahasa tubuh yang lebih terbuka, penuh pengertian, dan inklusif. **Referensi :** Ekman, Paul & Friesen, V. Wallace. 2020. The Language of the Body: A Workbook in Nonverbal Communication.

Selengkapnya
Inilah Kenapa Bahasa Tubuhmu Berubah Drastis karena Teknologi!
  • DEC 6, 2023

Inilah Kenapa Bahasa Tubuhmu Berubah Drastis karena Teknologi!

Bahasa tubuh adalah bahasa yang tak pernah berhenti bicara, bahkan ketika kata-kata lisan sedang istirahat. Bersama-sama, kita akan menggali lebih dalam tentang bagaimana perkembangan ini telah mengubah cara kita berkomunikasi satu sama lain. **1. Bahasa Tubuh di Era Teknologi** Dalam dunia yang semakin terhubung oleh teknologi, kita sering kali lebih terfokus pada layar ponsel atau laptop daripada berinteraksi langsung satu sama lain. Ini membuat bahasa tubuh kita mengalami perubahan signifikan. Mari kita lihat beberapa pengaruhnya: - _Kontak Mata_: Dulu, kontak mata adalah tanda kepercayaan diri dan ketulusan dalam berbicara. Namun, dengan banyaknya distraksi digital, kita sering kali kurang memberikan perhatian pada kontak mata saat berbicara dengan orang lain. Ini bisa mengurangi efektivitas komunikasi kita. - _Gestur Tubuh_: Teknologi telah memengaruhi bagaimana kita menggunakan gestur tubuh. Misalnya, emoji dalam pesan teks kita sekarang menjadi ekspresi digital kita. Emotikon tersenyum menggantikan senyuman asli. - _Kontrol Diri_: Teknologi memberi kita kesempatan untuk merencanakan dan memikirkan setiap kata yang akan kita katakan melalui pesan teks atau media sosial. Kita bisa menghapus atau mengedit pesan sebelum dikirimkan. Hal ini bisa membuat kita lebih berhati-hati dalam berkomunikasi secara tertulis, tetapi apakah ini juga berdampak pada kontrol diri kita dalam komunikasi lisan? **2. Globalisasi dan Bahasa Tubuh** Globalisasi membuka pintu dunia kepada kita semua. Kita dapat berinteraksi dengan orang dari berbagai budaya dan latar belakang. Namun, ini juga membuat bahasa tubuh kita menjadi beragam dan kompleks. Berikut beberapa pengaruh globalisasi terhadap bahasa tubuh: - _Adaptasi Budaya_: Ketika kamu berkomunikasi dengan orang dari berbagai belahan dunia, kamu sering kali harus menyesuaikan bahasa tubuhmu agar sesuai dengan budaya mereka. Misalnya, cara berjabat tangan yang berbeda di berbagai negara. - _Multikulturalisme_: Globalisasi telah menghasilkan masyarakat yang lebih multikultural. Ini berarti kamu sering kali berinteraksi dengan orang yang berbicara bahasa yang berbeda. Oleh karena itu, bahasa tubuh menjadi lebih penting dalam memahami dan mengkomunikasikan ide dan perasaan. **3. Kunci untuk Bahasa Tubuh yang Sukses** Dalam menghadapi pengaruh teknologi dan globalisasi pada bahasa tubuh, penting untuk tetap fokus pada komunikasi yang efektif dan menghormati perbedaan budaya. Berikut beberapa tips untuk menghadapi perubahan ini: - _Praktikkan Kontak Mata_: Meskipun teknologi adalah bagian penting dalam hidup kita, cobalah untuk tetap memberikan perhatian pada kontak mata saat berbicara dengan orang lain secara langsung. Ini dapat meningkatkan kualitas komunikasimu. - _Pelajari Bahasa Tubuh Berbagai Budaya_: Jika kamu sering berinteraksi dengan orang dari budaya yang berbeda, luangkan waktu untuk memahami bahasa tubuh mereka. Ini akan membantu kamu berkomunikasi dengan lebih efektif dan menghindari kesalahpahaman. - _Jadilah Fleksibel_: Terkadang, kita harus beradaptasi dengan berbagai situasi komunikasi. Jadilah fleksibel dalam bahasa tubuhmu, tetapi selalu ingat untuk tetap autentik. Dalam dunia yang terus berubah ini, bahasa tubuh tetap menjadi kunci untuk memahami dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan memahami pengaruh teknologi dan globalisasi, kita dapat menjadi komunikator yang lebih baik di era modern ini. Jadi, selamat berkomunikasi, dan jangan lupa untuk merenungkan bahasa tubuhmu dalam perjalananmu! **Referensi :** Givens, J. David. 2021. Body Language: A Guide for Interpersonal Communication.

Selengkapnya
Misteri Simbol Kebangsaan, Inilah yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah!
  • DEC 6, 2023

Misteri Simbol Kebangsaan, Inilah yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah!

Pernahkah kamu berpikir mengenai apa yang membuat simbol dan tanda dari suatu negara begitu penting dalam psikologi kolektifnya? Negara-negara di seluruh dunia memiliki lambang dan tanda khas yang mencerminkan identitas mereka, dan disini, kita akan menjelajahi hubungan antara simbolisme dan psikologi dalam konteks negara-negara yang berbeda. Mari kita melangkah lebih jauh ke dalam makna dan pengaruh yang tersembunyi di balik bendera, lambang nasional, dan tanda-tanda lain yang kita kenal. Simbol adalah representasi visual atau verbal dari suatu konsep, ide, atau entitas tertentu. Mereka memiliki kekuatan psikologis yang kuat untuk mempengaruhi pikiran dan perasaan kita. Ketika kita berbicara tentang simbolisme dalam konteks negara, kita membahas lambang-lambang yang menciptakan identitas kolektif dan memengaruhi cara orang melihat diri mereka sendiri dan negara mereka. **Simbolis Negara** **1. Bendera** Bendera adalah simbol nasional paling jelas. Warna, desain, dan lambang yang ada pada bendera dapat memiliki makna mendalam. Misalnya, bendera Amerika Serikat dengan bintang-bintang dan garis-garis merah dan putih menggambarkan sejarah, kebebasan, dan persatuan. **2. Lagu Kebangsaan** Lagu kebangsaan adalah simbol vokal yang sering kali memicu perasaan nasionalisme. Liriknya sering kali menggambarkan sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai yang dihormati oleh masyarakat. **3. Lambang Nasional** Banyak negara memiliki lambang nasional yang unik, seperti burung, hewan, atau tanaman. Lambang ini sering kali memiliki makna historis atau kultural yang dalam. **4. Cap Tangan** Beberapa negara memiliki gestur tangan tertentu yang dianggap sebagai simbol nasional. Misalnya, "salut romawi" di Italia atau "salut Vulcan" di Spock dari Star Trek yang merupakan cap tangan hidup dalam budaya pop. **Sign Negara** Sign adalah tanda atau gejala yang menunjukkan sesuatu. Dalam konteks negara, sign sering kali mencakup tanda-tanda perilaku, norma, dan budaya yang mencerminkan psikologi kolektif masyarakat. **1. Bahasa dan Logat** Bahasa adalah salah satu sign yang paling kuat. Bahasa nasional mencerminkan cara berpikir, nilai, dan norma dalam masyarakat. Sebuah bahasa yang kaya dan bervariasi mungkin mencerminkan keragaman budaya. **2. Perayaan Budaya** Perayaan seperti festival, upacara, dan perayaan budaya lainnya adalah sign yang mencerminkan nilai-nilai, keyakinan, dan identitas masyarakat. **3. Makanan dan Minuman** Jenis makanan dan minuman yang populer dalam suatu negara sering kali mencerminkan budaya dan identitas nasional. **4. Pakaian dan Fashion** Cara orang berpakaian dan tren mode adalah sign yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan estetika di negara tersebut. **Psikologi Kolektif** Psikologi kolektif adalah studi mengenai bagaimana individu-individu dalam suatu kelompok berinteraksi dan membentuk identitas bersama. Simbolisme dan sign negara memainkan peran penting dalam membentuk psikologi kolektif suatu negara. Mereka mempengaruhi cara individu mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut dan bagaimana mereka berinteraksi dengan yang lain. Misalnya, bendera yang memiliki lambang kebebasan dapat memberikan rasa kebanggaan nasional dan semangat patriotisme kepada individu. Bahasa nasional yang kuat dan unik dapat memperkuat rasa identitas etnis atau nasional. Simbolis dan sign negara adalah jendela ke dalam psikologi kolektif suatu bangsa. Mereka mencerminkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh masyarakat. Dengan memahami makna di balik simbolisme dan sign tersebut, kita dapat mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana identitas nasional dan psikologi kolektif membentuk masyarakat kita. Jadi, berikut kali kamu melihat bendera atau mendengarkan lagu kebangsaan, ingatlah bahwa mereka adalah lebih dari sekadar simbol fisik; mereka adalah jendela ke dalam jiwa suatu bangsa. **Referensi :** Williams, L. Michael. 2023. The Psychology of Symbolism.

Selengkapnya
Mengasah Potensimu, 10 Tips Psikologi yang Wajib Kamu Tahu!
  • NOV 28, 2023

Mengasah Potensimu, 10 Tips Psikologi yang Wajib Kamu Tahu!

Kita semua memiliki potensi unik dalam diri kita, tapi seringkali, kita tidak sepenuhnya menggali atau mengembangkannya. Potensi ini dapat berupa minat dan bakat yang bisa menjadi kekuatan kita dalam mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup. Mari terapin beberapa tips ini tuk mengembangkan minat dan mengasah bakat potensial! **1. Kenali Diri Kamu** Langkah pertama untuk mengembangkan minat dan bakat potensial kamu adalah mengenal diri kamu dengan lebih baik. Pertimbangkan apa yang benar-benar kamu nikmati lakukan, apa yang membuat kamu bersemangat, dan di mana kamu merasa paling kompeten. Ini adalah tanda-tanda awal minat dan bakat kamu yang sejati. **2. Kelilingi Diri Kamu dengan Dukungan** Penting untuk memiliki dukungan dari orang-orang di sekitar kamu. Teman, keluarga, atau bahkan seorang mentor dapat membantu kamu mengejar minat dan bakatmu. Mereka bisa memberikan saran berharga dan motivasi saat kamu menghadapi tantangan. **3. Berlatih dan Konsistensi** Setiap bakat memerlukan waktu dan usaha untuk berkembang. Lakukan latihan reguler untuk meningkatkan keterampilanmu. Konsistensi adalah kunci untuk mencapai tingkat keahlian yang tinggi dalam minat atau bakat kamu. **4. Jangan Takut Gagal** Gagal adalah bagian alami dari proses belajar dan tumbuh. Jangan biarkan kegagalan menghentikan kamu. Sebaliknya, gunakan kegagalan sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri kamu dan terus maju. **5. Jelajahi Berbagai Minat** Terbuka terhadap berbagai minat dan hobi dapat membantu kamu menemukan bakat yang tersembunyi. Cobalah hal-hal baru dan beranikan diri untuk menggali minat yang belum pernah kamu coba sebelumnya. **6. Tetap Terhubung dengan Tujuan Kamu** Tetapkan tujuan yang jelas untuk minat dan bakat kamu. Tujuan ini dapat membantu kamu tetap fokus dan termotivasi saat mengembangkan potensi kamu. **7. Tingkatkan Kemampuan Belajar** Belajar adalah kunci dalam mengembangkan minat dan bakat. Terus tingkatkan kemampuan belajarmu, baik melalui membaca, mengambil kursus, atau berkonsultasi dengan ahli dalam bidang tersebut. **8. Kelola Waktu Dengan Baik** Manajemen waktu yang efektif dapat memberikan kamu lebih banyak waktu untuk mengembangkan minat dan bakat kamu. Buat jadwal yang memungkinkan kamu untuk fokus pada aktivitas yang mendukung perkembangan potensi kamu. **9. Jangan Berhenti Belajar** Mengasah bakat dan minat adalah perjalanan seumur hidup. Teruslah belajar dan berkembang, bahkan setelah kamu mencapai tingkat keahlian yang tinggi. **10. Jaga Keseimbangan Hidup** Terakhir, tetap jaga keseimbangan antara mengembangkan minat dan bakat dengan aspek lain dalam hidup kamu. Keseimbangan ini akan membantu kamu mencapai kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup secara keseluruhan. Dalam menggali minat dan mengasah bakat potensial, ingatlah bahwa ini adalah perjalanan yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Tidak perlu terburu-buru, dan yang terpenting adalah menikmati setiap langkah dalam proses ini. Dengan tips psikologis ini, kamu dapat mengembangkan potensimu yang sejati dan meraih kesuksesan yang lebih besar dalam hidup kamu. **Referensi :** Widyastuti, dkk. 2023. Bakat dan Kreativitas: Teori dan Aplikasinya. Sternberg, J. Robert & Lubart, I. Todd. 2022. The Psychology of Interest and Talent Development.

Selengkapnya
Minat vs. Bakat - Apa Bedanya?
  • NOV 28, 2023

Minat vs. Bakat - Apa Bedanya?

Kita semua pasti sudah sering mendengar kata-kata seperti 'minat' dan 'bakat',ini bukan? Dan bahkan diantara kita ada yang menyatakan kedua kata ini diartikan satu hal yang sama, dan seringkali digunakan secara bergantian. Tetapi dalam dunia psikologi, mereka memiliki perbedaan yang sangat menarik, lho. Mari kita selami dunia psikologi sejenak dan bahas perbedaan di antara keduanya, serta alasan mengapa seringkali kita memandang keduanya sebagai hal yang serupa. **Pengertian Minat** Mari kita mulai dengan membahas apa itu minat. Minat adalah kecenderungan seseorang untuk tertarik pada sesuatu atau suatu aktivitas tertentu. Ini adalah perasaan subjektif yang mempengaruhi kamu dalam memilih kegiatan yang ingin kamu lakukan. Misalnya, jika kamu merasa senang bermain musik, maka itu bisa disebut sebagai minat kamu dalam musik. **Pengertian Bakat** Sementara itu, bakat adalah kemampuan alami atau potensi yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang. Bakat seringkali merupakan hasil dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Ini adalah hal yang kamu bisa lakukan dengan baik secara alami. Jadi, jika kamu mampu bermain musik dengan sangat baik tanpa banyak latihan, maka itu bisa disebut sebagai bakat musik kamu. **Perbedaan Utama** Sekarang, mari kita bahas perbedaan utama antara minat dan bakat: **1. Asal-usulnya** Minat adalah perasaan subjektif, sementara bakat adalah kemampuan alami. Minat berasal dari apa yang kamu sukai, sementara bakat adalah apa yang kamu kuasai secara alami. **2. Perkembangan** Minat dapat berkembang seiring waktu dan pengalaman. Kamu bisa mengembangkan minat baru dengan mencoba berbagai aktivitas. Sebaliknya, bakat seringkali ada sejak lahir dan cenderung konsisten sepanjang hidup. **3. Pengaruh Lingkungan** Minat dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan pengalaman. Misalnya, jika kamu tumbuh di lingkungan musikal, kamu mungkin lebih cenderung memiliki minat dalam musik. Bakat, di sisi lain, lebih terpengaruh oleh faktor genetik. _**Mengapa Keduanya Sering Dianggap Sama?**_ Sekarang pertanyaannya, mengapa kita seringkali memandang minat dan bakat sebagai hal yang serupa? Jawabannya adalah karena ada titik pertemuan di antara keduanya. Ketika seseorang memiliki minat yang kuat dalam suatu aktivitas dan mereka mengembangkan minat tersebut dengan tekun, hasilnya bisa menjadi bakat. Ketika kamu benar-benar mencintai sesuatu dan berinvestasi waktu dan usaha untuk memajukan minat itu, kamu akan melihat perubahan yang signifikan dalam kemampuan kamu dalam aktivitas tersebut. Dalam hal ini, minat berfungsi sebagai motivasi untuk mengembangkan bakat. Jadi, meskipun minat dan bakat memiliki perbedaan yang jelas dalam psikologi, mereka juga memiliki hubungan erat satu sama lain. Minat adalah pintu masuk menuju pengembangan bakat. Saat kamu mengikuti minat kamu dengan giat dan berkomitmen untuk mengembangkannya, kamu dapat mengubah minat itu menjadi bakat yang luar biasa. Yang terpenting, ingatlah bahwa minat dan bakat adalah hal-hal yang memperkaya hidup kamu. Jangan ragu untuk mengejar minat kamu, karena siapa tahu, di balik minat itu, mungkin ada bakat besar yang sedang menunggu untuk terungkap. **Referensi :** Sukardi, dkk. 2022. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bakat. Journal Psikologi.

Selengkapnya
Bagaimana Pendidikan Membantu Kamu Menemukan Bakatmu?
  • NOV 27, 2023

Bagaimana Pendidikan Membantu Kamu Menemukan Bakatmu?

Kalian pasti pernah bertanya-tanya, bukan, tentang bagaimana institusi pendidikan membantu kita mengeksplorasi dan mengasah minat serta bakat kita? Nah, mari kita gali lebih dalam! Mari kita bahas bersama peran magis institusi pendidikan dalam membantu siswa seperti kamu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi tersembunyi kamu dalam konteks psikologi. **1. Ruang Eksplorasi Tanpa Batas** Institusi pendidikan adalah tempat di mana kamu dapat menggali minat dan bakat kamu tanpa batas. Dari berbagai mata pelajaran hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler, ada begitu banyak peluang untuk menemukan apa yang kamu cintai. Psikolog mengatakan bahwa eksplorasi adalah langkah awal untuk mengidentifikasi minat dan bakat. Pendidikan memberi kamu akses ke berbagai bidang yang mungkin kamu tidak sadari sebelumnya. **2. Guru sebagai Pemandu** Guru adalah pemandu kamu dalam perjalanan ini. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga inspirator. Mereka dapat membantu kamu mengenali minat dan bakat kamu dengan memberikan wawasan yang berharga. Komunikasi dengan guru adalah kunci untuk mengidentifikasi minat yang mungkin tersembunyi. Jangan ragu untuk bertanya dan berbicara dengan mereka tentang apa yang kamu nikmati dalam pembelajaran. **3. Evaluasi Diri yang Teratur** Institusi pendidikan juga memberi kamu kesempatan untuk mengevaluasi diri secara teratur. Kamu dapat melihat kinerja kamu di berbagai mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Ini membantu kamu mengidentifikasi bidang yang kamu kuasai dan yang perlu kamu tingkatkan. Psikolog sering mengatakan bahwa melihat prestasi kamu adalah cara yang bagus untuk menilai minat dan bakat kamu. **4. Dorongan untuk Percaya Diri** Institusi pendidikan membantu kamu membangun rasa percaya diri. Ketika kamu berhasil dalam bidang tertentu, ini memberi kamu kepercayaan diri untuk melanjutkan dan mengembangkan minat dan bakat tersebut. Psikologi menyatakan bahwa rasa percaya diri adalah kunci untuk mengembangkan potensi kamu. Pendidikan memberi kamu panggung untuk tampil, dan ini adalah kesempatan bagus untuk mengasah bakat kamu. **5. Lingkungan Dukungan** Salah satu aspek yang sering diabaikan adalah lingkungan pendidikan yang mendukung. Teman sekelas, teman-teman, dan guru-guru kita adalah bagian penting dari lingkungan ini. Mereka memberikan dukungan dan semangat yang kamu butuhkan saat mengejar minat dan bakat kamu. Psikolog menggarisbawahi pentingnya memiliki jaringan dukungan yang kuat dalam pengembangan diri. Jadi guys, institusi pendidikan sebenarnya adalah tempat yang luar biasa untuk mengidentifikasi dan mengembangkan minat serta bakat kamu dalam konteks psikologi. Dengan ruang eksplorasi yang luas, guru-guru yang hebat, evaluasi diri yang teratur, dorongan untuk percaya diri, dan lingkungan dukungan, kamu memiliki semua alat yang kamu butuhkan untuk menjadi versi terbaik dari diri kamu. Jangan pernah ragu untuk menjelajahi minat dan bakat kamu. Dan ingatlah, dalam prosesnya, institusi pendidikan adalah sahabat terbaik kamu. Teruslah belajar, tumbuh, dan menjadi versi terbaik dari diri kamu yang berbakat! dan Bakat Hanya untuk anak muda, Dewasa juga bisa. **Referensi :** Widyastuti, dkk. 2023. Bakat dan Kreativitas: Teori dan Aplikasinya.

Selengkapnya
Siapa Bilang Minat dan Bakat Hanya untuk Anak Muda? Dewasa Juga Bisa!
  • NOV 27, 2023

Siapa Bilang Minat dan Bakat Hanya untuk Anak Muda? Dewasa Juga Bisa!

Apakah kamu pernah merasa bahwa minat dan bakat yang kamu miliki sejak kecil telah meredup seiring berjalannya waktu? Atau mungkin kamu berpikir bahwa pencarian minat dan bakat hanya relevan di masa anak-anak? Ternyata, eksplorasi minat dan bakat bukanlah hal yang hanya perlu dilakukan ketika kita masih kecil. Dalam konteks psikologi, penggalian minat dan bakat merupakan perjalanan sepanjang hidup yang bisa memberikan manfaat luar biasa untuk pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan kamu. Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami perbedaan antara minat dan bakat. Minat adalah ketertarikan atau kecenderungan yang kamu miliki terhadap suatu aktivitas atau topik tertentu. Misalnya, kamu mungkin memiliki minat dalam seni, musik, atau bahkan matematika. Sementara itu, bakat adalah kemampuan alami atau potensi yang kamu miliki dalam melakukan suatu aktivitas dengan baik. Bakat sering kali merupakan hasil dari minat yang dikembangkan dan diasah seiring berjalannya waktu. Mengeksplorasi minat dan bakal gak harus selalu saat kita kecil lho ya, tetapi juga di masa dewasa ini. Karena peluang mengeksplorasi ini lebih besar dan banyak manfaatnya. Berikut beberapa alasan mengapa eksplorasi minat dan bakat penting di masa dewasa: **1. Kepuasan dan Kebahagiaan** Eksplorasi minat dan bakat di masa dewasa dapat meningkatkan tingkat kepuasan dan kebahagiaan kamu. Ketika kamu melakukan aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat kamu, kamu akan merasa lebih puas dan bersemangat dalam hidup. **2. Pengembangan Diri** Mengejar minat dan bakat memungkinkan kamu terus belajar dan berkembang. Ini dapat membantu kamu memperluas wawasan, keterampilan, dan pengetahuan kamu, yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan pribadi kamu. **3. Mengatasi Stress** Aktivitas yang sesuai dengan minat kamu dapat menjadi bentuk pelarian yang efektif dari stress sehari-hari. Ini memungkinkan kamu untuk merilekskan pikiran dan mengalami perasaan positif. **4. Membangun Koneksi Sosial** Ketika kamu mengejar minat dan bakat, kamu cenderung bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa. Ini dapat membantu kamu membangun hubungan sosial yang kuat dan berarti. **Langkah-langkah Menuju Eksplorasi Minat dan Bakat di Masa Dewasa** - _Refleksi Diri_: Pertama-tama, luangkan waktu untuk merenung tentang minat dan bakat apa yang sebenarnya membuat kamu bersemangat. Cobalah untuk mengingat apa yang kamu nikmati ketika masih kecil dan pikirkan bagaimana kamu dapat mengintegrasikan elemen-elemen ini ke dalam kehidupan kamu saat ini. - _Eksperimen_: Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Kamu mungkin menemukan minat dan bakat yang belum pernah kamu sadari sebelumnya. Ikuti kelas atau kursus yang relevan, bergabung dengan kelompok atau komunitas yang memiliki minat yang sama, dan jangan ragu untuk mencari pengalaman baru. - _Berfokus pada Pengembangan_: Ingatlah bahwa bakat tidak selalu hadir secara instan. Penting untuk terus mengasah keterampilan kamu dan berinvestasi dalam pengembangan diri. Ini memerlukan kesabaran dan tekad, tetapi hasilnya akan sepadan. - _Jangan Biarkan Usia Menjadi Penghalang_: Ingatlah bahwa kamu tidak pernah terlambat untuk mengejar minat dan bakat kamu. Bahkan di usia dewasa, kamu masih bisa mencapai prestasi yang luar biasa. - _Berbagi dengan Orang Lain_: Setelah kamu menemukan minat dan bakat kamu, pertimbangkan untuk berbagi dengan orang lain. Ini dapat menjadi cara yang sangat memuaskan untuk memberikan kontribusi kepada komunitas dan merasakan dampak positif yang kamu hasilkan. Jadi, apakah kamu masih berpikir bahwa eksplorasi minat dan bakat hanya sesuatu yang relevan di masa kecil? Percayalah, menjalani hidup dengan minat dan bakat yang ditemukan di masa dewasa dapat membawa kebahagiaan, pertumbuhan, dan arti yang lebih dalam. Jangan ragu untuk mulai menjelajahi minat dan bakat kamu hari ini! **Referensi :** Sternberg, J. Robert & Lubart, I. Todd. 2022. The Psychology of Interest and Talent Development.

Selengkapnya
Temukan Minat dan Bakatmu, Buka Potensi Terpendammu!
  • NOV 24, 2023

Temukan Minat dan Bakatmu, Buka Potensi Terpendammu!

Kita semua tahu bahwa hidup ini seperti sebuah petualangan yang penuh warna dan tantangan. Ada begitu banyak hal yang ingin kita lakukan, cita-cita yang ingin kita capai, dan mimpi-mimpi yang ingin kita kejar. Namun, tahukah kamu bahwa salah satu kunci untuk sukses dan kebahagiaan sejati adalah mengenali minat dan bakat kita? Di dalam dunia psikologi, tes minat dan bakat menjadi alat yang sangat berharga untuk membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Pertama-tama, mari kita bahas mengapa tes minat dan bakat itu penting. Ketika kita bicara tentang minat, kita berbicara tentang hal-hal yang membuat kita bersemangat. Apa yang kita nikmati lakukan, apa yang membuat kita merasa hidup, dan apa yang membuat hari-hari kita penuh warna. Di sisi lain, bakat adalah kemampuan alamiah yang kita miliki dalam melakukan suatu hal dengan baik. Seringkali, minat dan bakat kita berkaitan erat satu sama lain. Mengenali minat dan bakat kita membantu kita menemukan passion dalam hidup. Ketika kita mengejar sesuatu yang sesuai dengan minat dan bakat kita, kita lebih cenderung untuk sukses. Kita akan merasa lebih termotivasi, lebih berenergi, dan lebih fokus dalam mencapai tujuan-tujuan kita. **Pengenalan Diri Lebih Dalam** Tes minat dan bakat adalah cara luar biasa untuk lebih mengenal diri sendiri. Ketika kita menjalani tes ini, kita akan mendapatkan wawasan tentang apa yang sebenarnya kita nikmati lakukan dan di mana kita memiliki potensi terpendam. Tes ini tidak hanya membantu kita mengidentifikasi minat dan bakat yang sudah kita sadari, tetapi juga bisa membuka mata kita terhadap hal-hal baru yang mungkin belum pernah kita pertimbangkan sebelumnya. **Pilihan Karir yang Lebih Bijaksana** Pernahkah kamu merasa bingung saat harus memilih karir? Tes minat dan bakat adalah alat yang sangat membantu dalam hal ini. Dengan mengetahui minat dan bakat kita, kita bisa membuat keputusan karir yang lebih bijaksana. Daripada mengikuti tren atau tekanan dari luar, kita bisa memilih jalur yang sesuai dengan minat dan bakat kita, sehingga meningkatkan peluang kesuksesan dalam karir tersebut. **Meningkatkan Kebahagiaan dan Kepuasan Hidup** Ketika kita melakukan hal-hal yang sesuai dengan minat dan bakat kita, kita cenderung merasa lebih bahagia dan puas dengan hidup. Hidup bukan hanya tentang mencari uang atau status, tetapi juga tentang merasa puas dengan apa yang kita lakukan setiap hari. Tes minat dan bakat membantu kita mencapai keseimbangan ini. Jadi, pentingnya melakukan tes minat dan bakat dalam konteks psikologi sangatlah besar. Tes ini adalah alat yang membantu kita menggali potensi terpendam, mengenal diri sendiri lebih dalam, membuat pilihan karir yang lebih bijaksana, dan akhirnya, meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan hidup kita. Jika kamu belum pernah mencoba tes minat dan bakat, mungkin saatnya untuk melakukannya. Siapa tahu, kamu akan menemukan bakat baru atau minat yang belum pernah kamu sadari sebelumnya. Ingatlah, hidup ini seperti buku, dan dengan melakukan tes minat dan bakat, kamu bisa membuka halaman-halaman yang lebih menarik dalam kisah hidupmu. **Referensi :** Sukardi, dkk. 2022. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Bakat. Journal Psikologi. Widyastuti, dkk. 2023. Asesmen Minat dan Bakat: Teori dan Aplikasinya.

Selengkapnya
Ternyata Kunci Kesuksesan Terletak pada Minat dan Bakatmu!
  • NOV 24, 2023

Ternyata Kunci Kesuksesan Terletak pada Minat dan Bakatmu!

Apakah kamu pernah merasa seakan-akan ada sesuatu yang menggelitik di dalam diri kamu? Mungkin kamu suka melakukan sesuatu dengan penuh semangat, bahkan hingga lupa waktu. Atau mungkin kamu pernah bertanya-tanya, "Apa yang membuat aku benar-benar bahagia?" Jawabannya mungkin tersembunyi dalam apa yang kita sebut sebagai minat dan bakat kamu! Dalam dunia psikologi, mengenali minat dan bakat individu merupakan kunci untuk menggali potensi tersembunyi dalam diri kamu. Ini seperti menemukan harta karun dalam diri sendiri yang dapat membawa kamu pada perjalanan keberhasilan dan kebahagiaan yang lebih besar. Mari kita gali lebih dalam mengapa ini sangat penting. **1. Kepuasan Pribadi** Saat kita menjalani aktivitas yang sesuai dengan minat dan bakat kita, itu membuat kita merasa puas dan bahagia. Ketika kamu melibatkan diri dalam sesuatu yang kamu nikmati, perasaan itu dapat memberi kamu dorongan semangat yang luar biasa. Misalnya, jika kamu memiliki minat dalam seni lukis, melukis akan membawa kamu ke dunia yang penuh warna dan inspirasi. Kepuasan ini berkontribusi pada kesejahteraan mental dan emosional kamu. **2. Produktivitas yang Lebih Tinggi** Ketika kita berfokus pada minat dan bakat kita, kita cenderung menjadi lebih produktif. Mengapa? Karena kita melakukan sesuatu yang kita nikmati, energi kita meningkat, dan kita lebih bersemangat untuk menyelesaikan tugas. Ini membantu kita mencapai lebih banyak hal dalam hidup, baik di sekolah, pekerjaan, atau bahkan dalam proyek-proyek pribadi. **3. Mengatasi Tantangan Lebih Baik** Menghadapi tantangan adalah bagian dari hidup. Namun, ketika kamu melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat dan bakat kamu, kamu akan lebih siap untuk mengatasi rintangan. Minat dan bakat kamu adalah sumber daya bawaan yang membantu kamu melewati masa-masa sulit dengan lebih percaya diri dan efektif. **4. Pencapaian yang Lebih Tinggi** Apakah kamu ingin mencapai tujuan hidup kamu? Minat dan bakat kamu adalah kunci untuk mencapainya. Ketika kamu berinvestasi waktu dan usaha dalam sesuatu yang kamu kuasai, kemungkinan kesuksesan kamu jauh lebih tinggi. Kamu akan bergerak maju dengan lebih cepat karena kamu berada di jalur yang benar-benar kamu inginkan. **5. Keseimbangan Kehidupan yang Lebih Baik** Mengetahui minat dan bakat kamu membantu kamu membangun keseimbangan yang lebih baik dalam kehidupan kamu. Kamu dapat mengatur waktu kamu untuk melakukan aktivitas yang kamu nikmati, bahkan di tengah jadwal yang sibuk. Ini membantu kamu menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan waktu luang. **6. Pengembangan Potensi Terbaik Kamu** Terakhir, tapi tentu tidak kalah pentingnya, mengenali minat dan bakat kamu adalah langkah pertama menuju pengembangan potensi terbaik kamu. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai aktualisasi diri. Ketika kamu mengembangkan potensi kamu dengan sepenuh hati, kamu bisa menjadi versi terbaik dari diri kamu sendiri. Jadi, bagaimana kamu dapat mulai menggali minat dan bakat kamu? Pertama, cobalah berbagai aktivitas dan lihat apa yang membuat kamu bersemangat. Kedua, bicarakan dengan orang-orang terdekat kamu. Mereka mungkin memiliki wawasan berharga tentang apa yang kamu lakukan dengan baik. Terakhir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan seorang profesional psikologi yang dapat membantu kamu menjelajahi minat dan bakat kamu dengan lebih dalam. Mengenali minat dan bakat kamu adalah langkah awal menuju perjalanan yang menakjubkan untuk memaksimalkan potensi kamu. Ini adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan, kesuksesan, dan keseimbangan dalam hidup kamu. Jadi, ayo mulai menjelajahi diri kamu dan temukan harta karun yang ada dalam diri kamu sendiri! **Referensi :** Sternberg, J. Robert & Lubart, I. Todd. 2022. The Psychology of Interest and Talent Development.

Selengkapnya
Menggali Kreativitas, Lalu Bagaimana Minat dan Bakat Berperan?
  • NOV 23, 2023

Menggali Kreativitas, Lalu Bagaimana Minat dan Bakat Berperan?

Siapa di antara kita yang tidak pernah bermimpi menjadi kreatif? Kita semua tahu bahwa kreativitas adalah ciri khas manusia yang luar biasa. Tapi, pernahkah kamu berpikir tentang hubungan antara minat, bakat, dan kreativitas? Yuk kita cerna bersama! **Minat: Api Awal Kreativitas** Pertama-tama, mari kita bahas minat. Minat adalah semacam magnet yang menarik perhatian kita. Ini adalah hal-hal yang kita suka, yang membuat kita merasa hidup dan bersemangat. Misalnya, jika kamu selalu menyukai seni rupa sejak kecil, maka seni adalah minatmu. Minat adalah bahan bakar pertama kreativitas. Ketika kamu melakukan sesuatu yang kamu minati, ide-ide mulai mengalir dan kamu merasa energi positif mengalir melalui tubuhmu. **Bakat: Kemampuan Tersembunyi** Sekarang, mari kita bicarakan tentang bakat. Bakat adalah kemampuan alami yang kita miliki untuk melakukan sesuatu dengan baik. Ini adalah hadiah dari alam yang tak ternilai harganya. Bayangkan bakat sebagai semacam peta jalan menuju kreativitas. Jika minat adalah api, maka bakat adalah kayu bakar yang membantu api tetap menyala. Jika kamu memiliki bakat dalam musik, misalnya, kamu akan menemukan lebih mudah untuk belajar dan menjadi kreatif dalam dunia musik. **Keterkaitan yang Menghasilkan Sihir Kreativitas** Sekarang, kita sampai pada titik kunci, keterkaitan antara minat dan bakat. Keterkaitan ini adalah tempat sihir kreativitas terjadi. Ketika minatmu sesuai dengan bakatmu, kamu mendapatkan hasil yang luar biasa. Bayangkan jika minatmu adalah menulis, dan kamu memiliki bakat alami untuk merangkai kata-kata dengan indah. Ketika kamu mulai menulis, kamu akan menemukan bahwa kata-kata berlari begitu saja dari jari-jarimu. Kreativitas mekar seperti bunga yang indah dalam keterkaitan ini. Jadi gimana kreativitas bisa muncul? Kreativitas tidak muncul begitu saja, tapi itu adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi. Ketika minat dan bakatmu terkait, kamu akan merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang dalam bidang itu. Kamu akan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Kamu akan mulai berpikir di luar kotak, mencari cara-cara baru untuk mengekspresikan diri, dan menciptakan hal-hal yang unik. **Kreativitas dalam Kehidupan Sehari-hari** Kreativitas tidak hanya relevan dalam seni atau hobi khusus. Ini juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu kreatif dalam memecahkan masalah atau berpikir inovatif di tempat kerja, kamu menciptakan peluang baru. Kreativitas adalah kunci untuk menemukan solusi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Jadi, bagaimana kamu bisa menemukan keterkaitan antara minat dan bakatmu? Jawabannya sederhana adalah eksplorasi. Cobalah hal-hal baru, cari tahu apa yang kamu nikmati, dan perhatikan di mana kamu bersinar. Jangan takut untuk mencoba berbagai aktivitas atau hobi. Ingatlah bahwa kreativitas tidak memiliki batasan. Kamu bisa menjadi kreatif dalam apa pun yang membuatmu bersemangat. Keterkaitan antara minat dan bakat dengan kreativitas adalah sesuatu yang luar biasa. Ini adalah mesin penciptaan yang mendorong kita untuk mengeksplorasi potensi tersembunyi kita dan menghasilkan karya yang menginspirasi. Jadi, jangan ragu untuk mengejar minatmu, temukan bakatmu, dan biarkan kreativitasmu mengalir. Dalam prosesnya, kamu mungkin menemukan dirimu lebih hidup daripada sebelumnya, dan dunia akan bersyukur atas kontribusi kreatifmu. **Referensi :** Sternberg, J. Robert & Lubart, I. Todd. 2022. The Psychology of Interest and Talent Development. Widyastuti, dkk. 2023. Bakat dan Kreativitas: Teori dan Aplikasinya.

Selengkapnya
Inilah Alasan Mengapa Minat dan Bakatmu adalah Aspek Penting dalam Karirmu!
  • NOV 23, 2023

Inilah Alasan Mengapa Minat dan Bakatmu adalah Aspek Penting dalam Karirmu!

Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa beberapa orang begitu bersemangat dengan pekerjaan mereka, sementara yang lain merasa tertekan dan tidak bahagia di tempat kerja? Jawabannya mungkin terletak pada minat dan bakat mereka. Disini, kita akan menjelajahi bagaimana minat dan bakat memainkan peran penting dalam menentukan pilihan karir kamu. Siap-siap untuk mendapatkan wawasan yang bermanfaat! **Apa Itu Minat dan Bakat?** Mari kita mulai dengan pemahaman dasar. Minat adalah ketertarikan kamu terhadap aktivitas atau topik tertentu. Misalnya, kamu yang suka menggambar mungkin memiliki minat dalam seni visual. Sementara bakat adalah kemampuan alami atau kecenderungan kamu untuk berprestasi dalam suatu bidang. Contohnya, kamu yang memiliki bakat alami dalam matematika mungkin akan lebih mudah menyelesaikan masalah-masalah matematika. **Minat dan Bakat Dalam Pilihan Karir** **1. Kepuasan Pekerjaan** Salah satu cara utama di mana minat memengaruhi pilihan karir adalah dengan mempengaruhi sejauh mana kamu merasa puas dengan pekerjaanmu. Ketika kamu dapat menjalani pekerjaan yang sesuai dengan minatmu, kamu cenderung lebih bahagia dan termotivasi. **2. Kinerja yang Lebih Baik** Bakat juga berperan penting dalam kinerja kerja. Orang yang menggunakan bakat alaminyadalam pekerjaan akan cenderung lebih unggul dan berhasil dalam pekerjaannya. Inilah mengapa penting untuk mengidentifikasi bakatmu dan mencari karir yang sesuai. **3. Daya Tahan dan Ketahanan** Pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatmu dapat meningkatkan daya tahan mental dan emosionalmu. Ini karena kamu akan merasa lebih termotivasi dan tidak terlalu terbebani oleh tugas-tugas yang tidak sesuai dengan minatmu. **4. Perkembangan Karir** Minat dan bakat juga memainkan peran penting dalam perkembangan karir. Orang yang bekerja dalam bidang yang sesuai dengan minat dan bakatnya cenderung lebih berkembang dan maju lebih cepat dalam karir mereka. _**Bagaimana Menemukan Minat dan Bakat Kamu?**_ Mungkin kamu bertanya-tanya, "Bagaimana saya bisa menemukan minat dan bakat saya?" Nah, jangan khawatir, kami punya beberapa tips yang bisa membantu: - _Eksplorasi Diri_: Luangkan waktu untuk merenung tentang aktivitas apa yang membuat kamu merasa paling bersemangat. Apakah itu berkaitan dengan seni, sains, komunikasi, atau hal lainnya? - _Minta Pendapat Orang Lain_: Terkadang, teman dan keluarga dapat memberikan pandangan berharga tentang apa yang mereka lihat sebagai minat dan bakatmu. - _Cari Peluang Eksperimen_: Cobalah berbagai aktivitas dan pekerjaan untuk melihat apa yang paling kamu nikmati dan kamu lakukan dengan baik. - _Konsultasikan dengan Profesional_: Jika kamu merasa bingung, konsultasikan dengan seorang konselor atau ahli psikologi yang dapat membantu kamu mengidentifikasi minat dan bakatmu secara lebih mendalam. Minat dan bakat kamu adalah panduan berharga dalam memilih karir yang memuaskan dan sukses. Ketika kamu bekerja sesuai dengan minat dan bakatmu, pekerjaan akan menjadi lebih menyenangkan, dan kamu akan merasa lebih puas. Jadi, jangan ragu untuk menjelajahi diri kamu dan menemukan jalur karir yang sesuai dengan kamu. **Referensi :** Kaufman, B. Scott & Guy, Ronit. 2020. Interests, Talents, and Giftedness.

Selengkapnya
Minatmu Bisa Menentukan Masa Depanmu: Pelajari Cara Mengelolanya!
  • NOV 23, 2023

Minatmu Bisa Menentukan Masa Depanmu: Pelajari Cara Mengelolanya!

Minat adalah perasaan atau ketertarikan yang kuat terhadap sesuatu. Ini bisa berhubungandengan hobi, pekerjaan, atau bahkan aktivitas sehari-hari. Minat adalah bagian penting dari identitas kita dan seringkali mencerminkan nilai-nilai, keinginan, dan kecenderungan yang kita miliki. Lalu apa sih alasan dibalik pentingnya minat itu? Berikut beberapa alasannya : **Meningkatkan Kualitas Hidup** Ketika kamu mengejar minatmu, kamu merasa lebih bahagia dan puas dengan hidup. Aktivitas yang kamu nikmati dapat memberikan pengalaman positif dan mengurangi stres. **Motivasi** Minat dapat menjadi sumber motivasi intrinsik yang kuat. Kamu cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang dalam bidang yang kamu minati. **Pengembangan Diri** Minat membantu kamu mengenali potensi diri. Melalui eksplorasi minat, kamu dapat menemukan bakat tersembunyi dan mengembangkan keterampilan baru. **Karir yang Memuaskan** Mengetahui minatmu dapat membantu kamu memilih karier yang sesuai. Ini akan membuat kamu lebih bersemangat untuk bekerja dan berkontribusi lebih besar. _**Bagaimana Mengidentifikasi Minat Kamu?**_ Setelah kita mengetahui pentingnya minat dalam diri ini, lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana sih cara kita untuk mengidentifikasikan minat dalam diri? Ini dia beberapa hal yang perlu kamu lakukan : **1. Introspeksi** Cobalah untuk merenungkan aktivitas yang membuat kamu merasa penuh semangat dan bersemangat. Apakah itu berkaitan dengan seni, olahraga, sains, atau hal lainnya? **2. Eksplorasi** Jangan takut mencoba hal-hal baru. Kamu mungkin menemukan minat yang belum kamu ketahui sebelumnya dengan mencoba berbagai aktivitas. **3. Obrolan dengan Orang Lain** Teman, keluarga, dan konselor dapat memberikan wawasan berharga tentang minatmu. Mereka mungkin melihat potensi dalam dirimu yang belum kamu sadari. _**Bagaimana Mengembangkan Minat Kamu?**_ Setelah kamu mengidentifikasi minatmu, langkah berikutnya adalah mengembangkannya. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya: - _Pendidikan_: Banyak minat memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus. Investasikan waktu dan usaha untuk memahami lebih dalam tentang minatmu melalui kursus, buku, atau pelatihan. - _Praktik_: Praktik yang konsisten adalah kunci untuk mengasah minatmu. Misalnya, jika kamu suka bermain musik, berlatihlah secara teratur. Semakin kamu melakukannya, semakin baik kamu akan menjadi. - _Berkolaborasi_: Bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memiliki minat yang sama dapat memberikan dukungan sosial, kesempatan untuk belajar, dan berbagi pengalaman. - _Terbuka Terhadap Perubahan_: Minatmu mungkin berkembang dan berubah seiring waktu. Jangan takut untuk menjelajahi minat baru atau menggabungkan minat yang sudah ada. Minat adalah elemen penting dalam kehidupan kita yang dapat memberikan kebahagiaan, motivasi, dan pengembangan diri yang berarti. Mengetahui minatmu adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih memuaskan dan membangun karir yang lebih bermakna. Jangan ragu untuk menjelajahi minatmu dan terus berkembang seiring berjalannya waktu. **Referensi :** Widyastuti, dkk. 2023. Asesmen Minat dan Bakat: Teori dan Aplikasinya.

Selengkapnya
Sudahkah Kamu Mengenali Bakatmu?
  • NOV 22, 2023

Sudahkah Kamu Mengenali Bakatmu?

Bakat adalah sebuah misteri yang tersembunyi dalam diri setiap individu. Ia adalah potensi luar biasa yang bisa membuat kita bersinar di berbagai bidang. Namun, seringkali kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari tanpa menyadari apa yang sebenarnya ada di dalam diri kita. Yuk, mari kita cari tahu bersama! **Apa Itu Bakat?** Bakat adalah kemampuan atau potensi yang luar biasa dalam melakukan suatu aktivitas atau tugas tertentu. Ini bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh dengan cepat atau dijual di toko-toko. Bakat adalah bagian dari diri seseorang yang secara alami muncul dan mungkin memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk mencapai potensinya penuh. Contoh yang sering kita lihat adalah bakat dalam seni, olahraga, atau musik. Seorang pelukis muda mungkin memiliki bakat alami untuk melukis dengan detail yang luar biasa. Seorang pemain sepak bola mungkin memiliki bakat alami dalam menggiring bola dan mencetak gol. Namun, penting untuk diingat bahwa bakat bisa muncul di berbagai bidang, termasuk matematika, ilmu pengetahuan, atau bahkan kepemimpinan. _**Bagaimana Mengenali Bakat?**_ Pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana kita bisa mengenali bakat dalam diri kamu sendiri atau orang lain? Nah, berikut beberapa petunjuk sederhana: **1. Ketertarikan yang Mendalam** Bakat sering kali terkait dengan ketertarikan yang mendalam terhadap suatu hal. Jika kamu merasa begitu terikat dan antusias terhadap sesuatu, itu bisa menjadi petunjuk bahwa kamu memiliki bakat di sana. **2. Kemudahan Belajar** Bakat sering membuat kamu lebih mudah dalam memahami dan mempelajari sesuatu. Jika kamu menemukan bahwa kamu bisa dengan cepat memahami konsep-konsep dalam suatu bidang, itu mungkin tanda bahwa bakat kamu ada di sana. **3. Pengakuan dari Orang Lain** Terkadang, kita sulit melihat bakat dalam diri kita sendiri. Itulah mengapa penting mendengarkan pendapat orang lain. Jika teman-teman atau keluarga sering mengatakan bahwa kamu sangat baik dalam suatu hal, maka mungkin itu adalah bakat kamu. **4. Ketekunan dan Latihan** Bakat perlu diolah dan dikembangkan. Jangan khawatir jika kamu merasa belum hebat dalam sesuatu yang kamu minati. Ketekunan dan latihan adalah kunci untuk mengembangkan bakat kamu menjadi keahlian yang luar biasa. Mengapa Bakat Menarik untuk Dibahas? Pertanyaan terakhir yang perlu kita jawab adalah mengapa kita sebaiknya membahas bakat. Ini karena bakat adalah salah satu aspek penting dalam mencapai potensi penuh kita sebagai individu. Ketika kita mengenali dan mengembangkan bakat kita, kita bisa merasa lebih puas dan bahagia dalam hidup. Selain itu, bakat juga bisa menjadi sumber penghidupan yang fantastis. Banyak orang yang berhasil menjadikan bakat mereka sebagai pekerjaan yang menghasilkan pendapatan. Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, tidak ada yang lebih baik daripada bisa menghasilkan uang dari itu, bukan? Selain itu, ketika kita memiliki bakat dalam suatu bidang, kita bisa memberikan kontribusi yang berharga kepada masyarakat. Bakat dalam seni bisa menginspirasi orang lain, bakat dalam sains bisa menghasilkan penemuan penting, dan bakat dalam bidang lainnya bisa membawa perubahan positif. Bakat adalah berlian yang tersembunyi dalam diri kita yang bisa bersinar jika kita memberinya kesempatan. Mengenali dan mengembangkan bakat adalah perjalanan yang luar biasa, dan hasilnya bisa sangat memuaskan. Jangan takut untuk menjelajahi dan mencari bakat kamu, siapa tahu kamu memiliki potensi besar yang belum terungkap! Jadi, mari berani berjalan di atas panggung kehidupan dan menemukan bintang kita masing-masing. Siapa tahu, mungkin bakat kamu adalah apa yang akan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih indah. Teruslah berkembang, belajar, dan berbagi bakat kamu dengan dunia! **Referensi :** Widyastuti, dkk. 2023. Bakat dan Kreativitas: Teori dan Aplikasinya.

Selengkapnya
Gerak Dan Tari Bisa Jadi Terapi, Gimana Caranya?
  • NOV 21, 2023

Gerak Dan Tari Bisa Jadi Terapi, Gimana Caranya?

Ngomongin soal perawatan kesehatan dan terapi, kita tahu ada banyak cara untuk bikin tubuh sehat dan pikiran tenang. Salah satu yang lagi ngehits adalah terapi gerak dan tari. Nah, nggak cuma buat bikin badan jadi sehat, tapi juga bisa bikin pikiran kita lebih happy. Disini, kita bakal ngupas tuntas soal terapi gerak dan tari, buat siapa sih terapinya cocok, dan siapa aja yang bisa dapet manfaat dari terapi ini. **Terapi Gerak dan Tari Itu Apa Sih?** Terapi gerak dan tari tuh kayak mainan seru yang menggabungkan gerakan badan dan ekspresi seni buat bantu kita jadi lebih sehat secara keseluruhan. Di sini, kita bisa ngelakuin berbagai macam gerakan, mulai dari tari bebas sampe tari dengan langkah-langkah tertentu, plus latihan fisik yang disesuaikan sama kita. Terdapat beberapa keuntungan dari terapi gerak dan tari buat tubuh dan pikiran, yakni sebagai berikut: **1. Lebih Bugar** Dengan terapi gerak dan tari, badan kita bisa jadi lebih kuat, lentur, dan seimbang. **2. Stress Jadi Berkurang** Lewat gerakan dan ekspresi, kita bisa ngurangin hormon stress di tubuh kita, jadi stress dan cemas kita jadi lebih mereda. **3. Jadi Lebih Bahagia** Gerakan tubuh juga bikin otak kita melepas endorfin, yang bikin mood kita naik dan bantu banget buat lawan depresi ringan. **4. Kenalan Baru** Terapi gerak dan tari biasanya dilakuin bareng-bareng, jadi kita punya kesempatan buat kenal teman baru dan ngurangin perasaan kesepian. _Pertanyaannya bagi siapakah terapi gerak dan tari ini?_ Terapi gerak dan tari ini dapat dilakukan oleh siapa saja, yakni sebagai berikut: - **Anak-Anak dan Remaja** kalau kamu anak-anak atau remaja yang suka bingung ekspresi atau lagi merasa tegang gara-gara sekolah, terapi gerak dan tari bisa banget buat kamu. Ini bisa bantu kamu merasa lebih senang dan akrab sama temen-temen. - **Orang Dewasa** kalau kamu lagi kerja keras, ada masalah di hubungan, atau lagi banyak pikiran, terapi gerak dan tari bisa jadi pilihan. Kamu bisa lepas emosi negatif dan mendukung pemulihan pikiran kamu. - **Lansia** Terapi gerak dan tari juga cocok buat para lansia yang ingin jaga tubuh dan pikiran mereka tetap segar. Gerakan yang lembut dan disesuaikan sama kemampuan mereka bisa bantu jaga kelenturan, kekuatan otot, dan daya pikir. - **Orang dengan Gangguan Mental** Buat yang punya gangguan mental seperti depresi, bipolar, atau gangguan kecemasan, terapi gerak dan tari juga bisa bantu banget. Ini bisa jadi tambahan yang bagus buat perawatan yang udah ada dan bisa bantu kurangin gejala yang mungkin kamu alamin. Terapi gerak dan tari itu pendekatan yang keren banget buat jaga kesehatan badan dan ikiran. Dengan kombinasi gerakan badan dan ekspresi seni, terapi ini bisa bantu kesehatan isik, emosional, dan sosial kita. Disesuaikan sama kebutuhan masing-masing, terapi gerak an tari bisa jadi alat ampuh buat ningkatin kualitas hidup kita. kalau kamu atau eman-temanmu lagi hadapin tantangan fisik atau mental, terapi ini bisa jadi pilihan yang enarik dan bikin senyum. **Referensi :** Cruz, F. Robyn. 2016. Dance/Movement Therapists in Action: A Working Guide to Research Options.

Selengkapnya
Terapi Gestalt: Menjelajahi Diri Lewat Kacamata Baru
  • NOV 21, 2023

Terapi Gestalt: Menjelajahi Diri Lewat Kacamata Baru

Hidup tidak selalu se-simple yang kita lihat di drama-drama, hidup ini kadang suka muncul masalah yang bikin bingung sendiri. Mikirin kerjaan, masalah pribadi, atau hubungan yang repot, bikin pikiran jadi kayak kacau balau. Nah, untuk mengurai masalah kayak gini, ada salah satu terapi yang bisa digunaiin, namanya terapi Gestalt. Terapi yang nggak cuma ngebantu kita pahamin diri sendiri, tapi juga sama orang lain. **Apa Sih Terapi Gestalt Itu?** Terapi Gestalt ini diciptakan oleh pasangan suami-istri, Fritz dan Laura Perls, jaman 1940-an. Mereka menyatakan bahwa manusia itu kompleks banget, ada pikiran, perasaan, tubuh, plus tindakan yang semuanya nyambung jadi satu. Nah, terapi Gestalt ini bantu kita melihat hubungan antara semua itu. Terapi Gestalt juga suka banget sama yang namanya "di sini dan sekarang." Jadi, kita diajak buat fokus sama perasaan dan pikiran yang lagi kita rasain sekarang, nggak usah mikirin masa lalu atau hal yang bakal datang. Dengan lebih ngenalin perasaan dan tindakan kita sekarang, kita jadi tahu lebih banyak tentang diri kita sendiri, lho! **Tips-tips dari Terapi Gestalt** - _Kenali Diri Sendiri (Self-awareness)_ Terapi Gestalt ngajarin kita buat lebih tahu tentang pikiran, perasaan, dan tindakan kita. Dengan lebih ngerti kenapa kita bereaksi kayak gini atau gitu, kita jadi bisa ubah yang perlu dan bikin hidup makin asik. - _Jadi Pemilik Hidup Sendiri (Personal Responsibility)_ Ini sih kayak dipompa semangat aja buat ngontrol hidup sendiri. Terapi Gestalt bilang, kita tanggung jawab atas hidup dan pilihannya. Pas kita ngerasa kita yang punya kendali, hidup jadi lebih positif. - _Koneksi Kita Sama Terapis_ Nggak cuma jadi tempat konsultasi, terapis dalam terapi Gestalt juga jadi temen buat jalanin proses kita. Dari yang nggak cuma denger, tapi juga nyaranin. Hubungan kayak gini bikin kita merasa aman buat buka diri. **Manfaat dari Terapi Gestalt** - **Membantu Hadapin Masalah yang belum selesai** Terapi Gestalt ngebantu kita hadapi perasaan yang belum kita selesaikan. Ini bantu kita lega dan bisa jalanin hidup tanpa beban. - **Kenali Lebih Dalam Tentang Diri Sendiri** Dengan lebih tahu tentang diri, kita bisa menangkap pola pikir dan tindakan yang nggak sehat. Dari sini, kita bisa ubah ke arah yang lebih baik. - **Biar Santai Hadapin stress** Terapi Gestalt juga mengajarkan kita cara menghadapi stress sehari-hari. Tujuannya supaya kita jadi nggak impulsif dan bisa mikir jernih saat didepan masalah. - **Jalinan Sosial yang Kuat** Semakin mengenali diri, kita juga makin memahami orang lain. Nah, ini bikin hubungan sosial kita makin oke dan harmonis. Terapi Gestalt itu keren banget buat yang lagi cari solusi buat masalah-masalah di hidup. Nggak cuma bikin kita ngerasa lebih paham sama diri sendiri, tapi juga bantuin kita jadiin hidup makin seru. Dengan fokus pada "di sini dan sekarang," kita bisa ngebuka potensi diri dan hidup lebih bahagia. Jadi, jangan ragu buat nyobain terapi yang satu ini, yuk! **Referensi :** Mangku, I Made. 2022. Terapi Gestalt: Membangun Kesadaran Diri dan Kemampuan Bertanggung Jawab. Penerbit Andi.

Selengkapnya
Heboh Terapi Baru Lewat Hewan Peliharaan!
  • NOV 20, 2023

Heboh Terapi Baru Lewat Hewan Peliharaan!

Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, stress dan tekanan seringkali menjadi musuh yang tak terhindarkan. Namun, di tengah kesibukan kita, adakalanya jawaban untuk meredakan beban emosional dan mental bisa ditemukan dalam bentuk yang paling tak terduga, yaitu hewan peliharaan. Terapi melalui hewan peliharaan telah menjadi bidang penelitian yang menarik dan berpotensi memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan manusia. **Manfaat Terapi Hewan Peliharaan** **1. Meredakan Stress dan Kecemasan** Hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing, telah terbukti memiliki kemampuan untuk mengurangi tingkat hormon stress dalam tubuh manusia. Interaksi dengan hewan peliharaan dapat merangsang pelepasan oksitosin dan endorfin, zat-zat kimia yang terkait dengan perasaan bahagia dan relaksasi. **2. Meningkatkan Kesehatan Mental** Terapi hewan peliharaan memiliki dampak positif pada individu dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Hewan peliharaan dapat menjadi teman yang setia, memberikan dukungan emosional tanpa syarat. **3. Meningkatkan Aktivitas Fisik** Berjalan-jalan atau bermain dengan hewan peliharaan bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk meningkatkan aktivitas fisik. Ini dapat membantu mengurangi risiko masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung. **4. Mengurangi Rasa Kesepian** Bagi mereka yang merasa kesepian atau terisolasi, hewan peliharaan bisa menjadi teman sejati yang mengisi kekosongan emosional. Mereka memberikan perasaan dihargai dan dicintai. **Jenis-Jenis Terapi Hewan Peliharaan** **Terapi Assisted Animal** Terapi ini melibatkan hewan peliharaan yang terlatih, seperti anjing terapi atau kuda terapi. Mereka bekerja sama dengan tenaga medis atau terapis untuk membantu individu dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti anak anak dengan autis atau orang yang sedang pulih dari cedera. **Terapi Hewan di Rumah Sakit atau Panti Jompo** Banyak fasilitas medis dan perawatan jangka panjang sekarang mengundang hewan peliharaan untuk berinteraksi dengan pasien mereka. Ini membantu mengangkat semangat pasien dan meredakan ketegangan. **Terapi Hewan Peliharaan Pribadi** Ini adalah jenis terapi yang paling umum, di mana individu berinteraksi dengan hewan peliharaan mereka sendiri di rumah. Keceriaan dan kasih sayang yang diberikan oleh hewan peliharaan secara alami membantu meredakan stress sehari-hari. Terapi melalui hewan peliharaan telah membuktikan diri sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental manusia. Keberadaan hewan peliharaan sebagai sumber dukungan emosional, pengurang stress, dan teman setia telah membantu banyak orang menemukan rasa bahagia dan kedamaian. Namun, seperti semua bentuk terapi, pendekatan ini bukanlah solusi universal dan harus diterapkan dengan bijaksana. Terapi hewan peliharaan mengajarkan kepada kita tentang keajaiban kasih sayang yang bisa ditemukan dalam bentuk yang tak terduga, serta mengingatkan kita akan tanggung jawab untuk merawat makhluk hidup yang kita cintai. **Referensi :** Chandler, K. Cynthia. 2019. Animal-Assisted Interventions for Emotional and Mental Health: Conversations with Pioneers of the Field.

Selengkapnya
Apa Itu Terapi Kelompok?
  • NOV 20, 2023

Apa Itu Terapi Kelompok?

Terapi kelompok adalah bentuk intervensi psikologis di mana sekelompok individu yang menghadapi masalah atau tantangan serupa berkumpul secara teratur di bawah bimbingan seorang terapis profesional. Tujuan utama dari terapi kelompok adalah untuk memberikan dukungan, pemahaman, dan alat yang dibutuhkan bagi anggota kelompok untuk mengatasi masalah mereka, berbagi pengalaman, dan tumbuh secara pribadi. Terapi kelompok sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk psikoterapi, kesehatan mental, rehabilitasi, dan dukungan sosial. _**Apa yang Membuat Terapi Kelompok Spesial?**_ Terapi kelompok memiliki beberapa keistimewaan yang membedakannya dari terapi individu: **1. Dukungan Peer** Salah satu manfaat utama dari terapi kelompok adalah adanya dukungan dari individu lain yang mengalami masalah serupa. Ini dapat mengurangi perasaan isolasi dan meningkatkan rasa kepemilikan dalam menghadapi tantangan. **2. Pendekatan Sosial** Terapi kelompok menciptakan lingkungan sosial yang memungkinkan anggota untuk berlatih keterampilan sosial, memahami dinamika antar personal, dan mendapatkan umpan balik langsung dari rekan-rekan mereka. **3. Refleksi Melalui Cermin Kelompok** Kelompok dapat berfungsi sebagai cermin sosial di mana anggota dapat melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain, membantu mereka mendapatkan wawasan tentang pola perilaku yang mungkin tidak mereka sadari sebelumnya. **4. Diversitas Pengalaman** Dalam terapi kelompok, anggota datang dari latar belakang yang berbeda-beda. Ini menciptakan peluang untuk memahami pandangan yang beragam dan mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang masalah yang dihadapi. **Tujuan Terapi Kelompok** Terapi kelompok dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk: ? _Peningkatan Kesehatan Mental_: Terapi kelompok digunakan untuk mengatasi masalah seperti kecemasan, depresi, stress, dan gangguan suasana hati lainnya. Melalui dukungan kolektif, anggota dapat merasa lebih diterima dan dipahami. ? _Pengembangan Keterampilan Sosial_: Terapi kelompok membantu anggota dalam memahami dan meningkatkan keterampilan komunikasi, konflik, dan interaksi sosial lainnya. ? _Pemulihan dari Ketergantungan_: Dalam konteks rehabilitasi, terapi kelompok membantu individu yang sedang pulih dari ketergantungan zat atau perilaku untuk berbagi pengalaman, strategi, dan dukungan. ? _Manajemen Kemarahan atau Emosi_: Kelompok dapat memberikan lingkungan yang aman untuk belajar mengelola emosi yang kuat seperti kemarahan atau frustrasi. ? Peningkatan Diri dan Pertumbuhan Pribadi: Terapi kelompok bisa menjadi tempat bagi individu untuk mengidentifikasi tujuan pribadi, menjelajahi potensi diri, dan mencapai pertumbuhan pribadi. Terapi kelompok adalah alat yang berharga dalam bidang psikologi dan kesehatan mental. Dengan memberikan dukungan, pemahaman, dan kesempatan untuk berbagi pengalaman, terapi kelompok membantu individu untuk mengatasi tantangan, tumbuh secara pribadi, dan mengembangkan keterampilan sosial yang sehat. Terapi ini merupakan bentuk intervensi yang kuat dalam membentuk komunitas yang mendukung pertumbuhan dan perubahan positif. **Referensi :** Keliat, Anna & Akemat. 2016. Terapi Kelompok: Teori dan Praktik.

Selengkapnya
Membangun Kesehatan Mental dan Hubungan Harmonis Keluarga, Lewat Terapi Keluarga
  • NOV 17, 2023

Membangun Kesehatan Mental dan Hubungan Harmonis Keluarga, Lewat Terapi Keluarga

Keluarga adalah lingkungan sosial yang sangat berpengaruh dalam kehidupan setiap individu. Terapi keluarga adalah pendekatan terapeutik yang mengakui pentingnya interaksi dan dinamika di antara anggota keluarga dalam membentuk kesehatan mental individu dan keharmonisan hubungan. **Definisi Terapi Keluarga** Terapi keluarga adalah bentuk intervensi terapeutik yang berfokus pada keluarga sebagai satu kesatuan sistem. Pendekatan ini mengakui bahwa masalah atau konflik dalam keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh individu tertentu, tetapi juga oleh interaksi dan pola komunikasi di antara semua anggota keluarga. Terapi keluarga berusaha untuk merestrukturisasi dinamika keluarga yang tidak sehat untuk mencapai keseimbangan yang lebih baik. **Prinsip-prinsip Terapi Keluarga** **1. Pendekatan Sistemik** Terapi keluarga melihat keluarga sebagai sistem yang saling terkait, di mana perubahan dalam satu anggota keluarga dapat berdampak pada seluruh keluarga. Ini berarti bahwa dalam terapi keluarga, perhatian diberikan pada hubungan dan pola komunikasi di antara semua anggota. **2. Keterlibatan Aktif** Terapis keluarga berperan aktif dalam membantu keluarga mengidentifikasi masalah, berkomunikasi secara efektif, dan mengembangkan strategi untuk mengatasi konflik. Ini dapat melibatkan sesi individu atau kelompok, tergantung pada kebutuhan. **3. Pemberdayaan** Terapi keluarga tidak hanya memberikan solusi, tetapi juga berfokus pada membangun kemampuan keluarga untuk mengatasi masalah secara mandiri. Keluarga diajak untuk merumuskan solusi mereka sendiri dengan bimbingan terapis. **4. Pendekatan Multigenerasional** Terapi keluarga mengakui bahwa pola perilaku dan dinamika keluarga dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Memahami sejarah keluarga dapat membantu mengungkap akar masalah yang mungkin tidak langsung terlihat. **Kegunaan Terapi Keluarga** - **Peningkatan Kesehatan Mental** Terapi keluarga membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental anggota keluarga. Dengan merestrukturisasi pola komunikasi yang tidak sehat, keluarga dapat mendukung individu yang mengalami stres, kecemasan, atau masalah psikologis lainnya. - **Penyelesaian Konflik** Terapi keluarga membantu mengatasi konflik yang mungkin timbul dalam keluarga, baik itu konflik antara pasangan, antara orangtua dan anak, atau antara saudara. Dengan membuka saluran komunikasi yang efektif, keluarga dapat mencari solusi bersama. - **Pemulihan Dari Trauma** Keluarga dapat menjadi sumber dukungan utama bagi individu yang mengalami trauma. Terapi keluarga dapat membantu keluarga dalam memahami dan merespons kebutuhan individu yang mengalami trauma, membantu proses pemulihan. - **Pembentukan Pola Asuh Positif** Terapi keluarga membantu orangtua mengembangkan pola asuh yang positif dan efektif, memastikan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara fisik dan emosional. _**Siapa yang Mendapatkan Manfaat?**_ Terapi keluarga cocok untuk berbagai situasi, yakni: 1. _Keluarga dengan Anak atau Remaja_: Dalam fase perkembangan ini, perubahan besar-besaran terjadi dalam hubungan dan komunikasi keluarga. Terapi keluarga dapat membantu mengatasi konflik yang muncul. 2. _Pasangan yang Mengalami Konflik_: Terapi keluarga efektif untuk pasangan yang menghadapi masalah dalam hubungan mereka. Ini membantu memahami perbedaan dan meningkatkan komunikasi. 3. _Keluarga yang Mengalami Krisis atau Trauma_: Terapi keluarga dapat membantu keluarga beradaptasi dengan situasi yang sulit seperti kematian, perceraian, atau perubahan besar lainnya. 4. _Keluarga dengan Anggota yang Mengalami Masalah Kesehatan Mental_: Terapi keluarga mendukung proses penyembuhan anggota keluarga yang mengalami masalah mental dengan melibatkan seluruh keluarga dalam pemulihan. Terapi keluarga adalah pendekatan terapeutik yang kuat untuk memperbaiki dinamika keluarga, membangun kesehatan mental individu, dan menciptakan hubungan yang harmonis. Dengan fokus pada interaksi dan pola komunikasi, terapi keluarga dapat memberikan manfaat signifikan bagi berbagai jenis keluarga dalam berbagai situasi kehidupan. **Referensi :** Carlson, Jon & Sperry, Len. 2017. Family Therapy Techniques: Integrating and Tailoring Treatment.

Selengkapnya
Terapi Musik: Melodi Penyembuh Jiwa dan Tubuh
  • NOV 17, 2023

Terapi Musik: Melodi Penyembuh Jiwa dan Tubuh

Dalam dunia yang semakin sibuk dan penuh tekanan, banyak orang mencari cara untuk meredakan stress, meningkatkan kesejahteraan, dan menyembuhkan diri mereka sendiri dengan cara yang alami dan mendalam. Salah satu bentuk terapi yang semakin populer adalah terapi musik. Terapi ini telah terbukti memiliki dampak positif pada kesehatan mental dan fisik manusia. **Sejarah Terapi Musik** Terapi musik bukanlah inovasi baru. Sejarah mencatat bahwa berbagai budaya kuno telah menggunakan musik untuk tujuan penyembuhan dan ritual. Bangsa Mesir kuno, misalnya, menggunakan musik dalam upacara penyembuhan. Bangsa Yunani kuno juga mengenal konsep musik sebagai sarana untuk menyembuhkan jiwa. Dari peradaban kuno hingga zaman modern, terapi musik terus berkembang dan menemukan tempatnya dalam dunia kesehatan. **Jenis-jenis Terapi Musik** **1.Terapi Musik Aktif** Dalam terapi ini, individu terlibat secara aktif dalam proses musik. Mereka dapat bernyanyi, bermain alat musik, atau berpartisipasi dalam kelompok musik. Terapi ini dapat membantu meningkatkan ekspresi diri, membangkitkan semangat, dan memperkuat rasa percaya diri. **2. Terapi Musik Pasif** Terapi ini melibatkan mendengarkan musik yang dipilih dengan cermat oleh seorang terapis. Musik yang dipilih dapat bervariasi, mulai dari melodi yang menenangkan hingga yang energetik. Pendekatan ini dapat membantu meredakan stres, meningkatkan relaksasi, dan mengurangi kecemasan. **3. Terapi Musik Receptive** Dalam terapi ini, individu mendengarkan musik yang dirancang khusus untuk merangsang perasaan tertentu. Misalnya, musik yang dirancang untuk meningkatkan semangat atau menginduksi tidur. Ini dapat membantu mengatur suasana hati dan emosi. Terapi musik bekerja melalui mekanisme kompleks yang melibatkan persepsi auditori, interaksi otak, dan respon hormonal. Saat mendengarkan musik, otak merespons dengan menghasilkan neurotransmitter yang memengaruhi suasana hati dan emosi. Musik juga dapat mempengaruhi ritme jantung dan pernapasan, membantu merilekskan tubuh. **Manfaat Terapi Musik** Terapi musik memiliki sejumlah manfaat yang signifikan: - _Meredakan Stres dan Kecemasan_: Musik yang menenangkan dapat membantu menurunkan tingkat hormon stres dalam tubuh, membantu individu merasa lebih tenang dan santai. - _Meningkatkan Kesehatan Mental_: Terapi musik telah terbukti bermanfaat dalam mengatasi depresi, meningkatkan mood, dan mengurangi gejala kecemasan. - _Peningkatan Kualitas Tidur_: Mendengarkan musik relaksasi sebelum tidur dapat membantu menginduksi tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. - _Pemulihan Fisik_: Terapi musik digunakan dalam lingkungan medis untuk membantu dalam pemulihan pasien setelah operasi atau kondisi medis lainnya. - _Peningkatan Kreativitas_: Bermain alat musik atau berpartisipasi dalam terapi musik aktif dapat merangsang kreativitas dan ekspresi diri. Terapi musik adalah contoh nyata bagaimana harmoni suara dapat memberikan efek penyembuhan bagi jiwa dan tubuh manusia. Dari sejarah kuno hingga zaman modern, penggunaan musik sebagai bentuk terapi terus berkembang dan membuktikan manfaatnya yang tak terbantahkan. Segera setelah kamu membiarkan diri kamu terbawa oleh irama, kamu mungkin menemukan diri kamu tenggelam dalam kedamaian dan kesembuhan yang hanya bisa diberikan oleh melodi-melodi penyembuh. Referensi : Edwards, Jane. 2019. The Oxford Handbook of Music and Healing.

Selengkapnya
Terapi Perilaku Kognitif (CBT), Apa Itu ?
  • NOV 16, 2023

Terapi Perilaku Kognitif (CBT), Apa Itu ?

Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy/CBT) adalah suatu pendekatan terapeutik yang telah terbukti efektif dalam mengatasi berbagai gangguan mental dan emosional. Pendekatan ini menggabungkan unsur-unsur dari terapi perilaku dan terapi kognitif untuk membantu individu memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku mereka. _**Apa Itu Terapi Perilaku Kognitif (CBT)?**_ Terapi Perilaku Kognitif (CBT) adalah suatu bentuk terapi yang berfokus pada pemahaman dan pengelolaan pikiran, perasaan, dan perilaku yang tidak sehat. Pendekatan ini didasarkan pada gagasan bahwa pemikiran yang salah dan pola perilaku yang merugikan dapat memicu atau memperburuk masalah kesehatan mental. CBT mengajarkan individu untuk mengenali pola pikir yang tidak konstruktif, menggantinya dengan pola pikir yang lebih sehat, dan akhirnya mengubah perilaku yang tidak produktif. **Langkah-Langkah dalam Terapi Perilaku Kognitif** 1. _Pengidentifikasian Pikiran Negatif_: Tahap awal CBT melibatkan mengidentifikasi pikiran negatif atau distorsi kognitif yang mungkin dialami oleh individu. Distorsi kognitif termasuk pemikiran kognitif berlebihan, generalisasi yang tidak akurat, dan filter pikiran yang hanya menyoroti aspek negatif dari suatu situasi. 2. _Evaluasi Rasional Pikiran_: Setelah pikiran negatif diidentifikasi, individu bekerja sama dengan terapis untuk mengevaluasi rasionalitasnya. Apakah pikiran-pikiran ini didukung oleh bukti? Apakah ada alternatif pandangan yang lebih seimbang? 3. _Pengembangan Pola Pikir Baru_: Selanjutnya, individu belajar untuk mengembangkan pola pikir baru yang lebih sehat dan realistis. Ini melibatkan mengenali dan menggantikan pikiran negatif dengan pandangan yang lebih positif. 4. _Pengujian Melalui Perilaku_: CBT juga melibatkan menguji pikiran baru melalui tindakan nyata. Individu secara bertahap menghadapi situasi yang biasanya memicu kecemasan atau stress, dan melihat bagaimana perubahan pola pikir memengaruhi perasaan dan perilaku mereka. **Manfaat Terapi Perilaku Kognitif** Terapi Perilaku Kognitif (CBT) memiliki berbagai kegunaan yang luas dalam mengatasi berbagai gangguan mental dan emosional. Beberapa di antaranya meliputi: **Gangguan Kecemasan** CBT efektif dalam mengatasi gangguan kecemasan seperti gangguan kecemasan umum (GAD), fobia, dan gangguan panik. Individu belajar untuk mengidentifikasi kecemasan berlebihan dan mengubah pola pikir yang menguatkan kecemasan tersebut. **Depresi** CBT membantu individu mengatasi pola pikir negatif yang umumnya terkait dengan depresi. Dengan menggantikan pikiran negatif dengan pandangan yang lebih positif, individu dapat mengurangi gejala depresi. **Gangguan Makan** CBT digunakan dalam pengobatan gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia dengan membantu individu mengubah pola pikir negatif terkait dengan penampilan dan makan. **Gangguan Trauma** CBT membantu individu mengatasi dampak trauma dengan mengurangi distorsi kognitif yang mungkin timbul akibat pengalaman traumatis. **Gangguan Bipolar** Terapi ini dapat membantu individu dengan gangguan bipolar untuk mengidentifikasi perubahan suasana hati dan mengembangkan strategi pengelolaan yang lebih baik. Terapi Perilaku Kognitif (CBT) adalah pendekatan terapeutik yang kuat dalam mengatasi masalah kesehatan mental dengan mengubah pola pikir dan perilaku yang tidak sehat. Melalui proses pengidentifikasian, evaluasi, dan penggantian pola pikir, individu dapat mengatasi gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, trauma, dan berbagai masalah mental lainnya. CBT memberikan alat yang efektif bagi individu untuk mengambil kendali atas pikiran dan emosi mereka, membuka jalan menuju transformasi positif dalam kehidupan mereka. **Referensi :** Josefowitz, Nina & Myran, David. 2017. CBT Made Simple: A Clinician's Guide to Practicing Cognitive Behavioral Therapy.

Selengkapnya
Terapi Rasional Emotif Perilaku (REBT), Bangun Kesehatan Mental Melalui Pengelolaan Emosi
  • NOV 16, 2023

Terapi Rasional Emotif Perilaku (REBT), Bangun Kesehatan Mental Melalui Pengelolaan Emosi

Dalam perjalanan hidup, kita seringkali dihadapkan pada berbagai situasi yang memicu emosi negatif seperti cemas, marah, dan sedih. Tanpa kemampuan yang tepat untuk mengelola emosi tersebut, kesehatan mental kita dapat terganggu dan berdampak buruk pada kualitas hidup. Inilah mengapa terapi rasional emotif perilaku (REBT) menjadi semakin penting. REBT adalah pendekatan psikoterapi yang dirancang untuk membantu individu mengidentifikasi, memahami, dan mengubah pola pikir irasional yang menyebabkan emosi negatif. Terapi Rasional Emotif Perilaku (REBT) dikembangkan oleh psikolog Albert Ellis pada tahun 1955. Pendekatan ini berdasarkan pada keyakinan bahwa bukan peristiwa luar yang menyebabkan emosi negatif, tetapi persepsi dan penilaian individu terhadap peristiwa tersebut. REBT mengidentifikasi tiga elemen utama yang berkontribusi pada reaksi emosional: - Peristiwa (A), situasi atau peristiwa eksternal yang terjadi dalam kehidupan individu. Ini bisa berupa kegagalan, kritik, atau situasi stress lainnya. - Pemikiran (B), penilaian, interpretasi, dan pikiran individu tentang peristiwa tersebut. Pemikiran ini dapat bersifat rasional (realistis) atau irasional (tidak realistis). - Konsekuensi Emosional (C), emosi yang muncul sebagai hasil dari pemikiran individu tentang peristiwa tersebut. Emosi ini dapat berupa cemas, marah, sedih, atau bahkan ruka. Konsep utama dalam REBT adalah bahwa pemikiran irasional atau tidak realistis (B) adalah pemicu utama dari emosi negatif (C), bukan peristiwa itu sendiri (A). Oleh karena itu, tujuan REBT sendiri adalah membantu individu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengubah pemikiran irasional menjadi pemikiran rasional, sehingga menghasilkan emosi yang lebih sehat dan perilaku yang lebih adaptif. **Proses Terapi REBT** Terapi REBT terdiri dari beberapa langkah yang dirancang untuk membantu individu mengatasi emosi negatif dan mengembangkan pola pikir yang lebih sehat: **1. Identifikasi Pemikiran Irasional** Terapis bekerja sama dengan klien untuk mengidentifikasi pemikiran-pemikiran irasional yang muncul dalam respons terhadap peristiwa tertentu. **2. Evaluasi Pemikiran** Disini klien diajak untuk mengevaluasi akurasi dan realitas dari pemikiran-pemikiran tersebut. Apakah pemikiran-pemikiran tersebut didukung oleh bukti yang kuat? **3. Menggantikan Pemikiran Irrasional** Dalam hal ini klien dan terapis bekerja sama untuk menggantikan pemikiran irasional dengan pemikiran yang lebih rasional dan realistis. Ini melibatkan pembangunan argumen yang lebih sehat terhadap pemikiran-pemikiran negatif. **4. Latihan dan Tugas** Klien diberi tugas untuk mengaplikasikan pemikiran-pemikiran rasional yang baru dalam kehidupan sehari-hari. Ini membantu mengukur perkembangan dan membiasakan diri dengan pemikiran yang lebih sehat. **5. Revaluasi Emosi** Klien dan terapis bersama-sama mengevaluasi perubahan dalam reaksi emosional klien terhadap peristiwa-peristiwa tertentu setelah menerapkan pemikiran rasional. **Manfaat Terapi REBT** Penerapan Terapi Rasional Emotif Perilaku (REBT) dapat memberikan berbagai manfaat bagi individu dalam mengelola emosi dan kesehatan mental secara umum: - Peningkatan Kesejahteraan Emosional: Dengan mengubah pemikiran irasional menjadi rasional, individu dapat mengurangi emosi negatif seperti cemas dan depresi, serta meningkatkan perasaan positif dan kesejahteraan secara keseluruhan. - Pengelolaan Stress yang Lebih Baik: REBT membekali individu dengan keterampilan untuk menghadapi situasi stress dengan pola pikir yang lebih adaptif, sehingga mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan mental. - Peningkatan Hubungan Antarpersonal: Dengan mengatasi pemikiran negatif yang dapat mempengaruhi interaksi sosial, individu dapat membangun hubungan yang lebih positif dan bermakna. - Peningkatan Produktivitas dan Kreativitas: Dengan mengurangi emosi negatif yang menghambat, individu dapat fokus pada tujuan mereka dan meningkatkan produktivitas serta kreativitas. Terapi Rasional Emotif Perilaku (REBT) adalah pendekatan psikoterapi yang efektif dalam membantu individu mengelola emosi negatif dan mengubah pola pikir irasional menjadi rasional. Dengan mengenali hubungan antara pemikiran, emosi, dan perilaku, individu dapat mengatasi tantangan mental dengan lebih baik. Dalam era di mana kesehatan mental semakin diakui pentingnya, REBT adalah alat yang kuat untuk membangun kesehatan mental yang lebih baik. **Referensi :** Turner, Martin & Lane, M. Andrew. 2020. Rational Emotive Behavior Therapy in Sport and Exercise.

Selengkapnya
Temukan Ketenangan di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia
  • NOV 15, 2023

Temukan Ketenangan di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia

Hidup sekarang ini terasa seperti roller coaster yang bergerak tanpa akhir. Dari kejaran pekerjaan hingga tuntutan sosial, tekanan hidup modern dapat meninggalkan kita tercebur dalam kekacauan. Nah, di tengah kehirukpikukan inilah terapi relaksasi masuk sebagai penyelamat yang patut dicoba. **Terapi Relaksasi** Bukan hanya sebuah kata "luar biasa" yang terdengar berat, tetapi juga merupakan kantong ajaib tempat kita menemukan ketenangan yang hilang. Terapi ini tidak melulu tentang duduk dengan tangan terlipat dan bermeditasi selama berjam-jam. Ini tentang menemukan cara yang paling cocok untuk meredakan kecemasan dan stress kita. **Teknik Sederhana yang Membuat Perbedaan** 1. _Bernapaslah, Santailah_: Bayangkan ini: sedikit napas dalam yang dalam, diikuti dengan napas panjang yang lambat. Latihan pernapasan ini bukan hanya menenangkan, tetapi juga menyegarkan pikiran kita. 2. _Catat dan Lupakan_: Mencurahkan pikiran ke dalam buku jurnal adalah seperti memberikan tempat bagi kekhawatiran untuk beristirahat. Catatan tersebut dapat membantu melepaskan beban dari pikiran kita. 3. _Pijatan dan Refleksi_: Teknik ini melibatkan pijatan lembut pada titik-titik tertentu pada tubuh untuk merangsang relaksasi. Refleksi pada titik-titik tertentu di telapak tangan dan kaki juga dapat membantu meredakan ketegangan. 4. _Kenangan yang Menenangkan_: Tutup mata sejenak dan bayangkan tempat yang penuh ketenangan. Mungkin itu pantai berpasir putih atau hutan hijau. Visualisasi semacam itu memiliki kekuatan untuk mengubah suasana hati kita. 5. _Yoga dan Stretching_: Yoga menggabungkan gerakan tubuh dengan pernapasan dalam rangka mencapai fleksibilitas fisik dan mental. Ini membantu meredakan ketegangan otot dan meningkatkan kesadaran tubuh. **Manfaat Menemukan Ketenangan** Dari penjelasan diatas, jelas sudah terlihat apa manfaat dari terapi relaksasi ini, terutama di tengah hiruk pikuk dunia yang kita rasakan sekarang. Berikut beberapa manfaatnya : - **Kekuatan Melawan stress** Terapi relaksasi adalah perisai kita melawan serangan stress. Dengan mengurangi hormon stress, kita dapat menghadapi tantangan dengan kepala dingin. - **Senjata Melawan Gelombang Emosi** Saat emosi memanas seperti kuali yang mendidih, terapi ini adalah cara sempurna untuk mendinginkan situasi dan menghindari reaksi berlebihan. - **Meningkatkan Kesejahteraan Mental** Praktik-praktik seperti meditasi dan visualisasi dapat meningkatkan mood, mengurangi gejala depresi, dan meningkatkan rasa bahagia. - **Meningkatkan Kualitas Tidur** Terapi relaksasi dapat membantu mengatasi masalah tidur seperti insomnia dengan merilekskan tubuh dan pikiran sebelum tidur. - **Meningkatkan Konsentrasi** Latihan pernapasan dan meditasi dapat meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi. - _Menurunkan Tekanan Darah_ Melalui relaksasi, terapi ini dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Jadi, mengapa tidak memberikan diri kita hadiah kecil ini dalam bentuk terapi relaksasi? Dalam alur hidup yang terkadang memusingkan, kita pantas merasakan setiap detik kedamaian. Tak perlu jadi pakar meditasi atau guru yoga untuk merasakan manfaatnya. Hanya dengan sedikit sentuhan teknik sederhana, kita dapat merajut kembali ketenangan di tengah-tengah kehidupan yang bergerak cepat. Jadi, ayo, berikan diri kita pelukan relaksasi yang sangat diperlukan! **Referensi :** Ilyas, M. Irfan.2023. Relaksasi untuk Kesehatan Fisik dan Mental.

Selengkapnya
Terapi Seni Jadi Kekuatan Penyembuhan Melalui Kreativitas
  • NOV 15, 2023

Terapi Seni Jadi Kekuatan Penyembuhan Melalui Kreativitas

Terapi seni adalah bentuk intervensi terapeutik yang menggunakan ekspresi kreatif untuk membantu individu mengatasi masalah emosional, psikologis, dan fisik. Melalui berbagai medium seni seperti lukisan, musik, tari, dan seni kerajinan, individu dapat mengeksplorasi perasaan, memproses pengalaman traumatis, dan merangsang kesejahteraan secara holistik. Terapi seni melibatkan proses kreatif di mana klien bekerja sama dengan seorang terapis seni terlatih. Terapis seni memberikan ruang aman di mana klien dapat mengekspresikan diri tanpa penilaian atau ekspektasi. Prinsip dasar terapi seni meliputi: **1. Ekspresi Kreatif** Klien diundang untuk menggunakan medium seni untuk menyatakan perasaan dan pikiran yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. **2. Refleksi** Melalui karya seni yang dihasilkan, klien dan terapis bersama-sama merenungkan arti dan simbolisme di balik karya tersebut, membantu pemahaman lebih dalam tentang perasaan dan pengalaman. **3. Proses Lebih Penting daripada Hasil Akhir** Terapi seni fokus pada perjalanan kreatif yang diambil klien daripada hasil akhir yang "sempurna." **Manfaat Terapi Seni** Bagi sebagian orang mungkin akan bertanya-tanya apa manfaat dari terapi seni itu, dibandingkan dengan terapi lainnya? Berikut adalah beberapa manfaat terapi seni yang perlu kamu ketahui: - Pengolahan Trauma Terapi seni memungkinkan individu mengatasi pengalaman traumatis dengan cara yang lebih lembut, karena emosi yang kuat dapat diungkapkan melalui medium seni. - Mengurangi Stress dan Kecemasan Proses kreatif membantu mengalihkan perhatian dari stres dan kecemasan sehari-hari, meredakan ketegangan emosional. - Meningkatkan Percaya Diri Melalui pencapaian dalam karya seni, klien merasakan peningkatan dalam kepercayaan diri dan harga diri. - Meningkatkan Komunikasi Terapi seni dapat membantu individu yang kesulitan berkomunikasi secara verbal untuk mengekspresikan diri dengan cara lain. **Penerapan Terapi Seni** Terapi seni dapat diterapkan di berbagai pengaturan, termasuk: 1. _Lembaga Kesehatan Mental_: Terapis seni bekerja dengan individu yang mengalami gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pasca trauma. 2. _Pendidikan_: Terapi seni digunakan dalam setting pendidikan untuk membantu anak-anak mengatasi kesulitan belajar, masalah perilaku, dan untuk merangsang kreativitas. 3. _Pemulihan Penyakit Fisik_: Terapi seni membantu individu dalam pemulihan fisik dengan memberikan outlet ekspresi selama proses penyembuhan. 4. _Pemasyarakatan_: Terapi seni digunakan dalam sistem peradilan pidana untuk membantu narapidana mengatasi masalah emosional dan belajar keterampilan baru. Terapi seni adalah alat yang kuat dalam bidang kesehatan mental dan psikoterapi, memanfaatkan potensi kreatif individu untuk tujuan penyembuhan. Dengan memberikan ruang ekspresi tanpa batasan, terapi seni mampu menggali dan merangsang pertumbuhan pribadi. Dari lembaga kesehatan hingga pendidikan dan pemasyarakatan, terapi seni menemukan tempatnya sebagai pendekatan yang holistik dan efektif dalam membantu individu meraih kesejahteraan mental dan emosional. **Referensi :** Brown, L. Stephanie. 2022. Therapy Through the Arts: An Integrative Approach.

Selengkapnya
Bukan Sekadar Makanan, Ternyata Mentega Kacang Punya Rahasia Gelap yang Menakutkan!
  • NOV 14, 2023

Bukan Sekadar Makanan, Ternyata Mentega Kacang Punya Rahasia Gelap yang Menakutkan!

Pernahkah kamu merasa cemas atau bahkan ketakutan saat makan mentega kacang? Jika iya, kamu mungkin mengalami apa yang disebut dengan arachibutyrophobia. Meskipun terdengar aneh dan jarang terjadi, fenomena ini sebenarnya adalah contoh nyata dari seberapa kompleksnya pikiran manusia dalam mengasosiasikan emosi dengan objek sehari-hari. _**Apa Itu Arachibutyrophobia?**_ Arachibutyrophobia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa ketakutan atau cemas yang intens terhadap mentega kacang yang menempel di langit-langit mulut seseorang. Istilah ini berasal dari tiga kata: 'arachis' (kacang tanah dalam bahasa Latin), 'butyrum' (mentega dalam bahasa Latin), dan 'phobos' (ketakutan dalam bahasa Yunani). Orang yang mengalami arachibutyrophobia merasa sangat tidak nyaman dengan sensasi lengket dan lengket dari mentega kacang yang menempel di atap mulut mereka. **Apa Penyebab Arachibutyrophobia?** Seperti banyak fobia lainnya, akar dari arachibutyrophobia dapat beragam dan kompleks. Beberapa faktor yang mungkin berperan dalam perkembangan fobia ini termasuk: 1. _Pengalaman Traumatik_: Pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan, seperti tersedak atau merasa terjebak oleh makanan lengket, bisa memicu perkembangan fobia ini. 2. _Predisposisi Genetik_: Beberapa individu mungkin lebih rentan terhadap mengembangkan fobia berdasarkan faktor genetik atau kerentanannya terhadap gangguan kecemasan. 3. _Pentingnya Rasa Sentuhan dalam Kecemasan_: Orang dengan arachibutyrophobia mungkin memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap sensasi fisik dalam situasi cemas. Sensasi lengket dari mentega kacang dapat memicu respons kecemasan yang kuat. 4. _Pengaruh Lingkungan dan Kebiasaan_: Lingkungan di mana kamu dibesarkan dan kebiasaan makan keluarga juga dapat memainkan peran dalam perkembangan fobia ini. **Dampak Arachibutyrophobia pada Kehidupan Sehari-hari** Arachibutyrophobia, seperti fobia lainnya, dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari kamu. Kamu mungkin menghindari makanan yang mengandung mentega kacang sama sekali, atau mungkin hanya makan makanan tersebut dengan rasa cemas dan tidak nyaman. Hal ini dapat membatasi pilihan makananmu, mengganggu interaksi sosialmu, dan bahkan memengaruhi kesehatan nutrisimu jika tidak dikelola dengan baik. **Mengatasi Arachibutyrophobia** Ada beberapa pendekatan yang dapat membantumu mengatasi arachibutyrophobia: **Terapi Kognitif-Perilaku** Terapi ini membantumu mengidentifikasi pola pikir yang tidak sehat dan merubahnya melalui latihan dan teknik khusus. **Terapi Eksposur** Terapis dapat membantumu mengatasi ketakutanmu dengan berangsur-angsur terpapar pada mentega kacang dan menghadapi sensasi tidak nyaman yang ditimbulkannya. **Teknik Relaksasi** Latihan pernapasan dalam, meditasi, dan teknik relaksasi lainnya dapat membantumumengurangi kecemasan dan stres yang terkait dengan fobia. **Pendekatan Bertahap** Menghadapi fobia secara bertahap dan dalam lingkungan yang aman dapat membantumu mengatasi ketakutanmu tanpa merasa terlalu terpapar. Arachibutyrophobia adalah contoh yang menarik dari betapa kompleksnya pikiran manusia dan bagaimana perasaan bisa terkait dengan objek sehari-hari yang mungkin terlihat tidak berarti. Bagi kamu yang mengalaminya, fobia ini bisa memiliki dampak yang signifikan pada kualitas hidupmu. Namun, dengan bantuan terapi yang tepat dan pendekatan yang terencana, kamu dapat belajar mengatasi ketakutanmu dan mengambil kendali atas kecemasan yang kamu rasakan. **Referensi :** Antony, Martin & Swinson, Richard. 2022. The Phobia Workbook: A Step-by-Step Guide to Overcoming Your Fears.

Selengkapnya
Arachnophobia: Fobia Super Umum yang Mungkin Kamu Alami!
  • NOV 14, 2023

Arachnophobia: Fobia Super Umum yang Mungkin Kamu Alami!

Ketakutan sudah menjadi bagian alami dari kehidupan kita manusia. Namun, terdapat beberapa jenis ketakutan yang melebihi tingkat normal dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu jenis ketakutan yang cukup umum adalah arachnophobia, yang merupakan rasa takut berlebihan terhadap laba-laba. **Apa Itu Arachnophobia?** Arachnophobia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan ketakutan yang sangat ekstrem terhadap laba-laba. Orang dengan arachnophobia mungkin merasa cemas, panik, atau bahkan terobsesi dengan pemikiran tentang laba-laba. Gejala yang muncul dapat meliputi detak jantung yang cepat, keringat berlebihan, gemetaran, perasaan ingin muntah, dan dorongan untuk melarikan diri dari situasi yang memicu ketakutan. **Penyebab Arachnophobia** Penyebab pasti arachnophobia belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor yang dapat berkontribusi meliputi: **1. Predisposisi Genetik** Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan untuk mengembangkan fobia tertentu, termasuk arachnophobia, dapat memiliki dasar genetik. Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang menderita fobia, mereka mungkin lebih rentan terhadap mengembangkan fobia serupa. **2. Pengalaman Traumatik** Pengalaman traumatis yang melibatkan laba-laba, seperti digigit atau terkejut oleh laba-laba dalam keadaan yang mengganggu, dapat menjadi pemicu pengembangan arachnophobia. **3. Pengaruh Lingkungan** Lingkungan tempat seseorang tumbuh dan berkembang juga dapat memainkan peran. Jika seseorang tumbuh dalam lingkungan di mana orang dewasa menunjukkan ketakutan terhadap laba-laba, anak tersebut mungkin mengadopsi respons serupa. **Dampak dalam Kehidupan Sehari-hari** Arachnophobia dapat memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari individu yang mengalaminya. Beberapa dampak tersebut meliputi: - Gangguan Mental dan Emosional: Arachnophobia dapat menyebabkan kecemasan yang berlebihan, stres, dan depresi. Orang dengan fobia ini mungkin merasa terisolasi karena takut membicarakan ketakutan mereka. - Pembatasan Aktivitas: Individu dengan arachnophobia cenderung menghindari situasi atau tempat yang berpotensi memiliki laba-laba. Ini dapat menghambat partisipasi mereka dalam aktivitas sehari-hari, seperti membersihkan rumah, berkebun, atau berjalan di alam terbuka. - Gangguan Produktivitas: Arachnophobia dapat mengganggu produktivitas di tempat kerja atau sekolah. Pikiran yang terobsesi dengan laba-laba atau stres yang terkait dengan kemungkinan berinteraksi dengan laba-laba dapat mengganggu konsentrasi. - Pembatasan Perjalanan: Beberapa orang dengan arachnophobia dapat menghindari tempat-tempat tertentu yang dianggap memiliki risiko lebih tinggi terhadap keberadaan laba-laba, seperti pedesaan atau daerah berhutan. Arachnophobia adalah contoh nyata dari bagaimana fobia dapat mempengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan. Meskipun mungkin sulit untuk memahami bagi mereka yang tidak memiliki fobia tersebut, penting bagi kita untuk mendukung dan memahami individu yang mengalaminya. Terapi perilaku kognitif dan desensitisasi adalah beberapa pendekatan yang efektif dalam mengatasi arachnophobia dan membantu individu kembali mengendalikan kehidupan mereka tanpa dibatasi oleh ketakutan. **Referensi :** Umbach, Andrea & Antony, M. Martin. 2018. Overcoming Animal and Insect Phobias: How to Conquer Fear of Dogs, Snakes, Rodents, Bees, Spiders, and More.

Selengkapnya
Keheningan Bisa Jadi Hal Menakutkan, Kenali Cathisophobia ini!
  • NOV 13, 2023

Keheningan Bisa Jadi Hal Menakutkan, Kenali Cathisophobia ini!

Apakah kamu pernah merasa gemetar dan jantung berdetak kencang hanya karena berpikir tentang duduk dalam keheningan yang sepenuhnya? Jika iya, kamu mungkin mengalami apa yang disebut sebagai Cathisophobia. Meskipun mungkin terdengar seperti ketakutan yang aneh atau tidak umum, Cathisophobia sebenarnya adalah kondisi yang nyata dan dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang dengan cara yang mendalam. **_Apa Itu Cathisophobia?_** Cathisophobia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan ketakutan ekstrem terhadap duduk dalam keheningan atau kesunyian. Orang yang menderita phobia ini mungkin merasa cemas, gelisah, bahkan panik jika mereka berada dalam situasi di mana tidak ada suara atau aktivitas yang terdengar. Mereka mungkin menghindari situasi seperti duduk sendirian dalam ruangan yang sunyi atau menghindari tempat-tempat yang biasanya tenang, seperti perpustakaan atau taman yang sepi. **Penyebab Cathisophobia** Seperti banyak phobia lainnya, penyebab pasti Cathisophobia bisa bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Namun, beberapa faktor yang mungkin berperan termasuk pengalaman traumatis dalam masa lalu yang melibatkan situasi sunyi, gangguan kecemasan umum, dan faktor genetik yang membuat seseorang lebih rentan terhadap pengembangan phobia. **Dampak pada Kehidupan Sehari-Hari** Cathisophobia dapat memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan sehari-hari seseorang. Individu yang menderita phobia ini mungkin menghindari situasi-situasi tertentu dengan segala cara untuk menghindari perasaan cemas dan panik yang muncul. Ini bisa membatasi kebebasan dan kualitas hidup mereka. Misalnya, mereka mungkin menghindari pertemuan sosial atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dalam hening. Jangka panjang, hal ini dapat membatasi peluang, pertumbuhan pribadi, dan pencapaian potensial. **Mengatasi Cathisophobia** Berita baiknya, Cathisophobia dapat diatasi dengan berbagai metode. Terapi perilaku kognitif (CBT) sering digunakan untuk membantu individu mengatasi ketakutan mereka dengan merestruktur pikiran negatif dan memodifikasi respons emosional terhadap situasi sunyi. Terapis juga dapat menggunakan desensitisasi sistematis, di mana klien secara bertahap diperkenalkan pada situasi yang menyebabkan ketakutan, sehingga mereka dapat membiasakan diri dan mengurangi reaksi cemas. Cathisophobia, seperti phobia lainnya, bukanlah hal yang sepele atau bisa diabaikan. Penting bagi individu yang mengalaminya untuk mencari bantuan profesional jika phobia ini mengganggu kesejahteraan mereka secara signifikan. Berbicara terbuka tentang perasaan mereka dan bekerja sama dengan tenaga medis terlatih dapat membantu individu mengatasi ketakutan mereka dan hidup lebih bebas. Dalam dunia yang penuh dengan kebisingan dan aktivitas, kita perlu mengingat bahwa ada banyak cara berbeda untuk merayakan ketenangan. Namun, bagi mereka yang menderita Cathisophobia, pencapaian ketenangan ini mungkin memerlukan dukungan tambahan, dan itulah yang perlu kita pahami dan hargai. **Referensi :** Antony, Martin & Swinson, Richard. 2022. The Phobia Workbook: A Step-by-Step Guide to Overcoming Your Fears.

Selengkapnya
Bukan Hanya Mitos, Ini Alasan Sebenarnya Mengapa Orang Tidak Bisa Lihat Cermin!
  • NOV 13, 2023

Bukan Hanya Mitos, Ini Alasan Sebenarnya Mengapa Orang Tidak Bisa Lihat Cermin!

Pernah gak sih merasa merasa cemas atau takut pada sesuatu? Atau mungkin saat kamu melihat cermin? Bagi sebagian orang, melihat bayangan diri sendiri pada cermin bisa jadi pengalaman menakutkan. Nah, hal ini dikenal dengan sebutan Eisoptrophobia. **Eisoptrophobia: Apa Itu?** Eisoptrophobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap cermin atau refleksi diri. Jadi, buat kamu yang mengalaminya, bisa aja merasa cemas, panik, atau bahkan nggak mau sama sekali melihat cermin. Nih, gejalanya bisa bermacam-macam, mulai dari detak jantung yang melaju, keringat berlebih, sampe perasaan nggak enak. **Faktor Penyebab Eisoptrophobia** 1. **Trauma Emosional** Pengalaman traumatis yang berhubungan sama cermin, misalnya aja pengalaman menyeramkan atau memalukan di masa lalu, bisa jadi penyebab seseorang mengalami eisoptrophobia. 2. **Gangguan Citra Diri** Orang yang nggak puas sama penampilan fisiknya atau punya pandangan negatif tentang dirinya sendiri, lebih rentan buat ngerasain ketakutan ini. 3. **Gangguan Kecemasan** Eisoptrophobia bisa juga muncul sebagai bagian dari gangguan kecemasan umum atau gangguan kecemasan sosial. Jadi, misalnya saat berada dalam situasi sosial dan melihat diri sendiri di cermin, bisa bikin kecemasan melonjak. **Dampak pada Kehidupan Sehari-hari** Eisoptrophobia punya dampak yang gede banget pada kehidupan sehari-hari orang yang kena. Kecemasan yang terkait sama cermin bisa ngaruhin rutinitas pribadi, kayak berdandan, merapikan diri, atau malah bergaul sama orang lain. Nah, ini bisa bikin tingkat percaya diri jadi rendah dan kualitas hidup nggak maksimal. **Cara Mengatasi Eisoptrophobia** **1. Terapi Kognitif-Perilaku** Nah, terapi ini bantu kamu mengenali dan mengubah pola pikir negatif tentang cermin. Kadang juga ada teknik relaksasi dan cara berhadap-hadapan dengan cermin yang dikontrol. **2. Terapi Eksposur** Metode ini melibatkan paparan bertahap ke situasi yang bikin cemas, dalam hal ini melihat diri sendiri di cermin. Tujuannya adalah biar kamu terbiasa sama perasaan cemas dan pelan-pelan mengurangi reaksi yang berlebihan. **3. Pendekatan Berbasis Keberanian** Metode ini melibatkan menghadapi ketakutan secara langsung dengan dukungan dari orang dekat. Dengan pelan-pelan, kamu bisa membangun rasa percaya diri buat menghadapi ketakutan. Merasa takut adalah hal yang wajar bagi setiap manusia, namun ketakutan secara berlebih juga tidak baik. Seperti eisoptrophobia yang mungkin nggak umum, tapi bisa punya dampak gede pada kehidupan seseorang yang ngalamin. Penting banget diinget bahwa ada bantuan yang bisa kamu dapat, baik dari terapis profesional maupun dukungan sosial. Mengatasi eisoptrophobia butuh waktu dan usaha, tapi langkah kecil menuju pemulihan itu sangat berarti. Dengan pemahaman yang tepat dan pendekatan yang sesuai, kita bisa menghadapi ketakutan ini dan punya kendali atas pandangan tentang diri kita sendiri. **Referensi :** Carbonell, David. 2018. The Phobia Workbook: Your Guide to Overcoming Fears and Phobias.

Selengkapnya
Tak Terduga! Mengapa Ada Orang yang Ketakutan pada Kata-kata Panjang?
  • NOV 9, 2023

Tak Terduga! Mengapa Ada Orang yang Ketakutan pada Kata-kata Panjang?

Kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mempengaruhi perasaan, pikiran, dan tindakan manusia. Namun, bagaimana jika seseorang merasakan ketakutan yang mendalam terhadap kata-kata yang panjang? Ini adalah fenomena yang dikenal dengan istilah "Hippopotomonstrosesquippedaliophobia" atau lebih umum disebut "Sesquipedalophobia." **Asal Usul dan Nama yang Menakutkan** Hippopotomonstrosesquippedaliophobia adalah istilah yang sebenarnya adalah permainan kata panjang itu sendiri. Kata ini terbentuk dari "hippopotamus" (kuda nil), "monstrous" (sangat besar atau mengerikan), "sesquipedalian" (kata-kata panjang), dan "phobia" (ketakutan). Nama itu sendiri sangat panjang dan terdiri dari 33 huruf, yang hanya dapat meningkatkan kecemasan bagi mereka yang mengalaminya. **Gejala dan Dampak Psikologis** Orang yang menderita Hippopotomonstrosesquippedaliophobia mungkin mengalami gejala kecemasan yang kuat ketika dihadapkan pada kata-kata yang panjang. Ini bisa meliputi detak jantung yang cepat, keringat berlebihan, gemetar, perasaan tidak nyaman, dan bahkan serangan panik dalam beberapa kasus yang ekstrem. Meskipun phobia ini mungkin terdengar aneh, tetapi dampak psikologisnya pada individu yang terkena dampaknya bisa sangat serius. **Faktor Pemicu dan Penanganan** Penyebab pasti Hippopotomonstrosesquippedaliophobia belum sepenuhnya dipahami, tetapi seperti kebanyakan fobia, bisa jadi dikaitkan dengan pengalaman traumatis atau kejadian dari masa lalu yang berhubungan dengan kata-kata panjang. Terapi perilaku kognitif, terapi desensitisasi, dan teknik relaksasi seperti meditasi dapat membantu mengatasi ketakutan ini. Penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental jika phobia ini mengganggu kualitas hidup seseorang. **Mengatasi Ketakutan dan Memahami Kekuatan Kata-kata** Mengatasi Hippopotomonstrosesquippedaliophobia membutuhkan waktu, usaha, dan dukungan. Menyadari bahwa kata-kata hanyalah simbol bunyi yang membawa makna dapat membantu meredakan kecemasan yang timbul saat berhadapan dengan kata-kata panjang. Memperoleh pemahaman tentang kekuatan bahasa dan bagaimana kata-kata mempengaruhi emosi dan pikiran kita dapat membantu mengurangi dampak phobia ini. Hippopotomonstrosesquippedaliophobia atau Sesquipedalophobia adalah contoh yang menarik tentang bagaimana pikiran manusia dapat merespons dengan cara yang tak terduga terhadap sesuatu yang sebenarnya sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita. Meskipun mungkin terdengar aneh, penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki ketakutan unik mereka sendiri. Dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, kita dapat mengatasi ketakutan ini dan menghargai keindahan dan kekuatan kata-kata dalam semua bentuk dan ukuran. **Referensi :** Sperry, A. Shirley. 2017. The Phobia Workbook.

Selengkapnya
Dibalik Ketakutan Megalofobia: Apakah Makhluk Raksasa Laut Benar-Benar Mengancam?
  • NOV 9, 2023

Dibalik Ketakutan Megalofobia: Apakah Makhluk Raksasa Laut Benar-Benar Mengancam?

Di balik gemuruh ombak yang tenang dan lautan biru yang luas, ada rahasia gelap yang menghantui pikiran manusia. Megalofobia, takdir tersembunyi yang membenamkan hati manusia dalam kecemasan dan ketakutan akan makhluk raksasa laut yang mengerikan. Disini, kita akan menggali lebih dalam ke dalam dunia gelap Megalofobia, menjelajahi akar ketakutan ini, dan mencoba memahami bagaimana kita dapat mengatasi kecemasan yang membatasi kita. **Megalofobia: Mengintip ke dalam Lautan Kecemasan** - _Legenda Lautan_: Megalofobia merujuk pada ketakutan intens terhadap makhluk raksasa laut atau benda besar yang berada di dalam air. Ketakutan ini tidak hanya merujuk pada ikan hiu putih raksasa, Megalodon, tetapi juga mencakup segala jenis makhluk besar dan mengerikan yang bersembunyi di dalam kegelapan lautan. Meskipun sebagian besar dari kita tidak pernah benar-benar berhadapan dengan makhluk seperti ini, imajinasi dan rasa takut kita terkadang lebih dari cukup untuk menciptakan perasaan cemas yang mendalam. - _Akar Psikologisnya_: Mengapa beberapa dari kita terjebak dalam kecemasan ini? Beberapa ahli berpendapat bahwa ketakutan terhadap makhluk raksasa laut mencerminkan rasa takut terhadap ketidakpastian dan kekuatan alam yang tak terkendali. Lautan yang dalam dan misterius menjadi metafora untuk ketidakpastian hidup, sementara makhluk raksasa melambangkan ancaman yang tidak dapat diatasi oleh manusia. Dalam beberapa kasus, Megalofobia juga dapat dihubungkan dengan peristiwa traumatis yang melibatkan air atau makhluk laut dalam kehidupan seseorang. **Menghadapi Gelombang Kecemasan** **Pendidikan dan Pengetahuan** Salah satu cara efektif untuk mengatasi Megalofobia adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang makhluk laut dan ekosistemnya. Memahami bahwa sebagian besar makhluk laut adalah tak berbahaya bagi manusia dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dapat membantu meredakan ketakutan yang berlebihan. **Terapi Paparan** Terapi paparan terkontrol adalah pendekatan lain yang dapat membantu mengatasi Megalofobia. Ini melibatkan terpapar secara bertahap pada gambar atau situasi yang menimbulkan kecemasan, dengan tujuan membiasakan pikiran dan tubuh terhadap respons yang lebih tenang. **Teknik Relaksasi** Teknik pernapasan dalam, meditasi, dan relaksasi otot adalah alat yang berguna dalam mengurangi kecemasan. Dengan belajar mengendalikan respons tubuh terhadap stres, kita dapat meredakan efek fisik dari ketakutan. Megalofobia mungkin terdengar seperti ketakutan yang ekstrem, tetapi itu mencerminkan sisi gelap dari imajinasi manusia dan ketidakpastian yang melekat dalam hidup kita. Dengan pendidikan, pemahaman, dan pendekatan yang tepat, kita dapat mengatasi ketakutan ini dan mengubahnya menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Seperti laut yang dalam dan misterius, kehidupan juga penuh dengan ketidakpastian, tetapi dengan menghadapinya dengan kepala tegak, kita dapat berlayar menuju laut kepastian dengan keyakinan dan kedamaian. **Referensi :** Carbonell, A. David. 2016. The Worry Trick: How Your Brain Tricks You into Expecting the Worst and What You Can Do About It.

Selengkapnya
Ketakutan yang Tidak Biasa, Mengapa Semut Menjadi Salah Satu Bentuk Fobia?
  • NOV 8, 2023

Ketakutan yang Tidak Biasa, Mengapa Semut Menjadi Salah Satu Bentuk Fobia?

Ketakutan pada dasarnya adalah bentuk respons alami manusia terhadap ancaman potensial. Salah satu jenis ketakutan yang umum adalah fobia, yaitu ketakutan intens dan tidak rasional terhadap objek atau situasi tertentu. **Kenali Asal Mula Myrmecophobia** Myrmecophobia berasal dari bahasa Yunani "myrmex" yang berarti semut dan "phobos" yang berarti ketakutan. Ketakutan akan semut sering kali berasal dari pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan, seperti digigit semut atau menonton reaksi orang lain yang ketakutan terhadap semut. Terlepas dari penyebab pasti, myrmecophobia sering kali dipicu oleh ketidakpastian tentang bagaimana semut dapat bereaksi dan bertindak. **Faktor-faktor yang Mempengaruhi Myrmecophobia** Beberapa faktor dapat memengaruhi perkembangan myrmecophobia: 1. **Pengalaman Awal** Pengalaman traumatis atau negatif yang melibatkan semut dalam masa kecil dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan fobia ini. 2. **Informasi yang Salah** Informasi yang salah atau berlebihan tentang potensi bahaya semut dapat memperkuat ketakutan ini. 3. **Ketidakpastian** Ketidakpastian tentang perilaku semut dan bagaimana mereka dapat merespons manusia dapat memicu perasaan cemas. **Cara Mengatasi Myrmecophobia** Mengelola dan mengatasi myrmecophobia memerlukan waktu, usaha, dan mungkin bantuan profesional jika ketakutan ini mengganggu kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil: - **Pendidikan** Memahami perilaku semut secara akurat dapat membantu mengurangi ketakutan yang tidak perlu. Mengerti bahwa sebagian besar semut tidak berbahaya dan tidak bersifat agresif dapat membantu meredakan kecemasan. - **Terapi Pemaparan** Terapi ini melibatkan bertahap terpapar pada objek atau situasi yang memicu ketakutan, dalam hal ini, semut. Proses ini dapat membantu desensitisasi terhadap stimulus yang menimbulkan ketakutan. - **Teknik Relaksasi** Teknik pernapasan dalam, meditasi, dan yoga dapat membantu mengurangi kecemasan secara keseluruhan. **Bantuan Profesional** Jika myrmecophobia sangat mengganggu, mencari bantuan dari seorang terapis atau konselor yang terlatih dalam mengatasi fobia dapat memberikan panduan yang efektif. Myrmecophobia, atau ketakutan akan semut, adalah salah satu jenis fobia yang dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Namun, dengan pendidikan yang tepat, terapi pemaparan yang berpanduan, dan dukungan profesional jika diperlukan, fobia ini dapat diatasi. Penting untuk diingat bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengatasi ketakutan ini dan tidak perlu membiarkan ketakutan mengendalikan hidup kita. **Referensi :** Umbach, Andrea & Antony, M. Martin. 2018. Overcoming Animal and Insect Phobias: How to Conquer Fear of Dogs, Snakes, Rodents, Bees, Spiders, and More.

Selengkapnya
Apakah Kamu Menderita Phonophobia? Kenali Tanda-tandanya Sekarang!
  • NOV 8, 2023

Apakah Kamu Menderita Phonophobia? Kenali Tanda-tandanya Sekarang!

Pernahkah kamu merasakan detak jantung meningkat, keringat dingin mengalir, dan perasaan cemas melanda saat mendengar suara keras atau berisik? Jika ya, kamu mungkin telah mengalami apa yang disebut sebagai "phonophobia". Istilah ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi dampaknya dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari bagi mereka yang menderita. **Apa itu Phonophobia ?** Phonophobia adalah kecemasan yang berlebihan terhadap suara atau kebisingan. Bukan hanya tentang tidak suka mendengarkan suara yang keras, tetapi lebih kepada respons fisik dan emosional yang berlebihan terhadap suara tersebut. Meskipun phonophobia sering kali dikaitkan dengan gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan generalisasi atau gangguan panik, namun ia juga dapat terjadi secara independen. **Penyebab Phonophobia** Penting untuk memahami bahwa phonophobia bukanlah keengganan biasa terhadap suara keras. Ada sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab munculnya phonophobia: 1. **Trauma atau Pengalaman Traumatis** Phonophobia dapat dipicu oleh pengalaman traumatis di masa lalu yang melibatkan suara keras atau berisik. Ini bisa berupa ledakan, kecelakaan lalu lintas, atau situasi lain yang meninggalkan kesan mendalam. 2. **Kondisi Medis** Beberapa kondisi medis, seperti migrain, hiperakusis (sensitivitas berlebih terhadap suara), atau gangguan pendengaran, dapat berkontribusi pada perkembangan phonophobia. 3. **Faktor Genetik dan Lingkungan** Ada kemungkinan faktor genetik yang memengaruhi kecenderungan seseorang terhadap phonophobia. Selain itu, lingkungan di mana seseorang dibesarkan juga dapat berperan dalam mengembangkan ketakutan ini. **Dampak pada Kesejahteraan Mental** Phonophobia dapat memiliki dampak serius pada kesejahteraan mental seseorang. Ketakutan konstan terhadap suara atau kebisingan dapat menyebabkan stres kronis, kecemasan berlebih, isolasi sosial, dan bahkan depresi. Individu yang mengalami phonophobia mungkin menghindari situasi atau tempat-tempat yang berpotensi memicu ketakutan mereka, yang pada gilirannya dapat membatasi kehidupan sehari-hari mereka. **Cara Mengatasi Phonophobia** Meskipun mengatasi phonophobia mungkin menantang, langkah-langkah berikut dapat membantu individu mengelola dan mengatasi ketakutan mereka: - Terapi Psikologis Terapi kognitif perilaku (CBT) telah terbukti efektif dalam mengobati berbagai jenis kecemasan, termasuk phonophobia. Terapis dapat membantu individu mengidentifikasi pola pikir negatif dan menggantinya dengan pola pikir yang lebih seimbang. - Terapi Eksposur Terapi ini melibatkan paparan bertahap terhadap suara atau kebisingan yang memicu ketakutan, dengan tujuan untuk mengurangi respons kecemasan yang berlebihan. - Relaksasi dan Teknik Pernafasan Teknik relaksasi dan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi kecemasan secara umum dan mengurangi respons fisik terhadap suara. - Pendekatan Multidisipliner Untuk kasus yang lebih kompleks, pendekatan yang melibatkan tim berbagai profesional kesehatan, seperti psikolog, dokter, dan ahli pendengaran, mungkin diperlukan. Phonophobia adalah fenomena yang kompleks, tetapi tidak harus mengendalikan kehidupan seseorang. Dengan pemahaman yang tepat, dukungan profesional, dan tekad untuk mengatasi ketakutan ini, individu yang menderita phonophobia dapat meraih kembali kendali atas kehidupan mereka dan merangkul dunia suara tanpa rasa takut. Ingatlah, langkah pertama menuju kesembuhan adalah dengan mencari bantuan yang tepat dan memulai perjalanan menuju kesejahteraan mental yang lebih baik. **Referensi :** Vitelli, Romeo. 2018. The Everything Guide to Overcoming PTSD.

Selengkapnya
Apa Itu Somniphobia?
  • NOV 7, 2023

Apa Itu Somniphobia?

Pernahkah kamu merasa jantung berdegup kencang di malam hari, ketika semua hening dan kamu berbaring sendiri di tempat tidurmu? Atau mungkin terasa sulit untuk menutup mata, takut pada hal-hal yang hanya muncul dalam gelap? Jika pernah, kamu mungkin sudah mengalami apa yang disebut dengan somniphobia, yaitu rasa takut yang mendalam terhadap tidur atau kegelapan malam. Pikirkan tentang tidur: momen di mana tubuh kita beristirahat, dan pikiran kita meluncur dalam mimpi yang mungkin aneh atau menyenangkan. Tapi bagaimana jika bagi beberapa orang, tidur bukanlah momen ketenangan, melainkan arena kecemasan? Inilah yang dialami oleh mereka yang menderita somniphobia. Terkadang, kecemasan ini tidak hanya berkaitan dengan tidur itu sendiri, tetapi juga dengan kegelapan yang menemaninya. Somniphobia adalah perpaduan antara dua elemen yang mungkin tampak tak terkait: tidur dan ketakutan. Meskipun terdengar paradoks, namun bagi mereka yang mengalaminya, somniphobia bisa menjadi kenyataan yang menghantui. Rasa takut ini bisa muncul dengan berbagai tingkat keparahan, mulai dari merasa gugup sebelum tidur hingga mengalami serangan panik mendalam saat gelap sudah menyelimuti. **Apa sebenarnya penyebab Somniphobia?** Seperti banyak kondisi psikologis lainnya, somniphobia juga memiliki latar belakang yang kompleks. Beberapa faktor yang dapat memengaruhinya antara lain: - **Pengalaman Traumatik** Trauma masa kecil, seperti serangan atau peristiwa yang terjadi di malam hari, dapat menyebabkan asosiasi buruk dengan tidur dan gelap. - **Ketakutan yang Diciptakan** Beberapa film horor atau cerita menakutkan mungkin telah menciptakan asosiasi antara tidur dan pengalaman yang menakutkan, bahkan jika hal tersebut tidak memiliki dasar nyata dalam hidup seseorang. - **Kekhawatiran Internal** Kecemasan umum yang ada dalam kehidupan sehari-hari bisa mencuat lebih kuat saat malam tiba. Ketika lingkungan menjadi hening, pikiran yang tadinya tertutup bisa muncul ke permukaan. - **Gangguan Kecemasan Lainnya** Kadang-kadang somniphobia dapat menjadi bagian dari spektrum gangguan kecemasan yang lebih besar, seperti gangguan kecemasan umum atau gangguan panik. **Atasi Somniphobia dalam dirimu** Bagi mereka yang mengalami somniphobia, penting untuk mengatasi ketakutan ini agar tidur dapat menjadi pengalaman yang nyaman lagi. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain: 1. **Pendidikan dan Pemahaman** Memahami asal-usul dan alasan di balik somniphobia bisa menjadi langkah pertama menuju pemulihan. Terkadang, mengenal musuh dapat membuat kita merasa lebih kuat. 2. **Relaksasi** Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga bisa membantu meredakan kecemasan sebelum tidur. 3. **Terapi** Terapi kognitif perilaku atau terapi bicara dengan seorang profesional kesehatan mental dapat membantu mengatasi akar masalah somniphobia. 4. **Menciptakan Lingkungan yang Nyaman** Membuat kamar tidur yang nyaman dan aman dapat membantu meredakan kecemasan. Cahaya lembut, aroma menenangkan, dan suhu yang tepat dapat membantu menciptakan suasana yang lebih positif. Somniphobia mungkin tampak seperti hal yang tidak biasa, tetapi bagi mereka yang melaluinya, pengalaman ini nyata dan mengganggu. Meskipun mengatasi somniphobia bisa menjadi tantangan, tetapi dengan dukungan yang tepat, langkah kecil menuju pemulihan dapat diambil. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami somniphobia, ingatlah bahwa bantuan selalu tersedia, dan dengan langkah yang tepat, tidur yang nyaman bisa kembali menjadi teman setia di malam hari. Jadi, mari hadapi gelap dengan kepala tegak dan rasa percaya diri yang baru ditemukan! **Referensi :** Winter, W. Chris. 2017. The Sleep Solution: Why Your Sleep is Broken and How to Fix It.

Selengkapnya
Thalassophobia: Mengapa Laut Bisa Menakutkan Bagi Banyak Orang?
  • NOV 7, 2023

Thalassophobia: Mengapa Laut Bisa Menakutkan Bagi Banyak Orang?

Lautan yang luas dan dalam memiliki keindahan alami yang memukau, tetapi bagi beberapa orang, laut juga dapat menjadi sumber ketakutan yang intens. Thalassophobia adalah jenis fobia yang khusus terkait dengan ketakutan yang luar biasa terhadap lautan atau perairan dalam yang besar dan tak berujung. **Apa Itu Thalassophobia?** Thalassophobia berasal dari kata Yunani "thalasso," yang berarti laut, dan "phobia," yang berarti ketakutan. Ini adalah jenis fobia yang menggambarkan rasa ketakutan dan kecemasan yang ekstrem terhadap laut atau perairan dalam yang luas dan tak terbatas. Penderita thalassophobia seringkali mengalami gejala fisik dan emosional yang intens saat berhadapan dengan gambar, video, atau bahkan saat berada di dekat perairan besar seperti samudra, lautan, atau danau yang luas. **Faktor Penyebab Thalassophobia** Terdapat beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada perkembangan thalassophobia: **1. Pengalaman Traumatis** Pengalaman masa lalu yang traumatis di perairan, seperti hampir tenggelam, kecelakaan kapal, atau situasi berbahaya lainnya, bisa menyebabkan perkembangan thalassophobia. **2. Kontrol yang Hilang** Lautan yang luas dan dalam sering dianggap sebagai lingkungan yang tak terkendali. Orang yang memiliki masalah dengan perasaan kehilangan kendali dapat merasa cemas di perairan terbuka. **3. Ketakutan pada Kedalaman** Kecemasan terhadap kedalaman atau apa yang mungkin berada di dalamnya, seperti makhluk laut besar atau keseimbangan air, juga dapat memainkan peran dalam pengembangan fobia ini. - Gejala Thalassophobia Gejala thalassophobia dapat bervariasi dari ringan hingga parah, dan meliputi: - Kecemasan yang Tinggi Penderita mungkin mengalami kecemasan yang sangat tinggi bahkan hanya berpikir tentang lautan atau perairan dalam. - Reaksi Fisik Gejala fisik seperti denyut jantung meningkat, keringat berlebihan, pusing, dan mual dapat muncul saat berhadapan dengan stimulus yang terkait dengan laut. - Menghindari Situasi Penderita thalassophobia sering menghindari situasi atau tempat yang berkaitan dengan perairan besar. **Cara Penanganan Thalassophobia** Mengatasi thalassophobia memerlukan pendekatan yang terstruktur dan kadang-kadang profesional. Beberapa cara yang dapat membantu meliputi: 1. Pendidikan tentang Lautan: Memahami lebih banyak tentang laut dan makhluk-makhluknya melalui pendidikan dapat membantu meredakan beberapa ketakutan irasional. 2. Terapi Pemaparan: Terapi ini melibatkan paparan bertahap pada stimulus yang menimbulkan kecemasan, dengan dukungan dari seorang profesional. 3. Terapi Kognitif-Perilaku: Terapis dapat membantu mengidentifikasi dan merubah pola pikir yang negatif terkait dengan laut. 4. Relaksasi dan Teknik Pernafasan: Teknik relaksasi dan pernapasan dalam dapat membantu mengatasi serangan kecemasan. 5. Dukungan Sosial: Berbicara dengan teman, keluarga, atau kelompok dukungan tentang ketakutanmu dapat memberikan dukungan yang diperlukan. Thalassophobia adalah bentuk ketakutan yang intens terhadap laut atau perairan dalam yang luas. Meskipun fobia ini dapat membatasi kehidupan sehari-hari seseorang, ada berbagai cara untuk mengatasinya, mulai dari pendidikan tentang laut hingga terapi profesional. Dengan dukungan yang tepat, individu yang menderita thalassophobia dapat mengatasi ketakutan mereka dan merayakan keindahan alam yang luar biasa di perairan luas. **Referensi :** Antony, Martin & Swinson, Richard. 2022. The Phobia Workbook: A Step-by-Step Guide to Overcoming Your Fears.

Selengkapnya
Bukan Sekadar Emosi Negatif, Ternyata Kekecewaan Bisa Mengubah Kepribadianmu!
  • NOV 6, 2023

Bukan Sekadar Emosi Negatif, Ternyata Kekecewaan Bisa Mengubah Kepribadianmu!

Perasaan kekecewaan adalah emosi manusia yang umum dan alami ketika harapan atau ekspektasi tidak terpenuhi. Namun, ketika perasaan ini berubah menjadi kekecewaan yang berlebihan, dapat memiliki dampak yang lebih luas pada perilaku dan pola pikir seseorang. Salah satu hasil yang mungkin adalah munculnya mentalitas entitlement atau rasa memiliki hak istimewa. **Perasaan Kecewa** Siapa kah yang tidak pernah merasa kecewa atau bahkan tak bisa kecewa? Tentu jawabannya tidak mungkin bukan? Yang ada seberapa besar rasa kecewa itu saja. Namun ketika perasaan kekecewaan yang berlebihan sering kali timbul ketika seseorang merasa bahwa dunia seharusnya memenuhi harapan dan keinginannya tanpa adanya usaha atau komitmen. Kegagalan berulang dalam memenuhi harapan ini dapat memicu akumulasi perasaan negatif yang semakin menguat. **Entitlement Mentality** Mentalitas entitlement merujuk pada keyakinan seseorang bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan istimewa, pengakuan, atau pemberian tanpa adanya usaha yang signifikan dari pihak mereka sendiri. Ini bisa mengarah pada perilaku seperti mengabaikan tanggung jawab, merasa tidak puas meski sudah mendapatkan banyak, dan merasa layak mendapatkan lebih dari yang orang lain dapatkan. **Hubungan Antar Keduanya** Secara langsung kedua hal tersebut memiliki keterkaitan antar satu sama lainnya, dimana ketika seseorang dengan entitlement mentality, akan cenderung miliki perasaan kecawa, berikut hubugan lainnya yang sering terjadi dan kita temui : **1. Ekspresi Emosi Tidak Sehat** Perasaan kekecewaan yang berlebihan bisa mendorong seseorang untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang tidak sehat, seperti merasa marah, frustasi, atau bahkan mengamuk, jika harapan mereka tidak terpenuhi. Hal ini dapat menguatkan pandangan bahwa dunia harus patuh pada keinginan mereka. **2. Ketidakrealistisan Ekspektasi** Orang dengan perasaan kekecewaan berlebih cenderung memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap diri sendiri dan dunia di sekitar mereka. Mereka mungkin merasa bahwa mereka layak mendapatkan segala hal tanpa mempertimbangkan upaya atau komitmen yang diperlukan. **3. Kurangnya Kepuasan** Ketika perasaan kekecewaan berlebihan terjadi berulang kali, individu cenderung merasa tidak puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Mereka mungkin merasa bahwa mereka seharusnya mendapatkan lebih banyak atau lebih baik, tanpa memperhitungkan situasi atau usaha yang telah mereka lakukan. **4. Kehilangan Empati** Mentalitas entitlement dapat mengakibatkan kehilangan empati terhadap orang lain. Seseorang yang terlalu fokus pada kekecewaan dan keinginan pribadinya mungkin kurang peka terhadap perasaan dan perspektif orang lain. **Konsekuensi dan Penanganan** Mentalitas entitlement yang dipicu oleh perasaan kekecewaan berlebih dapat memiliki dampak negatif pada hubungan sosial, produktivitas, dan kesejahteraan individu. Penting untuk mengenali pola pikir ini dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perasaan kekecewaan dengan cara yang sehat, seperti berbicara dengan profesional, berlatih pemahaman diri, dan mengembangkan harapan yang realistis. Perasaan kekecewaan berlebih dapat menjadi faktor penyebab mentalitas entitlement dengan memicu ekspektasi yang tidak realistis dan pandangan bahwa dunia harus memenuhi keinginan individu tanpa usaha. Mengelola perasaan kekecewaan dengan bijak penting untuk mencegah munculnya mentalitas entitlement yang dapat mengganggu hubungan dan kesejahteraan secara keseluruhan. **Referensi :** Gibson, Lindsay. 2019. Adult Children of Emotionally Immature Parents: How to Heal from Distant, Rejecting, or Self-Involved Parents.

Selengkapnya
Inilah Alasan Mengapa Kesadaran Diri Adalah Senjata Ampuh Melawan Entitlement!
  • DEC 6, 2023

Inilah Alasan Mengapa Kesadaran Diri Adalah Senjata Ampuh Melawan Entitlement!

Dalam era modern ini, fenomena "Entitlement Mentality" atau pola pikir yang merasa berhak mendapatkan segala hal tanpa perlu usaha ekstra telah menjadi isu yang semakin meresahkan. Fenomena ini mencerminkan pandangan seseorang yang cenderung merasa pantas mendapatkan perlakuan istimewa atau sukses tanpa adanya kontribusi nyata. Namun, kesadaran diri yang tinggi bisa menjadi kunci penting untuk mengatasi perilaku ini. Entitlement Mentality muncul akibat dari sejumlah faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Era sosial media yang mempromosikan pencitraan sempurna dan seolah-olah mudah meraih sukses tanpa usaha seringkali menjadi penyebab utama munculnya pola pikir ini. Selain itu, faktor-faktor seperti pemenuhan keinginan secara instan, penghargaan tanpa pertimbangan, dan pandangan kurangnya usaha sebagai norma juga turut berkontribusi pada tumbuhnya Entitlement Mentality. **Pengertian Kesadaran Diri** Kesadaran diri adalah kemampuan untuk memahami dan mengenali diri sendiri secara mendalam, termasuk emosi, motivasi, kekuatan, dan kelemahan. Orang dengan kesadaran diri yang tinggi mampu melihat diri mereka secara objektif dan memahami bahwa sukses dan prestasi tidak datang begitu saja. Mereka mampu mengenali titik-titik di mana mereka harus bekerja keras, beradaptasi, dan belajar untuk mencapai tujuan mereka. **Hubungan antara Kesadaran Diri dan Entitlement Mentality** Kesadaran diri adalah langkah awal yang penting dalam mengatasi pola pikir entitlement. Individu yang memiliki kesadaran diri yang tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih akurat tentang kemampuan, kelebihan, dan kelemahan mereka. Mereka tidak ragu untuk mengakui bahwa keberhasilan tidak selalu datang dengan mudah, dan ada batasan yang perlu diatasi. Berlawanan dengan itu, pola pikir entitlement mengabaikan batasan ini dan menggebu-gebu ingin mendapatkan hasil yang istimewa tanpa melakukan usaha yang sepadan. **1. Realisme tentang Kemampuan** Individu dengan kesadaran diri yang tinggi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kemampuan dan batasan mereka. Mereka tahu bahwa sukses tidaklah mudah dan memerlukan kerja keras serta pengembangan kontinu. Hal ini berbeda dengan Entitlement Mentality yang cenderung mengabaikan tantangan dan meremehkan upaya yang diperlukan. **2. Tanggung Jawab Pribadi** Kesadaran diri yang tinggi mendorong individu untuk mengambil tanggung jawab penuh atas tindakan dan keputusan mereka. Mereka menyadari bahwa hasil akhir sangat tergantung pada upaya yang mereka masukkan. Sebaliknya, Entitlement Mentality sering kali mencari kambing hitam untuk kesalahan atau kegagalan mereka. **3. Kemauan untuk Belajar** Individu yang memiliki kesadaran diri yang tinggi cenderung memiliki dorongan untuk terus belajar dan berkembang. Mereka tidak takut menghadapi kritik atau kegagalan karena mereka tahu bahwa itu adalah bagian alami dari proses menuju kesuksesan. Di sisi lain, Entitlement Mentality cenderung menolak kritik dan menghindari situasi yang dapat mengungkapkan kelemahan mereka. **4. Empati dan Rasa Hormat** Kesadaran diri yang tinggi memungkinkan individu untuk lebih empati terhadap orang lain. Mereka mampu melihat sudut pandang orang lain dan menghargai usaha yang mereka lakukan. Entitlement Mentality, sebaliknya, cenderung bersifat egois dan merasa diri mereka lebih berhak daripada orang lain. Dalam upaya mengatasi Entitlement Mentality, kesadaran diri yang tinggi memainkan peran yang sangat penting. Melalui pemahaman yang jujur tentang diri sendiri, realisme tentang upaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan, dan kemampuan untuk belajar dari kegagalan, individu dapat membentuk pandangan yang sehat tentang sukses dan prestasi. Oleh karena itu, mengembangkan kesadaran diri yang tinggi adalah langkah penting dalam mengatasi Entitlement Mentality yang merugikan. **Referensi :** Gibson, Lindsay. 2019. Adult Children of Emotionally Immature Parents: How to Heal from Distant, Rejecting, or Self-Involved Parents.

Selengkapnya
Bahaya Mentalitas Entitlement Dalam Hubungan Asmaramu
  • NOV 3, 2023

Bahaya Mentalitas Entitlement Dalam Hubungan Asmaramu

Hubungan asmara adalah medan di mana perasaan, komitmen, dan kerja sama saling berpadu. Namun, dalam beberapa kasus, munculnya mentalitas entitlement atau rasa pantas dapat merusak dinamika ini. Mentalitas ini mengacu pada pandangan yang berlebihan tentang hak-hak pribadi dan ekspektasi yang tidak realistis dalam hubungan. **Apa itu Mentalitas Entitlement dalam Hubungan Asmara?** Mentalitas entitlement dalam hubungan asmara adalah sikap di mana salah satu atau kedua belah pihak merasa mereka berhak mendapatkan perlakuan atau pengakuan tertentu tanpa mempertimbangkan perasaan, kebutuhan, atau perspektif pasangan mereka. Hal ini dapat termanifestasi dalam berbagai cara, seperti harapan yang tidak realistis, perilaku manipulatif, atau bahkan sikap merasa pantas mendapatkan segala hal tanpa memberi apa pun. **Faktor Penyebab Mentalitas Entitlement dalam Hubungan Asmara** 1. Budaya Individualistik Masyarakat yang mendorong individualisme sering kali menghasilkan mentalitas entitlement karena fokus lebih pada kepentingan pribadi daripada keseimbangan dalam hubungan. 2. Pengalaman Pribadi Pengalaman masa lalu seperti pengasuhan yang terlalu permisif atau pengalaman buruk sebelumnya dalam hubungan dapat membentuk pandangan entitlement. 3. Media dan Sosial Media Representasi yang berlebihan tentang hubungan "ideal" dalam media sosial dapat menciptakan ekspektasi tidak realistis tentang bagaimana pasangan seharusnya bertindak. **Dampak Mentalitas Entitlement dalam Hubungan Asmara** _Konflik Berulang:_ Pasangan dengan mentalitas entitlement cenderung berada dalam konflik yang berulang karena tidak mampu melihat perspektif pasangan dengan empati. _Ketidakpuasan: _Pasangan yang merasa entitlement akan sulit merasa puas dengan apa yang mereka dapatkan, karena mereka selalu merasa hak mereka tidak terpenuhi. _Kehilangan Kedekatan:_ Rasa saling mendukung dan kerjasama dalam hubungan dapat terganggu oleh pandangan egois ini, mengakibatkan jarak emosional. **Mengatasi Mentalitas Entitlement dalam Hubungan Asmara** Pasangan perlu mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik untuk berbicara tentang harapan dan kebutuhan masing-masing secara jujur dan terbuka. Selain itu juga selalu mengupayakan untuk memahami pandangan dan perasaan pasangan dengan sungguh-sungguh dapat membantu mengurangi pandangan yang egois. Disini kesadaran diri adalah kunci. Pasangan perlu berusaha mengenali sumber-sumber mentalitas entitlement dalam diri mereka dan bekerja pada diri sendiri untuk mengatasi hal ini. Mengembangkan pola pikir yang lebih kolaboratif, ini juga diperlukan di mana kedua belah pihak bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, dapat membantu mengurangi sikap yang merasa pantas. Mentalitas entitlement dalam hubungan asmara adalah tantangan yang harus diatasi demi keseimbangan, kedekatan, dan kebahagiaan bersama. Dengan kesadaran diri, komunikasi terbuka, dan empati yang kuat, pasangan dapat mengatasi pandangan yang egois ini dan menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis. Mengingat bahwa hubungan adalah tentang memberi dan menerima dengan penuh pengertian, mengalahkan mentalitas entitlement adalah langkah penting menuju hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan. **Referensi :** Townsend, John. 2015. The Entitlement Cure: Finding Success at Work and in Relationships.

Selengkapnya
Mengatasi Mentalitas Entitlement dalam Kehidupan Sehari-hari
  • NOV 3, 2023

Mengatasi Mentalitas Entitlement dalam Kehidupan Sehari-hari

Mentalitas entitlement, atau mentalitas yang merasa berhak atas sesuatu tanpa melibatkan usaha atau pengorbanan yang memadai, telah menjadi permasalahan yang semakin umum dalam masyarakat saat ini. Disini, kita akan menjelajahi beberapa contoh konkret dari entitlement mentality dalam kehidupan sehari-hari dan membahas cara-cara mengatasinya. **Contoh-contoh Entitlement Mentality dalam Kehidupan Sehari-hari** 1. Dalam Pekerjaan: Seseorang yang mengharapkan kenaikan gaji atau promosi tanpa melakukan peningkatan dalam kinerja atau mengambil inisiatif tambahan. 2. Dalam Hubungan: Pasangan yang menganggap pasangan mereka harus selalu mengalah dan memenuhi semua keinginan mereka, tanpa memperhatikan kebutuhan atau keinginan pasangan. 4. Dalam Lingkungan Sosial: Individu yang mengharapkan pujian atau perhatian terus-menerus tanpa memberikan kontribusi nyata kepada kelompok atau komunitas tempat mereka berada. 4. Dalam Konsumsi: Orang yang mengharapkan barang-barang mewah atau gaya hidup tertentu tanpa memiliki sumber daya yang cukup atau usaha untuk mencapainya. 5. Dalam Lingkungan Pendidikan: Mahasiswa yang mengharapkan nilai tinggi tanpa melakukan usaha belajar yang memadai atau mengabaikan tanggung jawab akademik mereka. **Cara Mengatasi Entitlement Mentality** Atasi entitlement mentality mu dengan cara dibawah ini, yakni: **Peningkatan Kesadaran Diri** Orang yang menderita mentalitas entitlement sering tidak menyadari bahwa sikap mereka tidak sehat. Peningkatan kesadaran diri melalui introspeksi dan refleksi dapat menjadi langkah pertama untuk mengatasi masalah ini. **Mendorong Tanggung Jawab Pribadi** Penting untuk mengajarkan nilai tanggung jawab pribadi. Ini bisa dimulai dari usia muda di rumah dan sekolah, dengan memberikan penghargaan pada usaha dan hasil yang dicapai. **Penghargaan atas Usaha** Masyarakat harus lebih menghargai usaha daripada hanya hasil akhir. Ini dapat merangsang orang untuk berusaha lebih keras dan mengurangi pemikiran bahwa hasil harus diberikan tanpa usaha. **Promosi Berdasarkan Kinerja** Di tempat kerja atau dalam berbagai aspek kehidupan, promosi dan penghargaan harus diberikan berdasarkan kinerja yang nyata, bukan sekadar karena ekspektasi atau harapan. **Pendidikan tentang Kegagalan** Mengajarkan pentingnya kegagalan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh adalah langkah penting. Ini membantu mengatasi mentalitas entitlement yang merasa tidak perlu belajar dari kesalahan. **Praktek Empati** Mengembangkan empati membantu seseorang melihat dunia dari sudut pandang orang lain. Ini dapat membantu mengurangi pandangan bahwa semua harus berputar di sekitar individu tersebut. **Memberikan Kontribusi Positif** Mendorong partisipasi aktif dalam kelompok atau komunitas tempat individu tersebut berada, sehingga mereka merasa nilai dan kepentingan mereka sebanding dengan yang lain. Mentalitas entitlement dapat memiliki dampak negatif yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengenali contoh-contoh konkret dari perilaku ini dan menerapkan langkah-langkah yang disebutkan di atas, kita dapat secara efektif mengatasi masalah ini dan membantu membangun masyarakat yang lebih bertanggung jawab dan berempati. Mengatasi entitlement mentality bukanlah tugas yang mudah, tetapi usaha kolektif untuk mengubah pandangan dan perilaku dapat memberikan manfaat jangka panjang yang signifikan. **Referensi :** Townsend, John. 2015. The Entitlement Cure: Finding Success in Doing Hard Things the Right Way.

Selengkapnya
Sisi Gelap Entitlement Mentality dan Keberuntungan Privilege
  • NOV 2, 2023

Sisi Gelap Entitlement Mentality dan Keberuntungan Privilege

Ditengah-tengah masyarakat kini, konsep entitlement mentality dan privilege menjadi topik yang semakin sering diperbincangkan. Keduanya berkaitan erat dengan persepsi dan pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya. Meskipun terlihat serupa dalam beberapa aspek, keduanya memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami. **Entitlement Mentality** Entitlement mentality dapat diartikan sebagai sikap atau pandangan seseorang yang merasa berhak mendapatkan perlakuan istimewa, pengakuan, atau keuntungan tanpa perlu usaha atau pengorbanan yang signifikan. Orang yang memiliki entitlement mentality cenderung mengharapkan hal-hal positif tanpa memberikan kontribusi yang sepadan. **Ciri-ciri Entitlement Mentality** **1. Harapan Tanpa Usaha** Orang dengan entitlement mentality berharap mendapatkan segala hal dengan mudah tanpa perlu bekerja keras. Mereka merasa bahwa hak istimewa harus diberikan kepada mereka secara otomatis. **2. Rasa Kepentingan Berlebihan** Individu dengan sikap ini cenderung merasa bahwa kebutuhan, keinginan, dan pandangan mereka lebih penting daripada orang lain. Mereka mungkin tidak menghargai perspektif atau hak orang lain. **3. Frustasi Saat Tidak Mendapatkan Yang Diinginkan** Orang dengan entitlement mentality sering merasa marah atau kecewa jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, bahkan jika keinginan tersebut tidak realistis atau tidak sesuai dengan usaha yang telah mereka lakukan. **4. Kurang Empati** Mereka cenderung kurang peka terhadap perasaan atau pengalaman orang lain, karena fokus utama mereka adalah memenuhi keinginan pribadi. **5. Ketidakmampuan Mengatasi Kegagalan** Individu dengan sikap ini mungkin memiliki kesulitan mengatasi kegagalan atau tantangan, karena mereka tidak terbiasa dengan pengalaman tidak mendapatkan yang diinginkan. **Privilege** Privilege merujuk pada hak istimewa atau keuntungan yang diberikan kepada seseorang berdasarkan faktor-faktor tertentu seperti ras, jenis kelamin, kelas sosial, atau latar belakang keluarga. Privilege bisa bersifat inheren atau diperoleh, dan sering kali tidak disadari oleh individu yang memilikinya. **Ciri-ciri Privilege** **1. Keuntungan Struktural** Privilege tidak hanya berkaitan dengan individu, tetapi juga terkait dengan struktur sosial yang mendukung keunggulan tersebut. Orang yang memiliki privilege cenderung tidak menyadari keuntungan yang mereka nikmati karena faktor-faktor tertentu. **2. Kesadaran yang Berkembang** Orang-orang yang sadar akan privilege mereka cenderung berupaya memahami pengalaman orang lain yang mungkin tidak memiliki keuntungan yang sama. Mereka lebih mungkin menjadi sekutu dalam perjuangan melawan ketidaksetaraan. **3. Tanggung Jawab Sosial** Mereka yang menyadari privilege mereka sering merasa memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan dan ketidaksetaraan yang ada dalam masyarakat. **4. Pengakuan Privilege** Orang dengan privilege mungkin mulai mengakui bahwa keberhasilan mereka juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar usaha pribadi, seperti keberuntungan atau situasi kelahiran. Entitlement mentality dan privilege memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami. Entitlement mentality mengacu pada sikap yang merasa berhak mendapatkan segala hal tanpa usaha, sementara privilege adalah hak istimewa yang diberikan oleh struktur sosial. Privilege bisa bersifat tidak disadari, sementara entitlement mentality cenderung lebih terlihat dalam tindakan dan pandangan individu. Memahami perbedaan ini membantu kita merespons isu-isu ketidaksetaraan dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang pandangan dunia orang lain. **Referensi :** Sandel, J. Michael. 2020. The Tyranny of Merit: What's Become of the Common Good?.

Selengkapnya
Atasi Entitlement Mentality yang Kamu Miliki!
  • NOV 2, 2023

Atasi Entitlement Mentality yang Kamu Miliki!

Entitlement mentality adalah sikap psikologis di mana seseorang memiliki ekspektasi yang tidak realistis terhadap hak-hak atau perlakuan istimewa tanpa mempertimbangkan upaya atau prestasi yang diperlukan untuk memperolehnya. Orang dengan entitlement mentality cenderung merasa bahwa dunia berutang pada mereka, dan mereka memiliki hak untuk mendapatkan hal-hal tertentu tanpa perlu berupaya keras atau mengambil tanggung jawab penuh atas keputusan dan tindakan mereka. **Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Entitlement Mentality** Beberapa faktor psikologis dapat mempengaruhi perkembangan entitlement mentality: **1. Pendidikan dan Lingkungan Keluarga** Pengalaman masa kecil dalam lingkungan yang memberikan segala keinginan tanpa mengajarkan pentingnya usaha dapat membentuk sikap entitlement pada seseorang. **2. Budaya dan Media** Budaya populer dan media sering mempromosikan gambaran tentang kesuksesan instan dan kenyamanan tanpa usaha. Hal ini dapat mengarah pada pandangan yang meremehkan proses dan usaha. **3. Reinforcement dan Penghargaan** Orang yang secara konsisten diberi hadiah atau penghargaan tanpa mempertimbangkan kinerja atau usaha mereka bisa jadi lebih rentan terhadap sikap entitlement. **Strategi Psikologis untuk Mengatasi Entitlement Mentality** Mengatasi entitlement mentality memerlukan refleksi pribadi dan perubahan pola pikir. Berikut beberapa strategi yang dapat membantu: - **Praktik Keterampilan Empati** Mengembangkan kemampuan untuk melihat situasi dari perspektif orang lain dapat membantu mengurangi pandangan egois dan meningkatkan pemahaman tentang nilai kerja keras. - **Pengembangan Realisme** Mengenali dan menghargai batasan diri sendiri serta menginternalisasi bahwa hak dan imbalan harus diperoleh melalui usaha yang konsisten. - **Mengenali Prestasi Pribadi** Mengubah fokus dari ekspektasi terhadap apa yang "seharusnya" diterima menjadi penghargaan terhadap apa yang telah dicapai melalui usaha dan komitmen. - **Mendorong Resilience** Mengatasi hambatan dan kegagalan dengan ketahanan mental membantu mengurangi perasaan berhak atas kesuksesan tanpa usaha. - **Praktik Pemberian dan Kontribusi** Terlibat dalam tindakan pemberian kepada orang lain atau kontribusi pada komunitas dapat membantu mengurangi sikap egois dan meningkatkan perasaan saling ketergantungan. Entitlement mentality adalah fenomena psikologis yang dapat merusak hubungan sosial dan perkembangan pribadi. Mengatasi sikap ini memerlukan kesadaran akan perilaku tersebut dan komitmen untuk mengubah pola pikir. Dengan praktik keterampilan empati, pengembangan realisme, pengenalan prestasi pribadi, pemberian, dan kontribusi, seseorang dapat menciptakan keseimbangan yang lebih sehat antara harapan dan realitas, serta membangun hubungan yang lebih kuat dalam masyarakat. **Referensi :** Gibson, Lindsay. 2019. Adult Children of Emotionally Immature Parents: How to Heal from Distant, Rejecting, or Self-Involved Parents.

Selengkapnya
Apa Akar Penyebab Entitlement Mentality dalam Masyarakat Modern?
  • NOV 1, 2023

Apa Akar Penyebab Entitlement Mentality dalam Masyarakat Modern?

Entitlement mentality atau sikap merasa berhak telah menjadi isu yang semakin meresahkan dalam masyarakat modern. Terlepas dari usia, latar belakang, atau status sosial, banyak individu terjebak dalam pola pikir ini. Namun, penyebab-penyebab yang mendasari fenomena ini lebih kompleks daripada sekadar tuntutan instant gratification. **Krisis Makna dan Identitas** Masyarakat modern sering mengalami krisis makna dan identitas. Dalam era globalisasi dan perubahan cepat, individu mencari cara untuk mengukur nilai mereka. Entitlement mentality mungkin muncul sebagai respons terhadap ketidakpastian dalam menemukan tujuan hidup dan makna yang mendalam. Orang-orang yang merasa kehilangan dalam aspek ini mungkin mencoba mengisi kekosongan itu dengan harapan bahwa kepuasan materi atau perlakuan istimewa akan memberi mereka identitas yang diperlukan. **Pengaruh Konsumerisme Ekstrem** Budaya konsumerisme ekstrem telah mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap kepemilikan dan prestise. Media dan iklan sering menampilkan gambaran bahwa memiliki barang-barang mewah atau popularitas adalah indikator utama kesuksesan. Akibatnya, banyak individu mulai merasa berhak atas barang-barang ini sebagai kompensasi atas usaha dan waktu yang diinvestasikan dalam masyarakat konsumeristik ini. **Kurangnya Resiliensi Emosional** Kurangnya kemampuan untuk mengatasi kegagalan atau rintangan dapat memicu sikap merasa berhak. Generasi yang tumbuh dalam lingkungan di mana kegagalan dihindari dan prestasi dihargai tanpa memandang usaha mungkin tidak terbiasa dengan konsep kerja keras dan resiliensi. Ketika mereka menghadapi kesulitan, mereka cenderung merasa bahwa mereka seharusnya mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa upaya ekstra. **Efek Media Sosial** Media sosial telah menjadi platform di mana individu dapat memamerkan pencapaian dan kebahagiaan mereka. Namun, ini juga seringkali hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan mereka. Orang yang mengonsumsi konten ini secara terus-menerus dapat mengembangkan persepsi bahwa semua orang di sekitar mereka mengalami sukses dan kesenangan secara konstan. Dengan demikian, mereka mungkin merasa tidak puas dengan situasi mereka sendiri dan mengembangkan entitlement mentality sebagai cara untuk mencapai 'kebahagiaan' semacam itu. Entitlement mentality adalah hasil dari faktor-faktor yang lebih dalam daripada sekadar dorongan instan untuk kepuasan. Krisis makna, pengaruh konsumerisme berlebihan, kurangnya resiliensi emosional, dan efek media sosial semuanya berkontribusi pada perkembangan pandangan ini dalam masyarakat modern. Untuk mengatasi fenomena ini, diperlukan pendidikan tentang nilai kerja keras, keberlanjutan emosional, dan penilaian diri yang sehat. Hanya dengan memahami akar penyebabnya, masyarakat dapat bergerak menuju budaya di mana usaha yang lebih besar dihargai lebih dari sekadar harapan tak beralasan. **Referensi :** Townsend, John. 2015. The Entitlement Cure: Finding Success in Doing Hard Things the Right Way. Gibson, Lindsay. 2019. Adult Children of Emotionally Immature Parents: How to Heal from Distant, Rejecting, or Self-Involved Parents.

Selengkapnya
Berhenti Merasa Layaknya Bintang: Mengatasi Entitlement Mentality dalam Hidupmu
  • NOV 1, 2023

Berhenti Merasa Layaknya Bintang: Mengatasi Entitlement Mentality dalam Hidupmu

Entitlement mentality, atau dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pola pikir hak kepemilikan, merujuk pada sikap atau pandangan seseorang yang merasa memiliki hak atas sesuatu tanpa perlu berkontribusi atau bekerja keras untuk mendapatkannya. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan individu yang mengharapkan perlakuan istimewa, pengakuan, atau pemberian tanpa pertimbangan adil atau pantas. Entitlement mentality dapat muncul dalam berbagai konteks kehidupan, seperti di tempat kerja, dalam hubungan interpersonal, atau dalam masyarakat secara keseluruhan. **Ciri-Ciri Entitlement Mentality** **1. Harapan Istimewa** Individu dengan pola pikir ini cenderung mengharapkan perlakuan istimewa, penghargaan, atau imbalan tanpa melakukan usaha ekstra yang sebanding. **2. Ketidakpuasan** Mereka sering merasa tidak puas dengan apa yang telah diberikan dan selalu menginginkan lebih tanpa mempertimbangkan apa yang sebenarnya mereka sumbangkan. **3. Kurangnya Empati** Entitlement mentality dapat mengarah pada kurangnya empati terhadap perspektif dan perasaan orang lain. Mereka mungkin sulit memahami mengapa orang lain tidak memberikan apa yang mereka inginkan. **4. Pengecualian dari Aturan** Individu dengan pandangan ini cenderung merasa aturan umum tidak berlaku bagi mereka karena mereka merasa lebih istimewa. **5. Rasa Kebencian Terhadap Kritik** Kritik atau umpan balik negatif seringkali tidak ditanggapi dengan baik oleh mereka yang memiliki pola pikir hak kepemilikan. Mereka merasa bahwa mereka seharusnya tidak dapat dikritik. **Penyebab Entitlement Mentality** **Pengasuhan** Lingkungan di mana seseorang dibesarkan dapat memainkan peran dalam membentuk pandangan mereka tentang hak kepemilikan. Jika seseorang selalu diberikan apa yang diinginkan tanpa usaha, mereka mungkin tumbuh dengan pola pikir ini. **Budaya Instant Gratification** Masyarakat yang mendorong pemenuhan keinginan instan tanpa kerja keras bisa menghasilkan pola pikir hak kepemilikan. Teknologi modern dan media sosial juga bisa memperkuat ekspektasi ini. **Penghargaan Tanpa Pertimbangan** Pemberian penghargaan tanpa pertimbangan yang adil dapat mendorong seseorang untuk mengembangkan pandangan bahwa hak istimewa adalah norma. **Ketidakpastian atau Kegagalan Mengatasi Frustasi** Ketidakpastian atau kesulitan dalam hidup dapat menyebabkan beberapa orang mencari pemenuhan instan untuk mengatasi frustasi atau kekecewaan. Entitlement mentality adalah pola pikir yang dapat menghambat perkembangan pribadi dan hubungan sosial. Mengenali dan mengatasi sikap ini memerlukan kesadaran diri, usaha keras, dan kemauan untuk melihat dunia dari sudut pandang yang lebih luas. Dengan mengubah pola pikir ini, seseorang dapat mengembangkan hubungan yang lebih sehat dan berkontribusi lebih positif dalam masyarakat. **Referensi :** Caldwell, Christopher. 2020. The Age of Entitlement: America Since the Sixties.

Selengkapnya
Inilah Alasan Mengapa Para Artis Top Dunia Percaya Diri dengan Entitlement Mentality
  • OCT 31, 2023

Inilah Alasan Mengapa Para Artis Top Dunia Percaya Diri dengan Entitlement Mentality

Entitlement mentality, atau pola pikir yang membuat seseorang merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus atau hak istimewa tanpa perlu usaha ekstra, sering kali dikaitkan dengan dampak negatif pada individu dan masyarakat. Namun, saat melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, pola pikir ini juga bisa memiliki dampak positif, terutama pada seorang artis atau figur publik. **Motivasi Tinggi dan Kerja Keras** Entitlement mentality pada artis dan figur publik dapat mendorong mereka untuk memiliki motivasi yang tinggi untuk mencapai kesuksesan. Meskipun pandangan bahwa segala sesuatu seharusnya diberikan tanpa usaha bukanlah pandangan yang sehat, namun adanya rasa 'berhak' ini dapat memicu dorongan untuk bekerja keras demi membuktikan nilai diri mereka. Mereka mungkin merasa perlu untuk membuktikan bahwa mereka memang pantas mendapatkan perhatian dan pengakuan yang mereka harapkan. **Dorongan untuk Inovasi dan Pencapaian Lebih Tinggi** Pola pikir ini dapat mendorong artis dan figur publik untuk berusaha lebih keras dalam menciptakan karya dan pencapaian yang luar biasa. Dalam upaya untuk membuktikan bahwa mereka pantas mendapatkan tempat istimewa di mata publik, mereka mungkin cenderung untuk berinovasi, mengembangkan kemampuan, dan mencoba hal-hal baru yang dapat membawa kontribusi positif pada bidang seni, hiburan, atau masyarakat. **Mengatasi Rintangan dan Tantangan dengan Percaya Diri** Artis dan figur publik dengan entitlement mentality mungkin lebih percaya diri dalam mengatasi rintangan dan tantangan yang muncul dalam karier mereka. Keyakinan bahwa mereka memiliki hak untuk sukses dapat memberikan dorongan mental yang kuat untuk tidak mudah menyerah di tengah jalan. Ini dapat membantu mereka untuk tetap berjuang meskipun menghadapi kritik atau hambatan yang sulit. **Peningkatan Kepatuhan terhadap Nilai dan Etika** Meskipun terdengar kontradiktif, dalam beberapa kasus, entitlement mentality bisa mendorong artis dan figur publik untuk lebih memperhatikan nilai dan etika dalam tindakan mereka. Mereka mungkin merasa perlu untuk membuktikan bahwa mereka adalah panutan yang baik dan layak mendapatkan tempat istimewa dalam masyarakat. Hal ini bisa memicu kesadaran mereka untuk berperilaku dengan integritas dan memberikan contoh yang positif. **Kontribusi Positif pada Masyarakat** Entitlement mentality yang diarahkan dengan bijak dapat mendorong artis dan figur publik untuk terlibat dalam berbagai kegiatan amal atau sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Dorongan untuk memenuhi ekspektasi publik bisa menginspirasi mereka untuk menggunakan platform mereka demi kebaikan bersama, seperti menyuarakan isu-isu sosial atau mendukung kampanye kemanusiaan. Meskipun entitlement mentality sering kali dianggap memiliki dampak negatif pada individu dan masyarakat, dalam konteks artis dan figur publik, pola pikir ini juga bisa membawa dampak positif yang tidak boleh diabaikan. Melalui motivasi tinggi, kerja keras, inovasi, percaya diri, kesadaran akan nilai, dan kontribusi positif pada masyarakat, pola pikir ini dapat membentuk artis dan figur publik yang lebih berdedikasi dan memiliki pengaruh positif yang lebih besar dalam masyarakat. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan agar sikap ini tidak berubah menjadi arogansi atau ketidakpedulian terhadap perasaan orang lain. **Referensi :** Townsend, John. 2015. The Entitlement Cure: Finding Success in Doing Hard Things the Right Way.

Selengkapnya
Siapa Sangka? Orang Sukses Rentan Terperangkap dalam Pola Pikir Berbahaya Ini!
  • OCT 31, 2023

Siapa Sangka? Orang Sukses Rentan Terperangkap dalam Pola Pikir Berbahaya Ini!

Entitlement mentality, atau pola pikir yang merasa berhak mendapatkan sesuatu tanpa usaha atau kontribusi yang memadai, adalah fenomena psikologis yang dapat mempengaruhi individu dari berbagai latar belakang. Namun, dampaknya dapat terasa lebih kuat pada mereka yang sudah menikmati kehidupan "istimewa". Jika disertai dengan contoh, akhir-akhir ini banyak drama yang membahas bagaimana kehidupan seseorang yang sedari lahir telah menikmati keistimewaan itu akan cenderung miliki entitlement mentality, walaupun tidak dapat dikatakan bahwa semua dari mereka. Akan tetapi kecenderungan tersebut akan terjadi jika tidak adanya penanganan. Berikut beberapa dampak negatifnya : **Rasa Kurang Berharga dan Identitas Yang Terdistorsi** Orang yang sudah memiliki kehidupan istimewa seringkali mengalami tekanan batin karena terbebani oleh harapan eksternal maupun internal. Entitlement mentality dapat mengakibatkan mereka merasa bahwa hak istimewa mereka seharusnya lebih besar daripada yang mereka nikmati, yang pada gilirannya mengarah pada perasaan kurang berharga atau takut kehilangan status sosial mereka. Hal ini bisa merusak identitas mereka, mengingat identitas mereka mungkin lebih kuat dikaitkan dengan apa yang dimilikinya ketimbang siapa mereka sebenarnya. **Kurangnya Motivasi untuk Berkembang** Sosok yang hidup dalam kehidupan istimewa seringkali diberikan peluang, sumber daya, dan fasilitas yang tidak tersedia bagi kebanyakan orang. Namun, entitlement mentality dapat meredam motivasi intrinsik untuk berkembang dan meraih pencapaian melalui usaha pribadi. Mereka mungkin merasa bahwa segala sesuatu harus diberikan dengan mudah dan meremehkan pentingnya perjuangan dan kerja keras. **Ketidakmampuan Mengatasi Rintangan** Entitlement mentality dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk mengatasi rintangan dan hambatan dalam hidup. Kehidupan yang istimewa tidak selalu bebas dari masalah, tetapi orang dengan pola pikir semacam ini mungkin tidak terbiasa menghadapi tantangan yang sebenarnya. Ketika mereka dihadapkan pada kesulitan, mereka mungkin merasa frustasi, cemas, atau bahkan putus asa, karena tidak terbiasa mengatasi hambatan. **Kurangnya Empati dan Koneksi Sosial** Entitlement mentality dapat memicu kurangnya empati terhadap mereka yang kurang beruntung atau berada dalam situasi sulit. Individu dengan pandangan ini mungkin cenderung menganggap bahwa orang lain harus mencari jalan keluar sendiri seperti yang mereka anggap telah mereka lakukan. Akibatnya, koneksi sosial mereka dengan masyarakat yang lebih luas bisa menjadi dangkal dan terganggu. **Kerentanan Terhadap Stress Mental** Ironisnya, hidup dalam kondisi istimewa tidak menjamin kesejahteraan mental. Bahkan, ketidakpuasan dan tekanan psikologis bisa lebih besar pada individu dengan entitlement mentality. Perasaan terus-menerus bahwa mereka tidak pernah puas atau tidak pernah mendapatkan cukup dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental mereka. Entitlement mentality dapat menghasilkan dampak negatif yang signifikan pada individu yang sudah menikmati kehidupan istimewa. Ini bisa merusak kesejahteraan mental mereka, mengganggu identitas dan hubungan sosial, serta menghalangi perkembangan pribadi yang sehat. Penting bagi mereka untuk mengatasi pola pikir ini melalui introspeksi, pengembangan empati, dan penghargaan terhadap nilai kerja keras dan perjuangan. Selain itu, kesadaran akan dampak-dampak ini juga bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi gejala entitlement mentality di masyarakat secara keseluruh. **Referensi :** Malkin, Craig. 2016. The Entitlement Trap: How to Overcome the Feeling You're Not Good Enough.

Selengkapnya
Apa Sih Sebenernya Antisocial Itu ?
  • OCT 30, 2023

Apa Sih Sebenernya Antisocial Itu ?

Gangguan kepribadian adalah kondisi kesehatan mental yang mempengaruhi cara seseorang berpikir, memandang, merasakan, atau berhubungan dengan orang lain. Antisocial personality disorder (ASPD) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kurangnya empati dan menghargai terhadap orang lain. Jenis gangguan kepribadian ini sangat menantang di masyarakat yang ditandai dengan perilaku impulsif, tidak bertanggung jawab, dan seringkali kriminal. Mereka memusuhi dan sering bertindak tidak peka atau dengan cara yang tidak berperasaan. Individu dengan gangguan ini mungkin berbohong, terlibat dalam perilaku agresif atau kekerasan, dan berpartisipasi dalam aktivitas kriminal. Seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya akan manipulatif, licik dan sembrono, dan tidak akan peduli dengan perasaan orang lain. Seperti jenis gangguan kepribadian lainnya, gangguan kepribadian antisosial berada pada spektrum, yang berarti tingkat keparahannya dapat berkisar dari perilaku buruk sesekali hingga berulang kali melanggar hukum dan melakukan kejahatan serius. Psikopati dikaitkan dengan gangguan kepribadian antisosial. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tidak setiap orang dengan ASPD adalah seorang psikopat. Sekitar sepertiga orang dengan gangguan kepribadian antisosial memenuhi kriteria psikopati. **Gejala Antisocial Personality Disorder** Ada sejumlah gejala yang menentukan gangguan kepribadian antisosial. Orang dengan ASPD: ? Mungkin mulai menunjukkan gejala selama masa kanak-kanak; perilaku seperti itu mungkin termasuk pembakaran, kekejaman terhadap hewan, dan kesulitan dengan otoritas ? Seringkali memiliki masalah hukum akibat kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial dan kurangnya kepedulian terhadap hak-hak orang lain ? Sering bertindak impulsif dan gagal mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan mereka ? Menampilkan agresivitas dan lekas marah yang sering mengarah pada serangan fisik ? Sulit merasakan empati terhadap orang lain ? Tunjukkan kurangnya penyesalan atas perilaku merusak ? Sering memiliki hubungan yang buruk atau kasar dengan orang lain dan lebih cenderung melecehkan atau mengabaikan anak-anak mereka ? Sering berbohong dan menipu orang lain untuk keuntungan pribadi dan mengeksploitasi orang lain ? Mengabaikan benar dan salah ? Menjadi tidak berperasaan, sinis dan tidak menghormati orang lain ? Menggunakan pesona atau kecerdasan untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan pribadi atau kesenangan pribadi ? Arogansi, rasa superioritas dan sangat keras kepala ? Berulang masalah dengan hukum, termasuk perilaku kriminal ? Berulang kali melanggar hak orang lain melalui intimidasi dan ketidakjujuran ? Permusuhan, lekas marah yang signifikan, agitasi, agresi atau kekerasan ? Pengambilan risiko yang tidak perlu atau perilaku berbahaya tanpa memperhatikan keselamatan diri sendiri atau orang lain ? Hubungan yang buruk atau kasar Karakteristik ini sering menimbulkan kesulitan besar di banyak bidang kehidupan. Intinya, ketidakmampuan untuk mempertimbangkan pikiran, perasaan, dan motivasi orang lain dapat menyebabkan pengabaian yang berbahaya bagi orang lain. Sebagai orang dewasa, gangguan tersebut dapat merusak baik bagi orang yang hidup dengannya maupun bagi mereka yang bersentuhan dengannya. Orang dengan gangguan kepribadian antisosial lebih cenderung terlibat dalam perilaku pengambilan risiko, aktivitas berbahaya, dan tindakan kriminal. Mereka yang mengalami gangguan ini sering digambarkan tidak memiliki hati nurani dan tidak merasa menyesal atau menyesal atas tindakan berbahaya mereka. Orang dewasa dengan gangguan kepribadian antisosial biasanya menunjukkan gejala gangguan perilaku sebelum usia 15 tahun. Tanda dan gejala gangguan perilaku meliputi masalah perilaku yang serius dan terus- menerus, seperti: ? Agresi terhadap manusia dan hewan ? Penghancuran properti ? Kecurangan ? Pencurian ? Pelanggaran aturan yang seriu Walaupun kondisi ini dapat dimulai pada masa kanak-kanak, namun tidak dapat didiagnosis secara resmi sebelum usia 18 tahun. Anak-anak yang menunjukkan gejala ini didiagnosis dengan gangguan perilaku. **Penyebab Gangguan Kepribadian Antisosial** Penyebab pasti gangguan kepribadian antisosial tidak diketahui. Kepribadian dibentuk oleh berbagai kekuatan termasuk sifat dan pengasuhan. ? **Genetika**, ASPD lebih umum di antara kerabat biologis tingkat pertama dari mereka yang mengalami gangguan dibandingkan pada populasi umum. Penelitian menunjukkan bahwa ASPD kemungkinan sangat terkait dengan warisan dan pengaruh lingkungan mungkin memperburuk perkembangannya. 7? ? **Pola asuh**, Pola asuh juga dapat memiliki pengaruh penting. Pelecehan, penelantaran, dan trauma masa kecil juga dikaitkan dengan timbulnya ASPD. 8? Jika orang tua seorang anak kasar dan tidak berfungsi, anak-anak dapat mempelajari pola perilaku seperti itu dan kemudian menunjukkannya kepada anak-anak mereka sendiri. Anak-anak yang tumbuh di rumah yang tidak teratur dan terbengkalai juga tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan rasa disiplin, pengendalian diri, dan empati yang kuat terhadap orang lain. ? Perbedaan Otak, Sejumlah faktor telah ditemukan meningkatkan risiko gangguan tersebut, termasuk merokok selama kehamilan dan fungsi otak yang tidak normal. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan ASPD memiliki perbedaan pada lobus frontal, area otak yang berperan dalam perencanaan dan penilaian. Orang dengan gangguan ini juga cenderung membutuhkan stimulasi yang lebih besar dan mungkin mencari aktivitas berbahaya atau ilegal untuk meningkatkan gairah mereka ke tingkat yang optimal. Dulunya, gangguan kepribadian antisosial dianggap sebagai gangguan seumur hidup, tetapi tidak selalu demikian dan terkadang dapat sembuhkan dan diobati. Bukti menunjukkan perilaku dapat membaik seiring waktu jika dilakukan terapi. Tetapi gangguan kepribadian antisosial adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang paling sulit diobati. Seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin juga enggan mencari pengobatan dan mungkin hanya memulai terapi jika diperintahkan oleh pengadilan. Perawatan yang direkomendasikan untuk seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial akan bergantung pada keadaan mereka, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, riwayat penyakit, dan apakah ada masalah terkait, seperti penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan. **Referensi :** www.gramedia.com (2021). Apa Itu Antisosial? Gejala, Faktor, Ciri, Penyebab dan Contoh

Selengkapnya
Apa Itu Gangguan Skizofrenia?
  • OCT 30, 2023

Apa Itu Gangguan Skizofrenia?

Gangguan mental merupakan kondisi yang menyebabkan gangguan pemikiran serta perilaku yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengatasi tuntutan dan rutinitas hidup yang biasa. Gangguan kepribadian termasuk salah satu jenis gangguan mental. Tahukah kamu bahwa gangguan kepribadian memiliki beberapa tipe? Menurut American Psychiatric Association (DSM V) gangguan kepribadian dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu : - Kluster A ditandai dengan perilaku atau pemikiran yang aneh dan eksentrik - Kluster B ditandai dengan perilaku yang dramatik, terlalu emosional atau tidak dapat diprediksi - Kluster C ditandai dengan kecemasan, pemikiran atau perilaku ketakutan. Gangguan skizofrenia ini termasuk kedalam gangguan kepribadian tipe A. Skizofrenia merupakan gangguan mental yang mempengaruhi semua aspek kognisi, emosi, persepsi, dan perilaku dengan cara yang mempengaruhi individu dengan penyakitnya, keluarganya, dan masyarakat. Ditandai dengan serangkaian gejala, termasuk delusi, halusinasi, ucapan atau perilaku yang tidak teratur, dan gangguan kemampuan kognitif Gejala Pada Gangguan Skizofrenia : - Gejala positif yaitu perilaku psikotik yang tidak terlihat pada orang sehat meliputi delusi, halusinasi, dan perilaku motorik abnormal dalam berbagai tingkat keparahan. - Gejala negatif sulit untuk didiagnosa, tetapi dikaitkan dengan morbiditas yang tinggi karena mengganggu emosi dan perilaku pasien. Gejala negatif yang paling umum adalah berkurangnya ekspresi emosi dan ketidaksukaan (penurunan inisiasi perilaku yang diarahkan pada tujuan) - Gejala kognitif meliputi ucapan, pikiran, dan/atau perhatian yang tidak teratur, yang pada akhirnya merusak kemampuan individu untuk berkomunikasi. American Psychiatric Association (DSM V) menetapkan beberapa kriteria untuk gangguan skizofrenia yaitu meliputi delusi, halusinasi, disorganisasi bicara, perilaku yang sangat tidak teratur atau katatonik, dan gejala negatif. Dua atau lebih gejala aktif ini masing-masing berlangsung selama sebagian besar periode atau setidaknya satu bulan Meskipun telah dilakukan penelitian selama lebih dari satu abad, penyebab pasti dari skizofrenia masih belum diketahui oleh para peneliti. Namun gangguan ini dapat muncul dari berbagai faktor termasuk kerentanan genetik dan pengaruh lingkungan. Perawatan dapat membantu banyak orang dengan skizofrenia menjalani kehidupan yang sangat produktif dan bermanfaat. Perawatan bagi penderita skizofrenia dapat dilakukan dengan diberikan terapi individu, terapi kelompok dan terapi kognitif serta pemberian obat-obatan. Bagi banyak orang yang hidup dengan skizofrenia, dukungan keluarga sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu berikanlah dukungan sosial kepada penderita skizofrenia dan apabila orang disekitar kalian memiliki gejala halusinasi, delusi, pemikiran yang tidak teratur segera mencari bantuan kepada tenaga profesional agar bisa segera diberikan penanganan. **Referensi** American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425787 Patel KR, Cherian J, Gohil K, Atkinson D. (2014). Schizophrenia: overview and treatment options. P & T, 39(9) #638-45#

Selengkapnya
Apa Itu Avoidant Personality Disorder?
  • OCT 27, 2023

Apa Itu Avoidant Personality Disorder?

Terkadang setiap orang pasti mempunyai rasa malu tetapi taraf malu yang dimiliki pada setiap orang ini tidak bisa disama ratakan. Malu bisa terjadi pada kondisi dan waktu kapan saya terkadang juga diluar kendali diri sendiri sehingga memicu adanya rasa malu. **Pengertian Avoidant Personality Disorder Apa Sih ?** Merupakan gangguan kepribadian yang membuat pengidapnya atau penderita kerap menghindari sosial dengan orang lain. Biasanya pengidap akan lebih suka menyendiri atau kurang percaya diri karena takut membuat dirinya malu di depan orang banyak. Seseorang yang memiliki gangguan ini lebih sering merasakan cemas, sedih, kurang percaya diri, dan takut berlebih terhadap penolakan dari orang lain sebelum dicoba. **Apa Gejala Dari Avoidant Personality Disorder?** Selain rasa malu dan cemas ada beberapa gejala, sebagai berikut: ? Enggan melakukan multitasking dan menghindari situasi dimana ia harus mencoba sesuatu baru karena tidak ingin mengambil risiko serta merasa tidak mampu ? Sensitif dan mudah tersinggung saat menerima kritik ? Sering membesar-besarkan suatu hal ? Terlalu pesimis ? Sering merasa cemas pada hal sepele ? Kerap memandang negatif dirinya atau memiliki harga diri yang rendah ? Selalu menghindari konflik dan berusaha menjadi orang yang penurut atau menyenangkan orang lain ? Sering menghindari pekerjaan atau aktivitas yang melibatkan kontak atau interaksi dengan orang lain ? Sulit membuat keputusan ? Susah atau sama sekali tidak bisa percaya kepada orang lain **Apa Penyebab Awal Dari Avoidant Personality Disorder?** Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, tetapi faktor genetik atau keturunan biasanya mempengaruhi membuat seseorang mengalami Avoidant Personality Disorder **Bagaimana Cara Mengatasi Avoidant Personality Disorder?** Avoidant Personality disorder bukan kondisi yang mudah untuk ditangani. Hal ini karena penderita gangguan AVPD memiliki pola pikir dan perilaku yang telah tertanam selama sejak lama. Tidak sedikit juga penderita avoidant personality disorder yang merasa bahwa dirinya tidak membutuhkan penanganan. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, penderita AVPD bisa lebih berisiko untuk mengalami berbagai masalah psikologis lainnya, seperti depresi, serangan panik agorafobia, atau keinginan untuk Bunuh diri. Oleh karena itu, para penderita gangguan kepribadian ini perlu menjalani penanganan dengan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Kondisi ini juga dapat dilakukannya psikotes yaitu tes kepribadian setelah itu dilakukannya psikoterapi sehingga dapat dilakukan untuk mengurangi rasa cemas dan juga malunya. Jika ini kurang untuk membantu bisa dirujuk ke psikiater agar dibantu juga obat-obatan yang sesuai dengan keluhan si klien, seperti antidepresan dan obat-obatan kecemasan (anti sietas). Obat-obatan biasanya diberikan jika pasien. Sebelum itu juga psikiater atau psaikolog juga harus dapat mengenali gejala yang merah pada avoidant personality disorder dan jalani pemeriksaan ke psikolog ke biro psikologi atau psikiater untuk memastikan dan mengetahui penyebabnya. Gangguan ini juga bisa segera ditandai sebelumnya menimbulkan dampak lebih jauh pada kehidupan sehari-hari dan hubungan dengan orang lain. Selain itu juga avoidant personality disorder mengalami peristiwa traumatik, seperti pelecehan fisik atau emosional, pemicunya dikhianati orang disayangi, pola asuh yang tidak baik, atau kurangnya kasih sayang dari keluarga atau orang tua adalah salah satu pemicunya. Butuhnya dukungan dari orang-orang tersayang agar seseorang tersebut merasakan dukungan dari lingkungan sosial dan tidak merasakan diabaikan. **Referensi** Alodokter. 2021. Kenali Apa Itu avoidant Personality Disorder. https://www.alodokter.com/kenali-apa-itu-avoidant-personality-disorder

Selengkapnya
Apa Itu Histrionic Personality Disorder?
  • OCT 27, 2023

Apa Itu Histrionic Personality Disorder?

Gangguan histrionic atau Histrionic Personality Disorder (HPD) merupakan suatu gangguan mental yang dapat tergolong dalam gangguan perilaku yang dapat dipengaruhi oleh respon timbal balik pada masyarakat terutama dengan melalui media sosial. Gangguan ini merupakan gangguan yang mudah mempengaruhi masyarakat, hal ini dikarenakan pelaku gangguan histrionic menunjukan perilaku untuk mencari perhatian publik dengan cara mengekspresikan dirinya melalui dunia maya. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan lebih cenderung berperilaku menggoda secara seksual yang tidak pada tempatnya. Gejala dari perilaku ini dapat dilihat melalui konten-konten yang menunjukkan perilaku atau ekspresi yang berlebihan dari pelaku gangguan ini, seperti akun-akun yang mengandung konten seksual atau yang bersifat provokasi. Dimana mereka sering memuat berita-berita yang tidak sesuai dengan aslinya dengan harapan orang yang membaca dapat mempercayainya padahal berita tersebut tidak memiliki bukti yang jelas. Gangguan histrionic ini biasanya menjadi penyebab dibalik konten-konten yang viral dan menghebohkan, padahal kontennya ini tidak sesuai dengan nilai dan norma di dalam masyarakat. **Gejala Histrionic Personality Disorder** Ada beberapa karakteristik yang menunjukkan seseorang memiliki gangguan histrionic ini, diantaranya sebagai berikut: - Merasakan perasaan yang tidak nyaman ketika tidak menjadi pusat perhatian - Sering berinteraksi dengan orang lain dengan perilaku yang menggoda atau provokatif - Menampilkan ekspresi emosi yang mudah berubah dengan cepat - Menggunakan penampilan fisiknya untuk menarik perhatian orang lain - Memiliki gaya bicara yang kurang detail - Selalu menunjukkan ekspresi emosi yang berlebihan/ suka mendramatisir keadaan - Mudah dipengaruhi oleh orang lain atau keadaan Penderita gangguan ini juga sering membayangkan jika dirinya memiliki hubungan yang lebih intim dengan orang lain padahal dalam kenyataannya itu tidak. Perilaku ini mungkin saja banyak terjadi pada sebagian orang, namun orang yang memiliki gangguan ini berlaku untuk gejala yang sudah menetap dan sudah menyulitkan dirinya dan lingkungan yang ada disekitarnya. **Cara Mengatasi Histrionic Personality Disorder** Biasanya orang yang memiliki gangguan ini tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan pada kepribadiannya karena menurut mereka cara berpikir dan perilaku mereka tampak wajar saja dengan orang lain pada umumnya. Bahkan mereka mungkin malah menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi. Karena itu, langkah pengobatan untuk gangguan kepribadian histrionik adalah dengan memiliki kesadaran akan gangguan kepribadian tersebut. Untuk mengetahui kesadaran dirinya seseorang bisa melakukan suatu psikotes, yang mana dalam tes ini akan mengungkapkan gangguan kepribadian yang dideritanya. Setelah mengetahui gangguan yang dialami, penderita gangguan ini dapat mencari bantuan dari tenaga ahli untuk membantu mengatasi gangguan kepribadiannya seperti seorang psikolog, psikiater, atau terapis. **Sumber Referensi** Fadli, R. (2020). Selalu ingin jadi pusat perhatian, hati-hati alami gangguan kepribadian. Halodoc. Diambil dari https://www.halodoc.com/artikel/selalu-ingin-jadi-pusat-perhatian-hati-hati-alami-gangguan-kepribadian Kessik, G. & Taftazani, B. M. (2021). Penanganan gangguan kepribadian “si pencari perhatian” (histrionik). Jurnal Pengabdian dan Penelitian Kepada Masyarakat (JPPM). 2(2), 228-235. Diambil dari https://jurnal.unpad.ac.id/jppm/article/view/34585/pdf

Selengkapnya
Paranoid Personality Disorder (PPD) Mengenal Apa Itu PPD
  • OCT 26, 2023

Paranoid Personality Disorder (PPD) Mengenal Apa Itu PPD

Gangguan kepribadian paranoid merupakan salah satu dari banyaknya gangguan kepribadian kelompok A. Karakteristik paranoia yang dialami dapat memicu ketidakpercayaan dan tingginya rasa curiga terhadap orang lain. Gangguan ini umumnya muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Gangguan ini lebih sering terjadi pada pria ketimbang wanita. Pernah diteorikan untuk dikaitkan dengan skizofrenia karena kesamaan fenomenologis kecurigaan dengan delusi paranoid, tetapi bukti untuk hubungan ini tidak kuat. Secara klinis, itu diabaikan, atau gejalanya disebabkan oleh gangguan kepribadian komorbiditas. **Kriteria Seseorang Dapat Didiagnosis Ppd :** 1. Mencurigai bahwa orang lain mengeksploitasi, merugikan, atau menipu mereka 2. Khawatir tentang kesetiaan dan apakah mereka dapat mempercayai keluarga, teman, atau rekan kerja mereka. 3. Menghindari curhat pada orang lain karena takut orang akan menggunakan informasi apa pun untuk melawan mereka 4. Menafsirkan ucapan atau peristiwa sebagai merendahkan atau mengancam tanpa pembenaran 5. Menyimpan dendam 6. Merasakan serangan terhadap karakter dan reputasi mereka yang tidak terlihat oleh orang lain dan bertindak agresif sebagai tanggapan. Ciri lain dari pengidap gangguan ini adalah memiliki kebutuhan untuk bisa mandiri dan memiliki otonomi yang kuat, menunjukkan sifat yang kaku dan tertutup, acuh terhadap orang lain, terutama orang yang baru dikenal. Pasalnya, pengidap gangguan ini selalu percaya bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi atau ingin menyakitinya. Gangguan kepribadian paranoid juga bisa menyebabkan pengidapnya menjadi cepat marah dan sering menunjukkan sikap memusuhi. Diagnosis gangguan kepribadian paranoid melibatkan penilaian yang ketat dan mungkin memerlukan jaminan. Mengingat prevalensi kondisi tersebut, sifat penyakit yang melumpuhkan, dan potensi hilangnya kualitas hidup pasien, serta kekerasan terhadap orang lain, perawatan berbasis bukti untuk pengelolaan gangguan kepribadian paranoid yang optimal memiliki potensi manfaat tidak hanya penderita gangguan kepribadian paranoid tetapi masyarakat juga. Diagnosis paranoid ini juga dilakukan oleh psikiater atau psikolog, sehingga penanganan PPD ini bisa ditangani dengan lebih lanjut. Referensi Halodoc. (2020). Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Gangguan Paranoid ?. Honestdocs. (2019). Paranoid Personality Disorder-Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati.

Selengkapnya
Narcissistic Personality Disorder
  • OCT 26, 2023

Narcissistic Personality Disorder

Tahukan kamu bahwa narsis bisa menjadi gangguan mental pada diri sendiri? mungkin kamu bertanya-tanya, apa yang dimaksud dari orang narsis? Narcissist adalah orang yang mengalami narcissistic personality disorder (NPD) yaitu kondisi ini adalah sebuah gangguan mental. Orang yang mengalami gangguan mental ini akan menganggap dirinya lebih penting daripada orang lain. Seorang yang memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji, dibanggakan, namun memiliki empati yang rendah terhadap orang lain. Namun, dibalik rasa percaya diri yang begitu tinggi, sebenarnya, narcissist memiliki kepribadian yang rapuh dan mudah runtuh hanya dengan sedikit kritikan. Narcissist juga tidak suka jika diminta untuk mengubah sikap dan perilakunya, sekalipun ia tahu bahwa apa yang dilakukannya telah menimbulkan masalah. Dari narcissist ini lebih suka menyalahkan orang lain atas kesalahan yang diperbuatnya. _Narcissistic personality disorder_ (NPD) merupakan salah satu gangguan kepribadian yang langka. Seringkali muncul pada usia remaja terutama oleh kelompok laki-laki. Penyebab dari NPD sendiri hingga sekarang belum diketahui, tetapi rasa takut gagal dan terlihat lemah bisa menjadi salah satu faktor yang munculnya narsisme secara berlebihan. Selain itu dari genetik, trauma pada masa kecil, kurang pujian atau pujian yang berlebihan, dan hubungan orang tua dengan anak juga merupakan menjadi faktor munculnya NPD. **Empat Tipe Kondisi NPD** Kondisi gangguan mental NPD ini terbagi menjadi empat tipe, yaitu: 1. Narsistik Prososial, Seseorang yang memiliki narsistik prososial akan melakukan berbagai perbuatan baik dan menyenangkan orang lain agar mendapatkan validasi. Dari validasi yang mereka butuhkan adalah pujian dari orang lain. 2. Narsistik Antisosial, Berbeda dengan narsistik dengan prososial, narsistik antisosial akan menyalahgunakan dan mengeksploitasi hubungan mereka dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.Sehingga hal ini adalah tipe orang yang egois dan tidak memiliki empati. 3. Narsistik Ganas, Dalam tipe kepribadian narsistik ganas akan berperilaku agresif saat menerima kritik. idak hanya kritik, komentar juga biasa dapat dianggap sebagai ancaman bagi engidap NPD. Mereka akan focus pada mempertahankan opini nya mengenai dirinya endiri dan tidak merasa dibatasi oleh nilai-nilai baik dan buruk. 4. Narsistik Terselubung, Mereka yang memiliki tipe kepribadian narsistik terselubung percaya bahwa mereka lebih baik dibandingkan orang lain, tetapi mereka menyimpan hal tersebut untuk dirinya sendiri. Mereka merasa bahwa orang-orang disekitarnya gagal mengenali keistimewaan mereka. Oleh karena itu, pemilik kepribadian narsistik terselubung rentang terhadap depresi karena sangat sensitif. Tetapi, mereka juga tidak memiliki empati, sama seperti tipe narsistik lainnya. Gangguan kepribadian ini cenderung berasal dari rasa takut karena tidak ingin ketidaksempurnaan atau kekurangan terekspos. Berikut ciri-ciri dari NPD : 1. Merasakan sensasi dari “Pentingnya Diri-Sendiri”. Seperti menyombongkan bakat dan pencapaian, ingin selalu dianggap superior meskipun tidak memiliki penghargaan yang sepadan 2. Pikirannya terpenuhi oleh fantasi seperti kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, kecantikan maupun kegantengan, atau cinta ideal yang tiada batasnya 3. Percaya jika mereka “spesial”, unik, dan hanya bisa dipahami atau diasosiasikan oleh orang-orang maupun institusi yang memiliki status yang tinggi 4. Merasakan keinginan berlebihan untuk dikagumi 5. Merasa berhak yang tinggi. Seperti merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus yang sesuai ekspektasinya 6. Interpersonally exploitative, yaitu memanfaatkan orang di sekitarnya untuk mencapai keinginannya. 7. Kekurangan rasa empati. Tidak ingin menyadari atau mengasosiasikan diri dengan perasaan dan kebutuhan orang lain 8. Seringkali merasa iri dengan orang lain atau percaya jika orang lain merasa iri dengannya 9. Menunjukkan perilaku atau sikap yang arogan dan angkuh Seseorang bisa didiagnosis dengan NPD apabila menunjukkan setidaknya (atau lebih) 5 dari 9 ciri-ciri di atas. **Apa Saja Jenis Tes Yang Paling Umum Untuk Mendiagnosis Npd ?** Seorang ahli profesional seperti psikologi atau psikiatri dapat menentukan atau mendiagnosis untuk pengidap NPD, sebelum diagnosis pengidap NPD akan melakukan pengisian kuesioner untuk diisi dan mendiskusikannya. Pada diskusi tersebut akan membicarakan mengenai berbagai hal yang menjadi penyebabnya, dan selain itu ada berdiskusi mengenai perasaan, cara bersikap, hingga cara berinteraksi dengan orang lain. Berikut ini beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi narcissistic personality disorder (NPD): 1. Psikoterapi, Salah satu dari jenis pengobatan untuk mengatasi NPD. Biasanya, akan berbicara bersama seorang ahli profesional untuk mengatasi NPD. Psikoterapi dapat membantu pada pengidap NPD untuk: ? Mempelajari cara memahami orang lain, sehingga Anda bisa menjalin hubungan yang lebih baik dan menyenangkan dengan orang lain. ? Memahami emosi yang Anda miliki, hingga mudah merasa tidak percaya dan kesal terhadap orang lain. Selain itu, untuk menjalani terapi ini akan dibantu untuk mengubah sikap dan perilakunya. Artinya, orang narsis akan diajak untuk menjadi lebih baik, seperti : ? Menerima dan menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. ? Menerima kekurangan diri sendiri, sehingga bisa menerima kritikan dengan lebih baik. ? Meningkatkan kemampuan untuk memahami mengelola perasaan Anda sendiri. ? Membebaskan diri dari keinginan untuk menjadi sempurna, sehingga bisa lebih mensyukuri apapun yang dimiliki saat ini. 2. Penggunaan obat-obatan, Sebenarnya, tidak ada obat tertentu yang dapat mengatasi narcissistic personality disorder. Hanya saja, jika Anda menunjukkan gejala depresi atau berbagai gangguan mental lainnya, Anda mungkin akan diresepkan obat antidepresan untuk mengatasi gejala tersebut. Seseorang dengan NPD hampir tidak pernah rendah hati. Mereka cenderung menempatkan diri mereka di atas dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Rasa cinta pada diri sendiri memang penting, namun jika berlebihan pun tidak baik. Referensi : Fimela.com (2022) NPD : Penyebab Kampuspsikologi.com (2022) : Gejala dan Definisi

Selengkapnya
Kelebihan Assessment Indonesia Sebagai Vendor Psikotest
  • OCT 25, 2023

Kelebihan Assessment Indonesia Sebagai Vendor Psikotest

Perusahaan atau instansi pemerintah sering menggunakan vendor psikotest untuk menyeleksi karyawan. Tidak hanya perusahaan, sekolah juga menggunakan vendor psikotes untuk melakukan tes IQ ataupun tes minat penjurusan. Dengan banyaknya minat pada vendor psikotes tentunya kamu harus berhati-hati dalam memilih vendor psikotes. Assessment Indonesia merupakan vendor psikotes yang dapat anda percaya. **Kenapa harus memilih Assessment Indonesia?** 1. Assessment Indonesia memiliki team profesional yang telah memiliki izin legalitas, izin praktek dan sertifikat 2. Pengerjaan tes dapat dilakukan secara manual dan online sehingga Anda dapat melakukan psikotes secara mudah dan fleksibel 3. Pelaksanaan jasa psikologi, dapat dilakukan ditempat kami sesuai dengan perjanjian 4. Customer Support yang siap melayani 24 Jam, jadi jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, kami selalu siap untuk melayani 5. Hasil laporan tes psikologi dapat diterima maksimal 3 hari kerja. 6. Konsultasi hasil laporan diberikan secara gratis sesuai dengan perjanjian dan kondisi yang berlaku 7. Pembuatan hasil laporan dapat dilakukan dengan menggunakan Bahasa indonesia dan Bahasa inggris 8. Semua laporan psikologi akan divalidasi oleh psikolog 9. Individu / Lembaga pendidikan dapat melakukan request bentuk pelayanan dan report yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan 10. Lembaga pendidikan dapat melakukan diskusi terkait dengan sistem penilaian dan hasil yang akan dicapai (jika diperlukan) Layanan psikotes yang bisa Anda ikuti di Assessment Indonesia, diantaranya tes intelegensi umum, tes IQ, tes kepribadian, tes sikap kerja, tes ketahanan kerja, tes gaya belajar, tes gaya kepemimpinan tes stabilitas emosi, tes integritas, tes kesehatan mental atau jiwa, talents mapping, dan tes grafis. Pelajar yang sedang kesulitan untuk menentukan penjurusan baik sekolah, universitas, maupun pekerjaan, kami menyediakan tes minat penjurusan untuk sekolah serta tes minat penjurusan untuk universitas dan pekerjaan. Lembaga pendidikan yang hendak mengadakan tes saringan masuk, kami menyediakan tes saringan masuk sekolah dan universitas. Selain itu terdapat psikotes yang dapat dilakukan untuk staff, fresh graduate, supervisor, coordinator, MT, dan manager – up untuk perusahaan yang hendak melakukan psikotes. Jika kamu membutuhkan informasi lebih detail dan konsultasi mengenai layanan psikotes yang dibutuhkan segera hubungi Assessment Indonesia ya!

Selengkapnya
Hallo Effect: Mengenal Definisi, Sejarah, dan Dampak Psikologisnya
  • OCT 25, 2023

Hallo Effect: Mengenal Definisi, Sejarah, dan Dampak Psikologisnya

Hallo Effect atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Efek Halo merupakan sebuah jenis bias kognitif yang menggambarkan kesan kita tentang seseorang. Kondisi dan persepsi ini akan berlanjut hingga dapat memengaruhi perasaan dan pemikiran kita tentang karakter mereka. Situasi hallo effect sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Yuk kenali lebih lanjut mengenai “hallo effect” dan implikasinya dalam kehidupan kita! **Apa itu “Hallo Effect”?** Efek halo kadang-kadang disebut sebagai "ketertarikan terhadap stereotype fisik" dan membawa prinsip "apapun yang indah juga baik". Penampilan fisik seringkali merupakan bagian besar dari efek halo. Orang yang secara fisik dianggap menarik cenderung dinilai lebih tinggi pada sifat-sifat positif lainnya akibat adanya efek halo. Efek halo ini tidak hanya memengaruhi cara kita memandang orang berdasarkan daya tarik fisiknya saja, efek ini juga termasuk ke dalam berbagai fungsi lainnya. Misalnya, orang yang mudah bergaul atau ramah akan dianggap lebih lucu dan cerdas oleh masyarakat. Istilah hallo effect sering dianggap sebagai sebuah analogi untuk menjelaskan bagaimana halo dapat mempengaruhi persepsi. Jika Anda melihat seseorang melalui sudut pandang efek halo, Anda akan melihat bahwa individu dengan kesamaan karakteristik akan memancarkan cahaya yang sama. "Halo" yang anda buat dari persepsi tentang suatu figur akan menggambarkan figur tersebut sesuai dengan karakteristik umumnya. Dalam seni religius, hallo effect yang sering muncul adalah di atas kepala orang suci yang regilius, nampak muncul cahaya surgawi untuk menunjukkan bahwa orang tersebut baik. **Bagaimana Sejarah dari “Halo Effect”?** Istilah “Hallo Effect” pertama kali dikenalkan oleh psikolog Edward Thorndike dalam artikelnya tahun 1920 The Constant Error in Psychological Ratings. Dalam percobaan yang dijelaskan di koran, Thorndike meminta para komandan tentara untuk menilai berbagai karakteristik prajurit di bawah komando mereka. Contoh aspek-aspek psikologis yang diukur termasuk kepemimpinan, penampilan fisik, kecerdasan, kesetiaan, dan keandalan. Tujuan Thorndike adalah untuk menemukan bagaimana peringkat satu kualitas bercampur dengan peringkat kualitas lainnya. Dia menemukan bahwa nilai tinggi pada sifat tertentu berkorelasi dengan nilai tinggi pada sifat lain, sedangkan nilai negatif pada beberapa sifat juga menghasilkan nilai yang lebih rendah pada sifat lain. "Korelasinya terlalu tinggi dan terlalu datar," tulis Thorndike. "Misalnya, korelasi rata-rata untuk tiga penilai yang diperiksa kemudian adalah 0,31 untuk fisik dan kecerdasan, 0,39 untuk fisik dan kepemimpinan, dan 0,28 untuk karakter fisik." Jadi mengapa kesan umum kita tentang seseorang menciptakan lingkaran cahaya yang memengaruhi evaluasi karakteristik tertentu? Para peneliti telah menemukan bahwa daya tarik merupakan salah satu faktor yang mungkin berperan. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa ketika kita menganggap orang berpenampilan menarik, kita juga cenderung berpikir bahwa mereka memiliki sifat kepribadian yang positif dan bahwa mereka lebih cerdas. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa juri cenderung menganggap orang yang menarik tidak bersalah dalam sebuah kasus kriminal. Namun, stereotip daya tarik ini juga bisa menjadi pedang bermata dua. Studi lain telah menunjukkan bahwa sementara orang lebih cenderung mengaitkan banyak kualitas positif dengan orang yang menarik, mereka juga cenderung percaya bahwa orang yang berpenampilan baik itu sia-sia dan tidak jujur dan menggunakan daya tarik mereka untuk memanipulasi orang lain. **Apa saja Dampak dari “Halo Effect”?** Berikut merupakan beberapa dampak dari keberadaan “Halo Effect” yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari: **Dalam pendidikan** Penelitian telah menunjukkan bahwa efek halo dapat berperan dalam lingkungan pendidikan. Guru dapat berinteraksi dengan siswa secara berbeda berdasarkan daya tarik yang dirasakan. Misalnya, studi yang lebih lama menemukan bahwa guru memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap anak yang menurut mereka lebih menarik Efek Halo dapat mempengaruhi bagaimana guru memperlakukan siswa, tetapi juga dapat mempengaruhi bagaimana siswa melihat guru. Dalam satu penelitian, peneliti menemukan bahwa siswa juga menganggap guru sebagai sosok yang sangat menarik, menarik, dan disukai ketika mereka menganggapnya sebagai orang yang berhati hangat dan ramah. **Di tempat kerja** Ada beberapa cara dimana efek halo dapat mempengaruhi persepsi orang lain di lingkungan kerja. Misalnya, para ahli mengklaim bahwa efek halo adalah salah satu bias paling umum dalam peringkat dan penilaian kinerja. Manajer dapat mengevaluasi bawahan mereka berdasarkan pendapat atribut tunggal, bukan kinerja dan kontribusi mereka secara keseluruhan. Studi lain menemukan bahwa daya tarik fisik tidak hanya berdampak positif pada kepercayaan diri seseorang, tetapi juga pada pendapatan dan kesejahteraan finansial secara keseluruhan. Pencari kerja juga lebih mungkin merasakan dampak Halo Effect. Jika calon pemberi kerja menemukan kandidat yang menarik atau menarik, mereka cenderung menganggapnya cerdas, terampil, dan juga kompeten dalam bekerja. **Dalam pemasaran** Para marketing menggunakan efek halo untuk menjual produk dan layanan. Saat brand ambassador menawarkan produk tertentu, ulasan positif pelanggan terhadap orang tersebut dapat memengaruhi persepsi pembeli terhadap produk itu sendiri dan meningkatkan ketertarikannya untuk membeli produk yang dijual. Demikian merupakan penjelasan dari “Hallo Effect” terhadap kehidupan sehari-hari yang dirasakan oleh manusia. Efek halo memiliki dampak yang cukup besar terhadap aktivitas manusia, baik positif maupun negatif. Jika anda merasakan dampak psikologis yang mengganggu akibat adanya “halo effect”, tentunya tidak perlu khawatir dan segera lakukan konseling dan konsultasi psikologis untuk mengatasi dampak psikologis yang dirasakan. Semoga bermanfaat. Referensi: Simplypsyhology.org. (2021). Why the Halo Effect Affects How we Perceived Others? Thedecisionlab.com. (2022). Why do Positive Impressions Produced in One Area Positively Influence Our Opinions in Another Area? Verymellmind.com. (2022).What is the Hallo Effect?

Selengkapnya
Delusion of persecutory
  • OCT 24, 2023

Delusion of persecutory

Delusi merupakan sebuah gangguan mental, seorang yang menderita delusi merupakan seorang yang tidak percaya terhadap hal-hal yang tidak nyata. Ia sulit membedakan terhadap suatu fakta yang nyata maupun tidak. Salah satu macam delusi ialah delusion of persecutory. Delusion of persecutory atau bisa disebut dengan delusi paranoia merupakan delusi yang menyebabkan penderitanya memiliki kepercayaan bahwa dirinya tidak diperlakukan dengan baik ataupun benar, ia memiliki keyakinan dirinya diintai dan diikuti seseorang yang berusaha untuk melukai dirinya. Seseorang yang memiliki delusi ini merupakan seorang yang tidak mudah untuk mempercayai orang di sekitarnya serta memiliki perasaan yang cemas dan takut, hal ini membuat dirinya terkadang mengisolasi dirinya dari lingkungan **Gejala pada Delusi** Beberapa gejala ataupun ciri yang dialami oleh seorang yang memiliki delusi ialah: 1. Memiliki kepercayaan terhadap suatu hal yang tidak nyata, hal ini tidak membuatnya goyah ketika dihadapkan dengan bukti-bukti faktual 2. Menjadi seorang yang pemarah serta suasana hatinya lebih dominan buruk, hal ini membuatnya sering mengalami halusinasi yang memiliki hubungan dengan delusi yang dirasakannya 3. Berbicara aneh dan ketika berinteraksi tidak nyambung 4. Mudah merasakan cemas dan memiliki perasaan terancam 5. Adanya perubahan dalam berperilaku **Penyebab terjadinya Delusi** Penyebab terjadinya delusi belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu timbulnya delusi, antara lain: 1. Faktor lingkungan Orang yang memiliki lingkungan yang kurang baik seperti keadaan stress, penyalahgunaan narkotika dan alkohol menjadi salah satu pemicu terbentuknya pemikiran delusi 2. Faktor genetik Gangguan ini dapat diturunkan dari orang tua ataupun anggota keluarga lainnya yang telah mengalami gangguan delusi ataupun skizofrenia 3. Faktor biologis Kondisi fisik ataupun biologis dapat menentukan apakah seseorang dapat mengalami gangguan delusi ataupun tidak, hal ini dikarenakan ketika seorang yang gangguan delusi memiliki daerah otak yang tidak normal terkhusus pada bagian yang metaur pemikiran dan persepsi seseorang. Delusi ketika dibiarkan terus terjadi maka akan membuat gangguan pada aktifitas sehari-hari dan penderita akan memiliki kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar sehingga dibutuhkan seorang profesional untuk menanganinya, salah satunya pergi ke psikolog ataupun psikiater untuk melakukan konseling ataupun penanganan dengan tujuan untuk membantu mengenali dan mencari tahu cara yang harus dilakukan pada seorang yang menderita delusi. Referensi Djie. A. 2019. Delusi Adalah Tanda Gangguan Jiwa, Kenali Jenis dan Gejalanya. Sehat.com 2021. Penderita Gangguan Delusi Suka Meyakini yang Aneh-aneh. Alodok.com

Selengkapnya
Hipotimia Itu Apa Sih ?
  • OCT 24, 2023

Hipotimia Itu Apa Sih ?

Suasana hati setiap orang dimuka bumi ini tidak bisa disama ratakan dan perasaan hati orang berbeda di setiap waktunya tergantung apa yang membuat ia bahagia, kecewa, sedih, dan biasa aja. **Apa Itu Mood?** Mood adalah keadaan emosional yang timbul hanya untuk sementara. Pada awalnya perasaan ini dapat terbagi-bagi salah satunya, yaitu suasana hati baik dan suasana hati buruk. **Apa itu Hipotimia?** Merupakan suasana hati yang secara pervasive diwarnai dengan kesedihan dan murung. Setiap orang pasti merasakan secara subjektif mengeluhkan tentang kesedihan dan kehilangan semangat saat berkegiatan sehari-hari baik dalam belajar atau bekerja. Secara objektif tampak seperti murung dan perilakunya lesu dan lemas. **Apakah kalian pernah merasakan suasana hati yang berubah-ubah dan tidak menentu?** Sebagian dari kalian pasti pernah merasakan, ini dampak keadaan emosi yang kurang terkontrol atau ada hal-hal yang membuat kalian stress baik dari tekanan dari segala sisi membuat kalian terkenal. **Apa penyebab dari penurunan semangat?** - Faktor lingkungan sosial yang kurang mendukung - Tekanan dari berbagai sisi yang membuat tertekan - Pengaruh negatif yang selalu ada dipikiran - Merasa kurang percaya diri - Kondisi paparan cuaca **Bagaimana cara meningkatkan suasana hati?** Ada beberapa cara yang dapat membantu kalian, sebagai berikut: - Berolahraga rutin - Mengkonsumsi makanan yang kalian gemari tetapi dengan terkontrol - Melakukan meditasi - Mendengarkan musik kesukaan kalian - Bermain dengan teman atau hewan peliharaan - Berinteraksi dengan orang lain **Bagaimana cara mengatasi Hipotimia?** Salah satu caranya, sebagai berikut: - Mulailah membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sehinggam kalian dapat sharing seputar keresahan kalian - Keluarlah dari zona nyaman - Bersikap ramah dengan orang lain, salah satunya dengan tersenyum ini akan berdampak pada suasana hati kalian - Selalu berpikir positif agar dapat memaknai hidup dengan baik dan benar. Dengan cara ini menyelamatkan kita dari hal buruk atau perasaan negatif. - Mendekatkan diri kepada tuhan yang maha esa dan juga keluarga terdekat Dengan cara tersebut mungkin dapat membantu kalian dalam mengatasi perubahan suasana hati yang sedih dan cemas. Jika cara tersebut kurang membantu kalian bisa datang ke psikolog untuk melakukan psikotes yaitu tes Rorschach dengan tes tersebut kalian diminta menganalisis gambar dan mendeskripsikannya sesuai dengan gambar dan isi kepala kalian. Dengan begitu psikolog dapat membantu terapi relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan juga stress kalian, Hipotimia keadaan Ketika mempunyai kecemasan, kekecewaan, dan sedih yang sulit diceritakan kepada orang lain. Merasakan suasana hati yang buruk itu sebenarnya wajar tinggal bagaimana kalian menyikapinya dan mengatasinya. Sehingga dibutuhkannya dukungan dari lingkungan terdekat seperti teman-teman sebaya dan juga keluarga karena dari dukungan tersebut dapat membantu diri sendiri menghilangkan perasaan negatif dari dalam diri. **Referensi** Wildan, H. D., & Febriana, P. (2015). Pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap kejadian hipotermia pada bayi baru lahir di puskesmas sumbersari kabupaten jember. Saintika Medika, 11(1), 34-38. Kompasiana. 2018. Hipotimia Penurun semangat. https://www.kompasiana.com/afidatus/5ab0f1b2cf01b45fc3513aa2/hipotima-penurun-semangat

Selengkapnya
Quirkyalone
  • OCT 23, 2023

Quirkyalone

Quirkyalone adalah seseorang yang senang dan menikmati waktu kesendiriannya, serta tidak atau bahkan belum memiliki minat untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Seorang quirkyalone akan memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan orang lain, mereka berpikir tidak memiliki pasangan bukanlah hal yang salah, hal ini dikarenakan seseorang yang memilih untuk tetap sendiri akan merasa dapat melakukan banyak hal tanpa harus izin ke pasangannya. Individu dengan golongan quirkyalone ini pada umumnya lebih berfokus pada tujuan dan target dalam hidup, fokus pada karir, dan membangun branding diri sendiri. Orang yang quirkyalone tidak akan menjalin hubungan dengan sembarang orang, artinya itu mereka sangat pilih-pilih dalam menentukan pasangannya. Hal ini terjadi karena orang yang quirkyalone akan memilih pasangan yang setara dengan latar belakang Pendidikan dan status sosial yang mereka miliki. **Keuntungan Quirkyalone** Ada beberapa keuntungan jika seseorang menjadi quirkyalone, yaitu: - Memiliki kualitas diri yang baik. - Memiliki emosi yang stabil dan cenderung berpikiran terbuka dalam menyikapi masalah. - Menikmati dan mensyukuri hidup. - Memiliki kepribadian dan pola pikir yang dewasa dalam menjalin suatu hubungan. - Memiliki standar hidup bahagia versi diri sendiri. Golongan orang-orang quirkyalone tidak secara aktif mencari pasangan, namun mereka akan mencari pasangannya disaat yang bersamaan dengan tujuan utama dalam hidupnya. Bisa saja saat sedang mencapai tujuan hidup mereka ini akan bertemu dengan pasangan yang menurutnya tepat. Pada intinya, orang yang quirkyalone hanya tidak ingin terburu-buru dalam memilih pasangan. Orang yang quirkyalone dalam mencari pasangan bisa dilakukan dengan mengikuti psikotes, yang mana tes ini dilakukan hanya untuk mengungkapkan tipe ideal pasangan yang mereka inginkan. Jika sulit untuk menentukan pasangannya maka bisa melakukan konseling kepada orang yang ahli dalam hal tersebut seperti psikolog, ini dilakukan untuk memudahkan orang yang quirkyalone untuk menentukan pasangan hidup mereka. **Sumber Referensi** Andini, N. S. (2022). Fenomena quirkyalone: sendiri menyenangkan, bersama belum tentu bahagia. Diambil dari https://www.lekturiel.space/2022/03/esai- fenomena.quirkyalone.sendiri.menyenangkan.bersama.belum.tentu.bahagia.html?m=1 Yuliani, F. (2021). Menjadi jomblo yang bahagia dengan quirkyalone. Diambil dari https://beritajatim.com/ragam/menjadi-jomblo-yang-bahagia-dengan-quirkyalone/

Selengkapnya
Apa sih Eccedentesiast ?
  • OCT 23, 2023

Apa sih Eccedentesiast ?

Eccedentesiast berasal dari bahasa Latin ecce, 'Saya hadir untuk Anda,' dentes, 'gigi,' dan –iast, 'penghibur'. Oleh karena itu, seorang eccedentesiast adalah seseorang yang “tampil dengan menunjukkan giginya”, atau tersenyum. Itu diciptakan oleh novelis Amerika Florence King yang menyebut istilah ini di kolomnya 'The Misanthrope's Corner' ketika berbicara tentang politisi dan tokoh TV.  Anda juga dapat menggunakan eccedentesiast untuk menggambarkan seseorang yang cenderung enggan untuk menunjukkan emosi yang sebenarnya, karen eccedentesiast adalah seseorang yang bersembunyi di balik senyuman atau berpura-pura tersenyum, ketika yang mereka ingin lakukan hanyalah bersembunyi dan/atau mati. **Ciri-ciri eccedentesiast** Karena mempengaruhi kesehatan mental, bisa dibilang kondisi ini berbahaya. Ciri-ciri seseorang dengan eccedentsiast antara lain sebagai berikut: 1. Selalu ingin membuat orang lain di sekitar bahagia Orang dengan eccedentesiast selalu ingin membuat orang lain bahagia. Dia sangat peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Mereka hidup di balik topeng ini tidak ingin orang-orang disekitarnya merasakan apa yang mereka rasakan. Eccedentiast mengekspresikan perasaan mereka dengan cara membuat orang lain bahagia. 2. Mood yang berubah drastis Eccedentsiast banyak berpikir, dia melampiaskan kehampaannya dengan terlihat bahagia atau bersenang-senang dengan teman-temannya. Seorang eccedentsiast cenderung memiliki sifat mood swing yang sangat tinggi. Di menit pertama dia sangat senang, lalu di lima menit terakhir dia bisa sangat terpuruk atau gelisah. 3. Sering melamun Rata-rata mereka memiliki trauma di masa lalu yang berkaitan dengan perasaan. Mereka sering melamun seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat. Entah itu patah hati, atau bullying di sekolah. 4. Eccedentesiast merasa tidak ada yang bisa membawa kebahagiaan kepada Mereka akan melakukan apa saja untuk membuat orang lain bahagia bahkan dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Melalui sikap mereka yang selalu tersenyum, di balik itu hati mereka kosong. 5. Eccedentiast memiliki masalah kepercayaan yang tinggi Pernah disakiti sebelumnya, eccedentiast biasanya tidak mudah mempercayai orang lain. Membuat mereka sulit mempercayai orang sekitar atau disebut juga Trust Issue. 6. Selalu terlihat bahagia dan ceria Semua orang ingin bahagia, tapi kenyataannya hidup tidak selamanya bahagia bukan? Seseorang dengan ekcendesiast selalu ingin terlihat bahagia dan ceria di depan orang lain. Bagi orang-orang sekitar mereka, seolah-olah tidak memiliki beban hidup. Bagi orang-orang yang mengalami Eccedentesiast , sedih, sakit hati, dan depresi, mereka cukup merasakannya dan jika orang lain mengetahuinya, karenamereka merasa lebih merepotkan. 7. Cenderung tertutup Tidak ingin orang lain terlalu larut dalam kesedihannya, ciri-ciri penderita eksedensia cenderung tertutup dan menyendiri. Meski terlihat mandiri, mereka tidak terlalu ingin dibantu oleh orang lain. 8. Hanya berbicara dengan teman terdekat Orang lain yang bukan teman dekat tidak benar-benar tahu bagaimana perasaan mereka sebenarnya. Ciri-ciri penderita eksedensia selanjutnya hanya menceritakan perasaannya kepada orang-orang terdekatnya. Sebenarnya eccedentsiast bukanlah orang yang 'dingin', mereka masih merasakan emosi negatif tetapi tidak diperlihatkannya kecuali kepada teman-teman terdekatnya. 9. Perubahan nafsu makan Beberapa orang yang memendam perasaan tidak bahagia seringkali mengalami perubahan nafsu makan. Ada yang makan banyak, ada yang sebaliknya. Perubahan berat badan juga bisa dialami oleh penderita eksedensia. 10. Kehilangan minat pada aktivitas yang mereka sukai Seseorang dengan depresi tersenyum mungkin tidak lagi tertarik melakukan aktivitas yang sebelumnya mereka nikmati. Ini karena tumbuhnya perasaan bersalah, tidak berharga, dan putus asa. Meski di depan orang lain ia terlihat optimis dan ceria, namun dalam hati mereka perlu mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka rasakan. Menyembunyikan perasaan sedih dan putus asa, dipilih karena beberapa alasan. Pertama, seseorang dengan eccedentsiast ingin melindungi privasinya. Alasan lain termasuk takut dihakimi, takut membebani orang lain, merasa malu, menerima penolakan yang menyakitkan, takut menerima konsekuensi, khawatir dinilai lemah oleh orang lain, merasa bersalah, dan memiliki pandangan bahagia yang tidak realistis. Perfeksionis juga sering menguasai cara tampil 'sempurna'. Dan bagi banyak orang, itu berarti menyembunyikan rasa sakit atau mengalami masalah. Jika orang dengan eccedentsiast tidak terkendali atau mendorong melukai diri sendiri, maka sangat memerlukan diagnosis profesional. Cara mengatasinya bisa dengan terapi, terapi wicara, dan perubahan gaya hidup seperti pola makan dan olahraga. Referensi : kompas.com (2022). Apa Itu Eccedentesiast?

Selengkapnya
Limerence, Apa Yang Di Maksud Dengan Limerence ?
  • OCT 20, 2023

Limerence, Apa Yang Di Maksud Dengan Limerence ?

Limerence adalah keadaan mental dari kegilaan romantis yang mendalam, obsesi yang mendalam, dan kerinduan yang luar biasa. Pengalaman itu bisa berkisar dari euforia hingga keputusasaan. Konsep itu sendiri biasanya dilihat sebagai dongeng dan karenanya positif dalam budaya kontemporer. Tetapi mengetahui perbedaan antara limerence dan cinta dapat membantu Anda memasuki komitmen yang tepat dan memastikan Anda melihat satu sama lain dengan cara yang pantas Anda berdua dapatkan. 1. Kurangnya kejelasan tentang siapa mereka,Keterbatasan didasarkan pada Anda memilih sendiri sifat dan pengalaman tertentu tentang objek kasih sayang Anda dan kemudian membentuknya menjadi cerita yang lebih besar tentang siapa mereka alih-alih membiarkan waktu mengisi kekosongan. Karena pandangan Anda tentang mereka sangat terbatas, Anda tidak dapat sepenuhnya menghargai siapa mereka baik dan buruk dan, selanjutnya, berinteraksi dengan hubungan tersebut secara otentik. 2. Pemikiran yang mengganggu dan tidak disengaja tentang mereka yang menghabiskan seluruh hari Anda, hubungan dirangkai melalui kumpulan semua jenis momen. Mereka tidak selalu cerah, tetapi koneksi yang diresapi dengan koneksi emosional sejati terasa kokoh dan multidimensi dalam variasinya. Limerence tidak memiliki kedalaman yang sama, dan jika Anda berada di dalamnya, ini bisa terasa lebih seperti komedi romantis satu nada. 3. Kehidupan nyata diprioritaskan saat Anda memutuskan hubungan Anda, ini bisa menjadi tantangan bagi Anda untuk fokus pada hal lain selain orang yang Anda sukai. Teman-teman Anda mengeluh bahwa mereka jarang melihat Anda, dan mereka merindukan Anda. Pekerjaan mulai terpeleset saat Anda terburu-buru menyelesaikan proyek sehingga Anda dapat segera pulang ke rumah. Limerence memiliki asal usul yang mirip dengan cinta, menurut Boquin dan Depanian. Yang penting adalah jika Anda dapat mentolerir ketidaknyamanan dalam mencintai seseorang, bukan fantasinya, dan jika Anda masih dapat muncul untuknya saat hubungan tersebut membara dari cinta yang penuh gairah menjadi cinta yang penuh kasih. **Referensi** Resna,N. (2021). Mengenal Limerence, Jatuh Cinta yang di Bumbui Rasa Obsesi https://www.sehatq.com/artikel/limerence-adalah

Selengkapnya
Anak Sulit Mengucapkan Huruf R, Apa itu Rhotacism?
  • OCT 20, 2023

Anak Sulit Mengucapkan Huruf R, Apa itu Rhotacism?

Saat anak tidak bisa mengucapkan huruf /R/ terkadang orang tua menganggap itu sebagai hal biasa, namun jika dibiarkan maka akan lebih sulit untuk diperbaiki. Rhotacism atau yang biasa kita kenal dengan cadel merupakan ketidakmampuan atau kesulitan dalam mengucapkan huruf /R/. Untuk anak-anak huruf /R/ biasanya yang paling sulit untuk dikuasai dan seringkali menjadi yang terakhir dipelajari. Tanpa gestur visual untuk membantu anak, anak harus bergantung pada kemampuannya untuk mengambil gestur verbal dari ahli patologi wicara dan bahasa. Beberapa anak dapat mengucapkan huruf /R/ yang benar pada saat anak berusia tiga tahun dan sebagian besar lainnya anak telah menguasai huruf tersebut pada usia lima setengah tahun. Namun, masih dianggap biasa untuk anak mengalami kesulitan hingga usia tujuh tahun. Pada saat itu, jika anak tidak dapat mengucapkan huruf /R/ yang tepat maka lebih baik anak berkonsultasi dengan ahli patologi wicara dan bahasa. Terkadang terdapat beberapa orang tua yang menunggu anaknya untuk bisa mengucapkan huruf /R/ sendiri daripada mencari bantuan kepada ahli patologi wicara dan bahasa. Sebenarnya terapi diperlukan dalam banyak kasus, dengan menunda anak mengikuti terapi mungkin akan lebih banyak tantangan untuk memperbaikinya karena akan semakin sulit ketika anak sudah mendekati usia remaja. **Penyebab dari Rhotacism** Penyebab dari rhotacism belum diketahui, tetapi dalam beberapa kasus ini mungkin terjadi karena tongue-tie atau lidah terikat yang dapat membatasi jangkauan gerak lidah untuk pengucapan huruf /R/. Sangat sulit untuk melihat apa yang dilakukan lidah saat mengucapkan huruf /R/ karena lidah ditinggikan di bagian belakang mulut. Terdapat alasan lain yang mungkin membuat seseorang kesulitan dalam mengucapkan huruf /R/ adalah speech sound disorder yang mempengaruhi penempatan mulut dan bibir karena penempatan lidah huruf /R/ sangat spesifik dan rumit untuk dipelajari. **Kenapa rhotacism harus diperbaiki?** Seorang anak yang kesulitan mengucapkan huruf /R/ mungkin akan sulit dipahami saat berbicara dan terdengar tidak dewasa di mata teman-temannya. Anak akan merasa malu, yang mengarah pada penurunan harga diri dalam situasi sosial atau ketika berbicara dalam kelompok. Secara akademik juga akan terpengaruh dampaknya yaitu keterampilan mengeja atau presentasi lisan. Selain itu, anak dengan artikulasi yang salah dapat membatasi pilihan karirnya yaitu yang hanya membutuhkan sedikit komunikasi verbal. **Bagaimana memperbaiki rhotacism?** Rhotacism dapat diperbaiki dengan terapi. Sebelumnya, anak diperiksa terlebih dahulu oleh ahli patologi wicara dan bahasa yang akan membantu memutuskan apakah rhotacism yang dialami dapat diperbaiki dan anak dapat mengatasinya atau tidak. Setelah diagnosis, akan dilakukan terapi yaitu dengan beberapa pekerjaan rumah dan instruksi latihan. Terapi akan dilakukan beberapa minggu, lalu dilihat apakah terdapat peningkatan dalam pengucapan. Pilihan lain, yang sering digunakan bersamaan dengan terapi adalah menggunakan alat genggam terapi wicara yang membantu mengisolasi suara yang diucapkan dengan buruk dan memberikan gambaran penempatan lidah yang tepat untuk memungkinkan pengucapan yang lebih baik. Referensi Geller, A. R Sound Speech Therapy: Tips to Make an R Sound. Diakses pada 9 Desember 2022, dari https://connectedspeechpathology.com/blog/r-sound-speech-therapy#:~:text=without%20speech%20therapy.-,What%20is%20the%20Cause%20of%20a%20Rhotacism%3F,critical%20for%20pronouncing%20%2Fr%2F. Viscomi, C. (2018, 2 November). What’s So HArd About the “R” Sound?. Diakses pada 9 Desember 2022, dari https://the-speech-studio.medium.com/whats-so-hard-about-the-r-sound-6a1ac22a1b66 Blog.Cognifit.com. Rhotacism: A Complete Guide to This Speech Impediment. Diakses pada 9 Desember 2022, dari https://blog.cognifit.com/rhotacism/

Selengkapnya
Sekilas Info Mengenai Psikologi Kesehatan
  • OCT 19, 2023

Sekilas Info Mengenai Psikologi Kesehatan

Psikologi Kesehatan adalah mempelajari, memahami bagaimana pengaruh faktor psikologis dalam menjaga kondisi sehat, ketika mengalami kondisi sakit, dan bagaimana cara merespon ketika individu mengalami sakit. Bidang ini berfokus kepada peningkatan kesehatan, pencegahan, maupun pengobatan penyakit. Fokus bidang psikologi kesehatan juga meliputi pemahaman bagaimana orang bereaksi, mengatasi, dan pulih dari penyakit. Beberapa penyakit yang diderita seseorang juga bisa berhubungan dengan faktor psikologis dan perilaku, di antaranya: - Stroke; - Penyakit jantung; - HIV/ AIDS; - Kanker; - Cacat lahir dan kematian bayi; - Penyakit menular. Dalam psikologi kesehatan menghadapi perilaku individu dalam konteks sosial, maksudnya adalah dalam sektor kesehatan masyarakat, perilaku tidak dibatasi terhadap perilaku seseorang yang berisiko, tetapi juga meliputi perilaku teman sebaya, orang tua, profesi kesehatan, para karyawan, politikus, dan lain-lain. Oleh karenanya dalam kaitannya dengan intervensi, kurasi dan promosi kesehatan psikologi sosial sangat dibutuhkan. Psikologi kesehatan mendefinisikan bahwa psikologi kesehatan adalah semua aspek psikologi yang berhubungan dengan pengalaman sehat dan sakit serta perilaku yang mempengaruhi status kesehatan. Ini termasuk penelitian dasar tentang berbagai mekanisme psikofisiologis yang mengaitkan berbagai kejadian lingkungan dengan hasil-hasil kesehatan, termasuk penelitian laboratoris pada subjek manusia dan binatang. Kesehatan menurut badan kesehatan dunia (WHO), meliputi kesehatan secara fisik, mental dan kesejahteraan sosial. **Beberapa Penanganan Yang Dapat Dilakukan Dengan Psikologi** Biasanya seseorang yang mengalami gangguan penyakit berat akan lebih rentan mengalami gangguan psikologi. Dalam hal ini maka ilmu psikologi kesehatan yang akan dipakai untuk mengatasi maupun mencari jalan keluarnya. Berikut ini secara keseluruhan psikologi kesehatan dapat digunakan untuk menangani berbagai gangguan berikut: - Pengaturan berat badan - Peningkatan nutrisi - Psikologi kesehatan juga dapat mengurangi stress - Mencegah timbulnya penyakit - Memberikan pengertian tentang gambaran penyakit - Lebih cepat pulih **Peran Psikologi Kesehatan** 1. Meningkatkan Daya Tahan Pasien Yang namanya pasien pasti memiliki permasalahan kesehatan yang harus mereka hadapi bukan ? Apabila penyakit yang diderita hanya penyakit ringan, jarang sekali ada pasien yang memikirkan penyakitnya atau bahkan memusingkannya. Namun untuk beberapa pasien yang mengidap penyakit berat seringkali sulit untuk berpikir positif. Kebanyakan dari mereka akan mengalami stres, bahkan depresi karena mengkhawatirkan penyakit yang diderita. Peran psikologi kesehatan disini untuk mencegah pasien mengalami stress berkelanjutan yang malah dapat semakin memperparah penyakitnya. Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh psikolog kesehatan adalah memberi pasien motivasi sehingga tumbuh tekad untuk sembuh. 2. Bidang Ilmu Pengetahuan Peran psikologi kesehatan dalam bidang ilmu pengetahuan sangat penting, khususnya dalam meneliti kesehatan seseorang. Hal ini dapat terjadi karena orang orang yang bekerja dalam bidang psikologi kesehatan memiliki kemampuan untuk menganalisis kondisi seseorang baik saat sehat maupun ketika orang tersebut sedang sakit. Cara yang dilakukan adalah dengan mengkaji hubungan antar faktor psikologis, sosial, dan biologis. Ketiga faktor tersebut dianggap memiliki peran penting dalam kesehatan seseorang. 3. Analisa Gejala Penyakit Ternyata dalam dunia medis, penyakit tidak hanya berasal dari faktor fisiologis ataupun biologis, namun penyakit juga bisa berasal dari faktor psikologis. Kondisi penyakit yang disebabkan oleh faktor psikologis dikenal dengan istilah psikosomatis. Contohnya seseorang bisa demam karena ketakutan atau kecemasan berlebihan. Kondisi ini merupakan kelompok dari gangguan somatoform. **Referensi :** Alexandra, L. (2021). Mengenal Lebih Dalam Tentang Psikologi Kesehatan. Halodoc.com. (2020). Segala Hal Mengenai Psikologi Kesehatan yang Perlu diKetahui. Simental.id (2020). Psikologi Kesehatan: Sejarah, Pengertian, dan Perannya.

Selengkapnya
Pelayanan Psikologi Di Sekolah
  • OCT 19, 2023

Pelayanan Psikologi Di Sekolah

Psikologi sekolah merupakan pelayanan yang berkaitan dengan anak-anak, remaja di dalam sekolah. Psikologi sekolah mempelajari hal-hal yang terkait dengan pembelajaran di kelas ataupun di lab. Ia akan mengembangkan, menerapkan dan mengevaluasi program-program pada lingkungan sekolah agar menjadi pembelajaran yang positif sesuai dengan prinsip dan teknik yang berlaku pada pendidikan. Psikolog sekolah atau psikolog pendidikan juga membantu anak agar dapat belajar dengan maksimal serta memastikan guru bisa mengajar dengan baik sehingga terciptanya lingkungan yang aman, nyaman dan sehat. Psikologi sekolah merupakan pelayanan yang berkaitan dengan anak-anak, remaja di dalam sekolah. Psikologi sekolah mempelajari hal-hal yang terkait dengan pembelajaran di kelas ataupun di lab. Ia akan mengembangkan, menerapkan dan mengevaluasi program-program pada lingkungan sekolah agar menjadi pembelajaran yang positif. **Tugas Psikolog Sekolah** Selain pernyataan tugas diatas, psikolog sekolah juga memiliki beberapa tugas lainnya. Diantaranya adalah : 1. Menjelaskan hasil tes murid yang sejalan dengan informasi yang diberikan guru dan orang tua sehingga dapat menganalisa kondisi murid tersebut 2. Memberikan laporan psikologis untuk guru, orang tua dan administrator sekolah 3. Memberikan nasihat dan saran untuk anak dan orang tua agar dapat membantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi 4. Memberikan konsultasi kepada lingkungan sekolah mengenai sekolah dan Pendidikan. Seperti cara belajar, Teknik dalam memodifikasi perilaku murid Ruang lingkup psikolog sekolah ialah : a. Psikolog b. Direktur tim studi c. Psikolog intervensi sekolah dini **Tahapan Konseling Individu Di Sekolah** Terdapat 7 tahapan konseling individu di sekolah menurut Tharinger, tahapan tersebut ialah : 1. Menentukan apakah anak yang akan konsul termasuk dalam kriteria yang tepat untuk konseling 2. Aliansi kerja 3. Mengidentifikasi sasaran 4. Membuat rencana lain yang dapat melibatkan guru 5. Pelaksanan dilakukan secara konseling 6. Memiliki standar sebagai pakem untuk melihat kemajuan dan pemberhentian dalam pelaksanaan konseling 7. Menindak lanjuti dalam keberhasilan konseling Psikolog sekolah merupakan bagian dari spesialis psikologi, sama seperti psikolog klinis dan kognitif. Psikolog sekolah lebih mendekatkan diri dengan lingkup sekolah seperti pada anak, guru, orang tua dan program-program yang akan dilaksanakan. **Referensi** “Psikologi Sekolah”. Wikipedia. Ensiklopedia Bebas. 27 September 2022. https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_sekolah

Selengkapnya
Dunia Penerbangan Kok Butuh Psikologi ?
  • OCT 18, 2023

Dunia Penerbangan Kok Butuh Psikologi ?

Pengertian dari psikologi penerbangan adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia dalam operasi sistem penerbangan. Sejalan dengan batasan tersebut, peran dari psikologi dalam sistem penerbangan berhubungan dengan bagaimana konsep-konsep dan teori-teori psikologi dapat mendukung, dan menambah informasi mengenai perilaku manusia dalam operasi penerbangan itu terjadi atau mungkin dilakukan menurut Donald dan Johnston,(1994). Dari kemajuan teknologi penerbangan yang semakin maju ditandai dengan meningkatnya kehandalan dan kinerja pesawat udara generasi baru sehingga diaplikasikannya inovasi-inovasi berbagai peralatan operasional termasuk prosedur pengaturan lalu lintas udara, kedaruratan dalam pendaratan. Kondisi ini juga memberikan dampak pada organisasi di dunia penerbangan. Hal ini tidak hanya memberikan dampak pada operator, pilot dan awak pesawat lainnya namun juga segenap personil yang terlibat dalam dunia penerbangan.  Faktor dari manusia menjadi penting terutama pada tuntutan terhadap aspek-aspek psikologis tertentu, mengingat kemajuan teknologi memberikan dampak pada meningkatnya tuntutan terhadap kemampuan yang berhubungan dengan kompleksitas tugas. Perhatian ini terhadap aspek keselamatan dari faktor manusia menjadi penting, karena kegagalan pada faktor manusia dapat menyebabkan kerugian baik secara ekonomi maupun jiwa manusia. Perilaku manusia dapat dikatakan merupakan aspek yang kritis namun juga fleksibel dalam beradaptasi dengan tuntutan lingkungan kerja dan organisasi. Perilaku ini menjadi indikator utama ketika manusia berusaha untuk survive menghadapi berbagai tuntutan dan tekanan dalam kompleksitas sistem teknologi dengan segala konsekuensinya.  Dalam dunia modern saat ini menempatkan prioritas utama pada keselamatan dengan berbagai regulasi yang fokusnya adalah terjaminnya lingkungan kerja yang aman.  **Sistem Operasi Penerbangan** Dalam organisasi kerja awak pesawat dan penerbang ini sangat erat kaitannya dengan sistem kerja mesin (sistem pesawat udara).  Untuk menjalankan tugasnya mereka sering dianalogikan sebagai suatu mata rantai sistem operasional mesin yang “identik” dengan sub- sistem mesin. Sebagai sub-sistem, awak pesawat juga dapat bekerja layaknya mesin yang efisien, efektif, dan terpelihara kualifikasinya.  Pada kondisi ini tentunya memberikan konsekuensi pada keseluruhan sistem organisasi kerja yang dipersyaratkan bagi penerbang atau individu-individu yang bekerja di lingkungan penerbangan. Hal ini membuat mereka dituntut ability atau kemampuan untuk menangani tugas-tugasnya. Tentunya ada kualifikasi profesi yang dipersyaratkan bagi individu penerbang yang melaksanakan tugas penerbangan, dan kualifikasi ini hanya dapat diperoleh melalui seleksi yang ketat, pendidikan serta latihan terprogram yang kadang membutuhkan waktu relatif lama serta dilakukan dengan intensif.  Untuk mendapatkan kompetensi yang unggul kadang membutuhkan pengalaman tugas cukup panjang selama masa penerapan profesinya. Pada intinya, psikotes dan wawancara adalah untuk menguji kelayakan calon pilot – mencakup motivasi, pengalaman pribadi, pengetahuan akademik, maupun pengetahuan dasar tentang pesawat. Salah satu tuntutan atau persyaratan di samping tuntutan kemampuan dan keterampilan, juga sangat ditekankan penguasaan prosedur kerja baku atau standard operation procedure (SOP) sesuai jenis pesawat yang diawaki. Kegiatan dari psikologi penerbangan ini pada hakekatnya memiliki makna dan nilai strategis dalam rangka sharing informasi dan menambah wawasan dalam upaya mewujudkan keselamatan penerbangan dari aspek human factor. Berikut faktor yang yang mempengaruhi human performance: 1. Faktor Fisik : Ukuran badan, tinggi, pendek, usia, kekuatan, penglihatan, pendengaran 2. Faktor Fisiologi : Kesehatan dan kondisi medis secara umum seperti tekanan darah, gula darah, detak jantung, cacat secara fisik dll Menurut Stanley N. Roscoe mengatakan bahwa psikologi penerbangan adalah suatu ilmu pengetahuan tentang tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan pengoperasian sistem penerbangan, dengan beberapa aspek yaitu : 1. Understanding, Menuntun individu untuk  memiliki pengetahuan tentang konsep dan prinsip dari psikologi yang umumnya mendasari tingkah laku.  Pemahaman tentang latar belakang individu juga melakukan suatu perbuatan atau tingkah laku bisa sangat unik dan berbeda antara satu dengan lainnya è Penilaian yang lebih Obyektif dan Menyeluruh. 2. Predicting, Pada ilmu Psikologi dipelajari dengan harapannya  dapat menggunakan pengetahuan yang dimilikinya untuk mendeteksi permasalahan-permasalahan psikologis yang terjadi di lingkup tugasnya.  Pemahaman konsep Psikologis manusia ini dilakukan untuk memprediksi kondisi yang akan dihadapi dan bagaimana meningkatkan kinerja serta meminimalisir situasi yang menurunkan kinerja, agar dapat dilakukan pencegahan sejak dini. 3. Controlling Setelah kita mempelajari psikologi diharapkan  mampu menguasai dirinya dan terampil mengatasi permasalahan yang dihadapi dirinya dan lingkungannya. Ketika individu mengetahui penyebab dari suatu masalah, diharapkan dapat membuat langkah-langkah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi 4. Describing, Untuk individu yang telah mempelajari psikologi pada akhirnya diharapkan dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh, terhadap suatu kejadian atau peristiwa yang dihadapi dengan menggunakan konsep psikologis. Individu tersebut juga dapat menentukan karakteristik dan parameter dari fenomena psikologis secara lebih akurat dan lengkap. Dalam penerapan ilmu Psikologi di dunia Penerbangan, setidaknya memiliki tujuan untuk : 1. Mengurangi (reduce) kesalahan yang terjadi karena faktor manusia 2. Untuk meningkatkan produktivitas pada kinerja & pelayanan 3. Untuk meningkatkan tingkat kenyamanan dan keamanan pada pekerja dan pengguna jasa penerbangan. Perhatian utama dari studi psikologi penerbangan adalah perilaku manusia dalam lingkungan penerbangan, baik dari perilaku tertutup maupun terbuka.  Perilaku tertutup ini akan mencakup semua perilaku manusia yang tidak kasat mata. Misalnya dari daya ingat, sikap, motivasi, emosi, perasaan. Sedangkan arti dari perilaku terbuka adalah perilaku manusia yang dapat langsung diamati secara kasat mata. Antara lain dari ,efisiensi dan efektivitas perilaku kerja, perilaku terampil, tanda-tanda ketegangan dari stres, dan sebagainya. **Referensi :** Tni-au.mil.id (2017). Psikolog Penerbangan : Pengertian Psikologipenerbangan.com (2021). Psikolog Penerbangan : Aspek & Tujuan

Selengkapnya
Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Psikologi Teknik ?
  • OCT 18, 2023

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Psikologi Teknik ?

**Apa Itu Psikologi Teknik?** Psikologi teknik adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia yang berhubungan dengan pekerjaannya, lingkungan kerjanya serta peralatan dan mesin yang digunakan untuk bekerja, semua hal ini telah disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan dari tenaga kerja tersebut. Psikolog teknik berfokus untuk mencari cara bagaimana teknologi berguna untuk mempermudah kehidupan manusia. Hal-hal yang dibahas dalam psikologi teknik adalah sebagai berikut: a. Untuk kerja, perilaku manusia dan pelatihan dalam sistem mesin-manusia b. Rancangan dan pengembangan diri sistem manusia-mesin c. Penelitian medis dan biologis yang berkaitan dengan sistem **Pekerjaan Psikologi Teknik** - Research, Ini biasa bekerja di sektor penelitian. Di sini para psikolog teknik melakukan penelitian untuk mengkaji hubungan antara manusia dan mesin. - Designing systems, ini merupakan pekerjaan merancang bahan dan sistem yang mudah untuk digunakan manusia. Psikolog teknik dalam pekerjaan ini menggunakan pemahamannya tentang sifat manusia, seperti kapasitas pendengaran dan bidang pandang untuk membuat mesin, peralatan, dan benda lain yang dapat dengan mudah dimanipulasi oleh manusia. - Consulting, ini biasanya bekerja untuk bisnis dan organisasi dalam peran konsultatif. Tugas yang terkait dengan jenis pekerjaan ini adalah pada peningkatan kinerja karyawan atau peningkatan keselamatan tempat kerja. Peran psikolog teknik dalam pekerjaan ini adalah untuk memberikan informasi tentang bagaimana manusia cenderung menggunakan ruang sehingga akan dapat digunakan secara produktif. - Academics, psikolog dengan pelatihan di bidang ini dapat bekerja dengan mahasiswa pascasarjana atau doktoral pada program studi tertentu yang melibatkan psikologi teknik. Namun, beberapa psikolog teknik dapat bekerja dengan mahasiswa sarjana dan mengajar mata kuliah di bidang psikologi yang lebih utama, seperti psikologi fisiologis, psikologi perkembangan, dan psikologi abnormal. - Government agencies, bidang pekerjaan ini meliputi departemen Perhubungan dan NASA. Seorang psikolog yang dipekerjakan di bidang ini kemungkinan besar akan berkontribusi pada desain sistem, dial, dan tata letak kokpit pesawat ruang angkasa. Dalam peran transportasi, psikolog teknik akan membantu mengembangkan rencana lalu lintas yang meningkatkan arus lalu lintas dan mengurangi tekanan pada sistem lalu lintas dan pengemudi yang menggunakannya. Psikologi teknik ini untuk membantu menyatukan pengetahuan dan pemahaman tentang sifat, kekuatan, dan kelemahan manusia dengan pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip teknik desain peralatan dan arsitektur. Untuk bekerja di bidang psikologi teknik, seseorang itu harus menyelesaikan program magister psikologi, tetapi lebih baik lagi apabila telah menyelesaikan program doktornya. Hal ini dikarenakan dalam bidang psikolog teknik ini tidak hanya bekerja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan faktor manusia, tetapi mereka juga harus mampu menyelesaikan masalah di sisi teknik juga. Sebelum menentukan pekerjaan yang ingin dilakukan maka perlu melakukan psikotes, hal ini dikarenakan dengan melakukan psikotes dapat membantu untuk menentukan kemampuan yang dimiliki sehingga tidak akan terjadi kesalahan dalam bidang pekerjaan yang nantinya akan dilakukan. **Referensi** Andewi, F. (2021). Engineering psychology (Psikologi Kerekayasaan). Diambil dari https://www.academia.edu/47769062/Engineering_Psychology_Psikologi_Kerekayasaan#:~:text=Menurut%20Chapanis%20Engineering%20Psychology%20lebih,peralatan%2C%20pekerjaan%20dan%20lingkungan%20kerja. Psychology School Guide. Engineering psychology degree programs and graduate schools online. Diambil dari https://www.psychologyschoolguide.net/engineering-psychology/

Selengkapnya
Mengenal Biopsikologi
  • OCT 17, 2023

Mengenal Biopsikologi

Biopsikologi adalah istilah yang dikembangkan oleh para ilmuwan yang berhubungan dengan studi tentang hubungan biologi dan perilaku manusia. Seorang konselor yang memahami psikologi dapat memahami persoalan atau kelebihan individu dengan lebih komprehensif. Memahami unsur-unsur yang dibutuhkan dengan tepat untuk mewujudkan keseimbangan biologis individu dapat meningkatkan individu berfungsi secara optimal dan membuat individu lebih arif terhadap permasalahan yang dihadapinya. Masalah sistem biologis individu yang kurang sempurna dapat menjadi penyebab, seperti organ-organ tubuhnya mengalami kekurangan zat besi. Pemahaman terhadap konsep biopsikologi akan dapat membuat individu lebih melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang. Ia perlu mendalami apakah orang tersebut kekurangan unsur atau mineral-mineral tertentu. **Sejarah Perkembangan Biopsikologi** ? Hingga abad ke-20 , biopsikologi masih belum berkembang menjadi salah satu disiplin neurosains ? Penerbitan The Organization of Behavior pada th.1949 oleh D.O.Hebb memainkan peran kunci bagi kemunculan biopsikologi ? Dalam bukunya Hebb mengembangkan teori komprehensif pertama ttg bagaimana fenomena kompleks (persepsi, emosi, pikiran dan ingatan), mungkin di produksi oleh aktivitas otak **Divisi Utama Dalam Biopsikologi** 1. _Physiological psychology_ (psikologi fisiologis/ psikologi faal), Divisi biopsikologi yang mengkaji mekanisme neural perilaku melalui manipulasi otak secara langsung dalam eksperimen yang terkontrol. Metode bedah dan metode elektrik untuk memanipulasi otak merupakan metode yang paling lazim digunakan dalam divide ini. Subjek yang biasa digunakan dalam penelitian di divide ini hampir selalu menggunakan binatang laboratorium. Kontribusi yang diberikan oleh penelitian di dalam divisi ini lebih kepada pengembangan teori yang sebelumnya sudah ada 2. _Psychopharmacology_ (psikofarmakologi), Difokuskan pada manipulasi aktivitas neural dan perilaku dengan obat-obatan. Tujuan dari eksperimen psikofarmakologis adalah untuk mengembangkan obat-obat terapiutik atau untuk mengurangi penyalahgunaan obat. Efek obat-obatan tersebut lalu akan diikaji pada berbagai spesies laboratorium. 3. _Neuropsychology_ (neuropsikologi), Kajian tentang efek-efek psikologis dari kerusakan otak pada manusia. Neuropsikologis seringkali menangani studi-studi kasus dan studi-studi kuasi-eksperimental terhadap pasien-pasien dengan kerusakan otak akibat penyakit, kecelakaan, atau bedah saraf. Bagian penting otak yang menjadi fokus neuropsikologi adalah cerebral cortex karena paling mudah rusak karena kecelakaan atau pembedahan. 4. _Psychophysiology_ (psikofisiologi), Divisi biopsikologi yang mengkaji hubungan antara aktivitas fisiologis dan proses-proses psikologis pada subjek manusia. Aktivitas fisiologis direkam dari permukaan tubuh misal penggunaan EEG untuk merekam aktivitas otak. Ukuran-ukuran psikofisiologis lain yang biasa digunakan adalah ketegangan otot, gerakan mata, dan beberapa indikator aktivitas sistem saraf otonom (misal detak jantung, tekanan darah dll). Kebanyakan penelitian psikofisiologis difokuskan pada pemahaman tentang fisiologis proses2 psikologis seperti atensi, emosi 5. _Cognitive neuroscience_ (Neurosains kognitif), merupakan cabang termuda dari psikologi biologis. Periksa dasar saraf kognisi dalam proses intelektual yang lebih tinggi seperti pemikiran, ingatan, perhatian, dan proses persepsi yang kompleks. Pendekatan utama dalam ilmu saraf kognitif adalah pencitraan otak fungsional (merekam gambar aktivitas otak manusia secara langsung) sementara subjek terlibat dalam aktivitas kognitif tertentu. 6. _Comparative psychology_ (psikologi komparatif), Psikolog komparatif membandingkan perilaku berbagai spesies untuk memahami evolusi, hereditas, dan adaptasi perilaku. Beberapa peneliti melakukan penelitian perilaku di laboratorium, sementara yang lain terlibat dalam studi etologi yang mempelajari bagaimana perilaku hewan di lingkungan alam. Biopsikologi ini dapat membantu individu dalam memahami diri dan tubuhnya sendiri. Menjaga pola makan yang sehat juga terkadang berpengaruh kepada perilaku yang dimiliki oleh masing-masing individu. Adapun cara lain untuk dapat mengetahui potensi dan kepribadian seseorang dari genetis atau biologis yang dimiliki individu tersebut dengan melalui tes sidik jari atau analisa sidik jari pada lembaga-lembaga yang menyediakan jasa analisa tersebut. **Referensi:** Diponegoro, A. M. (2012). Peran Biopsikologi Untuk Bimbingan Konseling. Psicopedagogia. Pinel, J. P. (2009). Biopsikologi : Edisi Ketujuh. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Selengkapnya
Psikologi Kognitif : Pengertian Dan Manfaat
  • OCT 17, 2023

Psikologi Kognitif : Pengertian Dan Manfaat

**Apa Itu Psikologi Kognitif ?** Psikologi kognitif adalah cabang ilmu dari psikologi yang dikembangkan untuk mempelajari proses mental seperti perhatian, penggunaan bahasa, daya ingat, persepsi, pemecahan masalah, kreativitas, dan pola pikir. Dari ilmu psikologi kognitif ini telah terbagi ilmunya menjadi psikologi Pendidikan, sosial, kepribadian, abnormal, pengembangan, dan ilmu ekonomi. **Apa Tujuan Dari Psikologi Kognitif ?** Tujuan utamanya untuk mempelajari bagaimana manusia memperoleh dan memanfaatkan pengetahuan dan informasi baik secara mental seperti prosesor komputer. Anggapan utama dibalik teori psikologi kognitif adalah solusi untuk berbagai macam masalah seperti pengambilan keputusan. **Apa Manfaat Dari Psikologi Kognitif ?** Manfaatnya salah satunya daya ingat, karena dalam tingkat berpikir dibutuhkannya kefokusan pada seseorang dalam mencapai tujuan yang diinginkan . Semakin baik daya ingat dan juga cara mengolah fokus maka seseorang itu dapat mengembangkan atau menunjukkan bagaimana sesuatu orang dalam mendapatkan atau menggali informasi baik disimpan atau disampaikan pada orang lain. **Apa Fungsi Dari Psikologi Kognitif?** - Untuk pembelajari psikologi baik secara mental dan daya ingat pada individu - Membantu mengembangakan ilmu psikologi baik secara psikologi sosial, Pendidikan, pengembangan - Menentukan dan meningkatkan perilaku pada seseorang dan cara bekerja secara pikiran **Perlukah Diterapkan Dalam Kehidupan Sehari-hari ?** Iya, sangat diperlukan karena manusia dibutuhkan berpikir baik dalam pendidikan atau berkegiatan sehari-hari. Dibutuhkannya pemahaman dari informasi yang didapatkan sehingga individu dibutuhkannya pengetahuan atau pembelajaran yang pantas pengetahuan yang melibatkan persepsi, bahasa, daya ingat, dan proses mental yang baik. **Mengapa Dibutuhkanya Mental Yang Baik?** Karena dalam pemahaman dan pembelajaran dibutuhkan kondisi fisik dan mental yang baik agar saat menerima materi pembelajaran dapat paham dengan mudah, tetapi untuk teman- teman yang mempunyai kondisi mental yang mempunyai gangguan dapat dilakukan secara khusus pada sekolah luar biasa, atau ditangani dengan psikiater atau psikolog kepercayaan kamu dan keluarga. Dengan adanya kondisi mental yang baik dibutuhkannya psikotes berupa tes minat dan bakat, serta tes IQ karena agar dapat membimbing anak untuk mengetahui kemampuan nya sesuai minat dan bakatnya. Tes minat dan bakat atau tes IQ dapat dilakukan dengan psikolog atau mengunjungi biro psikologi terdekat dengan begitu dapat diarahkan dan dijelaskan secara detail tentang apa hasil yang akan diadakan dan bagaimana sebaiknya agar dapat membantu kalian. Dalam mengetahui minat dan bakat pada anak dibutuhkannya peranan penting orang tua karena kontribusi dari orang tua dapat membangkitkan motivasi bagi anak. Rangsangan dari dukungan dari orang tua juga membentuk cabang-canagn diotak positif . dalam mencari dan mengetahui minat dan bakat pada anak memberikan pengetahuan dan pengalaman yang baru bagi si anak karena dapat mengembangkan cara belajar dan hobbynya. Dengan adanya kebiasaan positif seperti memberikan kebebasan melakukan apa saja dengan kontrol orang tua untuk menyalurkan minat dan bakatnya seperti melakukan ekskul di sekolah atau melakukan perlombaan di sekolah dengan adanya presentasi dapat memicu anak dalam mencapai tujuannya. Munculnya potensi (kemampuan) anak memang bergantung pada rangsangan yang diberikan orangtua dan lingkungan yang mendukung. Karena itu, wajib bagi orangtua dan guru untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi anak sejak dini. Makin dini anak menerima stimulasi akan makin baik. Bakat memungkinkan seseorang mencapai prestasi tertentu dalam bidang tertentu. Akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar dapat tersebut dapat terwujud. **Referensi** Wikipedia. 2022. Psikologi Kognitif. https://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kognitif Kompasiana. 2013. Apa dan mengapa penting belajar psikologi kognitif. https://www.kompasiana.com/imama/5529abc36ea834a14e552cfd/apa-dan-mengapa-penting-belajar-psikologi-kognitif

Selengkapnya
Psikologi komparatif
Psikologi Komparatif itu apa sih ?
  • OCT 16, 2023

Psikologi komparatif Psikologi Komparatif itu apa sih ?

Psikologi komparatif ialah cabang psikologi yang mempelajari perilaku hewan. Penelitian modern tentang perilaku hewan berawal dari karya Charles Darwin dan Georges Romanes, dan bidang tersebut telah berkembang menjadi subjek multidisiplin. Saat ini, ahli biologi, psikolog , antropolog, ahli ekologi, ahli genetika, dan banyak lainnya berkontribusi pada studi tentang perilaku hewan. Psikologi komparatif sering menggunakan metode komparatif untuk mempelajari perilaku hewan. Metode komparatif melibatkan cara dengan membandingkan kesamaan dan perbedaan di antara spesies untuk mendapatkan pemahaman tentang hubungan evolusi. Metode komparatif juga dapat digunakan untuk membandingkan spesies hewan modern dengan spesies purba. **Mengapa Terdapat Studi Yang Mempelajari Perilaku Hewan ?** Untuk mendapatkan pengetahuan tentang proses evolusi. Society for Behavioral Neuroscience and Comparative Psychology , yang merupakan divisi dari American Psychological Association, mengungkapkan bahwa melihat kesamaan dan perbedaan antara perilaku manusia dan hewan juga dapat berguna untuk mendapatkan wawasan tentang proses perkembangan dan evolusi. Dalam mempelajari apa yang hewan lakukan dan membandingkan spesies yang berbeda dapat memberikan informasi yang berguna tentang perilaku manusia. Berdasarkan teori belajar dan behavioris. Studi pengkondisian Ivan Pavlov dengan anjing menunjukkan bahwa hewan dapat dilatih untuk mengeluarkan air liur saat mendengar suara lonceng. Studi ini kemudian diambil dan diterapkan pada situasi pelatihan dengan manusia juga. Penelitian BF Skinner dengan tikus dan merpati menghasilkan wawasan berharga ke dalam proses pengkondisian operan yang kemudian dapat diterapkan pada situasi dengan manusia. Psikologi komparatif juga terkenal digunakan untuk mempelajari proses perkembangan. Dalam percobaan pencetakan Konrad Lorenz yang terkenal, ia menemukan bahwa angsa dan bebek memiliki periode perkembangan kritis di mana mereka harus melekat pada sosok orang tua, sebuah proses yang dikenal sebagai imprinting atau mencetak. ? Lorenz bahkan menemukan bahwa dia bisa membuat burung-burung itu mencetak pada dirinya sendiri . Jika hewan itu melewatkan saat-saat tersebut, mereka, hewan-hewan tersebut tidak akan mengembangkan attachment atau kasih sayang kemelekatan di kemudian hari. Pada tahun 1950-an, psikolog Harry Harlow melakukan serangkaian eksperimen tentang kekurangan ibu dengan perampasan ibu monyet. Bayi monyet dipisahkan dari induknya. Dalam beberapa variasi eksperimen, monyet-monyet muda akan diasuh dengan "ibu" kawat dan Seorang ibu yang diselimuti kain. bayi monyet pergi ke ibu kawat hanya untuk makanan tetapi lebih suka menghabiskan waktu mereka dengan ibu kain yang lembut dan nyaman ketika mereka tidak makan.???? Harlow menyimpulkan bahwa kasih sayang adalah kekuatan utama di balik kebutuhan untuk kedekatan dan bayi monyet akan mencari kenyamanan dari ibu kain dibandingkan makanan dari ibu kawat. Hasil percobaan Harlow menunjukkan bahwa perampasan ibu dini ini menyebabkan kerusakan emosional yang serius dan tidak dapat diubah. Monyet-monyet yang kekurangan menjadi tidak dapat berinteraksi secara sosial, tidak dapat membentuk keterikatan, dan sangat terganggu secara emosional. Karya Harlow telah digunakan untuk menunjukkan bahwa anak manusia juga memiliki jendela kritis untuk membentuk keterikatan. Ketika keterikatan ? ini tidak terbentuk selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak, psikolog menduga, kerusakan emosional jangka panjang dapat terjadi. Psikolog komparatif terkadang fokus pada perilaku individu dari spesies hewan tertentu, seperti primata, untuk mempelajari lebih lanjut tentang topik seperti perawatan pribadi, bermain, bersarang, menimbun, makan, dan perilaku bergerak. Topik lain yang mungkin dipelajari oleh psikolog komparatif meliputi perilaku reproduksi, pencetakan, perilaku sosial, pembelajaran, kesadaran, komunikasi, naluri, dan motivasi. Studi tentang perilaku hewan dapat mengarah pada pemahaman yang lebih dalam dan lebih luas tentang psikologi manusia. Penelitian tentang perilaku hewan telah menghasilkan banyak penemuan tentang perilaku manusia, seperti penelitian Ivan Pavlov tentang pengkondisian klasik atau karya Harry Harlow dengan monyet rhesus. Mahasiswa ilmu biologi dan ilmu sosial dapat mengambil manfaat dari mempelajari psikologi komparatif. **Referensi** Thpanorama.Com (2022). Apa Itu Psikologi Komparatif ? Id.Yestherapyhelps.Com (2022). Psikologi Komparatif: Bagian Hewan Psikologi

Selengkapnya
Mengenal Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
  • OCT 16, 2023

Mengenal Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Terapi kognitif perilaku atau CBT (cognitive behavioral therapy) adalah istilah yang lebih umum dari terapi kognitif dan merupakan salah satu bentuk dari psikoterapi. Terapi kognitif bertujuan untuk melatih cara berpikir (fungsi) kognitif dan cara bertindak (perilaku) seseorang. Ini sebabnya terapi kognitif lebih dikenal dengan terapi kognitif perilaku. Cognitive Behavioral Therapy dapat digunakan untuk individu yang memiliki masalah yang terkait dengan psikologis, antara lain : - Gangguan pola makan - Gangguan tidur - Fobia - Gangguan Panik - Bipolar - Skizofrenia - Gangguan seksual obsessive-compulsive disorder (OCD) Cognitive behavioral therapy bermanfaat untuk mengubah cara berpikir seseorang untuk merasakan atau bertindak dalam suatu kondisi tertentu. Melalui terapi ini seseorang dapat dibantu dalam hal : - Mengidentifikasi pikiran dan emosi negatif - Mencegah terjadinya kecanduan yang berulang - Memanajemen amarah - Gangguan tidur Selain itu CBT terbukti efektif dalam membantu seseorang yang mengalami depresi, panik atau cemas, adiksi, gangguan mood, dan gangguan perilaku, emosi, serta kesehatan mental lainnya. **Cara Kerja Terapi Kognitif Perilaku** Konsep dari terapi kognitif perilaku adalah bahwa pikiran, perasaan, sensasi fisik, dan tindakan saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Pikiran dan perasaan negatif dapat membuat individu terjebak dalam “lingkaran setan” permasalahan yang akan terasa semakin berat. Terapi kognitif ini dapat dilakukan pada saat klien sudah mengetahui permasalahan melalui konseling yang ia lakukan dengan terapis. Hal ini kemudian dapat mengubah cara seseorang dalam berpikir, berperilaku, dan dapat menyebabkan keluhan fisik. Terapi kognitif perilaku ini dapat membantu seseorang dalam mengolah pikiran dan perasaan negatif yang dimilikinya. Berikut adalah cara kerja yang diterapkan dalam menjalani terapi, yaitu : 1. Mengidentifikasi masalah Langkah pertama yang sangat penting dalam terapi perilaku kognitif ialah menyadari dan menerima bahwa individu tersebut memiliki masalah. Terapis akan membantu individu untuk mengidentifikasi masalah dan mencari akar permasalahan tersebut. Masalah dalam kehidupan seseorang bisa disebabkan oleh masalah lain yang bahkan tidak disadari oleh dirinya sendiri. Terapis juga akan membantu klien dalam mencari penyebab paling dasar dari perasaan negatif atau pola destruktif yang terjadi. 2. Fokus pada pencarian solusi Terapi kognitif perilaku membantu seseorang dalam memecahkan masalah yang besar menjadi masalah-masalah kecil yang dapat dihadapi satu per satu dan perlahan-lahan, sehingga akan terasa lebih mudah. 3. Mencari cara praktis yang bisa memperbaiki cara pikir yang dilakukan sehari-hari Setelah membantu menyederhanakan masalah atau kendala yang ada, terapis akan mulai menggiring klien untuk dapat belajar melihat kaitan antara satu masalah dengan masalah lainnya, serta efek dari masing-masing masalah tersebut pada diri klien. Hal ini dilakukan agar dapat mengubah cara klien dalam memandang dan menanggapi sebuah masalah. Walaupun terlihat cukup sederhana, hal ini dapat berpengaruh cukup signifikan terhadap kemampuan klien dalam menyelesaikan masalah dan membuat klien untuk memiliki sifat yang lebih positif. Klien juga akan dibantu untuk fokus pada masalah yang ada sekarang, bukan yang ada di masa lalu ataupun yang mungkin ada di masa depan. 4. Mendorong seseorang dalam melatih dan mempraktikkan kebiasaan positif Pada saat klien sudah memiliki kemampuan untuk menyadari, menerima, menyederhanakan, dan memahami masalahnya secara menyeluruh, klien akan diarahkan untuk tahap selanjutnya adalah menghilangkan cara lama yang destruktif dalam merespons masalah tersebut. Terapis akan membantu klien dalam mempelajari dan mempraktikkan langkah dalam merespons suatu masalah dengan positif yang tidak membebani diri klien. Selama menjalani terapi, Klien dianjurkan untuk dapat bersikap terbuka dan jujur, terutama ketika melakukan konsultasi pertama, agar terapis dapat menemukan pendekatan dan terapi yang sesuai dengan kondisi yang dimiliki oleh klien. Apabila klien memiliki masalah yang terasa besar dan mengganggu kehidupan, serta merasa kesulitan untuk menghadapinya, terapi kognitif perilaku bisa jadi hal yang tepat untuk dilakukan. **Referensi:** Halodoc (2020). CBT Bisa Mengobati Gangguan Kecemasan Umum, Ini Cara Kerjanya https://www.halodoc.com/artikel/cbt-bisa-mengobati-gangguan-kecemasan-umum-ini-cara-kerjanya Alodokter (2022). Terapi Kognitif Perilaku untuk Menangani Berbagai Masalah Psikologis https://www.alodokter.com/terapi-kognitif-perilaku-untuk-menangani-berbagai-masalah

Selengkapnya
Hipnoterapi
  • OCT 13, 2023

Hipnoterapi

Hipnoterapi merupakan salah satu bagian dari ilmu psikologi yang menggunakan manfaat sugesti untuk menyelesaikan permasalah perasaan, pikiran, dan sikap. Hipnoterapi mudah diterapkan dan ekonomis sebagai intervensi untuk menurunkan stres. Selain efektif untuk mengatasi stres, hipnoterapi juga dapat mengatasi berbagai masalah seperti nyeri, depresi, dan kecemasan. Jadi sebelum melakukan hipnoterapi itu harus dilakukan psikotes, dimana ini sebenarnya untuk menentukan permasalahan apa yang ingin diselesaikan dengan melakukan hipnoterapi tersebut. **Tahapan Hipnoterapi** Dalam hipnoterapi terdapat beberapa tahap, diantaranya sebagai berikut: 1. Preinduction interview, ini adalah hal penting dan terapis perlu memerlukan waktu panjang di tahap ini, pada tahap ini melakukan hal sebagai berikut: - Membangun dan menjaga relasi - Mengatasi dan menghilangkan rasa takut - Membangun ekspektasi - Menggali dan mengumpulkan informasi 2. Induction, ini adalah untuk mengetahui akar masalah dan untuk menentukan prosedur terapi yang tepat, yang akan dilakukan dengan cara sebagai berikut: - Memejamkan mata - Relaksasi tubuh - Fraksinasi - Menjatuhkan tangan - Amnesia - Sugesti posthipnot - Akhir induksi 3. Deepening, ini merupakan tahap tentang teknik hipnoterapi. 4. Depth level test, ini merupakan tempat yang digunakan untuk mengetahui kedalaman sugesti alam bawah sadar yang dilakukan oleh klien. 5. Termination, ini merupakan proses perpindahan kembali pikiran bawah sadar ke pikiran sadarnya. 6. Post hypnotic behavior, ini untuk melihat perilaku baru yang didapatkan klien setelah terbangun dari hipnoterapi. **Teknik Hipnoterapi** Terdapat beberapa teknik dalam melakukan hipnoterapi, diantaranya sebagai berikut: - Ideomotor Response - Hypnotic Regression - Systematic Desensitization - Implosive Desensitizition - Desensitization by Object Projection - The Informed Child Technique - Gestalt Therapy - Rewriting History (Reframing) - Open Screen Imagery - Positive Programmed Imagery - Verbalizing - Direct Suggestion - Indirect Guided Imagery (Ericksonian Metaphors) - Inner Guide - Parts Therapy - Dream Therapy **Manfaat Hipnoterapi** Beberapa manfaat hipnoterapi dalam kehidupan manusia antara lain sebagai berikut: - Manfaat hipnoterapi untuk kehidupan seseorang dalam suatu bidang pendidikan - Manfaat hipnoterapi untuk kehidupan seseorang dalam suatu bidang psikologi - Manfaat hipnoterapi untuk kehidupan seseorang dalam suatu bidang kecantikan - Manfaat hipnoterapi untuk kehidupan seseorang dalam suatu bidang kesehatan - Manfaat hipnoterapi untuk kehidupan seseorang dalam suatu bidang peningkatan kualitas diri Metode hipnoterapi ini bekerja di alam bawah sadar untuk memberikan sugesti yang baik dan membuat seseorang menjadi berdamai dengan hal-hal yang menjadi akar permasalahan tersebut. Tujuannya itu bukan untuk melupakan masalah yang terjadi, akan tetapi lebih ke arah merubah pola pikir orang yang di hipnoterapi agar bisa berpikir positif. **Sumber Referensi** Cahyadi, A. (2017). Metode hipnoterapi dalam merubah perilaku. Jurnal Ilmiah Syi’ar. 17(2), 73-82. Diambil dari https://www.researchgate.net/publication/335903274_METODE_HIPNOTERAPI_DALAM_MERUBAH_PERILAKU

Selengkapnya
Kenapa Kita Harus Terapi Interpersonal ?
  • OCT 13, 2023

Kenapa Kita Harus Terapi Interpersonal ?

Salah satu gangguan kepribadian yaitu yang terkait pola pikir dan perilaku yang tidak normal. Seseorang yang mengidap gangguan ini sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dirinya sering mengalami masalah dengan lingkungan di sekitarnya. Maka, penanganan dari penyakit mental ini perlu segera dilakukan agar tidak bertambah parah. Banyak cara yang dapat ilakukan untuk mengobati gangguan kepribadian dengan terapi. Salah satu enis terapi yang erbilang efektif untuk mengatasi masalah ini yaitu terapi interpersonal.  Terapi interpersonal adalah salah satu metode yang diterapkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental seseorang. Hal ini dilakukan dengan menyelesaikan masalah interpersonal, memperbaiki fungsi sosial, dan gejala kejiwaan. Dengan ini, diharapkan dapat mengobati gangguan kepribadian yang kerap mengganggu seseorang dengan lingkungan di sekitarnya. Terapi ini berfokus pada cara seseorang untuk berinteraksi dengan keluarga dan teman. Dilakukan secara personal bertatap muka dengan terapis agar dapat dengan mudah mengatasi depresi yang terjadi. Gagasannya adalah cara seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain yang dapat mempengaruhi suasana hati dan perasaannya. Selain itu, dapat meningkatkan keterampilan komunikasi menjadi lebih baik. Selain itu, terapi interpersonal ini juga memiliki metode yang mengarahkan pasiennya untuk menganalisis interaksi dengan keluarga dan juga teman. Karena hubungan atau komunikasi dengan orang lain dapat mempengaruhi emosional dan psikologis seseorang juga. Penggunaan terapi interpersonal  ini tidak hanya berfokus pada kehidupan sosial saja. Masalah yang dapat ditangani dengan Terapi Psikologis ini yaitu : 1. Mengatasi Penurunan Interpersonal, Penurunan interpersonal dapat terjadi karena adanya hubungan sosial yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasien. Kerusakan interaksi sosial juga menyebabkan beban berlebih pada mental orang tersebut sehingga mengalami penurunan interpersonal bergabung dengan kehidupan sosialnya. Contohnya, seperti adanya hubungan yang tidak akur antar kerabat/ saudara dalam satu keluarga. 2. Mengatasi Konflik antar Pribadi, Terapi interpersonal dapat digunakan untuk mengatasi gangguan mental seseorang seperti depresi yang disebabkan oleh konflik antar pribadinya. Contohnya, ketika adanya perseteruan atau konflik antara diri kita dengan keluarga atau teman. 3. Menstabilkan Pergantian Peran, Mengalami pergantian peran seseorang seperti perpindahan jabatan kerja, pindah lingkungan tempat tinggal, ataupun kejadian lain yang memerlukan adaptasi penuh dari diri bisa menyebabkan tekanan berlebih pada kondisi psikologis. Terapi interpersonal bisa menjadi alternatif dalam menyelesaikan masalah tersebut. 4. Mengobati Duka dan Sedih Mendalam, Terkadang ada kejadian tertentu yang dapat menyebabkan seseorang mengalami sedih berlarut ataupun perasaan duka yang tidak kunjung menghilang. Tentu hal tersebut akan merusak kehidupan orang yang mengalaminya. Untuk itu, perlu dilakukan konsultasi segera dengan psikiater atau psikolog agar bisa menangani hal tersebut. Ada beberapa teknik dan metode yang digunakan dari terapi interpersonal yang akan diberikan untuk seseorang yang mengalaminya, yaitu: 1. Ekspresi Emosional, Pada metode ini seseorang akan diberikan arahan secara langsung tentang cara menunjukkan atau mengekspresikan perasaan yang ada di dalam hatinya. 2. Identifikasi Emosi, Identifikasi emosi yang dilakukan dengan cara mengajak pasien untuk melihat perspektif emosinya dengan tidak secara memihak. 3. Menggali Pengalaman Masa Lalu, Untuk mengenali pola permasalahan yang terbentuk, masa lalu juga perlu disinggung oleh terapis. Karena, pengalaman masa lalu diyakini punya dampak besar pada masalah yang terjadi pada pasien. Proses terapi interpersonal pada dasarnya dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan depresi seseorang yang biasanya berlangsung selama 1 jam tiap sesinya, dengan frekuensi mingguan antara 12-16 minggu. Sesi pertama yaitu, menekankan pada penilaian tingkat depresi, arahan untuk mencapai tujuan, keberlangsungan proses terapi, serta identifikasi masalah yang dialami oleh klien. Delapan sesi berikutnya yaitu akan difokuskan pada penanganan masalah yang kemudian oleh terapis diberlakukan sejumlah pendekatan meliputi klasifikasi, bermain peran, mendengarkan secara suportif, analisis komunikasi, serta dorongan pengaruh lain. Aspek penting dari pelaksanaan terapi interpersonal yaitu menekankan terapi penghentian. Dalam empat minggu terakhir terapi interpersonal, sesi cenderung berubah menjadi terminasi. Waktu ini dapat dikatakan ideal untuk mengasah dan menerapkan keterampilan yang telah diarahkan terapis untuk memastikan bahwa klien mampu mengatasi masalahnya secara efektif. Meskipun demikian, kita perlu ingat bahwa terapi interpersonal tidak selalu efektif untuk semua orang. Sebagian besar penelitian yang membahas mengenai terapi interpersonal ini menemukan masih sedikit batasan yang tervalidasi. Terapi interpersonal juga bisa dipilih sebagai alternatif yang menarik bagi sebagian orang karena menawarkan model terapi jangka pendek. Dengan kata lain, terapi interpersonal ini sudah memiliki reputasi baik untuk banyak masalah kesehatan mental, terutama depresi untuk seseorang. Terapi interpersonal juga dapat diketahui melalui psikotest kepribadian dengan melakukan psikotest ini kita dapat mengetahui ada tidaknya gangguan mental pada seseorang. Orang yang memiliki gangguan mental tertentu bisa mendapatkan penanganan yang tepat melalui hasil pemeriksaan kepribadian yang dilakukan. Psikotes kepribadian juga sangat membantu untuk melihat efektivitas suatu terapi, mengetahui diri sendiri dengan lebih baik, terutama pada aspek kelemahan dan kekuatan. Oleh karenanya, pemeriksaan psikotest tidak harus melulu sebagai media penyedia informasi untuk orang lain. **Referensi :** Halodoc.com (2020). Terapi Interpersonal : Pengertian Ashefagriyapusaka.co.id (2022). Terapi Interpersonal : Manfaat Idntimes.com (2021). Terapi Interpersonal : Gejala, Proses Terapi, Jenis Teknik Terapi.

Selengkapnya
Kenapa Konseling Pernikahan Dan Keluarga Dibutuhkan?
  • OCT 12, 2023

Kenapa Konseling Pernikahan Dan Keluarga Dibutuhkan?

Konseling pada pernikahan dan keluarga merupakan pembicaraan yang dilakukan dengan profesional yang memiliki tujuan untuk memecahkan masalah yang ada dan tercapainya kebahagiaan didalam kehidupan pernikahan dan keluarga tersebut. Masalah tersebut bersumber dari gangguan yang berdampak pada kehidupan pernikahan dan keluarga. Pada kondisi ini dibutuhkan seorang profesional merupakan tenaga ahli yang sudah terlatih secara profesional pada bidang psikologi dan konseling pernikahan. Masalah yang sering terjadi dalam pernikahan biasanya meliputi komunikasi antar pasangan, hubungan mertua dan menantu, masalah keuangan, keturunan dan masalah antara orang tua dan anak. Masalah pernikahan ini timbul dalam masalah keluarga sehingga sebagian orang menyebutnya sebagai konseling keluarga, namun sebagian ahli menggabungkannya dengan konseling pernikahan dan keluarga. Pada saat melakukan konseling pernikahan dan keluarga, klien dapat memilih konselor yang menurutnya ahli, berkompeten dan dapat diajak bekerja sama dalam membantu memecahkan masalahnya. Selama proses berlangsung, klien dapat menceritakan apa yang menjadi keresahan dirinya, menyatakan kritikan ataupun keberatan terhadap sudut pandang konselor. Ruang Lingkup Konseling Pernikahan Dan Konseling Keluarga - Konseling keluarga Menjadikan permasalahan yang terdapat pada anak dan anggota keluarga sebagai wadah untuk memperbaiki sistem keluarga yang kembali menjadi harmonis dan fungsional - Konseling Pernikahan Memiliki tujuan untuk terjalinnya komunikasi suami istri yang harmonis dengan mencari solusi pada masalah yang terjadi Perbedaan Konseling Pernikahan dan Keluarga dengan Konseling Individual Terdapat enam sudut pandang yang membedakan antara konseling pernikahan dan keluarga - Fokus perhatian Fokus konseling pasangan ialah masalah yang terjadi antara suami dan istri dan pada konseling keluarga merupakan permasalahan atau kesulitan yang terjadi antara individu dengan anggota keluarganya dan fokus perhatian konseling individu ialah permasalahan yang terdapat didalam diri yang dialami seseorang - Klien yang menjadi sasaran Pada sasaran pasangan terdapat pada suami-istri, calon suami-calon istri. Pada konseling keluarga ialah anggota keluarga itu tersebut yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan anggota keluarga lainnya dan untuk konseling individu menetapkan individu tersebut yang menjadi sasaran - Sistem perawatan Pada konseling pernikahan, perawatan kesehatan mental lebih diutamakan antara pasangan itu sendiri dan untuk keluarga, melibatkan seluruh anggota keluarga untuk dapat merawat kesehatan mental. Perawatan yang dilakukan oleh konseling individu ialah pengembangan kesehatan mental pada individu itu sendiri - Letak dan kekuatan Kekuatan yang terdapat pada konseling pasangan dan keluarga ialah kekuatan yang terdapat dari eksternal. Pada konseling individu, peristiwa internal yang menjadi faktor yang mempengaruhi - Bentuk simptom Pada konseling pernikahan dan keluarga konflik antar pribadi menjadi suatu bentuk simtom, sedangkan pada konseling individual simtom terdapat dari hasil konflik seperti ego - Perubahan terhadap proses penyembuhan Perubahan yang terjadi diharapkan dapat memperbaiki keseimbangan dalam keluarga. Perubahan pada konseling individu berupa bertambahnya pemahaman terhadap kegagalan dan meringankan gangguan yang terjadi. Tujuan Konseling Pernikahan Dan Konseling Keluarga - Membantu pasangan dan anggota keluarga untuk saling memahami - Membantu pasangan dan anggota keluarga untuk saling menerima jika terjadi suatu kesalahan, perbedaan persepsi dan harapan satu sama lain - Saling menguatkan dalam tumbuh dan berkembang sehingga menjadi selaras - Saling memberikan penghargaan satu sama lain Konseling atau Terapi Psikologi (Psikoterapi) dibutuhkan bagi individu, pasangan maupun keluarga yang merasa membutuhkan bantuan dalam memecahkan permasalahan dan keresahan yang ada. **Referensi :** Sunary. K., Alimudin. M., 2016. Konseling Pernikahan dan Keluarga. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar Dariyo. A. 2005. Memahami Bimbingan, Konseling dan Terapi Perkawinan Untuk Pemecahan Masalah Perkawinan. Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2

Selengkapnya
Mengenal Apa Yang Di Maksud Terapi Seni
  • OCT 12, 2023

Mengenal Apa Yang Di Maksud Terapi Seni

Terapi seni atau art therapy sebuah teknik yang didasari gagasan bahwa ekspresi kreatif mampu mendorong penyembuhan serta kesejahteraan mental. Sebuah studi dari jurnal procedia-social and behavioural sciences menyatakan terapi seni atau art therapy mulai dipraktekkan saat sejumlah dokter melihat pasien dengan gangguan mental menggunakan lukisan dan karya seni lain untuk mengekspresikan dirinya. Terapi modalitas yang lebih dikenal dengan terapi komplementer atau terapi alternatif adalah kelompok sistem pengobatan dan perawatan kesehatan, praktek dan atau produk yang tidak tergolong dalam pengobatan konvensional yang bertujuan untuk membantu proses penyembuhan dan mengurangi keluhan yang dialami oleh klien. Terapi seni adalah bentuk dari terapi gambar, yang dapat digunakan sebagai sarana curahan ekspresi seseorang. Istilah yang disebut dalam terapi ini adalah terapi seni atau ekspresif atau terapi gambar. Terapi seni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan penyembuhan pada individu dengan menggunakan peralatan seni yang dapat diberikan pada semua usia, keluarga, dan kelompok. Metode art therapy ini bisa dilakukan oleh siapapun tanpa batasan umur karena pada umumnya seni itu tidak memandang batasan umur begitu juga dengan kesehatan mental. Jenis-jenis art therapy ini seperti terapi seni, terapi tari, terapi musik dan terapi menulis. Art therapy ini bisa digunakan untuk mengatasi sejumlah gangguan mental. Dari penelitian yang dirilis dalam jurnal The art in psychotherapy ada beberapa permasalahan yang dipercaya dapat diredakan dengan art therapy misalnya gangguan kecemasan, depresi, gangguan makan, kondisi medis, stress, masalah psikososial, penyalahgunaan zat terlarang. Sebagai salah satu contoh dari hasil penelitian terapi seni menulis (Journal of poetry therapy), Dr. James Pennebaker, peneliti dari Texas, telah melakukan penelitian yang membuktikan bahwa ketika seseorang menulis mengenai kejadian-kejadian yang sukar secara emosional atau perasaannya selama sekitar dua puluh menit tiga sampai empat kali sehari, fungsi sistem kekebalan tubuh mereka meningkat. Penelitian Dr. Pennebaker ini menunjukkan pelepasan emosi melalui menulis memiliki pengaruh langsung ke kapasitas tubuh untuk menahan stres dan melawan infeksi dan penyakit. **Manfaat Art Therapy Untuk Kesehatan Mental :** 1. Membantu menemukan jati diri, dengan membuat karya seni dinilai dapat mengenal perasaan yang tersembunyi di bawah alam sadar sehingga dapat menemukan jati dirinya 2. Kepercayaan diri yang tinggi, proses pembuatan karya tangan sendiri bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang 3. Meluapkan perasaan, dengan melakukan art therapy seseorang mampu mengekspresikan diri dan meluapkan emosi dalam sebuah seni 4. Mengatasi gangguan kesehatan mental, seperti depresi, stress, kesehatan fisik dan mental akan lebih mudah redah dengan seorang melakukan art therapy 5. Mengasah kemampuan, jenis terapi ini dapat membantu seseorang untuk mencari cara yang positif untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Jika kita merasa memiliki pertanyaan seputar kesehatan mental yang dialami, jangan ragu untuk konsultasi kepada psikolog yang ada di biro psikologi, rumah sakit ataupun di puskesmas. **Referensi :** Fatrisyah,I. (2020). Terapi Seni. Universitas Kristen Petra. Merdeka.Com. (2020). Mengenal Terapi Seni Dan Manfaatnya,Bantu Atasi Stress.

Selengkapnya
Bagaimana Parenting yang tepat untuk anak dengan Visual Perceptual Motor Deficit?
  • OCT 11, 2023

Bagaimana Parenting yang tepat untuk anak dengan Visual Perceptual Motor Deficit?

Sebagai orangtua tentu tidak ada habisnya untuk belajar terkait parenting, dan khususnya untuk orangtua muda yang baru saja memiliki anak. Hal ini tentunya menjadi hal yang penting untuk orangtua cari tahu dan pelajari. Manusia diciptakan semuanya unik dan berbeda antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu sebagai orangtua, pola asuh yang diberikan kepada anak disarankan berbeda - beda, khususnya pada anak dengan gangguan psikologis. Saat ini sudah bukan jumlah yang sedikit lagi anak yang mempunyai permasalahan secara psikologis dan tentu saja orangtua harus memberikan special treatment khususnya dalam hal parenting. Salah satu gangguan psikologis pada anak yang akan dibahas pada artikel ini adalah Visual Perceptual Motor Deficit. **Apa Yang Dimaksud Dengan Gangguan Psikologis Visual Perceptual Motor Deficit?** Visual motor deficit ialah salah satu dari sekian banyak masalah kesulitan belajar yang membuat seorang anak mengalami koordinasi tangan dan mata yang buruk. Hal yang terlihat adalah ketika anak kesulitan membaca, sulit menggunakan pensil, krayon, gunting, dan aktivitas motorik halus lainnya. Tidak hanya itu, ciri-ciri kesulitan belajar dari visual motor deficit juga bisa ditandai dengan kesulitan membedakan huruf yang terlihat sama atau menunjukkan pergerakkan mata yang tak normal saat membaca atau menyelesaikan tugas. **Apa Yang Menyebabkan Gangguan Belajar Pada Anak?** Penyebab gangguan belajar Melansir Hello Sehat, gangguan belajar biasanya disebabkan adanya gangguan terhadap perkembangan otak anak, entah ketika anak masih berada di dalam kandung, saat lahir, ataupun ketika berusia balita. Beberapa hal yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami gangguan perkembangan otak antara lain: Ibu mengalami komplikasi saat masa kehamilan. Terjadi masalah ketika persalinan, sehingga membuat oksigen tidak diterima oleh si bayi dan menyebabkan otaknya terganggu. Ketika balita, anak mengalami sakit yang keras seperti meningitis atau trauma pada bagian kepala. Lalu apa yang harus dilakukan orangtua ketika anak mengalami gangguan belajar? **Treatment Untuk Anak Dengan Gangguan Psikologis Visual Perceptual Motor Deficit?** Segera kenali gejala, jika anak didiagnosa dengan visual perceptual motor deficit, yang dapat Anda lakukan adalah segera konsultasi ke terapis. Terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan dirumah untuk memperbaiki fungsi penglihatan dan menguatkan kemampuan visual perseptual. Berikut ini strateginya: - Menggunakan buku ukuran besar - Menggunakan buku dengan bentuk yang berbeda - Perbolehkan anak untuk mendikte cerita kreatif - Menggunakan pensil grip - Perbolehkan menggunakan komputer - Sediakan alat tracking seperti penghapus dan kompas - Bermain game, seperti mazes games. Permainan ini dapat membantu mengasah motorik halus anak. Yang perlu Anda siapkan untuk permainan ini adalah gambar labirin dan pensil, lalu berikan perintah pada anak untuk menelusuri labirin dengan pensil dan mencari jalan keluar. Permainan ini memiliki tingkat kerumitan yang berbeda di setiap usia, namun kegiatan ini menyenangkan sehingga anak lebih termotivasi untuk menyelesaikannya. Selain itu permainan ini dapat menambah keakraban antara orang tua dan anak. **Referensi** https://visionplusmag.com/optometry/visual-perceptual-deficit-causes-and-interventions/ https://www.porteracademy.org/visual-perceptual-deficits/ https://media.neliti.com/media/publications/77225-cara-mengatasi-kesulitan-belajar-akibat-0d48eb00.pdf

Selengkapnya
Apakah Anak Anda Kesulitan Dalam Menuliskan Huruf Atau Kata Dengan Benar?
  • OCT 11, 2023

Apakah Anak Anda Kesulitan Dalam Menuliskan Huruf Atau Kata Dengan Benar?

Seorang anak bisa memiliki gangguan belajar, salah satunya yaitu disgrafia. Pengertian dari disgrafia adalah salah satu gangguan belajar yang ditandai dengan ketidakmampuan seseorang menuliskan huruf atau kata dengan benar. Penyandang disgrafia ini akan mengalami masalah pada sistem saraf mereka yang berpengaruh pada kemampuan motorik halusnya, tepatnya kemampuan menulis. Disgrafia juga dapat diiringi oleh disleksia (kesulitan membaca) bisa juga tidak. Seorang anak yang mengalami disgrafia namun bisa membaca, seringkali dituduh malas atau tidak mau belajar, padahal itu salah sama sekali. Pentingnya untuk diketahui bahwa faktor keturunan mempengaruhi kondisi ini, sama seperti sebagian besar gangguan belajar lain. Jika seseorang mengalami disgrafia, atau ada anggota keluarga yang mengalami hal ini, maka kemungkinan besar salah satu anak mereka juga akan mengalaminya. **Gejala Disgrafia Pada Anak** Ciri-ciri khas dari disgrafia adalah tulisan tangan yang tidak jelas dan sulit dibaca. Akan tetapi, bukan berarti semua anak yang memiliki tulisan tangan yang jelek menderita disgrafia. Selain dalam bentuk tulisan, berikut adalah tanda-tanda lain yang dapat mengindikasikan anak mengidap disgrafia, yaitu : 1. Sulit menyalin tulisan 2. Memegang alat tulis terlalu keras sehingga menimbulkan kram tangan pada anak 3. Seringnya pengejaan dan penulisan huruf besar yang salah 4. Menulis menjadi terasa sulit dan dilakukan secara lambat 5. Posisi tubuh atau tangan yang berbeda ketika menulis 6. Mencampur-campur huruf sambung dan pisah 7. Menulis sambil mengeja atau melafalkan kalimat yang akan ditulis 8. Ukuran dan spasi antara kata yang tidak sesuai atau menjadi tidak beraturan 9. Kekurangan huruf atau kata dalam kalimat 10. Kesulitan untuk membayangkan kata sebelum ditulis 11. Memperhatikan tangan sambil menulis 12. Kesulitan untuk berkonsentrasi saat menulis 13. Sering menghapus tulisan ketika menulis **Tipe – Tipe Dari Disgrafia** Setiap tipe dari disgrafia memiliki karakter yang berbeda dan perlu ditangani dengan cara yang berbeda pula, yaitu : 1. Disgrafia Disleksik, Gangguan belajar pada anak ini mempengaruhi kemampuan anak dalam menulis kata serta mengeja secara lisan maupun tulisan. Untungnya, tipe disgrafia pada anak ini tidak mempengaruhi kemampuannya dalam meniru bentuk atau menggambar. 2. Disgrafia Motorik Gangguan belajar anak dengan kondisi motor disgrafia mengalami gangguan motorik yang mempengaruhi kemampuannya dalam menggambar dan meniru bentuk, tapi masih cukup baik dalam mengeja kata-kata. 3. Disgrafia Spasial Pada tipe disgrafia pada anak yang terakhir ini berhubungan dengan ketidakmampuan dalam memahami ruang. Walau dapat mengeja dengan baik, tulisan dan gambar anak sulit untuk dibaca dan dipahami. Seorang anak jika sudah terlihat menunjukkan ciri-ciri disgrafia, maka orang tua harus segera membawanya ke profesional untuk mendapatkan terapi yang tepat untuk penanganan anak. Psikolog atau terapis okupasi dapat mendiagnosa kondisi anak setelah memberikan beberapa psikotest dalam hal ini. Kondisi yang dinilai saat melakukan tes disgrafia adalah hasil dari tulisan anak, posisi tangan dan tubuh saat menulis, cara memegang pensil, postur tubuh, dan proses menulis yang dilakukan anak. Jika seorang anak ternyata memang penyandang disgrafia, jangan terlalu bersedih hati. Disgrafia memang tidak dapat disembuhkan secara menyeluruh, tetapi orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut untuk menangani kesulitan yang dialami anak disgrafia, yaitu : 1. Rutin untuk membawanya terapi. Apalagi jika ternyata disgrafia adalah gejala yang memiliki kondisi khusus, seperti ADD, ADHD, atau disleksia. 2. Mengajak anak untuk menggunakan kertas bergaris dengan garis yang lebar agar anak terbantu saat menulis 3. Menggunakan alat bantu saat memegang pensil pada anak. Alat ini dapat dibeli di toko yang menjual perlengkapan terapi, atau di klinik tumbuh kembang. 4. Menggunakan pensil yang berukuran besar atau berbentuk segitiga agar si anak mudah memegangnya. 5. Ajarkan juga kemampuan mengetik sejak dini menggunakan komputer (bukan ponsel). 6. Jangan mengkritik anak jika dia lambat dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Ketahuilah, bahwa usaha untuk menulis dengan benar sangat membebani anak. 7. Hargailah setiap usaha anak dalam menulis, bangun lingkungan dan suasana belajar yang positif untuk mendukung tumbuh perkembangannya. 8. Ajak anak untuk melepas penat setelah menulis beberapa saat. Misalnya, dengan melakukan mengibaskan tangan, stretching, mengepalkan dan membuka telapak tangan. 9. Gunakanlah stress ball untuk meningkatkan kemampuan otot lengan anak dan meningkatkan koordinasi. 10. Segera beritahu gurunya di sekolah agar mereka dapat mendukung proses belajar anak. 11. Ajak anak untuk bermain plastisin, berenang atau memanah untuk memperkuat otot lengan dan jarinya. Apabila dalam terapi atau program yang diikuti anak terlihat tidak menunjukkan hasil, jangan merasa frustasi dan memarahi mereka, karena pada proses perkembangan anak dalam mengatasi disgrafia membutuhkan waktu yang cukup lama. Terimalah anak apa adanya dan terus untuk semangati mereka untuk terus berusaha menghadapi gangguan belajar disgrafia yang dimilikinya. **Referensi :** Sehatq.com (2022) Disgrafia : Gejala dan definisi Doktersehat.com (2022) Disgrafia : cara mengatasi Orami.co.id (2019). Disgrafia : Tipe-tipe

Selengkapnya
Apa Itu Diskalkulia?
  • OCT 8, 2023

Apa Itu Diskalkulia?

Kesulitan dalam belajar merupakan suatu hal yang wajar, setiap anak memiliki kesulitannya masing-masing. Hal ini akan semakin parah jika lingkungan tidak dapat mendukung dan memberikan motivasi untuk bisa keluar dari kesulitan tersebut. Salah satunya dengan mengetahui setiap bentuk kesulitan yang anak rasakan dan mencari tahu cara penanganan yang tepat untuk menghadapinya. Salah satu bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa ialah kesulitan belajar matematika (Diskalkulia). Siswa yang mengalami diskalkulia merupakan gambaran dari lemahnya seseorang dalam memecahkan sebuah masalah sehingga siswa tidak dapat belajar aritmatika dengan baik dan memori dalam mengingat kurang lancar. **Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Kesulitan Belajar** 1. Menurunnya kinerja akademik 2. Kelainan perilaku 3. Faktor internal seperti rendahnya intelektual, gangguan pada panca indra 4. Faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat setempat **Jenis-Jenis Diskalkulia** Terdapat beberapa jenis diskalkulia menurut Nfon (2006) diantaranya ialah : 1. Diskalkulia kuantitatif, merupakan kesulitan dalam menghitung dan mengkalkulasikan bilangan 2. Diskalkulia Kualitatif, merupakan kesulitan dalam menguasai keterampilan yang diperlukan dalam melibatkan penambahan, pengurangan, perkalian, akar kuadrat dan pembagian 3. Diskalkulia intermediate, ketidakmampuan dalam mengoperasikan sebuah simbol atau bilangan 4. Diskalkulia Verbal, kemampuan dalam membaca dan menulis bilangan tetapi kurang memahami makna dari bilangan tersebut, mengingat bilangan 5. Diskalkulia Practognostic, merupakan kesulitan dalam memanipulasi suatu hal secara sistematis. Seperti kesulitan dalam membandingkan bilangan yang lebih kecil 6. Diskalkulia Leksikal, mampu dalam membaca digit tunggal tetapi kurang mampu dalam mengingat pada jumlah yang lebih besar 7. Diskalkulia grafis, kesulitan dalam menulis simbol dan bilangan matematika 8. Diskalkulia Indiagnostik, ketidakmampuan dalam ide atau konsep matematika setelah mempelajarinya **Cara Mengatasi Kesulitan Belajar** Terdapat beberapa alternatif yang dapat dipilih dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa, antara lain ialah : 1. Menganalisis hasil diagnosis, ialah mencari tahu akar dari masalah dan hubungan yang terjadi sehingga dapat mengetahui kesulitan seperti apa yang dihadapi oleh siswa 2. Mengidentifikasi dan menentukan bagian yang perlu untuk dilakukan perbaikan 3. Menyusun Program perbaikan seperti remedial teaching Seorang yang mengalami kesulitan belajar memerlukan dukungan dari orang sekitarnya sehingga ia merasa bahwa dirinya tidak sendiri dan mau bangkit untuk lebih semangat dalam belajar. Salah satu terapi yang dapat dilakukan pada siswa yang mengalami Diskalkulia ialah terapi bermain. Pada terapi ini merupakan salah satu pendekatan dengan menemani anak pada saat bermain dan membantu untuk mengarahkan pada saat menghadapi masalah **Referensi :** Patricial. F. A., 2019. Diskalkulia (Kesulitan Matematika) Berdasarkan Gender Pada Siswa Sekolah Dasar Di Kota Malang. Aksioma: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Nadhirah. F. Y. 2015. Psikologi Belajar dan Mengajar. Dinas Pendidikan Provinsi Banten

Selengkapnya
Apa itu Auditory Processing Disorder ?
  • OCT 6, 2023

Apa itu Auditory Processing Disorder ?

**Apa itu Auditory Processing Disorder ?** Auditory Processing Disorder (APD) adalah masalah pendengaran yang mempengaruhi sekitar 3% -5% anak usia sekolah. Anak-anak dengan kondisi ini, juga dikenal sebagai Central Auditory Processing Disorder (CAPD), tidak dapat memahami apa yang mereka dengar dengan cara yang sama seperti anak-anak lain. Ini karena telinga dan otak mereka tidak sepenuhnya terkoordinasi. Sesuatu mengganggu cara otak mengenali dan menafsirkan suara, terutama ucapan. Individu yang memiliki APD mengalami kesulitan mendengar perbedaan suara kecil dalam kata-kata orang lain, misalnya seperti jika seseorang berkata, "Tolong angkat tangan Anda," maka penderita APD akan mendengar sesuatu seperti "Tolong kaburkan rencana Anda." Kemudian jika anda memberi tahu anak Anda, "Lihatlah sapi-sapi di sana," dan mereka mungkin mendengar, "Lihat badut di kursi." Dengan strategi yang tepat, anak-anak penderita APD bisa sukses di sekolah dan kehidupan. Diagnosis dini itu penting. Jika kondisi tersebut tidak diidentifikasi dan dikelola sejak dini, seorang anak berisiko mengalami masalah mendengarkan dan belajar di rumah dan sekolah. Orang-orang dengan Auditory Processing Disorder dapat saja dimiliki dari segala usia, yang biasanya dimulai pada masa kanak-kanak, tetapi beberapa orang diantaranya berkembang setelahnya. Antara 2% dan 7% anak-anak memilikinya, dan anak laki-laki lebih cenderung memilikinya daripada anak perempuan. Gangguan tersebut dapat menyebabkan keterlambatan belajar, sehingga anak-anak yang mengidapnya mungkin memerlukan sedikit bantuan ekstra di sekolah. **Apa Tanda & Gejala Auditory Processing Disorder ?** APD dapat memengaruhi cara anak Anda berbicara serta kemampuannya membaca, menulis, dan mengeja. Mereka mungkin dapat mengganti akhir kata atau mencampur kata yang suaranya yang serupa. Mungkin juga sulit bagi mereka untuk berbicara dengan orang lain. Mereka mungkin tidak dapat memproses apa yang dikatakan orang lain dan memberikan tanggapan dengan cepat. Gejala APD dapat berkisar dari ringan hingga parah dan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, diantaranya yaitu sebagai berikut : - Percakapan sulit untuk diikuti oleh anak - Sulit untuk ketahui dari mana suara itu berasal - Sulit untuk mendengarkan musik - Sulit untuk ingat instruksi lisan, terutama jika ada beberapa langkah - Sulit untuk pahami apa yang dikatakan orang, terutama di tempat yang ramai atau jika ada lebih dari satu orang yang berbicara - Sering salah mendengar suara dan kata - Lingkungan yang bising membuat kewalahan saat anak mencoba mendengarkan - Perilaku dan kinerja mendengarkan anak meningkat dalam lingkungan yang lebih tenang - Kesulitan mengikuti arahan verbal, baik yang sederhana maupun yang rumit - Bermasalah dengan ejaan atau fonetik - Matematika verbal (kata) terasa sulit bagi anak APD sering disalahpahami karena banyak gejalanya yang mirip dengan gangguan lain. Selain itu, gejala APD dapat dikirim mengalami masalah lain, seperti speech-language delays, learning disabilities, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan depresi. **Apa Penyebab Auditory Processing Disorder ?** Para ahli tidak tahu persis apa yang menyebabkan APD, tetapi mungkin saja dapat memiliki keterkaitan dengan: - Penyakit. APD dapat terjadi setelah infeksi telinga kronis, meningitis , atau keracunan. Beberapa orang yang memiliki penyakit sistem saraf, seperti multiple sclerosis , juga dapat berkembang dan menimbulkan APD. - Kelahiran prematur atau berat badan rendah. - Cedera kepala . - Genetik **Referensi :** alodokter.com (2022). Auditory Processing Disorder

Selengkapnya
Apa Itu Visual Processing Disorder?
  • OCT 5, 2023

Apa Itu Visual Processing Disorder?

Anak-anak di rumah maupun di sekolah mempunyai cara dan bagaimana ia mengatasi kesulitan belajarnya, tidak banyak dari anak-anak yang mempunyai semangat belajar tetapi mempunyai keterbatasan dalam belajar dan memahami materi di sekolah atau rumah. **Apa Itu Visual Processing Disorder?** Gangguan pendengaran yang mengakibatkan gangguan belajar dan melibatkan gangguan sensorik. Meskipun mungkin dapat melihat dan mendengar secara normal namun gangguan ini mempunyai penderitanya mempunyai keterbatasan untuk melihat ataupun mendengar. Visual processing disorder ini membuat anak atau orang dewasa kesulitan dalam mengolah atau mengenali suara dan penglihatannya . meskipun begitu ada banyak jenis persepsi, dua daerah yang paling umum kesulitan terlibat dengan ketidakmampuan belajar secara visual dan persepsi pendengaran. Keterbatasan ini dapat memberikan dampak bagi penderitanya baik berkomunikasi atau menerima materi pada Pendidikan atau pekerjaan. **Apakah Visual Processing Disorder Ini Mengganggu Saat Belajar?** Iya, karena gangguan neurologis mempengaruhi kemampuan anak dan menerima, memproses, menganalisa apa yang didengar dan lihat sehingga keterbatasan ini informasi yang diterima menjadi kurang. Anak dengan gangguan belajar mungkin mempunyai tingkat intelegensi yang sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan anak disekitarnya atau yang sebaya, tetapi sering berjuang untuk belajar secepat orang yang disekitar mereka. **Apakah Visual Processing Disorder Ini Mempengaruhi Penglihatan?** Iyaa, karena gangguan ini mengacu pada terhalangnya untuk memahami informasi yang diambil melalui mata. Kesulitan dengan pemrosesan visual mempengaruhi bagaimana informasi visual yang diartikan lalu diproses di otak. **Apa Aja Gejala Dari Visual Processing Disorder?** Ada beberapa gejala, sebagai berikut: - Sulit membedakan dengan penglihatan, seperti telur dan bola - Sulit memahami keramaian, karena suasana ramai sulit membedakan yang satu dengan yang lainnya. - Sulit berkonsentrasi atau menaruh perhatian - Sulit mengingat wajah orang - Sulit membaca atau menulis - Sulit menemukan barang **Apakah Visual Processing Disorder Ini Dapat Dicegah?** Belum diketahui secara pasti, oleh sebab itu cara mencegah kearah lebih serius dapat melakukan , sebagai berikut: - Menerapkan gaya hidup sehat dan bersih - Menghindari makanan yang paparan zat kimia atau asap rokok - Memeriksakan kehamilan secara berkala atau rutin - Melakukan imunisasi sesuai jadwal pada anak dan ibunya agar terpenuhi - Menghindari minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang - Menghindari konsumsi makanan yang berbahaya untuk ibu dan anak Visual processing disorder ini dapat melakukan psikotes untuk melihat Minat dan bakat pada anak serta IQnya sehingga orang tua caru dan bisa mengatasi gangguan belajarnya dibantu dengan psikolog. Untuk mengobati dan membantu anak dalam penglihatan psikolog dapat membantu dengan cara terapi penglihatan dan juga memfokuskan dengan suara dengan begitu dapat menegmbangkan kompetesnis sianak baik dalam penglihatan dan juga pendengaran. Terapi ini harus dilakukan secara rutin dan bertahap agar hasil yang diinginkan dapat terlihat secara signifikan. Terapi wicara juga penting untuk melatih berkomunikasi dengan orang lain sehingga saat berkomunikasi dengan teman sebaya lainnya mudah dipahami dan dimengerti. Dukungan dari orang terdekat terutama orang tua sangat penting untuk meningkatkan motivasinya dalam belajar dan juga terapi agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. **Referensi** Yulianto, T., Juara, S. A. I., & Nasional, O. M. Gangguan pendengaran dan proses visual, Sebuah Gangguan Belajar Pada Anak. Alodokter. 2022. Auditory Processing Disorder. https://www.alodokter.com/auditory- processing-disorder

Selengkapnya
Mengenal Apa Itu Disleksia
  • OCT 5, 2023

Mengenal Apa Itu Disleksia

Disleksia yaitu hilangnya kemampuan membaca dan menulis. Kondisi tersebut bukan berbentuk ketidakmampuan dalam segi fisik melainkan kondisi lebih mengarah kepada otak yang berfungsi sebagai pengolah dan pemroses informasi. Gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan fisik, seperti masalah penglihatan, tetapi gangguan ini mempengaruhi otak yang bertugas mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca, Anak disleksia memiliki perbedaan gejala satu sama lain. Satu-satunya sifat yang umum pada anak disleksia adalah kemampuan membacanya yang cukup rendah dibandingkan anak-anak seusia mereka dan tingkat intelegensi yang mereka miliki cenderung lebih rendah daripada anak non disleksia. Setiap anak memiliki kecenderungan disleksia, dan ada pula anak yang tidak disleksia tetapi mempunyai pengalaman kesulitan membaca. **Adapun gejala disleksia ini antara lain:** 1. Ragu-ragu dalam berbicara dan lambat dalam menyampaikan apa yang ingin mereka bicarakan. 2. Sulit memilih kata yang tepat untuk menyampaikan maksud yang diucapkannya. Contohnya bermasalah dalam menentukan arah (atas – bawah) dan waktu (sebelum-sesudah, sekarang-kemarin). 3. Kesalahan mengeja yang dilakukan terus-menerus, seperti misalnya kata ”gajah” diucapkan menjadi ”gagah”. kata ”ibu” diucapkan menjadi ”ubi”, kata ”pipa” menjadi ”papi” 4. Membaca kata demi kata secara lamban dan intonasi naik turun 5. Membalikkan huruf, kata, dan angka yang mirip, misalnya b dengan p, u dengan n, kata kuda dengan daku, palu dengan lupa, 2 – 5, 6 – 9 6) Kesulitan dalam menulis, misalnya menuliskan namanya sendiri “Rosa” menjadi Ro5a, menuliskan kata “Adik” menjadi 4dik (huruf S dianggap sama dengan angka 5, huruf A dianggap sama dengan angka 4). Ada kecenderungan penyebab disleksia adalah masalah fonologi yaitu hubungan sistematik antara huruf dan bunyi, masalah mengingat perkataan, masalah penyusunan yang sistematis, masalah ingatan jangka pendek, dan masalah pemahaman sintaksis (tata bahasa).Di antara sekian banyak penyebab, faktor utamanya adalah otak. Anak-anak yang dicurigai disleksia sebaiknya di tes oleh ahli pendidikan yang terlatih atau psikolog. Dengan menggunakan beragam tes, penguji akan dapat mengidentifikasi jenis kekeliruan yang kerap dilakukan anak tersebut. Kemudian, penguji pun dapat mendiagnosis masalahnya. **Referensi** Shaywitz, S. (2003). Overcoming Dyslexia. New York: Alfred A Knopf. www.halalguide.info/content/view/720/70/ Dardjowidjojo, Soenjono. (2008). Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Selengkapnya
Dispraksia (Gangguan Kemampuan Motorik)
  • OCT 3, 2023

Dispraksia (Gangguan Kemampuan Motorik)

Dispraksia merupakan anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik kasar dan motorik halusnya sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam belajarnya. Gangguan ini sering muncul dengan masalah-masalah dalam berbahasa atau terkadang akan mengalami tingkat kesulitan dalam persepsi dan berpikir. Untuk mengetahui kemampuan motorik yang dimiliki oleh anak bisa dilakukannya psikotes, karena dalam tes ini orang tua dapat mengetahui perkembangan gerakan motorik anak dan dengan melakukan tes orang tua juga bisa mengetahui jika anaknya itu mengalami gangguan terhadap gerakan motoriknya. **Ciri-Ciri Dispraksia** Ada beberapa ciri anak yang mengalami dispraksia, diantaranya sebagai berikut: - Mengalami kesulitan dalam keterampilan motorik halus dan motorik kasar - Kepekaan untuk menyentuh suatu hal - Memiliki memori jangka pendek yang kurang - Tidak mampu untuk menjawab pertanyaan yang sederhana - Memiliki masalah dalam berbicara dan lambat belajar bicaranya - Melakukan perilaku yang tidak dewasa dan suka menunjukkan tingkah laku yang marah-marah **Jenis - Jenis Dispraksia** Ada beberapa jenis dalam dispraksia ini, diantaranya sebagai berikut: - Dispraksia ideomotoris, ini merupakan kurangnya kemampuan anak dalam melakukan gerakan-gerakan yang sederhana, misalnya menggosok gigi dan menggunakan sendok makan. - Dispraksia ideosional, ini merupakan kemampuan anak untuk melakukan gerakan yang lebih kompleks akan tetapi anak itu tidak mampu untuk menyelesaikan gerakan tersebut, misalnya mengikuti irama musik. - Dispraksia konstruksional, ini merupakan kesulitan anak dalam melakukan gerakan yang kompleks yang berkaitan dengan bentuk benda, misalnya menyusun balok. - Dispraksia oral, ini merupakan gangguan yang terjadi pada anak dalam hal berbicara, hal ini dikarenakan anak itu mengalami gangguan dalam konsep gerakan motorik yang ada di dalam mulutnya, misalnya anak tidak mampu jika menirukan gerakan mengembungkan pipi atau menjulurkan lidah. **Cara Menyembuhkan Dispraksia** Untuk menyembuhkan anak yang mengalami gangguan dispraksia orang tua bisa menggunakan konseling, yang mana konseling ini dapat memadukan berbagai pendekatan dan terapis juga dapat dilakukan untuk pengembangan kemampuan anak tersebut, untuk melakukan konseling orang tua dapat membawa anaknya kepada orang yang profesional seperti psikolog. **Sumber Referensi** Lubis, M. S. A. (2019). Melacak kesulitan anak saat belajar perspektif psikologi. Jurnal Pendidikan dan Keislaman. Diambil dari file:///C:/Users/Acer/Downloads/22- Article%20Text-49-1-10-20190819.pdf Khotijah, L. N. (2014). Konseling integratif dalam menangani gangguan konsentrasi belajar pada anak adhd (attention deficit hyperactivity disorder): studi kasus kumbang di SLB Yapenas Pringwulung Yogyakarta. Diambil dari http://digilib.uin- suka.ac.id/id/eprint/15390/1/11220002_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf

Selengkapnya
Apa yang kamu ketahui tentang Empati ?
  • OCT 3, 2023

Apa yang kamu ketahui tentang Empati ?

Empati merupakan sebuah keadaan mental ketika seseorang merasakan perasaan, pikiran dan keadaan yang sama seperti orang lain. Empati dapat dikatakan sebagai perasaan yang ‘ikut merasakan’. Menurut Patton, empati merupakan salah satu cara dalam menjalin relasi yang akrab sehingga mampu untuk memahami perasaan orang lain. **Perkembangan Empati Menurut Ahli** Tahap perkembangan empati menurut Shapiro: 1. Empati Emosi Empati yang didasari dari ketidakmampuan anak dalam membedakan antara dirinya dengan orang orang lain. Contohnya ketika satu bayi yang menangis maka bayi lainnya ikut menangis 2. Empati Egosentrik Empati ini terjadi pada anak berusia satu sampai dua tahun. Memiliki kebingungan dalam perasaan dan apa yang harus dilakukan. Contohnya ketika melihat temannya susah, ia ingin membantu tapi tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya 3. Empati Kognitif Kemampuan dalam memandang perspektif orang lain. Pengetahuan terhadap kapan ia harus bertindak dan kapan untuk diam 4. Empati Abstrak Perasaan empati yang muncul terhadap orang yang dilihatnya tanpa memikirkan apakah ia mengenali atau tidak Ciri-ciri orang yang memiliki empati tinggi : 1. Rasa peduli terhadap orang lain 2. Seorang pendengar yang baik 3. Paham terhadap situasi 4. Suka memikirkan perasaan orang lain 5. Sering menjadi penasihat bagi orang lain 6. Membantu orang yang kesusahan Faktor yang mempengaruhi empati : 1. Pola Asuh Pola asuh yang memberikan pengaruh bagi perkembangan empati anak. Cara yang dapat dilakukan ialah memberikan contoh untuk tidak mementingkan diri sendiri, mengekspresikan emosi yang dirasa dan tidak mengekang aktivitas anak 2. Kepribadian Setiap individu memiliki kepekaan terhadap sekitar, namun ada yang dapat mengontrolnya dan ada yang terlarut dalam perasaannya 3. Usia dan Kematangan Diri Usia dan kematangan memiliki pengaruh dalam empati. Proses pemikiran yang lebih matang, pengalaman yang telah dilalui sehingga dapat bersosialisasi dengan baik dan mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain 4. Sosialisasi Kemampuan sosial meningkatkan empati dikarenakan, dengan bersosialisasi individu dapat melakukan kerjasama antar teman ataupun rekan dan tumbuh keterbukaan dalam berpikir Manfaat dari Empati : a. Menjauhkan dari sikap egois b. Kemampuan dalam mengolah emosi c. Membangun hubungan sosial d. Menjadi sebuah kebaikan Referensi : Agustin. S. 2022. Ciri-ciri Empati dan Manfaatnya. Alodokter.com Aniq. R. 2012. Pengaruh Permainan Tradisional Gobag Sodor Terhadap Tingkat Empati Anak. UIN Malang “Pengertian Empati: Ciri-ciri, Faktor dan Fakta Empati”. Gramedia.com. Dilansir dari https://www.gramedia.com/literasi/empati/

Selengkapnya
Pencapaian (Reaching Out)
  • OCT 2, 2023

Pencapaian (Reaching Out)

Salah satu aspek resiliensi yaitu pencapaian (reaching out) yang artinya resiliensi dalam istilah psikologi yaitu yang digunakan untuk mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengatasi dan mencari makna dalam peristiwa seperti tekanan yang berat yang dialaminya, seseorang berusaha untuk meresponnya dengan fungsi intelektual secara jernih. Resiliensi menjadi kemampuan seseorang dalam mengatasi tantangan hidupnya serta mempertahankan kesehatan dan energi yang baik sehingga dapat melanjutkan hidup secara sehat. Resiliensi adalah “The ability to persevere and adapt when thing go awry” yang artinya suatu kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi ketika ada sesuatu hal yang kacau. Seseorang juga dituntut untuk cepat dalam melakukan penyesuaian ketika mengalami masalah atau mendapatkan tekanan dalam hidupnya. Resiliensi menjadi kemampuan luar biasa yang dimiliki seseorang ketika menghadapi kesulitan, untuk bangkit dari kesulitan yang menjadi landasan dari semua karakter positif untuk tetap membangun kekuatan emosional dan psikologis yang kuat. Resiliensi menjadi proses adaptasi terhadap perubahan dalam kehidupan dan juga memungkinkan seseorang untuk beradaptasi dan bertahan dari tekanan yang timbul dari berbagai kejutan didalam hidupnya. Namun, tidak menjamin bahwa seseorang akan bebas dari stres dan kesulitannya. Setiap orang akan rentan terhadap tekanan dan ancaman, tetapi orang yang tangguh akan memiliki ketahanan psikologis yang baik untuk merespons ancaman. **Manfaat Resiliensi bagi Kehidupan :** 1. Mengatasi Stress, Membantu individu mengatasi stres dan meminimalkan efek penyakit. Serta menjaga kesehatan dengan berolahraga/aktif secara fisik secara teratur, cukup tidur, makan yang benar, mengikuti pola hidup bersih dan sehat. Seseorang juga dapat melakukan aktivitas sesuai minat dan kemampuan anda. Berpikir positif, tenangkan pikiran anda dan kembangkan hobi. Dapat diskusi mengenai keluhan dengan seseorang yang dapat anda percaya. 2. Membantu Bangkit dari Traumanya, Orang dengan resiliensi yang baik akan mampu bergerak melampaui trauma yang di alami oleh mereka untuk menemukan pengalaman baru yang merangsang bagi diri mereka sendiri. Mereka telah belajar bahwa hanya dengan melalui kesulitan, perjuangan, mereka dapat mengembangkan ide-ide dan kreasi mereka. 3. Kegagalan Bukan Titik Akhir, Resiliensi berguna ketika individu mengalami kegagalan sehingga mereka mengerti bahwa kegagalan bukanlah titik akhir dari segalanya. Pada dasarnya setiap orang mengalami masalah berupa kegagalan, kesedihan, dan penyesalan. Namun ada juga yang menjadikannya sebagai teman untuk terus gagal dan juga yang menjadikannya sebagai cambuk untuk menjadi lebih kuat hingga kesuksesan tercapai. Selain resiliensi ada beberapa alat psikotes online dan offline yang dapat digunakan yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan seseorang yang memiliki kemampuan untuk menghadapi, mencegah, meminimalkan dan bahkan menghilangkan dari dampak yang merugikan dari kondisi yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Salah satu aspek resiliensi adalah pencapaian (reaching out). Pencapaian (reaching out) menggambarkan kemampuan individu untuk meningkatkan aspek-aspek yang positif dalam kehidupannya yang mencakup keberanian individu dalam mengatasi ketakutan-ketakutan yang mengancam dalam kehidupannya. Individu yang tidak mampu melakukan reaching out dikarenakan, sejak kecil individu diajarkan untuk sedapat mungkin menghindari kegagalan dan situasi yang memalukan. Mereka yang individu lebih memilih untuk memiliki kehidupan standar dibandingkan harus meraih kesuksesan. Namun harus berhadapan dengan resiko kegagalan hidup dan hinaan masyarakat. Hal ini menunjukkan kecenderungan individu untuk berlebih-lebihan dalam memandang kemungkinan buruk yang dapat terjadi di masa mendatang. Mereka memiliki rasa ketakutan untuk mengoptimalkan kemampuan mereka hingga batas akhirnya. Untuk mencapai resiliensi yang dibutuhkan orang-orang yang signifikan untuk membantu pencapaiannya, salah satunya adalah keluarga, keluarga merupakan salah satu sistem pendukung bagi setiap anggota keluarga dan merupakan “kendaraan” menuju individu yang resiliensi. Individu yang memiliki kemampuan reaching out tidak menetapkan batasan kaku terhadap kemampuan yang dimilikinya. Mereka tidak terperangkap pada rutinitas, memiliki rasa ingin tahu, dan ingin mencoba hal-hal baru. Sehingga mampu menjalin hubungan dengan orang-orang baru dalam kehidupannya. Pencapaian menggambarkan kemampuan individu untuk meningkatkan aspek-aspek yang positif dalam kehidupannya yang mencakup pula keberanian seseorang untuk mengatasi segala ketakutan-ketakutan yang mengancam dalam kehidupannya. **Referensi :** Indopositive.org (2019). Pencapaian (reaching out) : Pengertian resiliensi Retizen.republika.co.id (2022). Pencapaian (reaching out) : Manfaat Initentangpsikologi.com (2021). Pencapaian (reaching out) : Pengertian pencapaian (reaching out)

Selengkapnya
Apa Sih Manfaat Dari Optimis?
  • OCT 2, 2023

Apa Sih Manfaat Dari Optimis?

Dalam hidup setiap individu di dunia pasti pernah mengalami kelelahan dan frustasi sehingga rasa optimis dalam hidup menjadi rendah. Saat individu tersebut tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menjalani kehidupannya karena merasa berat dan juga tertekan menjadi kurangnya semangat untuk menjalaninya. Individu tersebut harus adanya rasa yang membuat ia terdorong atau termotivasi lagi untuk mencapai tujuannya sehingga terciptanya rasa optimis. **Pengertian** Optimis merupakan sebuah keyakinan dalam mengharapkan sesuatu. Dalam kata lain optimis ini mempunyai banyak arti misalnya keberhasilan atau kesuksesan dalam suatu bidang yang dijalani pada saat itu. Mengharapkan tersebut merupakan pada hal baik atau positif yang akan terjadi. Sekaligus adanya kepercayaan pada masalah yang akan diselesaikan dengan hasil akhir yang baik. Sikap optimis bisanya akan tercipta jika manusia itu bersungguh-sungguh baik dalam pemikiran setiap individu tersebut. Jika individu akan memiliki rasa optimis di dalam pikirannya, sehingga kepercayaan pada dirinya mulai muncul sehingga munculnya ide ide akan akan direncanakan akan berhasil di kemudian hari. Sikap optimis tidak hanya dalam individu saja tetapi sangat beragam salah satunya rasa optimis sebuah perusahaan akan timbul jika diri seseorang umumnya perasaan ini akan tubuh dalam kondisi tertentu. Akan tetapi, adanya sebagian orang yang ternyata sulit untuk memulai sifat ini karena kurangnya terbiasa sehingga sikap positif pada dirinya tidak keluar. **Manfaat Optimis** Manfaat optimis yang dapat dirasakan oleh seseorang, sebagai berikut: 1. Memotivasi diri sendiri Orang optimis adalah dia yang memiliki motivasi tinggi pada dirinya. Seseorang seperti ini juga dapat melihat cela pada beberapa aspek sehingga selalu ada jalan dan juga solusi dari permasalah dan sebagainnya. Jika dihadapkan pada masalah dalam hidup yang cukup pelik, maka motivasi pertama yang berasal pada dirinya yang membantu sehingga ini akan membangkitkan rasa optimis untuk memperbaiki dan menjalani hidupnya lagi. 2. Menciptakan lingkungan sosial positif Kebanyakan orang dikelilingi dengan orang-orang yang mempunyai aura positif dan juga negatif tinggal bagaimana kita mengatasi dan mengontrol itu semua agar selalu netral dan dapat menciptakan lingkungan sosial yang selalu mendukung tanpa adanya saling menjatuhkan satu sama lain nya. Oleh karena itu, mereka akan lebih baik jika lingkungan sosial dapat mendukung dan dapat berkolaborasi Bersama untuk mencapai yang ia ingin tuju. 3. Memperjuangkan apa yang diinginkan Seseorang yang memiliki rasa optimis adalah mereka yang berpikir secara nyata sesuai keadaannya sekarang. Artinya seseorang tersebut akan menetapkan tujuannya pada dirinya sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya jika ia terus mau menggali lebih dalam kemampuannya ia harus mempunyai hal yang mendukung. Seseorang optimis akan selalu memperjuangkan apa yang mereka inginkan karena mereka ingin mewujudkan hal itu. 4. Mengambil pelajaran dari sebuah masalah Seseorang bersikap optimis adalah mereka yang akan merasa Bahagia atas dirinya sendiri sehingga terpancar sisi positif pada dirinya. Orang optimis selalu memaknai hidupnya agar selalu berarti dan juga tidak gampang menyerah. 5. Jujur pada diri sendiri Orang optimis tidak akan takut untuk mengakui kesalahan dan juga kesedihan pada dirinya. Agar semua itu dapat diperbaiki dan dapat cepat bangkit dari keterpurakan tersebut agar rasa optimisnya tidak memudar pada dirinya sendiri. Mereka tidak akan menyalahkan siapapun dan keadaan juga tetapi cukup percaya diri dalam menerima bahwa mereka manusia tak luput dari kesalahan tinggal bagaimana menangani semua dengan baik dan benar. Psikotest dan tes IQ yang dapat membangkitkan rasa optimis yaitu tes tebak gambar dan juga konsultasi dengan begitu tau rasa optimis pada dirinya dan juga kepercayaan pada dirinya sendiri sehingga psikolog dapat melihat konsistensinya saat menjawab atau memilih sesuatu. Untuk melakukannya konseling dan juga psikotes lainnya kalian dapat mengunjungi biro psikologi dengan kesana bukan hanya tes tetapi dijelaskan secara rinci dan cara yang membantu kalian dapat membangkitkan rasa optimis pada diri sendiri. **Referensi** Indrayana, D. (2011). Indonesia Optimis. Bhuana Ilmu Populer. Gramedia Blog. 2021. Pengertian Optimis, Ciri-ciri dan 5 Manfaatnya. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-optimis/

Selengkapnya
Apakah cara kamu menyelesaikan masalah sudah efektif?
  • SEP 29, 2023

Apakah cara kamu menyelesaikan masalah sudah efektif?

Apakah Anda menemukan diri Anda melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang? Apakah beberapa pilihan buruk Anda berubah menjadi kebiasaan buruk? Kita semua mungkin setuju bahwa ada hal-hal yang ingin kita ubah tentang tindakan atau keadaan kita. Mungkin Anda terus terjebak dalam hubungan yang buruk, atau Anda tidak bisa berhenti makan banyak, atau Anda tidak pernah tepat waktu. Mungkin mobil Anda mogok setiap minggu, atau Anda selalu bertengkar dengan mertua. Terlepas dari masalah apa yang Anda hadapi, ada banyak cara untuk mencapai solusi. Masalah kita cenderung bertahan ketika kita mengobati gejalanya daripada menghilangkan penyebabnya. Tanggapan spontan kita terhadap masalah apa pun yang kita alami dapat memberikan kelegaan sementara, tetapi masalahnya akan terus muncul dengan sendirinya kecuali kita dapat mengidentifikasi akarnya. Melakukan analisis kausal atau analisis akar penyebab dapat membantu Anda mengidentifikasi akar masalah Anda sehingga Anda dapat menghilangkan masalah tersebut untuk selamanya. Analisis kausal dapat membantu Anda mengantisipasi masalah di masa depan, menghilangkan masalah saat ini, dan mengembangkan rencana tindakan untuk menyelesaikan masalah. Analisis kausal adalah proses untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebab dan efek dari suatu masalah. Tidak hanya mengatasi gejala masalah, analisis kausal membantu mengidentifikasi akar penyebab sehingga menjadi kurang berdampaknya. Saat Anda melakukan analisis Kausal, Anda dapat membedakan antara korelasi dan sebab-akibat. **Jenis Analisis Kausal** Ada banyak jenis analisis kausal yang membantu Anda mengidentifikasi bagian-bagian tertentu dari suatu masalah atau mengatasi penyebabnya. Berikut adalah beberapa contoh tipe dari analisis kausal: 1. 5 Whys Analysis 2. Pareto Analysis 3. Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) 4. Fault Tree Analysis 5. Current Reality Tree (CRT) 6. RPR (Rapid Problem Resolution) Diagnosis 7. Cause-and-Effect Diagram or “Fishbone” Diagram **Tips untuk melakukan analisis kausal** Melakukan analisis kausal yang efektif dapat membantu Anda mengatasi masalah dalam kehidupan pribadi atau kerja Anda, tetapi ada beberapa hal yang perlu diingat selama proses tersebut. Berikut adalah beberapa tips dalam melakukan analisis kausal: ? **Jujurlah pada dirimu sendiri**. Seringkali, analisis kausal mengharuskan Anda untuk melihat perilaku atau tindakan pribadi. Jujurlah pada diri sendiri tentang tindakan dan kebiasaan Anda untuk merumuskan rencana respons yang paling efektif untuk mengatasi masalah dan mencapai tujuan Anda. ? **Gunakan diagram visual**. Menggunakan diagram visual, seperti grafik sebab dan akibat, dapat membantu Anda menghubungkan ide secara efektif dan mengidentifikasi hubungan antara penyebab, efek, atau tantangan utama. ? **Kumpulkan data sesering mungkin**. Melakukan analisis yang sering dengan data baru dapat membantu menetapkan dasar perilaku dan tindakan serta membantu Anda mengidentifikasi kebiasaan positif yang membantu Anda mencapai tujuan. Anda dapat memperkuat kebiasaan ini untuk menghindari tantangan lebih lanjut di masa depan. **Metode mana yang harus Anda coba?** Ada sejumlah besar pilihan analisis kausal dengan berbagai tingkat kompleksitas. Jika Anda memiliki banyak data tentang masalah Anda, analisis Pareto dan Fault Tree Analysis, adalah pilihan yang bagus. Semua model cukup fleksibel untuk mengakomodasi berbagai masalah, meskipun beberapa dikembangkan khusus untuk bisnis atau TI. Benang merah dalam semua metode ini adalah bahwa mereka membutuhkan refleksi diri dan dinamika penyelidikan serta analisis. **Referensi :** Researchgate.Net (2017). Analisis Kausalitas Pemahaman Konsep Dengan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Pemecahan Masalah Fisika

Selengkapnya
Regulasi Emosi: 10 Tips Efektif untuk Menjaga Stabilitas Emosimu!
  • SEP 29, 2023

Regulasi Emosi: 10 Tips Efektif untuk Menjaga Stabilitas Emosimu!

Studi tentang emosi manusia telah dilakukan oleh para psikolog sejak zaman dahulu. Pengaruh emosi pada kognisi dan afeksi dari individu ternyata memiliki dampak signifikan yang menjadi perhatian dari para psikolog. Dalam studi psikologi kognitif, ditemukan bahwa strategi regulasi emosi yang diterapkan oleh individu dapat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-harinya. Emosi merupakan bentuk reaksi individu terhadap suatu kejadian yang ditunjukkan dengan perasaan intens terhadap kejadian tersebut. Masing-masing individu dapat memberikan respons emosi yang berbeda-beda. Perbedaan respons emosi yang timbul menyebabkan pentingnya proses regulasi emosi bagi diri individu. Regulasi emosi adalah proses pengelolaan respons individu terkait perubahan emosi yang dirasakan. Dalam proses ini, melalui strategi dan mekanisme tertentu dapat menyebabkan emosi yang berkaitan dalam aktivitas fisiologis, pengalaman subjektif, perilaku ekspresi dan sebagainya mengalami perubahan tertentu. Dengan demikian, regulasi emosi meliputi proses perubahan periode laten emosi, waktu terjadinya, durasi, ekspresi perilaku, pengalaman psikologis, reaksi fisiologis dan sebagainya. Regulasi emosi merupakan rangkaian proses yang bersifat dinamis. Yuk ketahui lebih lanjut tips efektif regulasi emosi yang penting untuk menjaga stabilitas emosimu! **Kenali Kondisi Emosi Diri** Saat emosi intens muncul, cobalah untuk mengidentifikasi atau mengenali kondisi perasaaan yang kita rasakan saat itu. Misalnya, seperti, “Saat ini aku sedang merasa sangat takut.” atau “Aku merasa sangat khawatir saat ini.” Dengan mengenali kondisi emosi diri dapat membantu kita untuk mengklarifikasi apa yang sedang terjadi pada diri. **Tentukan Manfaat dari Emosi yang dirasakan** Semua perasaan emosi yang kita alami dapat bermanfaat atau tidak kondisi diri kita sendiri. Misalnya rasa cemas dapat “bermanfaat” jika kita sedang menghadapi kondisi bahaya. Namun, sebaliknya, rasa cemas juga dapat menjadi bumerang yang tidak baik dalam kondisi penting, seperti saat ada kewajiban presentasi namun karena cemas sehingga memilih untuk menghindar. **Terapkan healthy coping skills** Healthy coping skills merupakan cara positif yang digunakan untuk bangkit ketika mengalami kesulitan. Seringkali hal ini dilakukan dengan berolahraga, membaca buku, mendengarkan lagu, hingga quality time dengan teman atau keluarga. Dengan menerapkan healthy coping skills, emosi akan lebih stabil dan lebih sehat. **Terapkan Mindfulness** Terima dan akui perasaan yang sedang kita alami sebagai bagian dari kondisi emosi kita. Hal ini disebut dengan kondisi mindfulness di mana kita memiliki kesadaran penuh terhadap kondisi emosi kita. Perhatikan juga apa yang terjadi pada diri kita saat mengalami gejolak perasaan tersebut. Misal: saat merasa marah, gejolak amarah akan memenuhi perasaan, maka terima dan akui kondisi perasaan ini pada diri anda **Bawa Kesadaran terhadap Kondisi Emosi Anda** Alih-alih menekan atau mempermalukan diri sendiri karena emosi negatif, anda dapat menggunakan teknik pengenalan emosi. Kesadaran emosional (seperti, latihan pernapasan dan penjurnalan emosi diri) memungkinkan anda untuk memahami keadaan emosi yang berbeda dan menyesuaikan perilaku diri. Dengan menyadari emosi dan mengidentifikasi pemicunya, anda dapat mengontrol emosi dengan lebih baik dengan meningkatkan kesadaran emosi terhadapnya. **Alihkan perhatian Anda dari Gejolak Emosi** Mengalihkan perhatian anda selama episode evaluasi diri ketika anda terjebak dalam siklus pikiran negatif dapat membantu anda untuk dapat mengatur kondisi emosi. Berlari, menelpon teman, atau membaca buku untuk membebaskan pikiran anda dari pemicu emosional dan menilainya kembali nanti dengan pikiran yang jernih. **Ubah Pola Pikir/ Sudut Pandang Anda** Jika emosi yang intens muncul dan diikuti oleh pikiran negatif, cobalah mengubah pikiran negatif Anda menjadi pola pikir yang lebih sehat. Misalnya: "Saya sedang merasa sedih sekarang, tapi saya baik-baik saja. Perasaan ini akan segera berlalu.". Hal ini akan membantu anda untuk meredam kondisi emosi negatif yang dirasakan. **Latih perhatian penuh** Perhatian penuh berarti membawa perhatian dan konsentrasi diri anda ke kondisi saat ini, yang dapat membantu anda mengidentifikasi dan mengatur emosi negatif pada diri, serta mengatur reaksi Anda. Menerapkan perhatian penuh terhadap kondisi emosi akan memudahkan anda untuk mengidentifikasi kondisi emosi yang sedang dirasakan. **Tetap melakukan rutinitas** Salah satu cara terbaik untuk menjaga stabilitas emosi adalah dengan mengubah perilaku kita. Misalnya, jika Anda terlalu sedih atau terlalu tertekan untuk bangun dari tempat tidur, Anda bisa mulai bergerak. Bangun perlahan dan mencoba aktif dapat mengubah emosi yang intens dan tetap lakukan rutinitas normal anda. Hal ini akan banyak membantu untuk meringankan beban emosi anda. **Minta bantuan profesional** Akhirnya, jika semua metode di atas telah dilakukan namun emosi masih kurang stabil, anda dapat mencari bantuan profesional. Menemui psikolog atau psikiater dapat membantu anda untuk mengatasi kondisi emosi yang bergejolak. Perkembangan emosi lebih sehat dengan bantuan profesional. Anda juga dapat melakukan tes stabilitas emosi saat menemui psikolog sebagai salah satu tahapan psikotes yang bertujuan untuk mengetahui kondisi emosi anda dan mendapatkan penanganan yang tepat. **REFERENSI:** Positivepsychology.com. (2019). Emotional Regulation: 6 Key Skills to Regulate Emotions. Researchgate.com. (2016). A Theoretical Review of Emotion Regulation Masterclass.com. (2021). Emotional Regulation Apas.id. (2021). 7 Tips Regulasi Emosi

Selengkapnya
Apa yang dimaksud dengan kontrol impulsif ?
  • SEP 27, 2023

Apa yang dimaksud dengan kontrol impulsif ?

Kontrol impulsif ini adalah sebuah keadaan dimana individu tidak dapat menolak suatu impuls atau dorongan untuk mencapai sebuah reward mereka juga melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Individu saat ini seharusnya dapat mampu mengendalikan dan menahan impulsnya sehingga dapat membedakan mana keinginan yang seharusnya dipenuhi dan yang tidak perlu dipenuhi. Lalu apakah kontrol impuls ini adalah sebuah gangguan kesehatan mental ? Jawabannya adalah ‘ya’. Karena keadaan ini adalah seorang yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls agresifnya, keadaan ini juga dapat berbahaya karena dapat memberikan efek ke pengidapnya termasuk orang lain yang berada disekitarnya. Misalnya, mereka akan melakukan perilaku impulsif ini secara terus menerus dan biasanya tidak dapat terkontrol. Beberapa penyebab yang dapat memicu munculnya kontrol impuls ini pada kebanyakan kasus karena adanya kerentanan neurologis yang mendasari hal ini. Selain itu ada faktor tekanan yang berada di lingkungannya, faktor genetik juga memegang peranan penting dalam kontrol impuls ini seperti pengalaman masa lalu, pernah mendapatkan kekerasan seksual, kurangnya perhatian dari orang terdekatnya. **Bentuk gangguan dari kontrol impuls :** 1. Kleptomania, gangguan ini seperti tidak bisa menahan diri untuk tidak mencuri barang atau hak milik orang lain. Mereka mengambil barang tersebut karena hanya keinginan mereka saja dan sebenarnya barang yang mereka curi itu tidak mereka butuhkan. 2. Pyromania, tindakan seseorang menyalakan api yang dapat membahayakan diri bahkan orang yang berada di sekitarnya. 3. Explosive Intermittent, sikap emosi atau amarah yang berlebihan dan penuh keagresifan padahal masalah yang dihadapi adalah masalah yang sepele. 4. Gangguan perilaku, mereka tidak hanya menunjukan perilaku agresi pada orang lain tetapi juga pada hewan, merusak fasilitas umum tanpa sebab, dan juga menipu. 5. Oposisi defiant disorder, mereka dengan gangguan ini lebih kepada suka melawan atau pembangkan dan tidak bisa di atur. Jika mereka mendapatkan perlakuan tidak baik biasanya mereka cenderung akan menyimpan dendam. Laki-laki lebih rentan mengalami gangguan kontrol impuls ini karena dianggap bahwa laki-laki mempunyai stigma bahwa mereka tidak boleh cengeng dan sebagainya sehingga mereka akan sulit dalam mengekspresikan emosinya. Terdapat juga faktor genetik misalnya dalam keluarga ada yang mengalami kondisi ini, selain itu penyalahgunaan obat juga dapat menjadi salah satu faktor dalam gangguan kontrol impuls ini. Adapun gejala kontrol impuls ini menurut American Psychological Association : 1. Pendendam 2. Mudah marah 3. Kecenderungan agresif dalam verbal maupun fisik 4. Sering berkelahi 5. Mencuri 6. Berbohong 7. Bolos sekolah 8. Kurangnya rasa empati 9. Melanggar aturan 10. Berani mengambil resiko yang seharusnya tidak perlu 11. Vandalisme atau perbuatan merusak dan menghancurkan 12. Bermain-main dengan senjata yang berbahaya Penanganan yang dapat diberikan pada gangguan ini seperti terapi perilaku kognitif, ini dapat membantu meningkatkan keterampilan dalam pemecahan masalah. Terapi keluarga, karena gangguan ini memiliki faktor trauma masa lalu dan tidak ada kasih sayang yang diberikan dari orang terdekatnya maka perlu dilakukan terapi keluarga ini agar membantu pengidap untuk membantu meningkatkan hubungan dan mencegah perilaku yang dapat membahayakan diri atau orang lain. Selain itu, ada juga pelatihan keterampilan sosial ini juga dapat membantu bagi seorang dengan Oppositional Defiant Disorder(ODD) dalam hal peningkatan hubungan komunikasi secara lebih efektif Mengingat seriusnya gangguan ini baik terhadap diri sendiri atau orang lain, maka sebaiknya pengidap ini segera untuk melakukan terapi di psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang maksimal. **Referensi** Halodoc.com. (2020). 7 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Gangguan Kontrol Impuls. Indriyani.(2022). Gangguan Kontrol Impuls: Gejala, Tipe, Penyebab, Penanganan.

Selengkapnya
Self Reflecting
  • SEP 27, 2023

Self Reflecting

_Self reflecting_ merupakan aktivitas yang dilakukan manusia untuk menangkap kembali pengalamannya, kemudian akan dipikirkan dan dievaluasi. Proses refleksi ini dapat menentukan suatu cara baru dalam melakukan suatu persoalan, mengklarifikasi suatu hal, melakukan perkembangan keterampilan, dan juga pemecahan masalah. Refleksi sendiri adalah suatu pengalaman yang memiliki tujuan untuk membuat seseorang siap dalam menghadapi pengalaman baru. Dengan melakukan _self reflecting_ seseorang juga dapat kembali mereview hal-hal apa yang telah dilakukannya dalam suatu kegiatan, untuk menyusun rencana atau menggunakan pengalamannya tersebut pada kegiatan yang akan datang. **Dimensi _Self Reflecting_** Berikut ini beberapa dimensi yang terdapat dalam _self reflecting_, diantaranya sebagai berikut: - Reaksi emosi, ini merupakan reaksi emosi seseorang ketika mengenang peristiwa negatif di masa lalu. - Konten pikiran, ini merupakan suatu keadaan yang muncul akibat dari pikiran seseorang mengenai pengalaman yang membuatnya marah. - Penghindaran (avoidance), ini merupakan kondisi dimana seseorang akan menghindari memikirkan kembali peristiwa yang membuatnya marah. **Tahapan _Self Reflecting_** Ketika melakukan _self reflecting_ ada beberapa fase yang harus dilakukan, diantaranya sebagai berikut: 1. _Description_, ini merupakan gambaran yang akurat dari kejadian yang terjadi di masa lalu. 2. _Feelings_, ini menggambarkan perasaan dan pikiran saat kejadian itu terjadi. 3. _Evaluation_, melakukan penilaian baik dan buruk dari pengalaman tersebut. 4. _Analysis_, ini merupakan kondisi untuk memberikan pendapat dari situasi yang pernah terjadi dan mencari makna dari situasi tersebut. 5. _Conclusion_, ini merupakan fase dimana seseorang akan menyimpulkan dari kejadian yang pernah dilaluinya dan mencari solusi dengan cara menentukan apa yang harus dilakukan. 6. _Action plan_, ini merupakan fase dimana seseorang membuat keputusan atas apa yang harus dilakukan jika kejadian yang serupa terulang kembali. **Faktor_ Self Reflecting_** Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi self reflecting adalah sebagai berikut: - Motivasi - Pembelajaran reflektif - Pengalaman - Memberi jarak diri - Lingkungan Untuk bisa melakukan refleksi diri maka seseorang harus melakukan psikotes, yang mana dalam psikotes ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa lebih mengenal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki atau bisa juga lebih mengenal bidang yang dikuasai dan bidang yang tidak dikuasai. Dengan melakukan psikotes seseorang bisa lebih mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik. **Referensi** Pitaloka, M. L. (2021). Suicide attempt: dinamika psikologis self-reflection. Diambil dari http://digilib.uinsby.ac.id/50141/2/Merlyin%20Laras%20Pitaloka_J71216067.pdf Lestari, S. M. P. (2019). Perbedaan tingkat refleksi diri dalam pembelajaran mahasiswa fakultas kedokteran universitas malahayati tahun 2019. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. 6(4), 257-263. Diambil dari https://core.ac.uk/download/pdf/286131367.pdf

Selengkapnya
Tes Kepribadian MBTI
  • SEP 26, 2023

Tes Kepribadian MBTI

Tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator adalah tes yang digunakan untuk mengetahui gambaran umum kepribadian, kekuatan, dan preferensi seseorang. Tujuan dari tes kepribadian MBTI adalah untuk mengungkapkan kepribadian, seperti arah, minat, kecakapan, kemampuan, gaya kerja, ataupun gaya komunikasi. Manfaat Tes Kepribadian MBTI Tes kepribadian MBTI ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya sebagai berikut: Bimbingan konseling Pengembangan diri Memahami orang lain dengan lebih baik Skala Tes Kepribadian MBTI Tes MBTI ini dilakukan dengan cara menjawab pertanyaan yang terdiri dari 4 skala yang berbeda,diantaranya sebagai berikut: Extraversion (E) – Introversion (I) Skala ini menggambarkan cara seseorang merespons dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya. Sensing (S) – Intuition (N) Skala ini menggambarkan bagaimana cara seseorang mengumpulkan dan mengolah informasi yang ada di sekitarnya. Thinking (T) – Feeling (F) Skala ini digunakan untuk menilai cara seseorang dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang sudah dikumpulkan dari skala sebelumnya. Judging (J) – Perceiving (P) Skala ini menunjukkan bagaimana cara seseorang untuk menjalani hidupnya. 16 Tipe Kepribadian MBTI Kombinasi dari 4 skala kepribadian ini akan menghasilkan 16 tipe kepribadian yang berbeda, diantaranya sebagai berikut: 1. ISTJ (Introverted, Sensing, Thinking, Judging) Orang dengan tipe kepribadian ISTJ ini biasanya lebih pendiam dan serius, namun sangat gigih, dapat bertanggung jawab, dan dapat diandalkan. 2. ISTP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving) Orang dengan tipe kepribadian ISTP ini umumnya sangat realistis, logis, spontan, dan berfokus pada masa kini. 3. ISFJ (Introverted, Sensing, Feeling, Judging) Orang dengan tipe kepribadian ISFJ ini biasanya dikenal sebagai pribadi yang penuh perhatian, kehangatan, dan selalu membawa aura positif yang bisa membuat tenang pada orang-orang di sekitarnya. 4. ISFP (Introverted, Sensing, Thinking, Perceiving) Orang dengan tipe kepribadian ISFP ini biasanya adalah tipe orang yang dapat membuat orang lain merasa nyaman, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain, penuh semangat, dan kreatif. 5. INFJ (Introverted, Intuitive, Feeling, Judging) Orang dengan tipe kepribadian INFJ ini biasa dijuluki sebagai ‘Sang Penasihat’ adalah tipe kepribadian yang paling langka. 6. INFP (Introverted, Intuitive, Feeling, Perceiving) Orang dengan tipe kepribadian INFP ini biasanya tipe yang idealis, perfeksionis, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. 7. INTJ (Introverted, Intuitive, Thinking, Judging) Orang dengan tipe kepribadian INTJ ini umumnya adalah individu yang kreatif dan analitis. 8. INTP (Introverted, Intuitive, Thinking, Perceiving) Orang dengan kepribadian INTP ini biasanya adalah seorang pemikir yang logis, analitis, dan berwawasan luas. Namun, tidak menyukai aturan dan perencanaan. 9. ESTP (Extroverted, Sensing, Thinking, Perceiving) Orang dengan tipe kepribadian ESTP ini biasanya sangat ramah, antusias, pandai berteman, sangat pandai mempengaruhi orang lain, serta memiliki kemampuan untuk berpikir dan bertindak cepat dalam situasi yang darurat. 10. ESTJ (Extroverted, Sensing, Thinking, Judging) Orang dengan tipe kepribadian ESTJ ini terkenal dengan kemampuannya dalam berorganisasi dan memimpin. Pribadi ESTJ ini tegas, teliti, disiplin, taat aturan, dan bertanggung jawab. 11. ESFP (Extroverted, Sensing, Feeling, Perceiving) Orang dengan kepribadian ESFP bisa disebut sebagai kepribadian yang paling extrovert. Tipe ini sangat senang menghabiskan waktunya dengan orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. 12. ESFJ (Extroverted, Sensing, Feeling, Judging) Orang dengan tipe kepribadian ESFJ biasanya cenderung berhati lembut, setia, ramah, dan terorganisir. 13. ENFP (Extroverted, Intuitive, Feeling, Perceiving) Orang dengan tipe kepribadian ENFP ini sangat senang mengumpulkan berbagai ide positif untuk membantu orang lain dan mampu mengalirkan energi positif kepada orang-orang yang berada disekitarnya. 14. ENFJ (Extroverted, Intuitive, Feeling, Judging) Orang dengan tipe kepribadian ENFJ ini biasanya memiliki empati yang tinggi, sehingga ia sangat senang membantu orang lain untuk mencapai tujuan mereka. 15. ENTP (Extroverted, Intuitive, Thinking, Perceiving) Orang dengan kepribadian ENTP ini biasa dikenal sebagai pribadi yang logis, cerdas, kreatif, dan paling menyukai argumen. 16. ENTJ (Extroverted, Intuitive, Thinking, Judging) Orang yang memiliki kepribadian ENTJ ini biasanya adalah sosok extrovert yang tegas, percaya diri, dan suka blak-blakan. Dalam Myers-Briggs Type Indicator atau tes MBTI ini tidak hanya menunjukkan hasil yang salah atau benar. Sebaliknya, tes MBTI dilakukan untuk membantu mengenali potensi dan keunggulan yang ada didalam diri seseorang. Sumber Referensi Al-Maqassary, A. (2011). TES MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan Interpretasi Alat Tes MBTI. Psychology Mania. Diambil dari https://www.psychologymania.com/2011/07/tes-mbti-myers-briggs-type-indicator.html?m=1 Pane, M. D. (2021). Seputar 16 Tipe Kepribadian Myers-Briggs Type Indicator. Alodokter. Diambil dari https://www.alodokter.com/seputar-16-tipe-kepribadian-myers-briggs-type-indicator

Selengkapnya
Mengenal tes kepribadian Big Five Personality
  • SEP 26, 2023

Mengenal tes kepribadian Big Five Personality

Tes psikologi yang kita ketahui tentu ada banyak mulai dari tes kecerdasan sampai tes kepribadian. Salah satu tes kepribadian adalah dengan menggunakan Tes Big Five Personality,meskipun tes ini bukan hal yang lumrah di Indonesia namun secara akademis di Psikologi ini merupakan Ocean Model yang paling saintifik. Berbeda dari teori kepribadian lainnya yang membagi sifat menjadi dua yaitu ekstrovert dan introvert, Big Five Personality menekankan bahwa kepribadian seseorang adalah spektrum. Teori ini berangkat dari kamus bahasa inggris yang terdiri dari 32 sifat yang disederhanakan menjadi 16 sifat lalu dilanjutkan menjadi 8 sifat lalu difinalisasi menjadi 5 sifat yaitu dari sisi Opennes, Conscientiousness, Extravartness, Agreeableness, dan Neuroticism. Konsep Big Five Personality banyak dilibatkan dari berbagai penelitian oleh ahli kepribadian di beberapa negara. Fakta yang dimunculkan menetapkan bahwa 5 gambaran dimensi dasar kepribadian adalah stabil,bahkan adanya peningkatan publikasi penelitian yang berkaitan dengan Big Five atau dengan istilah lainnya Five Factor Model (FFM). Sifat Kepribadian Big Five Personality 1. Openness ( Terbuka Terhadap Hal Baru),individu dengan kepribadian ini memiliki sifat yang kreatif,imajinatif,intelektual,penasaran yang tinggi dan pikiran yang luas 2. Conscientiousness ( Sifat Berhati-Hati),individu dengan kepribadian ini memiliki karakter yang positif misalnya individu dapat bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan,tekun dan dapat diandalkan 3. Extraversion, karakteristik dari sifat kepribadian ini yaitu mudah bersosialisasi sehingga dapat hidup berkelompok dengan orang lain 4. Agreeableness ( Mudah Akur atau Mudah Bersepakat ), individu ini memiliki sifat yang lemah lembut/rendah hati,suka membantu sehingga individu dengan sifat kepribadian ini dapat dipercaya dan dapat diajak untuk bekerjasama 5. Neuroticism,orang yang memiliki sifat kepribadian ini cenderung mempunyai emosi yang stabil dalam hal ini ia lebih tenang jika menghadapi suatu masalah dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Setiap individu dianggap memiliki kepribadian yang terdiri dari lima dimensi tersebut,tetapi dalam tingkatan yang berbeda. Ketika dari sifat-sifat itu diukur beberapa orang dapat memiliki nilai lebih tinggi pada satu dimensi atau lebih rendah pada dimensi lainnya. Referensi : Biro Administrasi Kemahasiswaan Alumni dan Informasi. (2022). Apa itu Tes Kepribadian,Tes Big Five. Medan: Universitas Medan Area Utari,R. (2022). Mengenal Teori Kepribadian Big Five Personality.

Selengkapnya
Tes Wechsler Adult Intelligence Scale
  • SEP 26, 2023

Tes Wechsler Adult Intelligence Scale

Ada banyak macam alat tes pada tes intelegensi, salah satunya adalah Tes Wechsler Adult Intelligence Scale atau biasa disebut dengan WAIS. Tes yang diterbitkan pada tahun 1939 oleh Wechsler, tes yang bermula dengan nama tes Bellevue Intelligence Scale atau biasa disebut W-B akhirnya direvisi pada tahun 1995 dengan nama Wechsler Adult Intelligence (WAIS). WAIS merupakan alat tes yang mengukur potensi inteligensi orang dewasa dengan rentang usia 16-75 tahun atau lebih, penyajian dilakukan secara individual. Ketika melakukan tes ini, dibutuhkan ruangan yang bebas dari suara ataupun gangguan yang dapat memecah konsentrasi dan penerangan pada ruangan tersebut harus pas agar ruangan terasa nyaman. Kenyamanan dan kesenangan subjek dalam mengerjakan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengerjakan tes ini. **Aspek yang diukur pada WAIS** Pada WAIS, ada dua aspek kemampuan potensial yang diukur, yaitu aspek verbal dan aspek performance 1. Aspek Verbal - Informasi - Hitungan - Pengertian - Rentang angka - Persamaan - Perbendaharaan kata 2. Aspek Performance - Simbol angka - Rancangan balok - Mengatur gambar - Melengkapi gambar - Merakit objek **Faktor skala kecerdasan pada tes WAIS** Berikut merupakan faktor pada skala kecerdasan tes WAIS - Verbal : Information, Comprehension - Comprehension : Vocabulary, Similarities - Perceptual : Matrix Reasoning, Block Design - Organization : Picture Completion, Picture Arrangement - Working Memory : Arithmetic, Letter-Number, Digit Span, Sequencing - Processing Speed : Symbol Search, Digit Symbol **Klasifikasi** Klasifikasi intelegensi WAIS menurut Wechsler (1958) : - Very Superior memiliki IQ 130 ke atas - Superior memiliki IQ 120 – 129 - Bright Normal memiliki IQ 110 – 119 - Average memiliki IQ 90 – 109 - Dull Normal memiliki IQ 80 – 89 - Borderline memiliki IQ 70 – 79 - Defective memiliki IQ 69 ke bawah **Referensi :** Maqassary, A., 2011. Tes Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)/Tes Intelegensi https://www.psychologymania.com/ Nur’aeni. 2012. TES PSIKOLOGI : Tes Inteligensi dan Tes Bakat. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Press

Selengkapnya
Mengenal Tes MMPI, Tes untuk mendiagnosis gangguan mental seseorang
  • SEP 26, 2023

Mengenal Tes MMPI, Tes untuk mendiagnosis gangguan mental seseorang

Tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) merupakan salah satu dari tes psikologi yang berguna untuk menilai kepribadian dan psikopatologi seseorang. Tes psikologi ini dapat mengetahui kondisi kesehatan mental seseorang. Ahli profesional dapat mengetahui ada atau tidaknya gangguan mental yang dialami seseorang melalui hasil tes MMPI yang telah dikerjakan. **Tes MMPI Digunakan Untuk Bidang Apa Saja?** Tes MMPI seringkali digunakan dalam bidang psikologi klinis oleh para ahli yang menggunakannya untuk mendiagnosis berbagai macam gangguan mental. Selain bidang psikologi klinis, tes ini juga digunakan pada bidang hukum untuk menilai keabsahan pembelaan pelaku kriminal serta memastikan apakah pelaku kejahatan memiliki gangguan jiwa atau tidak. Tes MMPI juga sering digunakan perusahaan-perusahaan sebagai salah satu alat tes psikologi dalam proses perekrutan karyawan baru. **3 Tipe Tes MMPI** Tes MMPI terdiri dari tiga tipe tes yang berbeda, ketiga tipe tes tersebut meliputi: - Tes MMPI-2 Tes tipe ini merupakan versi tertua dan versi yang paling banyak digunakan karena kefamiliaran psikolog atas tipe ini. Tes MMPI-2 adalah tes yang diperuntukkan orang dewasa dengan 567 pertanyaan didalam soal. Tes tipe MMPI-2 dianggap memiliki hasil yang dapat dipercaya. - Tes MMPI-2-RF Tes tipe MMPI-2-RF merupakan versi baru dari tipe MMPI-2. Tes ini pertama kali digunakan di tahun 2008. Tes ini memiliki 338 pertanyaan, sehingga pengerjaannya tidak terlalu memerlukan waktu yang panjang seperti versi sebelumnya. Tes MMPI-2-RF dianggap lebih sempurna dari tes sebelumnya karena adanya pembaharuan, bahkan muncul dugaan bahwa tes ini akan lebih banyak digunakan dibandingkan versi sebelumnya meskipun masih membutuhkan beberapa revisi untuk jenis pertanyaan yang terdapat dalam tes tipe MMPI-2-RF. - Tes MMPI-A Tes tipe MMPI-A ini dibuat khusus untuk dikerjakan oleh remaja karena tes tipe MMPI-A tidak relevan apabila digunakan untuk mengukur kepribadian dan psikopatologi orang dewasa. Tes ini berfungsi untuk mengetahui karakteristik anak dan juga remaja, nantinya hasil tes tersebut akan digunakan oleh ahli untuk menentukan rencana pengobatan yang tepat bagi anak atau remaja yang terindikasi memiliki gangguan mental. Tips untuk mengerjakan tes MMPI dengan baik Terdapat beberapa tips untuk mengerjakan tes MMPI agar mendapat hasil terbaik dari tes ini. Simak tips-tips berikut: - Jaga kesehatan Siapkan kondisi tubuh yang prima sebelum mengerjakan tes. Istirahat yang cukup dan sarapan sebelum mengerjakan tes akan membantumu untuk lebih fokus. - Jawab dengan jujur Tes ini sengaja didesain untuk mendeteksi adanya orang yang mencoba berbohong dengan menggambarkan diri mereka berbeda dari gambaran sebenarnya. - Jangan menghabiskan waktu terlalu banyak untuk berpikir Jika kamu menghabiskan waktu lama untuk memikirkan pertanyaan, hal itu dapat menimbulkan makna berbeda akibat penafsiran pikiranmu sendiri. Selain itu tes ini memiliki waktu terbatas, berpikir terlalu lama bukanlah cara efektif dalam mengerjakan soal MMPI ini. - Konsisten Akan banyak pertanyaan yang disampaikan secara berulang namun dengan penyampaian yang sedikit berbeda. Hal tersebut untuk mengetahui konsistensimu dalam menjawab. Karena itu jawablah pertanyaan dengan jujur karena jawaban jujur akan membuatmu konsisten dalam menjawab. **Referensi** Puskeshaji.kemkes.go.id. (2020, 12 Maret). Mengenal Tes MMPI dan Tips Cara Mengerjakannya. Dari https://puskeshaji.kemkes.go.id/berita/2020/3/12/mengenal-tes-mmpi-dan-tips-cara-mengerjakannya Hellosehat.com (2021, 04 Maret). Serba-serbi Tes MMPI, Pemeriksaan Psikologi untuk Mendiagnosis Gangguan Mental. Dari https://hellosehat.com/mental/tes-mmpi/

Selengkapnya
SSCT (Sacks Sentence Completion Test)
  • SEP 25, 2023

SSCT (Sacks Sentence Completion Test)

Kepribadian setiap orang selalu berubah dan berkembang seiring berjalannya waktu, kepribadian dapat diukur melalui pengukuran kepribadian dengan alat tes kepribadian. Ada berbagai macam alat tes kepribadian yang dapat mengukur dan mengungkap kepribadian seseorang. Kepribadian seorang individu akan menentukan mudah atau tidaknya ia diterima di lingkungan masyarakat, maka disinilah peran penting adanya tes kepribadian. **Sacks Sentence Completion Test (SSCT)** Sacks Sentence Completion Test (SSCT) merupakan salah satu jenis tes proyektif yang dapat mengungkap dinamika kepribadian seorang individu, yang dapat menampakkan diri individu dalam hubungan interpersonal dan dalam interpretasi terhadap lingkungan. Awal penggunaan metode Sacks Sentence Completion Test (SSCT) untuk penilaian kepribadian adalah pada tahun 1928 dengan Arthur Payne. Payne menggunakan tes untuk tujuan bimbingan di rumah sakit jiwa dan institusi untuk menilai karakter seseorang yang berhubungan dengan karir. Alexander Tendler menggunakan metode tersebut untuk mempelajari reaksi emosional. Dengan tes tersebut, semua kalimatnya dimulai dengan 819 dan mengungkapkan sesuatu mengenai gangguan, ketakutan, keengganan, seperti. minat, dan keterikatan. Tidak pernah divalidasi bahwa tes ini dapat digunakan dalam konteks emosional (Schafer et al. 1953). Cameron (1938) menemukan cara penyelesaian kalimat berguna untuk mengeksplorasi aspek bahasa dan pemikiran yang lebih formal. Dia membandingkan proses berpikir subjek skizofrenia pikun dan tidak terorganisir mengenai tanggapan mereka terhadap pernyataan kausal seperti "Saya menjadi hangat ketika saya berlari. Dalam tes SSCT, seseorang yang di tes (teste) diminta pernyataan-pertanyaan berjumlah 60 nomor. Setelah tes SSCT selesai dikerjakan oleh testee, maka hasil tes tidak bisa langsung diketahui. Psikolog terlebih dahulu harus membaca jawaban kalimat yang dilengkapi pada tiap item, lalu melakukan interpretasi. Selanjutnya menentukan kesimpulan dari jawaban kalimat pelengkap tersebut untuk menentukan skor yang akan diberikan. Skor dari kalimat pelengkap tes akan menentukan sikap yang dimiliki oleh responden. Kalimat-kalimat tidak sempurna (incomplete sentences) dapat merangsang seseorang untuk memproyeksikan keadaan atau isi psikisnya sesuai dengan rangsang yang terdapat atau berkaitan dengan isi kalimat tersebut (aufferderungs character). Tes ini biasanya digunakan untuk orang dewasa dan bertujuan untuk mengetahui individu adjustment & struktur kepribadian. Tes ini dibuat oleh Joseph M. Sacks, Sidney Levy dan beberapa psikolog lainnya dari New York Veterans Administration Mental Hygiene Service. Tes ini berbentuk kalimat-kalimat tidak sempurna yang harus dilengkapi oleh testee sehingga menjadi kalimat yang utuh (teknik proyektif: Completion task). Asesmen kepribadian melalui proyeksi sikap individu terhadap masalah tersebut akan diperoleh: - Gambaran sikap individu terhadap hal-hal yang penting yang berkaitan dengan adjustment dirinya (hubungan masing-masing daerah sikap). - Gambaran keadaan psikis dalam dirinya atau kepribadiannya (kemampuan berpikir terhadap realita, keadaan emosi, cara menyelesaikan konflik, dll). - Gambaran konflik atau masalah-masalah yang dialami menyangkut penyesuaian diri (individual Adjustment). - Dalam kacamata klinis dapat menampakkan suatu gangguan sehingga tes ini bermanfaat untuk terapi. - SSCT dapat digunakan sebagai bahan awal untuk suatu wawancara eksploratif lebih dalam, karena jika waktunya cukup kita bisa menanyakan per item. - Konstruksi tes ini terdiri dari 60 item **Referensi :** Researchgate (2016). Pengembangan Aplikasi Tes Kepribadian Berbasis Intelligent Agent Menggunakan Metode Summary

Selengkapnya
Untuk apa sih Tes Rorschach?
  • SEP 25, 2023

Untuk apa sih Tes Rorschach?

Masa transisi dari pandemi ke masa end pandemi banyak sekali seleksi masuk lowongan kerja, berbagai macam interview yang dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan atau siswa yang kesulitan bersosialisasi dikarenakan baru pertama kali datang ke sekolah. Seringnya mengalami kegagalan dan penolakan sehingga terkadang banyak sekali orang kebingungan dalam memposisikan diri kemana. Adanya tes rorschach ini merupakan tes bercak dan tinta, yang membuat tes ini menggunakan alat bercak tinta sebagai stimulus, yang bisa digunakan sebagai alat bantu dalam diagnosis secara menyeluruh yang meliputi aspek-aspek kepribadian, sebagai berikut: aspek intelektual, aspek emosional, dan lain-lain. Tes rorschach mengetahui untuk membantu mengetahui karakternya dan emosionalnya pada subjek dalam tes ini dapat membantu subjek dalam memposisikan diri saat mulai bekerja atau membantu guru untuk melihat mengapa ada peserta didik yang belum bisa membaca, menjadi pemalu, sulit bersosialisasi, sehingga dengan tes rorschach ini dapat membantu guru dapat melihat dan menegmbangkan karakter siswanya agar terus dapat mengikuti pelajaran di kelas dengan baik. Pada setiap kartu rorschach ini memiliki berbagai macam arti sehingga klien yang melihat kartu rorschach harus mempunyai imajinasi yang tinggi agar dapat menceritakan apa yang dilihat pada kartu bercak tinta tersebut. Tes Rorschach dibagi menjadi beberapa aspek kepribadian yang dapat diungkap, sebagai berikut: - Aspek kognitif atau intelektual - Aspek afektif atau emosi, yang antara lain terdiri dari general emosional, perasaan diri sendiri, responsivitas terhadap lingkungan sosial, dan membangun hubungan sosial. Tes rorschach ini terdiri dari 10 kartu bercak tinta, diantaranya terdiri dari warna hitam, putih, abu-abu, dan warna warni. Setiap warna ini memiliki arti yang berbeda tergantung kebutuhan individu tersebut. Dalam tes rorschach ini individu mempunyai kebebasan melihat kartu dari sudut pandang manapun , dengan menjelaskan gambar pada kartu tersebut agar psikolog dapat menjelaskan maksud dan tujuan individu menjelaskan kartu tersebut. Tes rorschach merupakan tes proyeksi yang menggunakan stimulus bercak tinta yang paling populer diantara tes bercak tinta lain, baik sebelum rorschach mempublikasikan hasil penelitiannya maupun sesudahnya. Tes rorschach merupakan sebuah tes psikologi dimana subyek mempersepsi bercak tinta, dicatat, kemudian dianalisis dengan menggunakan psikologis interpretasi, secara kompleks diturunkan secara ilmiah algoritma, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk memeriksa kepribadian seseorang, karakteristik dan fungsi emosional. Tes ini telah digunakan untuk mendeteksi gangguan pikiran, terutama dalam kasus-kasus dimana pasien enggan untuk mengekspresikan proses berpikir mereka secara terbuka. Banyak sekali masyarakat yang menduga-duga sendiri gangguannya dengan didukungnya data dari google yang kurang valid yang membuat masyarakat mengiyakan diagnosa tersebut. Padahal jika dilihat secara detail gangguan emosi bisa dibantu oleh para ahlinya seperti psikolog dengan menggunakan alat tes rorschach ini membantu melihat karakteristik pada diri sendiri agar lebih jelas dan mendapatkan pengertian yang lebih objektif dan lebih lengkap untuk dimengerti individu tersebut jika mengunjungi psikologi. Kesuksesan penggunaan teknik bercak tinta dari rorschach ini untuk individu menjadikan dorongan untuk pengembangan metode proyeksi lainnya. Selain itu banyak alat tes bercak tinta ini dikembangkan dengan latar belakang medis sebagai salah satu alat diagnostika. Tes rorschach lebih digunakan untuk terapi pada seseorang agar berdampak pada individu tersebut sehingga tes rorschach ini sangat membantu dalam mengembangkan karakter dan juga emosional seperti merasa lega dan mengurangi beban pikirannya pada seseorang. **Kelebihan tes rorschach** - Rorschach dapat mengakses struktur kepribadian tak sadar yang mendasari seseorang. - Memiliki resistensi tinggi terhadap kepalsuaan. - Memiliki kemudahan dalam hal administrasi - Menurunkan ketegangan. **Kekurangan dari tes rorschach** - Validitas dan reliabilitas rendah - Tester harus profesional dan terlatih - Subjektivitas tinggi - Sulit diterapkan secara classical (kelompok) **Kegunaan Tes Rorschach** Seperti yang kalian sudah baca sebelumnya, tes rorschach ini tes psikologi yang digunakan untuk membantu mengetahui kepribadian dan emosional seseorang dengan menggunakan alat tes berupa gambar di kartu bercak dan tinta. Dengan tes rorschach ini dapat mengetahui karakter si anak maupun siswa di sekolah sehingga orang tua dan guru dapat mengarahkan anak gimana mengembangkan karakter anak dengan mengunjungi psikolog dapat membantu orang tua dan guru dan untuk karyawan yang memiliki gangguan emosi seperti beban pekerjaan dengan tes rorschach dapat menerapi yang membuat mengurangi beban tersebut agar lebih relax atau santai. **Referensi** Wikipedia. 2022. Tes Rorschach. https://id.wikipedia.org/wiki/Tes_Rorschach Dunia Psikologi. 2017. Kelebihan dan kekurangan tes rorschach dan daftar Pustaka materi tes Rorschach. http://duniapsikologi12.blogspot.com/2017/11/kelebihan-dan-kekurangan-tes-rorschach.html

Selengkapnya
Tes Kepribadian EPPS
  • SEP 22, 2023

Tes Kepribadian EPPS

Tes EPPS merupakan tes kepribadian yang bersifat verbal yang diturunkan dari teori yang dicetuskan oleh Henry A. Murray. Tes EPPS ini memiliki tujuan untuk mengungkap 15 need atau 15 kebutuhan yang ada pada diri seseorang. Bentuk tes EPPS berupa pasangan-pasangan pernyataan yang memiliki jumlah 225 pasang. Tugas subjek adalah memilih satu pernyataan dari pasangan-pasangan pernyataan yang disajikan yang cocok atau sesuai dengan dirinya. Dari 225 pasang pernyataan ada 15 pasang yang sama. **Aliran psikologi yang mempengaruhi tes EPPS** Perkembangan dan terciptanya alat tes EPPS dimulai dari perkembangan psychogenic needs. Murray dan teman-temannya menemukan kalau studi sistematis mengenai psychogenic needs. Selain itu, perkembangan tes EPPS ini dipengaruhi oleh beberapa aliran di Psikologi yaitu: - Functionalism oleh Dewey dan Angell - Dynamic Hypotheses oleh McDougall - Paradigma behaviorisme oleh Tolman dan Stone di awal abad ke-20, yang dikembangkan dengan konstruk drive dan dynamic principles - Psikologi Gestalt dan Psikoanalisis Aliran-aliran diatas menjadi latar belakang riset Murray dan teman-temannya mengenai human needs secara sistematis. EPPS kemudian diciptakan oleh Allen L. Edwards pada 1954 dan didesain untuk menunjukkan pentingnya needs dan motif seseorang. Tes ini mengalami revisi sekali pada tahun 1959 oleh Journal of Consulting Psychology pada bagian skoring tes dan referensi. Tujuan dari tes EPPS ini adalah untuk mengetahui kesungguhan atau konsistensi subyek dalam mengerjakan tes. Apabila konsisten dapat dikatakan bahwa subjek bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tes dan menjadi valid untuk diskor. 1. _Achievement_ : Melakukan yang terbaik dalam menyelesaikan tugas-tugas yang sukar dan menarik. 2. _Deference_ : Menyuruh orang lain memutuskan sesuatu untuk dirinya dan menyesuaikan apa yang diharapkan orang lain terhadap dirinya. 3. _Order_ : Tertib dan rapi dengan perencanaan sebelumnya. 4. _Exhibition_ : Menjadi pusat perhatian dan menonjolkan suatu prestasi atau menanyakan keberhasilan. 5. _Autonomy_ : Berdiri sendiri dalam membuat keputusan untuk menghindari urusan dan campur tangan orang lain. 6. _Affiliation_ : Berbaik hati, ikut ambil bagian dalam teman-teman sekelompok, dan bekerja sama atau melakukan sesuatu dengan orang lain. 7. _Interoception_ : Menganalisis motif-motif dan perasaan-perasaan seseorang dan memahami serta mengerti perasaan orang lain. 8. _Succorance_ : Menerima bantuan atau afeksi dari orang lain dan agar orang lain bersimpati dan mengerti dirinya. 9. _Dominance_ : Mengatasi dan mempengaruhi orang lain dan memerintah orang lain, serta ingin diperlakukan sebagai pemimpin. 10. _Abasement_ : Merasa bersalah bila orang lain berbuat kesalahan dan menerima fitnahan, merasa takut dan rendah diri. 11. _Nurturance_ : Menolong teman dan orang lain yang mengalami kesulitan dan memaafkan serta berlaku dermawan terhadap orang lain. 12. _Change_ : Berbuat sesuatu yang baru dan berbeda juga ingin mengikuti perubahan-perubahan keadaan dan kebudayaan. 13. _Endurance_ : Tekun dalam tugas-tugas yang dihadapinya dan tidak ingin diganggu selama bertugas. 14. _Heterosexuality_ : Bergaul bebas dengan lawan jenisnya dan aktif dalam pertemuan yang dihadiri oelh lawan jenis. 15. _Aggression_ : Melawan pendapat orang lain yang berbeda dan untuk mempermainkan orang lain. Tes Kepribadian EPPS sering digunakan di Indonesia oleh orang dewasa dan mahasiswa. Secara umum, tes ini digunakan untuk keperluan riset dan konseling dengan menggunakan 15 needs sebagai variabel kepribadian yang independen. Dalam konseling, tes EPPS digunakan untuk membantu seseorang dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan motif kerja yang mereka miliki. **Referensi** Makalah EPPS (Edward Personal Preference Schedule) Class B. 2014 , dilansir dari https://www.studocu.com/id/document/universitas-padjadjaran/pengantar-psikodiagnostika/makalah-epps-edward-personal-preference-schedule-class-b/6108497 Mahadewa, K.Lintang. 2021. “Mengenal Tes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule): Dari Keperluan Menjadi Kepribadian”, dilansir dari https://kampuspsikologi.com/tes-epps-edwards-personal-preference-schedule/

Selengkapnya
Mengenal Tes (RIMB) Rothwell Miller Interest Blank
  • SEP 22, 2023

Mengenal Tes (RIMB) Rothwell Miller Interest Blank

RMIB salah satu tes yang digunakan untuk mengidentifikasi minat. Savickas (1999) dan Crites (1969) memberikan definisi mengenai apa yang dimaksud dengan minat. E. K. Strong Jr. Strong (1955) . Strong Jr. Strong (1955) menyampaikan yang didasarkan definisi kamus Webster. Minat didefinisikan sebagai kecenderungan untuk memperhatikan dan digerakkan oleh objek tertentu. Ungkapan minat RMIB biasanya lebih mencerminkan kondisi yang sesungguhnya, dibanding apa yang diungkapkan secara langsung. RMIB merupakan alat test yang dinilai mampu untuk mengungkap minat dan atau kecenderungan rasa suka atau tidak suka akan suatu kegiatan ataupun pekerjaan yang dimiliki individu. Tes ini bagian dari upaya untuk memberikan bimbingan karir pada berbagai aktivitas tugas yang diberikan. RMIB memberikan kesempatan pada individu memberikan gambaran mengenai keinginan atau yang disukai individu berkaitan dengan pekerjaan ataupun aktivitas yang dijalaninya. Prinsip dasar RMIB ini adalah berusaha memberikan gambaran mengenai persepsi, penilaian, rasa suka dan tidak suka akan suatu aktivitas maupun mengenai pekerjaan tertentu. Dengan kecenderungan rasa suka atau tidak suka akan suatu bidang pekerjaan atau aktivitas tertentu, tes RMIB mampu untuk mengungkapkan jenis pekerjaan dan juga minat yang ada dalam diri individu. Tes RMIB dimaksudkan untuk bimbingan karir, minat dapat digunakan sebagai salah satu prediktor bagi keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugas. Tes RMIB disusun dengan tujuan mengukur minat seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. Hal yang didasarkan dari ide-ide stereotype terhadap pekerjaan yang bersangkutan. Pemikiran yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa setiap orang memiliki konsep stereotype terhadap jenis-jenis pekerjaan yang tersedia atau yang disediakan oleh masyarakat, kemudian memilih pekerjaan yang sesuai dengan ide-ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype yang tidak berdasarkan ide tertentu atau tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan yang dimaksud. Stereotype seperti ini lebih banyak mendasarkan konsepnya pada hal yang menarik daripada yang merupakan kekhususan dari pekerjaan tersebut dan keadaan semacam ini sangat memungkinkan terjadinya atau timbulnya stereotype yang benar atau salah sama sekali. **Kelebihan Tes RMIB** Tes RMIB memiliki beberapa ciri khusus yang menjadi kelebihannya. Hal apa sajakah itu ? - Tes RMIB mudah untuk dikerjakan - Hasil cepat keluar karena kemudahan skoring - Bisa dimasukkan ke dalam battery test - Tes RMIB cocok untuk dikerjakan oleh peserta remaja atau dewasa Tes RMIB merupakan suatu daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari a sampai i dan dibedakan antara pria dan wanita. Masing-masing kelompok pekerjaan tertentu dengan alasan bahwa banyak pekerjaan yang dapat digolongkan menjadi 12 jenis kategori yaitu : 1. **Out (outdoor)**, pekerjaan yang dilakukan diluar atau di lapangan terbuka. Untuk laki-laki: petani, nelayan dan supir. Untuk wanita: ahli pertamanan, peternak, petani dan tukang kebun. 2. **Me (mechanical)**, pekerjaan yang berhubungan dengan alat/mesin dan daya mekanik. Untuk laki-laki: insinyur sipil, montir, tukang las. Untuk wanita: ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata dan ahli reparasi jam. 3. **Comp (computational)**, pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka. Untuk laki-laki: akuntan, auditor, kasir dan petugas pajak. Untuk wanita: pegawai urusan gaji, juru bayar, pegawai pajak dan guru ilmu pasti. 4. **Sci (scientific)**, pekerjaan yang disebut sebagai keaktifan dalam hal analisa dan penyelidikan, eksperimen, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Untuk laki-laki: ilmuwan, ahli biologi, ahli astronomi dan insinyur kimia industri. 5. **Pers (personal contact)**, pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, diskusi, bergaul dengan orang lain. Pada dasarnya adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain. Untuk laki-laki: penyiar radio, petugas wawancara, sales dan pedagang keliling. Untuk wanita: sales girl, pegawai rumah mode, penyiar radio dan petugas humas. 6. **Aesth (aesthetic)**, pekerjaan yang berhubungan dengan bersifat seni dan menciptakan sesuatu. Untuk laki-laki: seniman, artis, arsitek, dekorator, fotografer dan penata panggung, untuk wanita: seniwati, guru kesenian, artis dan penata panggung. 7. **Lit (literary)**, pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca atau mengarang. Untuk laki-laki: wartawan, pengarang, penulis skenario, ahli perpustakaan dan penulis majalah. Untuk wanita: wartawan, kritikus buku, penyair dan penulis sandiwara radio. 8. **Mus (musical)**, minat memainkan alat musik atau untuk mendengarkan orang lain, bernyanyi atau membaca sesuatu yang berhubungan musik. Untuk laki-laki: pianis, komponis, pemain organ dan ahli pustaka. Untuk wanita: pemain orgen, guru musik, komponis dan pianis konser. 9. **S.s. (social service)**, minat terhadap kesejahteraan penduduk dengan keinginan untuk menolong, membimbing dan menasehati tentang permasalahan dan kesulitan mereka. Keinginan untuk mengerti orang lain, dan mempunyai ide yang besar atau kuat tentang pelayanan. Untuk laki-laki: guru, psikolog pendidikan, kepala sekolah, penyebar agama dan petugas palang merah. Untuk wanita: guru, psikolog pendidikan, petugas kesejahteraan sosial, ahli penyuluh jabatan dan petugas palang merah. 10. **Cler (clerical)**, minat terhadap tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian. Untuk laki-laki: manajer bank, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos dan petugas ekspedisi (surat). Untuk wanita: sekretaris pribadi, juru ketik, penulis steno, pegawai kantor dan penyusun arsip. 11. **Prac (practical)**, minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang praktis, karya pertukangan, dan yang memerlukan keterampilan. Untuk laki-laki: tukang kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukang batu dan tukang sepatu. Untuk wanita: ahli penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam dan juru masak. 12. **Med (medical)**, minat terhadap pengobatan, mengurangi akibat dari penyakit, penyembuhan, dan di dalam bidang medis, serta terhadap hal-hal biologis pada umumnya. Untuk Laki-Laki: Dokter, Ahli Bedah, Dokter Hewan, Ahli Farmasi, Dokter Gigi, Ahli Kacamata dan Ahli Rontgen. Untuk Wanita: Dokter, Ahli Bedah, Dokter Hewan, Pelatih Rehabilitasi Pasien dan Perawat Orang Tua. Khusus generasi milenial atau generasi-z, tes RMIB akan kelihatan aneh, karena banyak pilihan pekerjaan pada tes RMIB tidak memahami oleh banyak orang. Dengan contoh pekerjaan ahli pembuat alat-alat tertentu. Generasi saat ini akan mempersepsikan lain terhadap pekerjaan ahli pembuat alat-alat. Selain itu, proses konversi bahasa dari bahasa inggris kedalam bahasa indonesia juga sepertinya mengalami perubahan. **Referensi :** Jobseeker.id (2022). RMIB : Definisi dan Kategori Psychologymania.com (2012). RMIB : Tujuan Psikologimultitalent.com (2016). Konsep Tes RMIB, Administrasi, Skoring, dan Fungsi Tes RMIB

Selengkapnya
Apa Itu Psikologi Personalia ?
  • SEP 21, 2023

Apa Itu Psikologi Personalia ?

Psikologi personalia membahas tentang pengelolaan tenaga kerja yang dimulai dari perencanaan, penerimaan tenaga kerja, penempatan, pengembangan tenaga kerja, pemeliharaan hingga keluarnya tenaga kerja dari suatu perusahaan. Psikologi personalia ini juga berkaitan dengan bidang analisis jabatan termasuk sistem upah dan gaji. Para psikolog yang terlibat dalam bidang ini bekerja mengembangkan tes psikologi yang baru atau memilih tes yang sudah ada untuk menyeleksi dan mempromosikan karyawan. Tes ini akan dievaluasi secara berkala untuk menjamin validitas dan reabilitasnya. Selain itu, mereka juga melakukan analisis pekerjaan untuk mendapatkan gambaran tentang suatu pekerjaan dan kemudian mengembangkan instrumen penilaian kinerja untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Tugas utama dari manajemen personalia ini adalah memastikan sumber daya manusia bagi perusahaan agar dapat terjalin hubungan yang baik antar perusahaan dengan perusahaan lain atau perusahaan dengan karyawannya. Dalam psikologi personalia ini lebih spesifik dibagi dalam dua pengelompokan tugas dan fungsi yaitu dalam bidang manajemen dan bidang operasional. 4 Pilar Manajemen Bidang manajemen dibagi lagi menjadi empat pilar: Planning atau perencanaan, hal ini untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh pegawai. Contohnya merencanakan kriteria sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh perusahaan. Organizing atau pengaturan, jika rencana sudah tersusun maka diperlukan pengaturan yang baik dalam suatu perusahaan. Directing atau pengarahan, tugasnya yaitu memastikan bahwa rencana dan pengaturan ini dapat dipahami oleh semua pihak baik itu dari perusahaan, karyawan dan calon karyawan yang akan bekerja di perusahaan tersebut Controlling atau pengawasan, apapun yang terjadi dari rencana awal yang telah diatur tetap dapat diraih atau jika perlu mendapatkan modifikasi sesuai apa yang terjadi di lapangan. Bidang operasional dalam hal ini memastikan kegiatan dari operasional yang mendukung adanya sumber daya manusia yang terus berkembang. Hal ini berfungsi untuk menaikan masa kerja dan kebahagiaan para pekerja dengan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan. Referensi : Hafidz,L. ( 2021). Personalia adalah: 2 Tugas atau Fungsi Utama,dan Bedanya dengan HRD Adnan,I. (2022). Pengertian dan Sejarah Psikologi Industri dan Organisasi.

Selengkapnya
Psikologi dan Sumber Daya Manusia
  • SEP 21, 2023

Psikologi dan Sumber Daya Manusia

Psikologi merupakan bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental yang dimiliki manusia melalui prosedur ilmiah. Sedangkan, Sumber daya manusia adalah salah satu yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik instansi maupun perusahaan. Sumber daya manusia merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Psikologi Sumber Daya Manusia memberikan perhatian terhadap aspek-aspek dari penerapan berbagai perbedaan individu yang ada di lingkungan kerja. Psikologi sumber daya manusia bersinggungan dengan semua aspek yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu peranan psikologi yang dapat dirasakan manfaatnya adalah Manajemen Sumber Daya Manusia. Sumber Daya Manusia ( SDM ) adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu dalam sebuah institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Peran psikologi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM), yaitu: Pengembangan Kepemimpinan Pengembangan kepemimpinan tentu membutuhkan psikologi. Karena pada umumnya seorang pemimpin yang baik harus memahami apa itu psikologi dan harus menerapkannya pada kepemimpinannya agar orang lain yang melihat dan merasakan kepemimpinannya berbeda dengan orang lain. Manajemen Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik Melalui pemahaman psikologi diharapkan pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan secara merata pada waktu, tempat, maksud dan tujuan terpenting dari pengelolaan sumber daya manusia. Sebagai Mediator Psikologi bertindak sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada produktivitas karyawan. Dengan psikologi ini, semua aspek manajemen sumber daya manusia dapat dikembangkan sehingga produktivitas berkembang dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pelatihan Dengan memahami peran psikologi juga dapat dikembangkan atau diterapkan dalam pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di perusahaan. Psikologi Psikologi berperan sebagai pencipta teknik manajemen keamanan kerja dan pemantauan kinerja sesuai kebutuhan. Meningkatkan motivasi dan Semangat Kerja Dengan menerapkan psikologi dalam manajemen sumber daya manusia, psikologi ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat kerja karyawan menjadi lebih baik. Indikator Psikologi ini juga dapat dijadikan indikator untuk menentukan sikap kerja yang baik dari karyawan dan mendorong munculnya kreativitas karyawan sesuai dengan bidangnya. Meningkatkan Kualitas Komunikasi Psikologi juga berperan sebagai indikator yang berfungsi untuk memastikan komunikasi internal perusahaan berlangsung dengan baik diantara semua departemen ataupun setiap divisi yang ada dalam suatu perusahaan. Evaluasi Dengan mengerti psikologi, seorang atasan juga akan mengerti kemampuan kinerja bawahannya sejauh mana, baik secara hard skill maupun secara soft skill. Karena seorang yang mengerti psikologi serta bisa menerapkannya dalam setiap aktivitasnya, maka orang tersebut akan bisa menilai karakter, kinerja atau sikap seseorang apalagi bawahannya. Tentukan Kualitas dan Kuantitas Karena psikologi dapat digunakan untuk menentukan sikap, kemampuan, atau kinerja seseorang, maka para pemimpin juga dapat menggunakan psikologi ini untuk menentukan gaji bawahan dan mampu mengambil tanggung jawab atas keputusan. Pahami penyakit mental Psikologi juga berperan penting dalam memahami jiwa atau keadaan mental seseorang. Karena diketahui jika seseorang memiliki masalah mental atau psikologis yang mengganggu konsentrasinya, dapat mempengaruhi kinerjanya. Dengan bantuan psikologi, diharapkan masalah ini bisa teratasi. Konseling Dengan bantuan psikologi dapat digunakan untuk memberikan konseling atau coaching kepada karyawan yang mengalami masalah psikologis, sehingga masalah tersebut tidak serta merta mempengaruhi produktivitas dan dan agar masalah tersebut bisa langsung segera diatasi dengan adanya peranan psikologi tersebut. Meningkatkan Produktivitas Psikologi ikut berperan penting dalam hal proses output yang terjadi dalam suatu perusahaan. Proses output yang dimaksud dalam hal ini adalah psikologi ikut berperan dalam hal melakukan penilaian kinerja, mengukur produktivitas perusahaan apakah sesuai yang di targetkan atau tidak, serta mengevaluasi jabatan serta kinerja seorang karyawan. Apabila ditemukan sumber daya manusia yang tidak sesuai dengan target perusahaan, maka manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan bisa saja melakukan pengaturan kembali terhadap jabatan tersebut dengan cara melakukan psikotes potensi dan kompetensi yang dapat mengukur kemampuan yang ada pada karyawan, sehingga target perusahaan dapat dicapai. Referensi : DosenPsikologi.com (2022). Peran Psikologi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia https://dosenpsikologi.com/peran-psikologi-dalam-manajemen-sumber-daya-manusia

Selengkapnya
Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3)
  • SEP 21, 2023

Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3)

Kesehatan dan keselamatan kerja atau biasa disebut dengan K3 merupakan bidang yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan seseorang dalam bekerja pada sebuah institusi ataupun saat dalam lokasi proyek. Ada dua pengertian dalam K3, yaitu pada konsep lama dan konsep baru. Konsep lama merupakan kecelakaan yang merupakan nasib atau resiko yang harus diterima, tidak perlu berusaha untuk mencegah karena masih banyak pengganti yang lain dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Konsep baru merupakan cara pandang dalam kecelakaan merupakan bukan sebuah nasib yang penyebabnya 80-85% merupakan faktor sendiri dan 15-20% merupakan faktor enviromental, peran pemimpin sangat penting dan diperlukan untuk melakukan pencegahan. Tujuan adanya K3 ialah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dalam lingkungan kerja. Berdasarkan undang-undang No.1 pada Tahun 1970 tentang keselamatan kerja antara lain: Menjamin dan melindungi keselamatan pekerja dan orang lain pada tempat tersebut Menjamin keamanan sumber produksi Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Faktor Penyebab Terjadinya Kecelakaan Saat Kerja Menurut Husni (2003) ada 4 faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja : Faktor Manusia, dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan dan keterampilan Faktor Material, dapat memunculkan kesehatan dan keselamatan pekerja Faktor Sumber Bahaya, perbuatan yang bahaya seperti sikap kerja yang tidak sesuai dengan aturan Faktor yang dihadapi, kurangnya pemeliharaan mesin dan peralatan lainnya Kewajiban dalam mencegah terjadinya kecelakaan dalam bekerja harus dilakukan. Perbuatan yang berbahaya yang biasanya terjadi disebabkan karena sikap dalam pengetahuan, keletikan dan gangguan pada psikologis yang dapat dilakukan dengan psikoterapi pada ahlinya Langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan agar tidak terjadinya kecelakaan dalam bekerja ialah : Peraturan perundang-undangan Standarisasi Inspeksi Riset Teknis Riset Psikologis Riset statistik Pendidikan Latihan Persuasi Asuransi Implementasi Teknisi Administratif Supervisi Kontrol kerja Budaya dan motivasi untuk karyawan Pendekatan untuk Keselamatan lainnya ialah : Melakukan perencanaan Menempatkan barang pada tempat semestinya Menjaga kebersihan lingkungan dari bahan yang berbahaya Menggunakan pakaian kerja Menggunakan peralatan pelindung Kesehatan dan keselamatan dalam bekerja sangat perlu untuk diperhatikan guna untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pekerja maupun orang-orang yang ada dilingkungan tersebut sehingga. Referensi : Ismara. I., Dkk. 2014. Keselamatan dan kesehatan kerja. Tim k3 FT UNY Kesehatan Masyarakat ULM. https://kesmas.ulm.ac.id/

Selengkapnya
Pentingnya Perilaku Organisasi
  • SEP 15, 2023

Pentingnya Perilaku Organisasi

Pemimpin kerja yang baik adalah seseorang yang terus mencari cara dan strategi untuk mendorong kinerja, tidak hanya melalui peningkatan produktivitas karyawan, tetapi juga pengalaman kerja dan kepuasan kerja mereka. Hal ini dapat dicapai dengan memahami bagaimana karyawan berinteraksi satu sama lain dan organisasi, serta apa yang memotivasi mereka. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari hubungan timbal balik antara karyawan, tim, dan manajemen untuk mengidentifikasi apa yang menjadikan pekerja menjadi efektif. Tujuan untuk memahami perilaku organisasi untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan mencapai tujuan karyawan, tujuan organisasi, dan tujuan sosial. Perilaku organisasi mencakup berbagai hal, seperti perilaku karyawan, perubahan, tantangan, kepemimpinan, tim, dll. Perilaku organisasi memiliki dampak yang besar pada individu dan juga dalam organisasi yang tidak dapat diabaikan. Untuk menjalankan bisnis secara efektif dan efisien, studi tentang perilaku organisasi sangat penting. Perilaku organisasi menggambarkan dinamika perilaku yang terjadi antara kelompok dan individu dalam dunia organisasi. Lima Aspek berikut adalah kunci untuk mempelajari perilaku organisasi: : 1. Karyawan 2. Struktur 3. Teknologi 4. Sistem sosial 5. Lingkungan organisasi Memahami elemen-elemen ini dan hubungan timbal baliknya yang berkembang dapat membantu para pemimpin organisasi mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan kesuksesan karyawan dengan menginformasikan strategi seputar pelatihan, pengembangan berkelanjutan, kolaborasi, dan proses tenaga kerja. Pentingnya Mempelajari Perilaku Organisasi

Selengkapnya
Apa itu syndrome cotard?
  • AUG 25, 2023

Apa itu syndrome cotard?

Pada saat tertidur pasti setiap individu pasti mempunyai kebiasaan yang jarang dialami orang lain seperti berjalan sewaktu tidur, kebanyakan dari kita tidur hanya tidur dan bermimpi. Tidak banyak dari kita memiliki kebiasaan ini sehingga jika diteruskan akan sangat membahayakan diri sendiri dikarenakan dalam keadaan tidak sadar ia berjalan tanpa arah. **Apa Itu Sindrom Cotard? ** Sindrom cotard merupakan kebiasaan atau kondisi langkah yang ditandai oleh keyakinan keliru bahwa kamu atau bagian tubuhmu mati sebagian atau sedang sekarat, padahal sebenarnya tidak ada. Pemicu utama terjadinya sindrom cotard karena banyaknya tekanan dan juga depresi dari lingkungan membuat individu tersebut tanpa sadar melakukan hal-hal yang biasanya ia lakukan pada sehari-hari atau berjalan waktu tidur. Sindrom cotard ini biasanya disebut sindrom mayat berjalan karena dalam keadaan tidur atau tidak sadar berjalan tanpa arah yang membahayakan diri sendiri. **Gimana Sih Gejala Awal Dari Sindrom Cotard? ** Beberapa gejala dari sindrom cotard, sebagai berikut: - Kegelisahan - Kemurungan - Kecemasan - Halusinasi dikarenakan tekanan - Melukai diri sendiri **Pada Umumnya Yang Sering Mengalami Sindrom Cotard Pada Usia Berapa? ** Biasanya yang terkena sindrom cotard ini kisaran usia 50 keatas tetapi ini juga dapat terjadi pada anak-anak atau remaja dikarenakannya tuntutan dan pemicu hal lainnya yang menyebabkan sindrom cotard. Selain itu juga syndrome cotard ini terjadi pada orang-orang yang menganggap karakteristiknya yang berkembangan karena lingkungan. **Apa Yang Menyebabkan Sindrom Cotrad Tersebut? ** Sebelumnya sudah disebut gejala dari sindrom cotard tetapi ada beberapa kondisi yang memicu sindrom cotard, sebagai berikut: - Depresi kelahiran - Katatonia - Gangguan depersonalisasi - Gangguan disosiatif - Depresi psikotik - Schizophrenia **Bagaimana Cara Penanganan Untuk Sindrom Cotrad Tersebut? ** Dibutuhkan pemeriksaan mental untuk mengetahuinya anda dapat mengunjungi psikolog dan melakukan psikotes untuk melihat kepribadian dan Kesehatan mental kalian yaitu tes psikometri yang digunakan untuk mengukur tingkat depresi seseorang. Individu tersebut dapat mengetahui dan mencegah hal tersebut. Psikolog tidak bisa memberikan resep atau diagnosa secara rinci oleh karena itu psikolog dapat melakukan rujukan dengan psikiater. Setelah ini bisa tertangani dengan baik secara bertahap individu tersebut dapat mengunjungi psikolog untuk melakukan terapi agar lebih tenang dan membantu menangani sindrom cotard. Sebenarnya tidak bisa dipastikan secara spesifik apa yang menjadi penyebab dari sindrom cotard dikarenakan dalam mendiagnosa sindrom cotard sedikit lebih rumit atau sulit. Dalam kebanyakan kasus yang pernah dilihat beberapa tahun belakangan ini sindrome cotard lebih sulit dalam menangani dan memahami sindrom cotard tersebut. Syndrome cotard biasanya terjadi dengan kondisi lain, sehingga pilihan perawat dapat sangat bervariasi, tetapi electroconvulsive (ECT) adalah pengobatan yang paling umum digunakan, ini dapat membantu dalam menangani depresi pada individu tersebut. ECT melibatkan arusan listrik dalam sekala kecil melalui otak membuat pengidapnya berada pengaruh bius total. Alasan ini lah perawatan ini dibutuhkannya pertimbangan dari pihak orang terdekat karena tidak ada opsi lain yang bisa dilakukan. Pihak keluarga juga harus selalu mendukung individu yang mengidap sindrom cotard dikarenakan ini dibutuhkannya tahap dalam menangani kasus tersebut dengan melalui berbagai macam pengobatan. Referensi Halodoc. 2020. Sindrome Cotard, gangguan mental seperti mayat berjalan. [https://www.halodoc.com/artikel/sindrom-cotard-gangguan-mental-seperti-mayat-berjalan ](link)

Selengkapnya
Sindrom Patau, Yuk Mengenali Apa Itu Sindrom Patau Pada Anak
  • AUG 23, 2023

Sindrom Patau, Yuk Mengenali Apa Itu Sindrom Patau Pada Anak

**Apa itu Sindrom Patau ?** Bayi biasanya mewarisi 2 salinan dari setiap kromosom, 1 dari ibu mereka dan 1 dari ayah mereka, di setiap sel dalam tubuh mereka. Bayi dengan sindrom Patau memiliki 3 salinan kromosom 13 di setiap atau beberapa selnya. Trisomi 13 atau sindrom Patau pada tahun 1960, digambarkan sebagai salah satu kelainan genetik dimana seseorang memiliki salinan ekstra kromosom 13 (atau 3 salinan materi genetik dari kromosom 13, bukan 2 salinan biasa). Trisomi 13 terjadi pada sekitar 1 dari setiap 12.500 bayi baru lahir. Sindrom Patau dapat disebabkan oleh trisomi bebas kromosom 13 (75% kasus), dan trisomi dari translokasi Robertsonian (25% kasus) kasus). Ada 3 jenis sindrom Patau yang disebut sindrom Patau penuh, mosaik dan parsial. Seberapa serius kondisi ini biasanya tergantung pada jenis sindrom Patau yang dimiliki bayi Anda.Ada berbagai bentuk sindrom Patau, ini dikenal sebagai sindrom Patau penuh dan bentuk parsial atau mosaik. Berikut penjelasannya : **Full form** Sekitar 80% bayi yang lahir dengan sindrom Patau akan terpengaruh oleh bentuk penuh dari sindrom tersebut. Ini berarti kromosom 13 ekstra hadir di semua sel bayi. **Mosaic form** Bentuk mosaik berarti bahwa bayi akan memiliki kromosom 13 tambahan di beberapa tetapi tidak semua selnya. Bagaimana bayi terpengaruh akan tergantung pada persentase sel yang terpengaruh dan di mana sel-sel itu berada di dalam tubuh. **Partial form** Bentuk parsial dari sindrom Patau jauh lebih jarang dan berarti ada sebagian tambahan kromosom 13 dalam sel bayi. Dalam beberapa kasus, salinan sebagian dapat menempel pada kromosom lain. Bentuk parsial dari sindrom ini dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Semua bayi yang lahir dengan sindrom Patau akan memiliki ketidakmampuan belajar dan berbagai tantangan kesehatan, beberapa di antaranya bisa sangat serius. Mereka mungkin memiliki masalah dengan: - jantung - sistem pernapasan - ginjal - sistem pencernaan Bayi yang lahir dengan sindrom Patau penuh perlahan untuk dapat membuat kemajuan perkembangan mereka, terlebih lagi kebutuhan mereka yang banyak dan kompleks.Bayi yang lahir dengan mosaik atau sindrom Patau parsial mungkin memiliki tantangan kesehatan yang kurang serius, tetapi tidak mungkin untuk mengetahui hal ini sebelum bayi lahir. **Gejala** Bayi dengan sindrom Patau dapat memiliki berbagai masalah kesehatan. Pertumbuhan mereka di dalam rahim sering terhambat, mengakibatkan berat badan lahir rendah, dan 8 dari 10 akan lahir dengan cacat jantung yang parah. Otak sering tidak terbagi menjadi 2 bagian. Ini dikenal sebagai holoprosencephaly. Ketika ini terjadi, dapat mempengaruhi fitur wajah dan menyebabkan cacat seperti: - bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing - mata atau mata kecil yang tidak normal (mikroftalmia) - tidak adanya 1 atau kedua mata (anophthalmia) - berkurangnya jarak antara mata (hypertelorisme) - masalah dengan perkembangan saluran hidung Kelainan lain pada wajah dan kepala meliputi: - lebih kecil dari ukuran kepala normal (mikrosefali) - kulit hilang dari kulit kepala (cutis aplasia) - kelainan bentuk telinga dan tuli - timbul, tanda lahir merah (hemangioma kapiler) Sindrom Patau juga dapat menyebabkan masalah lain, seperti: - Cacat dinding perut di mana perut tidak berkembang sepenuhnya di dalam rahim, mengakibatkan usus berada di luar tubuh, hanya ditutupi oleh membran – ini dikenal sebagai exomphalos atau omphalocoele - Kista abnormal pada ginjal - Penis kecil yang tidak normal pada anak laki-laki - Klitoris yang membesar pada anak perempuan - Tangan terkepal (dengan jari luar di atas jari dalam) - Mata tertutup -- mata sebenarnya bisa menyatu menjadi satu - Penurunan tonus otot - Cacat intelektual , parah - Cacat kulit kepala (kulit hilang) - Kejang - Lipatan telapak tangan tunggal - Kelainan rangka (anggota badan) - Mata kecil - Rahang bawah kecil ( micrognathia ) - Testis tidak turun ( kriptorkismus ) Mungkin juga ada kelainan pada tangan dan kaki, seperti jari tangan atau kaki ekstra (polydactyly) dan bagian bawah kaki yang membulat, yang dikenal sebagai rocker-bottom feet. **Penyebab sindrom Patau** Sindrom Patau terjadi secara kebetulan dan tidak disebabkan oleh apa pun yang telah dilakukan orang tua. Sebagian besar kasus sindrom ini tidak diturunkan dalam keluarga (tidak diwariskan). Mereka terjadi secara acak selama pembuahan, ketika sperma dan sel telur bergabung dan janin mulai berkembang. Kesalahan terjadi ketika sel membelah, menghasilkan salinan tambahan, atau bagian dari salinan kromosom 13, yang sangat mempengaruhi perkembangan bayi di dalam rahim. Tidak ada obat untuk sindrom Patau. Sayangnya, banyak bayi dengan Sindrom Patau mengalami keguguran selama kehamilan. Dari bayi yang lahir hidup sekitar 11% hidup melewati ulang tahun pertama mereka. Beberapa bayi dapat bertahan hidup hingga dewasa, tetapi ini jarang terjadi. Harapan hidup untuk bayi yang lahir dengan jenis mosaik atau sebagian dari sindrom Patau bisa jauh lebih bervariasi. Bayi dengan sindrom Patau cenderung membutuhkan perawatan dan pengobatan spesialis setelah mereka lahir. Ini akan fokus pada gejala kondisi yang mereka miliki. Sekitar setengah dari bayi dengan sindrom Patau akan memiliki bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing. Bayi dengan sindrom Patau mungkin juga memiliki berat badan lahir rendah. Orang tua yang mengalami bayi terdiagnosis sindrom Patau baik sebelum lahir atau tidak lama setelahnya biasanya akan ditawari konseling dan dukungan. Karena tingginya tingkat kematian pada bayi dengan sindrom Patau, dokter akan menganjurkan orang tua untuk menjalani konseling atau terapi ketika kondisi ini terdeteksi pada sang anak. **Referensi :** [www.mountsinai.org](link) Trisomy 13 Patau syndrome

Selengkapnya
Mengapa anak menjadi Down syndrome?
  • AUG 23, 2023

Mengapa anak menjadi Down syndrome?

Lahirnya seorang bayi merupakan hal yang dinanti oleh hasil dari cinta dari kedua orang tuanya. Sebagai orang tua, pasti kita akan mengusahakan dan berharap bayinya lahir dengan baik dan sehat. Namun, Adapun yang harus menerima fakta bahwa bayi yang dilahirkannya mengalami Down Syndrome. Down syndrome merupakan kondisi dari kromosom genetik yang mengalami kelainan sejak bayi lahir. Kromosom dengan jumlah yang berlebih dan tidak tepat ini yang menyebabkan bayi lahir dengan kondisi menjadi Down Syndrome. Penderitanya dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microcephaly) dengan bagian anteroposterior kepala yang mendatar. Pada bagian wajah juga biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang kecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali pada bagian mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds). Tanda klinis ini pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Penyebab dari Down Syndrome ini bisa terjadi dikarenakan kesalahan pembelahan sel yang terjadi pada saat embrio yang disebut “nondisjunction” embrio yang biasanya mengahsilkan 2 salinan kromosom 21, justru menghasilkan 3 salinan kromosom 21. Hal ini pun, bayi menjadi memiliki 47 kromosom bukan 46 kromosom seperti pada normalnya. Meskipun pada penderita Down Syndrome memiliki karakteristik fisik yang sama, namun mereka tidak terlihat benar-benar sama seperti kembar. Penderita Down Syndrome ini juga memiliki perilaku dan kemampuan yang berbeda. Penderita ini biasanya mengalami gangguan belajar dan perkembangan yang terlambat seperti duduk, berdiri, berjalan, dan berbicara. Adapun beberapa penderita Down Syndrome juga dapat mengalami masalah kesehatan, seperti: - Penyakit jantung seperti penyakit jantung bawaan (PJB) - Gangguan pendengaran dan penglihatan - Gangguan tiroid - Infeksi berulang seperti pneumonia **Jenis – jenis Down Syndrome** Mosaicism, pada kondisi ini dimana kombinasi sel beberapa mengandung 46 kromosom biasa dan beberapa mengandung 47 kromosom. Translocation, kondisi ketika jumlah total kromosom dalam sel tetap 46, namun salinan kromosom 21 penuh atau parsial tambahan melekat pada kromosom lainnya. Pada Trisomi 21, Sekitar 95% penyebab dari sindrom down adalah trisomi 21. Maksud dari trisomi 21 adalah kondisi seorang anak yang memiliki tiga salinan pada kromosom 21 di semua selnya. Kondisi ini pun terjadi karena adanya pembelahan sel abnormal selama masa perkembangan sel sperma atau sel telur. Untuk kita mengetahui kondisi kelainan yang menyebabkan Down Syndrome, dapat dilakukan Pemeriksaan NIPT (Non-Invasive Prenatal Test). Pemeriksaan ini adalah screening untuk dapat mendeteksi kelainan pada janin yang dapat dilakukan secara non-invasive, yaitu melalui darah Ibu Hamil. Pemeriksaan NIPT akan mendeteksi ada atau tidaknya kelainan kromosom yang diperkirakan berhubungan dengan Down Syndrome. Pemeriksaan ini juga dianjurkan untuk dilakukan pada usia kehamilan mulai dari 10 Minggu. Nantinya, sampel darah dari pembuluh darah vena pada Ibu Hamil diambil sebanyak 10 mL, sehingga aman bagi janin dan tidak berpotensi negatif lainnya. **Faktor Risiko Sindrom Down** Faktor untuk bayi yang memiliki risiko mengalami Down Syndrome juga bermacam dan umumnya adalah sebagai berikut: 1. Usia Ibu Saat Hamil, Semakin bertambahnya usia pada Ibu pada saat kehamilan semakin tinggi probabilitas mempunyai anak Down Syndrome. Hal ini disebabkan oleh sel telur wanita yang usianya lebih tua berisiko mengalami pembelahan kromosom yang menjadi tidak tepat. Selain itu pada rahim wanita yang mendekati usia menopause dan risiko infertilitas juga meningkatkan potensi melahirkan bayi Down Syndrome. 2. Pernah Melahirkan Bayi Down Syndrome Hal ini juga berlaku untuk orang tua yang memiliki Down Syndrome translokasi yang dapat berpengaruh pada bayinya. 3. Jumlah Saudara Kandung dan Jarak Lahir, Sama seperti usia saat Ibu mengandung, risiko ini pun semakin meningkat bila jarak antar kehamilan terlalu jauh. Apalagi Ibu mengandung anak pertamanya pada usia yang cukup tua. 4. Kekurangan Asam Folat, Kurangnya asam folat juga dipicu oleh kerja metabolisme tubuh yang kurang optimal dalam memecah asam folat. Dengan penurunan metabolisme asam folat bisa berpengaruh terhadap pengaturan epigenetik untuk membentuk kromosom. 5. Faktor Lingkungan, faktor dari benda asing, Faktor dari paparan radiasi bahan kimia, dan zat asing selama masa kehamilan dapat menjadi faktor risiko. Selain itu, tentunya merokok pada saat masa kehamilan tidak diperbolehkan. Karena dapat menyebabkan rantai kromosom lebih pendek, kelainan jantung, dan otak pada bayi. **Pengobatan dan Pencegahan Down Syndrome** Pengobatan untuk penderita Down Syndrome bertujuan untuk mengatasi kondisi yang menyertainya dan membantu penderita dalam beraktivitas. Metode ini pengobatannya dapat berupa terapi atau pemberian obat-obatan. Down Syndrome ini tidak dapat dicegah. Namun pada konseling genetik dapat memberitahu seberapa besar kemungkinan memiliki anak dengan kondisi ini. Dalam pemeriksaan genetik disarankan bagi orang yang memiliki keluarga dengan Down Syndrome atau merencanakan kehamilan berikutnya setelah sebelumnya memiliki anak yang menderita kelainan ini. **Kelemahan dan Kelebihan Down Syndrome** Meskipun punya beberapa kelemahan seperti saat mengucapkan kata-kata, tapi para pengidap Down Syndrome cenderung memiliki perilaku yang lembut, ramah, periang, sabar, juga toleransi yang tinggi. Meski begitu, dalam situasi tertentu sikapnya bisa menjadi keras kepala, suka melawan, depresi, atau memiliki kecemasan yang berlebihan. Tetapi itu dalam jumlah persentase yang kecil. Referensi : Klikdokter.com (2020). Down Syndrome : Pengertian Alodokter.com (2022). Down Syndrome : Pengobatan Labcito.co.id (2022). Down Syndrome : Faktor dan Jenis

Selengkapnya
Tingkah Laku Reflektif
Pembelajaran Dengan Tingkah Laku Reflektif
  • JUL 24, 2023

Tingkah Laku Reflektif Pembelajaran Dengan Tingkah Laku Reflektif

Apa itu perilaku reflektif? Perilaku refleksif merupakan perilaku manusia yang ditimbulkan oleh reaksi secara spontan terhadap stimulus yang ada, maupun otomatis. Perilaku refleksif ini pada hakikatnya tidak dapat dikendalikan karena perilaku ini merupakan perilaku yang alamiah. Perilaku yang reflektif adalah perilaku spontan terjadi hasil dari stimulus Reflektif internal menunjukkan kepada orang-orang apa yang terjadi di dalam pikiran mereka. Refleksi dapat terjadi sebelum atau sesudah suatu peristiwa dan umumnya melibatkan pemikiran melalui suatu pengalaman. Sama halnya dengan Pembelajaran reflektif, dimana proses pembelajaran menggunakan refleksi sadar dan disengaja. Pembelajaran reflektif dapat melibatkan mengamati dan mengaudit tingkat pemahaman informasi saat belajar. Selain itu, jenis pembelajaran ini dapat mencakup ingatan dan analisis kritis dari pengalaman masa lalu. Pembelajaran reflektif adalah bentuk pembelajaran aktif , di mana orang-orang terlibat dan mengambil tanggung jawab yang meningkat selama pengajaran. Pembelajaran reflektif juga berbeda dari jenis pembelajaran lainnya, termasuk pembelajaran fisik, aural, sosial, soliter, dan verbal, antara lain. Pembelajaran reflektif dapat mencakup proses kognitif , atau analisis diri dari pikiran seseorang. Proses pembelajaran metakognitif telah terbukti membantu siswa menerapkan pengetahuan yang dipelajari ke konteks baru. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih menyadari materi yang dipelajari di luar materi pelajaran dasar dan menganalisis pengetahuan dan proses belajar mereka sendiri dengan cara baru yang lebih kompleks. Metakognisi juga dapat meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pengetahuan apa yang telah mereka kuasai dan apa yang perlu mereka dukung. Seorang profesor psikologi dari harvard membuat kesimpulan mengenai perilaku reflektif, melalui observasi dan pengujian, membuat beberapa kesimpulan: Refleksi meningkat seiring bertambahnya usia Impulsif atau reflektif relatif stabil selama 20 tahun pertama, terlepas dari upaya berulang kali untuk mengubahnya Impulsif atau reflektifitas muncul dalam kinerja banyak orang tugas Impulsif atau reflektifitas tampaknya terkait dengan kepribadian Contoh Tingkah Laku Reflektif Tingkah Laku Reflektif Contohnya, mata yang berkedip bila terkena sinar terang, menarik tangan bila terkena panas dan lain sebagainya. Kita mengenalnya sebagai reaksi refleks yang terjadi dengan sendirinya tanpa dipikir terlebih dulu, dan diluar kehendak orang yang mengalaminya. Kemudian contoh penggunaan pembelajaran reflektif adalah siswa yang merefleksikan konsep pembelajaran mana yang sulit dia pahami dan bagaimana dia dapat mempelajarinya dengan lebih baik. Contoh lain dari penggunaan gaya belajar reflektif adalah seorang pemain bola basket yang mempersiapkan diri untuk sebuah permainan dengan menanyakan bagian mana dari permainan yang dia hadapi dan strategi apa yang dapat dia gunakan untuk meningkatkannya. Pembelajaran reflektif juga dapat dilakukan dengan orang lain, seperti ketika sekelompok siswa berbicara tentang kesulitan yang mereka alami dalam mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu keuntungan dari diskusi kelompok adalah meningkatkan kesadaran akan perspektif dan solusi lain. Pembelajaran reflektif mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan menganalisis pengalaman untuk meningkatkan kinerja di masa depan. Untuk mengetahui anak memiliki kecenderungan tingkah laku yang telah dibahas diatas, maka dilakukan psikotes dan konseling untuk mengembangkannya Referensi : Www.Education.Ne.Gov (2017). Impulsive / Reflective Reasoning Www.Itali.Uq.Edu.Au. Reflective Learning

Selengkapnya
Tingkah Laku Profesional
Apa Yang Dimaksud Dengan Perilaku Profesional?
  • JUL 24, 2023

Tingkah Laku Profesional Apa Yang Dimaksud Dengan Perilaku Profesional?

Profesional merupakan sikap kerja yang mengutamakan keberhasilan yang sempurna dengan menjalankan sistematika yang benar dan bertanggung jawab. Profesionalisme juga dapat dikatakan sebagai kemampuan dan keterampilan individu dalam melakukan pekerjaan yang sesuai pada bidang dan tingkatannya masing-masing. Hal ini juga menyangkut pada kecocokan antara kemampuan individu dengan kebutuhan tugas yang terpenuhi. Ada 2 hal yang dapat dikembangkan dalam pengembangan profesionalitas Tugas dan peran yang senantiasa bertujuan melayani kepentingan umum, bukan pribadi Didasarkan pada pendidikan dan spesialisasi Profesionalisme pada pegawai Profesionalisme pegawai sangat ditentukan pada tingkat kemampuan seseorang yang tercermin pada perilaku sehari-hari. Pada tingkat kemampuan akan lebih mencapai tujuan organisasi yang telah direncanakan, jika tingkat kemampuan rendah maka akan lambat dan terjadi penyimpangan dari tujuan yang telah disepakati. Oemar mengemukakan bahwa terdapat aspek-aspek dalam tenaga kerja, yaitu : Aspek Potensial Pada aspek potensial, setiap tenaga kerja memiliki potensi yang bersifat dinamis, yang berkembang dan dapat dikembangkan. Potensi yang dimiliki ialah : kemampuan dalam mengingat, kemampuan berpikir, daya berkehendak, daya perasaan, bakat, minat, motivasi. Aspek Profesionalisme dan vokasional Pada aspek ini, setiap tenaga kerja memiliki keterampilan dan kemampuan kerja pada bidang tertentu, dengan hal tersebut ia dapat mengabdikan dirinya dalam lapangan kerja tertentu dan dapat menciptakan hasil yang baik secara optimal Aspek Fungsional Pada aspek ini, setiap tenaga kerja melaksanakan pekerjaannya secara tepat yang berguna. Hal ini bertujuan untuk penyesuaian tugas dan sesuai dengan fungsi yang seharusnya dia. Aspek Operasional Pada aspek operasional, setiap tenaga kerja dapat menggunakan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki dalam proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan kerja yang sedang digelutinya Aspek Personal Pada aspek ini, setiap pekerja diminta untuk memiliki sifat dan kepribadian yang dapat menunjang pekerjaannya.Misalnya: sikap mandiri dan tangguh, bertanggung jawab, tekun dan rajin Aspek Produktivitas Pada aspek ini, setiap tenaga kerja harus memiliki keinginan untuk berprestasi, berupaya untuk berhasil dan memberikan hasil dari pekerjaannya dengan baik secara kuantitas maupun kualitas. Karakteristik Profesionalisme Equality perlakuan yang sama atas apa yang diberikan Equality perlakuan yang sama pada masyarakat (berlaku adli) Loyalty kesetiaan pada konstitusi seperti pimpinan, bawahan, hukum dan rekan kerja Accountability, setiap aparat pemerintah harus siap menerima bertanggung jawab Pilihlah salah satu tes yang sesuai dengan tujuan anda, untuk mengetahui kinerja profesionalisme seseorang dapat diukur menggunakan beberapa psikotes, yaitu The Caliper Profile, DISC, MBTI, Big Five dan beberapa lainnya. Tes ini berguna untuk lebih cepat mengetahui sikap kerja seseorang dengan ketentuan dan standar yang sudah ada. Referensi : Wirjayanti. F. 2014. Analisis Profesionalisme Pegawai Dinas Sosial. UIN Suska

Selengkapnya
Tingkah Laku Non-Reflektif
Memahami tentang tingkah laku non-reflektif
  • JUL 24, 2023

Tingkah Laku Non-Reflektif Memahami tentang tingkah laku non-reflektif

Perilaku adalah semua aktivitas manusia yang dapat diamati secara langsung dan tidak langsung oleh pihak luar. Tingkah laku adalah apa yang diperhatikan dan dilakukan oleh seorang individu, tingkah laku ini dapat diukur yang dilakukan sama ada secara terus atau tidak,secara sadar maupun tidak sadar. Jenis perilaku terdiri dari dua yaitu perilaku reflektif dan non reflektif. Artikel ini akan membahas mengenai perilaku non reflektif dimana perilaku ini dikendalikan oleh pusat kesadaran di otak. Stimulus ini diterima oleh reseptor kemudian diteruskan kepada otak untuk direspon melalui efektor. Proses non reflektif ini biasa juga disebut dengan proses psikologis. Pembentukan Perilaku Manusia Adalah Sebagai Berikut : a. Cara pembentukan perilaku dengan kondisioning atau kebiasaan, Dengan cara membiasakan diri, seseorang dapat berperilaku seperti yang diharapkan sesuai kebiasaan. Misal: anak dibiasakanbangun pagi, atau menggosok gigi sebelum tidur, mengucapkan terima kasih bila diberi sesuatu oleh orang lain, membiasakan diri untuk tidak datang terlambat disekolah dsb. Cara ini didasarkan atas teori belajar kondisioning baik dikemukakan oleh Pavlov maupun Thorndike dan Skinner. b. Pembentukan perilaku dengan pengertian (insight), Perilaku ini atas dasar pengertian dari dalam diri seseorang dan kesadarannya. Karena dengan begitu, maka tercapailah pembentukan perilaku dengan pengertian. Misal datang kuliah jangan sampai terlambat, karena hal tersebut dapat mengganggu teman-teman lain. Bila naik motor harus pakai helm, karena helm tersebut untuk keamanan diri dsb. Dengan teori ini, bermaksud agar seseorang bisa menghargai peraturan yang telah ditentukan dan lingkungan sekitar. c. Pembentukan perilaku dengan menggunakan model. Model pembentukan ini sebagai contoh atau peranan terpenting atau menjadi patokan dalam seseorang yang bisa ditiru oleh bawahannya atau anggotanya. Misal orang tua biasa sering menjadi sebagai contoh anak-anak, pemimpin sebagai panutan yang dipimpinnya, ketua kelas menjadi patokan dalam mengetuai dsb Faktor faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia : Genetika Sikap adalah suatu ukuran tingkat kesukaan seseorang terhadap perilaku tertentu norma sosial adalah pengaruh tekanan sosial kontrol perilaku pribadi adalah kepercayaan seseorang mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku. Perilaku non-reflektif ini adalah perilaku yang dominan dan yang banyak pada diri manusia. Perilaku manusia juga merupakan perilaku yang terintegrasi yang berarti bahwa keseluruhan keadaan individu itu terlihat dalam perilaku yang bersangkutan. Skinner adalah seorang ahli psikologi yang merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus(rangsangan dari luar). Dengan demikian perilaku manusia terjadi melalui proses stimulus-organisme-respon atau teori ini juga sering disebut S-O-R. Untuk mengetahui perilaku atau tingkah laku tersebut, individu dapat melakukan psikotes kepribadian agar dapat diarahkan oleh psikolog. Referensi Ridwan,W. (2014). Macam-Macam Tingkah Laku. Kompas.com. (2021). Jenis-jenis Perilaku Manusia.

Selengkapnya
Tingkah Laku Tertutup
Apa Sih Tingkah Laku Tertu
  • JUL 24, 2023

Tingkah Laku Tertutup Apa Sih Tingkah Laku Tertu

Kepribadian setiap individu berbeda-beda tidak bisa disama ratakan sehingga dalam bertingkah laku juga pasti salah satu diantara kita pasti perlu menyesuaikan diri dan tidak bisa langsung akrab antara sesama teman sehingga dibutuhkannya pengamatan pada individu tersebut untuk langsung akrab. Apa Sih Tingkah Laku Tertutup? Tingkah laku tertutup merupakan respons stimulus tersebut masih belum dapat diamati orang lain (dari luar) secara jelas. Respon tersebut masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan, dan sikap terhadap stimulus yang bersangkutan sehingga individu tersebut diperlukannya adaptasi untuk memulai hubungan dengan sesama individu lainnya. Perilaku tertutup merupakan respon yang terselubung atau tertutup. Biasanya perilaku tertutup ini membuat individu tersebut kesulitan dalam memulai obrolan, tingkah laku individu tidak kasat mata atau tidak nyata disebut dengan istilah convert. Tingkah laku tertutup biasanya lebih pasih sehingga mudah dalam memendam pendapat dan perasaannya dibandingkan mengutarakan sehingga lebih banyak diam pada kondisi dan orang tertentu. Apa Saja Ciri-Ciri Untuk Mengetahui Perilaku Tertutup Secara Umum? Berikut adalah beberapa hal yang menjadi ciri-ciri tingkah laku tertutup, sebagai berikut: Waktu luang lebih banyak sendiri, seperti membaca buku, lebih banyak didalam ruangan sendiri. Sering mengalami kelelahan jika melakukan bersosialisasi dengan orang lain. Suka bekerja sendiri tetapi bisa juga bekerja kelompok dengan orang lain tetapi dibutuhkannya waktu untuk beradaptasi. Lebih sering memilih bekerja dibalik layar. Lebih menyukai zona nyaman atau lingkarang teman atau keluarga terdekat. Apa Penyebab Terjadinya Perilaku Tertutup Atau Introvert? Beberapa faktor, salah satunya aspek kepribadiannya berkembang sebagai kombinasi dari dua faktor utama yakni genetic atau faktor lingkungan. Ada kemungkinan besar seseorang yang lahir dalam keluarga introvert adalah akan terus mengembangkan kepribadian sikap tertutup ini , tetapi sebagian gen yang berkontribusi pada kepribadian. Lingkungan juga dapat sebagai faktor penyebab bertingkah laku tertutup, sebagai berikut: Gaya pengasuhan Jenis Pendidikan yang dijalani atau diterima Pengalamn selama berteman dengan yang lainnya Pengalaman kehidupan terutama di masa kecil juga bisa menjadi penyebab pemicu sebagai perilaku tertutup. Perilaku tertutup ini pada masyarakat disamakan dengan introvert dikarena lebih asik pada diri sendiri dibandingkan dengan bermain dengan orang lain. Pada perilaku tertutup juga lebih menghabiskan dengan orang-orang yang sudah dipercaya atau akrab sehingga enggan untuk keluar zona nyaman atau memulai membangan hubungan dengan orang lain. Apakah Perilaku Tertutup Ini Berdampak Pada Aktivitas Sehari-Hari? Tergantung gimana cara anda menanganinya tetapi jika mengalami kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari kalian bisa mengunjungi biro psikologi atau psikolog terdekat atau terpercaya dengan begitu kalian bisa melakukan rangkaian untuk melihat perilaku pada diri kalian sendiri dengan begitu kalian lebih mudah untuk mengenali diri sendiri. Psikotes yang dapat dilakukan untuk melihat atau membantu kepribadian tertutup yaitu tes kepribadian dengan begitu psikolog dapat menjelaskan dampak, ciri-ciri, dan cara untuk mengurangi tingkah laku tertutup ini sehingga kalian tidak perlu cemas dan takut untuk mengunjungi psikolog. Referensi Kompas. 2022. Apa itu Introvert? Berikut Ciri-Ciri dan Penyebabnya. https://www.kompas.com/tren/read/2022/09/08/202900565/apa-itu-introvert-berikut-ciri-ciri-dan-penyebabnya?page=all

Selengkapnya
Perilaku Prososial
  • JUL 24, 2023

Perilaku Prososial

Perilaku Prososial adalah tindakan yang dilakukan individu untuk membantu dan menolong orang lain yang seringkali disebut sebagai tindakan sukarela. Perilaku ini bertentangan dengan keegoisan seseorang dan berpotensi memberikan hasil yang bermanfaat bagi orang lain. Contoh perilaku prososial adalah kegiatan sukarela, berbagi, kerjasama dan menolong. Jenis-jenis Perilaku Prososial Perilaku prososial ini memiliki beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut: Causal helping Ini merupakan bantuan kecil pada orang lain yang baru dikenal, contohnya menunjukkan jalan pada orang lain. Substantial personal Ini merupakan bantuan yang diberikan pada teman, contohnya itu meminjamkan motor pada teman yang ingin ujian di kampus. Emotional helping Ini merupakan tawaran dukungan personal, contohnya memberi dukungan saat teman sedang menghadapi masalah. Emergency helping Ini merupakan bantuan yang diberikan saat situasi berbahaya, contohnya menolong orang lain yang mengalami kecelakaan. Dimensi Perilaku Prososial Terdapat beberapa dimensi dalam perilaku prososial, diantaranya sebagai berikut: Altruism, perilaku ini muncul karena adanya kesukarelaan untuk membantu kebutuhan dan kesejahteraan orang lain. Compliant, perilaku ini muncul karena keinginan untuk membantu orang lain tanpa direncanakan terlebih dahulu. Emotional, perilaku ini muncul karena keinginan membantu orang lain dengan suasana yang emosional atau adanya hubungan kekerabatan. Publik, perilaku ini muncul karena adanya keinginan untuk membantu orang lain dengan didasari untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain. Anonym, perilaku ini muncul karena keinginan untuk menolong orang lan tetapi tanpa diketahui oleh orang tersebut. Dire, perilaku ini muncul karena adanya situasi yang darurat. Tahapan Perilaku Prososial Terdapat beberapa tahapan yang dapat membuat seseorang untuk menolong orang lain atau tidak, diantaranya sebagai berikut: Memperhatikan situasi atau peristiwa yang tidak biasa Memahami bahwa situasi atau peristiwa tersebut sebagai suatu kondisi yang darurat Memilih keputusan untuk bertanggung jawab atau tidak dalam menolong orang tersebut Meyakinkan diri apakah sanggup untuk menangani kondisi tersebut dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki Memutuskan apakah akan memberikan pertolongan atau tidak Perilaku prososial itu penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dilakukan karena dengan melakukan perilaku prososial dapat memberikan dampak yang positif pada orang tersebut. Untuk mengetahui perilaku prososial pada diri seseorang itu diperlukannya melakukan psikotes, yang mana tes yang digunakan adalah tes kepribadian, tes ini juga bisa digunakan untuk mengetahui tingkatan perilaku prososial yang dimiliki pada orang tersebut. Sumber Referensi Shadiqi, M. A. (2018). Perilaku Prososial. Diambil dari https://www.researchgate.net/publication/327756107_Perilaku_Prososial Arifah, S. F. (2018). Perilaku prososial siswa sma atau sederajat yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. INQUIRY Jurnal Ilmiah Psikologi. 9(2), 125-140. Diambil dari https://journal.paramadina.ac.id/index.php/inquiry/article/view/262/pdf_17

Selengkapnya
Tingkah laku pada Psikomotorik
  • JUL 24, 2023

Tingkah laku pada Psikomotorik

Manusia yang ada pada lingkungan sosial dapat dikatakan setiap hari akan selalu melakukan gerakan sesuai dengan apa yang ingin ia lakukan. Hal ini juga akan dilihat ketika seseorang diberikan pembelajaran dari sekolah. Penilaian ini akan dilihat dari hal-hal yang apa yang dilakukan berkaitan dengan kegiatan fisik setelah mendapatkan pembelajaran. Penilaian merupakan salah satu tahap dari proses pembelajaran. Salah satu dari jenis penilaian adalah penilaian psikomotorik. Dimana psikomotorik merupakan salah satu ranah penilaian yang membutuhkan instrumen dari penelitian dan penilaian yang cukup komplek. Penilaian tidak dapat dilakukan cukup dengan menjawab soal tetapi dengan merancang kegiatan yang dapat menunjukkan kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Psikomotorik sangat berkaitan dengan keterampilan (skill) setelah seseorang telah menerima pengalaman belajar tertentu. Keterampilan yang menunjukkan tingkat keahlian seseorang dalam suatu tugas atau sekumpulan tugas tertentu. Psikomotorik berhubungan dengan hasil belajar yang pencapaiannya melalui keterampilan (skill), sebagai hasil dari tercapainya kompetensi pengetahuan. Kompetensi keterampilan ini juga sebagai implikasi dari tercapainya kompetensi pengetahuan dari peserta didik. Hasil belajar psikomotorik ini berada di dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotorik sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif dan hasil belajar yang efektif (dari bentuk kecenderungan-kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat). Hasil belajar kognitif dan afektif akan menjadi hasil belajar psikomotorik apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu yang sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan afektif. Kompetensi peserta didik dalam ranah psikomotorik menyangkut kemampuan melakukan gerakan refleks, dari gerakan dasar, gerakan persepsi, gerakan berkemampuan fisik, gerakan terampil, gerakan indah dan kreatif. Kemampuan psikomotorik dari melakukan gerakan dasar, artinya ada gerakan yang muncul tanpa latihan, tetapi dapat diperhalus melalui praktik. Gerakan dasar merupakan gerakan terpola dan dapat ditebak. Dalam kegiatan pembelajaran ini dapat ditunjukkan melalui: gerakan tak berpindah (bergoyang, membungkuk, merentang, mendorong, menarik, berputar, memeluk, dan sebagainya), gerakan berpindah (merangkak, maju perlahan-lahan, meluncur, berjalan, berlari, meloncat-loncat, berputar mengitari, memanjat, dan sebagainya), gerakan manipulasi (menyusun balok, menggunting, menggambar, memegang dan melepas objek tertentu, dan sebagainya), keterampilan gerak tangan dan jari-jari (memainkan bola, menggambar dengan garis, dan sebagainya). Pengertian Psikomotorik Menurut Para Ahli Menurut Bloom, Ranah psikomotorik adalah pencapaian yang dimiliki oleh seseorang berbentuk sebuah keterampilan manipulasi yang melibatkan kinerja otot dan segala kekuatan fisik. Hal ini akan membuat seseorang dapat dilihat telah mencapai standar yang diukur atau belum. Psikomotorik yang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motoric ini dan kemampuan fisik seseorang. Keterampilan yang akan berkembang jika sering dipraktekkan ini juga dapat diukur berdasarkan jarak, kecepatan, kecepatan, teknik dan cara pelaksanaan. Beberapa aspek psikomotorik terdapat tujuh kategori mulai dari yang terendah hingga tertinggi: Peniruan, Dalam peniruan terjadi ketika anak bisa mengartikan rangsangan atau sensor menjadi suatu gerakan motorik. Anak dapat mengamati suatu gerakan lalu mulai melakukan respons dengan yang diamati berupa gerakan meniru, bentuk peniruan belum spesifik dan tidak sempurna. Kesiapan Dalam kesiapan anak untuk bergerak meliputi aspek mental, fisik, dan emosional. Pada tingkatan ini juga anak menampilkan sesuatu hal menurut petunjuk yang diberikan, dan tidak hanya meniru. Anak akan menampilkan gerakan pilihan yang dikuasainya melalui proses latihan dan menentukan responsnya terhadap situasi tertentu. Respon Terpimpin, Tahap ini merupakan tahap awal dalam proses pembelajaran gerakan kompleks yang meliputi imitasi, juga proses gerakan percobaan. Keberhasilan ini dalam penampilan dicapai melalui latihan yang terus menerus. Mekanisme Pada tahap mekanisme ini, tahap yang menengah dalam mempelajari suatu kemampuan yang kompleks. Pada tahap ini respon yang dipelajari sudah menjadi suatu kebiasaan dan gerakan bisa dilakukan dengan keyakinan serta dalam ketepatan tertentu. Respon Tampak Kompleks, Pada tahap gerakan motorik yang terampil yang melibatkan pola gerakan kompleks. Kecakapan gerakan juga diindikasikan dari penampilan yang akurat dan terkoordinasi tinggi, namun dengan tenaga yang minimal. Penilaian termasuk gerakan yang matang tanpa keraguan dan otomatis. Adaptasi, Di Tahap ini, penguasaan motorik sudah memasuki bagian dimana anak mampu dapat memodifikasi dan menyesuaikan keterampilannya hingga dapat berkembang dalam berbagai situasi berbeda. Penciptaan, Tahap ini menciptakan berbagai modifikasi dan pola gerakan baru untuk menyesuaikan dengan tuntutan suatu situasi. Dalam proses belajar menghasilkan hal atau gerakan baru dengan menekankan pada kreativitas berdasarkan kemampuan yang telah berkembang pesat. Berikut merupakan beberapa dari contoh ranah psikomotorik yang dilakukan dalam proses pembelajaran, antara lain; Penilaian berdasarkan tingkah laku, Pada penilaian psikomotorik merupakan penilaian atas segala tingkah laku yang telah dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk hasil pembelajaran. Pendidik ini akan melakukan pengamatan hal-hal yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik berdasarkan kisi-kisi dan rubrik yang telah dibuat oleh pendidik. Penilaian yang tepat juga akan menunjukkan penilaian yang bersifat objektif akan sebuah konsep dan dilihat penerapannya dalam hal psikomotorik. Seseorang berada dimana pun akan mengalami proses pembelajaran walaupun tidak bersifat formal. Melakukan tugas portofolio, Dalam melakukan tugas portofolio merupakan salah satu penilaian terhadap psikomotorik yang berada di lingkungan sekolah baik tingkat dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. Tugas portofolio ini diberikan setelah menyelesaikan tugas kognitif. Tugas portofolio ini juga dapat menjadi tugas akhir dalam materi tertentu. Hasil dari portofolio dapat menjadi dasar penilaian dalam proses belajar. Tugas Dalam pemberian tugas dalam waktu yang singkat akan membuat seorang anak berusaha melakukan yang terbaik. Misalnya, ketika materi pelajaran IPA yang membahas tentang organ tubuh manusia. Organ tubuh yang dimasksud ini adalah jantung, maka secara langsung anak akan membuat jantung seperti apa yang pernah dipelajari. Tugas yang dikerjakan dengan baik juga dapat dikatakan kemampuan motorik anak baik. Dalam kognitif yang dimiliki oleh seorang anak akan menentukan keterampilan tersebut. semakin baik hasilnya dapat dikatakan semakin mahir. Kemampuan menulis, Kemampuan menulis merupakan tahap awal dalam melihat motorik seseorang ketika memasuki pada masa sekolah. Hal ini terjadi ketika awal pendidikan dalam formal dasar, keterampilan tangan sangat dilatih dan terus berlatih hingga mampu menulis. Keterampilan menulis ini pun diimbangi dengan kemampuan kognitif dalam mengingat huruf dan angka. Dengan semakin mengenal angka dan huruf maka akan membuat seseorang semakin mahir menulis berdasarkan pengetahuan kognitif yang dimiliki. Membuat karya tertentu berdasarkan materi pembelajaran, Dalam pembuatan karya yang dibuat berdasarkan materi yang disampaikan sebelumnya. Karya yang telah dibuat juga akan dianggap sebagai hasil atas keterampilan yang dimiliki oleh seorang anak. Semakin baik karya yang dihasilkan maka keterampilan yang dimiliki akan semakin baik. Referensi : Educhannel.id (2021). Tingkah laku Psikomotorik : Pengertian Psikomotorik Dosenpsikologi.com (2022). Tingkah laku Psikomotorik : Aspek Psikomotorik Dosensosiologi.com (2022). Tingkah laku Psikomotorik : Contoh Psikomotorik

Selengkapnya
 Tingkah Laku Bermasalah
  • JUL 24, 2023

Tingkah Laku Bermasalah

Dalam konteks pendidikan, perilaku bermasalah mengacu pada setiap perilaku yang dapat merusak kelancaran dan efektivitas proses belajar mengajar, khususnya di dalam kelas. Studi tentang masalah siswa sekolah menyebabkan dua gangguan utama perilaku siswa bermasalah, yaitu positif dan negatif. Perilaku bermasalah positif yang teridentifikasi seperti perilaku ingin tahu, cepat belajar, cerdas, cerdas dan proaktif. Sedangkan untuk perilaku bermasalah negatif adalah perilaku destruktif yaitu perilaku anti sosial, perilaku mengganggu yang berkaitan dengan perilaku mengganggu, dan terakhir perilaku ketergantungan yang berlebihan. di kelas. Pada dasarnya guru atau pendidik diharapkan untuk sadar dan segera merencanakan dan menerapkan strategi dan tindakan yang tepat untuk mengubah perilaku negatif tersebut. Hal ini sangat penting dalam rangka menjamin dan mengendalikan lingkungan kelas yang kondusif serta meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. Secara umum, masalah perilaku atau disiplin bagi siswa yang mengalami masalah belajar memiliki ciri-ciri tertentu. Di antara ciri-ciri siswa dengan masalah perilaku adalah konsentrasi yang pendek, isolasi dan penarikan dari kegiatan kelas, terlalu tergantung pada seseorang, tidak ramah dengan guru dan orang lain, gelisah dan tidak sabar, motivasi diri rendah, agresif, melanggar perintah, selalu memiliki perasaan negatif, memberikan jawaban sesuka hati, kurangnya keterampilan pengendalian emosi, perilaku hiperaktif dan sering gelisah serta kurang percaya diri dengan kemampuan sendiri. Masalah tersebut umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor yang mempengaruhi pengelolaan perilaku dan disiplin di kelas seperti posisi tempat duduk siswa yang jauh dari guru. Penataan peralatan seperti meja, kursi, lemari memegang peranan penting dalam menciptakan ruang kelas yang kondusif dan memiliki ruang gerak bagi siswa dan guru. Selain itu, bahan ajar yang dipajang harus diganti secara berkala. Jenis Tingkah Laku Bermasalah Tingkah Laku Bermasalah Positif yang meliputi: Tingkah laku ingin tahu – Perilaku yang muncul dengan menunjukkan sikap keingintahuan yang tinggi terhadap perkara atau persoalan apapun. Tingkah laku cepat belajar – Seseorang yang cepat menangkap suatu masalah atau informasi yang baru saja dipelajari, atau dapat mempelajari suatu hal baru dengan cepat. Tingkah laku pintar cerdas – Perilaku yang cepat dalam berpikir dan mampu memaksimalkan otaknya untuk berpikir cerdas. Tingkah laku proaktif – Perilaku yang berani bersikap menawarkan diri maju ke depan dibandingkan dengan teman – teman yang lain. Tingkah Laku Bermasalah Negatif yang meliputi: Tingkah laku menghalang – Perilaku yang bisa berupa tindakan yang membahayakan diri sendiri. Kebimbangan – Perilaku yang suka menampakkan rasa takut, bimbang dan tidak memiliki cukup keyakinan pada diri sendiri. Tergantung berlebihan – Tingkah laku yang terlalu mengharapkan adanya bantuan atau pertolongan dari orang lain terutama orang tua atau orang lain yang dekat dengannya. Perilaku yang manja dan tidak bisa mandiri. Pengunduran diri – Perilaku yang tampak malu untuk menunjukkan kebolehan, ragu memberi pendapat atau ide, tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, dan sering sekali menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya. Mengasingkan diri – Tingkah laku yang menunjukkan ketidak sukaan bergaul atau berkomunikasi dengan sesamanya, adanya sikap rendah diri yang berlebihan dan selalu merasa malu pada orang lain. Referensi Dosenpsikologi (2020). Macam-macam Tingkah Laku dalam Psikologi https://dosenpsikologi.com/macam-macam-tingkah-laku-dalam-psikologi Psikologipendidikan (2012). Konsep dan Jenis Tingkah Laku Bermasalah http://mycikguprihatin.com/2012/08/konsep-dan-jenis-jenis-tingkah-laku.html

Selengkapnya
Tips Memilih Vendor Psikotes Terbaik
  • JUL 23, 2023

Tips Memilih Vendor Psikotes Terbaik

Perusahaan ataupun instansi pemerintahan seringkali menggunakan vendor psikotes online dalam menyeleksi karyawan dan calon kandidat. Selain itu sekolah pun sering menggunakan vendor psikotes untuk melalukan tes IQ serta tes minat penjurusan. Banyaknya minat pada vendor psikologi, membuat banyak biro psikologi yang melayani psikotes online karena itu Anda harus mengetahui apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih vencor psikotes online. Apa yang harus diperhatikan dalam memilih vendor psikotes online? Dalam mementukan apakah biro psikologi yang Anda pilih memiliki kualitas yang bagus atau tidak, Anda perlu memperhatikan apakah vendor psikotes tersebut telah memenuhi kriteria. Berikut ini diantaranya: Website memiliki fitur yang lengkap Website dibutuhkan jika Anda menggunakan vendor psikotes online. Biasanya vendor psikotes memiliki website tersendiri dan lengkap, karena tidak memakai mekanisme yang biasa. Sebelum memilih vendor lebih baik Anda mencari tau terlebih dahulu website yang digunakan vendor. Website berhasil diterapkan Vendor yang bagus memiliki berbagai macam tes yang berhasil diterapkan, semakin sering website tersebut digunakan maka akan terlihat bahwa website berhasil dan akurat dalam menentukan hasil. Melayani secara menyeluruh Dalam menilai bahwa vendor psikotes merupakan vendor yang baik ataupun tidak, bukan hanya dilihat dari tes tetapi bagaimana vendor dapat memberikan pengetahuan kepada Anda. Saran yang diberikan oleh vendor merupakan saran yang masuk akal dan bukan hanya menjual jasa kepada Anda Dengan banyaknya minat pada vendor psikotes yang ada, namun tidak semua vendor dapat Anda percaya kualitasnya. Smile Consulting Indonesia merupakan vendor psikotes yang dapat Anda percayai, selain memiliki website dengan fitur yang lengkap dan berhasil diterapkan, serta dapat melayani secara menyeluruh. Smile Consulting Indonesia memiliki team professional yang ahli di bidangnya memiliki ijin legalitas, sertifikat dan ijin praktek, dalam melakukan tes Anda dapat memilih dengan metode manual dan online serta hasil dapat diterima maksimal 3 hari kerja. Smile Consulting Indonesia menawarkan pelayanan jasa psikotes untuk individu, perusahaan, lembaga, dan sekolah. Selain itu kami juga melayani konsultasi psikologi yang menangani berbagai macam masalah. Untuk informasi layanan selengkapnya yang kami miliki, Anda dapat menghubungi kami.

Selengkapnya
Sulit bahagia dan menerima diri apa adanya? Kamu perlu tahu hal ini!
  • JUL 23, 2023

Sulit bahagia dan menerima diri apa adanya? Kamu perlu tahu hal ini!

Kamu merasa sulit bahagia dan sulit untuk menerima diri apa adanya? Bisa saja kamu mempunyai wounded inner child. Mungkin di antara kamu ada yang pernah mendengar atau bahkan secara tidak sengaja mengikuti ulasan terkait dengan istilah Inner child. Kemudian bertanya – tanya apa sih yang dimaksud dengan inner child, khususnya wounded inner child, mengapa itu bisa berdampak dalam kehidupan kamu dan mengapa hal tersebut sangat penting. Jadi kita akan membahas hal ini satu persatu ya… Apa sih Inner Child? Inner child merupakan bagian dari alam bawah sadar manusia yang telah menerima pengalaman jauh sebelum ia dapat sepenuhnya memproses apa yang sedang terjadi (secara mental dan emosional). Pengalaman inilah yang memberikan pengaruh besar terhadap proses pembentukan inner child pada manusia. Ada 2 jenis Inner Child pada manusia yaitu Happy Inner child dan Wounded Inner Child. Wounded Inner Child dapat terbentuk ketika seseorang mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan, saat itu pula kejadian tersebut terekam di dalam memori dengan berbagai pemaknaan/analisa yang belum matang beserta emosi-emosi yang menyertainya. Setiap individu memiliki kerentanan mendapatkan apapun bentuk kekerasan yang beresiko menjadi pengalaman traumatik dari lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah. Hal ini akhirnyalah yang mempengaruhi bagaimana kamu menilai sesuatu, membuat perencanaan dan bertindak dalam kehidupan. Apa saja pertanda bahwa wounded inner child berpengaruh dalam kehidupanmu? Sesuai dengan judul artikel ini, sulit bahagia dan menerima diri apa adanya merupakan pertanda bahwa kamu inner child kamu terluka. Tanda yang muncul dalam diri jika wounded inner child mempengaruhi kehidupanmu: 1. Masalah yang dialami sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. 2. Sudah berusaha mengatasi masalah namun belum berhasil menyelesaikannya. 3. Merasa gelisah dan terganggu dengan pikiran yang sulit untuk dikendalikan. 4. Perubahan sikap, perilaku, dan pola aktivitas yang dirasa tidak wajar. 5. Menyadari melakukan pelarian yang buruk. Apa saja dampak yang akan terjadi jika Wounded inner child di abaikan? Inner child yang dibiarkan terluka dan terabaikan tanpa pernah diobati tentu sangat berdampak terhadap diri kita, terutama ketika dewasa nantinya. Seperti yang sudah disebutkan, luka inner child dapat berdampak pada kehidupanmu dan hal tersebutlah yang akan mempengaruhi kebahagiaan dan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. Inner child yang terluka, pada saat dewasa dampaknya akan sangat nyata. Banyak orang tua yang melakukan kesalahan bahkan kekerasan pada pola pengasuhan pada anak karena adanya inner child yang terluka ini. Perasaan yang tidak bahagia yang ditimbulkan dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan berpengaruh besar dalam kehidupannya serta kehidupan sosialnya. Tidak sedikit orang yang masih “terperangkap” dalam luka yang dirasakan dan bahkan masih sedikit sekali orang yang tahu mengenai jalan keluar untuk menuju kehidupan yang lebih bahagia. Bagaimana berdamai dengan wounded inner child? Untuk mendapatkan hidup yang lebih bahagia dan mampu untuk menerima kondisi diri apa adanya, kamu harus tahu terlebih dahulu apa yang menjadi akar dari permasalahan yang kamu hadapi saat ini dan yang membuatmu tidak bahagia. Jika langkah pertama sudah kamu lakukan maka kamu dapat melanjutkan langkah selanjutnya, sebagai berikut ini: Jalin komunikasi dengan inner child Sisihkan waktu setiap harinya untuk berdialog dengan “anak” dalam diri kamu. Bayangkan diri kamu ketika kecil dulu dan ia sedang berhadapan dengan kamu. Saat kamu sudah benar-benar merasakan kehadirannya, mulailah berdialog dengan sang anak. Kamu bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang suportif dan positif untuknya,, misalnya: “Aku mencintaimu dan kamu sungguh berharga untukku.” “ Semua yang terjadi bukanlah salahmu. Aku akan selalu di sini untukmu.” “Maaf karena selama ini aku sudah menyangkal dan mengabaikan perasaanmu.” Saat berhadapan dengan inner child, mungkin ada emosi negatif yang tiba-tiba meluap di luar kendali kamu. Namun terima saja kondisi tersebut, ini bisa menjadi awal rekonsiliasi dengan anak dalam dirimu. Dalam keadaan tertentu, amarah diperlukan dan dapat membawa efek positif. Begitu juga dengan rasa sedih. Perasaan ini normal dan akan muncul ketika kamu pernah mengalami trauma dimasa kecil yang belum terselesaikan. Meditasi Meditasi dapat memberikan rasa tenang pada pikiran. Jika kamu dalam kondisi yang tenang, melakukan rekonsiliasi dengan inner child akan jauh lebih mudah. kamu bisa mengakses di Youtube ataupun website gratis lainnya. Cari bantuan profesional Berdamai dengan inner child bisa kamu lakukan sendiri atau dengan dukungan psikolog. Adanya psikolog yang mendampingi akan membantu proses rekonsiliasi menjadi lebih mudah. Buatlah diri kamu senyaman mungkin, dan ungkapkan semua perasaan secara jujur. Dengan ahli yang profesional, kerahasiaan dan privasi akan terjamin. Kumparan. 2021. Apa Saja Dampak Inner Child Yang Terluka. https://kumparan.com/mama-rempong/apa-saja-dampak-inner-child-yang-terluka-1xp4Ip8m40Y/full

Selengkapnya
Sharing Pengalaman Tentang Inner Child
Apa Itu Sharing Pengalaman Tentang Inner Child?
  • JUL 23, 2023

Sharing Pengalaman Tentang Inner Child Apa Itu Sharing Pengalaman Tentang Inner Child?

Sifat manusia berbeda-beda tidak bisa disama ratakan sehingga pasti diantara kita mempunyai sifat inner child. Apa itu Inner Child? Inner Child merupakan aspek kekanak-kanakan pada seseorang sehingga dapat dipelajari sebagai seorang anak, sebelum pubertas. Inner child konsep menggambarkan sifat pada seseorang menggambarkan sikap kekanak-kanakan yang mungkin dimiliki oleh setiap orang. Tidak menutup kemungkinan kondisi yang terdapat di dalam setiap individu ini tidaklah sama, dikarenakan dari bentuk dan pengalaman sebelumnya sewaktu kecil atau kanak-kanak. Apakah inner child dapat menggambarkan dirimu yang sekarang? Bisa, dikarenakan bagian dari tubuh pada diri sendiri ikut tumbuh seiring berjalannya waktu sehingga mempunyai sifat dan sikap kekanak-kanakan yang mendominasi pada saat dewasa. Maksudnya, bagian ini terus menetap dan tersembunyi didalam diri sehingga lebih mendominasi ingatan dan emosi sewaktu anak-anak baik kenangan indah atau buruk. Apakah itu sharing pengalaman inner child? Menceritakan pengalaman masa kecil kepada seseorang yang membuat dirinya mempunyai sifat dan watak yang kenak-kanakan sampai dengan sekarang sehingga dibutuhkannya control diri untuk mengatasinya. Apa penyebab terjadinya Inner Child? Ada beberapa faktor, sebagai berikut: Kehilangan perhatian, kasih sayang dari orang terdekat terutama orang tua Terjadinya kekerasan fisik baik secara verbal, perbuatan, atau seksual Penyakit penyerta Perundungan atau bullying Bencana alam Anggota keluarga melakukan kejahatan seperti mencuri, minum alcohol, dan obat-obatan terlarang KDRT dalam rumah tangga Genetik Apa saja tanda-tanda bahwa mengalami inner Child? Berikut tanda mengalami inner child, sebagai berikut: Selalu berusaha lebih untuk menyenangkan lingkungan terdekatnya Sering merasa cemas jika keluar dari zona nyaman Merasa ada yang salah dengan diri sendiri Selalu kurang percaya diri dengan kompetensi yang dimiliki Sering menaruh curiga dengan orang lain Takut ditinggalkan Bagaimana cara mengatasi inner child yang terluka? Memahami diri sendiri dengan kondisi dan situasi baik dari masa lalu dan masa sekarang Mulai menerima sisi kanak-kanak diri sendiri Dengan cara seperti itu mungkin dapat membantu kalian untuk mengatasi inner child kamu yang terluka, jika cara seperti itu masih kurang membantu mungkin kalian bisa mengunjungi psikolog dengan menggunakan psikotes salah satunya pada bidang konsultasi. Dengan kalian bercerita dengan ahlinya seperti psikolog dapat membantu kalian untuk mengatasi dan memahami diri dengan baik dengan begitu kalian tau step selanjutnya dalam hidup yang lebih baik. Inner child ini jangan membuat kalian mempunyai keterbatasan dalam melakukan sesuatu walaupun masa lalu yaitu masa kanak-kanak mempunyai pengalaman baik atau buruk tidak membatasi kita sebagai orang yang dewasa dimasa sekarang. Pada usia masa peralihan dari remaja ke dewasa pasti dibutuhkannya adaptasi yang cukup signifikan sehingga banyak sekali sifat-sifat pada diri sendiri yang sulit dipahami dan dimengerti sehingga akan mengalami masalah psikologi. Perlakukan buruk dari lingkungan sosial juga dapat memberikan dampak atau kesulitan dalam memperoleh pekerjaan atau Pendidikan yang layak dan dapat mempertahankan hak-haknya. Referensi Robiyana, S. (2021). Penerapan Teknik Psikodrama untuk Mengatasi Inner Child pada Orang Dewasa Awal di Ponpes Al-Hidayah Ciomas (Doctoral dissertation, UIN SMH BANTEN). HalloSehat. 2021. Memahami Inner Child yang Kerap Menetap Hingga Dewasa. https://hellosehat.com/mental/inner-child/

Selengkapnya
Luka Kepercayaan
Mengenal tentang luka kepercayaan
  • JUL 23, 2023

Luka Kepercayaan Mengenal tentang luka kepercayaan

Pengalaman masa kecil sangat berpengaruh pada proses pembentukan inner child. Maka dari itu, muncullah istilah inner child yang terluka yang merujuk pada konflik, trauma, atau dendam dari masa lalu yang nggak terselesaikan atau dipulihkan. Inner child yang terluka dapat sangat mempengaruhi diri kita ketika sudah dewasa. Ada beberapa tanda yang dapat diketahui jika seseorang mengalami luka batin. Mudah merasakan sakit hari, orang yang dengan luka kepercayaan ini seringkali merasakan sakit hati yang sudah terlalu sering. Belum merasa lega meskipun sudah memaafkan, artinya luka batin yang dirasakan belum terselesaikan dengan baik. Melakukan hal negatif yang pernah di lakukan orang lain terhadap dririmu, tanpa di sadari individu ini ingin melampiaskan atau balas dendam bahkan kepada orang yang tidak bersalah sekalipun. Tidak mempunyai keinginan tulus, karena adanya luka batin ini maka individu tersebut merasa enggan untuk melakukan kebaikan. Sering muncul perasaan negatif, hal ini merupakan sinyal dari dalam diri bahwa luka batin tersebut masih membekas dalam diri. Ada banyak pengalaman masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan yang berkontribusi pada ketidakpercayaan dan kurangnya kepercayaan diri anak-anak. Misalnya, tanggapan orang tua yang tidak konsisten atau kegagalan mereka memenuhi janji menciptakan rasa tidak aman dan ketidakpercayaan pada anak-anak mereka. Ledakan kemarahan orang tua yang menakutkan dapat menghancurkan kepercayaan anak pada dunia yang dapat diprediksi. Pengkhianatan kepercayaan yang terjadi dengan pelecehan seksual anak serta insiden kekerasan fisik yang parah dalam jangka panjang dapat memicu keadaan disosiatif pada korban muda. Peristiwa ini juga dapat menimbulkan ekspektasi akan pengkhianatan di masa depan atau mengarah pada titik buta tertentu dalam kemampuan individu untuk secara akurat menilai kepercayaan orang lain. Cara-cara tidak jujur ??yang dilakukan banyak orang tua dalam berkomunikasi satu sama lain dan dengan keturunannya juga merusak kepercayaan sang anak. Orang tua yang kurang berintegritas cenderung bermuka dua dalam komunikasinya, yaitu tindakan mereka tidak sesuai dengan perkataan mereka. Berdasarkan penelitian klinis, disimpulkan bahwa anak-anak belajar untuk tidak mempercayai persepsi mereka dalam interaksi sosial ketika mereka bingung dan bingung dengan pesan ganda yang dialami dalam keluarga mereka. Peristiwa menyakitkan di masa kanak-kanak ini meninggalkan bekas luka yang tak terlihat dan berdampak besar pada kita sepanjang hidup. Dalam upaya melindungi diri kita sendiri, kita membangun sistem pertahanan terhadap rasa sakit, kebingungan, dan kekecewaan kita. Jika kita disakiti oleh ketidakjujuran orang tua kita, kita mungkin melihat orang lain dari sudut pandang yang menyimpang dan mengembangkan sikap yang kasar dan sinis terhadap mereka. Jika anda merasa belum merasa sembuh terhadap luka kepercayaan masa lalu maka bisa melakukan konseling kepada psikolog untuk menyembuhkan luka kepercayaanmu. Referensi IDNtimes.com. (2020). 5 Tanda Kamu Punya Luka Batin yang Terpendam,Segera Sadari. Rannita,A. (2022). Apa itu Inner Child dan Mengapa Bisa Terluka ?.

Selengkapnya
Luka di Tinggalkan
  • JUL 23, 2023

Luka di Tinggalkan

Apa sih luka ditinggalkan itu? Pengalaman menyakitkan yang didapatkan seseorang semasa kecilnya akan melukai inner childnya orang tersebut. Salah satu jenis luka inner child adalah luka ditinggalkan, luka ini bisa jadi berasal dari pengalaman ditinggalkan oleh seseorang yang disayangi, entah itu orang tua, saudara ataupun teman. Untuk mengungkapkan sisi inner child seseorang maka bisa dilakukan dengan psikotes, tes ini bisa dilakukan dengan memilih gambar yang mana dalam setiap gambar tersebut memiliki arti yang akan mencerminkan inner child yang ada di diri orang tersebut. Ciri-ciri Orang yang Mengalami Luka di Tinggalkan Orang yang mengalami luka ditinggalkan akan memiliki perasaan-perasaan sebagai berikut: Selalu merasa jika dirinya itu terus ditinggalkan Rasa takut apabila ditinggalkan oleh orang lain Memiliki rasa ketergantungan pada orang lain Selalu membenci kesendirian Cara Menangani Luka di Tinggalkan Untuk berdamai dari luka yang ditinggalkan bisa dilakukan dengan cara penyembuhan diri, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan inner child akibat ditinggal oleh seseorang yang disayangi, diantaranya sebagai berikut: Menulis, dengan cara ini dapat membantu untuk menuangkan rasa sakit dan kenangan buruk yang terjadi dimasa lalu dan ini dilakukan untuk mencurahkan semua emosi negatif yang ada didalam diri. Membuka diri, ini merupakan proses penyembuhan yang akan memakan waktu lama, oleh karena itu dalam proses ini seseorang harus selalu membuka dirinya terhadap hal-hal baru yang disadari dari kisah masa lalunya. Melakukan sesi terapi sendiri, ini merupakan sesi memaafkan dan mencoba membangun kembali hubungan dengan orang lain. Setiap orang memiliki pengalaman luka masa lalu yang berbeda-beda, akan tetapi mencoba untuk memaafkan masa lalu itu adalah cara yang tepat untuk melepaskan rasa benci dan amarah yang ada didalam diri orang tersebut, dengan melakukan hal tersebut seseorang bisa lebih berkembang menjadi lebih baik lagi. Jika tidak mampu menyembuhkan inner child sendiri maka bisa meminta bantuan pada yang ahli dalam bidang tersebut seperti psikolog. Sumber Referensi Surianti. (2022). Inner child: memahami dan mengatasi luka masa kecil. MIMBAR. 8(2), 2716-3806. Diambil dari https://www.researchgate.net/publication/364078881_Inner_Child_Memahami_dan_Mengatasi_Luka_MasaKecil

Selengkapnya
Cara Mengetahui Inner Child Dalam Diri Dan Cara Penyembuhannya
  • JUL 23, 2023

Cara Mengetahui Inner Child Dalam Diri Dan Cara Penyembuhannya

Inner Child merupakan sebuah gambaran sifat dan sifat kekanakan yang dimiliki oleh setiap individu. Kondisi ini terbentuk dari pengamalam yang dimiliki individu pada sama kanak-kanak dan setiap individu memiliki inner child yang berbeda. Inner Child juga dapat dikatakan sebagai gambaran diri yang tidak ikut tumbuh dewasa dana tetapi menjadi anak-anak, dimana pada bagian tersebut bersembunyi dan menggenggam erat ingatan dan emori yang dulu pernah dialami. Menurut John Bradshaw, Inner Child merupakan sebuah istilah untuk menjelaskan konsep bagian dari individu berupa anak kecil yang memerlukan kasih sayang untuk dicintai dan dirawat. Pada saat Inner Child terluka, maka ia dapat mempengaruhi individu pada saat pengambilan keputusan dan menjalin hubungan bersama orang lain ketika dewasa. Penyebab Inner Child Terluka Ada banyak faktor yang menjadi penyebab terlukanya Inner Child dimasa kanak-kanak, beberapa diantaranya ialah : Kehilangan kerabat terdekat Perasaan yang diabaikan Kekerasan fisik, seksual ataupun emosional Bullying Perpecahan dalam keluarga Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga Terpisahkan dari keluarga Hal-hal diatas merupakan salah satu kondisi yang menjadi penyebab terlukanya Inner Child yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang diri individu Tanda-tanda bahwa terdapat Inner Child yang terluka Salah stu ciri pada saat individu memiliki Inner Child yang terluka ialah memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia. Beberapa diantaranya ialah : Merasa bahwa ada yang salah dengan dirinya Berusaha untuk menyenangkan semua orang Perasaan cemas pada saat dihadapkan dengan sesuatu yang baru Berusaha unggul dibandingkan orang lain Selalu mengkritik diri sendiri Perasaan curiga terhadap orang lain Terapi Yang Dapat Dilakukan Inner Child merupakan bagian dari diri individu yang dihasilkan dari pengalaman yang terjadi pada masa kecil sehingga memiliki dampak terhadap kehidupannya saat ini. Inner Child juga merupakan sebuah bentuk ego anak, sebagaimana seorang anak mendapatkan pengalamannya. Terdapat lima cara yang dapat diterapkan dalam mengatasi luka masa kecil, antara lain ialah : Mengkoneksikan diri kembali ke masa kecil, membayangkan dan mengingat kembali apa saja yang pernah terjadi dimasa kanak-kanak Mengidentifikasi Inner Child secara spesifik dengan melihat pola yang terjadi Menuliskan surat kepada Inner Child dengan memberikan permintaan maaf atau menuliskan surat sederhana terhadap pengharapan Memperhatikan perasaan yang dialami dengan menanyakan apa yang dibutuhkan dan dirasakan Berhati-hati pada saat menerima kritikan dari diri sendiri Pada saat kita merasa ada yang perlu untuk berdamai dengan Inner Child maka cobalah untuk berkomunikasi dan jika butuh bantuan maka cobalah untuk berkonsultasi dan melakukan terapi sehingga dapat berdamai dan lebih memahami apa yang terjadi didalam diri. Pengalaman masa lalu dapat memberikan pembelajaran untuk masa yang akan datang Referensi : Awwad., M. Eliza., A. 2021. Mengatasi Trauma Pada Anak Melalui Terapi Inner Child dan Terapi Dzikir Studi Kasus Klien Di Rumah Hijau Consulting. Qawwam: Journal For Gender Mainstreaming Hapsari., A. Memahami Inner Child yang Kerap Menetap Hingga Dewasa. Hellosehat.com

Selengkapnya
Perasaan bersalah
Apa sih Guild complex itu?
  • JUL 23, 2023

Perasaan bersalah Apa sih Guild complex itu?

Seseorang mungkin merasa bersalah karena berbagai alasan , termasuk tindakan yang telah mereka lakukan (atau mengira bahwa mereka telah melakukannya), kegagalan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan, atau pikiran yang menurut mereka salah secara moral. Guild complex mengacu pada keyakinan terus-menerus bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang salah atau bahwa Anda akan melakukan sesuatu yang salah. Selain perasaan bersalah dan khawatir yang terus-menerus, kompleks rasa bersalah juga dapat menimbulkan perasaan malu dan cemas. Meskipun Guild complex mungkin merupakan akibat dari yang mungkin disebabkan oleh seseorang, itu juga dapat berpusat pada rasa bersalah yang dibayangkan oleh seseorang atau dirasakan. Orang mungkin berpikir bahwa mereka telah melakukan kesalahan, padahal sebenarnya tidak. Dalam kasus lain, mereka mungkin melebih-lebihkan diri mereka sendiri dalam suatu situasi, dan percaya bahwa kesalahan kecil yang mereka lakukan memiliki dampak yang jauh lebih serius daripada yang sebenarnya. Penting untuk dicatat bahwa meskipun kompleks rasa bersalah dapat menyusahkan, hal itu dapat saja dikenali sebagai kondisi Gangguan Mental, dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi Kelima (DSM-5) Ciri-ciri Guild complex Rasa bersalah digambarkan sebagai emosi sadar diri yang melibatkan evaluasi negatif terhadap diri sendiri, perasaan tertekan, dan perasaan gagal. Beberapa tanda bahwa Anda mungkin menghadapi rasa bersalah yang kompleks meliputi: Kecemasan Menangis Insomnia Ketegangan otot Preokupasi dengan kesalahan masa lalu Menyesali Sakit perut Khawatir Guild complex juga dapat menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan stres termasuk sulit tidur, kehilangan minat, kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan menarik diri secara sosial. Kompleks rasa bersalah dapat berdampak serius pada kesejahteraan seseorang secara keseluruhan. Seiring waktu, orang mungkin mulai mengembangkan rasa tidak mampu yang membuat mereka sulit mengejar tujuan. Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak pantas untuk melanjutkan dan mungkin dapat melakukan perilaku yang ditujukan untuk menghukum diri mereka sendiri atas kesalahan mereka. Perasaan malu adalah dampak lainnya yang paling umum terjadi dari Guild complex. Akibat rasa malu ini, orang mungkin mengasingkan diri dari orang lain. Hal ini dapat berdampak buruk pada hubungan dan mempersulit untuk mendapatkan dukungan sosial yang kuat . Penyebab Guild complex Ada beberapa faktor berbeda yang dapat terlibat dalam Guild complex, Beberapa di antaranya, yaitu : Kecemasan : jika anda memiliki banyak kecemasan, anda mungkin cenderung menilai tindakan anda sendiri secara negatif dengan mengarah pada perasaan bersalah. Pengalaman masa kanak-kanak : anak-anak yang dibesarkan dalam rumah di mana mereka dibuat merasa bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang salah, menyembunyikan sesuatu, atau bertanggung jawab atas masalah mungkin dibiarkan dengan perasaan bersalah yang berkepanjangan. Budaya : jika anda mendapati diri anda melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma budaya tempat anda dibesarkan, anda mungkin merasa bersalah bahkan jika anda tidak lagi percaya atau mendukung norma-norma tersebut. Tekanan sosial : jika anda merasa bahwa orang lain menilai anda atas hal-hal yang telah anda lakukan, anda mungkin akan merasa bersalah dan menyesal. Jenis-jenis Ada beberapa bentuk rasa bersalah yang dapat saja memiliki keterlibatan pada Guild complex. Beberapa di antaranya yaitu: Natural guilt : Jika Anda benar-benar melakukan kesalahan dan merasa tidak enak atas apa yang telah Anda lakukan, rasa bersalah adalah respons yang normal. Jenis rasa bersalah ini dapat bersifat adaptif dan dapat memotivasi Anda untuk mengambil tindakan atau melakukan perubahan yang bermanfaat di masa mendatang. Misalnya, Anda dapat menghilangkan rasa bersalah dengan meminta maaf atas suatu tindakan atau mengubah perilaku yang bermasalah. Namun, jika tindakan ini tidak ditangani dengan jelas, maka dapat menyebabkan perasaan bersalah terus-menerus yang mengganggu hidup Anda. Maladaptive guilt : Terkadang orang merasa bersalah tentang hal-hal yang tidak berada dalam kendali mereka. Misalnya, mereka mungkin merasa bersalah karena tidak mengambil tindakan untuk mencegah sesuatu yang tidak dapat mereka prediksi. Meskipun benar-benar tidak ada yang bisa mereka lakukan, mereka masih merasakan perasaan menyesal, malu, dan bersalah yang kuat. Guilty thoughts : Setiap orang memiliki pikiran negatif atau tidak pantas dari waktu ke waktu, namun terkadang orang mengembangkan perasaan bersalah karena memiliki pikiran seperti itu. Meskipun mereka mungkin tidak menindaklanjutinya, mereka mungkin takut bahwa itu berarti mereka akan atau takut orang lain akan mengetahui tentang pikiran "buruk" mereka. Existential guilt : Jenis rasa bersalah ini bisa menjadi rumit dan seringkali berpusat pada hal-hal seperti rasa bersalah atas ketidakadilan atau rasa bersalah karena tidak hidup sesuai dengan prinsip seseorang. Salah satu jenis rasa bersalah eksistensial dikenal sebagai rasa bersalah orang yang selamat . Terkadang orang akan mengalami kompleks rasa bersalah karena mereka baik-baik saja ketika orang lain yang mereka sayangi tidak. Hal ini dapat muncul ketika seseorang selamat dari kecelakaan atau bencana yang merugikan orang lain, tetapi juga dapat terjadi ketika orang lain mengalami kemalangan sedangkan Anda tidak. Referensi : hellosehat.com (2021). Guilt Complex

Selengkapnya
Tes Keterampilan
Apa yang dimaksud dengan tes keterampilan ?
  • JUL 12, 2023

Tes Keterampilan Apa yang dimaksud dengan tes keterampilan ?

Kecerdasan emosi atau bisa disebut dengan EQ menurut Salovey dan Mayer merupakan kumpulan dari bagian kecerdasan sosial yang memiliki keterlibatan dalam kemampuan memantau perasaan sosial orang lain. Kemampuan dalam memilah digunakan sebagai pertimbangan untuk bertindak. Orang yang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati orang lain memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut Daniel Goleman, kecerdasan emosi memiliki peran yang lebih penting untuk menentukan siapa yang akan menjadi bintang dalam sebuah pekerjaan. 5 dasar kemampuan pada teori kecerdasan emosi menurut Daniel Goleman : Kemampuan dalam Mengenali Emosi Diri Kesadaran dalam emosi yang dimiliki membuat seseorang lebih waspada terhadap pikiran ataupun suasana hati sehingga tidak dikuasai oleh emosi. Kesadaran dalam emosi menjadi salah satu syarat dalam pengendalian emosi seseorang Kemampuan dalam Mengelola Emosi Mampu dalam mengelola emosi bertujuan untuk dapat menangani perasaan dengan tepat sehingga adanya keseimbangan dalam diri seseorang dari emosi yang merisaukan. Emosi yang berlebihan dapat membuat kestabilan pada diri menjadi terganggu Kemampuan dalam Memotivasi Diri Kemampuan dalam menahan diri akan rasa puas dan pengendalian dalam dorongan hati untuk dapat mencapai tujuan, salah satunya memiliki motivasi dalam meraih prestasi Kemampuan dalam Mengenali Emosi Orang Lain Kemampuan dalam berempati yang dimiliki dapat membuatnya lebih memahami apa yang terjadi terhadap orang yang ada disekitarnya, baik secara tersirat maupun tersurat sehingga orang yang memiliki empati kepada orang lain memiliki kepekaan yang lebih tinggi Kemampuan dalam Membina Hubungan Kemampuan dalam menjalin hubungan dengan baik menjadi salah satu keterampilan dalam menunjang kepemimpinan. Faktor Mempengaruhi Kecerdasan Emosi Kecerdasan Internal Terdapat dua sumber dalam kecerdasan internal, yaitu sumber dari jasmani dan sumber dari psikologis. Jasmani meliputi faktor fisik dan kesehatan seseorang, jika hal itu terganggu maka akan mempengaruhi proses kecerdasan emosinya. Psikologis mempengaruhi dalam pengalaman, perasaan dan kemampuan dalam berpikir seseorang. Kecerdasan Eksternal Stimulus dan lingkungan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan eksternal. Ciri Orang yang Memiliki Kecerdasan Emosional Memiliki kontrol dalam diri Mempunyai Self Awareness Memiliki Rasa Empati Mengetahui Batas Kemampuan Tidak Menyimpan Dendam Kecerdasan emosional dapat diukur dengan melakukan psikotes. Tes EQ dilakukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menilai, mengelola emosi dirinya dan orang disekitarnya. Hasil tes EQ pada skor 115 dinilai sebagai skor diatas rata-rata, skor 100 dinilai sebagai skor rata-rata dan skor 85 dinilai terdapat tantangan yang sedang dihadapi seseorang. Referensi : Psikologi UMA. 2018. http://www.pusdikmin.com/ Garnistia. E., 2022. Mengenal Kecerdasan Emosional, Apa Ciri-cirinya?. www.brainacademy.id/blog/pintar-secara-emosional

Selengkapnya
Kecerdasan Emosi
  • JUL 12, 2023

Kecerdasan Emosi

Kecerdasan emosi atau bisa disebut dengan EQ menurut Salovey dan Mayer merupakan kumpulan dari bagian kecerdasan sosial yang memiliki keterlibatan dalam kemampuan memantau perasaan sosial orang lain. Kemampuan dalam memilah digunakan sebagai pertimbangan untuk bertindak. Orang yang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati orang lain memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Menurut Daniel Goleman, kecerdasan emosi memiliki peran yang lebih penting untuk menentukan siapa yang akan menjadi bintang dalam sebuah pekerjaan. 5 dasar kemampuan pada teori kecerdasan emosi menurut Daniel Goleman : Kemampuan dalam Mengenali Emosi Diri Kesadaran dalam emosi yang dimiliki membuat seseorang lebih waspada terhadap pikiran ataupun suasana hati sehingga tidak dikuasai oleh emosi. Kesadaran dalam emosi menjadi salah satu syarat dalam pengendalian emosi seseorang Kemampuan dalam Mengelola Emosi Mampu dalam mengelola emosi bertujuan untuk dapat menangani perasaan dengan tepat sehingga adanya keseimbangan dalam diri seseorang dari emosi yang merisaukan. Emosi yang berlebihan dapat membuat kestabilan pada diri menjadi terganggu Kemampuan dalam Memotivasi Diri Kemampuan dalam menahan diri akan rasa puas dan pengendalian dalam dorongan hati untuk dapat mencapai tujuan, salah satunya memiliki motivasi dalam meraih prestasi Kemampuan dalam Mengenali Emosi Orang Lain Kemampuan dalam berempati yang dimiliki dapat membuatnya lebih memahami apa yang terjadi terhadap orang yang ada disekitarnya, baik secara tersirat maupun tersurat sehingga orang yang memiliki empati kepada orang lain memiliki kepekaan yang lebih tinggi Kemampuan dalam Membina Hubungan Kemampuan dalam menjalin hubungan dengan baik menjadi salah satu keterampilan dalam menunjang kepemimpinan. Faktor Mempengaruhi Kecerdasan Emosi Kecerdasan Internal Terdapat dua sumber dalam kecerdasan internal, yaitu sumber dari jasmani dan sumber dari psikologis. Jasmani meliputi faktor fisik dan kesehatan seseorang, jika hal itu terganggu maka akan mempengaruhi proses kecerdasan emosinya. Psikologis mempengaruhi dalam pengalaman, perasaan dan kemampuan dalam berpikir seseorang. Kecerdasan Eksternal Stimulus dan lingkungan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan eksternal. Ciri Orang yang Memiliki Kecerdasan Emosional Memiliki kontrol dalam diri Mempunyai Self Awareness Memiliki Rasa Empati Mengetahui Batas Kemampuan Tidak Menyimpan Dendam Kecerdasan emosional dapat diukur dengan melakukan psikotes. Tes EQ dilakukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menilai, mengelola emosi dirinya dan orang disekitarnya. Hasil tes EQ pada skor 115 dinilai sebagai skor diatas rata-rata, skor 100 dinilai sebagai skor rata-rata dan skor 85 dinilai terdapat tantangan yang sedang dihadapi seseorang. Referensi : Psikologi UMA. 2018. http://www.pusdikmin.com/ Garnistia. E., 2022. Mengenal Kecerdasan Emosional, Apa Ciri-cirinya?. www.brainacademy.id/blog/pintar-secara-emosional

Selengkapnya
Tes Psikometri
Untuk apa sih Tes Psikometri?
  • JUL 11, 2023

Tes Psikometri Untuk apa sih Tes Psikometri?

Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda dan juga potensi yang berbeda-beda yang tidak disamaratakan. Psikometri atau pengukuran psikologis adalah cabang ilmu psikologi yang mendalami seluk beluk pengukuran dan analisis data dari beberapa individu sehingga dapat dikatakan psikometri ini meliputi konstruksi atau penyusunan berbagai macam teori psikolog menjadi alat ukur dengan pengembangan dan analisis data hasil pengukuran tersebut. Fungsi Tes Psikometri Untuk apa sih tes psikometri? Tes psikometri ini untuk melihat atau mendalami atau mengukur individu yang penilaiannya secara objektif mengukur sifat kepribadian, bakat, kecerdasaan, kemampuan, dan gaya berperilaku, dan masih banyak lagi. Tujuan dari tes psikometri merupakan pengukuran pada individu dari potensi yang dimilikinya sehingga individu tersebut tau cara mengembangkan potensi tersebut dengan kemampuan dan minat yang mereka gemari. Alat ukur untuk psikometri terdapat beberapa jenis alat ukur psikologis yang biasanya digunakan dalam penelitian psikologis antara lain, tes inventori kepribadian, skala sikap, observasi, dan wawancara. Alat ukur tersebut dapat membantu untuk mengukur kompetensi yang dimiliki individu dengan begitu dapat mencerahkan individu tersebut. Dari awal kita sudah membahas pengukuran psikologi, maksud dari pengukuran psikologis yaitu ciri yang mewarnai atau melandasi perilaku. Perilaku pada individu sendiri merupakan ungkapan atau ekspresi dari ciri yang didapat dari observasi dan juga psikotes yang dijalani individu dengan begitu dapat mengukur dan mengetahui kepribadian, sikap, dan lain lainnya. Psikotes yang digunakan yaitu tes psikometri dengan begitu individu dapat mengenali kepribadian dan juga kompetensi yang dimiliki. Kedepannya dapat terus meningkatkan kualitas hidup. Tes psikometri bisa dilakukan di biro psikologi, salah satunya di smile consulting Indonesia dengan begitu dapat mengikuti tes dan juga dijelaskan secara detail dengan hasil yang didapatkan bagaimana yang baik untuk kedepannya. Dalam ruang lingkup psikometri merupakan pengembangan sebuah masalah teori dan juga model pengembangan dasar-dasar evaluasi mengenai kualitas tes. Kualitas psikometri yang baik merupakan sebuah syarat yang perlu namun belum memadai untuk menghasilkan penilaian atau assessment yang baik. Harus ada yang bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil kepada individu yang sudah melakukan tes yaitu psikolog dengan begitu dapat menjelaskan secara rinci dan juga bertanggung jawab. Karakteristik psikometri yang terbaik yaitu karakteristik konseptual dari orang atau kelompok yang dikenai pengukuran, baik konteks fisik, Bahasa, preferensi, kesejahteraan, maupun budaya. Oleh karena itu. Penyelenggara atau pemberian tes psikometri yang kompeten merupakan mereka yang tidak hanya menguasai substansi tes melainkan juga menguasai substansi lapangan dimana pengentasan dapat dikerjakan. Aktivitas psikometri dilakukan upaya mengukur kecerdasaan, namun sejalan dengan perkembangan. Saat ini aktivitas psikometri banyak dipakai dalam bidang ilmu sosial terutama Pendidikan atau psikolog yang mencangkup pengukuran, pengetahuan, sikap, dan kepribadian. Berikut ini adalah macam-macam tes psikometri, sebagai berikut: Tes bakat, pada tes ini bertujuan untuk menilai seperangkat keterampilan khusu atau umum, meskipun ini sering bergantung pada jenis pekerjaan yang anda lamar atau juga pekerjaan maupun minat pada sesuatu. Tes bakat meliputi: tes penalaran numerik, tes penalaran verbal, tes penalaran induktif, tes penalaran diagram, tes penalaran logis. Tes keterampilan, pada tes ini memiliki cara bagi perusahaan untuk mengevaluasi seberapa cepat anda dapat menyesuaikan diri dalam minat yang anda ingin coba baik dalam pekerjaan atau Pendidikan. Tes ini menilai melalui Latihan berbasis kertas yang terdiri dari pernyataan pilihan ganda yang disesuaikan dalam kondisi ujian. Tapi seiring berjalannya waktu tes psikometri juga dapat dilakukan secara online menggunakan sistem khusu yang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyesuaikan tes yang ingin diajukan. Tes kepribadian, pada tes ini dapat mengevaluasi kesesuain kerja. Berdasarkan perilaku anda dan cara mendapatkan pekerjaan guna untuk menentukan seberapa baik anda akan cocok dengan organisasi dan budaya dalam pekerjaan atau Pendidikan yang ditentukan oleh individu yang melakukan test. Semakin lama individu menggunakan tes kepribadian sebagai cara untuk menentukan apakah anda memiliki sikap dan kepribadian yang tepat agar sesuai dengan budaya dan visi dari perusahaan tersebut. Biro psikologi dapat melakukan tes psikometri karena yang mengujikan dengan orang yang berkompeten pada bidangnya dan juga dapat bertanggung jawab atas hal yang diujikan dengan begitu individu atau peserta dapat melakukan tes dan mengukur kompetensi pada kepribadiannya sesuai dengan minat dan bakat yang ditujukannya selama sesi tes psikometri ini berlangsung. Referensi Wikipedia. 2021. Psikometri. https://id.wikipedia.org/wiki/Psikometri Najiyah, I. (2019). Aplikasi Tes Psikometri Berbasis Website Menggunakan Metode Simple Additive Weighting. Jurnal Responsif: Riset Sains dan Informatika, 1(1), 83-89.

Selengkapnya
Tes Kemampuan Kognitif
  • JUL 11, 2023

Tes Kemampuan Kognitif

Kemampuan kognitif adalah suatu penampilan yang dapat diamati sebagai hasil dari kegiatan atau proses memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sendiri. Tes kognitif (cognitive test) Bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan kognitif seseorang, tes ini biasanya berkaitan dengan pengukuran tingkat intelegensi seseorang. Tes ini memiliki tujuan yaitu untuk mengukur daya pikir, kemampuan dalam berbahasa, kemampuan berhitung, kemampuan berpikir abstrak, dan kemampuan mengingat. Terdapat enam kategori pokok ranah kognitif dengan urutan mulai dari yang terendah sampai dengan yang paling tinggi, diantaranya sebagai berikut: Pengetahuan (knowledge) Pemahaman (comprehension) Penerapan (application) Analisis (analysis) Sintesis (synthesis) Evaluasi (evaluation) Macam-macam Tes Kognitif Adapun bentuk psikotes dari tes kognitif ini adalah sebagai berikut: Tes numerik Ini adalah tes untuk melihat kemampuan seseorang dalam membuat keputusan berdasarkan data yang diberikan. Verbal Ini adalah tes untuk menunjukkan kemampuan seseorang dalam membuat keputusan berdasarkan pada informasi yang didapatkan. Penalaran abstrak Ini adalah tes untuk melihat kemampuan berpikir seseorang, disini akan dilihat bagaimana seseorang dalam menghadapi suatu permasalahan. Orang yang memiliki penalaran abstrak itu dapat memecahkan masalah dengan cara yang kreatif sehingga akan terlihat lebih unik cara penyelesaiannya. Penalaran logis. Ini adalah tes untuk melihat kemampuan seseorang dalam menyusun informasi yang didapatkan dan bagaimana cara menganalisis informasi tersebut agar mendapatkan cara penyelesaian yang sederhana. Faktor-faktor Tes Kemampuan Kognitif Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang, diantaranya sebagai berikut: Keturunan Lingkungan Kematangan Pembentukan Minat dan Bakat Kebebasan Hasil dari tes kognitif ini akan berguna untuk mengetahui apakah orang tersebut dapat berpikir kritis, lalu untuk mengetahui juga apakah orang itu mampu untuk mempelajari hal baru dan mau untuk mempraktekannya atau mencari solusi dari masalah yang dihadapinya. Sumber Referensi Putri, H., Susiani, D., Wandani, N. S., & Putri, F. A. (2022). Instrumen penilaian hasil pembelajaran kognitif pada tes uraian dan tes objektif. Jurnal Papeda. 4(2), 139-148. Diambil dari file:///C:/Users/Acer/Downloads/2649-Article%20Text-5657-1-10-20220731.pdf Priadi, A. (2022). Seleksi sumber daya manusia. 50-62. Diambil dari file:///C:/Users/Acer/Downloads/Book-Chapter-MANAJEMEN-SUMBER-DAYA-MANUSIA.pdf Sujiono, Y. N. (2013). Hakikat pengembangan kognitif. Diambil dari http://repository.ut.ac.id/4687/1/PAUD4101-M1.pdf

Selengkapnya
Tes Kepribadian: Mengungkap Karakteristik Pribadi melalui Asesmen Psikologi
  • JUL 11, 2023

Tes Kepribadian: Mengungkap Karakteristik Pribadi melalui Asesmen Psikologi

Manusia merupakan individu yang terlahir dengan karakteristik bawaannya masing-masing. Tidak ada individu yang sama karena setiap individu merupakan pribadi yang unik. Lalu, jika individu dilahirkan berbeda-beda bagaimana cara mengetahui pola karakteristik dari individu yang tercipta beragam jenis? Jawabannya adalah dengan melakukan tes kepribadian. Tes kepribadian merupakan salah satu asesmen psikologi yang mengkategorisasikan individu berdasarkan pola karakteristik kepribadiannya. Berdasarkan hasil tes kepribadian ini, anda dapat mengetahui karakteristik diri dengan lebih detail sehingga lebih mengenali konsep diri. Tertarik untuk mengikuti psikotes untuk mengetahui karakteristik kepribadianmu? Yuk kenali terlebih dahulu apa itu tes kepribadian lebih lanjut! Apa itu Tes Kepribadian? Para ahli psikologi di seluruh dunia sudah sejak lama memperkenalkan tes kepribadian sebagai salah satu metode yang valid dan akurat untuk mengetahui pola karakteristik individu dalam kelompok. Tes kepribadian merupakan salah satu metode psikotes yang digunakan untuk mengetahui kepribadian individu. Tes kepribadian digunakan untuk menguji dan menilai individu untuk mengukur pola karakteristik sifat kecenderungan yang ditunjukkan di berbagai situasi. Tes kepribadian banyak digunakan dalam proses diagnosis klinis, sebagai panduan intervensi terapeutik, serta acuan prediksi para psikolog dalam mengetahui respons individu ketika menghadapi berbagai kejadian. Para psikolog menilai kepribadian seseorang dengan menggunakan tes kepribadian agar lebih sistematis dan ilmiah. Jenis-Jenis Tes Kepribadian Secara garis besar, terdapat dua jenis tes kepribadian yaitu tes kepribadian inventori dan tes kepribadian proyektif. Berikut beberapa penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis tes kepribadian: Tes Kepribadian Inventori Tes Inventori merupakan jenis tes kepribadian yang melibatkan peserta tes untuk membaca pertanyaan dan kemudian menilai seberapa baik kesesuaian pertanyaan atau pernyataan tersebut berlaku untuk mereka. Salah satu inventaris laporan diri yang paling umum dijumpai adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) untuk mengetahui kondisi kesehatan mental individu. Manfaat terbesar dari tes inventori adalah bahwa jenis tes ini dapat distandarisasi dan menggunakan norma-norma yang telah ditetapkan. Tes inventori juga banyak digunakan karena memiliki reliabilitas dan validitas yang jauh lebih tinggi daripada tes proyektif. Oleh karena itu, hasil tes inventori lebih akurat untuk menggambarkan karakteristik kepribadian seseorang. Tes Kepribadian Proyektif Tes proyektif merupakan jenis tes kepribadian yang melibatkan penyajian peserta tes dengan adegan, objek, atau skenario yang bersifat ambigu dan kemudian meminta mereka untuk memberikan interpretasi mereka terhadap item tes. Salah satu contoh tes proyektif yang terkenal adalah Tes Rorschach Inkblot yang menugaskan peserta untuk menginterpretasikan bentuk melalui gambar tinta yang diberikan. Tes proyektif merupakan jenis psikotes paling sering digunakan untuk kebutuhan psikoterapi dan memungkinkan terapis dengan cepat mengumpulkan banyak informasi tentang diri klien untuk mengungkapkan kondisi alam bawah sadarnya. Misalnya, seorang terapis yang melakukan psikoterapi bagi kliennya memberikan tes proyektif untuk mengetahui gambaran diri individu dan mengungkap kepribadian dan eksplorasi kepribadian yang tidak dapat diungkapkan individu dengan komunikasi Manfaat dan Tujuan dari Tes Kepribadian Tes kepribadian diberikan untuk mendapatkan manfaat dan tujuan sebagai berikut: Menguji validitas dan reliabilitas teori psikologi Mengevaluasi efektivitas terapi untuk mengatasi berbagai gejala psikosomatis Mendiagnosis masalah psikologis dalam diri klien Melihat perubahan kepribadian dari dalam individu Menyaring kandidat untuk kebutuhan seleksi dan rekrutmen perusahaan Tes kepribadian juga banyak digunakan dalam kebutuhan asesmen forensik untuk melakukan penilaian risiko, menetapkan kompetensi subjek, dan evaluasi kesesuaian dalam kasus perselisihan hak asuh anak. Tes kepribadian juga banyak digunakan dlaam kebutuhan asesmen Pendidikan, konseling karir, dan kebutuhan tes ketenagakerjaan. Tips Mengerjakan Tes Kepribadian Tidak ada cara yang khusus harus dipersiapkan ketika hendak melakukan tes kepribadian. Berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk mendapatkan hasil cerminan terbaik untuk menggambarkan karakteristik kepribadian anda: Kerjakan dengan Jujur Jangan mencoba menampilkan versi diri anda yang "ideal". Sebaliknya, cobalah untuk menjawab tes kepribadian dengan cara yang mencerminkan siapa diri anda dan bagaimana perasaan anda saat ini. Dengan demikian, anda akan mendapatkan gambaran karakteristik kepribadian Baca petunjuk pengerjaan tes dengan seksama Hasil tes kepribadian mungkin tidak mencerminkan diri anda secara akurat jika anda tidak memahami pedoman atau pertanyaan dengan benar. Oleh karena itu, baca terlebih dahulu petunjuk pengerjaan tes dengan seksama sebelum memilih pilihan jawaban agar hasil tes lebih akurat. Jangan membandingkan antar tes kepribadian Hindari menjawab tes dengan memberikan gambaran ideal mengenai kondisi diri. Jawab saja dengan jujur tentang kondisi diri anda. Saat anda menemukan tes kepribadian, sebaiknya anda tidak perlu membanding-bandingkan berbagai jenis tes kepribadian yang ada. Hal ini karena tiap-tiap tes kepribadian memiliki tujuan dan fungsi yang berbeda-beda dalam menggambarkan karakteristik diri individu. REFERENSI: Verywellmind.com. (2022). What Is a Personality Test? Assessment-Training.com. (2022). What Is a Personality Test?

Selengkapnya
Tes integritas
  • JUL 11, 2023

Tes integritas

Banyak organisasi mulai memikirkan cara untuk membantu mempekerjakan dan Re-hiring karyawan di industri yang terkena dampak pandemi. Topik yang sering dibahas mengenai tes integritas ini adalah penggunaan tes integritas dan cara menggunakannya secara efektif. Apa itu Tes Integritas? Tes integritas adalah jenis instrumen psikometrik khusus yang digunakan dalam konteks seleksi untuk mengidentifikasi kecenderungan kandidat karyawan dalam pekerjaan untuk jujur ??dan dapat dipercaya. Dengan kata lain, tes integritas digunakan untuk memprediksi tampilan potensial dari perilaku kerja yang kontraproduktif. Perilaku kontraproduktif ini dapat mencakup hal-hal seperti ketidakhadiran, pencurian, penyimpangan, perilaku impulsif, insiden keselamatan, membuang-buang waktu, dan kemalasan dunia maya. Penilaian integritas biasanya datang dalam dua kategori dalam beberapa sumber: penilaian terbuka, dan penilaian berdasarkan kepribadian. Penilaian integritas terbuka biasanya memiliki pertanyaan yang secara langsung menanyakan kepada kandidat tentang kejujuran mereka dan perilaku menyimpang di masa lalu. Alat-alat ini cukup transparan dalam apa yang mereka ukur. Penilaian berbasis kepribadian cenderung beroperasi lebih terselubung, dan dirancang untuk mengukur secara halus ciri-ciri yang terkait dengan perilaku kerja yang kontraproduktif. Hubungan antara kepribadian dan integritas Integritas terkait erat dengan faktor kepribadian seperti kesadaran, keramahan, dan stabilitas emosional, dan faktor-faktor ini merupakan prediktor besar kinerja pekerjaan dan perilaku kerja kontraproduktif. Faktanya, ketika pengujian tes integritas dan dikombinasikan dengan tes kemampuan kognitif, mereka memberikan kekuatan prediksi yang lebih besar daripada jenis pengukuran lainnya, seperti wawancara, pemeriksaan referensi, dan biodata. Dalam konteks rekrutmen, tes integritas dapat membantu menemukan tanda-tanda awal bahwa calon karyawan apakah ia memiliki keterlibatan dalam hal seperti : Mencuri dari organisasi atau pelanggan Berbohong untuk keuntungan mereka sendiri atau untuk menutupi kesalahan Gagal melaporkan perilaku tidak etis atau bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri Kecurangan pada penilaian pekerjaan ( test fraud ) Menganiaya karyawan lain Ketidakhadiran. Penilaian integritas biasanya datang dalam dua kategori yaitu tes rahasia dan tes terbuka : Tes rahasia adalah yang paling umum. Bentuk penilaian tidak langsung ini menggunakan pertanyaan berbasis kepribadian untuk menentukan apakah karakter individu membuat mereka cenderung berperilaku tidak jujur. Pertanyaan-pertanyaan dalam tes integritas rahasia dirancang untuk menilai karakteristik bawaan seperti kepercayaan, ketergantungan, dan etos kerja. Tes terbuka , mengukur integritas secara lebih langsung. perusahaan menggunakan jenis penilaian ini untuk memahami apakah seorang individu benar-benar akan terlibat dalam tindakan yang dianggap salah atau tidak jujur. Yang menjadi suatu masalah pengujian terbuka adalah bahwa karyawan mungkin tidak mau memberikan jawaban jujur ??atas pertanyaan tentang perilaku tidak etis mereka. Pentingnya tes integritas karyawan Tujuan utama dari tes kejujuran adalah untuk memprediksi kemungkinan seorang karyawan terlibat dalam tindakan tidak etis yang bisa menjadi kontraproduktif. Dengan mengingat hal ini, ada manfaat yang jelas dalam hal membantu mengurangi pencurian, ketidakhadiran, dan bentuk perilaku tidak jujur ??lainnya. Tes integritas tidak akan menghilangkan praktik ini sama sekali, tetapi dapat membantu membatasi pengaruhnya terhadap efektivitas dan profitabilitas organisasi. Selain mengevaluasi kualitas seperti kepercayaan dan ketelitian, jenis penilaian ini menentukan apakah seorang karyawan memiliki etos kerja yang baik atau tidak. Penelitian akademis menunjukkan bahwa hasil penyaringan integritas juga merupakan prediktor yang baik untuk kinerja pekerjaan secara keseluruhan. Bukti menunjukkan bahwa orang yang mendapat nilai tinggi pada tes ini cenderung lebih produktif dan menyesuaikan diri lebih baik dengan peran mereka. Referensi : psycnet.apa.org (1998). Integrity testing in organizations.

Selengkapnya
Pentingnya Tes Fisik pada Calon Karyawan
  • JUL 11, 2023

Pentingnya Tes Fisik pada Calon Karyawan

Assessment adalah tes yang digunakan oleh perusahaan untuk membantu mengidentifikasi kandidat yang cocok dengan lowongan pekerjaan yang dilamar. Assessment mendapatkan informasi atau data untuk mengetahui seberapa baik kandidat tersebut upaya untuk perusahaan. Selanjutnya langkah yang dilakukan oleh recruiter setelah mendapatkan hasil assessment adalah melakukan penilaian. Hasil penilaian yang didapat dari proses tersebut merupakan salah satu indikasi kecocokan kandidat dengan kriteria posisi yang diinginkan oleh perusahaan. Perusahaan yang menggunakan assessment untuk mengetahui apakah kepribadian, etos kerja, pengetahuan, skill dari kandidat sesuai dengan kriteria posisi yang tersedia dan budaya perusahaan. Tujuannya adalah membantu untuk memprediksi performa dari kandidat saat bekerja nantinya. Assessment adalah serangkaian tes yang berdasarkan studi kasus perekrutan dan daya ingat. Dalam proses tersebut juga akan dilakukan analisis data karyawan atau kandidat. Tes assessment dan psikotes dilakukan dalam proses perekrutan karyawan baru pada sebuah perusahaan. Tujuan tes ini untuk memprediksi kesesuaian seseorang untuk suatu posisi tertentu. Apakah seorang karyawan tersebut dapat berkinerja baik di masa depan atau tidak. Salah satu tes assessment yang digunakan yaitu Tes Fisik. Tes Fisik Tes fisik yaitu bentuk tes berhubungan langsung dengan kemampuan fisik seseorang untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan kandidat. Tidak semua bidang pekerjaan melakukan tes fisik ini. Umumnya tes fisik ini hanya ditujukan bagi mereka yang memerlukan kebugaran fisik tertentu dalam bekerja, sehingga dapat memastikan keselamatan pada karyawan. Adapun beberapa prosedur pelaksanaan tes fisik ini pun cukup ketat, sebab bila ada kesalahan maka mungkin akan terjadi cedera kepada kandidat yang berujung fatal. Beberapa jenis pekerjaan memang memerlukan tes fisik untuk karyawan. Tak hanya kesehatan, tes fisik juga dapat digunakan untuk mengetahui ketahanan fisik seorang kandidat/calon karyawan. Tes fisik menjadi tes paling akhir dan penentu meski tak menutup kemungkinan beberapa perusahaan melakukannya di tahap awal. Seleksi atau penentuan untuk tes fisik pun cukup ketat mengingat mereka yang akan terpilih benar-benar memerlukan kebugaran untuk melakukan tugas-tugasnya nanti. Di sisi lain, ketatnya proses ini juga berlaku untuk beberapa prosedur pelaksanaannya karena tidak menutup kemungkinan menyebabkan cedera pada kandidat jika salah prosedur. Tes fisik juga bertujuan melihat kemampuan fisik seseorang untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan kandidat. Umumnya tes ini hanya ditujukan bagi mereka yang memerlukan kebugaran fisik tertentu dalam saat bekerja, sehingga dapat bekerja dengan standar yang ditetapkan. Selain itu, beberapa perusahaan membutuhkan karyawan dengan kemampuan spesifik melakukan pemeriksaan kesehatan lain seperti tes fungsi pendengaran, paru-paru hingga penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol. Inilah alasan mengapa tes fisik untuk calon pegawai penting bagi perusahaan seperti : Mendapat tenaga kerja yang bisa menerima beban kerja, Data kesehatan calon kandidat dapat digunakan sebagai dasar untuk memilih karyawan yang berkualitas dan cocok menerima beban kerja. Misal, seseorang yang melamar kerja sebagai pemadam kebakaran harus memiliki fisik yang kuat dan sehat. Maka kandidat tersebut harus menjalani serangkaian tes kesehatan jantung, paru-paru, mata, telinga dan beberapa anggota badan lainnya. Tujuannya pemadam kebakaran harus membawa peralatan berat, mengenakan pakaian yang berat dan melakukan misi penyelamatan. Meminimalisir penurunan produktivitas, Karyawan yang sering sakit tidak bisa bekerja dengan maksimal. Dia sulit menyelesaikan tugas dengan baik dan dengan tidak tepat waktu. Mungkin karyawan tersebut akan sering meminta izin sakit. Pada akhirnya akan menyebabkan penurunan produktivitas kerja secara keseluruhan. Mengurangi klaim dan biaya asuransi, Perusahaan tidak bisa menyerahkan beban tugas pada karyawan yang tidak mampu secara fisik. Misal, karyawan dengan daya tahan tubuh yang lemah tidak bisa melakukan pekerjaan berat seperti tugas pemadam kebakaran, konstruksi atau melibatkan alat berat lainnya. Sebuah kecelakaan fatal akan merugikan karyawan sendiri apalagi jika menyebabkan karyawan mengalami kecacatan permanen atau kematian. Sementara perusahaan akan rugi karena kehilangan tenaga kerja dan mengalami penurunan produktivitas. Selain itu, klaim asuransi juga akan meningkat. Stabilitas psikologi, Jika melamar pekerjaan yang berkaitan dengan penegakan hukum pasti harus melalui pemeriksaan psikologi dan emosi. Instansi pemerintah atau perusahaan yang akan melakukan tes ini untuk mengetahui apakah kandidat karyawan memiliki masalah mental atau tidak. Mereka ingin menghindari risiko kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan. Keamanan kerja, Perusahaan yang bergerak di bidang industri sangat memperhitungkan keamanan seperti di pabrik demi melindungi karyawannya dari kemungkinan kecelakaan atau bahkan ancaman kematian. Maka, pentingnya harus mengecek apakah calon karyawan menggunakan obat-obatan terlarang atau minum minuman beralkohol. Salah satunya dengan melakukan tes urine. Tujuannya yaitu zat adiktif bisa membuat operator mesin membuat kecerobohan yang berakibat fatal. Melindungi masyarakat, Perusahaan tidak bisa menerima karyawan yang mengidap penyakit menular. Hal ini untuk melindungi masyarakat dan meminimalisir penyebaran penyakit. Manfaat Tes Fisik Bagi Perusahaan Untuk memperoleh karyawan yang benar-benar sehat dan siap tentunya harus melalui tes fisik atau kesehatan saat proses rekrutmen. Karena perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan tersebut. Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit kronis seperti penyakit Paru, Penyakit Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Penyakit Jantung, dan lain sebagainya. Hal ini sangat penting karena saat perusahaan menerima seseorang menjadi karyawan maka perusahaan bertanggung jawab terhadap kesehatannya selama melakukan pekerjaan di perusahaan tersebut. Berikut ini beberapa manfaat tes fisik/ tes kesehatan calon karyawan bagi perusahaan, yaitu : Meningkatkan produktivitas kerja Produktivitas kerja meningkat tentunya harus didukung dengan sumber daya manusia yang sehat. Dengan proses tes ini calon karyawan, perusahaan akan yakin bahwa calon karyawan dalam keadaan benar-benar sehat, termasuk tidak mengidap penyakit apapun yang dapat mengganggu saat bekerja atau yang dapat menularkan ke rekan kerja yang lain. Menghemat Biaya Kesehatan Karyawan Biaya tes kesehatan calon Karyawan terkesan mahal. Untuk jangka panjang keuntungan dari tes kesehatan calon karyawan sangat menghemat biaya kesehatan karyawan lebih banyak. Misalnya contoh kasus seperti, di perusahaan karyawan mereka yang baru direkrut setahun yang lalu sudah sering tidak masuk karena sakit hepatitis B, dan karyawan lain yang di rekrut 2 tahun lalu juga mengalami penyakit yang sama. Posisi karyawan tersebut di level Manajer, tentunya berakibat perusahaan harus menggantikan biaya penggantian kesehatan yang cukup besar. Ditambah juga dengan beban tugas mereka harus digantikan oleh orang lain, dimana jam kerjanya juga harus diperhitungkan, berarti akan menambah biaya pegawai. Misal, pekerja tersebut memaksakan untuk masuk bekerja, maka hasilnya juga dipastikan tidak optimal, dan karena kurang bersemangat dalam bekerja. Hal ini tidak akan terjadi apabila sebelum masuk menjadi karyawan telah lulus tes kesehatan calon karyawan. Menghindari tuntutan dari karyawan Masalah ini muncul ketika ada seorang karyawan yang baru bekerja beberapa bulan didiagnosa mengalami penyakit Paru atau penyakit lainnya. Kemudian karyawan tersebut menyalahkan perusahaan, tempat ia bekerja karena setelah bekerja di sana ia menderita penyakit tersebut. Tentunya pihak perusahaan tidak bisa mengelak karena tidak memiliki record kesehatan karyawan sebelum ia bekerja disana. Hal ini tidak akan terjadi jika sebelum karyawan tersebut diterima, tentunya harus melakukan tes kesehatan calon karyawan terlebih dahulu. Sehingga perusahaan bisa mengetahui riwayat kesehatan calon karyawannya dan mendeteksi sejak dini akan potensi munculnya berbagai jenis penyakit di kemudian hari. Menambah kepercayaan Calon Karyawan terhadap perusahaan Mengetahui adanya proses tes kesehatan dalam seleksi karyawan, tentunya para calon karyawan akan semakin yakin dan percaya bahwa perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang menjamin kesejahteraan calon karyawan tersebut apabila diterima nantinya. Jadi dari serangkaian tes fisik ini pentingnya para pencari kerja/ calon karyawan harus selalu menjaga kesehatan, bergaya hidup sehat dan hindari narkoba atau obat-obatan terlarang. S